Category: Banten

  • KONI Tangsel Pastikan Kesiapan Penuh Gelar Porprov Banten VII 2026

    KONI Tangsel Pastikan Kesiapan Penuh Gelar Porprov Banten VII 2026

    Jbnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan kesiapan penuh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua KONI Tangsel, Bambang Sugianto, dalam konferensi pers di Sekretariat KONI Tangsel, Minggu (31/5/2026).

    Bambang menegaskan bahwa seluruh persiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan anggaran telah mencapai 85 persen. Porprov Banten VII direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 dan akan mempertandingkan 35 cabang olahraga. Ajang ini menjadi momen penting bagi Tangsel untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah setelah sebelumnya ditunjuk oleh Gubernur Banten.

    Kesiapan Infrastruktur dan Venue

    KONI Tangsel telah memetakan sejumlah venue yang akan digunakan. Beberapa lokasi utama meliputi Stadion Mini Ciputat, GOR Basket BSD, dan Lapangan Golf Modernland. Bambang mengklaim bahwa sebagian besar venue sudah memenuhi standar teknis yang ditetapkan oleh masing-masing induk cabang olahraga. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta kontraktor untuk memastikan renovasi rampung tepat waktu,” ujarnya.

    Pemerintah Kota Tangsel mengalokasikan dana sebesar Rp 50 miliar untuk persiapan Porprov, termasuk renovasi venue dan akomodasi atlet. Anggaran ini bersumber dari APBD Perubahan 2026. Bambang menambahkan, pihaknya juga menggandeng sponsor swasta untuk menutup kekurangan biaya operasional.

    Persiapan SDM dan Atlet

    Selain infrastruktur, KONI Tangsel fokus pada pembinaan atlet. Sebanyak 1.200 atlet dan 400 ofisial telah didaftarkan untuk mengikuti seleksi tahap akhir. Bambang menargetkan Tangsel bisa masuk lima besar klasemen akhir Porprov. “Kami tidak muluk-muluk, tapi target realistis dengan potensi atlet yang ada,” katanya.

    Pelatihan wasit dan juri juga tengah digencarkan. KONI Tangsel bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten untuk memastikan kualitas pertandingan. “Kami ingin Porprov ini tidak hanya meriah, tapi juga kredibel,” tegas Bambang.

    Tantangan dan Solusi

    Meski optimistis, Bambang mengakui ada beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan venue untuk cabang olahraga air seperti dayung dan renang. Solusi sementara, KONI Tangsel akan meminjam venue di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang. “Kami sudah berkomunikasi dengan KONI provinsi, dan mereka mendukung,” ujarnya.

    Masalah lain adalah potensi kemacetan lalu lintas selama event berlangsung. Bambang mengimbau Dinas Perhubungan Tangsel untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. “Kami harap ada dukungan penuh dari semua pihak, termasuk Forkopimda,” tambahnya.

    Dukungan dari Berbagai Pihak

    Persiapan Porprov Banten VII mendapat dukungan dari berbagai elemen. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah. “Ini adalah kebanggaan bagi Tangsel. Kami akan all out,” katanya dalam rapat koordinasi pekan lalu. Dukungan serupa juga datang dari DPRD Tangsel yang telah menyetujui anggaran tambahan.

    KONI Tangsel juga melibatkan komunitas olahraga lokal untuk menjadi relawan. Sebanyak 500 relawan telah direkrut dan akan dilatih pada Juli mendatang. Bambang berharap partisipasi masyarakat bisa menyukseskan event ini. “Porprov bukan hanya milik pemerintah, tapi milik seluruh warga Tangsel,” ujarnya.

    Dalam konteks yang lebih luas, kesuksesan Porprov Banten VII diharapkan bisa mendorong pembangunan olahraga di Provinsi Banten. Beberapa pihak bahkan melihat ajang ini sebagai batu loncatan untuk menjadi tuan rumah event nasional seperti PON. “Kami ingin menunjukkan bahwa Tangsel siap bersaing di level yang lebih tinggi,” pungkas Bambang.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan olahraga di Banten, Anda dapat membaca artikel terkait tentang Wisata Cimanggu atau Desakan Buruh di wilayah sekitar.

    Porprov Banten VII menjadi momentum strategis bagi Tangsel. Selain sebagai ajang pembinaan atlet, event ini juga diharapkan bisa menggerakkan ekonomi lokal. Bambang optimistis, dengan persiapan matang, Tangsel bisa menjadi tuan rumah yang sukses. “Kami siap menyambut ribuan atlet dan official dari seluruh Banten,” tutupnya.

  • KONI Tangsel Pastikan Kesiapan Penuh Gelar Porprov Banten VII 2026

    KONI Tangsel Pastikan Kesiapan Penuh Gelar Porprov Banten VII 2026

    Jbnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan kesiapan penuh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII yang akan digelar pada tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh jajaran pengurus KONI Tangsel dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu, 31 Mei 2026.

    Persiapan yang matang menjadi prioritas utama KONI Tangsel mengingat perhelatan olahraga terbesar di Provinsi Banten ini akan mempertemukan ribuan atlet dari delapan kabupaten/kota. Dengan status sebagai tuan rumah, Tangsel memiliki target tinggi untuk meraih prestasi maksimal sekaligus menyukseskan penyelenggaraan event multi-cabang olahraga tersebut.

    Ketua KONI Tangsel, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa seluruh aspek teknis dan non-teknis telah dipersiapkan secara menyeluruh. Mulai dari venue pertandingan, akomodasi atlet, hingga sistem keamanan dan transportasi, semuanya sudah dalam tahap finalisasi. “Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh kontingen yang bertanding di Tangsel,” ujarnya.

    Venue dan Infrastruktur Siap 100 Persen

    Salah satu poin krusial dalam persiapan Porprov Banten VII adalah kesiapan venue pertandingan. KONI Tangsel melaporkan bahwa seluruh venue yang akan digunakan, baik milik pemerintah daerah maupun fasilitas swasta, telah siap 100 persen. Beberapa cabang olahraga akan menggunakan fasilitas olahraga yang sudah ada, sementara beberapa lainnya akan memanfaatkan gedung serbaguna dan lapangan yang telah direnovasi.

    Pemerintah Kota Tangerang Selatan, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, turut mendukung penuh persiapan ini. Dukungan anggaran dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan berarti menjelang pembukaan Porprov. Hal ini sejalan dengan komitmen daerah untuk terus mengembangkan sektor olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

    Selain venue, kesiapan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, transportasi umum, dan akomodasi juga menjadi perhatian serius. KONI Tangsel bersama pemerintah daerah telah memetakan titik-titik rawan kemacetan dan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas selama event berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas atlet dan official berjalan lancar.

    Target Medali dan Pembinaan Atlet

    Sebagai tuan rumah, KONI Tangsel menargetkan posisi tiga besar klasemen akhir Porprov Banten VII. Target ini dinilai realistis mengingat Tangsel memiliki sejumlah atlet andalan di berbagai cabang olahraga. Pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kota hingga provinsi, menjadi modal utama untuk meraih prestasi.

    Program latihan terpusat telah dijalankan selama beberapa bulan terakhir. Para atlet mendapatkan pembinaan dari pelatih berpengalaman dan didukung dengan fasilitas latihan yang memadai. KONI Tangsel juga menggandeng sejumlah sponsor dan pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan perlengkapan atlet.

    Ketua KONI Tangsel menambahkan bahwa ajang Porprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk regenerasi atlet muda. “Kami berharap Porprov Banten VII bisa menjadi batu loncatan bagi atlet-atlet Tangsel untuk bisa tampil di level nasional,” katanya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mencetak atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah.

    Dalam konteks pembinaan olahraga di Banten, persiapan Tangsel ini menjadi perhatian banyak pihak. Beberapa daerah lain di Banten juga tengah gencar mempersiapkan atletnya, seperti yang terlihat dari Polda Banten Tanam Jagung yang menunjukkan sinergi lintas sektor dalam pembangunan daerah.

    Cabang Olahraga Unggulan

    Beberapa cabang olahraga (cabor) menjadi andalan Tangsel untuk menyumbang medali. Cabor-cabor seperti atletik, renang, bulu tangkis, dan pencak silat diproyeksikan menjadi lumbung medali. Selain itu, cabang olahraga bela diri dan olahraga permainan juga tidak kalah siap. KONI Tangsel telah melakukan pemetaan potensi medali berdasarkan hasil evaluasi Porprov sebelumnya dan kejuaraan daerah yang digelar dalam setahun terakhir.

    Kesiapan atlet di setiap cabor terus dimonitor secara berkala. Tim medis dan psikolog juga disiapkan untuk mendukung performa atlet selama kompetisi berlangsung. KONI Tangsel memastikan bahwa tidak ada celah dalam persiapan, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental.

    Selain fokus pada prestasi, KONI Tangsel juga menekankan pentingnya sportivitas dan fair play. Seluruh atlet dan official diimbau untuk menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga. Hal ini penting untuk menjaga citra positif Tangsel sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.

    Persiapan infrastruktur yang matang juga menjadi sorotan. Meski fokus utama adalah olahraga, penyelenggaraan Porprov juga berdampak pada sektor lain seperti pariwisata dan ekonomi kreatif. Event ini diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Untuk itu, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor pariwisata dan UMKM, terus diperkuat.

    Dalam kesempatan terpisah, KONI Tangsel juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah provinsi Banten. Sinergi antara pemerintah kota dan provinsi menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan Porprov. Dukungan ini mencakup aspek pendanaan, pengawasan, dan pendampingan teknis.

    Ketua KONI Tangsel menutup pernyataannya dengan optimisme tinggi. “Kami yakin Porprov Banten VII di Tangsel akan berjalan sukses dan meriah. Ini adalah tanggung jawab besar yang akan kami emban dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

    Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, publik Banten, khususnya warga Tangsel, menantikan pesta olahraga terbesar di provinsi ini. Porprov Banten VII 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan antardaerah di Banten. Pengalaman menjadi tuan rumah ini juga akan menjadi bekal berharga bagi Tangsel jika suatu saat dipercaya menggelar event olahraga yang lebih besar lagi, seperti yang pernah dilakukan daerah lain dalam mengelola lahan 10 hektare untuk pengembangan wilayah.

    Kesuksesan Porprov Banten VII juga akan menjadi tolok ukur bagi perkembangan olahraga di Tangsel ke depan. Dengan infrastruktur yang sudah terbangun dan SDM yang terlatih, Tangsel berpotensi menjadi pusat pembinaan olahraga di wilayah Banten. Hal ini tentu membutuhkan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan.

    Di luar aspek olahraga, penyelenggaraan Porprov juga memberikan dampak positif pada kebersihan dan ketertiban kota. Pemerintah daerah telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan penataan kota, termasuk penertiban elemen-elemen yang mengganggu estetika. Langkah ini diambil untuk memberikan kesan pertama yang baik bagi para tamu yang datang ke Tangsel.

    Porprov Banten VII 2026 bukan hanya milik atlet dan official, tetapi juga milik seluruh masyarakat Banten. Antusiasme masyarakat diharapkan bisa menjadi energi positif bagi para atlet untuk berprestasi. KONI Tangsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyukseskan event ini dengan cara menjaga kondusivitas dan mendukung tim kebanggaan daerah.

    Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, KONI Tangsel optimistis Porprov Banten VII akan menjadi sejarah baru bagi olahraga di Banten. Semua mata kini tertuju pada Tangsel, yang siap menjadi tuan rumah yang luar biasa.

  • KONI Tangsel Pastikan Kesiapan Penuh Gelar Porprov Banten VII 2026

    KONI Tangsel Pastikan Kesiapan Penuh Gelar Porprov Banten VII 2026

    Jbnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua KONI Tangsel, Bambang Sugiharto, dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat KONI Tangsel pada Minggu, 31 Mei 2026.

    Bambang menegaskan bahwa seluruh aspek persiapan, mulai dari venue pertandingan, akomodasi atlet, hingga sistem keamanan, telah mencapai 90 persen. “Kami optimistis dan siap 100 persen pada saat pembukaan nanti. Ini adalah momentum penting bagi Tangsel untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah,” ujar Bambang di hadapan awak media.

    Porprov Banten VII direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 dan akan mempertandingkan puluhan cabang olahraga. KONI Tangsel telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk mensukseskan event olahraga terbesar di Provinsi Banten ini. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kota Tangsel dan sponsor swasta.

    Persiapan Venue dan Infrastruktur

    KONI Tangsel telah mengidentifikasi dan melakukan renovasi pada sejumlah venue utama. Beberapa lokasi yang akan digunakan antara lain Stadion Mini Ciputat untuk cabang atletik dan sepak bola, GOR Ahmad Yani untuk bola voli dan bulu tangkis, serta kompleks olahraga di BSD City untuk cabang akuatik dan tenis. “Kami pastikan semua venue memenuhi standar teknis yang ditetapkan oleh induk organisasi cabang olahraga masing-masing,” tambah Bambang.

    Selain venue, persiapan akomodasi bagi ribuan atlet dan official juga menjadi prioritas. KONI Tangsel telah menjalin kerja sama dengan puluhan hotel di sekitar lokasi pertandingan untuk menyediakan tempat menginap dengan harga khusus. Sistem transportasi antar-venue juga telah disiapkan untuk memudahkan mobilitas peserta.

    Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga menyinggung pentingnya sinergi dengan pihak keamanan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Tangsel dan TNI untuk memastikan keamanan selama gelaran Porprov. “Kami tidak ingin ada gangguan sekecil apa pun. Keamanan adalah prioritas utama,” tegasnya.

    Target Medali dan Cabang Unggulan

    Sebagai tuan rumah, KONI Tangsel menargetkan posisi tiga besar klasemen akhir Porprov Banten VII. Bambang mengakui persaingan akan ketat, terutama dari Kota Serang dan Kabupaten Tangerang yang selama ini menjadi kandidat kuat juara umum. “Kami tidak muluk-muluk, tapi target tiga besar itu realistis melihat potensi atlet kita,” jelasnya.

    Beberapa cabang olahraga unggulan Tangsel antara lain pencak silat, karate, dan wushu. Atlet-atlet dari cabang tersebut telah menunjukkan prestasi gemilang di tingkat provinsi dan nasional. KONI Tangsel juga telah melakukan pemusatan latihan daerah (Pelatda) sejak awal tahun untuk mematangkan persiapan fisik dan teknik atlet.

    Bambang menambahkan bahwa kesuksesan Porprov bukan hanya soal prestasi, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat Tangsel. Event ini diprediksi akan menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, dan transportasi lokal. “Kami berharap Porprov menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan kebanggaan warga Tangsel,” pungkasnya.

    Dengan persiapan yang matang, KONI Tangsel optimistis dapat menyelenggarakan Porprov Banten VII yang sukses dan berkesan. Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk turut mendukung dan menyukseskan acara ini. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pertandingan dan tiket dapat diakses melalui portal resmi KONI Tangsel.

  • Ratusan Rider Cilik Ramaikan Kompetisi Push Bike di Paramount Petals

    Ratusan Rider Cilik Ramaikan Kompetisi Push Bike di Paramount Petals

    Jbnews.id – Suasana akhir pekan di kawasan Paramount Petals, Tangerang, berlangsung meriah pada Minggu, 31 Mei 2026. Ratusan anak bersama orangtua memadati area Pasar Modern Paramount Petals untuk mengikuti dan menyaksikan Paramount Petals Push Bike Competition 2026.

    Kompetisi sepeda dorong (push bike) ini diikuti oleh ratusan rider cilik dari berbagai daerah di Tangerang dan sekitarnya. Ajang ini tidak hanya menjadi hiburan akhir pekan, tetapi juga wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian dan keterampilan motorik sejak dini.

    Acara yang digelar di kawasan hunian terpadu ini berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Para orangtua tampak antusias mendampingi buah hati mereka yang berlomba di lintasan yang telah disediakan. Suasana semakin semarak dengan dukungan dan sorakan dari para penonton yang memadati area sekitar.

    Kompetisi push bike ini merupakan bagian dari upaya Paramount Petals untuk menghadirkan kegiatan positif bagi keluarga di kawasan tersebut. Selain sebagai sarana olahraga, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan pengunjung. Kehadiran ratusan peserta dan pengunjung menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan berbasis komunitas yang sehat dan edukatif.

    Kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar secara rutin untuk mendukung tumbuh kembang anak serta mempererat hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal. Perhelatan ini juga menjadi contoh bagaimana pengembang properti dapat berperan aktif dalam menciptakan ekosistem hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga aktif dan interaktif.

    Dengan terselenggaranya acara ini, Paramount Petals semakin menegaskan komitmennya dalam membangun komunitas yang berorientasi pada keluarga. Tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga menghadirkan pengalaman hidup yang berkualitas bagi penghuninya. Inisiatif seperti ini patut diapresiasi dan bisa menjadi inspirasi bagi pengembang lain di Indonesia.

    Selain itu, kegiatan seperti ini juga berdampak positif pada perekonomian lokal. Para pedagang kecil dan UMKM di sekitar lokasi acara turut merasakan manfaat dari keramaian pengunjung. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkot Tangsel Perkuat UMKM demi menjaga stabilitas ekonomi daerah. Momentum seperti ini menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

    Dari sisi pembangunan karakter, kompetisi push bike mengajarkan anak-anak tentang sportivitas, keberanian, dan semangat bersaing secara sehat sejak usia dini. Orangtua pun berperan aktif sebagai pendukung utama, menciptakan ikatan emosional yang kuat antara anak dan keluarga. Acara ini juga menjadi sarana rekreasi yang edukatif di tengah maraknya gawai dan aktivitas digital yang sering menyita perhatian anak-anak.

    Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk panitia, sponsor, dan masyarakat setempat. Kolaborasi yang solid menjadi kunci sukses terselenggaranya acara yang meriah dan tertib. Semoga ke depannya, semakin banyak kegiatan positif serupa yang dapat digelar di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Tangerang.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan seperti ini dapat terus lestari di tengah modernisasi. Hal ini selaras dengan harapan Wagub Banten: Ngadu Bedug Harus Lestari di tengah arus perubahan zaman. Nilai-nilai tradisional dan kegiatan komunitas tetap relevan dan penting untuk dipertahankan.

    Secara keseluruhan, Paramount Petals Push Bike Competition 2026 telah sukses menjadi ajang yang menghibur, mendidik, dan mempererat tali silaturahmi. Antusiasme peserta dan pengunjung menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis komunitas masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

  • Jemaah Haji 2026 Mulai Pulang, Keluarga Dilarang Jemput di Bandara

    Jemaah Haji 2026 Mulai Pulang, Keluarga Dilarang Jemput di Bandara

    Jbnews.id – Sebanyak 34.853 jemaah haji Indonesia Tahun 1447 H/2026 M mulai dipulangkan ke Tanah Air pada Senin (1/6/2026). Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan kesiapan penuh untuk menyambut kedatangan mereka, namun mengimbau keluarga untuk tidak menjemput langsung di bandara.

    Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi kepadatan di area kedatangan yang dapat mengganggu proses pemulangan jemaah. Pihak bandara dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyiapkan skema khusus agar arus kedatangan berjalan lancar dan tertib.

    “Kami mengimbau keluarga jemaah untuk tidak menjemput di bandara. Proses pemulangan akan diatur secara terpusat dan jemaah akan diantar hingga ke embarkasi masing-masing,” ujar perwakilan Bandara Soekarno-Hatta dalam keterangan resmi.

    Kesiapan Bandara dan Skema Pemulangan

    Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah menyiapkan area khusus untuk menerima kedatangan jemaah haji. Petugas dari berbagai instansi, termasuk Kementerian Agama, TNI, Polri, dan pihak bandara, akan bersiaga untuk memastikan proses imigrasi, bea cukai, dan karantina berjalan cepat.

    Jemaah yang tiba akan langsung diarahkan ke bus yang telah disediakan untuk menuju asrama haji atau embarkasi masing-masing. Skema ini dirancang untuk meminimalkan kontak fisik dan mempercepat waktu tunggu di bandara.

    Sementara itu, di tengah kesibukan persiapan pemulangan jemaah haji, isu lain yang menarik perhatian publik adalah fenomena Indomaret Tutup Massal. Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku industri ritel Tanah Air.

    Data Kepulangan Jemaah Haji

    Berdasarkan data PPIH, total jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan tahun ini mencapai lebih dari 220 ribu orang. Proses pemulangan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa gelombang hingga akhir Juni 2026. Kloter pertama yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta berasal dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS).

    Setiap jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan protokol kesehatan sebelum meninggalkan bandara. Petugas juga akan memastikan seluruh barang bawaan jemaah sesuai dengan ketentuan bea cukai.

    Bagi keluarga yang ingin memantau kepulangan, PPIH menyediakan aplikasi dan website resmi yang dapat diakses untuk melihat jadwal kedatangan setiap kloter. Informasi ini dapat diakses secara real-time.

    Imbauan untuk Keluarga Jemaah

    Keluarga jemaah diminta untuk bersabar dan menunggu di rumah. Jemaah akan diantar langsung ke embarkasi atau asrama haji di daerah masing-masing. Proses ini diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan dan kehilangan barang.

    Pihak bandara juga mengingatkan agar keluarga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak resmi. Semua informasi resmi terkait kepulangan jemaah haji dapat diakses melalui kanal komunikasi PPIH dan Kementerian Agama.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan dan prosedur pemulangan, masyarakat dapat menghubungi call center haji atau mengunjungi website resmi Kementerian Agama.

    Dengan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat pulang dengan selamat dan sehat ke Tanah Air.

  • PHK Massal di Serang: 409 Karyawan Kena Efisiensi & Penurunan Order

    PHK Massal di Serang: 409 Karyawan Kena Efisiensi & Penurunan Order

    Jbnews.id – Sebanyak 409 karyawan dari tiga perusahaan di Kabupaten Serang, Banten, mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal sepanjang tahun 2025. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Serang mengonfirmasi bahwa gelombang PHK ini dipicu oleh kebijakan efisiensi operasional dan penurunan jumlah order dari masing-masing perusahaan.

    Kepala Disnaker Kabupaten Serang, Tb. Acep Hendra, menyatakan bahwa ketiga perusahaan tersebut bergerak di sektor manufaktur. Dua di antaranya merupakan perusahaan alas kaki (sepatu), sementara satu perusahaan lainnya bergerak di bidang garmen. Data ini dikumpulkan berdasarkan laporan yang masuk ke Disnaker sepanjang tahun 2025.

    “Totalnya ada 409 pekerja yang di-PHK dari tiga perusahaan. Alasan mereka melakukan PHK adalah efisiensi dan penurunan jumlah order,” ujar Acep Hendra saat dikonfirmasi pada Selasa (24/12/2025).

    Rincian PHK menunjukkan bahwa satu perusahaan garmen mem-PHK 130 karyawan. Sementara itu, dua perusahaan alas kaki masing-masing mem-PHK 169 orang dan 110 orang. Dengan demikian, total karyawan yang terdampak dari sektor alas kaki mencapai 279 orang.

    Para pekerja yang di-PHK berasal dari berbagai divisi, mulai dari produksi hingga administrasi. Disnaker memastikan bahwa seluruh proses PHK telah sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk pemberian hak-hak pekerja seperti pesangon dan uang penghargaan masa kerja.

    “Kami sudah melakukan mediasi dan memastikan hak-hak pekerja dibayarkan sesuai aturan,” tambah Acep.

    Fenomena PHK di sektor padat karya ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Disnaker Kabupaten Serang terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan perusahaan untuk mencari solusi, termasuk melalui program pelatihan ulang bagi para pekerja yang terkena PHK.

    Kondisi ini juga berpotensi mempengaruhi iklim ketenagakerjaan di wilayah tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat menarik investasi baru untuk menyerap kembali tenaga kerja yang menganggur. Selain itu, program padat karya dari pemerintah juga bisa menjadi solusi jangka pendek bagi para pekerja yang terkena PHK.

    Sektor industri di Kabupaten Serang, yang merupakan salah satu kawasan penyangga Jakarta, memang rentan terhadap fluktuasi ekonomi global. Penurunan permintaan ekspor, khususnya dari negara-negara tujuan utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, menjadi faktor utama yang mempengaruhi jumlah order perusahaan.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen ketiga perusahaan mengenai prospek pemulihan order di tahun 2026. Disnaker setempat masih membuka posko pengaduan bagi para pekerja yang merasa dirugikan.

  • Karang Bolong Serang: Pesona Alam dan Sejarah di Pantai Ikonik

    Karang Bolong Serang: Pesona Alam dan Sejarah di Pantai Ikonik

    Jbnews.id – Pantai Karang Bolong di Serang, Banten, menawarkan daya tarik unik berupa formasi karang berlubang yang menjadi ikon wisata alam sekaligus menyimpan nilai sejarah tinggi. Destinasi ini tidak hanya memanjakan mata dengan pemandangan pantai selatan Jawa, tetapi juga menyajikan cerita masa lalu yang melekat pada bentang alamnya.

    Terletak di kawasan Anyer, Pantai Karang Bolong dikenal luas karena adanya batu karang besar yang memiliki lubang di bagian tengahnya. Fenomena alam ini terbentuk secara alami akibat abrasi air laut selama ribuan tahun. Keunikan inilah yang menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung.

    Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga erat kaitannya dengan sejarah perjuangan bangsa. Menurut catatan yang dihimpun, pantai ini menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Presiden Soekarno dan menjadi tempat perenungan penting. Nilai historis ini menambah bobot daya tarik destinasi wisata di Banten tersebut.

    Daya Tarik Utama dan Fasilitas

    Formasi karang berlubang yang menjadi ikon pantai ini memiliki tinggi sekitar 15 meter dengan diameter lubang yang cukup besar. Pengunjung dapat berfoto di sekitar area karang atau menikmati pemandangan laut lepas dari bibir pantai. Ombak yang relatif tenang di beberapa titik juga memungkinkan aktivitas bermain air yang aman bagi keluarga.

    Fasilitas yang tersedia di Pantai Karang Bolong cukup memadai untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Terdapat area parkir yang luas, warung makan yang menyajikan hidangan laut segar, serta penginapan sederhana di sekitar lokasi. Akses jalan menuju pantai juga sudah beraspal dengan baik, memudahkan perjalanan dari pusat Kota Serang.

    Bagi pengunjung yang tertarik dengan sejarah, terdapat situs-situs peninggalan yang bisa dieksplorasi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa karang ini menjadi saksi bisu pertemuan para pejuang kemerdekaan di masa lalu. Informasi ini kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menggali lebih dalam tentang sejarah lokal.

    Lokasi dan Akses

    Pantai Karang Bolong berlokasi di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Jarak tempuh dari pusat Kota Serang sekitar 30 kilometer atau kurang lebih satu jam perjalanan darat. Rute menuju lokasi cukup mudah diikuti dengan petunjuk jalan yang jelas.

    Dari Jakarta, wisatawan dapat menempuh perjalanan melalui Tol Tangerang-Merak dan keluar di gerbang tol Anyer. Perjalanan dilanjutkan melalui jalan raya Anyer yang membentang di sepanjang pesisir pantai utara Banten. Pemandangan sepanjang perjalanan sudah menawarkan panorama laut yang indah.

    Transportasi umum seperti bus dan angkutan kota juga tersedia dengan rute menuju Anyer. Dari terminal bus di Serang, pengunjung dapat naik angkutan umum menuju Anyer dan turun di dekat lokasi pantai. Untuk kenyamanan lebih, banyak wisatawan memilih menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil.

    Harga Tiket dan Jam Operasional

    Tiket masuk Pantai Karang Bolong tergolong terjangkau, yaitu sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per orang pada hari biasa. Pada akhir pekan dan hari libur nasional, harga tiket bisa sedikit lebih tinggi, berkisar Rp20.000 per orang. Biaya parkir kendaraan dikenakan terpisah, mulai dari Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.

    Pantai ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari atau menjelang sore saat cuaca tidak terlalu terik. Pengunjung disarankan datang lebih awal untuk mendapatkan spot foto terbaik di sekitar karang berlubang.

    Bagi yang ingin menginap, tersedia beberapa penginapan di sekitar kawasan Anyer dengan harga bervariasi. Mulai dari losmen sederhana dengan tarif Rp100.000 per malam hingga hotel berbintang dengan fasilitas lengkap. Pilihan ini memudahkan wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai lebih lama.

    Tips Berkunjung

    Beberapa hal perlu diperhatikan saat berkunjung ke Pantai Karang Bolong. Pertama, perhatikan kondisi cuaca karena ombak di pantai selatan bisa tiba-tiba besar. Kedua, jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di area pantai. Ketiga, hormati situs sejarah yang ada dengan tidak merusak atau mencoret-coret karang.

    Membawa perlengkapan pribadi seperti sunblock, topi, dan air minum juga disarankan. Fasilitas toilet dan kamar ganti tersedia dengan biaya sewa yang murah. Pengunjung juga dapat membawa bekal makanan sendiri atau membeli di warung sekitar.

    Bagi pecinta fotografi, waktu golden hour di pagi dan sore hari menghasilkan gambar terbaik dengan latar karang berlubang. Jangan lupa membawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan momen. Spot di sekitar karang utama menjadi lokasi favorit untuk berfoto.

    Keunikan Pantai Karang Bolong sebagai destinasi wisata alam dan sejarah di Serang menjadikannya pilihan tepat bagi liburan keluarga atau perjalanan edukasi. Dengan akses mudah dan biaya terjangkau, tempat ini layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Banten.

    Informasi lebih lanjut tentang perkembangan pariwisata di Banten dapat diikuti melalui Munas PERSAJA 2026 yang menjadi ajang konsolidasi jurnalis. Sementara itu, isu ketenagakerjaan seperti desakan buruh Tangerang juga menjadi perhatian di kawasan ini.

  • Polresta Tangerang Kota Sita 1 Kg Ganja, Selamatkan 1.051 Orang

    Polresta Tangerang Kota Sita 1 Kg Ganja, Selamatkan 1.051 Orang

    Jbnews.id – Polresta Metro Tangerang Kota mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ganja seberat lebih dari satu kilogram yang berhasil menyelamatkan 1.051 orang dari potensi penyalahgunaan narkotika. Pengungkapan ini berawal dari patroli rutin cipta kondisi JAGA JAKARTA+ di depan Perumahan Victoria Park Residence, Karawaci, Kota Tangerang, pada Kamis (28/5) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

    Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kesigapan personel saat melakukan patroli malam. “Narkoba adalah musuh bersama yang merusak generasi bangsa. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran maupun penyalahgunaan narkotika,” kata Jauhari dalam keterangannya di Tangerang, Sabtu (30/5/2026).

    Petugas mencurigai seorang pengendara sepeda motor yang terlihat gugup dan berusaha menghindari pemeriksaan. Setelah dihentikan, pria berinisial S (40 tahun) kedapatan membawa sembilan linting ganja siap pakai serta delapan paket ganja yang dibungkus menggunakan kertas nasi coklat dengan total berat awal sekitar 40 gram lebih di dalam tas selempangnya.

    Pengembangan ke Rumah Kontrakan

    Hasil interogasi di lokasi membuat petugas bergerak cepat melakukan pengembangan ke rumah kontrakan tersangka di kawasan Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Di lokasi kedua tersebut, polisi kembali menemukan satu paket besar ganja yang dibungkus lakban coklat dengan berat brutto mencapai 1.011 gram atau lebih dari satu kilogram. Selain itu, turut diamankan timbangan digital yang diduga digunakan untuk mengemas paket narkotika siap edar.

    Tersangka mengedarkan ganja dengan sistem paket kecil untuk diedarkan kepada para pembeli di wilayah Tangerang dan sekitarnya. “Modus pelaku yaitu mengemas ganja dalam paket-paket kecil siap edar untuk kemudian dijual kembali. Pengungkapan ini berawal dari kegiatan patroli cipta kondisi yang rutin dilakukan jajaran Polres Metro Tangerang Kota,” ujar Jauhari.

    Kasus ini menambah daftar panjang peredaran narkoba di Indonesia. Sebelumnya, Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara akibat terlibat dalam peredaran narkoba, menunjukkan bahwa aparat penegak hukum terus berupaya memberantas kejahatan ini tanpa pandang bulu.

    Masyarakat juga diajak ikut aktif membantu kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. “Jangan ragu dan takut, segera laporkan agar kami bisa segera tangkap dan peredaran narkotika bisa dicegah sedini mungkin,” kata Kapolres.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukumannya mulai dari pidana minimal 6 tahun penjara hingga hukuman seumur hidup atau pidana mati.

    Dalam konteks penegakan hukum yang lebih luas, kasus ini juga mengingatkan pada berbagai tindak kriminal lain yang memerlukan kewaspadaan aparat, seperti Anggota Polisi Ditodong Senjata saat mengejar pelaku curanmor yang menunjukkan risiko tinggi dalam tugas pengamanan masyarakat.

    Pengungkapan ini merupakan bukti komitmen Polresta Metro Tangerang Kota dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Kapolres mengapresiasi kesigapan personel yang berhasil mengungkap kasus tersebut saat patroli malam berlangsung.

    Dengan berat ganja yang disita mencapai lebih dari satu kilogram, polisi memperkirakan ribuan orang berpotensi terhindar dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

    Kasus serupa juga pernah menimpa publik figur, di mana Ammar Zoni Pikir-pikir Vonis 7 Tahun Penjara yang menunjukkan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku peredaran narkoba di Indonesia.

    Sementara itu, reaksi keluarga juga menyertai vonis tersebut, seperti Aditya Zoni Kecewa Vonis Ammar Zoni 7 Tahun Penjara, yang menunjukkan kompleksitas dampak hukum terhadap keluarga pelaku.

    Polresta Metro Tangerang Kota berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan operasi cipta kondisi guna mencegah peredaran narkoba di wilayah Tangerang Raya. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.

  • DPRD Tangerang Siap Dukung RSUD Benda Naik Kelas Jadi RS Tipe C

    DPRD Tangerang Siap Dukung RSUD Benda Naik Kelas Jadi RS Tipe C

    Jbnews.id – DPRD Kota Tangerang, Banten, menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh peningkatan peralatan medis di RSUD Benda. Dukungan ini bertujuan agar status rumah sakit tersebut naik dari kelas D menjadi Rumah Sakit (RS) Tipe C.

    Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menegaskan komitmen lembaganya dalam meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat. “Kami DPRD siap dukung dalam meningkatkan kebutuhan peralatan medis dan fasilitas lainnya. Karena kami yakin, dengan keberadaan rumah sakit ini masyarakat akan semakin terlayani. Secara jumlah kamar maupun fasilitas lainnya akan terus kita tingkatkan,” kata Rusdi Alam dalam keterangannya di Tangerang, Sabtu (30/5/2026).

    Pernyataan tersebut menegaskan fokus DPRD pada aspek pelayanan dan infrastruktur kesehatan dasar. Langkah ini dinilai krusial mengingat RSUD Benda telah beroperasi selama 16 bulan dan melayani ribuan pasien. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan rumah sakit tersebut telah melayani total 6.409 pasien dengan 61 tempat tidur perawatan.

    Tantangan Pengembangan Lahan dan Relokasi

    Rusdi Alam juga mengungkapkan adanya tantangan terkait pengembangan lahan rumah sakit. Hal ini membutuhkan kajian lebih lanjut, termasuk kemungkinan relokasi fasilitas pendidikan di sekitar kawasan tersebut. “Salah satu tantangannya adalah kebutuhan relokasi sekolah karena keterbatasan lahan. Tetapi nanti akan kita kaji terlebih dahulu seperti apa alternatif terbaiknya, tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” tambahnya.

    Persoalan lahan menjadi krusial dalam rencana ekspansi RSUD Benda. Keterbatasan ini mengharuskan pemerintah kota untuk mencari solusi inovatif tanpa mengorbankan kualitas pelayanan. Kajian mendalam akan dilakukan untuk memastikan setiap langkah pengembangan sesuai dengan regulasi dan anggaran yang tersedia.

    Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangerang, Syamsuri, menambahkan bahwa pengawasan terhadap pengembangan rumah sakit akan dilakukan secara ketat. “Pengawasan terhadap pengembangan rumah sakit dari sisi fisik bangunan, pelayanan, kelengkapan tenaga kesehatan, hingga keberadaan dokter spesialis akan terus dilakukan agar semakin optimal pelayanan yang diberikan dan mampu menaikan status menjadi RS Tipe C,” ujarnya.

    Syamsuri menekankan bahwa peningkatan status menjadi RS Tipe C bukan hanya soal fisik bangunan. Ketersediaan tenaga kesehatan spesialis menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. DPRD akan mengawal proses ini untuk memastikan standar pelayanan terpenuhi.

    Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Benda

    Direktur RSUD Benda Kota Tangerang, dr. Suhendra, mengungkapkan bahwa saat ini ada tujuh poli rawat jalan yang sudah melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ketujuh layanan itu meliputi Poli Bedah, Penyakit Dalam, Anak, Kebidanan, Bedah Mulut, Konservasi Gigi, hingga Poli Paru.

    “Untuk bedah mulut memang belum bekerja sama dengan BPJS. Namun masyarakat tetap bisa mengakses layanan tersebut secara umum atau pribadi,” ungkap dr. Suhendra. Ia menjelaskan bahwa satu poli belum bekerja sama karena saat proses kredensial, dokter spesialis untuk layanan tersebut belum tersedia.

    Hadirnya layanan BPJS Kesehatan di RSUD Benda merupakan langkah signifikan dalam perluasan akses kesehatan. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menuturkan bahwa kerja sama dengan BPJS Kesehatan ini merupakan komitmen Pemkot Tangerang dalam menjalankan program JKN-KIS.

    RSUD Benda sendiri termasuk RS kategori tipe D dan telah beroperasi selama 16 bulan sejak Desember 2024. Meski diresmikan setahun sebelumnya, rumah sakit ini terus berbenah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan. Dengan total 61 tempat tidur perawatan, RSUD Benda telah melayani 6.409 pasien, di antaranya 2.132 pasien rawat inap.

    Langkah DPRD ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan program kesehatan. Sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan dapat mempercepat realisasi peningkatan status rumah sakit.

    Komitmen DPRD Kota Tangerang ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih baik. Dengan dukungan penuh dari legislatif, proses peningkatan status RSUD Benda diharapkan dapat berjalan lancar dan sesuai target. Hal ini juga sejalan dengan upaya mendorong ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat.

    Ke depannya, DPRD akan terus mengawal proses pengembangan RSUD Benda, baik dari sisi anggaran, fisik bangunan, maupun ketersediaan tenaga kesehatan. Pengawasan ini penting untuk memastikan bahwa setiap tahapan peningkatan status berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Tangerang.

  • Wagub Banten: Ngadu Bedug Harus Lestari di Tengah Modernisasi

    Wagub Banten: Ngadu Bedug Harus Lestari di Tengah Modernisasi

    Jbnews.id – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan tradisi Ngadu Bedug sebagai identitas budaya masyarakat Pandeglang harus dilestarikan di tengah arus modernisasi. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Gebrag Ngadu Bedug 2026 di Alun-alun Pandeglang, Jumat (29/5/2026), yang dihadiri ribuan warga.

    Acara budaya yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 ini kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama dua tahun berturut-turut. Mengusung tema “Tang Ting Tung Dong, Warna Bunyi dalam Jerami”, gelaran ini menjadi ajang pertemuan para komposer nusantara, seniman, komunitas budaya, dan pelaku ekonomi kreatif.

    Dimyati mengapresiasi sanggar seni dan Kampung Bedug yang konsisten menjaga tradisi budaya di Pandeglang. Menurutnya, tradisi ini merupakan simbol identitas daerah yang dikenal sebagai wilayah religius, daerah seribu ulama dan sejuta santri. “Kalau tidak kita pertahankan, identitas kita bisa hilang. Bedug adalah salah satu identitas budaya yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

    Ia menilai tantangan pelestarian budaya semakin besar seiring perkembangan zaman. Karena itu, tradisi Ngadu Bedug harus terus diwariskan kepada generasi muda. Dimyati juga menyebut keberhasilan Gebrag Ngadu Bedug kembali masuk KEN sebagai prestasi penting bagi Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. “Karena sudah masuk KEN, event ini tidak boleh berhenti. Harus terus dilaksanakan dan dikembangkan setiap tahun,” tegasnya.

    Ketua Asosiasi Seniman Bedug Kabupaten Pandeglang, Endang Suhendar, mengatakan Gebrag Ngadu Bedug lahir dari tradisi masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Menurutnya, bedug bukan sekadar alat musik, melainkan media komunikasi dan bagian dari kehidupan sosial masyarakat Pandeglang. “Bedug bukan sekadar alat bunyi. Ia adalah bahasa kampung yang diwariskan lintas generasi,” katanya.

    Sebanyak 20 Kampung Bedug dari berbagai wilayah di Pandeglang turut berpartisipasi dalam ajang ini. Selain sebagai sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pergerakan UMKM, perdagangan, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata lokal.

    Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pembukaan acara. Salah satunya Mardatillah Nabila (16), pelajar asal Kadulisung, yang datang bersama teman-temannya setelah mengetahui informasi melalui media sosial. “Ingin tahu budaya kita. Awalnya tahu di media sosial, akhirnya penasaran jadi datang nonton. Jadi nambah ilmu pengetahuan juga,” kata Nabila.

    Semangat menjaga tradisi juga ditunjukkan peserta dari Kampung Cilaja. Koordinator kelompok, Mustori (40), mengatakan persiapan menghadapi Gebrag Ngadu Bedug 2026 dilakukan jauh hari melalui latihan rutin yang diperpadat menjelang perlombaan. “Persiapan yang padat sekitar satu bulan. Sebelumnya kami latihan rutin seminggu sekali, lalu menjelang event latihan hampir setiap hari,” ujarnya.

    Menurut Mustori, tradisi bedug di Kampung Cilaja awalnya digunakan untuk kegiatan keagamaan di masjid, terutama saat Ramadan dan malam takbiran, sebelum berkembang menjadi kesenian budaya masyarakat. “Awalnya bedug digunakan untuk kegiatan keagamaan, sekarang berkembang menjadi kesenian dan kebudayaan masyarakat,” katanya.

    Saat ini kelompok bedug Kampung Cilaja diperkuat sekitar 35 personel yang terdiri dari 20 perempuan dan 15 laki-laki. Regenerasi terus dilakukan dengan melibatkan berbagai kelompok usia. Mustori juga mengungkapkan tingginya dukungan masyarakat. “Dukungan masyarakat luar biasa. Dari bapak-bapak, ibu-ibu sampai remaja dan anak-anak sangat antusias,” tuturnya.

    Ia mengaku bangga atas capaian Kampung Cilaja yang berhasil meraih Juara I Gebrag Ngadu Bedug 2025. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berlatih dan mempertahankan warisan budaya leluhur. “Alhamdulillah, tahun 2025 Kampung Cilaja meraih Juara 1. Prestasi itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berlatih dan mempertahankan tradisi bedug sebagai warisan budaya masyarakat,” ujar Mustori.

    Sebagai informasi, Kabupaten Pandeglang juga terus mengembangkan infrastruktur dan pelayanan publik. Salah satunya, dua pejabat Pandeglang baru saja purna tugas dan mendapat apresiasi dari Bupati. Selain itu, pembangunan jalan desa sepanjang 1,3 km di Pandeglang telah rampung dengan biaya Rp3,84 miliar, yang diharapkan dapat mendukung aksesibilitas dan perekonomian lokal.

    Pembukaan Gebrag Ngadu Bedug 2026 turut dihadiri Komisaris Utama Indonesia Tourism Development Corporation Irna Narulita, Asisten Deputi Pemasaran KEN Kementerian Pariwisata Erwita Dianti, serta Bupati Pandeglang Dewi Setiani. Selama tiga hari pelaksanaan, dentuman bedug dari berbagai kampung di Pandeglang akan terus menggema sebagai simbol bahwa tradisi warisan leluhur tersebut tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah masyarakat modern.