Jbnews.id – Ditpolairud Polda Banten memulai penanaman jagung kuartal II tahun 2026 di lahan seluas 1 hektare di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, serta sejumlah Pejabat Utama Polda Banten.
Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud komitmen institusinya dalam mendukung program pemerintah. “Melalui pemanfaatan lahan seluas kurang lebih 1 hektare, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia memaparkan data dari Dinas Pertanian Provinsi Banten yang menunjukkan kebutuhan jagung cukup tinggi. Sebanyak 11 industri pakan ternak di provinsi ini membutuhkan sekitar 4.000 ton jagung per hari atau setara 1,5 juta ton per tahun.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat, termasuk melalui pemerintah daerah, untuk memanfaatkan lahan yang ada. Salah satunya dengan menanam jagung, karena hal ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” jelas Hengki.
Selain menanam jagung, Kapolda juga mengimbau para pengusaha tambang untuk melaksanakan reboisasi. Ia menjelaskan, pada tahun 2025 capaian produksi jagung mencapai 2.800 ton atau 104 persen dari target. Untuk tahun 2026, target produksi dinaikkan menjadi 3.000 ton.
Namun, Hengki mengingatkan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk mencapai target tersebut.
“Pengusaha tambang, wajib melaksanakan reboisasi setelah memanfaatkan hasil tambang guna mencegah banjir dan tanah longsor. Sebelum penanaman kelapa yang membutuhkan waktu 5–6 tahun, lahan dapat dimanfaatkan dalam jangka pendek sekitar 4 bulan melalui tumpang sari dengan menanam jagung hingga masa panen,” terangnya.
Kegiatan ini sejalan dengan program serupa yang telah dicanangkan oleh pemerintah provinsi. Sebelumnya, Gubernur Banten telah mencanangkan gerakan tanam jagung seluas 10 hektare.
Baca Juga:
Penanaman jagung di Cilegon ini juga mendapat dukungan dari aparat kepolisian setempat. Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga turut hadir dan memastikan kegiatan berjalan lancar.
Data menunjukkan bahwa sektor pertanian jagung di Banten memiliki prospek cerah. Dengan kebutuhan industri yang besar, petani dan pemangku kepentingan didorong untuk memanfaatkan lahan tidur.
Selain itu, sinergi antara Polda Banten dan instansi terkait terus diperkuat. Baru-baru ini, Polda Banten dan BP3MI juga menjalin kerjasama untuk mencegah perdagangan orang.
Upaya ketahanan pangan juga dilakukan di daerah lain. DKPP Bandung Barat membuka kios pangan untuk menekan harga dan mendukung petani.
Langkah serupa juga diambil oleh Kios Pangan Bandung Barat sebagai solusi cerdas menekan harga dan mendukung petani lokal.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Cilegon aktif mendengarkan aspirasi masyarakat. Pemkot Cilegon menggelar acara Merdeka Bicara untuk menyerap aspirasi mahasiswa.
Kegiatan penanaman jagung oleh Ditpolairud Polda Banten ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, ketahanan pangan nasional dapat diperkuat.
Irjen Pol Hengki optimistis, langkah kecil ini akan berdampak besar. “Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat Banten,” pungkasnya.
