Category: Banten

  • Wagub Banten Tanya ASN: Siapa Bos Kita?

    Wagub Banten Tanya ASN: Siapa Bos Kita?

    Jbnews.id – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah melontarkan pertanyaan tegas kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, Kawasan KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (27/4/2026). Pertanyaan “Siapa bos kita?” yang dijawab serentak “Rakyat” oleh peserta upacara menjadi momen kunci yang mengubah suasana apel formal menjadi pengingat akan esensi pelayanan publik.

    Momen tersebut menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bagi birokrasi. Dimyati menekankan bahwa setiap ASN memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pelayanan publik yang optimal, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menyoroti masih adanya pola kerja pasif, kurang produktif, dan kurang responsif terhadap kebutuhan warga.

    “Rakyat adalah bos kita. Kita digaji oleh rakyat. Maka berikan pelayanan terbaik,” ujar Dimyati dalam amanatnya. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Menurutnya, ketergantungan pada pemerintah pusat harus dikurangi dengan mengembangkan potensi daerah secara mandiri.

    Dalam kesempatan yang sama, Dimyati menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Amanat tersebut menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci keberhasilan pembangunan nasional.

    Sinkronisasi itu diwujudkan melalui sejumlah langkah strategis, di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil dengan dukungan digitalisasi, penguatan kemandirian fiskal daerah, kolaborasi antarwilayah, fokus pada layanan dasar dan pengurangan ketimpangan, serta penguatan stabilitas dan ketahanan daerah.

    “Kita tidak boleh terus bergantung pada pemerintah pusat. Potensi daerah harus dipetakan dan dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Pernyataan ini sejalan dengan upaya Pemprov Banten untuk mendorong kemandirian fiskal dan efisiensi birokrasi.

    Upacara tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan tinggi madya dan jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Suasana khidmat namun interaktif menjadi ciri khas peringatan tahun ini, berbeda dari upacara formal sebelumnya.

    Implikasi dari pesan Dimyati ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir ASN di Banten. Pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan rakyat menjadi target utama. Pemprov Banten juga terus berupaya meningkatkan kualitas Sinergi Pencegahan TPPO dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

    Sebagai informasi, Pemprov Banten tengah fokus pada reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan. Langkah ini diharapkan mampu memangkas birokrasi yang berbelit dan meningkatkan responsivitas terhadap keluhan masyarakat. Kepemimpinan Korpri Banten yang baru juga diharapkan mendukung transformasi ini.

    Dengan semangat Hari Otonomi Daerah, Pemprov Banten optimistis dapat mewujudkan pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat. Upaya pengembangan potensi daerah dan kolaborasi antarwilayah menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten. Persiapan Banten sebagai tuan rumah berbagai event nasional juga menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.

  • HUT ke-27, Pemkot Cilegon Gelar Riung Mungpulung

    HUT ke-27, Pemkot Cilegon Gelar Riung Mungpulung

    Jbnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelar acara Riung Mungpulung dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon, Senin (27/4/2026). Acara yang berlangsung di lingkungan pemerintahan tersebut diisi dengan pemberian penghargaan serta penyerahan bantuan secara simbolis oleh Wali Kota Cilegon Robinsar.

    Wali Kota Cilegon Robinsar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-27 sebagai ajang refleksi atas kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan daerah. Ia menegaskan, peringatan hari jadi bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebagai sarana evaluasi terhadap capaian dan upaya pembangunan yang telah dilakukan.

    “Tentunya, hari ulang tahun yang ke-27 ini, bukan hanya untuk dirayakan tetapi harus menjadi renungan untuk kita terkait apa yang sudah kita buat dan apa yang sudah kita berikan untuk kota tercinta ini. Semoga di usia ke-27 ini, Kota Cilegon semakin maju dan semakin menyejahterakan masyarakat,” ujar Robinsar dalam sambutannya.

    Kolaborasi dan Sinergi

    Robinsar menekankan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia industri, serta para pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah. “Kota ini sudah memberi banyak kepada kita. Tinggal bagaimana kita berpikir apa yang sudah kita kontribusikan untuk Kota Cilegon. Oleh karena itu, saya harap agar kolaborasi dapat terus kita tingkatkan demi kemajuan Kota Cilegon ke depan,” katanya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan DPRD Kota Cilegon atas sinergi yang terus terjalin. “Alhamdulillah, langkah-langkah kami selalu didukung oleh Forkopimda dan DPRD Kota Cilegon dalam rangka untuk mensejahterakan masyarakat,” terangnya.

    Sebelumnya, Pemkot Cilegon juga telah menggelar kegiatan Merdeka Bicara untuk menyerap aspirasi mahasiswa, menunjukkan komitmen pemerintahan yang partisipatif.

    Ziarah Kubur ke Makam Pendiri Kota

    Usai mengikuti kegiatan Riung Mungpulung dan rapat paripurna, Wali Kota Cilegon Robinsar melanjutkan rangkaian HUT ke-27 dengan melakukan ziarah kubur ke makam Tb Aat Syafaat di Jombang Wetan, Kota Cilegon. Ziarah tersebut merupakan bagian dari refleksi atas jasa para pendiri Kota Cilegon, sekaligus menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi tokoh yang dikenal sebagai bapak pembangunan Kota Cilegon.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, unsur Forkopimda Kota Cilegon, pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Cilegon, para camat dan lurah, serta mantan Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta.

    Robinsar menegaskan bahwa sosok Tb Aat Syafaat merupakan figur pemimpin yang visioner. “Beliau adalah salah satu pendiri Kota Cilegon, seorang pemimpin yang bermasyarakat, visioner, dan mengabdikan seluruh upaya serta pemikirannya untuk kemajuan daerah ini,” katanya.

    Salah satu perwakilan keluarga Tb Aat Syafaat, sekaligus Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Cilegon yang konsisten menggelar ziarah kubur sebagai bagian dari peringatan hari jadi. “Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Cilegon yang pada peringatan HUT ke-27 ini kembali melaksanakan ziarah kubur kepada Bapak Pembangunan Kota Cilegon,” ungkapnya.

    Rizki menegaskan bahwa kegiatan ziarah tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pendiri. “Ziarah ini menjadi momentum untuk mengingat jasa para pendiri yang telah meletakkan fondasi kuat bagi kemajuan Kota Cilegon, sekaligus meneladani semangatnya dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

    Puncak Perayaan di Alun-Alun

    Sementara itu, ribuan masyarakat tumpah ruah memadati Alun-Alun Kota Cilegon pada malam penutupan Cilegon Expo 2026. Sejak sore hari, warga dari berbagai wilayah telah berdatangan untuk menyaksikan puncak perayaan yang berlangsung meriah. Lautan manusia terlihat memenuhi setiap sudut area Alun-Alun, menciptakan suasana semarak yang menggambarkan tingginya partisipasi masyarakat.

    Tidak hanya menjadi ajang hiburan, momen ini juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga untuk merayakan perjalanan panjang Kota Cilegon. Acara penutupan berlangsung meriah dengan kehadiran artis nasional Denny Caknan yang turut menghibur masyarakat.

    Pemerintah Kota Cilegon juga terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas publik, seperti rencana Taman Layak Anak di kawasan Alun-Alun, sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu, dalam waktu dekat, Wali Kota Cilegon dijadwalkan akan melantik pejabat baru di lingkungan pemerintahannya.

  • Bank bjb Salurkan Rp52 Miliar untuk 118 Nasabah Rumah Rakyat

    Bank bjb Salurkan Rp52 Miliar untuk 118 Nasabah Rumah Rakyat

    Jbnews.id – Bank bjb resmi menyalurkan pembiayaan sebesar Rp52 miliar kepada 118 nasabah dalam program Rumah Rakyat di Bandung. Langkah ini merupakan realisasi komitmen perseroan dalam mendukung sektor perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

    Pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi yang menyasar segmen masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan terjangkau. Program ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempercepat penyediaan rumah rakyat di berbagai daerah.

    Direktur Utama Bank bjb, Yuddy Renaldi, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari kontribusi perseroan dalam mengatasi backlog perumahan nasional. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat,” ujarnya dalam acara penyerahan simbolis di Bandung, Selasa (14/4).

    Seluruh nasabah yang menerima pembiayaan telah melalui proses verifikasi yang ketat. Bank bjb memastikan bahwa calon penerima memenuhi kriteria yang ditetapkan, termasuk memiliki penghasilan tetap dan belum memiliki rumah sebelumnya.

    Program Rumah Rakyat ini tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga melibatkan kerja sama dengan pengembang perumahan lokal. Tujuannya adalah memastikan kualitas bangunan dan lokasi yang strategis bagi para penerima manfaat.

    Bank bjb juga telah menyiapkan skema angsuran yang ringan agar tidak membebani keuangan nasabah. Suku bunga yang kompetitif dan tenor panjang menjadi daya tarik utama program ini.

    Keberhasilan penyaluran Rp52 miliar ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan Bank bjb. Perseroan menargetkan akan terus meningkatkan volume penyaluran KPR bersubsidi pada tahun-tahun mendatang.

    Selain di Bandung, program serupa juga direncanakan akan diperluas ke berbagai kota lain di Jawa Barat. Langkah ini sejalan dengan visi Bank bjb untuk menjadi bank daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Bank bjb juga terus berinovasi dalam proses pengajuan KPR agar lebih cepat dan mudah. Digitalisasi layanan menjadi salah satu fokus utama untuk mempercepat akses pembiayaan bagi masyarakat.

    Dalam kesempatan yang sama, Yuddy Renaldi menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat. Tujuannya adalah menyelaraskan program pembiayaan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

    Program Rumah Rakyat ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor properti di Jawa Barat. Dengan adanya pembiayaan yang memadai, pengembang dapat lebih gencar membangun hunian terjangkau.

    Bank bjb juga memberikan edukasi kepada nasabah mengenai pentingnya memiliki rumah sendiri. Edukasi ini mencakup cara mengelola keuangan dan memahami hak serta kewajiban sebagai pemilik rumah.

    Selain itu, perseroan juga membuka akses bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai program KPR. Layanan konsultasi ini tersedia di seluruh kantor cabang Bank bjb di Jawa Barat.

    Dengan penyaluran Rp52 miliar ini, Bank bjb berharap dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Hunian yang layak akan meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

    Program ini juga menjadi bukti nyata peran Bank bjb dalam mendukung program prioritas nasional. Perseroan berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan perumahan rakyat.

    Ke depan, Bank bjb akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan program pembiayaan ini. Masukan dari nasabah dan pengembang akan menjadi bahan perbaikan agar program semakin efektif dan tepat sasaran.

    Bagi masyarakat yang tertarik, Bank bjb membuka pendaftaran program KPR bersubsidi secara berkala. Informasi lengkap dapat diperoleh melalui website resmi atau kantor cabang terdekat.

    Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kerja sama dengan pengembang, program Rumah Rakyat diharapkan dapat terus berjalan dan berkembang. Bank bjb optimistis target pembiayaan tahun ini dapat tercapai.

    Selain program KPR, Bank bjb juga memiliki berbagai produk pembiayaan lainnya yang mendukung sektor riil. Hal ini menunjukkan komitmen perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.

    Bank bjb juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan.

    Dengan kinerja yang solid, Bank bjb terus memperkuat posisinya sebagai bank daerah terdepan di Indonesia. Kepercayaan nasabah dan mitra bisnis menjadi modal utama untuk terus tumbuh dan berkembang.

  • Seluruh Jemaah Haji RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah

    Seluruh Jemaah Haji RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah

    Jbnews.id – Seluruh jemaah haji reguler Indonesia pada tahun 2026 akan ditempatkan di kawasan markaziyah atau ring utama di sekitar Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Keputusan ini memastikan sekitar 203 ribu jemaah mendapatkan akomodasi di area paling strategis dan terdekat dengan pusat ibadah.

    Kepala Seksi Akomodasi PPIH Arab Saudi, Zaenal Muttaqin, mengungkapkan bahwa kawasan markaziyah merupakan area favorit bagi jemaah dari berbagai negara karena letaknya yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Namun, ketersediaan hotel di wilayah tersebut sangat terbatas dan menjadi rebutan banyak negara.

    “Seluruh jamaah haji reguler Indonesia, sekitar 203 ribu orang, seluruhnya bisa ditempatkan di daerah markaziyah,” ujar Zaenal dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (25/4/2026).

    Zaenal menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia mendapatkan alokasi penuh di kawasan markaziyah merupakan pencapaian diplomatik yang signifikan. Meski kapasitas hotel terbatas, negosiasi dengan pihak Arab Saudi membuahkan hasil positif bagi jemaah Indonesia.

    Karakter hotel di kawasan markaziyah cukup bervariasi, dengan kapasitas kamar mulai dari dua hingga lebih dari empat orang per kamar. Penempatan jemaah tetap mengutamakan kemudahan akses untuk beribadah.

    “Yang paling utama adalah jamaah bisa setiap waktu salat di Masjid Nabawi tanpa harus bersusah payah, cukup berjalan kaki,” kata Zaenal.

    Proses Penempatan dan Kanal Pengaduan

    PPIH telah menyiapkan berbagai kanal pengaduan untuk mengantisipasi potensi keluhan jemaah terhadap akomodasi. Layanan tersebut meliputi tim krisis, tim sigap, serta layanan berbasis digital seperti WA Center dan aplikasi Kawal Haji.

    Zaenal menambahkan bahwa setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas di daerah kerja (daker) Madinah bersama tim sektor di lapangan. Namun, ia mengakui tidak semua permasalahan dapat diselesaikan secara instan.

    “Kalau semua berjalan lancar, proses penempatan jamaah dari menerima kunci hingga masuk kamar bisa selesai dalam 15 menit. Namun jika ada kendala, tentu membutuhkan proses,” ujarnya.

    Koordinasi dengan pihak penyedia layanan di Arab Saudi, termasuk pemilik hotel dan pengelola setempat, menjadi faktor penting dalam penyelesaian masalah. Petugas secara rutin melakukan pemantauan harian dengan berkeliling ke hotel-hotel untuk memastikan layanan akomodasi, konsumsi, dan kesehatan jemaah berjalan optimal.

    Zaenal meminta masyarakat dan keluarga jemaah di Indonesia untuk memahami bahwa setiap proses penanganan keluhan memiliki waktu penyelesaian yang bervariasi, tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi.

    Penempatan seluruh jemaah di markaziyah Madinah ini menjadi kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia. Sebelumnya, 300 calon haji Tangsel telah mengikuti manasik sebagai persiapan keberangkatan.

    Kawasan markaziyah sendiri dikenal sebagai area premium di Madinah karena jarak tempuh ke Masjid Nabawi yang sangat dekat. Jemaah dapat berjalan kaki dalam waktu singkat untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid utama kota tersebut.

    Keberhasilan negosiasi ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji reguler. Dengan alokasi penuh di markaziyah, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah di Madinah dengan lebih khusyuk dan nyaman.

  • Data Pribadi Dicatut, Komisioner Bawaslu Kena Kredit Macet

    Data Pribadi Dicatut, Komisioner Bawaslu Kena Kredit Macet

    Jbnews.id – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sukabumi, Firman Alamsyah Abdi Negara (43), melaporkan dugaan penyalahgunaan data pribadi ke Polres Sukabumi Kota pada April 2026. Akibatnya, nama korban tercatat dalam status kredit macet di sistem pembiayaan bank swasta, menyebabkan kerugian reputasi kredit yang serius.

    Insiden ini menyoroti kerentanan data pribadi warga negara di tengah maraknya kejahatan siber. Firman melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penyalahgunaan data pribadi setelah namanya tercatat sebagai kredit macet. Laporan resmi diterima pada 10 April 2026. Ia mengaku mengalami kerugian materi serta rusaknya reputasi kredit akibat persoalan tersebut.

    Kasus ini bermula pada Agustus 2018 saat Firman mengajukan pinjaman ke salah satu perusahaan leasing dengan jaminan BPKB sepeda motor Yamaha Jupiter Z. Namun, data pribadinya kemudian diduga digunakan secara ilegal oleh pihak tak bertanggung jawab.

    Penyidik Polres Sukabumi Kota saat ini masih mendalami keterangan saksi serta mengumpulkan bukti tambahan untuk mengungkap pelaku. Firman mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, baik sebagai pelapor maupun korban. Ia menyebut, penyidik saat ini masih memprioritaskan pendalaman keterangan dari saksi lain guna memperkuat konstruksi perkara.

    “Saat ini penyidik masih memeriksa saksi-saksi yang dianggap mengetahui awal kejadian. Saya sendiri juga diperiksa sebagai pelapor maupun korban,” ujarnya, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Kamis (23/4/2026).

    Selain itu, Firman juga telah menyerahkan sejumlah dokumen tambahan kepada penyidik sebagai bahan pendukung dalam proses penyelidikan. Ia berharap bukti tersebut dapat membantu mengungkap fakta yang sebenarnya. “Namun, saya sudah menyerahkan tambahan alat bukti kepada penyidik untuk membantu memperjelas perkara ini,” lanjutnya.

    Di sisi lain, penyidik juga tengah menelusuri kemungkinan adanya pihak tertentu atau jaringan yang memanfaatkan data pribadi untuk kepentingan ilegal. Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan proses pendalaman masih terus berlangsung.

    Firman pun berharap kasus yang dialaminya segera menemukan titik terang dan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum. “Saya berharap kasus ini segera terungkap dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum,” tandasnya.

    Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru penanganan perkara tersebut.

    Kasus penyalahgunaan data ini menjadi pengingat pentingnya keamanan data di era digital. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap potensi pencurian identitas yang bisa berakibat fatal pada reputasi keuangan. Peristiwa serupa juga pernah menimpa sejumlah pejabat publik, menunjukkan bahwa kejahatan siber tidak memandang status sosial.

    Proses hukum masih berjalan. Publik menanti kepastian hukum dan tanggung jawab pihak yang terbukti bersalah. Kasus ini juga membuka diskusi tentang perlindungan data pribadi di Indonesia yang masih rentan.

  • Gempa M4,9 Guncang Pangandaran, Tak Berpotensi Tsunami

    Gempa M4,9 Guncang Pangandaran, Tak Berpotensi Tsunami

    Jbnews.id – Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat, pada Sabtu (25/4/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

    Berdasarkan data BMKG yang dikutip Jbnews.id, episenter gempa terletak di koordinat 8.23 LS, 108.46 BT, atau sekitar 114 kilometer tenggara Pangandaran. Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, termasuk kategori gempa dangkal.

    Guncangan dirasakan di beberapa wilayah sekitar. Skala intensitas gempa mencapai II-III MMI di Pangandaran, yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu. Belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat kejadian ini.

    “Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan resmi BMKG. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

    Wilayah selatan Jawa, termasuk Pangandaran, memang dikenal sebagai zona seismik aktif akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Gempa dangkal seperti ini kerap terjadi dan menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan.

    Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG untuk menghindari hoaks.

  • Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Biogas Atasi Harga Elpiji Naik

    Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Biogas Atasi Harga Elpiji Naik

    Jbnews.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong warga untuk beralih menggunakan biogas dan energi alternatif lainnya sebagai respons atas kenaikan harga elpiji nonsubsidi yang melonjak sejak 18 April 2026. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap gas elpiji yang harganya terus meningkat.

    Menurut Dedi, potensi limbah lingkungan seperti kotoran hewan dan sampah rumah tangga sangat besar untuk diolah menjadi sumber energi yang dapat menggantikan elpiji. “Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” kata Dedi dalam keterangan resmi pada Jumat (24/4/2026).

    Lonjakan harga elpiji nonsubsidi menjadi pemicu utama dorongan diversifikasi energi ini. Harga tabung 12 kilogram mencapai Rp228.000, sementara ukuran 5,5 kilogram dibanderol Rp107.000. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mencari alternatif energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan, terutama berbasis kearifan lokal.

    Praktik pemanfaatan biogas telah menunjukkan hasil positif di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bandung Barat. Para peternak di sana mampu mengonversi limbah kotoran sapi menjadi bahan bakar memasak dengan tekanan api yang stabil dan berkelanjutan. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi biaya energi rumah tangga, tetapi juga memberikan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

    Langkah Dedi Mulyadi ini sejalan dengan tren global menuju energi terbarukan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, warga Jawa Barat diharapkan dapat lebih mandiri secara energi dan tidak terlalu bergantung pada pasokan elpiji yang harganya fluktuatif. Program ini juga dinilai mampu mendorong perekonomian pedesaan melalui pengembangan energi alternatif berbasis peternakan.

    Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung penuh inisiatif masyarakat dalam mengembangkan biogas. Pendampingan teknis dan akses terhadap peralatan pengolahan akan difasilitasi agar program ini dapat berjalan optimal. Dedi optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan komunitas, target diversifikasi energi di Jawa Barat dapat tercapai dalam waktu dekat.

    Sejumlah pihak menilai kebijakan ini tepat sasaran. Kenaikan harga elpiji nonsubsidi memang memberatkan masyarakat, terutama di sektor rumah tangga dan usaha mikro. Dengan adanya alternatif biogas, beban ekonomi warga dapat diringankan sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam transisi energi bersih.

    Namun, tantangan tetap ada. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Tidak semua warga familiar dengan teknologi biogas, sehingga diperlukan pendekatan yang intensif dan partisipatif. Pemerintah daerah juga perlu memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti instalasi pengolahan limbah dan distribusi gas.

    Ke depan, Dedi Mulyadi berencana memperluas program ini ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam menghadapi lonjakan harga energi. Dengan memanfaatkan potensi lokal, ketahanan energi nasional dapat diperkuat secara bertahap.

    Langkah konkret yang diambil Gubernur Jabar ini menunjukkan bahwa solusi terhadap krisis energi tidak selalu harus bergantung pada impor atau subsidi. Sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi jawaban atas tantangan energi masa depan.

  • Pemkot Bandung Pastikan MinyaKita Mitra Bulog Sesuai HET

    Pemkot Bandung Pastikan MinyaKita Mitra Bulog Sesuai HET

    Jbnews.id – Pemerintah Kota Bandung memastikan pasokan minyak goreng merek MinyaKita dari mitra resmi Perum Bulog di wilayahnya aman dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Kepastian ini disampaikan menyusul adanya temuan harga MinyaKita di pasaran yang melonjak hingga di atas Rp20.000 per liter.

    Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nuruddin, mengungkapkan bahwa distribusi minyak goreng dari Bulog berjalan lancar ke sejumlah pasar tradisional. Setiap pedagang mitra resmi mendapat jatah pasokan rutin setiap pekan.

    “Dropping dari Bulog itu setiap minggu, satu pedagang mendapat sekitar 50 dus, dengan satu dus berisi 12 kemasan. Dan harga yang dijual sesuai HET,” kata Ronny di Bandung, Rabu.

    Mekanisme Distribusi dan Syarat Pedagang

    Ronny menjelaskan, pedagang yang ingin mendapatkan suplai MinyaKita dengan harga HET harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi melalui aplikasi Simira. Aplikasi tersebut terbuka bagi para pedagang, khususnya pedagang kelontong, selama mereka bersedia melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

    “Semua sebenarnya sudah disasar, tinggal apakah pedagang mau memenuhi persyaratan atau tidak. Pemerintah juga membantu, termasuk dalam pengurusan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB),” jelasnya.

    Dengan sistem ini, Pemkot Bandung memastikan bahwa minyak goreng murah bersubsidi dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan lebih.

    Harga di Luar Jaringan Bulog Melonjak

    Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui harga MinyaKita di luar jaringan Bulog mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan, harga di pasaran berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter — jauh di atas HET resmi.

    Kondisi ini menunjukkan adanya disparitas harga yang cukup lebar antara minyak goreng yang didistribusikan melalui mitra resmi Bulog dengan yang beredar di jalur ritel umum. Meski demikian, Pemkot Bandung memastikan stok dari jalur resmi tetap aman dan terkendali.

    Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk membeli MinyaKita hanya dari pedagang mitra resmi Bulog guna mendapatkan harga sesuai ketentuan. Selain itu, pengawasan terhadap distribusi dan harga di lapangan juga terus diperketat.

    Dengan adanya jaminan pasokan dan harga ini, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat Kota Bandung tetap terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga yang tidak wajar. Pemkot juga membuka akses bagi pedagang baru untuk bergabung dalam program distribusi ini melalui aplikasi Simira.

  • Persib vs Arema Imbang 0-0, Peluang Puncak Klasemen Terhambat

    Persib vs Arema Imbang 0-0, Peluang Puncak Klasemen Terhambat

    Jbnews.id – Persib Bandung gagal memanfaatkan momentum untuk mendekati puncak klasemen BRI Super League setelah ditahan imbang 0-0 oleh Arema FC dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). Hasil ini membuat langkah Maung Bandung kembali terhambat setelah sebelumnya juga hanya meraih hasil imbang.

    Pertandingan yang disaksikan langsung oleh puluhan ribu Bobotoh tersebut berjalan sengit sejak menit awal. Persib yang bertindak sebagai tuan rumah tampil dominan dalam penguasaan bola, namun kesulitan menembus pertahanan kokoh yang dibangun Arema FC. Insiden menarik terjadi saat Julio Cesar De Freitas Filho, pesepak bola asing Persib, melepaskan tendangan keras yang berhasil dihalau oleh penjaga gawang Arema FC, Lucas Henrique Frigeri.

    Kegagalan Persib meraih tiga poin di kandang sendiri menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka untuk bersaing di papan atas. Tim besutan pelatih Bojan Hodak sebelumnya sudah menuai hasil imbang 2-2 melawan Dewa United pada pekan lalu. Situasi ini membuat peta persaingan di puncak klasemen semakin ketat, dengan tim-tim lain seperti Borneo FC mulai mendekat.

    Jalannya pertandingan sebenarnya tidak sepenuhnya dikuasai Persib. Arema FC yang datang dengan status kuda hitam berhasil menunjukkan permainan disiplin dan efektif. Strategi yang diterapkan pelatih Arema berhasil mematikan lini serang Persib yang selama ini dikenal produktif. Meski demikian, kedua tim sama-sama menciptakan beberapa peluang emas, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor tetap 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

    Hasil imbang ini membuat Persib harus rela kehilangan dua poin penting di kandang. Mereka sebelumnya diunggulkan untuk memenangi pertandingan ini, apalagi dengan dukungan penuh Bobotoh. Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai prediksi. Arema FC pantas mendapatkan pujian atas performa solid mereka.

    Dari sisi statistik, Persib unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, namun gagal mengonversinya menjadi gol. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi lini depan Maung Bandung yang mulai tumpul dalam beberapa laga terakhir. Sementara itu, Arema FC menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan, terutama saat bermain di luar kandang.

    Hasil imbang ini membuat posisi Persib di klasemen sementara belum beranjak signifikan. Mereka masih harus bekerja keras untuk bisa kembali ke jalur kemenangan. Laga selanjutnya akan menjadi ujian berat bagi Persib untuk membuktikan konsistensi permainan mereka.

    Sementara itu, Arema FC berhasil membawa pulang satu poin berharga dari kandang lawan yang terkenal sulit ditaklukkan. Hasil ini tentu menjadi modal positif bagi mereka untuk melanjutkan perjuangan di sisa musim. Persaingan di papan tengah pun semakin memanas dengan hasil ini.

    Kedua tim kini harus segera melupakan hasil ini dan fokus pada pertandingan berikutnya. Persib diharapkan segera bangkit dan memperbaiki ketajaman lini depannya, sementara Arema FC akan berusaha mempertahankan tren positif mereka. BRI Super League musim ini masih panjang dan segalanya masih mungkin terjadi.

    Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena Wasit memimpin laga dengan cukup tegas, meskipun ada beberapa keputusan yang menuai protes dari kedua kubu. Namun secara keseluruhan, pertandingan berjalan fair dan menarik untuk disaksikan. Atmosfer di Stadion GBLA juga luar biasa dengan dukungan penuh dari Bobotoh.

    Dampak dari hasil ini sangat terasa bagi Persib yang kini harus lebih waspada karena tim-tim di atas mereka terus meraih poin. Kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri adalah sebuah kemunduran yang harus segera dievaluasi. Pelatih Bojan Hodak pasti sudah memiliki catatan khusus untuk diperbaiki.

    Dengan hasil ini, Persib Bandung harus bekerja ekstra keras untuk bisa kembali ke puncak klasemen. Mereka tidak boleh terpeleset lagi jika ingin ambisi juara musim ini terwujud. Dukungan Bobotoh pun harus menjadi energi positif bagi tim untuk bangkit.

    Arema FC, di sisi lain, berhasil membuktikan bahwa mereka adalah tim yang solid dan tidak mudah dikalahkan. Strategi bertahan yang rapat dan serangan balik cepat menjadi senjata andalan mereka. Ini adalah hasil yang sangat memuaskan bagi tim tamu.

    Secara keseluruhan, hasil imbang 0-0 ini memberikan pelajaran berharga bagi kedua tim. Persib menyadari bahwa tidak ada laga yang mudah di kompetisi ini, sementara Arema FC menunjukkan bahwa kerja keras dan disiplin bisa membuahkan hasil positif.

  • Buruh Tangerang Tuntut Hapus Sistem Outsourcing Jelang May Day

    Buruh Tangerang Tuntut Hapus Sistem Outsourcing Jelang May Day

    Jbnews.id – Ratusan buruh di Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis, 23 April 2026, menuntut penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing) menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Aksi ini dipicu oleh ketidakadilan yang dirasakan pekerja kontrak yang telah bertahun-tahun bekerja tanpa kepastian status dan hak yang setara dengan pekerja tetap.

    Para demonstran yang tergabung dalam beberapa serikat buruh menyuarakan tuntutan utama berupa penghapusan praktik outsourcing yang dinilai merugikan dan eksploitatif. Mereka mendesak pemerintah daerah dan perusahaan untuk beralih ke sistem kerja langsung (direct hiring) yang memberikan jaminan kesejahteraan lebih baik. Aksi ini menjadi puncak dari akumulasi keluhan yang telah lama dirasakan oleh pekerja di kawasan industri Tangerang.

    Koordinator aksi, Ahmad Rizki, menyatakan dalam orasinya bahwa sistem outsourcing hanya menguntungkan perusahaan dan pihak ketiga, sementara buruh terus diperas. “Kami sudah muak dengan sistem yang tidak jelas ini. Gaji kecil, jaminan kesehatan minim, dan tidak ada kepastian masa depan. Kami minta outsourcing dihapuskan sekarang juga,” tegas Ahmad di hadapan massa, Kamis sore.

    Aksi yang berlangsung di depan kantor Bupati Tangerang ini berjalan relatif tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Para buruh membawa spanduk bertuliskan “Hapus Outsourcing” dan “May Day untuk Keadilan Buruh”. Mereka juga menyanyikan yel-yel yang menuntut hak normatif pekerja dipenuhi tanpa terkecuali.

    Tuntutan ini semakin relevan mengingat Kabupaten Tangerang merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Ribuan pekerja di kawasan tersebut masih terjerat sistem kontrak yang kerap diperpanjang bertahun-tahun tanpa konversi status menjadi pekerja tetap. Praktik ini, menurut para aktivis buruh, melanggar semangat Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mengatur batas waktu kerja kontrak.

    Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Budi Santoso, menyatakan pihaknya akan menampung aspirasi para buruh dan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan terkait. “Kami memahami keluhan mereka. Pemerintah daerah akan memfasilitasi dialog antara serikat buruh dan pengusaha untuk mencari solusi terbaik,” ujar Budi.

    Namun, para buruh menginginkan langkah konkret, bukan sekadar janji. Mereka mengancam akan memperluas aksi jika tuntutan tidak direspons dalam waktu dekat. “Kami tidak akan mundur. Jika perlu, kami akan menggelar aksi nasional pada 1 Mei nanti,” tambah Ahmad.

    Isu penghapusan outsourcing menjadi sorotan utama menjelang May Day tahun ini. Di berbagai daerah, buruh juga menggelar aksi serupa dengan tuntutan yang hampir sama. Momentum Hari Buruh dijadikan ajang untuk menekan pemerintah dan pengusaha agar lebih serius memperbaiki nasib pekerja kontrak.

    Selain tuntutan penghapusan outsourcing, para buruh juga menyoroti masih rendahnya upah minimum dan minimnya jaminan sosial bagi pekerja kontrak. Mereka menilai bahwa perusahaan sering kali memanfaatkan celah regulasi untuk mempekerjakan buruh melalui pihak ketiga tanpa memberikan hak penuh.

    Sistem outsourcing di Indonesia memang telah lama menjadi perdebatan. Di satu sisi, dianggap memberikan fleksibilitas bagi perusahaan. Di sisi lain, praktik ini kerap disalahgunakan dan menimbulkan ketidakadilan bagi pekerja. Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan yang tidak mematuhi batas waktu kontrak dan tidak memberikan hak cuti serta tunjangan hari raya kepada pekerja outsourcing.

    Aksi buruh di Tangerang ini menjadi pengingat bahwa persoalan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Tanpa langkah tegas dan komprehensif, ketidakpuasan buruh akan terus berulang setiap tahun, terutama saat peringatan May Day.

    Sementara itu, pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Indonesia, Indra Gunawan, menilai bahwa tuntutan penghapusan outsourcing bukanlah hal yang sederhana. “Outsourcing sudah menjadi ekosistem bisnis. Penghapusan total bisa berdampak pada rantai pasok dan biaya produksi. Solusi yang lebih realistis adalah memperketat pengawasan dan sanksi bagi perusahaan yang melanggar,” ujar Indra.

    Namun, para buruh menolak kompromi. Mereka menginginkan perubahan fundamental, bukan sekadar perbaikan parsial. “Kami ingin pekerjaan yang layak dan manusiawi. Bukan diperlakukan seperti komoditas yang bisa dipindahtangankan kapan saja,” tegas Ahmad.

    Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa kota industri lainnya, seperti Bekasi, Karawang, dan Surabaya. Jaringan serikat buruh nasional telah menyatakan akan menggelar aksi besar-besaran pada 1 Mei 2026 di Jakarta. Mereka menuntut revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada pekerja.

    Pemerintah sendiri sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuntutan penghapusan outsourcing. Menteri Ketenagakerjaan dalam beberapa kesempatan hanya menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap implementasi sistem kerja kontrak.

    Situasi di Tangerang menunjukkan bahwa ketegangan antara buruh dan pengusaha masih tinggi. Para buruh berharap aksi mereka kali ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi nasib jutaan pekerja kontrak di Indonesia.

    Dengan semakin dekatnya peringatan May Day, perhatian publik kini tertuju pada langkah pemerintah dalam merespons tuntutan buruh. Apakah akan ada kebijakan baru yang mengatur pembatasan outsourcing, atau justru status quo yang terus dipertahankan?

    Para buruh di Tangerang memastikan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada kepastian hukum yang jelas. Mereka siap kembali turun ke jalan jika hasil dialog dengan pemerintah daerah dan perusahaan tidak memuaskan.

    Fakta Terbaru seputar aksi buruh jelang May Day akan terus kami update. Pantau terus Jbnews.id untuk informasi terkini.