Category: Tekno

  • 60 Pembangkit Baru 16,5 GW Bukti Ketahanan Energi Nasional

    60 Pembangkit Baru 16,5 GW Bukti Ketahanan Energi Nasional

    JBNews.id — Sebanyak 60 pembangkit listrik baru dengan total kapasitas 16,5 gigawatt (GW) telah beroperasi dalam lima tahun terakhir, menjadi bukti nyata pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan di Indonesia. Capaian ini sekaligus membantah anggapan yang menyebut tidak ada pembangunan pembangkit dalam beberapa tahun terakhir.

    Dalam beberapa tahun terakhir, sektor energi nasional menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pertumbuhan ekonomi membutuhkan pasokan listrik yang semakin besar, sementara digitalisasi meningkatkan konsumsi energi secara signifikan. Di sisi lain, dunia juga menuntut transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan sebagai langkah mitigasi krisis energi.

    Menjawab berbagai tantangan tersebut tentu tidak cukup hanya dengan mempertahankan kondisi yang ada. Dibutuhkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Maka dari itulah berbagai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan perlu dipahami sebagai bagian dari upaya membangun fondasi jangka panjang bagi bangsa.

    Fondasi Jangka Panjang Sektor Energi

    Kehadiran 60 pembangkit baru berjalan beriringan dengan penguatan jaringan transmisi, pembangunan gardu induk, serta transformasi digital yang membuat sistem kelistrikan nasional semakin andal dan efisien. Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek tata kelola perusahaan, tetapi juga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Ketahanan energi dibangun melalui banyak komponen yang saling terhubung. Pembangkit menghasilkan listrik, jaringan menyalurkannya, gardu induk mengatur distribusinya, sementara teknologi digital memastikan seluruh sistem bekerja secara efektif dan responsif. Maka fakta beroperasinya 60 pembangkit baru dengan kapasitas total 16,5 GW menjadi jawaban atas berbagai anggapan yang menyebut tidak adanya pembangunan pembangkit dalam beberapa tahun terakhir.

    Transformasi digital di sektor ketenagalistrikan juga menjadi sorotan penting. Sistem yang lebih cerdas dan terintegrasi memungkinkan pengelolaan beban listrik yang lebih efisien, deteksi dini gangguan, serta pemeliharaan prediktif yang mengurangi risiko pemadaman. Inovasi ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang terjadi di berbagai sektor, termasuk teknologi satelit yang semakin maju.

    Dampak bagi Masyarakat dan Industri

    Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini memiliki implikasi langsung bagi masyarakat dan dunia usaha. Pasokan listrik yang lebih andal mendukung pertumbuhan industri, menarik investasi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami defisit listrik kini mulai menikmati pasokan yang lebih stabil.

    Bagi pelaku industri, ketersediaan listrik yang cukup dan andal menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi. Kapasitas tambahan 16,5 GW memberikan ruang bagi pertumbuhan sektor manufaktur, digitalisasi layanan, dan pengembangan kawasan industri baru. Ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional.

    Sektor digital dan teknologi informasi juga menjadi salah satu penerima manfaat utama. Pusat data, layanan cloud, dan infrastruktur digital lainnya membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkapasitas besar. Keandalan sistem kelistrikan menjadi prasyarat bagi pengembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

    Sinergi Infrastruktur dan Teknologi

    Pembangunan pembangkit baru tidak berdiri sendiri. Penguatan jaringan transmisi dan gardu induk memastikan listrik dapat disalurkan secara efisien dari pusat pembangkit ke pusat konsumsi. Sementara itu, transformasi digital memungkinkan sistem kelistrikan dikelola secara lebih cerdas dan responsif terhadap perubahan permintaan.

    Gardu induk yang baru dibangun berfungsi sebagai simpul distribusi yang mengatur aliran listrik agar tetap stabil. Dengan teknologi digital, pengelolaan beban listrik dapat dilakukan secara real-time, mengurangi risiko overload dan pemadaman. Sistem ini juga memungkinkan integrasi sumber energi terbarukan yang sifatnya intermiten, seperti tenaga surya dan angin.

    Transformasi digital di sektor ketenagalistrikan juga membuka peluang bagi pengembangan layanan baru, seperti smart grid dan manajemen energi berbasis kecerdasan buatan. Inovasi ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang terjadi di berbagai sektor, termasuk teknologi enkripsi yang semakin canggih.

    Keandalan sistem kelistrikan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya digitalisasi di berbagai aspek kehidupan. Gangguan pasokan listrik dapat berdampak luas, mulai dari terganggunya layanan perbankan digital hingga terhambatnya operasional rumah sakit dan fasilitas publik lainnya.

    Membangun Ketahanan Energi Berkelanjutan

    Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas tambahan 16,5 GW, Indonesia memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Ke depan, tantangan yang dihadapi tidak hanya terbatas pada penyediaan kapasitas pembangkit, tetapi juga mencakup aspek efisiensi, keberlanjutan, dan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Transisi menuju energi bersih harus dilakukan secara bertahap tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik.

    Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan juga membutuhkan dukungan regulasi yang jelas dan konsisten. Kepastian hukum menjadi faktor penting bagi investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor ketenagalistrikan nasional. Kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan swasta perlu terus diperkuat.

    Bagi masyarakat, capaian ini berarti pasokan listrik yang lebih andal dan merata. Daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau kini mulai menikmati akses listrik yang layak. Ini menjadi modal penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia.

    Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan juga membuka lapangan kerja baru, baik selama fase konstruksi maupun operasional. Multiplier effect dari sektor energi terhadap perekonomian nasional sangat signifikan, mencakup industri pendukung, jasa konstruksi, dan sektor jasa lainnya.

    Capaian 60 pembangkit baru dengan kapasitas 16,5 GW ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional berjalan sesuai rencana. Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mencakup digitalisasi dan modernisasi sistem pengelolaan energi secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan perkembangan di sektor telekomunikasi, di mana penghargaan telekomunikasi menjadi indikator kemajuan industri.

    Ketahanan energi bukanlah sesuatu yang dapat dibangun dalam semalam. Dibutuhkan perencanaan yang matang, investasi yang besar, dan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan. Capaian 60 pembangkit baru ini menjadi langkah konkret dalam perjalanan panjang menuju kemandirian energi nasional.

  • Karyawan Meta Tolak Hackathon AI di Tengah PHK Massal

    Karyawan Meta Tolak Hackathon AI di Tengah PHK Massal

    JBNews.id — Rencana Mark Zuckerberg menggelar hackathon bertema kecerdasan buatan (AI) untuk membangun kembali semangat kerja karyawan Meta justru menuai penolakan keras dari internal perusahaan. Para pegawai mengaku kelelahan dan tidak punya waktu karena harus menanggung beban kerja tambahan setelah gelombang PHK besar-besaran yang memecat 8.000 orang bulan lalu.

    Dalam pesan internal yang dilihat oleh WIRED, sejumlah karyawan menulis bahwa tanggung jawab tambahan pasca-PHK massal di raksasa teknologi itu menyisakan sedikit waktu bagi mereka untuk mengikuti kegiatan tambahan seperti hackathon. Beberapa lainnya mengatakan mereka merasa enggan berpartisipasi karena apa yang mereka lihat sebagai moral rendah dan menurunnya kepercayaan terhadap manajemen di seluruh perusahaan.

    “Saya benar-benar sibuk menjaga agar tim saya tetap berjalan,” tulis seorang karyawan pada Jumat lalu. “Saya tidak punya insentif untuk berpartisipasi, apalagi punya waktu untuk melakukannya.”

    Dalam sebuah unggahan yang dibagikan kepada sekitar 70.000 karyawan Meta, Zuckerberg membingkai hackathon sebagai cara bagi staf untuk membangun kebersamaan di tengah gejolak internal yang meluas. Ime Archibong, wakil presiden manajemen produk Meta, kemudian membagikan detail tambahan tentang acara tersebut, yang katanya akan berlangsung dari 14 Juli hingga 16 Juli dan berfokus “secara eksklusif pada Inovasi AI.”

    Kritik Pedas dari Karyawan

    Unggahan Archibong langsung mendapat perlawanan keras dari beberapa karyawan, yang merespons dengan pesan marah dan meme sarkastis. “Saya tidak yakin perusahaan ini masih mendukung budaya hackathon lagi,” tulis seorang karyawan dalam komentar yang mendapat lebih dari 200 reaksi jempol dan hati. “Orang-orang diminta untuk menanggung lebih banyak pekerjaan dengan dukungan yang lebih sedikit sementara rekan-rekan mereka di-PHK, sambil juga berusaha menghindari risiko menyebabkan SEV1 [kesalahan teknis serius] dengan penggunaan AI yang ceroboh.”

    Karyawan yang sama menuduh bahwa upaya hackathon tidak akan diperhitungkan dalam evaluasi kinerja, sehingga memicu frustrasi di kalangan pekerja tentang prospek mengesampingkan proyek lain untuk berpartisipasi. Puluhan orang juga bereaksi dengan tawa dan jempol ke atas terhadap sebuah meme yang terinspirasi dari film komedi We’re the Millers, yang bertuliskan, “Kalian semua punya waktu untuk hackathon?”

    “Sejujurnya saya tidak punya waktu untuk fokus pada ini, dan saya diharapkan 100% berbakti” pada pekerjaan reguler, tulis karyawan lain. “Saya pernah berpartisipasi dalam hackathon sebelumnya tetapi ini tidak lagi terasa seperti pilihan di samping sprint pod di bagian perusahaan saya.” Seorang staf ketiga menyoroti apa yang mereka gambarkan sebagai “perubahan budaya yang mengecewakan” karena “saya tidak percaya ada cukup rasa aman untuk menghabiskan waktu pada inovasi hackathon.”

    Meta Bungkam soal Protes Internal

    Meta menolak berkomentar untuk berita ini. Perusahaan yang juga mengelola Instagram dan WhatsApp ini memang telah lama menjadi tuan rumah hackathon internal, tetapi dua sumber memberi tahu WIRED bahwa ini adalah hackathon perusahaan pertama yang berlangsung sejak 8.000 orang di-PHK bulan lalu. Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan, terutama setelah Hacker Retas 20.225 Akun Instagram melalui chatbot AI Meta.

    Seorang veteran rekayasa perangkat lunak Meta menanggapi beberapa keluhan karyawan dengan mengatakan bahwa semua orang didorong untuk berpartisipasi. Namun pesan itu tetap tidak cukup meyakinkan. “Setiap organisasi yang saya kenal memiliki target yang sangat agresif, dengan ekspektasi peningkatan efisiensi dan staf yang jauh lebih sedikit,” komentar seorang karyawan. “Ada lebih sedikit waktu untuk fokus pada aspek lain.”

    Hackathon ini merupakan salah satu dari beberapa inisiatif yang dijabarkan Zuckerberg pada Jumat lalu untuk menyegarkan kembali tenaga kerjanya dan mengatasi kritik internal tentang PHK baru-baru ini serta kekhawatiran lainnya. Ia mengatakan anggaran untuk pertemuan tim di luar kantor akan ditingkatkan dan konsep hot desking, atau pekerja yang hanya sebagian waktu di kantor harus berbagi meja, akan dihapuskan di beberapa kantor.

    Tahun lalu, beberapa pekerja bersatu untuk mensurvei rekan kerja tentang penghapusan meja mereka serta kekacauan dan hilangnya produktivitas yang mereka yakini disebabkan oleh hal tersebut, menurut seseorang yang mengetahui upaya tersebut dan meminta anonimitas untuk mendeskripsikan diskusi sensitif. Kelompok itu mendesak manajemen untuk kembali ke setiap karyawan memiliki ruang sendiri. PHK tampaknya telah membuka ruang, namun menyisakan lebih sedikit waktu untuk melakukan aktivitas sampingan seperti hackathon.

    Implikasi bagi Budaya Perusahaan

    Penolakan terhadap hackathon AI ini menunjukkan keretakan serius antara manajemen puncak Meta dan karyawannya. Di tengupaya perusahaan untuk mengejar ketertinggalan di bidang AI—termasuk dengan mendirikan pusat data bertenda—para pekerja justru merasa terbebani dan tidak dihargai.

    Bagi pembaca, situasi ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi besar ketika melakukan efisiensi besar-besaran. PHK massal tidak hanya berdampak pada mereka yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga menciptakan tekanan luar biasa pada karyawan yang tersisa. Jika Meta tidak segera mengatasi masalah ini, risiko kehilangan talenta terbaiknya semakin besar—sebuah ironi di saat perusahaan justru membutuhkan inovasi paling kreatif untuk bersaing di era AI.

    Karyawan Meta kini berada di persimpangan: antara tuntutan untuk terus berinovasi dan realitas sumber daya yang semakin terbatas. Hackathon yang seharusnya menjadi ajang kreativitas justru menjadi simbol ketidakpuasan yang mendalam.

  • Galaxy A27 Resmi Muncul, Bawa Snapdragon 6 Gen 3

    Galaxy A27 Resmi Muncul, Bawa Snapdragon 6 Gen 3

    JBNews.id — Samsung Galaxy A27 akhirnya muncul di situs resmi Samsung Czechia, mengakhiri spekulasi tentang ponsel kelas menengah terbaru ini. Perangkat tersebut membawa perubahan signifikan dengan chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3, menggantikan prosesor Exynos yang digunakan pada generasi sebelumnya.

    Kehadiran Galaxy A27 di laman resmi Samsung Eropa mengonfirmasi sejumlah spesifikasi yang sebelumnya hanya berupa bocoran. Ponsel ini menawarkan layar Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120Hz, memberikan pengalaman visual yang mulus untuk berbagai aktivitas seperti scrolling media sosial, menonton video, hingga bermain game.

    Dari sisi desain, Galaxy A27 tampil lebih modern dengan kamera depan yang kini ditempatkan dalam punch-hole di bagian tengah layar. Pendekatan ini memberikan tampilan yang lebih premium dan kekinian dibandingkan pendahulunya.

    Spesifikasi Lengkap Galaxy A27

    Untuk urusan performa, Samsung memilih Snapdragon 6 Gen 3 sebagai otak utama perangkat. Chipset ini diharapkan menawarkan efisiensi daya yang lebih baik sekaligus peningkatan performa dibanding Exynos 1280 maupun Exynos 1380 yang digunakan pada generasi terdahulu. Ponsel ini tersedia dalam konfigurasi RAM 6 GB atau 8 GB dengan pilihan penyimpanan internal 128 GB dan 256 GB.

    Galaxy A27

    Di sektor fotografi, Samsung tetap mengandalkan kamera utama 50 MP yang sudah dilengkapi teknologi OIS (Optical Image Stabilization) untuk membantu menghasilkan foto dan video yang lebih stabil. Konfigurasi kamera belakang Galaxy A27 terdiri dari kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide 5 MP, dan kamera macro 2 MP. Sementara untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersedia kamera depan 12 MP yang ditempatkan pada punch-hole di layar.

    Meski demikian, terdapat beberapa penyesuaian dibanding Galaxy A26. Resolusi kamera ultrawide turun dari 8 MP menjadi 5 MP, sementara kamera depan berkurang dari 13 MP menjadi 12 MP.

    Untuk daya tahan, Samsung mempertahankan baterai 5.000 mAh yang dipadukan dengan dukungan fast charging 25W. Galaxy A27 juga langsung menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 saat pertama kali digunakan. Pengguna bisa memanfaatkan fitur Circle to Search, Object Eraser, serta transkripsi rekaman suara dan menerjemahkannya.

    Galaxy A27

    Menariknya, Samsung menjanjikan enam tahun pembaruan Android dan enam tahun pembaruan keamanan, menjadikannya salah satu ponsel kelas menengah dengan dukungan software terpanjang di pasaran. Hal ini sejalan dengan komitmen Samsung terhadap Fitur Terbaru yang akan hadir di masa mendatang.

    Ponsel ini hadir dalam empat pilihan warna, yakni Black, Blue, Light Green, dan Pink. Samsung juga memberikan sertifikasi IP64 yang membuat perangkat tahan terhadap debu dan percikan air.

    Prediksi Harga Galaxy A27

    Samsung memang belum mengumumkan harga resmi Galaxy A27 untuk pasar global maupun Indonesia. Namun bocoran yang beredar di kawasan Eropa memberikan gambaran mengenai banderol yang kemungkinan akan ditawarkan.

    Galaxy A27

    Untuk varian RAM 6 GB dengan penyimpanan 128 GB, Galaxy A27 disebut akan dibanderol mulai 349 euro atau sekitar Rp 6,2 juta. Sementara varian tertinggi dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB diperkirakan dijual seharga 439 euro atau sekitar Rp 7,8 juta. Jika mengacu pada pola harga Samsung di Indonesia, bukan tidak mungkin Galaxy A27 nantinya hadir dengan harga yang sedikit berbeda, karena harga pasaran di Eropa lebih tinggi dibandingkan kawasan Asia Tenggara.

    Perubahan chipset dari Exynos ke Snapdragon menjadi salah satu poin utama yang membedakan Galaxy A27 dari pendahulunya. Langkah ini dinilai strategis mengingat Krisis RAM dan Chipset yang sempat mempengaruhi industri. Dengan Snapdragon 6 Gen 3, Samsung berharap dapat memberikan performa yang lebih stabil dan efisien bagi pengguna kelas menengah.

    Galaxy A27 juga menjadi ponsel pertama di lini A2x yang menggunakan chipset Qualcomm dalam beberapa generasi terakhir. Keputusan ini menunjukkan perubahan strategi Samsung untuk bersaing di segmen mid-range yang semakin kompetitif, terutama dari merek-merek asal China.

    Dari segi software, One UI 8.5 berbasis Android 16 yang dibawa Galaxy A27 menawarkan berbagai fitur kecerdasan buatan. Fitur transkripsi suara dan penerjemahan menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bekerja dengan konten multimedia. Sementara itu, fitur Object Eraser memudahkan pengguna menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto.

    Dukungan pembaruan software selama enam tahun menjadi salah satu nilai jual utama Galaxy A27. Dengan komitmen ini, pengguna tidak perlu khawatir perangkat mereka akan ketinggalan fitur keamanan dan fungsionalitas dalam waktu dekat. Hal ini juga sejalan dengan tren Harga Ponsel Naik yang mendorong konsumen mencari perangkat dengan longevity lebih panjang.

    Secara keseluruhan, Galaxy A27 menawarkan paket yang menarik di segmen kelas menengah. Dengan layar AMOLED 120Hz, chipset Snapdragon 6 Gen 3, kamera utama 50 MP OIS, baterai 5.000 mAh, dan dukungan software enam tahun, ponsel ini menjadi pilihan kuat bagi konsumen yang mencari perangkat dengan keseimbangan antara performa, fitur, dan ketahanan.

    Bagi pengguna di Indonesia yang menantikan kehadiran Galaxy A27, informasi harga resmi dan ketersediaan masih menunggu pengumuman dari Samsung Indonesia. Namun dengan bocoran harga di Eropa, prediksi harga di Tanah Air diperkirakan akan lebih kompetitif.

  • AESI Dorong Percepatan PLTS Industri Demi Daya Saing

    AESI Dorong Percepatan PLTS Industri Demi Daya Saing

    JBNews.id — Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Mada Ayu Habsari mendorong percepatan adopsi energi surya melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sektor industri untuk memperkuat daya saing nasional. Momentum penting bagi percepatan ini terjadi pada periode 2026–2028.

    Mada Ayu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa pemanfaatan energi surya di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sektor manufaktur saat ini menjadi pengguna terbesar PLTS atap nasional. Namun, potensi yang ada masih jauh dari optimal.

    “Jika dibandingkan dengan potensi teknis energi surya Indonesia yang sangat besar, pemanfaatannya masih di bawah satu persen. Artinya, ruang pertumbuhan ke depan masih sangat luas,” ujar Mada.

    Dorongan tersebut disampaikan dalam Green Energy Solutions Forum for Manufacture Owners yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/6). Acara ini menghadirkan pelaku industri, pemilik manufaktur, serta pemangku kepentingan energi terbarukan untuk membahas strategi peningkatan daya saing industri melalui energi surya.

    Faktor Pendorong Adopsi Energi Surya

    Menurut Mada, kombinasi beberapa faktor menjadi pendorong utama adopsi energi surya semakin cepat. Faktor-faktor tersebut meliputi dukungan kebijakan, peningkatan kuota PLTS atap, percepatan permintaan dari sektor industri, serta tuntutan pasar global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

    AESI menilai bahwa tuntutan Environmental, Social and Governance (ESG), transparansi jejak karbon dalam rantai pasok global, serta implementasi penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa sejak awal 2026 semakin mempertegas urgensi transisi energi.

    “Energi bersih bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi industri yang ingin mempertahankan akses pasar internasional,” tegas Mada.

    Oleh karena itu, AESI mendorong penyempurnaan regulasi, memperkuat standar kualitas dan bankability proyek, serta menjadi jembatan antara industri, regulator, BUMN terkait, dan pelaku usaha surya guna mempercepat transformasi energi nasional.

    Momentum Tepat untuk Transisi

    Sementara itu, CEO Trivigo Kunadi Setiadi menilai saat ini merupakan momentum yang tepat bagi industri untuk mempercepat transisi menuju energi hijau. Menurut dia, dukungan regulasi yang semakin terbuka, harga teknologi panel surya yang semakin terjangkau, serta tuntutan pasar global terhadap jejak karbon produk Indonesia menjadi kombinasi yang jarang terjadi dalam satu waktu.

    “Ada tiga hal yang jarang sekali bergerak bersamaan, dan ketiganya sedang bergerak sekarang. Regulasi semakin mendukung, harga teknologi semakin kompetitif dan tekanan pasar global terhadap jejak karbon semakin nyata. Ketika ketiga faktor ini sudah sejajar, menunda keputusan justru menjadi kerugian yang kita pilih sendiri,” ujar Kunadi.

    Ia menjelaskan tekanan biaya energi kini menjadi salah satu tantangan terbesar sektor manufaktur. Pada industri tekstil, misalnya, biaya listrik dapat menyumbang hingga 15–25 persen dari total biaya produksi. Di tengah persaingan ekspor yang semakin ketat, efisiensi energi menjadi faktor yang secara langsung memengaruhi margin usaha dan kemampuan perusahaan memenangkan pasar internasional.

    “Pabrik tidak bangkrut dalam semalam karena tagihan listrik. Namun margin akan terus menyempit dari tahun ke tahun sampai suatu saat perusahaan menyadari bahwa mereka sudah tidak lagi kompetitif. Energi menjadi fondasi utama daya saing industri,” tegas Kunadi.

    Investasi Jangka Panjang

    Kunadi juga menepis anggapan bahwa investasi energi surya masih terlalu mahal. Menurutnya, banyak pelaku industri masih berfokus pada nilai investasi awal tanpa melihat manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh perusahaan.

    “Pertanyaan yang benar bukan berapa biaya pemasangannya, tetapi berapa biaya yang harus ditanggung jika kita tidak melakukannya. Dengan kondisi teknologi dan skema pembiayaan saat ini, banyak proyek dapat mencapai pengembalian investasi dalam empat hingga enam tahun, sementara manfaat penghematan bisa dinikmati hingga puluhan tahun berikutnya,” jelasnya.

    Kunadi mengingatkan bahwa energi hijau kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan faktor penentu akses pasar dan keberlangsungan bisnis di masa depan. Tren ini sejalan dengan perkembangan Insentif Penuh di sektor kendaraan listrik yang mendorong hilirisasi industri.

    “Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, penggunaan energi surya di sektor industri tidak lagi menjadi pembeda, melainkan standar minimum. Perusahaan yang bergerak lebih cepat akan menikmati keuntungan kompetitif yang sulit dikejar oleh mereka yang terlambat. Waktunya bukan besok, bukan tahun depan, tetapi sekarang,” pungkas Kunadi.

    Kehadiran forum di Bandung ini diharapkan dapat mempercepat pemahaman pelaku industri tentang urgensi transisi energi. Dengan potensi teknis energi surya Indonesia yang sangat besar, adopsi PLTS di sektor industri menjadi kunci untuk meningkatkan Pendapatan Neto perusahaan melalui efisiensi biaya operasional. Di sisi lain, Konektivitas Keuangan yang semakin luas juga membuka peluang pembiayaan proyek energi terbarukan.

    Implikasinya jelas: bagi pelaku industri manufaktur di Indonesia, menunda adopsi energi surya sama dengan menurunkan daya saing di pasar global. Dengan tekanan biaya energi yang terus meningkat dan tuntutan pasar yang semakin ketat, efisiensi energi melalui PLTS bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis yang harus segera direalisasikan.

  • Soundbar Creative Katana V2X Bisa Jadi Celah Peretasan PC via Bluetooth

    Soundbar Creative Katana V2X Bisa Jadi Celah Peretasan PC via Bluetooth

    JBNews.id — Sebuah soundbar kelas menengah yang umum digunakan untuk meningkatkan kualitas audio PC ternyata menyimpan celah keamanan kritis. Peneliti keamanan siber Rasmus Moorats menemukan bahwa Creative Sound Blaster Katana V2X dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk bagi peretas untuk mengambil alih komputer korban tanpa perlu proses pairing.

    Temuan ini mengungkap skenario serangan yang tidak biasa, di mana perangkat audio bisa menjadi jembatan nirkabel untuk mengeksekusi kode berbahaya. Celah ini berpusat pada protokol komunikasi eksklusif yang disebut Creative Transport Protocol (CTP). Protokol ini sejatinya mengatur fungsi rutin seperti pencahayaan dan pengaturan suara, sekaligus menjembatani komunikasi dua arah antara soundbar dan komputer.

    Masalahnya, akses ke protokol ini sangat longgar. Moorats menemukan bahwa perangkat Bluetooth apa pun yang berada dalam jangkauan dapat terhubung ke soundbar dan mengirimkan perintah tanpa perlu autentikasi atau proses pairing. Hal ini menciptakan jalur komunikasi langsung ke perangkat yang secara fisik terhubung ke komputer. Risiko ini semakin relevan mengingat maraknya ancaman privasi di era digital saat ini.

    Celah Pembaruan Firmware yang Longgar

    Masalah menjadi semakin fatal pada sistem pembaruan firmware soundbar. Proses pembaruan ini ternyata tidak memiliki code signing atau validasi keamanan yang memadai. Moorats membuktikan kelemahan ini dengan mengunggah firmware kustom buatannya sendiri secara nirkabel (OTA). Firmware bodong tersebut berhasil terinstal dan membuktikan bahwa peretas bisa memasukkan kode berbahaya apa pun ke dalam soundbar.

    Setelah firmware jahat terinstal, langkah selanjutnya adalah memanfaatkan kemampuan HID (Human Interface Device) yang tertanam di dalam sistem operasi FreeRTOS yang digunakan soundbar. FreeRTOS adalah sistem operasi tertanam yang sangat populer dan mendukung fungsi HID—kelas perangkat USB yang sama dengan keyboard, mouse, dan webcam.

    Dengan memodifikasi firmware, Moorats berhasil memanipulasi soundbar agar dikenali oleh komputer sebagai perangkat tambahan, yakni sebuah keyboard. Dari titik ini, soundbar bisa “mengetik” dan mengirimkan perintah jahat secara diam-diam ke PC korban.

    “Menggabungkan semuanya, saya bisa sepenuhnya dari jarak jauh… mengunggah firmware kustom ke speaker yang belum pernah saya pairing, lalu perangkat akan reboot, memasang firmware jahat, dan mengetikkan perintah eksekusi ke PC,” tulis Moorats dalam laporannya.

    Dalam skenario serangan nyata, peretas bisa memerintahkan ‘keyboard hantu’ ini untuk membuka program seperti PowerShell dan mengeksekusi kode perusak, lalu mengunci sistem agar firmware jahat tersebut tidak bisa dihapus.

    Ancaman Menetap Meski Terbatas Jarak

    Satu-satunya kabar baik adalah serangan ini mewajibkan peretas berada dalam jangkauan Bluetooth. Artinya, ancaman ini terbatas pada tetangga, teman serumah, atau orang di kantor yang sama. Meski begitu, celah ini tetap berbahaya karena Bluetooth pada soundbar ini akan terus aktif meskipun perangkat dalam mode tidur (sleep mode), dan tidak ada cara mudah untuk mematikannya.

    Kerentanan ini menjadi pengingat bahwa perangkat IoT dan peripheral komputer tidak luput dari risiko keamanan. Pengguna perlu lebih waspada terhadap perangkat yang terhubung ke komputer mereka, terutama yang memiliki konektivitas nirkabel.

    Moorats telah melaporkan temuannya ini kepada pihak Creative Technology. Setelah sempat bungkam, CERT Singapore (Badan Siber Singapura) turun tangan menjembatani komunikasi. Mengejutkannya, pihak Creative merespons dengan menyatakan bahwa tim teknisi mereka tidak menganggap celah perilaku perangkat ini sebagai sebuah kerentanan (vulnerability).

    Implikasi dari temuan ini sangat jelas: pengguna Creative Sound Blaster Katana V2X berada dalam risiko keamanan yang tidak bisa diabaikan. Selama tidak ada patch firmware resmi dari Creative Technology, soundbar ini tetap menjadi titik masuk potensial bagi peretas yang berada dalam jangkauan Bluetooth.

    Bagi pengguna yang khawatir, satu-satunya langkah mitigasi sementara adalah memastikan tidak ada perangkat asing dalam jangkauan Bluetooth, atau mempertimbangkan untuk tidak menggunakan fitur Bluetooth soundbar sama sekali. Namun, karena Bluetooth tetap aktif meski dalam mode tidur, opsi teraman adalah memutus koneksi fisik soundbar dari komputer saat tidak digunakan.

    Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi industri perangkat keras untuk lebih memperhatikan aspek keamanan siber dalam setiap lapisan produk mereka, termasuk pada komponen yang tampaknya tidak berbahaya seperti soundbar. Perkembangan teknologi yang semakin kompleks menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari semua pihak.

  • Inggris Gelontorkan AI Tutor untuk 450.000 Anak Kurang Mampu

    Inggris Gelontorkan AI Tutor untuk 450.000 Anak Kurang Mampu

    JBNews.id — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kembali menegaskan komitmennya untuk menerapkan “AI tutor” bagi hampir setengah juta anak kurang mampu di Inggris. Janji tersebut disampaikan dalam pidatonya di London Tech Week pada Senin (Juni 2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menutup kesenjangan prestasi akademik antara siswa dari latar belakang sosial yang berbeda.

    Dalam pidato yang sarat dengan agenda kecerdasan buatan, Starmer juga mengumumkan pembangunan pusat data AI baru, mendesak perusahaan teknologi untuk memasang perangkat lunak pengawasan di ponsel warga guna mencegah anak di bawah umur mengirim dan menerima konten vulgar, serta membanggakan bahwa 1,7 juta pekerja telah “ditingkatkan keterampilannya” melalui pelatihan AI yang disediakan pemerintah. Selain itu, ia meluncurkan alat pencari kerja berbasis AI untuk membantu para penganggur.

    Fokus utama dari kebijakan ini adalah pendidikan. Pemerintah akan memberikan akses AI tutor kepada 450.000 anak yang menerima makanan gratis di sekolah. Langkah ini, menurut Starmer, bertujuan untuk “menutup kesenjangan prestasi” antara siswa dari berbagai latar belakang sosial.

    Logika Kebijakan yang Dipertanyakan

    Logika di balik inisiatif ini, yang pertama kali diumumkan pada Januari lalu, dinilai memiliki dasar yang rapuh. Pengumuman awal mencatat bahwa anak-anak kurang mampu lulus ujian standar Bahasa Inggris dan Matematika hanya setengah dari tingkat keberhasilan rekan-rekan mereka. Bukti menunjukkan bahwa bimbingan belajar satu lawan satu dapat mempercepat pembelajaran anak sekitar lima bulan, namun akses terhadap bimbingan belajar dinilai “sangat timpang.”

    Di sinilah AI tutor diharapkan dapat berperan, memberikan “bantuan tambahan” kepada siswa kurang mampu ketika mereka “membutuhkan lebih banyak latihan untuk menguasai pelajaran” dan “membantu mereka mengejar ketertinggalan.” Namun, masalahnya terdapat pada sejumlah besar penelitian yang menunjukkan bahwa AI justru menjadi alat pembelajaran yang tidak efektif.

    Studi menunjukkan bahwa penggunaan AI mengurangi aktivitas otak selama tugas kognitif, merusak kemampuan berpikir kritis, dan dikaitkan dengan hilangnya ingatan. Lebih dari itu, memberikan akses ke chatbot AI dianggap terlalu naif untuk membalikkan nasib akademik seorang anak.

    Kritik Tajam dari Publik dan Pakar

    Banyak pihak mengecam inisiatif Starmer. “Menimpakan AI tutor pada kelompok masyarakat termiskin, ketika efeknya masih sangat sedikit dipahami, adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab,” cuit Ed Newton-Rex, CEO Fairly Trained, sebuah organisasi nirlaba yang mensertifikasi alat AI yang dilatih dengan data yang diperoleh secara adil. “Pemerintah ini sepenuhnya telah dikuasai oleh industri teknologi.”

    “AI untuk orang miskin, guru manusia sungguhan untuk orang kaya,” tulis pengguna lain di media sosial. Kritik ini menyoroti kesenjangan perlakuan yang jelas dalam sistem pendidikan Inggris.

    Inggris bukanlah negara pertama yang menempuh jalur ini. Pada Desember tahun lalu, xAI milik Elon Musk mengumumkan program pendidikan nasional bertenaga AI untuk menerapkan chatbot Grok di lebih dari 5.000 sekolah umum, menjangkau sekitar dua juta anak.

    Ilustrasi Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan visual AI.

    Implikasi dari kebijakan ini sangat jelas: alih-alih mengatasi akar masalah kesenjangan pendidikan, pemerintah justru memilih solusi teknologi yang belum teruji. Bagi para pelaku industri teknologi, langkah ini membuka peluang besar untuk mengintegrasikan produk AI ke dalam sektor publik. Namun, bagi para pendidik dan orang tua, kekhawatiran tentang efektivitas dan dampak jangka panjang AI pada perkembangan kognitif anak menjadi isu yang tak bisa diabaikan.

    Kebijakan ini juga menunjukkan tren global di mana pemerintah mulai bergantung pada solusi AI untuk masalah sosial yang kompleks. Di sisi lain, pengembangan AI di Indonesia juga terus berlanjut, seperti yang terlihat dalam XLSmart Luncurkan ESTA Prime untuk mendorong digitalisasi korporasi. Sementara itu, integrasi AI dengan infrastruktur lain juga menjadi fokus, misalnya melalui XLSmart Satukan AI, Cloud, dan 5G untuk akselerasi digital.

    Keputusan pemerintah Inggris ini menjadi studi kasus tentang bagaimana teknologi AI diterapkan dalam kebijakan publik, dan apa artinya bagi masa depan pendidikan generasi mendatang.

  • Pemilik Tesla China Gunakan Kepala Palsu untuk Akali Kamera

    Pemilik Tesla China Gunakan Kepala Palsu untuk Akali Kamera

    JBNews.id — Pemilik Tesla di China menggunakan kepala boneka palsu untuk mengelabui sistem pemantauan pengemudi di dalam kabin, sebuah praktik berbahaya yang menyebar luas setelah pembaruan perangkat lunak pada Oktober lalu. Figur-figur kecil ini, yang dijual bebas di platform e-commerce seperti Taobao, Xianyu, dan Douyin, dipasang di dashboard, kaca depan, atau kaca spion untuk menghalangi kamera melihat wajah asli pengemudi.

    Fenomena ini pertama kali viral setelah video-video yang memperlihatkan kepala miniatur beraksi di dalam mobil Tesla beredar luas pekan lalu. Seorang pengemudi Tesla Model 3 di China yang tidak disebutkan namanya mengaku telah menggunakan kepala palsu tersebut selama perjalanan darat sejauh 400 mil. Dengan autopilot jalan raya aktif, ia memasang kepala botak yang menyerupai Dwayne Johnson selama sekitar 250 mil perjalanan tanpa intervensi berarti dari sistem.

    “Kamu harus membeli kepala mainan seukuran bola ping pong,” kata pengemudi tersebut di platform video China tempat para pemilik Tesla saling bertukar tips. “Jika terlalu kecil, kamera tidak akan bisa fokus pada mainan itu.” Dalam video yang dikirimkannya, pengemudi terlihat menggunakan satu tangan untuk makan kuaci bunga matahari dan tangan lainnya untuk merekam, sementara kepala palsu yang menempel di kaca spion menghalangi kamera melihat aktivitasnya.

    Latar Belakang dan Regulasi

    Tesla belum merilis sistem Full Self-Driving (Supervised) di China. Pengemudi di negara tersebut saat ini hanya dapat mengakses fitur dasar untuk cruise control, autosteering, dan autopilot di beberapa jalan perkotaan. Karena mobil tidak sepenuhnya otonom, Tesla mewajibkan pengemudi untuk tetap memperhatikan jalan. Sistem pemantauan menggunakan kamera di atas kaca depan untuk memastikan pengemudi tidak terganggu.

    Jika mobil mendeteksi bahwa pengemudi tidak melihat ke depan selama beberapa detik, sistem akan meminta mereka untuk segera mengalihkan perhatian. Jika tidak dipatuhi, Tesla dapat secara otomatis mematikan mode autopilot atau bahkan melarang pengemudi menggunakan fitur bantuan pengemudi selama seminggu.

    Gelombang terbaru alat pengelabuan kamera mulai menyebar di China pada Oktober, tak lama setelah Tesla meluncurkan pembaruan perangkat lunak yang mengaktifkan pemantauan pengemudi melalui kamera kabin. Beberapa pengemudi awalnya menggunakan penutup webcam untuk memblokir kamera sepenuhnya, tetapi Tesla kemudian mengeluarkan pemberitahuan bahwa fitur bantuan pengemudi tidak akan berfungsi jika kamera terhalang. Saat itulah kepala palsu mulai bermunculan.

    Variasi Alat Pengelabuan

    Selain kepala 3D, beberapa pemilik Tesla di China menggantung gambar statis seseorang di depan kamera. Ada pula yang menggunakan cetakan lentikular—kartu bergerigi yang berganti gambar saat dilihat dari sudut berbeda. Satu versi populer bergantian antara foto orang yang sama dengan mata terbuka dan tertutup, menciptakan ilusi berkedip saat kartu bergoyang pelan ketika mobil bergerak.

    Gadget paling canggih yang ditemukan adalah layar saku yang memutar video perulangan seseorang berkedip dan menggerakkan kepala. Penjualnya mengklaim telah diuji pada Tesla Model S, Model X, dan Cybertruck, serta mencapai “tingkat kesalahan 0 persen.” Mereka juga mengaku telah menjual perangkat tersebut ke pelanggan di AS, Kanada, dan Korea yang memiliki akses ke fitur FSD penuh.

    Produk-produk ini masih merupakan pasar niche yang didominasi penjual DIY. Daftar produk yang ditemukan hanya terjual beberapa lusin unit masing-masing. Namun, jika semakin populer, Tesla kemungkinan akan menindak industri ini. JBNews.id telah menghubungi Tesla untuk menanyakan apakah perusahaan mengetahui produk ini dan berencana mengambil tindakan, tetapi perusahaan tidak merespons.

    Kritik dan Risiko Keselamatan

    Tidak semua orang antusias dengan gadget ini. Banyak pengguna media sosial China mengkritik penggunaannya, membandingkannya dengan klip yang memungkinkan pengemudi menghindari penggunaan sabuk pengaman. Kedua kategori produk ini menempatkan pengemudi dalam risiko demi kenyamanan. Jika perusahaan mobil ingin meyakinkan publik bahwa fungsi bantuan pengemudi aman dan tidak mendorong mengemudi sambil terganggu, masih banyak yang harus dilakukan.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa inovasi konsumen di China, yang sering didorong oleh keterbatasan akses terhadap fitur penuh, dapat menciptakan risiko baru. Sementara Tesla terus memperbarui sistemnya, pengemudi yang nekat terus mencari celah. Implikasinya jelas: jika sistem keselamatan dapat dikalahkan dengan kepala mainan seharga 10 dolar AS, kepercayaan terhadap teknologi otonom masih perlu diperkuat secara fundamental.

    Selain itu, praktik ini juga mencerminkan budaya modifikasi kendaraan yang sudah lama ada di China, di mana pemilik mobil sering mencari cara kreatif untuk mengakali batasan pabrikan. Namun, dalam konteks keselamatan berkendara, risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan modifikasi estetika biasa.

    Para ahli keselamatan lalu lintas memperingatkan bahwa mengemudi dengan autopilot aktif sambil melakukan aktivitas lain seperti makan atau merekam video sangat berbahaya. Meskipun sistem dapat menangani sebagian besar situasi di jalan raya, kondisi darurat yang memerlukan respons cepat dari pengemudi masih mungkin terjadi. Kepala palsu yang menghalangi kamera berarti sistem tidak akan pernah tahu jika pengemudi tidak siap mengambil alih kendali.

    Fenomena serupa juga terjadi di pasar lain seperti AS, di mana pengemudi Tesla telah lama mencari cara untuk mengakali kontrol keselamatan. Beberapa menggunakan kacamata hitam untuk menyulitkan kamera melacak bola mata, sementara yang lain memasang beban di setir untuk menipu sistem agar mengira tangan mereka masih memegang setir. Di Reddit, beberapa pengguna bahkan mencari model mobil lama dengan kamera dan sensor yang kurang canggih.

    Semakin populernya gadget ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem pemantauan pengemudi berbasis kamera. Jika teknologi AI yang canggih dapat dikalahkan dengan trik sederhana seperti kepala boneka, maka industri otomotif perlu memikirkan ulang pendekatan mereka terhadap keselamatan. Solusi potensial termasuk penggunaan sensor multi-modal seperti radar atau infrared yang tidak mudah dikelabui oleh objek fisik di depan kamera.

    Bagi pemilik Tesla di Indonesia, fenomena ini menjadi pelajaran berharga. Meskipun fitur autopilot di China lebih terbatas dibandingkan di pasar lain, praktik mengakali sistem keselamatan tetap berisiko tinggi. Selain potensi kecelakaan, pengemudi juga menghadapi sanksi dari Tesla berupa larangan menggunakan fitur bantuan pengemudi selama seminggu jika terbukti melanggar aturan.

    Ke depannya, Tesla dan produsen mobil lainnya perlu terus meningkatkan teknologi pemantauan pengemudi agar lebih tahan terhadap upaya pengelabuan. Ini bukan hanya soal menjaga kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga soal menyelamatkan nyawa. Sementara itu, pengemudi diingatkan bahwa tidak ada fitur bantuan pengemudi yang dapat menggantikan kewaspadaan manusia di jalan raya.

    Fenomena ini juga menyoroti bagaimana Brand Teknologi China terus berinovasi, baik secara resmi maupun tidak resmi. Sementara itu, kemampuan Sistem AI China dalam berbagai aplikasi menunjukkan potensi besar teknologi tersebut, meskipun dalam kasus ini justru digunakan untuk tujuan yang kontraproduktif terhadap keselamatan.

  • ONIC ke Grand Final MPL ID S17 dan Tiket MSC EWC 2026

    ONIC ke Grand Final MPL ID S17 dan Tiket MSC EWC 2026

    JBNews.id – Tim esports ONIC resmi melaju ke babak grand final Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17 sekaligus mengamankan tiket ke Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) di Esports World Cup (EWC) 2026. Kepastian itu didapat setelah ONIC mengalahkan Geek Fam tanpa balas 3-0 pada laga final upper bracket MPL ID Season 17 di Jakarta International Velodrome, Jumat (12/6/2026).

    “Kuncinya kita harus sabar, harus tunggu momen, setelah dari kita dapat momen, baru kita gas,” ujar pemain ONIC Sanz seusai pertandingan, seperti disiarkan MPL Indonesia. Pernyataan tersebut mencerminkan strategi disiplin yang menjadi kunci dominasi ONIC sepanjang laga.

    ONIC mendominasi sejak gim pertama. Hal itu terlihat dari perolehan poin eliminasi yang sangat signifikan 15 berbanding enam milik Geek Fam dan objektif yang jelas dengan menyapu bersih turtle dan mengambil alih dua lord untuk menutup gim pertama pada menit ke-14. Keunggulan angka eliminasi yang nyaris tiga kali lipat menjadi bukti superioritas ONIC di awal pertandingan.

    ONIC kembali menguasai land of dawn pada gim kedua. Pemilihan hero yang tepat membuat tim berjuluk “Landak Kuning” itu mampu menciptakan momentum untuk mendominasi permainan. Diawali dengan perfect turtle yang kemudian mengambil alih lord, ONIC mampu memegang kendali permainan untuk menutup gim kedua hanya dalam 10 menit dengan poin eliminasi 21-2. Angka tersebut menunjukkan betapa tim lawan kesulitan mengembangkan permainan.

    Geek Fam kemudian mencoba bangkit pada gim ketiga, melalui inisiasi pertempuran yang panjang dan membawa permainan ke fase late game. Namun, hal itu tidak cukup untuk mengalahkan sang juara bertahan. ONIC akhirnya menyudahi perlawanan Geek Fam setelah 32 menit berlangsung untuk kembali mencapai babak puncak MPL Indonesia, sekaligus terbang ke Paris, Prancis, untuk mengikuti MSC dalam EWC 2026.

    Dengan hasil ini, ONIC memastikan diri sebagai salah satu perwakilan Indonesia di ajang internasional MSC EWC 2026 yang akan digelar di Paris. Prestasi ini melanjutkan tradisi ONIC sebagai kekuatan dominan di kancah MPL Indonesia, terutama setelah sukses di musim-musim sebelumnya.

    Sementara itu, Geek Fam harus turun ke final lower bracket, dan akan berhadapan dengan Bigetron by Vitality (BTR) yang sebelumnya memulangkan Team Liquid ID (TLID) 3-0 pada lower bracket semifinal. Laga Geek Fam vs BTR akan berlangsung pada Sabtu (13/6) pukul 17.30 WIB. Selain tempat di grand final MPL Indonesia Season 17, mereka juga memperebutkan satu tiket lagi menuju MSC EWC 2026.

    Pertandingan antara Geek Fam dan BTR menjadi krusial. Pemenang laga ini akan berhadapan dengan ONIC di grand final sekaligus mengamankan tiket kedua Indonesia ke MSC EWC 2026. Kekalahan di laga ini berarti tim harus puas berada di posisi ketiga dan kehilangan kesempatan untuk berlaga di Paris.

    Dominasi ONIC di MPL ID Season 17 bukanlah hal yang mengejutkan. Sebagai juara bertahan, mereka telah menunjukkan konsistensi performa sepanjang musim. Kemenangan 3-0 atas Geek Fam di final upper bracket menjadi bukti bahwa tim asuhan pelatih ONIC masih menjadi yang terdepan dalam persaingan MPL Indonesia.

    Bagi para penggemar esports di Jawa Barat dan sekitarnya, pencapaian ONIC ini menjadi kebanggaan tersendiri. ONIC telah lama menjadi salah satu tim esports terpopuler di Indonesia, dan keberhasilan mereka melaju ke MSC EWC 2026 menunjukkan bahwa talenta esports Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.

    Format kompetisi MPL ID Season 17 menggunakan sistem double elimination di babak playoff. ONIC berhasil melewati upper bracket tanpa kekalahan, sementara Geek Fam masih memiliki kesempatan untuk bangkit melalui lower bracket. Sistem ini memberikan kesempatan kedua bagi tim yang kalah, namun tekanan mental justru lebih besar karena satu kekalahan lagi akan mengakhiri perjalanan mereka.

    Pertandingan final upper bracket antara Geek Fam vs ONIC menjadi tontonan menarik bagi para penggemar MLBB. ONIC menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang paling siap secara taktik dan mental. Pemilihan hero yang tepat, eksekusi strategi yang disiplin, dan kemampuan membaca permainan lawan menjadi faktor kunci kemenangan mereka.

    Keberhasilan ONIC melaju ke MSC EWC 2026 juga menjadi angin segar bagi ekosistem esports Indonesia. Ajang tersebut merupakan salah satu turnamen MLBB paling bergengsi di dunia, dengan peserta dari berbagai regional. Indonesia, melalui wakilnya, diharapkan dapat kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

    MSC EWC 2026 sendiri akan digelar di Paris, Prancis, sebagai bagian dari Esports World Cup. Turnamen ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara untuk memperebutkan gelar juara dunia. ONIC sudah memiliki pengalaman berlaga di ajang internasional, dan pengalaman tersebut akan menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi yang lebih ketat.

    Di sisi lain, Geek Fam harus segera bangkit dari kekalahan ini. Mereka masih memiliki satu kesempatan untuk merebut tiket ke MSC EWC 2026 melalui final lower bracket. Pertandingan melawan BTR akan menjadi ujian berat, namun bukan tidak mungkin Geek Fam mampu membalikkan keadaan.

    BTR sendiri datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memulangkan Team Liquid ID dengan skor telak 3-0. Tim yang diperkuat pemain-pemain berpengalaman ini tidak boleh diremehkan. Laga antara Geek Fam dan BTR diprediksi akan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama mengincar tiket ke Paris.

    Bagi para penggemar esports, jadwal pertandingan MPL ID Season 17 menjadi informasi penting. Grand final akan mempertemukan ONIC dengan pemenang laga lower bracket. Siapa pun lawan yang akan dihadapi, ONIC tetap menjadi favorit juara berkat performa impresif mereka sepanjang musim.

    Pencapaian ONIC ini juga menjadi bukti bahwa investasi di bidang esports terus membuahkan hasil. Dengan manajemen yang profesional, pelatihan yang intensif, dan dukungan dari para penggemar, ONIC mampu bersaing di level tertinggi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi tim-tim esports lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas.

    MPL ID Season 17 menjadi musim yang penuh kejutan. Beberapa tim unggulan harus tersingkir lebih awal, sementara tim-tim lain menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Persaingan yang ketat ini menjadi bukti bahwa level kompetisi MPL Indonesia semakin tinggi dari tahun ke tahun.

    Dengan satu tiket ke MSC EWC 2026 sudah diamankan oleh ONIC, perebutan tiket kedua menjadi semakin menarik. Geek Fam dan BTR akan bertarung habis-habisan untuk memperebutkan kesempatan berlaga di Paris. Siapa pun yang menang, Indonesia akan diwakili oleh dua tim terbaiknya di ajang internasional.

    Bagi ONIC, fokus selanjutnya adalah mempersiapkan diri untuk grand final MPL ID Season 17 dan MSC EWC 2026. Mereka tidak boleh lengah meskipun sudah mengamankan tiket ke Paris. Target juara di kedua ajang tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan performa.

    Para penggemar esports Indonesia tentu berharap ONIC dapat kembali meraih prestasi gemilang di kancah internasional. Dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia akan menjadi energi tambahan bagi ONIC untuk berjuang di Paris nanti.

    Pertandingan grand final MPL ID Season 17 akan digelar dalam waktu dekat. ONIC sudah menunggu lawan yang akan ditentukan melalui final lower bracket. Siapapun lawannya, ONIC siap memberikan pertandingan terbaik untuk merebut gelar juara MPL ID Season 17.

  • Klaim Dana Asing di Balik Penolakan Pusat Data AS Diragukan

    Klaim Dana Asing di Balik Penolakan Pusat Data AS Diragukan

    JBNews.id — Tudingan bahwa dana asing, khususnya dari China, menjadi dalang di balik meningkatnya penolakan publik terhadap pembangunan pusat data di Amerika Serikat mulai diragukan oleh para ahli. Klaim yang belakangan santer diperbincangkan di lingkaran politik Washington, D.C., itu dinilai kurang memiliki bukti kuat dan justru mengaburkan akar permasalahan yang sesungguhnya.

    Dalam beberapa pekan terakhir, sentimen publik di AS terhadap pembangunan pusat data mengalami pergeseran signifikan. Sebuah jajak pendapat yang dirilis pekan lalu oleh media iklim Heatmap menunjukkan bahwa lebih dari separuh warga Amerika mendukung moratorium pembangunan pusat data. Survei terpisah dari lembaga riset kebijakan asal Inggris, Public First, pada awal Juni lalu bahkan menempatkan dukungan terhadap pusat data di AS sebagai yang terendah di antara 15 negara yang disurvei.

    Di tengah gelombang penolakan ini, narasi bahwa Beijing mendanai aksi oposisi mulai menguat di Washington. Senator Partai Republik, Tom Cotton, pada Rabu lalu mengirimkan surat kepada Penjabat Jaksa Agung Todd Blanche, meminta investigasi atas dugaan pengaruh asing yang dipimpin oleh Partai Komunis China untuk memanipulasi opini publik. Langkah serupa juga diambil oleh pimpinan Partai Republik di Komite Energi dan Perdagangan DPR, yang pekan lalu melayangkan surat ke Gedung Putih dan FBI.

    Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, dalam wawancaranya dengan Fox Business bulan lalu, bahkan menyatakan bahwa daerah-daerah yang mencoba membangun pusat data sedang “dibombardir” dengan propaganda asing. Para pengembang pusat data pun dengan cepat mengadopsi narasi ini. Investor asal Kanada, Kevin O’Leary, yang tengah mengembangkan proyek pusat data kontroversial di Utah, menggunakan grafik dari laporan Bitcoin Policy Institute (BPI) dalam sebuah video pada Mei lalu untuk mengklaim adanya pengaruh asing di balik penolakan terhadap proyeknya.

    Namun, temuan dari perusahaan analitik media sosial, Graphika, justru berkata lain. Dina Sadek, analis di Graphika, dalam pernyataannya mengatakan bahwa pihaknya “belum melihat bukti adanya operasi pengaruh atau kampanye terorganisir dan berskala besar yang dapat dilacak kembali ke aktor asing.” Sadek mencatat dua pengecualian kecil: jaringan akun lintas platform yang menggunakan avatar hasil kecerdasan buatan (AI) yang “secara sporadis” menyebut perusahaan teknologi AS, dan beberapa halaman Facebook yang memproduksi gambar anti-pusat-data buatan AI. Halaman-halaman tersebut, menurut Sadek, sering kali dikelola oleh administrator yang berbasis di Bangladesh dan mungkin hanya ada untuk “tujuan monetisasi.”

    “Riset kami yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa aktor domestik AS-lah yang memimpin percakapan anti-pusat-data secara daring,” tegas Sadek.

    Laporan BPI dan Skeptisisme Akademisi

    Sumber utama klaim pengaruh China adalah laporan BPI yang dikutip oleh O’Leary dan dirujuk oleh anggota DPR Partai Republik. Laporan tersebut menuduh adanya jalinan pendanaan nirlaba yang menghubungkan upaya anti-pusat-data dengan pendana asing, termasuk Partai Komunis China. Laporan itu juga menyebut media negara China “secara terbuka berkampanye menentang pusat data AI AS,” dengan mengutip pemberitaan tentang tren anti-pusat-data dan kenaikan biaya energi—topik yang telah banyak diliput oleh media Amerika dan internasional lainnya.

    Sam Lyman, kepala riset BPI dan penulis laporan tersebut, mengatakan bahwa ia mulai menyelidiki isu ini setelah sebuah diskusi publik tentang keamanan AI pada April lalu antara Senator Bernie Sanders dan empat pakar, termasuk dua dari China. “Itu adalah psyop yang begitu jelas,” ujarnya tentang acara tersebut.

    Namun, para ahli China dan AI yang berbicara dengan WIRED meragukan klaim laporan BPI. Kyle Chan, seorang fellow di Brookings Institution, menunjukkan bahwa diskusi tingkat tinggi antara pejabat dan pakar AS-China telah terjadi di masa lalu mengenai isu global serupa, seperti perubahan iklim. “Jika Anda mencari orang-orang terkemuka dari China yang dapat berbicara tentang AI, mereka adalah orang-orang yang akan berhubungan dan memberikan nasihat kepada pemerintah China—terutama di dunia akademis,” kata Chan. “Pembingkaiannya tentu bisa terdengar mengancam, tapi hampir secara definisi, Anda ingin orang-orang yang penting dalam perdebatan AI China untuk hadir di sana.”

    Graham Webster, seorang peneliti di Pusat Keamanan Internasional dan Kerjasama Universitas Stanford, menambahkan bahwa laporan BPI menyoroti tindakan yang tidak sesuai dengan pola kampanye pengaruh China yang telah terdokumentasi, terutama dalam hal liputan media negara seperti China Daily. “Anda melihat media AS meliput wacana pusat data ini,” katanya. “Sangat normal bagi media China berbahasa Inggris untuk mengambil alur berita yang ada di media AS. Begitulah cara kerja wire service.”

    Peran Aktor Domestik dan Potensi Eskalasi

    Baik Chan maupun Webster menekankan bahwa di masa lalu, telah ada kasus di mana aktor China secara sengaja memperkuat isu-isu sosial lain yang menyebabkan keresahan di AS, seperti protes terkait genosida di Gaza. Laporan OpenAI sendiri mencatat bahwa “penargetan terhadap OpenAI dan pembangunan pusat data AS signifikan bukan karena operasi itu tampaknya telah mengubah opini publik, tetapi karena menunjukkan operator pengaruh asal China menguji narasi terhadap infrastruktur AI.”

    Lyman dari BPI mengakui bahwa komunitas lokal “memiliki pertanyaan dan kekhawatiran yang sah” tentang AI dan pembangunan pusat data. Meskipun sebagian besar oposisi di AS dimulai secara organik, ada kemungkinan besar bahwa aktor asing bisa melakukan intervensi cepat atau lambat. Chan dari Brookings Institution mengatakan laporan OpenAI adalah “bagian dari pola yang lebih luas di mana media negara China dan aktor terkait memperkuat keluhan sosial yang sah di AS untuk membuat AS terlihat buruk.”

    “Saya akan berhati-hati dalam memperkirakan dampak dari upaya-upaya ini sebelum melihat lebih banyak bukti, tetapi ini adalah sesuatu yang layak untuk dilacak,” pungkas Chan.

    Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana narasi kebijakan energi dan teknologi di AS dapat dipengaruhi oleh klaim yang belum terverifikasi. Bagi pengamat industri dan pembuat kebijakan, temuan ini menggarisbawahi pentingnya membedakan antara kekhawatiran publik yang sah dengan operasi pengaruh asing. Sementara itu, perkembangan QRIS Resmi Tembus China menunjukkan dinamika hubungan teknologi yang kompleks, di mana kerjasama dan ketegangan bisa berjalan beriringan.

    Di sisi lain, ekspansi Brand Teknologi China ke pasar global terus berlanjut, menandakan bahwa persaingan di sektor ini semakin ketat. Dalam konteks ini, klaim tanpa bukti yang kuat tentang pendanaan asing hanya akan memperkeruh suasana dan mengalihkan perhatian dari solusi nyata atas tantangan pembangunan infrastruktur digital.

  • Harga Ponsel Naik Akibat Kelangkaan RAM, Nothing Beri Peringatan

    Harga Ponsel Naik Akibat Kelangkaan RAM, Nothing Beri Peringatan

    JBNews.id — Kelangkaan komponen memori global mendorong kenaikan harga ponsel pintar secara signifikan, dengan biaya RAM kini melampaui prosesor dan layar sebagai komponen termahal dalam sebuah perangkat.

    Peringatan keras datang dari CEO dan salah satu pendiri Nothing, Carl Pei, yang menyatakan bahwa lonjakan harga sudah terasa dan akan terus berlanjut hingga tahun depan. Dalam unggahan di platform X, Pei mengungkapkan bahwa biaya memori untuk ponsel kelas menengah Nothing, Phone (4a), telah berlipat ganda dua kali sejak perangkat tersebut mulai dikembangkan hingga saat ini.

    “Untuk Phone (4a), biaya memori berlipat ganda antara saat kami memutuskan untuk membuat perangkat dan saat diluncurkan. Biaya itu sudah berlipat ganda lagi sejak saat itu,” tulis Pei, seperti dikutip dari Android Authority.

    Pei menambahkan bahwa memori kini dapat menyumbang lebih dari 50 persen dari total biaya perangkat keras (bill of materials) sebuah ponsel. Angka ini menjadikan RAM sebagai komponen paling mahal, mengalahkan prosesor dan layar yang sebelumnya mendominasi struktur biaya produksi.

    Dampak Kenaikan Harga Ponsel

    Pei memperingatkan bahwa konsumen harus bersiap menghadapi realitas baru di pasar ponsel. “Harga ponsel naik, dan akan terus naik hingga tahun depan,” ujarnya. Data yang ia paparkan menunjukkan bahwa sejak Februari lalu, ponsel baru yang diluncurkan mengalami kenaikan harga hingga 100 dolar AS dibandingkan pendahulunya. Di India, ponsel dengan harga di atas 30.000 rupee mencatat lonjakan harga sebesar 7.000 rupee atau lebih.

    Nothing bukan satu-satunya produsen yang memberikan sinyal ini. Samsung dan Google juga diperkirakan akan menaikkan harga ponsel mereka sebagai respons terhadap kenaikan biaya memori. Lonjakan ini tidak hanya berdampak pada perangkat flagship, tetapi juga segmen menengah dan entry-level yang selama ini menjadi andalan pasar massal.

    Strategi Pembelian di Tengah Kelangkaan

    Pei juga memberikan peringatan bagi konsumen yang berniat menunda pembelian dengan harapan mendapatkan diskon. “Musim obral tahun ini tidak akan memberikan diskon seperti yang biasa didapatkan orang,” katanya. Ia menambahkan bahwa naluri alami untuk membeli lebih awal tidak akan berhasil dalam situasi kelangkaan. “Dalam kondisi kelangkaan, memori dialokasikan, tidak dibeli. Anda mendapatkan apa yang diberikan, dengan harga saat ini,” jelas Pei.

    Bagi konsumen yang sudah lama menunda upgrade perangkat, Pei memberikan saran tegas: “Waktu terbaik adalah kemarin. Waktu terbaik berikutnya adalah sekarang.” Pernyataan ini menekankan urgensi bagi pengguna yang membutuhkan perangkat baru untuk segera mengambil keputusan sebelum harga semakin melambung.

    Fenomena ini juga berpotensi mengubah pola konsumsi di pasar smartphone global. Kenaikan harga yang signifikan dapat memperpanjang siklus penggantian perangkat, di mana konsumen cenderung menahan diri untuk tidak membeli ponsel baru dalam waktu lebih lama.

    Sementara itu, persaingan di segmen premium semakin ketat dengan hadirnya berbagai inovasi seperti fitur AI eksklusif dan peningkatan kemampuan kamera. Namun, kenaikan biaya produksi ini bisa menjadi hambatan bagi adopsi teknologi terbaru oleh konsumen kelas menengah.

    Pei mengakui bahwa ia telah memposting peringatan tentang masalah ini sejak awal tahun. “Saya memposting tentang ini sebelumnya tahun ini. Sekarang hal itu terjadi, lebih cepat dari yang diperkirakan,” tulisnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa industri ponsel sebenarnya sudah memiliki gambaran tentang krisis pasokan memori yang akan terjadi, namun dampaknya ternyata lebih cepat dan lebih parah dari antisipasi awal.

    Bagi konsumen di Indonesia, situasi ini berarti bahwa harga ponsel di pasar domestik kemungkinan besar akan mengikuti tren global. Dengan nilai tukar rupiah yang fluktuatif, dampak kenaikan harga bisa terasa lebih berat. Konsumen yang berencana membeli ponsel baru disarankan untuk tidak menunda keputusan pembelian jika memang sudah membutuhkan perangkat baru.

    Di sisi lain, produsen ponsel lokal dan distributor mungkin perlu menyesuaikan strategi harga dan promosi mereka. Musim obral tahun ini diperkirakan tidak akan seagresif tahun-tahun sebelumnya, sehingga konsumen tidak bisa mengandalkan diskon besar-besaran seperti yang biasa terjadi.

    Fenomena kelangkaan RAM ini juga membuka peluang bagi produsen untuk mengoptimalkan penggunaan memori melalui perangkat lunak. Beberapa produsen telah mulai mengembangkan teknologi kompresi memori dan manajemen RAM yang lebih efisien untuk mengurangi ketergantungan pada kapasitas fisik yang besar.

    Namun, dalam jangka pendek, konsumen harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa ponsel pintar akan semakin mahal. Keputusan pembelian yang cermat dan tepat waktu menjadi kunci untuk mendapatkan nilai terbaik di tengah kondisi pasar yang tidak menentu ini.

    Pei menutup pernyataannya dengan pesan yang jelas bagi konsumen yang masih ragu: “Jika Anda sudah menunggu untuk meningkatkan perangkat, waktu terbaik adalah kemarin. Waktu terbaik berikutnya adalah sekarang.” Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di tengah kelangkaan pasokan dan kenaikan harga, menunda keputusan hanya akan membuat konsumen membayar lebih mahal di kemudian hari.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai tren teknologi terbaru dan rekomendasi perangkat, pembaca dapat menyimak daftar HP Android dengan fitur terkini yang mungkin masih terjangkau di tengah kenaikan harga ini.