JBNews.id — Kecerdasan buatan (AI) tengah mentransformasi sektor olahraga China secara fundamental, dari pola latihan kebugaran hingga pengelolaan stadion dan penyelenggaraan kompetisi. Transformasi ini didorong oleh adopsi teknologi digital yang masif di seluruh lini industri.
Shuhua Sports, pemasok alat kebugaran untuk Komite Olimpiade China, telah meluncurkan solusi gym berbasis AI untuk memenuhi permintaan latihan yang berbasis sains. Sistem ini mengumpulkan data kardiopulmoner pengguna melalui treadmill pintar dan mengukur kekuatan otot melalui perangkat uji digital. Umpan balik secara real-time disediakan melalui aplikasi ringan di ponsel, mencakup evaluasi pra-latihan, rencana latihan yang disusun oleh AI, panduan latihan di lokasi, serta penyesuaian latihan berdasarkan performa.
“Solusi AI kami berfungsi sebagai pelatih pribadi digital dengan biaya terjangkau, yang dapat menghasilkan rencana latihan berbeda untuk setiap pengguna,” ujar Shi Yong, wakil presiden Shuhua Sports, kepada Xinhua. “Sementara itu, pengelola tempat latihan kebugaran dapat menyesuaikan strategi mereka secara fleksibel.”
Inovasi Peralatan Berbasis AI
Sejumlah produsen domestik China menerapkan peralatan berbasis AI untuk berbagai kelompok pengguna. Impulse Fitness yang berbasis di Qingdao mengembangkan alat latihan menaiki tangga pintar untuk pelatihan profesional. Ease Future yang berbasis di Hangzhou menciptakan robot pijat untuk meredakan nyeri usai berolahraga. Sementara itu, sepeda kebugaran buatan Suzhou Qiber menggabungkan aktivitas fisik dengan permainan interaktif.
AI juga telah menjadi bagian integral dari pengembangan dan pengelolaan harian tempat-tempat olahraga. Perusahaan pembuat kubah bertekanan udara Metaspace menciptakan kerangka manajemen AI untuk tempat olahraga. Sistem yang digerakkan algoritma milik perusahaan tersebut dapat menyesuaikan kondisi lingkungan dalam ruangan secara real-time, mengotomatiskan pemeliharaan peralatan, serta memangkas konsumsi energi. Platform cerdas ini memungkinkan analisis arus penumpang, peningkatan layanan pelanggan, dan manajemen konsumsi.
Baca Juga:
Perubahan Fundamental di Stadion
Chen Liangfeng, engineer senior di Institut Ilmu Fisika Hefei Akademi Ilmu Pengetahuan China, mengatakan bahwa perubahan inti untuk stadion adalah beralih dari sekadar menyewakan fasilitas menjadi mengelola aktivitas olahraga pengguna. “Tempat olahraga yang paling kompetitif di masa depan bukanlah yang memiliki perangkat keras paling canggih, melainkan yang benar-benar memahami pelanggan,” tutur Chen.
Digitalisasi yang didukung oleh AI juga membawa perubahan revolusioner ke dalam perencanaan dan pelaksanaan kompetisi olahraga. Li Chungang, wakil direktur komite pariwisata olahraga di Asosiasi Taman Nasional dan Situs Wisata China, memperkenalkan sebuah sistem acara cerdas yang digunakan untuk lomba lari jalan raya, bersepeda, dan jelajah pandu arah. Dilengkapi dengan modul pencatatan waktu real-time yang terdistribusi, platform digital ini memangkas biaya dan mempermudah penyelenggaraan lomba.
“Kota Tua Lijiang telah mengadopsi sistem ini untuk mendukung pencatatan kehadiran secara luring dan pemeringkatan daring secara real-time, sehingga penyelenggara dapat menggelar acara olahraga berskala kecil sepanjang tahun,” ujar Li.
Cui Yixiong, lektor di Fakultas Teknik Olahraga di Universitas Olahraga Beijing, memberikan contoh dari berbagai peristiwa global, seperti teknologi perekaman bullet-time yang digunakan pada Olimpiade Paris 2024 dan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, serta iklan televisi multibahasa berbasis AI di ajang UEFA Euro 2024, untuk menunjukkan bagaimana AI digunakan dalam acara berskala besar.
Menurut Cui, turnamen olahraga dapat membangun ekosistem digital yang terus berkembang secara mandiri melalui kolaborasi lintas industri yang mendalam antara penyelenggara, penyedia teknologi, lembaga penyiaran, dan penyedia data olahraga.
Luo Jie, wakil ketua sekaligus sekretaris jenderal Federasi Peralatan Olahraga China, mengatakan bahwa AI telah merambah setiap lapisan industri olahraga China, bergeser dari arah opsional ke mesin wajib untuk meningkatkan konsumsi olahraga dan membentuk kembali lanskap olahraga domestik.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa adopsi AI di sektor olahraga bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan kompetitif. Bagi pelaku industri olahraga global, perkembangan ini menjadi sinyal untuk segera beradaptasi atau tertinggal dalam inovasi yang didorong oleh kecerdasan buatan.
