Jbnews.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sektor pajak hiburan kini menempati peringkat ketiga penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kota Bandung, didorong oleh tingginya animo suporter Persib Bandung. Data ini menegaskan transformasi klub berjuluk Pangeran Biru menjadi salah satu mesin utama penggerak ekonomi dan pariwisata kota.
Lonjakan tersebut terjadi seiring dengan pengelolaan ekosistem pertandingan yang semakin profesional oleh manajemen klub. Penjualan tiket secara masif, terutama melalui sistem digital, berimbas langsung pada peningkatan pendapatan daerah. Digitalisasi tiket menjadi faktor kunci yang menutup celah kebocoran pajak, sehingga konversi antusiasme Bobotoh menjadi pendapatan daerah berjalan maksimal dan transparan.
“Ketika Persib menang, tiket online laku. Pajak hiburan juga tinggi. Sekarang pajak hiburan ada di peringkat ketiga setelah pajak makanan dan pajak hotel,” ungkap Farhan pada Jumat, 29 Mei 2026.
Dampak ekonomi tidak berhenti di dalam stadion. Sektor usaha mikro, perhotelan, hingga transportasi lokal ikut bergerak setiap kali Persib berlaga. Farhan menambahkan, banyak pihak diuntungkan ketika Persib meraih gelar juara, terutama karena ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata di Kota Bandung otomatis ikut meningkat.
GBLA Menuju Standar AFC dan Rencana Bandara
Persib Bandung dipastikan tampil di kompetisi AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/27. Status ini memaksa Kota Bandung untuk segera berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar memenuhi standar internasional. Farhan menyebut kepesertaan ini sebagai momentum emas untuk memperkuat city branding Bandung di mata dunia. Langkah awal adalah merombak total fasilitas pertandingan agar lolos verifikasi Asia. Pemerintah optimistis eksposur global dari kompetisi Asia ini akan memperkuat citra kota. Terlebih lagi, rencana ini berjalan beriringan dengan proyek reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Jika strategi citra kota berhasil dan bandara aktif kembali, Bandung akan memiliki paket komplit untuk menarik investasi dan wisatawan asing. Informasi lebih lanjut mengenai dampak ekonomi dari keikutsertaan Persib di ACL Two dapat disimak pada artikel terkait.
Baca Juga:
Siasat Igor Tolic Hadapi Ambisi Raksasa Rival
Di sisi teknis, mempertahankan takhta Liga Indonesia musim depan diprediksi akan jauh lebih berat. Manajemen Persib dituntut menjaga konsistensi tim di bawah asuhan pelatih baru, Igor Tolic. Tugas utama Tolic adalah meneruskan legasi kesuksesan yang ditinggalkan oleh pelatih sebelumnya, Bojan Hodak.
Ancaman nyata juga datang dari pergerakan agresif para rival utama. Sejumlah klub besar di Indonesia mulai jor-joran berburu pemain bintang. Berdasarkan informasi yang diterima Wali Kota, Persebaya Surabaya mendapat sokongan penuh dari pemerintah setempat untuk juara demi momentum 100 tahun Kota Surabaya. Di sisi lain, Persija Jakarta juga diprediksi akan tampil habis-habisan menjelang perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-500.
Meskipun bursa transfer mengetat, Farhan berharap kerangka utama skuad Persib tetap dipertahankan demi menjaga kedekatan antar-pemain. Ia mengingatkan agar manajemen tetap jeli melihat nilai pemasaran dari seorang pemain, berkaca pada kesuksesan mendatangkan Michael Essien di masa lalu. Pemain baru yang direkrut tidak hanya harus piawai mengolah bola, tetapi juga wajib memiliki pengaruh sosial yang kuat demi menjaga keterlibatan emosional para Bobotoh.
Lompatan pajak hiburan ke posisi tiga besar di Bandung merefleksikan tren industri olahraga modern, di mana klub sepak bola berfungsi sebagai jangkar ekonomi regional (regional economic anchor). Pola ini serupa dengan dampak ekonomi klub-klub Premier League di Inggris terhadap kota-kota sekunder. Data tahun 2025 hingga pertengahan 2026 mengonfirmasi bahwa digitalisasi tiket menjadi faktor penentu utama yang menutup celah kebocoran pajak daerah.
Untuk memahami lebih dalam tentang fenomena serupa di level nasional, pembaca dapat merujuk pada informasi terkait. Sementara itu, persaingan di kompetisi domestik juga memanas, sebagaimana terlihat dari perkembangan terbaru.
Implikasi dari tren ini adalah semakin pentingnya peran klub sepak bola sebagai motor ekonomi daerah. Pemerintah Kota Bandung dan manajemen Persib diharapkan terus bersinergi untuk memaksimalkan potensi ini, baik melalui peningkatan infrastruktur stadion maupun pengelolaan ekosistem pertandingan yang transparan dan profesional.














