Author: Boy Ahmad

  • Pajak Hiburan Persib Bandung Tembus Peringkat Ketiga di Kota Bandung

    Pajak Hiburan Persib Bandung Tembus Peringkat Ketiga di Kota Bandung

    Jbnews.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sektor pajak hiburan kini menempati peringkat ketiga penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kota Bandung, didorong oleh tingginya animo suporter Persib Bandung. Data ini menegaskan transformasi klub berjuluk Pangeran Biru menjadi salah satu mesin utama penggerak ekonomi dan pariwisata kota.

    Lonjakan tersebut terjadi seiring dengan pengelolaan ekosistem pertandingan yang semakin profesional oleh manajemen klub. Penjualan tiket secara masif, terutama melalui sistem digital, berimbas langsung pada peningkatan pendapatan daerah. Digitalisasi tiket menjadi faktor kunci yang menutup celah kebocoran pajak, sehingga konversi antusiasme Bobotoh menjadi pendapatan daerah berjalan maksimal dan transparan.

    “Ketika Persib menang, tiket online laku. Pajak hiburan juga tinggi. Sekarang pajak hiburan ada di peringkat ketiga setelah pajak makanan dan pajak hotel,” ungkap Farhan pada Jumat, 29 Mei 2026.

    Dampak ekonomi tidak berhenti di dalam stadion. Sektor usaha mikro, perhotelan, hingga transportasi lokal ikut bergerak setiap kali Persib berlaga. Farhan menambahkan, banyak pihak diuntungkan ketika Persib meraih gelar juara, terutama karena ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata di Kota Bandung otomatis ikut meningkat.

    GBLA Menuju Standar AFC dan Rencana Bandara

    Persib Bandung dipastikan tampil di kompetisi AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/27. Status ini memaksa Kota Bandung untuk segera berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar memenuhi standar internasional. Farhan menyebut kepesertaan ini sebagai momentum emas untuk memperkuat city branding Bandung di mata dunia. Langkah awal adalah merombak total fasilitas pertandingan agar lolos verifikasi Asia. Pemerintah optimistis eksposur global dari kompetisi Asia ini akan memperkuat citra kota. Terlebih lagi, rencana ini berjalan beriringan dengan proyek reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Jika strategi citra kota berhasil dan bandara aktif kembali, Bandung akan memiliki paket komplit untuk menarik investasi dan wisatawan asing. Informasi lebih lanjut mengenai dampak ekonomi dari keikutsertaan Persib di ACL Two dapat disimak pada artikel terkait.

    Siasat Igor Tolic Hadapi Ambisi Raksasa Rival

    Di sisi teknis, mempertahankan takhta Liga Indonesia musim depan diprediksi akan jauh lebih berat. Manajemen Persib dituntut menjaga konsistensi tim di bawah asuhan pelatih baru, Igor Tolic. Tugas utama Tolic adalah meneruskan legasi kesuksesan yang ditinggalkan oleh pelatih sebelumnya, Bojan Hodak.

    Ancaman nyata juga datang dari pergerakan agresif para rival utama. Sejumlah klub besar di Indonesia mulai jor-joran berburu pemain bintang. Berdasarkan informasi yang diterima Wali Kota, Persebaya Surabaya mendapat sokongan penuh dari pemerintah setempat untuk juara demi momentum 100 tahun Kota Surabaya. Di sisi lain, Persija Jakarta juga diprediksi akan tampil habis-habisan menjelang perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-500.

    Meskipun bursa transfer mengetat, Farhan berharap kerangka utama skuad Persib tetap dipertahankan demi menjaga kedekatan antar-pemain. Ia mengingatkan agar manajemen tetap jeli melihat nilai pemasaran dari seorang pemain, berkaca pada kesuksesan mendatangkan Michael Essien di masa lalu. Pemain baru yang direkrut tidak hanya harus piawai mengolah bola, tetapi juga wajib memiliki pengaruh sosial yang kuat demi menjaga keterlibatan emosional para Bobotoh.

    Lompatan pajak hiburan ke posisi tiga besar di Bandung merefleksikan tren industri olahraga modern, di mana klub sepak bola berfungsi sebagai jangkar ekonomi regional (regional economic anchor). Pola ini serupa dengan dampak ekonomi klub-klub Premier League di Inggris terhadap kota-kota sekunder. Data tahun 2025 hingga pertengahan 2026 mengonfirmasi bahwa digitalisasi tiket menjadi faktor penentu utama yang menutup celah kebocoran pajak daerah.

    Untuk memahami lebih dalam tentang fenomena serupa di level nasional, pembaca dapat merujuk pada informasi terkait. Sementara itu, persaingan di kompetisi domestik juga memanas, sebagaimana terlihat dari perkembangan terbaru.

    Implikasi dari tren ini adalah semakin pentingnya peran klub sepak bola sebagai motor ekonomi daerah. Pemerintah Kota Bandung dan manajemen Persib diharapkan terus bersinergi untuk memaksimalkan potensi ini, baik melalui peningkatan infrastruktur stadion maupun pengelolaan ekosistem pertandingan yang transparan dan profesional.

  • Persib Tembus ACL Two, Farhan Sorot Peluang Ekonomi dan Tantangan Stadion

    Persib Tembus ACL Two, Farhan Sorot Peluang Ekonomi dan Tantangan Stadion

    Jbnews.id – Keberhasilan Persib Bandung lolos ke AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/2027 tidak hanya menjadi kebanggaan olahraga, tetapi juga membuka peluang strategis bagi perekonomian Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut ajang antarklub Asia ini dapat mendongkrak sektor pariwisata dan investasi, meski di sisi lain menuntut kesiapan infrastruktur stadion yang memenuhi standar internasional Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

    Menurut Farhan, keikutsertaan Persib di kompetisi Asia memberikan eksposur global bagi Kota Bandung. Pertandingan kandang yang rencananya digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menyedot perhatian publik internasional, memperkuat citra Bandung sebagai destinasi yang tidak hanya dikenal melalui pariwisata dan kuliner, tetapi juga prestasi olahraga. “Kalau kita di AFC berarti Persib akan bermain kandang di Kota Bandung. Ini jadi peluang untuk kita bersama-sama belajar meningkatkan kualitas GBLA agar memenuhi standar internasional atau standar AFC,” kata Farhan.

    Peningkatan kualitas stadion menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Farhan mengakui bahwa pengalaman renovasi Stadion Si Jalak Harupat yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan AFC sebelumnya menunjukkan bahwa proses penyesuaian fasilitas membutuhkan kesiapan teknis dan dukungan berbagai pihak. Namun, ia menilai manfaat yang diperoleh Kota Bandung jauh lebih besar dibanding tantangan yang ada.

    Dampak ekonomi dari ajang ACL Two ini diproyeksikan signifikan. Kedatangan tim-tim Asia beserta suporter mereka berpotensi meningkatkan okupansi hotel, kunjungan wisata, dan transaksi UMKM di Bandung. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis event. Seperti yang dilakukan di daerah lain, dorongan ekonomi daerah melalui berbagai program juga terus digalakkan.

    Farhan menekankan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama. Stadion GBLA harus menjalani serangkaian renovasi untuk memenuhi standar AFC, termasuk kapasitas tempat duduk, kualitas rumput, sistem pencahayaan, ruang ganti pemain, dan fasilitas media. Proses ini membutuhkan koordinasi antara pemerintah kota, pengelola stadion, dan pihak Persib. “Tantangan infrastruktur ini harus kita hadapi bersama. Tapi saya optimistis, dampak positifnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.

    Selain infrastruktur, aspek pariwisata juga menjadi fokus. Bandung yang sudah terkenal sebagai destinasi belanja dan kuliner diharapkan semakin dikenal melalui siaran pertandingan yang ditonton jutaan pasang mata di Asia. Potensi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi baru, terutama di sektor perhotelan dan jasa. Inisiatif serupa juga terlihat di daerah lain, seperti dukungan terhadap ikon wisata yang dapat mendongkrak kunjungan.

    Keikutsertaan Persib di ACL Two juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem sepak bola di Bandung. Dengan standar internasional yang diterapkan, diharapkan pembinaan pemain muda dan kualitas pertandingan di dalam negeri juga ikut meningkat. Pemerintah kota siap mendukung penuh, termasuk dalam hal perizinan dan fasilitas pendukung.

    Wagub Jabar sebelumnya juga menargetkan Persib bisa melaju ke semifinal ACL musim depan. Target ini menunjukkan optimisme tinggi terhadap performa tim di level Asia. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kota diharapkan dapat memotivasi skuad Maung Bandung untuk tampil maksimal.

    Dengan segala persiapan yang dilakukan, Bandung berpeluang menjadi salah satu kota di Indonesia yang sukses memanfaatkan event olahraga internasional sebagai katalis pertumbuhan ekonomi. Tantangan infrastruktur memang nyata, tetapi potensi keuntungan yang ditawarkan jauh lebih menjanjikan.

  • Indomaret Tutup Massal, Serikat Pekerja Beberkan Penyebabnya

    Indomaret Tutup Massal, Serikat Pekerja Beberkan Penyebabnya

    Jbnews.id – Ribuan gerai Indomaret di berbagai wilayah Indonesia dilaporkan tutup serentak pada Minggu (31/5/2026) dan Senin (1/6/2026). Serikat Pekerja Nasional (SPN) angkat bicara dan mengkonfirmasi bahwa penutupan ini terjadi karena tidak ada karyawan yang bersedia masuk kerja saat libur nasional, imbas dari sengketa upah lembur yang belum tuntas.

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN) Iwan Kusnawan menjelaskan, peristiwa ini merupakan buntut dari aksi protes buruh yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Pada Selasa (26/5), ribuan pegawai Indomaret menggeruduk Menara Indomaret di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Mereka menolak kebijakan perusahaan yang disebut-sebut mengganti upah lembur di hari libur nasional dengan hari libur tambahan.

    “Jadi gerai ditutup karena tidak ada karyawan yang masuk kerja di saat libur nasional. Kalau jumlahnya saya belum mendapat laporan resmi tapi data yang disampaikan pihak manajemen Indomarco itulah datanya,” ujar Iwan kepada detikcom, Minggu (31/5/2026).

    Informasi maraknya gerai Indomaret tutup ini viral di media sosial, khususnya platform X atau Twitter. Sebuah pengumuman yang beredar luas menyatakan, “Pemberitahuan kami sampaikan kepada seluruh konsumen setia, Indomaret tutup operasional 31 Mei & 1 Juni 2026.”

    Iwan menambahkan, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan awal antara pekerja dan Indomaret, kedua pihak sepakat untuk melakukan perundingan ulang. Dalam kesepakatan tersebut, ditegaskan bahwa karyawan yang menolak masuk pada libur nasional tetap tidak diwajibkan masuk kerja. Sementara itu, bagi karyawan yang bersedia masuk, jam kerjanya harus diperhitungkan sebagai lembur sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Jadi sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut kedua pihak sepakat akan melakukan perundingan ulang dan sudah disepakati juga bahwa bagi karyawan yang menolak untuk masuk di tanggal libur nasional tetap tidak diwajibkan masuk karena lembur dan mereka libur seperti biasa, tapi apabila ada karyawan yang pada libur nasional masuk maka harus diperhitungkan lemburnya sesuai dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku tanpa kecuali,” jelasnya.

    Aksi protes yang terjadi pada 26 Mei lalu merupakan puncak dari ketidakpuasan pekerja. Dalam spanduk yang dibawa massa yang tergabung dalam PUK SPAI PT Indomarco Prismatama Tangerang, tercatat enam tuntutan utama:

    1. Menolak segala bentuk pemaksaan, tekanan dan penggiringan pernyataan terhadap pekerja.
    2. Menegaskan hak pekerja atas upah kerja lembur.
    3. Menolak penggantian hak lembur dengan off tambahan.
    4. Menuntut kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan dan Undang-undang Ketenagakerjaan.
    5. Menuntut penindakan tegas terhadap oknum yang melakukan intimidasi.
    6. Jangan rusak hubungan industrial.

    Penutupan massal ini menjadi sorotan karena berdampak langsung pada konsumen yang kesulitan berbelanja kebutuhan pokok. Belum ada pernyataan resmi dari manajemen Indomaret mengenai jumlah pasti gerai yang tutup dan langkah antisipasi ke depan. Namun, SPN memastikan bahwa perundingan ulang antara pekerja dan perusahaan akan terus berjalan untuk mencari solusi yang adil bagi kedua belah pihak.

    Kasus ini menambah daftar panjang perselisihan hubungan industrial di Indonesia. Sebelumnya, isu serupa juga sempat mencuat di kalangan pekerja sektor ritel dan manufaktur. Ketegangan antara hak pekerja atas upah lembur dan kebijakan operasional perusahaan menjadi isu sentral yang belum sepenuhnya menemukan titik temu.

    Konsumen diimbau untuk mencari alternatif tempat berbelanja selama masa penutupan. Sementara itu, para pekerja berharap perusahaan dapat memenuhi tuntutan mereka agar hubungan industrial kembali kondusif dan operasional gerai dapat berjalan normal kembali.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik layanan ritel yang selama ini dinikmati masyarakat, terdapat dinamika ketenagakerjaan yang kompleks. Hak pekerja atas upah lembur yang layak, kepatuhan perusahaan terhadap undang-undang, serta komunikasi yang baik antara kedua belah pihak menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

    Jbnews.id akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru seputar hasil perundingan antara Serikat Pekerja Nasional dan manajemen Indomaret.

  • Danantara akan Umumkan Petinggi DSI Pekan Depan

    Danantara akan Umumkan Petinggi DSI Pekan Depan

    Jbnews.id – Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operation Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis nama-nama petinggi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada pekan depan. Saat ini, baru satu nama yang telah ditetapkan, yaitu Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama DSI.

    “Insyaallah mudah-mudahan nanti minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara menjadi bagian daripada tim,” ujar Dony dalam konferensi pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

    Dony menegaskan bahwa proses seleksi untuk mengisi posisi-posisi kunci di DSI tengah berlangsung dan akan diawasi secara ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan perusahaan yang baru dibentuk tersebut dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.

    “Jadi kami memastikan bahwa perusahaan yang dibentuk itu nanti akan berjalan dengan transparan dan dapat diawasi oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

    Fokus pada Pengembangan SDM dan Teknologi

    Selain mengumumkan jajaran direksi, Dony juga menyampaikan bahwa Danantara tengah mengembangkan sistem teknologi yang akan digunakan dalam operasional DSI. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi negara.

    “Tentu harapannya adalah bahwa ini amanah besar yang dititipkan oleh masyarakat Indonesia untuk mengelola sumber daya-sumber daya alam kita menjadi memberikan manfaat yang maksimal,” ujarnya.

    Pengumuman ini menjadi langkah konkret dalam realisasi BUMN ekspor yang akan menjadi pintu tunggal bagi ekspor komoditas strategis Indonesia.

    Ekspor SDA Satu Pintu Mulai 1 Juni 2026

    Implementasi kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) seperti batu bara, kelapa sawit, dan paduan besi (ferroalloy) melalui satu pintu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan dimulai pada 1 Juni 2026. Periode ini merupakan masa transisi di mana kegiatan ekspor tetap berjalan seperti biasa oleh perusahaan yang bersangkutan.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, selama masa transisi, perusahaan ekspor wajib melaporkan kegiatan ekspornya melalui PT DSI. Pelaporan tersebut dilayani melalui portal CEISA 4.0 milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

    “Implementasi akan berlaku mulai besok, 1 Juni 2026 yang merupakan periode transisi, di mana kegiatan ekspor berjalan seperti biasa oleh perusahaan yang bersangkutan, namun demikian kewajiban bagi perusahaan ekspor untuk melaporkan kegiatan ekspornya melalui PT DSI sebagai BUMN ekspor,” kata Airlangga.

    Evaluasi Tiga Bulan Pertama

    Airlangga menambahkan, selama tiga bulan pertama implementasi, akan terus dilakukan evaluasi. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi implementasi tahap berikutnya. Target implementasi penuh ekspor SDA satu pintu melalui PT DSI adalah paling lambat 1 Januari 2027.

    Dengan adanya masa transisi ini, para pengusaha, eksportir, dan pihak-pihak terkait memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap kebijakan baru ini.

    “Kebijakan ini diharapkan untuk menjaga kepastian usaha, arus barang, realisasi ekspor dan kontrak-kontrak yang telah berjalan ini tetap dihormati dan tentunya ini mengacu kepada kesepakatan antara eksportir dan mitra dagangnya,” imbuh Airlangga.

    Kebijakan ekspor satu pintu melalui DSI merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan SDA nasional. Dengan adanya BUMN ekspor ini, diharapkan nilai tambah dari ekspor komoditas dapat dinikmati secara lebih maksimal oleh negara.

    Pengumuman nama-nama petinggi DSI pekan depan menjadi indikasi keseriusan Danantara dalam mempercepat realisasi BUMN ekspor ini. Masyarakat dan pelaku usaha pun menanti siapa saja figur yang akan mengisi posisi-posisi strategis di perusahaan yang akan mengelola ekspor SDA Indonesia.

    Dengan target implementasi penuh pada awal 2027, Danantara dan DSI memiliki waktu sekitar enam bulan untuk mematangkan sistem, sumber daya manusia, dan infrastruktur teknologi yang diperlukan. Proses seleksi yang ketat dan transparan diharapkan dapat menghasilkan tim yang kompeten dan berintegritas.

    Keberhasilan DSI dalam menjalankan perannya sebagai BUMN ekspor akan menjadi salah satu indikator kinerja Danantara dalam mengelola aset dan sumber daya milik negara. Oleh karena itu, pengumuman pekan depan akan menjadi momen penting bagi arah kebijakan ekspor Indonesia ke depan.

  • Dugaan KDRT, Rumah Tangga Dede Sunandar dan Karen Terancam Kandaskan

    Dugaan KDRT, Rumah Tangga Dede Sunandar dan Karen Terancam Kandaskan

    Jbnews.id – Rumah tangga pasangan selebriti Dede Sunandar dan Karen Hertatum terancam kandas setelah Karen secara terbuka mengungkapkan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam sebuah podcast. Pengakuan tersebut memicu gelombang simpati publik dan mengkonfirmasi keretakan rumah tangga yang telah dibina selama 12 tahun.

    Dalam wawancara di C8 Podcast bersama Dilan Janiyar, Karen Hertatum menceritakan secara detail kekerasan fisik yang dialaminya. Ia mengaku menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh Dede Sunandar. “Di situ aku dihajar habis-habisan. Sudah kayak aku tuh kayak sudah bukan manusia, dijambak, ditarik, aku dihajar,” ujar Karen dengan mata berkaca-kaca, seperti dikutip pada Senin (18/5/2026).

    Dede Sunandar Paling Suka Makan Sayur Asem hingga Labu Kukus!

    Pengakuan Karen ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan situasi tersebut dan memberikan dukungan kepada Karen. Dede Sunandar sendiri telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia juga telah mengembalikan Karen Hertatum kepada pihak keluarganya.

    Kini, rumah tangga yang sudah terbina selama 12 tahun itu terancam kandas. Dede dan Karen disebut sepakat untuk berpisah. Keduanya menikah pada tahun 2014 dan telah dikaruniai tiga orang anak. Keputusan pisah ini menjadi babak baru yang menyedihkan bagi pasangan yang sebelumnya terlihat harmonis di depan publik.

    Dede Sunandar ditemui di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan.

    Kasus dugaan KDRT ini menambah panjang daftar kasus kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan publik figur. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan bahaya KDRT dan perlindungan bagi korban. Publik kini menunggu langkah hukum selanjutnya yang akan diambil oleh Karen Hertatum.

    Proses Persalinan Anak Ketiga Dede Sunandar

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari kedua belah pihak mengenai proses perceraian. Namun, kesepakatan pisah yang telah disebut-sebut mengindikasikan bahwa rumah tangga Dede Sunandar dan Karen Hertatum telah mencapai titik akhir.

  • Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digelar Juni 2026 di Bali

    Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digelar Juni 2026 di Bali

    Jbnews.id – Aktris Jennifer Coppen memastikan pernikahannya dengan pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner, akan digelar pada bulan Juni 2026 di Bali. Kepastian ini disampaikan setelah pasangan tersebut menjalin hubungan asmara sejak pertengahan tahun 2025 dan resmi bertunangan pada Desember 2025.

    Pemilihan waktu pernikahan didasari oleh jadwal padat Justin sebagai atlet profesional. Jennifer menjelaskan bahwa bulan Juni menjadi satu-satunya momentum ideal karena bertepatan dengan masa libur kompetisi sepak bola. “Yang bisa aku kasih tahu for sure itu memang ada di bulan Juni pernikahannya, tapi untuk tanggalnya belum bisa aku spill. Tapi ya bisa aku spill-nya cuma di minggu-minggu awal lah,” kata Jennifer saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).

    Ibu satu anak itu mengungkapkan mengatur waktu dengan seorang pemain bola bukanlah perkara mudah. Ia harus menyesuaikan seluruh rangkaian acara dengan izin yang bisa didapatkan oleh sang calon suami dari klub dan agenda tim nasional yang sangat menyita waktu. “Kenapa bulan Juni, karena pertama seperti yang kalian tahu pemain bola itu sibuk banget jadwalnya. Jadi kita, Justin nya maksudnya, enggak selalu bisa dapat izin karena dia full banget kan selalu main. Jadi memang di bulan Juni ini dia yang baru ada liburnya,” jelasnya.

    Terkait lokasi, ia memastikan momen bahagia tersebut akan diselenggarakan di Bali. Meskipun begitu, ia masih enggan membeberkan detail venue yang akan digunakan. “Iya lokasinya di Bali, tapi lebih detailnya nanti aku belum bisa jelasin, tapi pastinya di Bali lokasinya,” tuturnya.

    Pernikahan pasangan ini rencananya akan berlangsung selama dua hari berturut-turut. Keduanya sepakat untuk mengusung tema besar yang menggabungkan dua unsur budaya berbeda sesuai latar belakang masing-masing. “Konsepnya pastinya ada adat Indonesianya dan ada international wedding-nya. Sehari adat, sehari internasional, kurang lebih begitu. Pernikahannya itu ada dua hari,” beber Jennifer.

    Saat ini, persiapan menuju hari bahagia tersebut sudah hampir mencapai seratus persen. Ia mengaku kunjungannya ke Jakarta kali ini merupakan bagian dari persiapan akhir sebelum menjalani prosesi pingitan bersama sang kekasih yang akrab disapa Jussa. “Pernikahannya sudah sangat mantap ya sudah 90 persen dan bahkan memang minggu ini di Jakarta ini adalah minggu-minggu terakhir untuk kita fitting. Dan memang kebetulan Jussa nya juga bakal datang sebentar lagi,” pungkasnya.

  • Dewi Perssik Tangis Isu Anak, Bantah Pernyataan Publik Aldi Taher

    Dewi Perssik Tangis Isu Anak, Bantah Pernyataan Publik Aldi Taher

    Jbnews.id – Dewi Perssik menangis saat membahas permasalahan dengan Aldi Taher mengenai anak. Ia menegaskan pernyataan Aldi Taher di publik tidak sesuai kenyataan dan berdampak negatif pada psikologis putranya, Gabriel.

    Perseteruan ini mencuat setelah Aldi Taher dalam sebuah podcast mengaku memiliki anak bernama Felice Gabriel dari pernikahannya dengan Dewi Perssik. Pernyataan tersebut viral di TikTok dan memicu reaksi keras dari pedangdut yang akrab disapa Depe itu.

    “Aku menghargai kalau kamu sayang pada Gabriel, tapi jangan membuat pernyataan di publik seolah kamu hadir dan berperan sebagai ayah selama ini, karena itu tidak sesuai kenyataan,” tulis Dewi Perssik dalam unggahan Instagram miliknya. “Anak bukan bahan pencitraan atau konsumsi sosial media.”

    Dewi Perssik

    Dalam acara Pagi Pagi Ambyar di Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026), Dewi Perssik mengungkapkan kekesalannya. Ia menyebut dampak sosial dari pernyataan Aldi Taher sudah meluas dan mengganggu anaknya.

    “Sekarang jadi banyak yang nge-tag-tag ke anak saya. Ungkit masalah adopsi itu gak bagus banget buat emosional anak saya. Sekarang dampak sosialnya itu terjadi ke mana-mana,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

    Dewi Perssik menegaskan selama ini ia selalu menjaga privasi anaknya. “Makanya masyarakat itu jangan ikut campur masalah pribadi saya. Saya selalu menjaga hubungan saya dengan anak saya. Dan saya selalu menjaga privasi anak saya,” tegasnya.

    Diketahui, Dewi Perssik dan Aldi Taher pernah menikah, namun pernikahan mereka kandas pada 2009. Dari pernikahan tersebut, keduanya tidak dikaruniai anak. Aldi Taher sendiri sudah meminta maaf kepada Dewi Perssik atas pernyataannya yang viral.

    Permasalahan ini bermula dari ucapan Aldi Taher di salah satu podcast saat ditanya soal anak ketika menikah dengan Dewi Perssik. Dalam ungkapannya, Aldi Taher mengaku punya anak bernama Felice Gabriel. Pernyataan itu kemudian dianggap Dewi Perssik sebagai bentuk pencitraan dan tidak sesuai fakta.

    Dewi Perssik menambahkan, pernyataan Aldi Taher yang viral di TikTok membuat banyak pihak ikut campur dan memberikan asumsi negatif. “Akhirnya pada asumsi yang tidak-tidak atas pernyataan potongan video kamu yang fyp di TikTok,” tulisnya di Instagram.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa masalah pribadi selebriti kerap menjadi konsumsi publik. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang tidak bersalah. Dewi Perssik berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi isu pribadi orang lain.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari Aldi Taher terkait pernyataan Dewi Perssik. Namun, permintaan maaf yang sudah disampaikan sebelumnya diharapkan dapat meredakan ketegangan di antara keduanya.

    Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga privasi anak di era digital. Pernyataan publik yang tidak akurat dapat berdampak serius pada psikologis anak dan keluarga. Dewi Perssik menegaskan bahwa ia akan terus melindungi anaknya dari dampak negatif pemberitaan dan komentar publik.

    Keren! Aldi's Burger Bakal Buka di Jaksel, Aldi Taher Spill Lokasinya

    Dengan adanya pernyataan resmi dari Dewi Perssik, publik diharapkan dapat lebih memahami situasi yang sebenarnya. Masalah ini juga menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi di media sosial dan publik.

    Jbnews.id akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca. Sementara itu, debat sengit di dunia politik juga menjadi sorotan publik di hari yang sama.

    Dewi Perssik berharap kasus ini dapat segera selesai dan tidak lagi menjadi konsumsi publik. Ia ingin fokus pada karir dan keluarganya, terutama anaknya yang menjadi korban dari pernyataan yang tidak akurat.

    Permasalahan antara Dewi Perssik dan Aldi Taher ini menjadi pengingat bahwa setiap pernyataan di publik memiliki konsekuensi. Terutama ketika menyangkut anak, perlu kehati-hatian ekstra agar tidak menimbulkan dampak negatif.

    Jbnews.id akan terus memberikan informasi terkini seputar perkembangan kasus ini dan isu-isu lainnya yang relevan. Tetap ikuti kami untuk mendapatkan berita terbaru dan terpercaya.

  • Polresta Tangerang Kota Sita 1 Kg Ganja, Selamatkan 1.051 Orang

    Polresta Tangerang Kota Sita 1 Kg Ganja, Selamatkan 1.051 Orang

    Jbnews.id – Polresta Metro Tangerang Kota mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ganja seberat lebih dari satu kilogram yang berhasil menyelamatkan 1.051 orang dari potensi penyalahgunaan narkotika. Pengungkapan ini berawal dari patroli rutin cipta kondisi JAGA JAKARTA+ di depan Perumahan Victoria Park Residence, Karawaci, Kota Tangerang, pada Kamis (28/5) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

    Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kesigapan personel saat melakukan patroli malam. “Narkoba adalah musuh bersama yang merusak generasi bangsa. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran maupun penyalahgunaan narkotika,” kata Jauhari dalam keterangannya di Tangerang, Sabtu (30/5/2026).

    Petugas mencurigai seorang pengendara sepeda motor yang terlihat gugup dan berusaha menghindari pemeriksaan. Setelah dihentikan, pria berinisial S (40 tahun) kedapatan membawa sembilan linting ganja siap pakai serta delapan paket ganja yang dibungkus menggunakan kertas nasi coklat dengan total berat awal sekitar 40 gram lebih di dalam tas selempangnya.

    Pengembangan ke Rumah Kontrakan

    Hasil interogasi di lokasi membuat petugas bergerak cepat melakukan pengembangan ke rumah kontrakan tersangka di kawasan Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Di lokasi kedua tersebut, polisi kembali menemukan satu paket besar ganja yang dibungkus lakban coklat dengan berat brutto mencapai 1.011 gram atau lebih dari satu kilogram. Selain itu, turut diamankan timbangan digital yang diduga digunakan untuk mengemas paket narkotika siap edar.

    Tersangka mengedarkan ganja dengan sistem paket kecil untuk diedarkan kepada para pembeli di wilayah Tangerang dan sekitarnya. “Modus pelaku yaitu mengemas ganja dalam paket-paket kecil siap edar untuk kemudian dijual kembali. Pengungkapan ini berawal dari kegiatan patroli cipta kondisi yang rutin dilakukan jajaran Polres Metro Tangerang Kota,” ujar Jauhari.

    Kasus ini menambah daftar panjang peredaran narkoba di Indonesia. Sebelumnya, Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara akibat terlibat dalam peredaran narkoba, menunjukkan bahwa aparat penegak hukum terus berupaya memberantas kejahatan ini tanpa pandang bulu.

    Masyarakat juga diajak ikut aktif membantu kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. “Jangan ragu dan takut, segera laporkan agar kami bisa segera tangkap dan peredaran narkotika bisa dicegah sedini mungkin,” kata Kapolres.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukumannya mulai dari pidana minimal 6 tahun penjara hingga hukuman seumur hidup atau pidana mati.

    Dalam konteks penegakan hukum yang lebih luas, kasus ini juga mengingatkan pada berbagai tindak kriminal lain yang memerlukan kewaspadaan aparat, seperti Anggota Polisi Ditodong Senjata saat mengejar pelaku curanmor yang menunjukkan risiko tinggi dalam tugas pengamanan masyarakat.

    Pengungkapan ini merupakan bukti komitmen Polresta Metro Tangerang Kota dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Kapolres mengapresiasi kesigapan personel yang berhasil mengungkap kasus tersebut saat patroli malam berlangsung.

    Dengan berat ganja yang disita mencapai lebih dari satu kilogram, polisi memperkirakan ribuan orang berpotensi terhindar dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

    Kasus serupa juga pernah menimpa publik figur, di mana Ammar Zoni Pikir-pikir Vonis 7 Tahun Penjara yang menunjukkan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku peredaran narkoba di Indonesia.

    Sementara itu, reaksi keluarga juga menyertai vonis tersebut, seperti Aditya Zoni Kecewa Vonis Ammar Zoni 7 Tahun Penjara, yang menunjukkan kompleksitas dampak hukum terhadap keluarga pelaku.

    Polresta Metro Tangerang Kota berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan operasi cipta kondisi guna mencegah peredaran narkoba di wilayah Tangerang Raya. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.

  • DPRD Tangerang Siap Dukung RSUD Benda Naik Kelas Jadi RS Tipe C

    DPRD Tangerang Siap Dukung RSUD Benda Naik Kelas Jadi RS Tipe C

    Jbnews.id – DPRD Kota Tangerang, Banten, menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh peningkatan peralatan medis di RSUD Benda. Dukungan ini bertujuan agar status rumah sakit tersebut naik dari kelas D menjadi Rumah Sakit (RS) Tipe C.

    Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menegaskan komitmen lembaganya dalam meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat. “Kami DPRD siap dukung dalam meningkatkan kebutuhan peralatan medis dan fasilitas lainnya. Karena kami yakin, dengan keberadaan rumah sakit ini masyarakat akan semakin terlayani. Secara jumlah kamar maupun fasilitas lainnya akan terus kita tingkatkan,” kata Rusdi Alam dalam keterangannya di Tangerang, Sabtu (30/5/2026).

    Pernyataan tersebut menegaskan fokus DPRD pada aspek pelayanan dan infrastruktur kesehatan dasar. Langkah ini dinilai krusial mengingat RSUD Benda telah beroperasi selama 16 bulan dan melayani ribuan pasien. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan rumah sakit tersebut telah melayani total 6.409 pasien dengan 61 tempat tidur perawatan.

    Tantangan Pengembangan Lahan dan Relokasi

    Rusdi Alam juga mengungkapkan adanya tantangan terkait pengembangan lahan rumah sakit. Hal ini membutuhkan kajian lebih lanjut, termasuk kemungkinan relokasi fasilitas pendidikan di sekitar kawasan tersebut. “Salah satu tantangannya adalah kebutuhan relokasi sekolah karena keterbatasan lahan. Tetapi nanti akan kita kaji terlebih dahulu seperti apa alternatif terbaiknya, tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” tambahnya.

    Persoalan lahan menjadi krusial dalam rencana ekspansi RSUD Benda. Keterbatasan ini mengharuskan pemerintah kota untuk mencari solusi inovatif tanpa mengorbankan kualitas pelayanan. Kajian mendalam akan dilakukan untuk memastikan setiap langkah pengembangan sesuai dengan regulasi dan anggaran yang tersedia.

    Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangerang, Syamsuri, menambahkan bahwa pengawasan terhadap pengembangan rumah sakit akan dilakukan secara ketat. “Pengawasan terhadap pengembangan rumah sakit dari sisi fisik bangunan, pelayanan, kelengkapan tenaga kesehatan, hingga keberadaan dokter spesialis akan terus dilakukan agar semakin optimal pelayanan yang diberikan dan mampu menaikan status menjadi RS Tipe C,” ujarnya.

    Syamsuri menekankan bahwa peningkatan status menjadi RS Tipe C bukan hanya soal fisik bangunan. Ketersediaan tenaga kesehatan spesialis menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. DPRD akan mengawal proses ini untuk memastikan standar pelayanan terpenuhi.

    Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Benda

    Direktur RSUD Benda Kota Tangerang, dr. Suhendra, mengungkapkan bahwa saat ini ada tujuh poli rawat jalan yang sudah melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ketujuh layanan itu meliputi Poli Bedah, Penyakit Dalam, Anak, Kebidanan, Bedah Mulut, Konservasi Gigi, hingga Poli Paru.

    “Untuk bedah mulut memang belum bekerja sama dengan BPJS. Namun masyarakat tetap bisa mengakses layanan tersebut secara umum atau pribadi,” ungkap dr. Suhendra. Ia menjelaskan bahwa satu poli belum bekerja sama karena saat proses kredensial, dokter spesialis untuk layanan tersebut belum tersedia.

    Hadirnya layanan BPJS Kesehatan di RSUD Benda merupakan langkah signifikan dalam perluasan akses kesehatan. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menuturkan bahwa kerja sama dengan BPJS Kesehatan ini merupakan komitmen Pemkot Tangerang dalam menjalankan program JKN-KIS.

    RSUD Benda sendiri termasuk RS kategori tipe D dan telah beroperasi selama 16 bulan sejak Desember 2024. Meski diresmikan setahun sebelumnya, rumah sakit ini terus berbenah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan. Dengan total 61 tempat tidur perawatan, RSUD Benda telah melayani 6.409 pasien, di antaranya 2.132 pasien rawat inap.

    Langkah DPRD ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan program kesehatan. Sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan dapat mempercepat realisasi peningkatan status rumah sakit.

    Komitmen DPRD Kota Tangerang ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih baik. Dengan dukungan penuh dari legislatif, proses peningkatan status RSUD Benda diharapkan dapat berjalan lancar dan sesuai target. Hal ini juga sejalan dengan upaya mendorong ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat.

    Ke depannya, DPRD akan terus mengawal proses pengembangan RSUD Benda, baik dari sisi anggaran, fisik bangunan, maupun ketersediaan tenaga kesehatan. Pengawasan ini penting untuk memastikan bahwa setiap tahapan peningkatan status berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Tangerang.

  • Wagub Banten: Ngadu Bedug Harus Lestari di Tengah Modernisasi

    Wagub Banten: Ngadu Bedug Harus Lestari di Tengah Modernisasi

    Jbnews.id – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan tradisi Ngadu Bedug sebagai identitas budaya masyarakat Pandeglang harus dilestarikan di tengah arus modernisasi. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Gebrag Ngadu Bedug 2026 di Alun-alun Pandeglang, Jumat (29/5/2026), yang dihadiri ribuan warga.

    Acara budaya yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 ini kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama dua tahun berturut-turut. Mengusung tema “Tang Ting Tung Dong, Warna Bunyi dalam Jerami”, gelaran ini menjadi ajang pertemuan para komposer nusantara, seniman, komunitas budaya, dan pelaku ekonomi kreatif.

    Dimyati mengapresiasi sanggar seni dan Kampung Bedug yang konsisten menjaga tradisi budaya di Pandeglang. Menurutnya, tradisi ini merupakan simbol identitas daerah yang dikenal sebagai wilayah religius, daerah seribu ulama dan sejuta santri. “Kalau tidak kita pertahankan, identitas kita bisa hilang. Bedug adalah salah satu identitas budaya yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

    Ia menilai tantangan pelestarian budaya semakin besar seiring perkembangan zaman. Karena itu, tradisi Ngadu Bedug harus terus diwariskan kepada generasi muda. Dimyati juga menyebut keberhasilan Gebrag Ngadu Bedug kembali masuk KEN sebagai prestasi penting bagi Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. “Karena sudah masuk KEN, event ini tidak boleh berhenti. Harus terus dilaksanakan dan dikembangkan setiap tahun,” tegasnya.

    Ketua Asosiasi Seniman Bedug Kabupaten Pandeglang, Endang Suhendar, mengatakan Gebrag Ngadu Bedug lahir dari tradisi masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Menurutnya, bedug bukan sekadar alat musik, melainkan media komunikasi dan bagian dari kehidupan sosial masyarakat Pandeglang. “Bedug bukan sekadar alat bunyi. Ia adalah bahasa kampung yang diwariskan lintas generasi,” katanya.

    Sebanyak 20 Kampung Bedug dari berbagai wilayah di Pandeglang turut berpartisipasi dalam ajang ini. Selain sebagai sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pergerakan UMKM, perdagangan, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata lokal.

    Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pembukaan acara. Salah satunya Mardatillah Nabila (16), pelajar asal Kadulisung, yang datang bersama teman-temannya setelah mengetahui informasi melalui media sosial. “Ingin tahu budaya kita. Awalnya tahu di media sosial, akhirnya penasaran jadi datang nonton. Jadi nambah ilmu pengetahuan juga,” kata Nabila.

    Semangat menjaga tradisi juga ditunjukkan peserta dari Kampung Cilaja. Koordinator kelompok, Mustori (40), mengatakan persiapan menghadapi Gebrag Ngadu Bedug 2026 dilakukan jauh hari melalui latihan rutin yang diperpadat menjelang perlombaan. “Persiapan yang padat sekitar satu bulan. Sebelumnya kami latihan rutin seminggu sekali, lalu menjelang event latihan hampir setiap hari,” ujarnya.

    Menurut Mustori, tradisi bedug di Kampung Cilaja awalnya digunakan untuk kegiatan keagamaan di masjid, terutama saat Ramadan dan malam takbiran, sebelum berkembang menjadi kesenian budaya masyarakat. “Awalnya bedug digunakan untuk kegiatan keagamaan, sekarang berkembang menjadi kesenian dan kebudayaan masyarakat,” katanya.

    Saat ini kelompok bedug Kampung Cilaja diperkuat sekitar 35 personel yang terdiri dari 20 perempuan dan 15 laki-laki. Regenerasi terus dilakukan dengan melibatkan berbagai kelompok usia. Mustori juga mengungkapkan tingginya dukungan masyarakat. “Dukungan masyarakat luar biasa. Dari bapak-bapak, ibu-ibu sampai remaja dan anak-anak sangat antusias,” tuturnya.

    Ia mengaku bangga atas capaian Kampung Cilaja yang berhasil meraih Juara I Gebrag Ngadu Bedug 2025. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berlatih dan mempertahankan warisan budaya leluhur. “Alhamdulillah, tahun 2025 Kampung Cilaja meraih Juara 1. Prestasi itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berlatih dan mempertahankan tradisi bedug sebagai warisan budaya masyarakat,” ujar Mustori.

    Sebagai informasi, Kabupaten Pandeglang juga terus mengembangkan infrastruktur dan pelayanan publik. Salah satunya, dua pejabat Pandeglang baru saja purna tugas dan mendapat apresiasi dari Bupati. Selain itu, pembangunan jalan desa sepanjang 1,3 km di Pandeglang telah rampung dengan biaya Rp3,84 miliar, yang diharapkan dapat mendukung aksesibilitas dan perekonomian lokal.

    Pembukaan Gebrag Ngadu Bedug 2026 turut dihadiri Komisaris Utama Indonesia Tourism Development Corporation Irna Narulita, Asisten Deputi Pemasaran KEN Kementerian Pariwisata Erwita Dianti, serta Bupati Pandeglang Dewi Setiani. Selama tiga hari pelaksanaan, dentuman bedug dari berbagai kampung di Pandeglang akan terus menggema sebagai simbol bahwa tradisi warisan leluhur tersebut tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah masyarakat modern.