Blog

  • Asus ROG Ally X20 Resmi: Layar OLED dan Bundling Kacamata AR

    Asus ROG Ally X20 Resmi: Layar OLED dan Bundling Kacamata AR

    JBNews.id — Asus resmi memperkenalkan ROG Xbox Ally X20, generasi terbaru handheld gaming yang membawa perubahan signifikan pada sektor layar dan sistem kontrol. Perangkat ini hanya akan dijual dalam paket bundling eksklusif bersama kacamata pintar AR, tanpa opsi pembelian terpisah.

    Peluncuran ini menjawab dua keluhan utama pengguna generasi sebelumnya: ukuran layar yang terasa sempit dengan bezel tebal, serta tombol “Library” yang kerap tidak sengaja terpencet dan mengganggu pengalaman bermain. Asus merombak total kedua aspek tersebut pada Ally X20.

    Peningkatan paling signifikan ada pada sektor visual. Asus meninggalkan panel IPS 7 inci dan menggantinya dengan layar OLED 7,4 inci beresolusi 1080p dengan refresh rate 120Hz. Kualitas panel ini sangat impresif dengan tingkat kecerahan SDR di angka 600 nits dan kecerahan puncak HDR mencapai 1.400 nits—bahkan mengalahkan kecerahan layar Lenovo Legion Go 2.

    Layar ini juga telah mengantongi sertifikasi VESA DisplayHDR TrueBlack 1000 serta dukungan Dolby Vision. Fitur Variable Refresh Rate (VRR) turut diperbarui. Jika sebelumnya VRR hanya bisa turun hingga batas 48Hz, kini kemampuannya ditarik hingga 30Hz. Hal ini akan membuat pengalaman bermain terasa jauh lebih mulus, terutama saat game gagal mempertahankan frame rate tinggi secara stabil.

    Untuk urusan performa mentah, perangkat ini masih mempertahankan spek monster yang sama seperti pendahulunya: ditenagai prosesor AMD Z2 Extreme, dipadukan dengan RAM 24GB (8000MT/s), dan kapasitas penyimpanan 1TB.

    Asus merombak total pengalaman kontrol pada Ally X20. Tombol “Library” yang kerap mengganggu kini telah dimatikan dan diganti dengan tombol “Action” yang lebih fungsional. Mirip dengan kontroler konsol modern, satu ketukan pada tombol ini akan mengambil screenshot, sementara ketukan panjang akan mulai merekam layar.

    Pembaruan kontrol lainnya meliputi joystick anti-drift menggunakan modul GuliKit TMR yang kebal terhadap penyakit drift, D-pad transformatif yang bisa diubah mekanismenya dari 8-arah menjadi 4-arah hanya dengan memutarnya, serta tombol ABXY dan bumper yang dirancang rata dengan sasis saat ditekan penuh. Tombol bumper (L1/R1) dipindahkan posisinya untuk memberikan umpan balik taktil yang lebih sunyi namun responsif.

    Aksen visual juga mendapat sentuhan baru: tombol logo Xbox kini bisa menyala dengan lampu LED hijau. Slot memorinya juga ditingkatkan ke format microSD Express yang menawarkan kecepatan transfer data jauh lebih tinggi, mirip teknologi pada Nintendo Switch 2.

    Untuk mengakomodasi semua perubahan komponen dan desain kipas baru yang diklaim mampu menjaga suhu layar tetap dingin, bodi Ally X20 dirancang sedikit membengkak: lebih lebar 9 mm, lebih tebal 0,5 mm, dan lebih berat 41 gram dari pendahulunya.

    Strategi Penjualan yang Menguras Kantong

    Sayangnya, ada satu kabar buruk bagi para gamer yang berniat membelinya. Asus memastikan bahwa perangkat baru ini tidak akan dijual secara terpisah. Pada musim liburan mendatang, ROG Xbox Ally X20 hanya akan tersedia secara eksklusif dalam paket bundling bersama kacamata pintar AR R1 buatan Asus dan Xreal.

    Sebagai gambaran, kacamata AR tersebut jika dibeli terpisah dibanderol dengan harga USD 849 (sekitar Rp 13,8 jutaan)—angka yang hampir menyamai harga jual mandiri Xbox Ally X versi pertama (USD 1.000). Meski Asus belum membeberkan harga resmi untuk paket bundling ini, banyak pihak menduga strategi “kawin paksa” ini dilakukan untuk menyamarkan harga asli handheld baru tersebut yang kemungkinan meroket tajam, menyusul tren kenaikan harga perangkat gaming portabel akhir-akhir ini, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (2/6/2026).

    Bagi para penggemar teknologi dan gamer yang mengincar Fitur Terbaru dari Asus, keputusan untuk membeli paket bundling ini tentu perlu dipertimbangkan matang-matang. Harga Terbaru untuk paket tersebut belum diumumkan secara resmi, namun diperkirakan akan cukup tinggi mengingat nilai kacamata AR yang menyertainya.

    Performa mentah Ally X20 dengan prosesor AMD Z2 Extreme dan RAM 24GB menjanjikan Spesifikasi Lengkap yang mampu menjalankan game-game berat dengan lancar. Ditambah dengan layar OLED yang memukau, perangkat ini menjadi pilihan menarik bagi para gamer yang menginginkan pengalaman bermain portable terbaik.

    Namun, strategi bundling ini jelas membatasi akses bagi konsumen yang mungkin hanya menginginkan handheld-nya saja tanpa kacamata AR. Keputusan Asus ini bisa menjadi bumerang jika harga paket bundling terlalu tinggi dan tidak kompetitif di pasaran.

    Implikasi dari strategi ini bagi konsumen adalah mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan ROG Ally X20. Bagi yang sudah memiliki kacamata AR atau tidak tertarik dengan teknologi tersebut, opsi untuk membeli perangkat secara terpisah tidak tersedia, sehingga mereka mungkin akan menunggu hingga ada kebijakan penjualan yang berbeda atau beralih ke produk kompetitor.

    Di sisi lain, bagi para early adopter yang ingin merasakan teknologi terbaru, paket bundling ini bisa menjadi nilai tambah karena mereka mendapatkan dua perangkat canggih dalam satu pembelian. Kacamata AR R1 buatan Asus dan Xreal sendiri menawarkan pengalaman gaming yang imersif dengan layar virtual berukuran besar.

    Keputusan akhir ada di tangan konsumen: apakah bersedia membayar lebih untuk mendapatkan handheld gaming terbaru dengan layar OLED yang superior, atau memilih untuk menunggu dan melihat bagaimana perkembangan harga dan ketersediaan di masa mendatang.

    Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, ROG Ally X20 tetap menjadi salah satu handheld gaming paling menarik di tahun 2026. Inovasi pada layar OLED dan sistem kontrol yang lebih baik menunjukkan komitmen Asus untuk terus meningkatkan pengalaman bermain game portabel. Namun, strategi penjualan yang kontroversial ini patut dicermati oleh para calon pembeli.

    Satu hal yang pasti, para gamer di Indonesia harus bersiap-siap untuk mengeluarkan budget lebih jika ingin memiliki perangkat ini. Belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan di pasar Tanah Air, namun diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat setelah peluncuran global.

    Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan kasus hukum di Indonesia, Anda dapat membaca artikel tentang Pakar TPPU Desak KPK Periksa Dirjen Bea Cukai atau Kasus Viral Pelajar Sukabumi Dianiaya Mandek.

  • Insentif Penuh Mobil Listrik Nikel Dorong Hilirisasi Industri

    Insentif Penuh Mobil Listrik Nikel Dorong Hilirisasi Industri

    JBNews.id — Pemerintah akan memberikan insentif penuh berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk mobil listrik berbasis baterai nikel. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi industri nikel nasional.

    Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar, menilai kebijakan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus naik kelas dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain utama dalam rantai nilai industri baterai global.

    “Insentif ini sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah hilirisasi. Jika tidak diperkuat dengan kebijakan, kita hanya akan menjadi pemasok bahan baku, padahal kita memiliki cadangan nikel terbesar di dunia,” ujar Bisman di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

    Bisman menegaskan, tanpa kebijakan yang konsisten memperkuat nilai tambah di dalam negeri, Indonesia akan tetap berada di posisi hulu dalam rantai pasok global. Kebijakan insentif ini perlu diperkuat dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar insentif tidak berhenti pada peningkatan konsumsi.

    “Jangan sampai (kita) hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi pemain utama. Kebijakan insentif atau kemudahan lain harus sinkron dengan penguatan industri komponen di dalam negeri,” tambahnya.

    Di sisi lain, Bisman menilai baterai NMC memiliki keunggulan kuat, terutama untuk kendaraan berperforma tinggi dan jarak tempuh jauh. Hal ini menegaskan NMC sebagai salah satu teknologi kunci dalam industri kendaraan listrik global.

    “Prospek NMC masih sangat bagus karena keunggulannya. Meski teknologi LFP berkembang, nikel tetap memiliki posisi strategis di pasar kendaraan listrik global,” jelas Bisman.

    Skema Insentif dari Pemerintah

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah tengah menyiapkan skema insentif kendaraan listrik berupa PPN DTP sebesar 100 persen untuk mobil listrik berbasis baterai nikel. Sementara itu, mobil listrik non-nikel akan mendapatkan PPN DTP sebesar 40 persen.

    Selain itu, pemerintah juga menyiapkan subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta per unit. Rencananya, insentif tersebut akan menyasar sekitar 200 ribu unit kendaraan listrik, yang terdiri dari mobil dan motor listrik.

    “Kalau mobil yang baterainya nikel, PPN-nya ditanggung 100%. Kalau yang non-nikel, di bawah itu. Karena kita akan mendukung hilirisasi nikel di sini supaya nikel kita dipakai betul,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

    Insentif ini ditargetkan mulai bergulir pada Juni 2026. Kebijakan ini sejalan dengan langkah pemerintah daerah, seperti yang dilakukan Pemprov Banten yang ikut pusat dalam memberikan keringanan pajak kendaraan listrik.

    Percepatan Hilirisasi oleh IBC

    Hilirisasi nikel menjadi baterai kendaraan listrik saat ini terus dipercepat oleh Indonesia Battery Corporation (IBC). Perusahaan yang sahamnya juga dimiliki oleh MIND ID tersebut tengah mempersiapkan commercial operation date (COD) pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang pada Juli 2026 mendatang.

    Pabrik tersebut dibangun melalui kerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL) melalui entitas patungan bernama Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).

    Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi mencapai 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun. Pabrik ini diharapkan menjadi salah satu penggerak utama penguatan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

    Langkah hilirisasi ini juga didukung oleh berbagai proyek strategis lainnya di Jawa Barat, seperti investasi asing yang terus mengalir ke kawasan industri masa depan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

    Bisman menekankan bahwa kebijakan insentif harus sinkron dengan penguatan industri komponen di dalam negeri. Tanpa kebijakan yang konsisten, Indonesia berisiko tetap menjadi pasar bagi produk kendaraan listrik impor, bukan produsen utama.

    “Jangan sampai (kita) hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi pemain utama. Kebijakan insentif atau kemudahan lain harus sinkron dengan penguatan industri komponen di dalam negeri,” tegas Bisman.

    Dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat. Namun, tanpa kebijakan hilirisasi yang konsisten, posisi tersebut tidak akan memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional.

    Kebijakan insentif penuh untuk mobil listrik berbasis nikel ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam. Langkah ini juga sejalan dengan upaya mengurangi defisit neraca perdagangan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas di sektor manufaktur.

    Ke depannya, keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemprov Banten misalnya, telah memulai dengan menghapus pajak kendaraan listrik sejak Mei 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pusat.

    Selain itu, pengembangan ekosistem baterai yang terintegrasi juga membutuhkan dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, dan riset yang berkelanjutan. Tanpa ketiga elemen tersebut, hilirisasi nikel hanya akan menjadi wacana tanpa dampak nyata.

    Bagi konsumen, insentif ini memberikan angin segar. Harga mobil listrik berbasis baterai nikel menjadi lebih terjangkau. Hal ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia, yang pada akhirnya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

    Dengan target 200 ribu unit kendaraan listrik yang akan menerima insentif, pemerintah optimistis kebijakan ini akan mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik domestik sekaligus memperkuat industri baterai nasional.

    Secara keseluruhan, insentif penuh untuk mobil listrik berbasis nikel merupakan langkah strategis yang tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga membangun fondasi industri masa depan. Indonesia kini berada di persimpangan: menjadi pemain utama atau tetap menjadi pemasok bahan baku. Kebijakan ini adalah pilihan yang jelas.

  • Domain .ai.id Resmi Diluncurkan, Ini Cara Daftarnya

    Domain .ai.id Resmi Diluncurkan, Ini Cara Daftarnya

    JBNews.id — Indonesia resmi memiliki rumah digital untuk industri kecerdasan buatan dengan meluncurkan domain khusus .ai.id. Domain tingkat kedua berbasis kode negara (ccTLD) pertama di dunia yang dirancang khusus sebagai identitas digital ekosistem AI suatu negara ini merupakan hasil kolaborasi antara Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi).

    Peluncuran domain .ai.id disebut menjadi tonggak penting dalam Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan posisi sebagai salah satu kekuatan AI terbesar di Asia Tenggara pada 2030. Langkah ini diambil untuk mengatasi paradoks di mana industri AI Indonesia berkembang pesat, namun mayoritas startup, pengembang, hingga institusi riset masih bergantung pada domain generik .ai yang secara teknis merupakan kode negara Anguilla.

    “Peluncuran .ai.id bukan sekadar peluncuran domain, ini adalah deklarasi kedaulatan digital. Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan Artifisial,” ujar Ketua Umum Korika, Hammam Riza, dalam siaran pers yang diterima detikINET, Selasa (2/6/2026).

    Sebelumnya, pada 26 Mei 2026, Korika bersama Pandi menggelar panel diskusi terkait peluncuran .ai.id. Dalam kesempatan tersebut, Shidiq Purnama dari Pandi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut sebagai langkah strategis memperkuat identitas digital Indonesia di tingkat global.

    Data Pertumbuhan AI di Indonesia

    Berdasarkan Indonesia AI Report 2025, sekitar 45% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI dengan pertumbuhan mencapai 47% secara year-on-year. Angka tersebut menjadi salah satu yang tercepat di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, Korika saat ini menaungi lebih dari 4.000 anggota komunitas dengan sekitar 300 anggota aktif yang telah terverifikasi resmi. Ekosistem tersebut disebut akan menjadi pengguna awal domain .ai.id.

    Menurut Korika, kehadiran .ai.id bukan sekadar alamat website, tetapi juga simbol kredibilitas dan identitas digital AI Indonesia. Domain ini diharapkan mampu membantu investor maupun mitra internasional mengenali perusahaan AI asal Indonesia secara lebih jelas di ekosistem global. Korika menilai .ai.id juga dapat menjadi infrastruktur trust bagi layanan AI nasional, sebagaimana domain .gov.id identik dengan institusi pemerintah dan .ac.id digunakan perguruan tinggi.

    Domain khusus ini menjadi bagian dari ekosistem digital yang lebih luas, sejalan dengan berbagai inovasi teknologi lain yang terus berkembang. Salah satu contohnya adalah 13 penemuan arkeologi yang mengubah sejarah dunia, menunjukkan bagaimana teknologi dan inovasi terus membentuk peradaban.

    Cara Daftar Domain .ai.id

    Korika membuka proses pra-pendaftaran domain .ai.id secara bertahap melalui situs resmi domain.ai.id dengan empat fase pendaftaran.

    Fase pertama adalah Sunrise yang berlangsung pada 2 Juni hingga 2 Juli 2026. Tahap ini diprioritaskan bagi pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia untuk melindungi identitas brand mereka di era AI.

    Fase kedua, yakni Grandfather, yang dibuka pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026. Fase ini dikhususkan bagi pemilik domain .id aktif yang ingin mengamankan versi .ai.id dari domain yang sudah dimiliki sebelumnya.

    Fase ketiga, Landrush akan berlangsung pada 24 Agustus hingga 24 September 2026. Pada tahap ini masyarakat umum dapat memperoleh nama domain strategis melalui skema harga premium.

    Fase keempat, yaitu General Availability, akan dimulai pada 5 Oktober 2026. Pendaftaran dibuka untuk publik melalui registrar resmi PANDI dengan sistem first come, first served.

    Korika menyebutkan apabila terdapat lebih dari satu pihak yang mengajukan nama domain yang sama, maka penentuan akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka.

    Alexander selaku representatif brand domain.ai.id memastikan tingginya antusiasme masyarakat terhadap domain baru tersebut dapat dilayani secara optimal. “Kami siap menjawab kebutuhan pengguna dan memastikan proses registrasi .ai.id berjalan lancar bagi seluruh calon pengguna,” pungkasnya.

    Kehadiran domain .ai.id juga relevan dengan perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Pemerintah terus mendorong adopsi teknologi untuk meningkatkan daya saing nasional. Hal ini sejalan dengan upaya sinkronisasi visi pembangunan untuk Indonesia Emas 2045.

    Dengan hadirnya domain .ai.id, para pelaku industri AI di Indonesia kini memiliki identitas digital yang jelas dan kredibel. Domain ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekosistem AI nasional dan menarik lebih banyak investasi dari mitra internasional. Langkah ini juga menjadi bukti komitmen Indonesia dalam membangun kedaulatan digital di bidang kecerdasan buatan.

    Implikasi dari peluncuran ini sangat jelas: bagi startup, peneliti, dan perusahaan AI di Indonesia, memiliki domain .ai.id bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menunjukkan identitas dan kredibilitas di era digital. Investor dan mitra global kini dapat dengan mudah mengidentifikasi entitas AI asli Indonesia melalui domain ini, yang pada akhirnya akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri AI global.

  • Xiaomi 17T Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 8,9 Juta

    Xiaomi 17T Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 8,9 Juta

    JBNews.id — Xiaomi resmi meluncurkan Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro di Indonesia pada Selasa (2/6/2026) dengan peningkatan kamera signifikan pada varian dasar. Untuk pertama kalinya, Xiaomi 17T memiliki kamera periskop telephoto 50 MP dengan optical zoom 5x, setara dengan versi Pro.

    Kedua ponsel ini hadir setelah peluncuran global beberapa hari sebelumnya. Varian dasar kini memiliki konfigurasi kamera yang identik dengan saudaranya, sebuah lompatan besar dari kamera telephoto 2x di generasi sebelumnya.

    “Untuk pertama kalinya Xiaomi menghadirkan peningkatan menyeluruh pada Xiaomi 17T series, menghadirkan pengalaman telephoto yang luar biasa di kedua lini,” kata Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng dalam acara peluncuran di Jakarta.

    Spesifikasi Xiaomi 17T

    Xiaomi 17T mengusung kamera utama 50 MP dengan sensor Light Fusion 800 berukuran 1/1,55 inch dan OIS. Kamera telephoto periskop 50 MP mendukung optical zoom 5x, zoom lossless 10x, dan AI Ultra Zoom hingga 120x. Mode telemakro memungkinkan pengambilan foto dari jarak hanya 30 cm.

    Kamera ultrawide 12 MP dan kamera depan 32 MP melengkapi konfigurasi optiknya. Xiaomi kembali bekerja sama dengan Leica, menghadirkan Leica Summilux Optical Lens dengan Leica UltraPure Optical Design. Fitur baru Leica Live Moment memungkinkan pengambilan foto bergerak dengan watermark Leica khusus.

    Layar Xiaomi 17T berukuran 6,59 inch dengan panel MAOLED resolusi 1,5K (2756 x 1268 pixel), refresh rate 120Hz, dan kecerahan hingga 3.500 nits. Layar ini mendukung HDR10+, Dolby Vision, Wet Touch, dan empat sertifikasi TÜV Rheinland. Corning Gorilla Glass 7i melindungi dari goresan.

    Performa ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra fabrikasi 4nm, dipadukan dengan RAM LPDDR5X 12GB dan memori internal UFS 4.1 hingga 512GB. Baterai silikon-karbon 6.500 mAh mendukung pengisian cepat 65W. Sistem pendingin Xiaomi 3D IceLoop dan chip Surge T1+ untuk sinyal turut disertakan.

    Spesifikasi Xiaomi 17T Pro

    Xiaomi 17T Pro memiliki konfigurasi kamera serupa dengan saudaranya, kecuali kamera utama. Xiaomi 17T Pro menggunakan sensor Light Fusion 950 berukuran 1/1,31 inch yang lebih besar. Perbedaan lain: kamera Xiaomi 17T Pro mampu merekam video 8K 30fps, sedangkan Xiaomi 17T hanya 4K 60fps.

    Layar Xiaomi 17T Pro lebih besar, yaitu 6,83 inch AMOLED resolusi 1,5K (2772 x 1280 pixel), refresh rate 144Hz, dan kecerahan 3.500 nits. Fitur display lainnya identik dengan Xiaomi 17T.

    Chipset flagship MediaTek Dimensity 9500 fabrikasi 3nm menjadi otak ponsel ini, dipasangkan dengan RAM LPDDR5X 12GB dan memori UFS 4.1 hingga 512GB. Baterai silikon-karbon 7.000 mAh diklaim bertahan hingga 1,88 hari dengan pengisian cepat HyperCharge 100W dan wireless HyperCharge 50W.

    HyperOS 3 dan Fitur AI

    Kedua ponsel menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 15. Fitur pintar Xiaomi HyperAI mencakup AI Writing, AI Speech Recognition, AI Interpreter, AI Dynamic Wallpaper, Circle to Search, dan Google Gemini.

    Xiaomi 17T series juga terhubung dengan ekosistem Apple melalui Xiaomi HyperConnect. Fitur AI Creativity Assistant seperti AI Audio, AI Cutout, AI Beautify, AI Erase Pro, dan AI Image Expansion tersedia untuk pengeditan foto dan video.

    Bagi pengguna yang tertarik dengan perangkat gaming, Harga Terbaru Steam Deck juga menjadi perbincangan di kalangan gamer.

    Harga dan Ketersediaan

    Xiaomi 17T hadir dalam warna Black, Opal White, dan Violet. Berikut harga resmi:

    • Xiaomi 17T 12/256GB: Rp 8.999.000
    • Xiaomi 17T 12/512GB: Rp 9.999.000

    Khusus pembelian di Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia pada 6-15 Juni 2026, harga khusus Rp 7.999.000.

    Xiaomi 17T Pro tersedia dalam warna Black, Deep Violet, dan Deep Blue. Berikut harga resmi:

    • Xiaomi 17T Pro 12/256GB: Rp 11.999.000
    • Xiaomi 17T Pro 12/512GB: Rp 12.999.000

    Khusus pembelian di Shopee pada 6-8 Juni 2026, harga khusus Rp 11.499.000.

    Kedua ponsel dapat dipesan melalui Mi.com, Xiaomi Store, Tokopedia, TikTok Shop by Tokopedia, Blibli, Digiplus, dan Erafone. Pembelian selama periode 6-30 Juni 2026 mendapatkan gratis Redmi Headphone Neo (Rp 1.499.000), Spotify Premium Standard enam bulan, Google AI Pro tiga bulan, dan VIP services eksklusif.

    Dengan harga yang kompetitif dan fitur kamera flagship, Xiaomi 17T series menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan Fitur Terbaru dengan anggaran terbatas. Sementara itu, bagi yang memantau tren industri, Spesifikasi Lengkap perangkat ini patuk diperhatikan.

  • BRIN Minta Maaf Unggah Garuda Hasil AI Saat Hari Lahir Pancasila

    BRIN Minta Maaf Unggah Garuda Hasil AI Saat Hari Lahir Pancasila

    JBNews.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf atas unggahan peringatan Hari Lahir Pancasila yang menggunakan gambar Garuda Pancasila hasil kecerdasan buatan (AI). Permasalahan utama bukan pada penggunaan teknologi AI, melainkan ketidaksesuaian detail visual pada lambang negara tersebut.

    Menyadari kesalahan, BRIN langsung menghapus unggahan tersebut dari seluruh kanal media sosial, termasuk akun Instagram resmi @brin_indonesia. Lembaga riset nasional itu kemudian menuliskan permintaan maaf melalui kolom komentar di platform yang sama.

    “PERMOHONAN MAAF. BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis BRIN dalam pernyataan resminya, Selasa (2/6/2026).

    BRIN menegaskan bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi institusi. “Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang,” sambung pernyataan tersebut.

    Lebih lanjut, BRIN menjelaskan bahwa mereka telah melakukan evaluasi internal atas konten yang bermasalah. “Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki. Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN,” tegas lembaga yang pertama kali dibentuk pada tahun 2019 ini.

    Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, ribuan komentar dari warganet tetap membanjiri unggahan terbaru BRIN. Sebagian besar menyuarakan kekecewaan atas insiden yang dianggap mencederai kesakralan lambang negara.

    “Badan riset malah pakai AI dan melecehkan lambang negara dihari kesakralannya. Tolonglah tempatkan employment sesuai dengan keahliannya. Kita aja kirim laporan, berulang kali di check dan diperiksa dulu sebelum dikirim. Lah ini tak ada riset sama sekali. Miris,” tulis seorang warganet.

    “Ayo adik-adik belajar lagi tentang lambang negara dan tugas serta tupoksinya biar gak malu2in,” ucap warganet lainnya.

    Namun, tidak sedikit pula yang membela BRIN. “Wah akun @brin_indonesia rame.. namanya manusia tak luput dari salah dan khilaf, saya rasa adminya tak ade maksd menghina lambang negara kok. Belajar dari kesalahan ya min ambil sisi positifnya saja dunia konten kreator ya seperti ini wajib tahan banting… Tetap semangat berkarya menghasilkan konten positif dan bermanfaat,” bela seorang netter.

    “Kali ini kita maklumi karena anggaran kalian secuil doang wkwkwkw,” sahut yang lain dengan nada sindiran.

    Insiden ini menjadi pengingat bagi institusi pemerintah dan publik tentang pentingnya verifikasi konten sebelum dipublikasikan, terutama yang berkaitan dengan simbol-simbol negara. Penggunaan kecerdasan buatan dalam pembuatan konten visual memang memudahkan proses kreatif, namun tetap memerlukan pengawasan manusia untuk memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap regulasi.

    Sebelumnya, BRIN juga sempat menjadi sorotan publik terkait berbagai kebijakan riset nasional. Lembaga ini berada di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi serta memiliki peran strategis dalam pengembangan inovasi di Indonesia.

    Kasus serupa juga pernah terjadi pada BNI Minta Maaf atas kesalahan administrasi yang melibatkan dana nasabah. Hal ini menunjukkan bahwa kesalahan dalam pengelolaan konten dan administrasi bisa terjadi di berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta.

    Dari sisi regulasi, penggunaan lambang negara diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Setiap modifikasi atau perubahan pada Garuda Pancasila tanpa izin resmi dapat dikenakan sanksi hukum.

    BRIN berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengawasan internal dalam produksi konten digital. Lembaga ini juga membuka ruang bagi publik untuk terus memberikan masukan konstruktif demi perbaikan kinerja ke depan.

    Ke depan, BRIN diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam memproduksi dan mendistribusikan konten, khususnya yang berkaitan dengan simbol-simbol kenegaraan. Kasus ini juga menjadi pembelajaran bagi institusi lain tentang pentingnya quality control dalam era digital yang serba cepat.

    Insiden ini juga memicu diskusi lebih luas tentang etika penggunaan kecerdasan buatan dalam pembuatan konten resmi pemerintah. Banyak pihak menilai bahwa teknologi AI memang memberikan kemudahan, namun tidak boleh menggantikan ketelitian dan rasa hormat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

    BRIN sendiri merupakan lembaga riset yang lahir dari penggabungan berbagai lembaga penelitian di Indonesia. Dengan mandat untuk memperkuat inovasi nasional, BRIN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kredibilitas dan profesionalisme di mata publik.

    Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, aspek humanis dan kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi prioritas utama. BRIN telah mengambil langkah cepat dengan meminta maaf dan memperbaiki konten, namun dampak reputasional tetap perlu diantisipasi.

    Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini juga menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Penggunaan AI untuk konten kreatif memang sah-sah saja, tetapi harus dilakukan dengan pemahaman yang cukup tentang implikasi hukum dan etika.

    BRIN berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur produksi konten digital. Lembaga ini juga akan meningkatkan pelatihan bagi tim kreatif dan humas untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

    Bagi publik, insiden ini menjadi pengingat bahwa setiap konten yang dipublikasikan oleh institusi negara harus melalui proses verifikasi yang ketat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan koreksi juga sangat dihargai sebagai bentuk kontrol sosial yang konstruktif.

    BRIN menyadari bahwa kepercayaan publik adalah aset paling berharga. Oleh karena itu, setiap kesalahan sekecil apapun harus segera diakui dan diperbaiki dengan transparan.

    Ke depannya, BRIN berkomitmen untuk menjadi contoh dalam penerapan tata kelola digital yang baik, termasuk dalam hal penggunaan teknologi AI untuk konten resmi. Lembaga ini juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

    Kasus ini juga menarik perhatian para pengamat kebijakan publik. Mereka menilai bahwa insiden ini seharusnya menjadi momentum bagi seluruh institusi pemerintah untuk meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) dalam produksi konten digital.

    Dari sisi komunikasi, langkah BRIN yang cepat meminta maaf dan memperbaiki konten dinilai sebagai respons yang tepat. Namun, beberapa pengamat menyarankan agar BRIN juga melakukan sosialisasi mengenai prosedur pembuatan konten resmi kepada publik untuk meningkatkan transparansi.

    BRIN sendiri memiliki peran strategis dalam mendorong riset dan inovasi di Indonesia. Dengan berbagai program unggulan, BRIN diharapkan dapat terus berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.

    Insiden Garuda AI ini tidak mengurangi komitmen BRIN terhadap visi dan misinya. Sebaliknya, BRIN menjadikan pengalaman ini sebagai bahan introspeksi untuk terus memperbaiki kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

    Bagi masyarakat Jawa Barat dan Banten, BRIN juga memiliki beberapa fasilitas riset yang tersebar di kedua provinsi tersebut. Oleh karena itu, kredibilitas BRIN menjadi penting bagi pengembangan riset di tingkat regional.

    Kasus ini juga menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan tagar #BRINMintaMaaf sempat menjadi tren di Twitter. Diskusi publik menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat peduli terhadap simbol-simbol negara dan kesakralannya.

    BRIN berharap bahwa permohonan maaf yang telah disampaikan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Lembaga ini juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam setiap langkah komunikasi publik ke depannya.

    Dengan adanya insiden ini, diharapkan seluruh ASN dan institusi pemerintah dapat mengambil pelajaran berharga tentang pentingnya ketelitian dan kepatuhan terhadap regulasi dalam era digital.

    BRIN akan terus berupaya menjadi lembaga riset yang profesional, kredibel, dan terpercaya di mata publik. Setiap kritik dan masukan akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.

    Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa di era informasi yang serba cepat, verifikasi dan fact-checking menjadi semakin krusial. Tidak hanya untuk institusi pemerintah, tetapi juga untuk seluruh pelaku komunikasi publik.

    BRIN menegaskan komitmennya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa. Semoga insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

  • 13 Penemuan Arkeologi yang Ubah Sejarah Dunia, Ada dari Indonesia

    13 Penemuan Arkeologi yang Ubah Sejarah Dunia, Ada dari Indonesia

    JBNews.id — Sejumlah penemuan arkeologi telah mengubah cara pandang ilmuwan terhadap sejarah peradaban manusia. Dari gua di Kalimantan Timur hingga benteng di Pegunungan Andes, temuan-temuan ini memberikan bukti baru yang mengejutkan tentang kemampuan dan kompleksitas masyarakat kuno. Salah satu yang paling mencengangkan berasal dari Indonesia, yaitu bukti tindakan medis tertua di dunia.

    Para arkeolog di Gua Liang Tebo, Kalimantan Timur, menemukan bukti bahwa seorang manusia purba pemburu-pengumpul berhasil selamat setelah menjalani amputasi kaki sekitar 31.000 tahun lalu. Temuan ini menjadi bukti tindakan medis tertua yang diketahui dalam sejarah manusia. Keselamatan pria muda tersebut menunjukkan tingkat kepedulian dan solidaritas sosial yang tinggi, mengubah pemahaman tentang kasih sayang dan kerja sama dalam masyarakat prasejarah.

    Penemuan ini tidak hanya mengguncang dunia arkeologi, tetapi juga membuka perspektif baru tentang sejarah medis. Sebelumnya, para ilmuwan meyakini bahwa tindakan medis kompleks seperti amputasi baru muncul di era pertanian atau peradaban awal. Namun, bukti dari Kalimantan Timur ini memaksa para ahli untuk merevisi teori tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan medis dan sosial masyarakat pemburu-pengumpul jauh lebih maju dari perkiraan sebelumnya.

    Selain temuan dari Indonesia, masih ada belasan penemuan arkeologi lain yang tak kalah mencengangkan. Mulai dari cakar burung moa raksasa di Selandia Baru, hingga cincin safir milik Kaisar Romawi Caligula. Setiap temuan menyimpan cerita unik yang memberikan petunjuk baru tentang kehidupan di masa lalu.

    Penemuan Arkeologi yang Mengguncang Ilmu Pengetahuan

    Tahun 1987, para penjelajah di Selandia Baru menemukan cakar burung moa yang termumifikasi. Burung raksasa ini sudah dianggap punah 600 tahun lalu. Cakar tersebut masih lengkap dengan otot, kulit, dan urat. Kondisi yang terawat baik ini memicu spekulasi bahwa burung moa mungkin bertahan lebih lama di tempat-tempat terpencil. Penemuan ini membuka misteri baru tentang sejarah alam dan kepunahan spesies.

    Di Eropa, sarung tangan megah milik Kaisar Romawi Suci Maximilian I yang digunakan sejak 1508 hingga wafatnya pada 1519 menjadi bukti keahlian pembuat senjata abad pertengahan. Setiap detail sarung tangan ini memancarkan kekuasaan sang kaisar. Perpaduan sempurna antara kekuatan dan keanggunan ini bukan sekadar pelindung, melainkan simbol prestise di era tersebut.

    Sementara itu, patung-patung Trinitas Raja yang ditemukan dalam penggalian di Lembah Raja Mesir pada tahun 1908 menawarkan jendela ke dalam peradaban Firaun. Lebih dari satu abad setelah penemuannya, patung ini menjadi bukti keterampilan para perajin kuno. Keagungan mereka bertahan dan terus memikat imajinasi di seluruh dunia.

    Misteri Teknik Kuno yang Tak Terpecahkan

    Benteng Sacsayhuamán di Pegunungan Andes, Peru, memukau para ilmuwan dengan teknik kuno yang nyaris ajaib. Batu-batu di benteng ini tersusun begitu rapat seolah kenyal dan menyatu sempurna. Para insinyur modern menganggapnya mustahil tanpa bahan kimia khusus. Padahal, blok besar dari batu andesit keras ini menunjukkan bahwa para pembangun kuno Suku Inca menguasai ilmu kimia setara teknik tembikar masa kini. Dengan batu-batu raksasa yang dipasang rapi di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut, Sacsayhuamán bukan hanya tantangan bagi ilmu modern, tetapi juga misteri peradaban yang luar biasa.

    Di India, Benteng Besi Lohagad yang berada di ketinggian 1.033 meter di atas permukaan laut di Maharashtra menjadi keajaiban militer era Kekaisaran Maratha. Di bawah kepemimpinan Chhatrapati Shivaji Maharaj yang legendaris, benteng ini memiliki jalan batu yang berkelok-kelok dan tebing yang menjulang tinggi. Benteng ini masih berdiri kokoh, dikelilingi oleh tanaman hijau subur, membisikkan kisah-kisah pertempuran sengit dan kecemerlangan strategi. Menjelajahi Lohagad seperti melangkah mundur ke masa lalu.

    Hutan Kosta Rika menyimpan misteri bola-bola batu raksasa dari budaya Diquís kuno sekitar tahun 600 M. Bagaimana masyarakat saat itu mampu mengukir ratusan bola sempurna tanpa alat modern? Temuan ini mengguncang pemahaman tentang sejarah manusia, terutama dengan bukti manusia di Meksiko Tengah yang berusia hingga 30.000 tahun. Pertanyaan tentang rahasia dan inspirasi di balik karya seni unik ini masih belum terjawab hingga kini.

    Di Turki, sebuah bukit ternyata menyembunyikan Teater Besar Ephesus kuno. Teater ini dibangun pada abad ke-3 SM oleh bangsa Romawi dengan kapasitas 25.000 penonton. Perbandingan foto sebelum dan sesudah penggalian arkeologi yang dimulai pada akhir tahun 1800-an menunjukkan transformasi yang menakjubkan. Kini, teater tersebut menjadi daya tarik wisata yang membanggakan. Sungguh menakjubkan bagaimana sedikit sejarah dapat dihidupkan kembali.

    Bukti Peradaban dari Berbagai Belahan Dunia

    Mumi Pacheri atau mungkin Nenu di Museum Louvre, Paris, bukanlah mumi sembarangan. Tokoh penting era Ptolemaik ini memiliki wajah berhiaskan motif unik. Kerah manik-maniknya berkilau, sementara celemeknya menampilkan kisah Isis dan keempat putra Horus. Terletak tenang di atas makam Osiris, mumi ini memancarkan aura misteri dan kedamaian abadi yang memikat para pengunjung.

    Taman Nasional White Sands menyimpan jejak kaki kuno berusia lebih dari 23.000 tahun. Ini menjadi salah satu bukti manusia paling awal di Amerika Utara. Ditemukan di pasir gipsum yang unik, jejak ini milik keluarga Paleo-India yang menjelajahi tanah bersama fauna raksasa saat zaman es terakhir. Warisan menakjubkan ini membuka jendela langsung ke masa lalu manusia purba dan petualangan mereka di Bumi.

    Patung perunggu kepala Seuthes III yang memukau dari sekitar tahun 310–300 SM ditemukan pada tahun 2004 dari makam raja di Kazanlak, Bulgaria. Mahakarya ini memamerkan puncak realisme kuno dan mewujudkan kecanggihan seni Helenistik. Seuthes III memerintah Kerajaan Odrysia Thracian. Perpaduan yang menakjubkan antara keanggunan Yunani dan identitas Thracian membuat patung ini tak terlupakan.

    Cincin safir menakjubkan yang diyakini milik Kaisar Romawi Caligula ditemukan di dekat Roma pada tahun 1910. Cincin berusia hampir 2.000 tahun ini memiliki desain rumit yang menonjolkan keahlian luar biasa pada masa itu. Cincin tersebut bahkan menggambarkan istri keempat Caligula, Caesonia. Penemuan bersejarah ini kini berada di British Museum, London.

    Terakhir, gelang emas berkaca biru dari makam Ratu Amanishakheto, penguasa Nubia pada abad ke-1 SM, menonjolkan keahlian luar biasa para pandai emas Nubia. Dihiasi dengan desain yang rumit, termasuk motif dewi bersayap, gelang ini disemayamkan di samping sang ratu. Karya indah ini melambangkan kekayaan dan kekuasaan Kerajaan Kush, yang terkenal dengan ratu-ratunya yang berpengaruh dan warisan budaya yang memukau.

    Penemuan-penemuan arkeologi ini memberikan pesona alam dan wawasan baru tentang kemampuan manusia di masa lalu. Setiap artefak dan situs menjadi bukti bahwa peradaban kuno memiliki pengetahuan dan keterampilan yang jauh melampaui perkiraan modern. Bagi para ilmuwan, temuan ini membuka jalur penelitian baru yang terus memperkaya pemahaman tentang sejarah manusia.

    Implikasinya bagi dunia ilmu pengetahuan sangat besar. Teori-teori lama tentang evolusi teknologi medis, teknik konstruksi, dan organisasi sosial harus ditinjau ulang. Bagi masyarakat umum, temuan ini mengingatkan bahwa masih banyak misteri masa lalu yang menunggu untuk diungkap. Setiap penggalian arkeologi berpotensi mengubah pemahaman tentang siapa kita dan dari mana kita berasal.

    Sementara itu, berita lain seperti pemulangan jemaah haji dan perkembangan terkini di Indonesia juga layak untuk diikuti. Dunia terus bergerak, namun masa lalu tetap menyimpan pelajaran berharga bagi masa depan.

  • 4 Kacamata Pintar dengan AI dan Fitur Kesehatan 2026

    4 Kacamata Pintar dengan AI dan Fitur Kesehatan 2026

    JBNews.id — Era wearable technology 2026 membawa perubahan signifikan pada kacamata pintar. Perangkat ini kini tidak lagi sekadar memutar musik atau menerima panggilan telepon. Integrasi kecerdasan buatan (AI), Augmented Reality (AR), dan fitur pemantauan kesehatan menjadikannya perangkat pendukung kehidupan sehari-hari yang jauh lebih berguna.

    Empat model unggulan yang sempat unjuk gigi di ajang Global Connect Show @Shenzhen 2026 menunjukkan betapa canggihnya teknologi wearable saat ini. Masing-masing menawarkan keunggulan berbeda, mulai dari desain ultra-ringan hingga kemampuan AI yang canggih.

    Inmo Go3: Kacamata AR AI dengan Baterai Hot-Swap

    Kacamata AR AI dari Inmo XR asal China ini dirancang agar terlihat seperti kacamata biasa. Dengan bobot hanya 50-58 gram dan frame super tipis 8 mm, Inmo Go3 sangat nyaman untuk pemakaian sepanjang hari.

    Kacamata Pintar

    Layar binocular Micro OLED-nya menampilkan informasi secara transparan di kedua mata, seperti notifikasi, petunjuk arah navigasi AR, dan overlay teks yang mudah dibaca. Salah satu inovasi terbaiknya adalah sistem baterai hot-swap magnetic yang memungkinkan pengguna mengganti baterai hanya dalam 5 detik tanpa mematikan perangkat.

    Didukung dua baterai 270 mAh plus charging case, Inmo Go3 siap menemani aktivitas panjang. Fitur AI-nya mencakup terjemahan real-time untuk puluhan bahasa (termasuk mode offline), AI assistant, ringkasan meeting, object recognition, serta navigasi AR menggunakan peta. Konektivitas Bluetooth 5.4 dan WiFi membuatnya mudah terhubung dengan smartphone untuk panggilan dan musik, sementara kamera POV bisa digunakan untuk mengambil foto dan video.

    Kacamata Pintar

    Privasi tetap terjaga dengan adanya camera cover fisik. Inmo Go3 sangat ideal bagi traveler lintas negara, profesional, dan siapa saja yang membutuhkan akses informasi cepat tanpa harus sering mengeluarkan ponsel. Harga mulai dari sekitar Rp7,9 juta untuk model dasar.

    GetD GSPro-28: Kacamata AI Paling Ringan dengan Fitur Kesehatan

    GetD GSPro-28 varian Almond menjadi salah satu kacamata AI paling ringan di pasaran dengan bobot hanya 29 gram. Desainnya yang elegan dan netral membuatnya cocok untuk pria maupun wanita dalam berbagai kesempatan, baik bekerja di kantor maupun beraktivitas sehari-hari. Produk ini bahkan berhasil meraih iF Design Award 2026 dan Good Design Award.

    Kacamata ini dilengkapi dual AI berbasis ChatGPT dan DeepSeek yang siap berperan sebagai asisten pintar. Kemampuan terjemahan real-time hingga 145 bahasa menjadi salah satu keunggulannya.

    Kacamata Pintar

    Selain itu, GetD GSPro-28 juga menghadirkan fitur kesehatan yang berguna seperti deteksi jatuh dan pemantauan postur leher. Audio open-ear spatial menghadirkan suara jernih untuk musik, panggilan, atau podcast tanpa menutup telinga. Lensa polarized UV400 dengan filter blue light melindungi mata dari sinar matahari dan radiasi layar.

    Dukungan Bluetooth 5.4, sertifikasi IP54, serta Apple Find My semakin melengkapi kenyamanan penggunaan sehari-hari. Dengan harga sekitar Rp2,5 juta, GetD GSPro-28 menawarkan kombinasi menarik antara desain ringan, kecerdasan AI, dan perhatian pada kesehatan.

    Chamelo Music Shield: Kacamata Olahraga dengan Lensa Electrochromic

    Chamelo Music Shield dirancang khusus untuk mereka yang aktif berolahraga di luar ruangan, seperti lari, bersepeda, atau hiking. Bobotnya yang ringan hanya 48 gram, ditambah grip anti-slip dan frame high-wrap, membuatnya nyaman meski digunakan dalam waktu lama.

    Fitur unggulan Chamelo Music Shield adalah lensa Eclipse Tint electrochromic yang bisa diubah tingkat kegelapannya hanya dengan geseran jari dalam waktu kurang dari 0,1 detik. Pengguna bisa dengan cepat menyesuaikan dari kondisi terang ke gelap sesuai lingkungan.

    Speaker open-ear memungkinkan mendengarkan musik atau menerima panggilan sambil tetap mendengar suara sekitar, sehingga lebih aman saat beraktivitas di jalan raya. Baterai audio bertahan hingga 6,5 jam, sementara fitur tint adjustment bisa mencapai 100 jam. Lensa impact-resistant dengan perlindungan UV optimal semakin menjadikannya pilihan tepat untuk gaya hidup aktif.

    Chamelo Music Shield dijual dengan harga sekitar Rp4,5 juta dan cocok bagi pecinta olahraga outdoor yang menginginkan kenyamanan serta proteksi mata sekaligus hiburan.

    Rokid AI Glasses Neo: Keseimbangan Desain, AI, dan Kamera

    Rokid AI Glasses Neo (juga dikenal sebagai Rokid AI Glasses Style) hadir sebagai salah satu kacamata AI paling ringan dan stylish dengan bobot hanya sekitar 38,5 gram. Menggunakan frame TR90 yang fleksibel dan nyaman, kacamata ini terlihat seperti kacamata biasa sehingga cocok untuk pemakaian sehari-hari tanpa terlihat seperti gadget.

    Kacamata ini didukung dual AI dengan ChatGPT dan Gemini yang berfungsi sebagai asisten pintar serba guna. Fitur AI mencakup terjemahan real-time, jawaban cepat atas pertanyaan, serta kemampuan computer vision.

    Dilengkapi kamera 12MP berkualitas tinggi untuk foto POV (hingga 4K) dan video 3K, Rokid AI Glasses Neo cocok untuk mengabadikan momen secara hands-free. Audio built-in memberikan kualitas suara yang baik untuk panggilan dan musik, sementara baterai diklaim tahan hingga 12 jam.

    Rokid AI Glasses Neo sangat sesuai untuk pengguna yang menginginkan keseimbangan antara desain ringan, kecerdasan AI kuat, dan kamera berkualitas. Di Indonesia, harganya berkisar Rp 11 jutaan saat ini.

    Implikasi dari kehadiran keempat kacamata pintar ini jelas: pasar wearable technology di Indonesia semakin kompetitif. Bagi konsumen, pilihan kini tidak hanya soal harga, melainkan juga fitur spesifik yang sesuai dengan kebutuhan. Inmo Go3 unggul di AR dan baterai hot-swap, GetD GSPro-28 menawarkan harga terjangkau dengan fitur kesehatan, Chamelo Music Shield ideal untuk olahraga, dan Rokid AI Glasses Neo menjadi pilihan bagi yang menginginkan kualitas kamera dan AI canggih.

    Dengan rentang harga dari Rp2,5 juta hingga Rp11 jutaan, konsumen perlu cermat memilih perangkat yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan produktivitas mereka. Teknologi wearable 2026 telah membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar aksesori, melainkan perangkat pendukung yang cerdas dan multifungsi.

  • Vertu AlphaFold: Ponsel Lipat Mewah dengan Asisten AI Hermes

    Vertu AlphaFold: Ponsel Lipat Mewah dengan Asisten AI Hermes

    JBNews.id — Vertu, merek ponsel ultra-mewah yang identik dengan bingkai emas dan kulit eksotis, resmi meluncurkan perangkat lipat perdananya, Vertu AlphaFold. Dibanderol mulai USD 6.880 (sekitar Rp 110 juta), ponsel ini tidak hanya mengandalkan material premium, tetapi juga menghadirkan agen kecerdasan buatan (AI) khusus bernama Hermes yang dirancang sebagai asisten virtual bagi para eksekutif perusahaan.

    Keputusan Vertu untuk masuk ke segmen ponsel lipat menandai langkah baru di tengah persaingan ketat pasar perangkat mewah. Alih-alih sekadar mengikuti tren, Vertu AlphaFold menawarkan nilai jual unik pada asisten digitalnya. Hermes, agen AI yang tertanam di perangkat, diposisikan sebagai ‘sekretaris pribadi’ yang mampu mengelola tugas-tugas manajerial dan korporat secara efisien.

    Bagi seorang eksekutif, berpindah-pindah aplikasi untuk mengecek jadwal, membalas email, atau melihat laporan bisnis tentu menyita waktu. Hermes mengambil alih tugas-tugas tersebut karena dirancang untuk berinteraksi langsung dengan perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP) perusahaan. Sistem ini merangkum sinyal data bisnis ke dalam satu dasbor tunggal dan mengeksekusi alur kerja lintas aplikasi, seperti integrasi antara kalender, email, dan platform komunikasi.

    Untuk menjawab kekhawatiran soal keamanan data tingkat tinggi, pemrosesan informasi privat dilakukan sepenuhnya secara lokal (on-device). Sementara itu, untuk tugas-tugas berisiko tinggi seperti transfer dana atau pemberian wewenang kepada karyawan, Hermes tidak beroperasi secara otonom dan mewajibkan konfirmasi manual dari pengguna. Fitur ini menjadi krusial di tengah meningkatnya risiko keamanan siber yang juga mempengaruhi kepercayaan investor di pasar global.

    Melengkapi kecanggihan AI tersebut, pengguna AlphaFold tetap mendapatkan akses instan ke layanan concierge ikonik khas Vertu. Lewat satu sentuhan, manajer manusia sungguhan siap melayani kebutuhan eksklusif, mulai dari menyewa jet pribadi hingga mencarikan akses VIP ke acara-acara tertutup.

    Spesifikasi Nanggung di Balik Bodi Mewah

    Dengan harga yang setara dengan sebuah mobil, spesifikasi perangkat keras mutakhir tentu menjadi ekspektasi mendasar. Sayangnya, ada anomali spesifikasi pada AlphaFold. Kelebihan perangkat ini memang terlihat pada baterai jumbo 6.500mAh berteknologi silikon-karbon dengan dukungan pengisian daya 68W. Layarnya menggunakan panel LTPO OLED 120Hz berukuran 8,05 inci di bagian dalam—yang ditekuk dalam bentuk tetesan air (teardrop) untuk menghindari bekas lipatan—dan 6,53 inci di layar luar. Engsel titanium dan serat karbonnya juga dirancang sangat tangguh hingga sanggup ditekuk 650.000 kali.

    Hanya saja, urusan dapur pacu AlphaFold dipercayakan pada chip Snapdragon 8 Elite, bukan varian Elite Gen 5 terbaru yang sejatinya memiliki performa pemrosesan AI jauh lebih mumpuni. Bagian kameranya pun ikutan nanggung. Perangkat ini membawa kamera utama 50MP dan ultrawide 50MP, tetapi lensa telefotonya mentok pada resolusi 5MP—angka yang sangat tidak lazim dan terkesan tertinggal untuk ukuran perangkat super premium masa kini.

    Harga Vertu AlphaFold

    Vertu tidak pernah merancang produk untuk pasar yang mendewakan rasio harga-ke-performa. Varian paling “standar” dengan balutan kulit sapi dijual seharga USD 6.880. Untuk material yang lebih prestisius, tersedia edisi kulit buaya Italia seharga USD 8.800 (sekitar Rp 142 jutaan). Puncaknya adalah varian kasta tertinggi. Dengan bagian belakang yang diembos pola “Cloud de Paris”, dilapisi emas Himalaya Gold IV, dan ditaburi berlian murni, varian ini harganya mencapai USD 46.800 (sekitar Rp 750 jutaan).

    Dengan banderol tersebut, Vertu AlphaFold jelas bukan perangkat untuk konsumen biasa. Ponsel ini menyasar segmen eksekutif puncak yang membutuhkan kombinasi kemewahan fisik dan kecerdasan digital. Kehadiran agen AI Hermes menjadi pembeda utama di tengah persaingan ponsel lipat yang semakin ramai, meskipun spesifikasi teknisnya masih menyisakan tanda tanya bagi para penggemar teknologi.

    Implikasi dari peluncuran ini menunjukkan bahwa pasar ponsel mewah tidak lagi hanya soal material, tetapi juga integrasi teknologi AI yang relevan dengan kebutuhan bisnis. Bagi para petinggi perusahaan di Jawa Barat dan Banten, Vertu AlphaFold bisa menjadi alat produktivitas eksklusif, asalkan mereka siap dengan harga yang jauh di atas rata-rata. Sementara itu, isu kemacetan dan infrastruktur di wilayah sekitar seperti Solusi Baru Simpang Karawaci tetap menjadi perhatian tersendiri bagi para profesional yang mobilitasnya tinggi.

    *Artikel ini ditulis berdasarkan data dari detikInet pada 2 Juni 2026.

  • Crinoid, Fosil Hidup 500 Juta Tahun yang Mirip Tumbuhan

    Crinoid, Fosil Hidup 500 Juta Tahun yang Mirip Tumbuhan

    JBNews.id — Crinoid atau lili laut, makhluk yang telah hidup sejak 500 juta tahun lalu, jauh sebelum dinosaurus muncul, kini masih dapat ditemukan di lautan. Hewan ini kerap disebut sebagai ‘fosil hidup’ karena bentuknya yang menyerupai tanaman bergerak, padahal ia adalah hewan dengan sistem pencernaan dan saraf lengkap.

    Menurut laporan dari detikInet pada Selasa (2/6/2026), crinoid pertama kali muncul dalam catatan fosil lebih dari setengah miliar tahun yang lalu, tepatnya pada era Kambrium Tengah. Periode ini terjadi sekitar 300 juta tahun sebelum kedatangan dinosaurus, menjadikan crinoid salah satu spesies hidup tertua di dunia saat ini.

    Lebih dari 5.000 spesies fosil lili laut telah berhasil dideskripsikan oleh para ilmuwan. Angka ini menunjukkan bahwa crinoid merupakan salah satu spesies yang paling umum dan beragam dalam catatan fosil. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 650 spesies masih hidup hingga saat ini.

    Melansir Lembech Resort, lili laut berkerabat dekat dengan bintang laut, landak laut, bintang rapuh, dan teripang. Kelima kelompok hewan ini membentuk cabang utama kerajaan hewan yang disebut echinodermata. Meskipun secara visual menyerupai tumbuhan, crinoid adalah hewan yang memiliki sistem pencernaan dan saraf yang lengkap.

    Fakta menarik lainnya adalah bahwa lili laut lebih tua daripada tumbuhan darat mana pun. Hal ini memunculkan perspektif baru bahwa flora daratlah yang menyerupai lili laut, bukan sebaliknya. Crinoid memiliki tubuh kecil berbentuk cakram berwarna-warni, lengan panjang seperti bulu, dan kaki kecil beruas yang disebut cirri.

    Peran Ekologis Crinoid

    Lili laut memainkan peran ekologis yang sangat penting di ekosistem laut. Mereka bertugas mendaur ulang nutrisi di dasar laut dan menyediakan tempat berlindung bagi berbagai macam ikan dan invertebrata. Kaki mereka ditutupi oleh ratusan kaki kecil berbentuk tabung yang dilapisi lendir lengket, yang memungkinkan mereka menangkap potongan makanan yang lewat.

    Salah satu keunikan lili laut adalah sistem saluran internal yang dimilikinya. Sistem ini memungkinkan mereka untuk mengalirkan makanan melalui lengan langsung ke perut. Mekanisme ini sangat efisien dan menjadi salah satu adaptasi evolusioner yang membuat mereka mampu bertahan selama ratusan juta tahun.

    Crinoid dapat ditemukan di berbagai area di lautan, mulai dari terumbu karang dangkal hingga palung laut dalam, termasuk dasar berpasir. Kemampuan adaptasi yang luas ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan mereka bertahan melewati berbagai periode kepunahan massal.

    Keanekaragaman Spesies

    Dengan lebih dari 5.000 spesies fosil yang telah dideskripsikan, crinoid menjadi salah satu kelompok hewan yang paling terdokumentasi dalam catatan fosil. Keanekaragaman ini menunjukkan bahwa mereka pernah menjadi komponen dominan di ekosistem laut purba. Dari jumlah tersebut, sekitar 650 spesies masih bertahan hingga saat ini, menunjukkan ketangguhan evolusioner yang luar biasa.

    Para ilmuwan terus mempelajari crinoid untuk memahami lebih dalam tentang sejarah evolusi kehidupan di Bumi. Keberadaan mereka yang telah berlangsung selama 500 juta tahun memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kehidupan dapat bertahan melalui perubahan iklim dan lingkungan yang ekstrem.

    Meskipun sering disalahartikan sebagai tumbuhan, crinoid adalah hewan yang termasuk dalam filum Echinodermata. Kelompok ini juga mencakup bintang laut, landak laut, dan teripang. Ciri khas echinodermata adalah sistem vaskular air yang unik dan simetri radial pada tubuh dewasa mereka.

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa crinoid memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa. Jika salah satu lengan mereka putus, mereka dapat menumbuhkannya kembali dalam waktu tertentu. Kemampuan ini menjadi salah satu alasan mengapa mereka mampu bertahan dari berbagai ancaman predator dan perubahan lingkungan.

    Dari segi warna, lili laut dikenal sebagai hewan yang sangat berwarna-warni. Variasi warna ini tidak hanya berfungsi sebagai kamuflase, tetapi juga sebagai mekanisme untuk menarik perhatian pasangan atau memperingatkan predator. Warna-warna cerah ini membuat mereka menjadi subjek favorit bagi para fotografer bawah laut.

    Keberadaan crinoid yang masih lestari hingga saat ini menjadi bukti nyata bahwa kehidupan dapat beradaptasi dan bertahan melalui berbagai tantangan geologis. Mereka adalah saksi bisu perjalanan panjang evolusi Bumi yang dimulai jauh sebelum dinosaurus menguasai daratan.

  • Merpati Punya Sistem GPS Alami, Tak Perlu Satelit

    Merpati Punya Sistem GPS Alami, Tak Perlu Satelit

    JBNews.id — Burung merpati memiliki sistem navigasi yang tak kalah canggih dari GPS modern. Makhluk ini tidak perlu satelit, karena organ tubuhnya akan menunjukkan jalan.

    Diketahui kalau sel darah putih di hati burung tersebut mengakumulasi zat besi dan bertindak sebagai kompas internal. Hal ini dapat membantunya mencari jalan pulang, meskipun awan menghalangi sinar matahari yang biasanya membantu mereka bernavigasi, demikian laporan para peneliti pada 28 Mei di jurnal Science, dilansir Science News, Selasa (2/6/2026).

    Meskipun para ilmuwan umumnya sepakat bahwa beberapa hewan menggunakan medan magnet Bumi untuk memandu migrasi, mereka belum menemukan cara pastinya. Namun penelitian yang baru-baru ini dilakukan menawarkan penjelasan yang mengejutkan.

    Selama beberapa dekade, para peneliti telah memperdebatkan dengan sengit, terkait apakah dan bagaimana burung merasakan medan magnet, lalu menggunakannya untuk navigasi. Salah satu gagasan yang menonjol melibatkan protein yang berada di mata mereka. Sayangnya tidak ada yang mampu membuktikan secara tepat bagaimana atau apa yang disebut efek kuantum ini berperan. Hal ini mengingat, hewan lain yang berorientasi menggunakan magnetisme Bumi, seperti kelelawar dan hiu, tidak memiliki protein tersebut, sehingga perdebatan ini tetap tidak terselesaikan.

    Ahli biologi sel Clivia Lisowski dari Universitas Bonn memeriksa apakah sel-sel dari organ tubuh burung seperti, paruh, mata, limpa dan hati bersifat magnetik. Ia pun menemukan bahwa hanya makrofag di hati merpati yang menempel pada kolom magnetik.

    Di dalam hati, para ilmuwan menemukan jutaan sel darah putih yang mengandung zat besi di dekat jaringan saraf organ tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sel-sel tersebut dapat memberi tahu otak ke arah mana harus bergerak berdasarkan medan magnet Bumi.

    Makrofag yang dimaksud adalah sel darah putih besar dalam sistem kekebalan tubuh, yang berfungsi menelan dan menghancurkan kuman, sel mati, serta zat asing.

    Eksperimen di Hari Mendung

    Ide memfokuskan makrofag pada penelitian ini datang dari lebih dari satu dekade lalu oleh ahli ornitologi, Martin Wikelski, dari Institut Perilaku Hewan Max Planck di Radolfzell dan ahli imunologi, Christian Kurts, dari Universitas Bonn di Jerman.

    Untuk mengungkap peran makrofag, tim mengamati cuaca untuk mencari hari-hari mendung. Alasannya adalah karena merpati lebih suka menggunakan sinar matahari untuk memandu perjalanan dan menggunakan medan magnet hanya sebagai pilihan terakhir.

    “Sangat penting agar burung-burung itu tidak tahu di mana posisi matahari,” kata Kurts.

    Sebelum itu, peneliti membunuh makrofag pada setengah dari 34 merpati yang akan dites. Mereka membawa merpati-merpati itu sejauh 19 km dan melepaskannya dengan alat pelacak.

    Merpati yang makrofagnya masih utuh sampai ke rumah dalam waktu sekitar 70 menit. Merpati yang persediaan makrofagnya menipis terbang ke segala arah, dan baru kembali ke rumah saat matahari terbit keesokan harinya.

    Sementara ketika hari sedang cerah, merpati yang makrofagnya dihilangkan terbang langsung pulang.

    Mengenai temuan tersebut, ahli neuroetologi, John Phillips, dari Virginia Tech di Blacksburg, yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, pasti akan ada orang yang tidak percaya. Tetapi, dirinya menyampaikan, penelitian ini dilakukan dengan sangat baik, sehingga bahkan orang yang belum percaya pun tidak dapat mengabaikannya.

    Penemuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana sistem navigasi alami bekerja pada hewan. Temuan ini juga menginspirasi pengembangan teknologi navigasi yang lebih efisien di masa depan.

    Penelitian ini menegaskan bahwa alam menyediakan solusi navigasi yang sangat canggih, jauh sebelum teknologi modern ditemukan. Sistem GPS alami pada merpati ini menjadi bukti betapa kompleksnya mekanisme biologis yang dimiliki oleh makhluk hidup.

    Implikasinya, bagi para ilmuwan, temuan ini membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut tentang bagaimana prinsip-prinsip biologis ini dapat diterapkan dalam pengembangan teknologi navigasi masa depan. Sementara bagi masyarakat umum, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang keajaiban alam yang seringkali luput dari perhatian.

    Dengan adanya bukti ilmiah yang kuat ini, perdebatan selama puluhan tahun tentang mekanisme navigasi burung akhirnya menemukan titik terang. Penelitian ini tidak hanya menjawab pertanyaan fundamental dalam biologi, tetapi juga membuka peluang baru dalam berbagai disiplin ilmu.