JBNews.id — Era wearable technology 2026 membawa perubahan signifikan pada kacamata pintar. Perangkat ini kini tidak lagi sekadar memutar musik atau menerima panggilan telepon. Integrasi kecerdasan buatan (AI), Augmented Reality (AR), dan fitur pemantauan kesehatan menjadikannya perangkat pendukung kehidupan sehari-hari yang jauh lebih berguna.
Empat model unggulan yang sempat unjuk gigi di ajang Global Connect Show @Shenzhen 2026 menunjukkan betapa canggihnya teknologi wearable saat ini. Masing-masing menawarkan keunggulan berbeda, mulai dari desain ultra-ringan hingga kemampuan AI yang canggih.
Inmo Go3: Kacamata AR AI dengan Baterai Hot-Swap
Kacamata AR AI dari Inmo XR asal China ini dirancang agar terlihat seperti kacamata biasa. Dengan bobot hanya 50-58 gram dan frame super tipis 8 mm, Inmo Go3 sangat nyaman untuk pemakaian sepanjang hari.

Layar binocular Micro OLED-nya menampilkan informasi secara transparan di kedua mata, seperti notifikasi, petunjuk arah navigasi AR, dan overlay teks yang mudah dibaca. Salah satu inovasi terbaiknya adalah sistem baterai hot-swap magnetic yang memungkinkan pengguna mengganti baterai hanya dalam 5 detik tanpa mematikan perangkat.
Didukung dua baterai 270 mAh plus charging case, Inmo Go3 siap menemani aktivitas panjang. Fitur AI-nya mencakup terjemahan real-time untuk puluhan bahasa (termasuk mode offline), AI assistant, ringkasan meeting, object recognition, serta navigasi AR menggunakan peta. Konektivitas Bluetooth 5.4 dan WiFi membuatnya mudah terhubung dengan smartphone untuk panggilan dan musik, sementara kamera POV bisa digunakan untuk mengambil foto dan video.

Privasi tetap terjaga dengan adanya camera cover fisik. Inmo Go3 sangat ideal bagi traveler lintas negara, profesional, dan siapa saja yang membutuhkan akses informasi cepat tanpa harus sering mengeluarkan ponsel. Harga mulai dari sekitar Rp7,9 juta untuk model dasar.
GetD GSPro-28: Kacamata AI Paling Ringan dengan Fitur Kesehatan
GetD GSPro-28 varian Almond menjadi salah satu kacamata AI paling ringan di pasaran dengan bobot hanya 29 gram. Desainnya yang elegan dan netral membuatnya cocok untuk pria maupun wanita dalam berbagai kesempatan, baik bekerja di kantor maupun beraktivitas sehari-hari. Produk ini bahkan berhasil meraih iF Design Award 2026 dan Good Design Award.
Kacamata ini dilengkapi dual AI berbasis ChatGPT dan DeepSeek yang siap berperan sebagai asisten pintar. Kemampuan terjemahan real-time hingga 145 bahasa menjadi salah satu keunggulannya.

Selain itu, GetD GSPro-28 juga menghadirkan fitur kesehatan yang berguna seperti deteksi jatuh dan pemantauan postur leher. Audio open-ear spatial menghadirkan suara jernih untuk musik, panggilan, atau podcast tanpa menutup telinga. Lensa polarized UV400 dengan filter blue light melindungi mata dari sinar matahari dan radiasi layar.
Dukungan Bluetooth 5.4, sertifikasi IP54, serta Apple Find My semakin melengkapi kenyamanan penggunaan sehari-hari. Dengan harga sekitar Rp2,5 juta, GetD GSPro-28 menawarkan kombinasi menarik antara desain ringan, kecerdasan AI, dan perhatian pada kesehatan.
Chamelo Music Shield: Kacamata Olahraga dengan Lensa Electrochromic
Chamelo Music Shield dirancang khusus untuk mereka yang aktif berolahraga di luar ruangan, seperti lari, bersepeda, atau hiking. Bobotnya yang ringan hanya 48 gram, ditambah grip anti-slip dan frame high-wrap, membuatnya nyaman meski digunakan dalam waktu lama.
Fitur unggulan Chamelo Music Shield adalah lensa Eclipse Tint electrochromic yang bisa diubah tingkat kegelapannya hanya dengan geseran jari dalam waktu kurang dari 0,1 detik. Pengguna bisa dengan cepat menyesuaikan dari kondisi terang ke gelap sesuai lingkungan.
Speaker open-ear memungkinkan mendengarkan musik atau menerima panggilan sambil tetap mendengar suara sekitar, sehingga lebih aman saat beraktivitas di jalan raya. Baterai audio bertahan hingga 6,5 jam, sementara fitur tint adjustment bisa mencapai 100 jam. Lensa impact-resistant dengan perlindungan UV optimal semakin menjadikannya pilihan tepat untuk gaya hidup aktif.
Chamelo Music Shield dijual dengan harga sekitar Rp4,5 juta dan cocok bagi pecinta olahraga outdoor yang menginginkan kenyamanan serta proteksi mata sekaligus hiburan.
Rokid AI Glasses Neo: Keseimbangan Desain, AI, dan Kamera
Rokid AI Glasses Neo (juga dikenal sebagai Rokid AI Glasses Style) hadir sebagai salah satu kacamata AI paling ringan dan stylish dengan bobot hanya sekitar 38,5 gram. Menggunakan frame TR90 yang fleksibel dan nyaman, kacamata ini terlihat seperti kacamata biasa sehingga cocok untuk pemakaian sehari-hari tanpa terlihat seperti gadget.
Kacamata ini didukung dual AI dengan ChatGPT dan Gemini yang berfungsi sebagai asisten pintar serba guna. Fitur AI mencakup terjemahan real-time, jawaban cepat atas pertanyaan, serta kemampuan computer vision.
Dilengkapi kamera 12MP berkualitas tinggi untuk foto POV (hingga 4K) dan video 3K, Rokid AI Glasses Neo cocok untuk mengabadikan momen secara hands-free. Audio built-in memberikan kualitas suara yang baik untuk panggilan dan musik, sementara baterai diklaim tahan hingga 12 jam.
Rokid AI Glasses Neo sangat sesuai untuk pengguna yang menginginkan keseimbangan antara desain ringan, kecerdasan AI kuat, dan kamera berkualitas. Di Indonesia, harganya berkisar Rp 11 jutaan saat ini.
Baca Juga:
Implikasi dari kehadiran keempat kacamata pintar ini jelas: pasar wearable technology di Indonesia semakin kompetitif. Bagi konsumen, pilihan kini tidak hanya soal harga, melainkan juga fitur spesifik yang sesuai dengan kebutuhan. Inmo Go3 unggul di AR dan baterai hot-swap, GetD GSPro-28 menawarkan harga terjangkau dengan fitur kesehatan, Chamelo Music Shield ideal untuk olahraga, dan Rokid AI Glasses Neo menjadi pilihan bagi yang menginginkan kualitas kamera dan AI canggih.
Dengan rentang harga dari Rp2,5 juta hingga Rp11 jutaan, konsumen perlu cermat memilih perangkat yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan produktivitas mereka. Teknologi wearable 2026 telah membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar aksesori, melainkan perangkat pendukung yang cerdas dan multifungsi.
