Jbnews.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Amir Hamzah, mendorong kaum perempuan di Kabupaten Lebak, Banten, untuk menjadi pribadi yang tangguh dan melek literasi. Dorongan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan pemberdayaan yang menekankan pentingnya akses informasi dan pendidikan bagi perempuan sebagai fondasi pembangunan keluarga dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Amir Hamzah menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. “Perempuan yang tangguh dan berliterasi adalah kunci untuk membangun keluarga yang kuat dan pada akhirnya masyarakat yang maju,” ujarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Lebak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki tantangan geografis dan sosial yang unik. Banyak perempuan di pedesaan yang masih terbatas aksesnya terhadap informasi dan pendidikan formal. Oleh karena itu, intervensi langsung seperti ini dianggap krusial untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Fokus pada Literasi Digital dan Ekonomi
Program yang digagas ini tidak hanya berfokus pada literasi baca-tulis, tetapi juga literasi digital dan ekonomi. Para peserta dibekali dengan pengetahuan dasar tentang penggunaan teknologi informasi untuk mengakses peluang usaha dan layanan publik. Langkah ini dinilai strategis mengingat transformasi digital yang semakin masif di berbagai sektor.
“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif. Dengan literasi digital, mereka bisa memasarkan produk lokal, mengakses informasi kesehatan, dan bahkan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat desa,” tambah Amir Hamzah. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi dari tingkat akar rumput, seperti yang dilakukan melalui program penanaman jagung oleh Polda Banten.
Baca Juga:
Dampak dan Harapan ke Depan
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Salah seorang peserta, Siti (35), mengaku mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana memanfaatkan ponsel pintarnya untuk mencari informasi harga pasar hasil pertanian. Sebelumnya, ia hanya bergantung pada tengkulak untuk mengetahui harga jual. “Sekarang saya tahu cara cek harga sendiri. Ini sangat membantu,” ujarnya.
Amir Hamzah berharap program ini dapat direplikasi di daerah lain dengan tantangan serupa. Pemerintah, lanjutnya, akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memastikan program pemberdayaan berjalan efektif. Ia juga menyinggung pentingnya akses terhadap pangan yang terjangkau, yang saat ini tengah diupayakan melalui inisiatif seperti kios pangan di berbagai daerah.
Inisiatif literasi ini juga diharapkan dapat menekan angka kerentanan perempuan terhadap penipuan dan informasi hoaks. Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan lebih kritis dalam menyaring informasi. Langkah ini menjadi krusial di tengah maraknya kasus penipuan yang menyasar masyarakat, seperti yang pernah terjadi di Banten.
Ke depan, akan ada pelatihan lanjutan yang lebih spesifik, termasuk pelatihan keterampilan usaha mikro. Pemerintah juga akan memfasilitasi akses permodalan bagi perempuan yang ingin memulai usaha. Semua upaya ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera, sejalan dengan upaya Kios Pangan Bandung Barat yang menjadi solusi cerdas dalam menekan harga dan mendukung petani lokal.
Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, program pemberdayaan perempuan di Lebak ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain. Fokus pada literasi dan ketangguhan perempuan adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi seluruh ekosistem masyarakat.
