Blog

  • Pakar Dorong AI untuk Promosi Budaya China, Waspadai Bias Algoritma

    Pakar Dorong AI untuk Promosi Budaya China, Waspadai Bias Algoritma

    JBNews.id — Forum pertama tentang kekuatan komunikasi peradaban China di Beijing menyerukan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak untuk memperluas jangkauan budaya, namun para pakar juga memperingatkan risiko bias algoritma yang dapat mengikis keaslian nilai budaya.

    Forum yang digelar pada Rabu (10/6) bertepatan dengan Hari Internasional untuk Dialog Antarperadaban ini diselenggarakan oleh International Institute of Chinese Studies dari Beijing Foreign Studies University (IICS-BFSU). Acara satu hari tersebut menjadi platform bagi para akademisi untuk berbagi pandangan mengenai komunikasi internasional peradaban China dan mengeksplorasi jalur baru dalam mendorong pertukaran budaya global.

    Niu Xiping, wakil presiden International Confucian Association, dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa kebangkitan AI telah menjadi variabel baru dalam penelitian dan promosi peradaban China. Menurutnya, teknologi ini secara mendalam membentuk kembali lanskap pertukaran antar peradaban dunia. “AI dapat membantu kita menembus hambatan besar bahasa dan budaya, memungkinkan nilai inti peradaban China dikenal secara global dengan cepat,” ujar Niu, yang menyebut fenomena ini sebagai “kesempatan yang belum pernah ada sebelumnya” bagi peradaban China.

    Penerapan AI di Dunhuang, pusat penting Jalur Sutra kuno di Provinsi Gansu, China barat laut, menjadi contoh konkret yang diangkat dalam forum tersebut. Akademi Dunhuang telah mengembangkan “Gua Perpustakaan Digital” (Digital Library Cave), sebuah platform daring yang memungkinkan publik global menjelajahi peninggalan budaya Gua Perpustakaan di Gua Mogao—sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO—secara digital. Didukung perangkat AI canggih, platform ini memungkinkan pengguna menerjemahkan teks klasik ke berbagai bahasa hanya dengan satu klik dan bertanya langsung kepada asisten AI untuk mendapatkan penjelasan.

    Tian Weiwei, ahli dari IICS-BFSU, menambahkan bahwa berbagai inovasi berbasis AI lainnya tengah dikembangkan untuk menanamkan vitalitas baru ke dalam budaya Dunhuang. Inovasi tersebut mencakup menghidupkan mural kuno lewat animasi hingga mengolah kembali partitur musik berusia ratusan tahun menjadi melodi modern.

    Di balik praktik budaya berbasis AI tersebut terdapat fondasi industri teknologi yang kuat di China. Data menunjukkan bahwa pada 2025, China memiliki lebih dari 6.000 perusahaan AI, sementara nilai output industri inti AI diperkirakan melampaui 1,2 triliun yuan (sekitar 176 miliar dolar AS), mencerminkan kenaikan hampir 30 persen secara tahunan (year on year/yoy). Berdasarkan pencapaian tersebut, China berkomitmen melaksanakan inisiatif “AI Plus” dan memanfaatkan AI untuk memberdayakan semua sektor, termasuk budaya, sesuai dengan Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).

    Namun, optimisme terhadap AI tidak serta-merta tanpa catatan. Xu Chang’an, ahli dari sekolah Partai Komite Liga Hinggan dari Partai Komunis China (CPC), mengingatkan bahwa tantangan baru muncul seiring potensi AI untuk pemberdayaan. “Bias algoritma AI dapat menyebabkan kesalahan penafsiran budaya dan mengikis keaslian budaya kita,” katanya. Pernyataan ini sejalan dengan peringatan serius yang sebelumnya disampaikan oleh berbagai pakar AI global mengenai risiko bias dalam sistem kecerdasan buatan.

    Xu Baofeng, kepala Fakultas Sinologi dan Studi China (College of Sinology and Chinese Studies) di Universitas Bahasa dan Budaya Beijing (Beijing Language and Culture University), menggemakan kekhawatiran tersebut. Dalam wawancaranya dengan Xinhua, dia menyatakan bahwa alat AI terkadang gagal memberikan analisis dan penjelasan yang akurat tentang peradaban China karena kurangnya model penyelarasan lintas bahasa.

    Menanggapi masalah ini, Xu Baofeng dan tim penelitinya bekerja sama dengan para sinolog di luar negeri untuk mengembangkan model penyelarasan lintas bahasa. Model ini dirancang untuk menafsirkan dengan lebih baik pengetahuan dan sistem nilai peradaban China dalam berbagai bahasa, serta memperkuat saling pengertian antara China dan seluruh dunia. Upaya ini menjadi krusial mengingat bahaya klaim berlebihan terhadap kemampuan AI yang perlu diwaspadai.

    Niu Xiping, dalam pidatonya, menyampaikan sikap seimbang yang menjadi benang merah forum tersebut. “Kita tidak boleh merasa optimistis yang berlebihan terhadap AI, tetapi juga tidak boleh menghindari teknologi tersebut,” ujarnya. “Menghadapi tren yang tidak dapat diubah, penting untuk melakukan lebih banyak penelitian tentang bagaimana memanfaatkan kekuatan AI untuk mempromosikan peradaban China.”

    Forum ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan pesat teknologi, pendekatan yang hati-hati dan berbasis riset tetap diperlukan agar AI benar-benar menjadi alat yang memperkuat, bukan mengikis, warisan budaya peradaban.

  • Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis, Tapi…

    Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis, Tapi…

    JBNews.id — Akses internet gratis dari pemerintah melalui BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital telah membantu sekolah-sekolah di wilayah terluar Indonesia, namun pemanfaatannya belum optimal. Temuan ini mengemuka saat BAKTI meninjau layanan di SDN 001 Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kamis (11/6/2026).

    Sekolah yang berada di Batu Payung itu telah menerima layanan internet gratis dari BAKTI selama sekitar dua tahun terakhir. Kehadiran akses internet tersebut membantu aktivitas pembelajaran sekaligus pelaksanaan ujian berbasis internet. Dengan jumlah 94 siswa dan 13 tenaga pendidik, sekolah kini dapat mengakses berbagai layanan digital tanpa harus keluar dari wilayah mereka. Kondisi ini berbeda dibandingkan sebelumnya ketika kebutuhan internet mengharuskan pihak sekolah mencari akses hingga ke kampung lain.

    “Kita sangat terbantu dengan bantuan dari BAKTI. Untuk pembelajaran dan ujian online sangat membantu,” cetus Kepala SDN 001 Payung-Payung, Bahridin.

    Meski demikian, sekolah menurutnya masih menghadapi kendala saat penggunaan internet meningkat. Menurut Bahridin, kecepatan akses bisa menurun ketika jaringan digunakan secara bersamaan oleh siswa dan masyarakat sekitar, misalnya pada saat pelaksanaan ujian online.

    Pemanfaatan Jaringan Belum Optimal

    Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, menjelaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata karena keterbatasan kapasitas jaringan. Ditemukan bahwa sekolah justru belum memanfaatkan secara optimal jaringan khusus yang memang disediakan untuk kebutuhan pendidikan.

    “WiFi-nya itu kami buka dua akses point-nya, satu terbuka tanpa password, satu ada password-nya. Nah yang selalu digunakan guru itu selalu berbarengan dengan masyarakat. Harusnya pakai yang (untuk) SD,” sebut Fadhilah.

    Salah satu penyebabnya mungkin karena jaringan terbuka tidak perlu repot untuk login dengan password. “Kepala sekolah bilang apakah boleh tidak jangan dibagi ke masyarakat dalam arti mereka menggunakan full untuk kepentingan sekolah. Tapi harusnya mereka pakai yang untuk sekolah,” imbuhnya.

    SDN 001 Payung-Payung

    Fadhilah menerangkan bahwa keberadaan akses internet terbuka tanpa kata sandi memang menjadi bagian dari desain layanan di banyak wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi ketika menghadapi situasi darurat. Itu terjadi saat musibah gempa di Sumatera, ketika akses internet BAKTI dimanfaatkan warga untuk menyampaikan kondisi mereka kepada keluarga maupun pihak terkait.

    Evaluasi dan Tantangan Listrik

    Meski akses publik tetap dipertahankan, BAKTI tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi bersama sekolah, termasuk pengaturan penggunaan jaringan agar kebutuhan pendidikan dapat diprioritaskan pada waktu tertentu.

    Selain persoalan pemanfaatan jaringan, faktor pasokan listrik juga menjadi tantangan tersendiri. Fadhilah mengungkapkan bahwa perangkat internet di sekolah tersebut bergantung sepenuhnya pada sumber listrik lokal.

    “Kadang-kadang rusak bukan karena modemnya tapi karena tidak ada listrik. Barang elektrik kan kalau naik turun dan tidak di-shut down dengan tertib, cepat rusak,” tutur Fadhilah.

    Dalam kunjungannya ke Desa Payung-Payung, Fadhilah bersama tim BAKTI menggelar evaluasi layanan internet gratis di sejumlah titik, termasuk sekolah dasar, kantor kepala kampung, Pos TNI AL, serta fasilitas BTS 4G. Dari kunjungan ini, dapat disimpulkan bahwa kehadiran internet BAKTI telah membantu warga, namun mereka masih menginginkan peningkatan kualitas layanan internet terutama dari segi kecepatan, untuk mendukung kegiatan ekonomi, edukasi, pelayanan publik, hingga hiburan.

    Pemerintah terus berupaya menghadirkan konektivitas di daerah 3T. Inisiatif seperti AI Tutor untuk pendidikan jarak jauh dan program Sekolah Maung di Jawa Barat menjadi contoh bagaimana teknologi dan pendidikan berpadu. Namun, untuk daerah terluar seperti Maratua, infrastruktur dasar seperti internet dan listrik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kualitas pendidikan dapat merata di seluruh Indonesia.

    Implikasinya jelas: ketersediaan infrastruktur internet saja tidak cukup. Pemerintah dan sekolah perlu bekerja sama dalam pelatihan penggunaan jaringan agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal, terutama untuk kepentingan pendidikan. Tanpa pemahaman yang baik, program internet gratis berisiko tidak memberikan dampak optimal bagi peningkatan kualitas belajar mengajar di wilayah terluar.

  • BYD M6 DM Resmi Dijual Mulai Rp298 Juta di Indonesia

    BYD M6 DM Resmi Dijual Mulai Rp298 Juta di Indonesia

    JBNews.id — BYD Indonesia resmi mengumumkan harga mobil listrik Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) terbarunya, BYD M6 DM, yang dibanderol mulai dari Rp298 juta. Langkah ini menandai ekspansi signifikan produsen asal China tersebut di pasar kendaraan elektrifikasi Tanah Air.

    Keputusan penetapan harga tersebut diumumkan langsung oleh BYD Indonesia pada Jumat (12/6/2026). Harga Rp298 juta untuk varian terendah menjadikan BYD M6 DM sebagai salah satu opsi kendaraan hybrid yang paling kompetitif di segmennya. Angka ini menjadi perhatian utama bagi konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan dengan teknologi plug-in hybrid.

    BYD M6 DM merupakan kendaraan jenis Multi-Purpose Vehicle (MPV) yang menggabungkan mesin bensin konvensional dengan motor listrik. Teknologi plug-in hybrid memungkinkan baterai diisi ulang melalui sumber listrik eksternal, memberikan fleksibilitas berkendara dalam mode listrik murni untuk jarak pendek, sekaligus menghilangkan kekhawatiran akan daya jelajah untuk perjalanan jauh.

    Kehadiran BYD M6 DM di Indonesia menambah daftar panjang kendaraan elektrifikasi yang ditawarkan BYD. Sebelumnya, BYD telah memperkenalkan berbagai model mobil listrik murni (BEV) di pasar Indonesia. Dengan masuknya varian PHEV, BYD memperluas pilihan bagi konsumen yang mungkin belum siap sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni.

    Dari segi spesifikasi, BYD M6 DM mengusung kapasitas baterai yang cukup untuk kebutuhan harian. Meskipun detail teknis lengkap belum dirilis secara resmi, model ini diperkirakan menawarkan jarak tempuh dalam mode listrik yang memadai untuk mobilitas perkotaan. Konsumen dapat mengisi daya baterai di rumah atau di stasiun pengisian kendaraan listrik umum.

    Harga kompetitif Rp298 juta tersebut diprediksi akan menarik minat berbagai kalangan, mulai dari keluarga yang membutuhkan kendaraan luas dan efisien, hingga pengguna korporasi yang menginginkan armada ramah lingkungan. BYD M6 DM menawarkan solusi mobilitas yang menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dengan keandalan mesin konvensional.

    Pasar kendaraan hybrid di Indonesia sendiri terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pemerintah melalui berbagai kebijakan terus mendorong adopsi kendaraan rendah emisi. Insentif pajak dan kemudahan lainnya menjadi faktor pendorong bagi konsumen untuk beralih ke kendaraan elektrifikasi. BYD, dengan portofolio produknya yang lengkap, berupaya memanfaatkan momentum ini.

    BYD Indonesia juga menekankan komitmennya terhadap layanan purna jual. Jaringan dealer dan pusat layanan yang terus diperluas menjadi jaminan bagi konsumen bahwa perawatan kendaraan akan mudah diakses. Ketersediaan suku cadang dan tenaga teknisi terlatih menjadi prioritas utama perusahaan.

    Dalam konteks industri otomotif nasional, peluncuran BYD M6 DM dengan harga mulai Rp298 juta memberikan tekanan kompetitif terhadap pemain lain. Produsen mobil tradisional maupun pendatang baru di segmen kendaraan elektrifikasi harus merespons dengan strategi harga dan produk yang lebih agresif. Konsumen pada akhirnya diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan berkualitas dengan harga terjangkau.

    BYD M6 DM hadir di tengah tren global menuju mobilitas berkelanjutan. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi. Kendaraan plug-in hybrid seperti BYD M6 DM menjadi jembatan transisi menuju era kendaraan listrik penuh.

    Dari sisi desain, BYD M6 DM mengusung tampilan modern dan fungsional khas MPV. Kabin yang luas dan konfigurasi tempat duduk yang fleksibel menjadi nilai jual utama bagi keluarga Indonesia yang kerap bepergian bersama. Fitur keselamatan dan kenyamanan juga menjadi perhatian dalam pengembangan model ini.

    BYD Indonesia belum merinci berapa unit target penjualan untuk BYD M6 DM. Namun, dengan harga yang kompetitif, model ini diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung penjualan BYD di Indonesia. Pemesanan sudah dapat dilakukan melalui jaringan dealer resmi BYD di berbagai kota besar.

    Peluncuran BYD M6 DM juga sejalan dengan strategi global BYD untuk menjadi pemimpin dalam industri kendaraan energi baru. Perusahaan asal China tersebut terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi baterai dan powertrain listrik. Kehadiran di Indonesia menjadi bagian penting dari ekspansi global BYD di Asia Tenggara.

    Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian, menyambut positif investasi dan peluncuran produk kendaraan listrik di dalam negeri. Kebijakan yang mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. BYD M6 DM menjadi salah satu produk yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar tersebut.

    Bagi konsumen yang tertarik dengan BYD M6 DM, disarankan untuk melakukan test drive dan berkonsultasi dengan dealer resmi untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai spesifikasi, varian, dan program pembiayaan. BYD menawarkan berbagai opsi pembiayaan yang bekerja sama dengan lembaga keuangan terkemuka di Indonesia.

    Dengan harga mulai Rp298 juta, BYD M6 DM menawarkan nilai lebih bagi konsumen yang menginginkan kendaraan hybrid dengan teknologi plug-in. Efisiensi bahan bakar, emisi rendah, dan fleksibilitas berkendara menjadi daya tarik utama model ini. Keputusan BYD untuk menghadirkan varian PHEV menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yang beragam.

    Ke depannya, persaingan di segmen kendaraan hybrid diprediksi akan semakin ketat. Produsen lain dipastikan tidak akan tinggal diam dan akan merespons dengan produk-produk baru. Konsumen Indonesia akan menjadi pemenang dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan ramah lingkungan yang terjangkau.

    BYD M6 DM resmi dijual mulai Rp298 juta, sebuah angka yang kompetitif dan menarik. Langkah BYD ini menjadi katalis bagi pertumbuhan pasar kendaraan hybrid di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah dan infrastruktur yang terus membaik, masa depan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin cerah.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai BYD M6 DM, konsumen dapat mengunjungi situs resmi BYD Indonesia atau datang langsung ke dealer terdekat. Tim penjualan yang profesional siap memberikan penjelasan detail dan membantu proses pembelian.

    BYD Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi teknologi kendaraan listrik yang aman, andal, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Peluncuran BYD M6 DM menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.

    Dengan harga BYD M6 DM yang kompetitif, persaingan di pasar otomotif Indonesia semakin menarik. Konsumen kini memiliki lebih banyak opsi untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan tanpa harus mengorbankan performa dan kenyamanan. BYD M6 DM siap menjadi pilihan utama bagi keluarga Indonesia yang cerdas dan peduli lingkungan.

    BYD juga tengah mengembangkan berbagai Fitur Terbaru untuk meningkatkan pengalaman berkendara. Inovasi terus dilakukan untuk memastikan produk BYD selalu berada di garis depan teknologi otomotif. Konsumen dapat menantikan gebrakan-gebrakan berikutnya dari BYD di pasar Indonesia.

    Peluncuran BYD M6 DM dengan harga Rp298 juta membuka babak baru dalam industri otomotif Indonesia. Kendaraan plug-in hybrid kini semakin terjangkau dan dapat diakses oleh lebih banyak konsumen. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam upaya mengurangi emisi karbon dan menciptakan masa depan transportasi yang lebih bersih.

    BYD M6 DM tidak hanya menawarkan harga yang kompetitif, tetapi juga teknologi canggih yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas modern. Dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, pengemudi dapat menikmati efisiensi bahan bakar yang optimal tanpa khawatir kehabisan daya. BYD M6 DM adalah solusi mobilitas masa depan yang tersedia hari ini.

    Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan teknologi otomotif terkini, jangan lewatkan informasi mengenai Spesifikasi Lengkap dari berbagai perangkat terbaru. Dunia teknologi terus bergerak maju, dan BYD siap menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

    BYD M6 DM resmi dijual mulai Rp298 juta. Harga ini mencakup berbagai fitur unggulan yang menjadikannya pilihan tepat untuk keluarga Indonesia. Dengan desain modern, kabin luas, dan teknologi hybrid yang efisien, BYD M6 DM siap menemani perjalanan Anda sehari-hari.

    Kesimpulannya, BYD M6 DM dengan harga mulai Rp298 juta menawarkan nilai yang sangat kompetitif di segmen kendaraan plug-in hybrid. Keputusan BYD untuk menghadirkan model ini ke Indonesia menunjukkan kepercayaan perusahaan terhadap potensi pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Konsumen Indonesia kini memiliki akses ke teknologi kendaraan hybrid yang canggih dengan harga yang lebih terjangkau dari sebelumnya.

  • Ketegangan Internal Meta di Tim AI: 6.500 Karyawan Mengeluh

    Ketegangan Internal Meta di Tim AI: 6.500 Karyawan Mengeluh

    JBNews.id — Meta Platforms menghadapi ketegangan internal yang meluas di tim kecerdasan buatan (AI) mereka. Sekitar 6.500 insinyur dan manajer produk di unit Applied AI (AAI) mengeluhkan tugas-tugas yang dianggap membosankan dan tidak sesuai dengan keahlian mereka, menurut laporan tiga karyawan saat ini yang berbicara dengan WIRED dengan syarat anonim karena tidak diizinkan berbicara kepada media.

    Ketegangan ini mencapai puncaknya dalam sebuah panggilan konferensi terbuka untuk ribuan karyawan. Seorang saksi mata melaporkan bahwa salah satu presenter menutupi wajahnya dengan tangan setelah mendapat reaksi keras dari peserta. Meskipun pembicara tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, para pemimpin rapat melanjutkan presentasi teknis setelah meminta semua orang untuk mematikan suara. Karyawan yang hadir memberikan komentar di streaming tentang awal yang “pedas” tersebut.

    Unit Applied AI dibentuk pada Maret 2026 untuk mendukung pekerjaan para peneliti AI di Meta Superintelligence Labs. Namun, perakitan tim yang dilakukan secara tergesa-gesa telah menimbulkan ketidakpuasan yang meluas. “Ini benar-benar gulag,” klaim salah satu karyawan. “Anda tiba-tiba tidak memiliki tujuan hidup, hampir tidak berinteraksi dengan siapa pun, Anda hanya memiliki tugas-tugas ini setiap minggu.”

    Karyawan lain menggambarkan beberapa tugas—seperti menghasilkan teka-teki untuk menguji seberapa andal model AI dari Meta dan perusahaan lain dapat menyelesaikannya—sebagai pekerjaan yang mudah dibandingkan dengan pengembangan perangkat lunak yang mereka lakukan sebelumnya. Namun, proyek-proyek baru ini terasa rendah dan “hampir semua” karyawan tampak tidak bahagia. “Kebanyakan orang menganggap pekerjaan itu menghancurkan jiwa,” kata karyawan ketiga. Meta menolak berkomentar untuk laporan ini.

    Gelombang PHK dan Beban Kerja Bertambah

    Applied AI bukan satu-satunya unit yang mengalami ketegangan. Restrukturisasi yang berfokus pada AI di Meta, yang mencakup 10 persen perusahaan atau sekitar 8.000 karyawan yang diberhentikan bulan lalu, telah menghasilkan pekerjaan dan stres tambahan di beberapa divisi, termasuk teknik pusat data dan Instagram, menurut beberapa karyawan saat ini dan mantan karyawan.

    Di seluruh perusahaan, lebih dari 1.600 karyawan telah menandatangani petisi yang menuntut Meta menghentikan inisiatif yang baru diluncurkan untuk memantau klik dan ketukan tombol karyawan AS guna menghasilkan data pelatihan AI. Perusahaan telah sedikit mengurangi skala program, memungkinkan karyawan untuk menjeda pengumpulan data hingga 30 menit dan meminta pengecualian tertentu.

    Dalam rapat terbuka untuk semua karyawan di Instagram minggu ini, chief product officer Meta Chris Cox membahas lingkungan yang “sulit” dan “brutal” yang diciptakan oleh “kegilaan perusahaan ini” dalam beberapa bulan terakhir, menurut rekaman yang didengar oleh WIRED. Cox memuji karyawan Instagram karena meluncurkan fitur dan melayani sekitar 2 miliar pengguna di tengah apa yang dia bandingkan dengan “berlari maraton di tengah badai es dan kemudian, seperti, rekan setim Anda diganti dan kemudian kami merekam Anda.”

    “Ini seperti apa-apaan,” katanya, sambil tertawa, sebelum mengulangi dirinya sendiri. “Ini seperti apa-apaan.” Cox mengatakan dia perlu merenungkan bagaimana dia dan para pemimpin lain dapat “terhubung kembali dengan perusahaan” dan “tidak terlalu serius” tentang kekuatan AI. “Itu bukan dewa, juga bukan iblis,” katanya. “Dan itu tidak sebagus yang Anda kira, dan tidak seburuk yang Anda kira. Dan itu berubah setiap minggu… dan ia tidak tahu hari apa sekarang.”

    Memo Zuckerberg: Akui Kesalahan dan Janji Stabilitas

    Dalam memo internal pada Jumat lalu yang dilihat oleh WIRED, CEO Meta Mark Zuckerberg mengakui bahwa perubahan organisasi baru-baru ini telah menyebabkan tekanan di seluruh Meta. “Mengingat kompleksitas perubahan ini, kami telah membuat kesalahan dan hampir pasti akan membuat lebih banyak lagi,” tulisnya. “Saat kami menavigasi periode ini, saya juga fokus untuk memberikan stabilitas sebanyak mungkin ke depan.”

    Zuckerberg menegaskan kembali janjinya untuk tidak melakukan PHK massal tambahan tahun ini. Dia memperkenalkan rencana untuk membatasi jumlah karyawan per manajer, yang di beberapa tim, seperti Applied AI, sengaja dinaikkan menjadi rasio 50 banding satu. Anggaran untuk acara tim akan ditingkatkan, katanya, dan hackathon besar yang direncanakan untuk bulan depan juga dapat membantu menyatukan perusahaan. Pada akhir tahun, karyawan di banyak lokasi akan memiliki meja yang ditentukan lagi, tulis CEO tersebut.

    Memo Zuckerberg juga membahas situasi yang diduga suram di Applied AI secara langsung, merujuk pada unit tersebut dengan akronimnya. Dia menyarankan bahwa tim itu adalah persinggahan, bukan tujuan. “Pekerjaan seperti AAI sangat penting untuk memajukan model kami dan memungkinkan orang-orang yang sangat berbakat berkontribusi pada upaya tersebut sambil kami menciptakan peran lain yang dapat mereka kontribusikan di Meta selama beberapa bulan ke depan juga,” tulisnya.

    Insinyur yang dipilih untuk unit tersebut tidak memiliki pilihan selain bergabung atau meninggalkan perusahaan, persyaratan yang tidak biasa bagi karyawan teknis yang sangat dihargai di Silicon Valley. Hal ini menyebabkan beberapa anggota Applied AI menggambarkan diri mereka sebagai “wajib militer.” Organisasi ini telah berkembang dalam gelombang sejak awal April. “Sungguh gila melihat orang-orang mengalami keterkejutan saat setiap gelombang datang,” kata seorang anggota awal Applied AI.

    Tugas Rutin dan Dampak pada Moral Karyawan

    Beberapa karyawan diminta untuk menyelesaikan dua tugas per minggu. Ini melibatkan pembuatan masalah pengkodean perangkat lunak yang kompleks untuk membantu para ilmuwan AI melatih dan mengevaluasi kinerja model perbatasan terbaru dengan lebih baik. Beberapa pekerjaan dimaksudkan untuk membantu mengembangkan agen AI yang menghasilkan perangkat lunak atau output lainnya.

    Seorang pekerja menggambarkan tugas tersebut sebagai “mekanis dan tidak kreatif,” dan pasti “tidak menggunakan keterampilan dan pengetahuan penuh mereka.” Mereka merasa mereka dipekerjakan untuk mengembangkan aplikasi media sosial untuk miliaran orang, tetapi sekarang malah mengumpulkan data untuk ratusan ilmuwan AI untuk diumpankan ke chip komputer.

    Meta merilis model AI open-weight yang inovatif tiga tahun lalu, tetapi hasilnya beragam dengan rilis berikutnya. Applied AI adalah salah satu dari beberapa inisiatif mahal yang dibuat Zuckerberg dengan harapan perusahaan dapat bersaing lebih baik di pasar layanan AI yang terus berkembang.

    Zuckerberg mencatat dalam memo itu bahwa, tidak seperti beberapa laboratorium AI lainnya, “mengotomatiskan pekerjaan” bukanlah fokus utama Meta. “Produk yang akan kami bangun akan berkisar dari pengalaman Instagram dan Facebook yang jauh lebih personal dan kacamata yang membantu Anda sepanjang hari hingga alat yang lebih baik untuk usaha kecil agar berkembang dan menciptakan lapangan kerja, dan agen superintelijen pribadi yang memahami tujuan Anda dan bekerja 24/7 atas nama Anda untuk membantu dengan cara yang Anda inginkan,” tulisnya.

    Untuk mencapai hal itu, katanya, “bintang utara Meta adalah menjadi tempat terbaik bagi orang-orang paling berbakat di dunia untuk membuat dampak.”

    Ketegangan di Meta ini menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi besar dalam menyeimbangkan ambisi AI dengan kesejahteraan karyawan. Sementara perusahaan seperti Microsoft mengembangkan strategi AI mandiri, Meta justru bergulat dengan masalah internal yang serius. Situasi ini juga terjadi di tengah diskusi global tentang regulasi AI, di mana pemerintah Indonesia memastikan Perpres AI akan terbit tahun ini.

    Bagi para pengamat industri, ketegangan di Meta ini menjadi studi kasus tentang bagaimana restrukturisasi besar-besaran yang didorong oleh AI dapat berdampak negatif pada moral dan produktivitas karyawan. Dengan ribuan insinyur berbakat yang merasa tidak terpakai potensinya, Meta menghadapi risiko kehilangan talenta terbaiknya di tengah persaingan AI yang semakin ketat.

  • 60 Pembangkit Baru 16,5 GW Bukti Ketahanan Energi Nasional

    60 Pembangkit Baru 16,5 GW Bukti Ketahanan Energi Nasional

    JBNews.id — Sebanyak 60 pembangkit listrik baru dengan total kapasitas 16,5 gigawatt (GW) telah beroperasi dalam lima tahun terakhir, menjadi bukti nyata pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan di Indonesia. Capaian ini sekaligus membantah anggapan yang menyebut tidak ada pembangunan pembangkit dalam beberapa tahun terakhir.

    Dalam beberapa tahun terakhir, sektor energi nasional menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pertumbuhan ekonomi membutuhkan pasokan listrik yang semakin besar, sementara digitalisasi meningkatkan konsumsi energi secara signifikan. Di sisi lain, dunia juga menuntut transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan sebagai langkah mitigasi krisis energi.

    Menjawab berbagai tantangan tersebut tentu tidak cukup hanya dengan mempertahankan kondisi yang ada. Dibutuhkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Maka dari itulah berbagai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan perlu dipahami sebagai bagian dari upaya membangun fondasi jangka panjang bagi bangsa.

    Fondasi Jangka Panjang Sektor Energi

    Kehadiran 60 pembangkit baru berjalan beriringan dengan penguatan jaringan transmisi, pembangunan gardu induk, serta transformasi digital yang membuat sistem kelistrikan nasional semakin andal dan efisien. Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek tata kelola perusahaan, tetapi juga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Ketahanan energi dibangun melalui banyak komponen yang saling terhubung. Pembangkit menghasilkan listrik, jaringan menyalurkannya, gardu induk mengatur distribusinya, sementara teknologi digital memastikan seluruh sistem bekerja secara efektif dan responsif. Maka fakta beroperasinya 60 pembangkit baru dengan kapasitas total 16,5 GW menjadi jawaban atas berbagai anggapan yang menyebut tidak adanya pembangunan pembangkit dalam beberapa tahun terakhir.

    Transformasi digital di sektor ketenagalistrikan juga menjadi sorotan penting. Sistem yang lebih cerdas dan terintegrasi memungkinkan pengelolaan beban listrik yang lebih efisien, deteksi dini gangguan, serta pemeliharaan prediktif yang mengurangi risiko pemadaman. Inovasi ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang terjadi di berbagai sektor, termasuk teknologi satelit yang semakin maju.

    Dampak bagi Masyarakat dan Industri

    Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini memiliki implikasi langsung bagi masyarakat dan dunia usaha. Pasokan listrik yang lebih andal mendukung pertumbuhan industri, menarik investasi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami defisit listrik kini mulai menikmati pasokan yang lebih stabil.

    Bagi pelaku industri, ketersediaan listrik yang cukup dan andal menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi. Kapasitas tambahan 16,5 GW memberikan ruang bagi pertumbuhan sektor manufaktur, digitalisasi layanan, dan pengembangan kawasan industri baru. Ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional.

    Sektor digital dan teknologi informasi juga menjadi salah satu penerima manfaat utama. Pusat data, layanan cloud, dan infrastruktur digital lainnya membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkapasitas besar. Keandalan sistem kelistrikan menjadi prasyarat bagi pengembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

    Sinergi Infrastruktur dan Teknologi

    Pembangunan pembangkit baru tidak berdiri sendiri. Penguatan jaringan transmisi dan gardu induk memastikan listrik dapat disalurkan secara efisien dari pusat pembangkit ke pusat konsumsi. Sementara itu, transformasi digital memungkinkan sistem kelistrikan dikelola secara lebih cerdas dan responsif terhadap perubahan permintaan.

    Gardu induk yang baru dibangun berfungsi sebagai simpul distribusi yang mengatur aliran listrik agar tetap stabil. Dengan teknologi digital, pengelolaan beban listrik dapat dilakukan secara real-time, mengurangi risiko overload dan pemadaman. Sistem ini juga memungkinkan integrasi sumber energi terbarukan yang sifatnya intermiten, seperti tenaga surya dan angin.

    Transformasi digital di sektor ketenagalistrikan juga membuka peluang bagi pengembangan layanan baru, seperti smart grid dan manajemen energi berbasis kecerdasan buatan. Inovasi ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang terjadi di berbagai sektor, termasuk teknologi enkripsi yang semakin canggih.

    Keandalan sistem kelistrikan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya digitalisasi di berbagai aspek kehidupan. Gangguan pasokan listrik dapat berdampak luas, mulai dari terganggunya layanan perbankan digital hingga terhambatnya operasional rumah sakit dan fasilitas publik lainnya.

    Membangun Ketahanan Energi Berkelanjutan

    Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas tambahan 16,5 GW, Indonesia memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Ke depan, tantangan yang dihadapi tidak hanya terbatas pada penyediaan kapasitas pembangkit, tetapi juga mencakup aspek efisiensi, keberlanjutan, dan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Transisi menuju energi bersih harus dilakukan secara bertahap tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik.

    Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan juga membutuhkan dukungan regulasi yang jelas dan konsisten. Kepastian hukum menjadi faktor penting bagi investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor ketenagalistrikan nasional. Kerja sama antara pemerintah, BUMN, dan swasta perlu terus diperkuat.

    Bagi masyarakat, capaian ini berarti pasokan listrik yang lebih andal dan merata. Daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau kini mulai menikmati akses listrik yang layak. Ini menjadi modal penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia.

    Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan juga membuka lapangan kerja baru, baik selama fase konstruksi maupun operasional. Multiplier effect dari sektor energi terhadap perekonomian nasional sangat signifikan, mencakup industri pendukung, jasa konstruksi, dan sektor jasa lainnya.

    Capaian 60 pembangkit baru dengan kapasitas 16,5 GW ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional berjalan sesuai rencana. Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mencakup digitalisasi dan modernisasi sistem pengelolaan energi secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan perkembangan di sektor telekomunikasi, di mana penghargaan telekomunikasi menjadi indikator kemajuan industri.

    Ketahanan energi bukanlah sesuatu yang dapat dibangun dalam semalam. Dibutuhkan perencanaan yang matang, investasi yang besar, dan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan. Capaian 60 pembangkit baru ini menjadi langkah konkret dalam perjalanan panjang menuju kemandirian energi nasional.

  • Karyawan Meta Tolak Hackathon AI di Tengah PHK Massal

    Karyawan Meta Tolak Hackathon AI di Tengah PHK Massal

    JBNews.id — Rencana Mark Zuckerberg menggelar hackathon bertema kecerdasan buatan (AI) untuk membangun kembali semangat kerja karyawan Meta justru menuai penolakan keras dari internal perusahaan. Para pegawai mengaku kelelahan dan tidak punya waktu karena harus menanggung beban kerja tambahan setelah gelombang PHK besar-besaran yang memecat 8.000 orang bulan lalu.

    Dalam pesan internal yang dilihat oleh WIRED, sejumlah karyawan menulis bahwa tanggung jawab tambahan pasca-PHK massal di raksasa teknologi itu menyisakan sedikit waktu bagi mereka untuk mengikuti kegiatan tambahan seperti hackathon. Beberapa lainnya mengatakan mereka merasa enggan berpartisipasi karena apa yang mereka lihat sebagai moral rendah dan menurunnya kepercayaan terhadap manajemen di seluruh perusahaan.

    “Saya benar-benar sibuk menjaga agar tim saya tetap berjalan,” tulis seorang karyawan pada Jumat lalu. “Saya tidak punya insentif untuk berpartisipasi, apalagi punya waktu untuk melakukannya.”

    Dalam sebuah unggahan yang dibagikan kepada sekitar 70.000 karyawan Meta, Zuckerberg membingkai hackathon sebagai cara bagi staf untuk membangun kebersamaan di tengah gejolak internal yang meluas. Ime Archibong, wakil presiden manajemen produk Meta, kemudian membagikan detail tambahan tentang acara tersebut, yang katanya akan berlangsung dari 14 Juli hingga 16 Juli dan berfokus “secara eksklusif pada Inovasi AI.”

    Kritik Pedas dari Karyawan

    Unggahan Archibong langsung mendapat perlawanan keras dari beberapa karyawan, yang merespons dengan pesan marah dan meme sarkastis. “Saya tidak yakin perusahaan ini masih mendukung budaya hackathon lagi,” tulis seorang karyawan dalam komentar yang mendapat lebih dari 200 reaksi jempol dan hati. “Orang-orang diminta untuk menanggung lebih banyak pekerjaan dengan dukungan yang lebih sedikit sementara rekan-rekan mereka di-PHK, sambil juga berusaha menghindari risiko menyebabkan SEV1 [kesalahan teknis serius] dengan penggunaan AI yang ceroboh.”

    Karyawan yang sama menuduh bahwa upaya hackathon tidak akan diperhitungkan dalam evaluasi kinerja, sehingga memicu frustrasi di kalangan pekerja tentang prospek mengesampingkan proyek lain untuk berpartisipasi. Puluhan orang juga bereaksi dengan tawa dan jempol ke atas terhadap sebuah meme yang terinspirasi dari film komedi We’re the Millers, yang bertuliskan, “Kalian semua punya waktu untuk hackathon?”

    “Sejujurnya saya tidak punya waktu untuk fokus pada ini, dan saya diharapkan 100% berbakti” pada pekerjaan reguler, tulis karyawan lain. “Saya pernah berpartisipasi dalam hackathon sebelumnya tetapi ini tidak lagi terasa seperti pilihan di samping sprint pod di bagian perusahaan saya.” Seorang staf ketiga menyoroti apa yang mereka gambarkan sebagai “perubahan budaya yang mengecewakan” karena “saya tidak percaya ada cukup rasa aman untuk menghabiskan waktu pada inovasi hackathon.”

    Meta Bungkam soal Protes Internal

    Meta menolak berkomentar untuk berita ini. Perusahaan yang juga mengelola Instagram dan WhatsApp ini memang telah lama menjadi tuan rumah hackathon internal, tetapi dua sumber memberi tahu WIRED bahwa ini adalah hackathon perusahaan pertama yang berlangsung sejak 8.000 orang di-PHK bulan lalu. Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan, terutama setelah Hacker Retas 20.225 Akun Instagram melalui chatbot AI Meta.

    Seorang veteran rekayasa perangkat lunak Meta menanggapi beberapa keluhan karyawan dengan mengatakan bahwa semua orang didorong untuk berpartisipasi. Namun pesan itu tetap tidak cukup meyakinkan. “Setiap organisasi yang saya kenal memiliki target yang sangat agresif, dengan ekspektasi peningkatan efisiensi dan staf yang jauh lebih sedikit,” komentar seorang karyawan. “Ada lebih sedikit waktu untuk fokus pada aspek lain.”

    Hackathon ini merupakan salah satu dari beberapa inisiatif yang dijabarkan Zuckerberg pada Jumat lalu untuk menyegarkan kembali tenaga kerjanya dan mengatasi kritik internal tentang PHK baru-baru ini serta kekhawatiran lainnya. Ia mengatakan anggaran untuk pertemuan tim di luar kantor akan ditingkatkan dan konsep hot desking, atau pekerja yang hanya sebagian waktu di kantor harus berbagi meja, akan dihapuskan di beberapa kantor.

    Tahun lalu, beberapa pekerja bersatu untuk mensurvei rekan kerja tentang penghapusan meja mereka serta kekacauan dan hilangnya produktivitas yang mereka yakini disebabkan oleh hal tersebut, menurut seseorang yang mengetahui upaya tersebut dan meminta anonimitas untuk mendeskripsikan diskusi sensitif. Kelompok itu mendesak manajemen untuk kembali ke setiap karyawan memiliki ruang sendiri. PHK tampaknya telah membuka ruang, namun menyisakan lebih sedikit waktu untuk melakukan aktivitas sampingan seperti hackathon.

    Implikasi bagi Budaya Perusahaan

    Penolakan terhadap hackathon AI ini menunjukkan keretakan serius antara manajemen puncak Meta dan karyawannya. Di tengupaya perusahaan untuk mengejar ketertinggalan di bidang AI—termasuk dengan mendirikan pusat data bertenda—para pekerja justru merasa terbebani dan tidak dihargai.

    Bagi pembaca, situasi ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi besar ketika melakukan efisiensi besar-besaran. PHK massal tidak hanya berdampak pada mereka yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga menciptakan tekanan luar biasa pada karyawan yang tersisa. Jika Meta tidak segera mengatasi masalah ini, risiko kehilangan talenta terbaiknya semakin besar—sebuah ironi di saat perusahaan justru membutuhkan inovasi paling kreatif untuk bersaing di era AI.

    Karyawan Meta kini berada di persimpangan: antara tuntutan untuk terus berinovasi dan realitas sumber daya yang semakin terbatas. Hackathon yang seharusnya menjadi ajang kreativitas justru menjadi simbol ketidakpuasan yang mendalam.

  • Galaxy A27 Resmi Muncul, Bawa Snapdragon 6 Gen 3

    Galaxy A27 Resmi Muncul, Bawa Snapdragon 6 Gen 3

    JBNews.id — Samsung Galaxy A27 akhirnya muncul di situs resmi Samsung Czechia, mengakhiri spekulasi tentang ponsel kelas menengah terbaru ini. Perangkat tersebut membawa perubahan signifikan dengan chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3, menggantikan prosesor Exynos yang digunakan pada generasi sebelumnya.

    Kehadiran Galaxy A27 di laman resmi Samsung Eropa mengonfirmasi sejumlah spesifikasi yang sebelumnya hanya berupa bocoran. Ponsel ini menawarkan layar Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120Hz, memberikan pengalaman visual yang mulus untuk berbagai aktivitas seperti scrolling media sosial, menonton video, hingga bermain game.

    Dari sisi desain, Galaxy A27 tampil lebih modern dengan kamera depan yang kini ditempatkan dalam punch-hole di bagian tengah layar. Pendekatan ini memberikan tampilan yang lebih premium dan kekinian dibandingkan pendahulunya.

    Spesifikasi Lengkap Galaxy A27

    Untuk urusan performa, Samsung memilih Snapdragon 6 Gen 3 sebagai otak utama perangkat. Chipset ini diharapkan menawarkan efisiensi daya yang lebih baik sekaligus peningkatan performa dibanding Exynos 1280 maupun Exynos 1380 yang digunakan pada generasi terdahulu. Ponsel ini tersedia dalam konfigurasi RAM 6 GB atau 8 GB dengan pilihan penyimpanan internal 128 GB dan 256 GB.

    Galaxy A27

    Di sektor fotografi, Samsung tetap mengandalkan kamera utama 50 MP yang sudah dilengkapi teknologi OIS (Optical Image Stabilization) untuk membantu menghasilkan foto dan video yang lebih stabil. Konfigurasi kamera belakang Galaxy A27 terdiri dari kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide 5 MP, dan kamera macro 2 MP. Sementara untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersedia kamera depan 12 MP yang ditempatkan pada punch-hole di layar.

    Meski demikian, terdapat beberapa penyesuaian dibanding Galaxy A26. Resolusi kamera ultrawide turun dari 8 MP menjadi 5 MP, sementara kamera depan berkurang dari 13 MP menjadi 12 MP.

    Untuk daya tahan, Samsung mempertahankan baterai 5.000 mAh yang dipadukan dengan dukungan fast charging 25W. Galaxy A27 juga langsung menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 saat pertama kali digunakan. Pengguna bisa memanfaatkan fitur Circle to Search, Object Eraser, serta transkripsi rekaman suara dan menerjemahkannya.

    Galaxy A27

    Menariknya, Samsung menjanjikan enam tahun pembaruan Android dan enam tahun pembaruan keamanan, menjadikannya salah satu ponsel kelas menengah dengan dukungan software terpanjang di pasaran. Hal ini sejalan dengan komitmen Samsung terhadap Fitur Terbaru yang akan hadir di masa mendatang.

    Ponsel ini hadir dalam empat pilihan warna, yakni Black, Blue, Light Green, dan Pink. Samsung juga memberikan sertifikasi IP64 yang membuat perangkat tahan terhadap debu dan percikan air.

    Prediksi Harga Galaxy A27

    Samsung memang belum mengumumkan harga resmi Galaxy A27 untuk pasar global maupun Indonesia. Namun bocoran yang beredar di kawasan Eropa memberikan gambaran mengenai banderol yang kemungkinan akan ditawarkan.

    Galaxy A27

    Untuk varian RAM 6 GB dengan penyimpanan 128 GB, Galaxy A27 disebut akan dibanderol mulai 349 euro atau sekitar Rp 6,2 juta. Sementara varian tertinggi dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB diperkirakan dijual seharga 439 euro atau sekitar Rp 7,8 juta. Jika mengacu pada pola harga Samsung di Indonesia, bukan tidak mungkin Galaxy A27 nantinya hadir dengan harga yang sedikit berbeda, karena harga pasaran di Eropa lebih tinggi dibandingkan kawasan Asia Tenggara.

    Perubahan chipset dari Exynos ke Snapdragon menjadi salah satu poin utama yang membedakan Galaxy A27 dari pendahulunya. Langkah ini dinilai strategis mengingat Krisis RAM dan Chipset yang sempat mempengaruhi industri. Dengan Snapdragon 6 Gen 3, Samsung berharap dapat memberikan performa yang lebih stabil dan efisien bagi pengguna kelas menengah.

    Galaxy A27 juga menjadi ponsel pertama di lini A2x yang menggunakan chipset Qualcomm dalam beberapa generasi terakhir. Keputusan ini menunjukkan perubahan strategi Samsung untuk bersaing di segmen mid-range yang semakin kompetitif, terutama dari merek-merek asal China.

    Dari segi software, One UI 8.5 berbasis Android 16 yang dibawa Galaxy A27 menawarkan berbagai fitur kecerdasan buatan. Fitur transkripsi suara dan penerjemahan menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bekerja dengan konten multimedia. Sementara itu, fitur Object Eraser memudahkan pengguna menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto.

    Dukungan pembaruan software selama enam tahun menjadi salah satu nilai jual utama Galaxy A27. Dengan komitmen ini, pengguna tidak perlu khawatir perangkat mereka akan ketinggalan fitur keamanan dan fungsionalitas dalam waktu dekat. Hal ini juga sejalan dengan tren Harga Ponsel Naik yang mendorong konsumen mencari perangkat dengan longevity lebih panjang.

    Secara keseluruhan, Galaxy A27 menawarkan paket yang menarik di segmen kelas menengah. Dengan layar AMOLED 120Hz, chipset Snapdragon 6 Gen 3, kamera utama 50 MP OIS, baterai 5.000 mAh, dan dukungan software enam tahun, ponsel ini menjadi pilihan kuat bagi konsumen yang mencari perangkat dengan keseimbangan antara performa, fitur, dan ketahanan.

    Bagi pengguna di Indonesia yang menantikan kehadiran Galaxy A27, informasi harga resmi dan ketersediaan masih menunggu pengumuman dari Samsung Indonesia. Namun dengan bocoran harga di Eropa, prediksi harga di Tanah Air diperkirakan akan lebih kompetitif.

  • AESI Dorong Percepatan PLTS Industri Demi Daya Saing

    AESI Dorong Percepatan PLTS Industri Demi Daya Saing

    JBNews.id — Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Mada Ayu Habsari mendorong percepatan adopsi energi surya melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sektor industri untuk memperkuat daya saing nasional. Momentum penting bagi percepatan ini terjadi pada periode 2026–2028.

    Mada Ayu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa pemanfaatan energi surya di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sektor manufaktur saat ini menjadi pengguna terbesar PLTS atap nasional. Namun, potensi yang ada masih jauh dari optimal.

    “Jika dibandingkan dengan potensi teknis energi surya Indonesia yang sangat besar, pemanfaatannya masih di bawah satu persen. Artinya, ruang pertumbuhan ke depan masih sangat luas,” ujar Mada.

    Dorongan tersebut disampaikan dalam Green Energy Solutions Forum for Manufacture Owners yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/6). Acara ini menghadirkan pelaku industri, pemilik manufaktur, serta pemangku kepentingan energi terbarukan untuk membahas strategi peningkatan daya saing industri melalui energi surya.

    Faktor Pendorong Adopsi Energi Surya

    Menurut Mada, kombinasi beberapa faktor menjadi pendorong utama adopsi energi surya semakin cepat. Faktor-faktor tersebut meliputi dukungan kebijakan, peningkatan kuota PLTS atap, percepatan permintaan dari sektor industri, serta tuntutan pasar global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

    AESI menilai bahwa tuntutan Environmental, Social and Governance (ESG), transparansi jejak karbon dalam rantai pasok global, serta implementasi penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa sejak awal 2026 semakin mempertegas urgensi transisi energi.

    “Energi bersih bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi industri yang ingin mempertahankan akses pasar internasional,” tegas Mada.

    Oleh karena itu, AESI mendorong penyempurnaan regulasi, memperkuat standar kualitas dan bankability proyek, serta menjadi jembatan antara industri, regulator, BUMN terkait, dan pelaku usaha surya guna mempercepat transformasi energi nasional.

    Momentum Tepat untuk Transisi

    Sementara itu, CEO Trivigo Kunadi Setiadi menilai saat ini merupakan momentum yang tepat bagi industri untuk mempercepat transisi menuju energi hijau. Menurut dia, dukungan regulasi yang semakin terbuka, harga teknologi panel surya yang semakin terjangkau, serta tuntutan pasar global terhadap jejak karbon produk Indonesia menjadi kombinasi yang jarang terjadi dalam satu waktu.

    “Ada tiga hal yang jarang sekali bergerak bersamaan, dan ketiganya sedang bergerak sekarang. Regulasi semakin mendukung, harga teknologi semakin kompetitif dan tekanan pasar global terhadap jejak karbon semakin nyata. Ketika ketiga faktor ini sudah sejajar, menunda keputusan justru menjadi kerugian yang kita pilih sendiri,” ujar Kunadi.

    Ia menjelaskan tekanan biaya energi kini menjadi salah satu tantangan terbesar sektor manufaktur. Pada industri tekstil, misalnya, biaya listrik dapat menyumbang hingga 15–25 persen dari total biaya produksi. Di tengah persaingan ekspor yang semakin ketat, efisiensi energi menjadi faktor yang secara langsung memengaruhi margin usaha dan kemampuan perusahaan memenangkan pasar internasional.

    “Pabrik tidak bangkrut dalam semalam karena tagihan listrik. Namun margin akan terus menyempit dari tahun ke tahun sampai suatu saat perusahaan menyadari bahwa mereka sudah tidak lagi kompetitif. Energi menjadi fondasi utama daya saing industri,” tegas Kunadi.

    Investasi Jangka Panjang

    Kunadi juga menepis anggapan bahwa investasi energi surya masih terlalu mahal. Menurutnya, banyak pelaku industri masih berfokus pada nilai investasi awal tanpa melihat manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh perusahaan.

    “Pertanyaan yang benar bukan berapa biaya pemasangannya, tetapi berapa biaya yang harus ditanggung jika kita tidak melakukannya. Dengan kondisi teknologi dan skema pembiayaan saat ini, banyak proyek dapat mencapai pengembalian investasi dalam empat hingga enam tahun, sementara manfaat penghematan bisa dinikmati hingga puluhan tahun berikutnya,” jelasnya.

    Kunadi mengingatkan bahwa energi hijau kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan faktor penentu akses pasar dan keberlangsungan bisnis di masa depan. Tren ini sejalan dengan perkembangan Insentif Penuh di sektor kendaraan listrik yang mendorong hilirisasi industri.

    “Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, penggunaan energi surya di sektor industri tidak lagi menjadi pembeda, melainkan standar minimum. Perusahaan yang bergerak lebih cepat akan menikmati keuntungan kompetitif yang sulit dikejar oleh mereka yang terlambat. Waktunya bukan besok, bukan tahun depan, tetapi sekarang,” pungkas Kunadi.

    Kehadiran forum di Bandung ini diharapkan dapat mempercepat pemahaman pelaku industri tentang urgensi transisi energi. Dengan potensi teknis energi surya Indonesia yang sangat besar, adopsi PLTS di sektor industri menjadi kunci untuk meningkatkan Pendapatan Neto perusahaan melalui efisiensi biaya operasional. Di sisi lain, Konektivitas Keuangan yang semakin luas juga membuka peluang pembiayaan proyek energi terbarukan.

    Implikasinya jelas: bagi pelaku industri manufaktur di Indonesia, menunda adopsi energi surya sama dengan menurunkan daya saing di pasar global. Dengan tekanan biaya energi yang terus meningkat dan tuntutan pasar yang semakin ketat, efisiensi energi melalui PLTS bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis yang harus segera direalisasikan.

  • Soundbar Creative Katana V2X Bisa Jadi Celah Peretasan PC via Bluetooth

    Soundbar Creative Katana V2X Bisa Jadi Celah Peretasan PC via Bluetooth

    JBNews.id — Sebuah soundbar kelas menengah yang umum digunakan untuk meningkatkan kualitas audio PC ternyata menyimpan celah keamanan kritis. Peneliti keamanan siber Rasmus Moorats menemukan bahwa Creative Sound Blaster Katana V2X dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk bagi peretas untuk mengambil alih komputer korban tanpa perlu proses pairing.

    Temuan ini mengungkap skenario serangan yang tidak biasa, di mana perangkat audio bisa menjadi jembatan nirkabel untuk mengeksekusi kode berbahaya. Celah ini berpusat pada protokol komunikasi eksklusif yang disebut Creative Transport Protocol (CTP). Protokol ini sejatinya mengatur fungsi rutin seperti pencahayaan dan pengaturan suara, sekaligus menjembatani komunikasi dua arah antara soundbar dan komputer.

    Masalahnya, akses ke protokol ini sangat longgar. Moorats menemukan bahwa perangkat Bluetooth apa pun yang berada dalam jangkauan dapat terhubung ke soundbar dan mengirimkan perintah tanpa perlu autentikasi atau proses pairing. Hal ini menciptakan jalur komunikasi langsung ke perangkat yang secara fisik terhubung ke komputer. Risiko ini semakin relevan mengingat maraknya ancaman privasi di era digital saat ini.

    Celah Pembaruan Firmware yang Longgar

    Masalah menjadi semakin fatal pada sistem pembaruan firmware soundbar. Proses pembaruan ini ternyata tidak memiliki code signing atau validasi keamanan yang memadai. Moorats membuktikan kelemahan ini dengan mengunggah firmware kustom buatannya sendiri secara nirkabel (OTA). Firmware bodong tersebut berhasil terinstal dan membuktikan bahwa peretas bisa memasukkan kode berbahaya apa pun ke dalam soundbar.

    Setelah firmware jahat terinstal, langkah selanjutnya adalah memanfaatkan kemampuan HID (Human Interface Device) yang tertanam di dalam sistem operasi FreeRTOS yang digunakan soundbar. FreeRTOS adalah sistem operasi tertanam yang sangat populer dan mendukung fungsi HID—kelas perangkat USB yang sama dengan keyboard, mouse, dan webcam.

    Dengan memodifikasi firmware, Moorats berhasil memanipulasi soundbar agar dikenali oleh komputer sebagai perangkat tambahan, yakni sebuah keyboard. Dari titik ini, soundbar bisa “mengetik” dan mengirimkan perintah jahat secara diam-diam ke PC korban.

    “Menggabungkan semuanya, saya bisa sepenuhnya dari jarak jauh… mengunggah firmware kustom ke speaker yang belum pernah saya pairing, lalu perangkat akan reboot, memasang firmware jahat, dan mengetikkan perintah eksekusi ke PC,” tulis Moorats dalam laporannya.

    Dalam skenario serangan nyata, peretas bisa memerintahkan ‘keyboard hantu’ ini untuk membuka program seperti PowerShell dan mengeksekusi kode perusak, lalu mengunci sistem agar firmware jahat tersebut tidak bisa dihapus.

    Ancaman Menetap Meski Terbatas Jarak

    Satu-satunya kabar baik adalah serangan ini mewajibkan peretas berada dalam jangkauan Bluetooth. Artinya, ancaman ini terbatas pada tetangga, teman serumah, atau orang di kantor yang sama. Meski begitu, celah ini tetap berbahaya karena Bluetooth pada soundbar ini akan terus aktif meskipun perangkat dalam mode tidur (sleep mode), dan tidak ada cara mudah untuk mematikannya.

    Kerentanan ini menjadi pengingat bahwa perangkat IoT dan peripheral komputer tidak luput dari risiko keamanan. Pengguna perlu lebih waspada terhadap perangkat yang terhubung ke komputer mereka, terutama yang memiliki konektivitas nirkabel.

    Moorats telah melaporkan temuannya ini kepada pihak Creative Technology. Setelah sempat bungkam, CERT Singapore (Badan Siber Singapura) turun tangan menjembatani komunikasi. Mengejutkannya, pihak Creative merespons dengan menyatakan bahwa tim teknisi mereka tidak menganggap celah perilaku perangkat ini sebagai sebuah kerentanan (vulnerability).

    Implikasi dari temuan ini sangat jelas: pengguna Creative Sound Blaster Katana V2X berada dalam risiko keamanan yang tidak bisa diabaikan. Selama tidak ada patch firmware resmi dari Creative Technology, soundbar ini tetap menjadi titik masuk potensial bagi peretas yang berada dalam jangkauan Bluetooth.

    Bagi pengguna yang khawatir, satu-satunya langkah mitigasi sementara adalah memastikan tidak ada perangkat asing dalam jangkauan Bluetooth, atau mempertimbangkan untuk tidak menggunakan fitur Bluetooth soundbar sama sekali. Namun, karena Bluetooth tetap aktif meski dalam mode tidur, opsi teraman adalah memutus koneksi fisik soundbar dari komputer saat tidak digunakan.

    Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi industri perangkat keras untuk lebih memperhatikan aspek keamanan siber dalam setiap lapisan produk mereka, termasuk pada komponen yang tampaknya tidak berbahaya seperti soundbar. Perkembangan teknologi yang semakin kompleks menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari semua pihak.

  • Inggris Gelontorkan AI Tutor untuk 450.000 Anak Kurang Mampu

    Inggris Gelontorkan AI Tutor untuk 450.000 Anak Kurang Mampu

    JBNews.id — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kembali menegaskan komitmennya untuk menerapkan “AI tutor” bagi hampir setengah juta anak kurang mampu di Inggris. Janji tersebut disampaikan dalam pidatonya di London Tech Week pada Senin (Juni 2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menutup kesenjangan prestasi akademik antara siswa dari latar belakang sosial yang berbeda.

    Dalam pidato yang sarat dengan agenda kecerdasan buatan, Starmer juga mengumumkan pembangunan pusat data AI baru, mendesak perusahaan teknologi untuk memasang perangkat lunak pengawasan di ponsel warga guna mencegah anak di bawah umur mengirim dan menerima konten vulgar, serta membanggakan bahwa 1,7 juta pekerja telah “ditingkatkan keterampilannya” melalui pelatihan AI yang disediakan pemerintah. Selain itu, ia meluncurkan alat pencari kerja berbasis AI untuk membantu para penganggur.

    Fokus utama dari kebijakan ini adalah pendidikan. Pemerintah akan memberikan akses AI tutor kepada 450.000 anak yang menerima makanan gratis di sekolah. Langkah ini, menurut Starmer, bertujuan untuk “menutup kesenjangan prestasi” antara siswa dari berbagai latar belakang sosial.

    Logika Kebijakan yang Dipertanyakan

    Logika di balik inisiatif ini, yang pertama kali diumumkan pada Januari lalu, dinilai memiliki dasar yang rapuh. Pengumuman awal mencatat bahwa anak-anak kurang mampu lulus ujian standar Bahasa Inggris dan Matematika hanya setengah dari tingkat keberhasilan rekan-rekan mereka. Bukti menunjukkan bahwa bimbingan belajar satu lawan satu dapat mempercepat pembelajaran anak sekitar lima bulan, namun akses terhadap bimbingan belajar dinilai “sangat timpang.”

    Di sinilah AI tutor diharapkan dapat berperan, memberikan “bantuan tambahan” kepada siswa kurang mampu ketika mereka “membutuhkan lebih banyak latihan untuk menguasai pelajaran” dan “membantu mereka mengejar ketertinggalan.” Namun, masalahnya terdapat pada sejumlah besar penelitian yang menunjukkan bahwa AI justru menjadi alat pembelajaran yang tidak efektif.

    Studi menunjukkan bahwa penggunaan AI mengurangi aktivitas otak selama tugas kognitif, merusak kemampuan berpikir kritis, dan dikaitkan dengan hilangnya ingatan. Lebih dari itu, memberikan akses ke chatbot AI dianggap terlalu naif untuk membalikkan nasib akademik seorang anak.

    Kritik Tajam dari Publik dan Pakar

    Banyak pihak mengecam inisiatif Starmer. “Menimpakan AI tutor pada kelompok masyarakat termiskin, ketika efeknya masih sangat sedikit dipahami, adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab,” cuit Ed Newton-Rex, CEO Fairly Trained, sebuah organisasi nirlaba yang mensertifikasi alat AI yang dilatih dengan data yang diperoleh secara adil. “Pemerintah ini sepenuhnya telah dikuasai oleh industri teknologi.”

    “AI untuk orang miskin, guru manusia sungguhan untuk orang kaya,” tulis pengguna lain di media sosial. Kritik ini menyoroti kesenjangan perlakuan yang jelas dalam sistem pendidikan Inggris.

    Inggris bukanlah negara pertama yang menempuh jalur ini. Pada Desember tahun lalu, xAI milik Elon Musk mengumumkan program pendidikan nasional bertenaga AI untuk menerapkan chatbot Grok di lebih dari 5.000 sekolah umum, menjangkau sekitar dua juta anak.

    Ilustrasi Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan visual AI.

    Implikasi dari kebijakan ini sangat jelas: alih-alih mengatasi akar masalah kesenjangan pendidikan, pemerintah justru memilih solusi teknologi yang belum teruji. Bagi para pelaku industri teknologi, langkah ini membuka peluang besar untuk mengintegrasikan produk AI ke dalam sektor publik. Namun, bagi para pendidik dan orang tua, kekhawatiran tentang efektivitas dan dampak jangka panjang AI pada perkembangan kognitif anak menjadi isu yang tak bisa diabaikan.

    Kebijakan ini juga menunjukkan tren global di mana pemerintah mulai bergantung pada solusi AI untuk masalah sosial yang kompleks. Di sisi lain, pengembangan AI di Indonesia juga terus berlanjut, seperti yang terlihat dalam XLSmart Luncurkan ESTA Prime untuk mendorong digitalisasi korporasi. Sementara itu, integrasi AI dengan infrastruktur lain juga menjadi fokus, misalnya melalui XLSmart Satukan AI, Cloud, dan 5G untuk akselerasi digital.

    Keputusan pemerintah Inggris ini menjadi studi kasus tentang bagaimana teknologi AI diterapkan dalam kebijakan publik, dan apa artinya bagi masa depan pendidikan generasi mendatang.