Workshop AI Kembangkan Sekolah Rakyat dan Bansos

Suasana Workshop 3 AITF Batch 2 di Universitas Brawijaya dengan peserta merancang sistem AI

JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyelenggarakan Workshop 3 Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) Batch 2 sebagai wadah melahirkan inovasi kecerdasan buatan yang berdampak langsung pada implementasi program sekolah rakyat dan bantuan sosial (bansos). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Algoritma Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, pada 8-9 Juni 2026.

Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Kemkomdigi Said Mirza Pahlevi dalam sambutannya menyatakan, peserta AITF merancang pengembangan sistem kecerdasan buatan yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pembelajaran sekolah rakyat dan ketepatan penerima bansos pemerintah. “Khusus di Universitas Brawijaya, peserta sedang menyelesaikan use case yang sangat penting terkait (pembelajaran) Sekolah Rakyat dan (sistem) bantuan sosial,” kata Said.

Menurut dia, inovasi pemanfaatan AI untuk dua program tersebut dihadirkan sebagai persoalan utama dalam penyelenggaraan AITF. Hal ini merupakan bagian dari partisipasi kementerian dan kampus untuk menguatkan pelayanan kepada masyarakat. “Use case (sekolah rakyat dan bansos) ini sangat ditunggu,” ujar dia.

Workshop 3 AITF Batch 2 yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya berjalan selama dua hari. Setelah tahapan ini selesai, penyelenggaraan demo day dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Juni 2026. Ajang tersebut akan menjadi momentum pembuktian dari kesempurnaan inovasi yang dikembangkan oleh para peserta.

Ketua Pelaksana AITF sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D mengatakan, tahapan demo day akan menjadi ajang pembuktian dari kesempurnaan inovasi yang dikembangkan oleh para peserta AITF. “Mahasiswa kami mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan berbagai studi kasus yang memiliki tantangan besar melalui AITF,” kata dia.

Agar proses penyempurnaan inovasi berjalan terarah dan tepat waktu, panitia memberikan pendampingan tambahan kepada para peserta yang dimungkinkan menggunakan skema karantina. “AITF di Universitas Brawijaya dikonversikan menjadi 12 SKS,” tutur Sabriansyah.

Dampak Inovasi AI untuk Sektor Publik

Fokus utama workshop ini adalah pengembangan kecerdasan buatan yang dapat menyelesaikan dua persoalan strategis nasional: sistem pembelajaran sekolah rakyat dan akurasi penyaluran bantuan sosial. Sekolah rakyat merupakan program pendidikan yang menyasar kelompok masyarakat kurang mampu, sementara bansos membutuhkan sistem verifikasi data yang presisi agar tepat sasaran.

Dengan memanfaatkan AI, proses identifikasi penerima bansos dapat dilakukan secara lebih akurat dan transparan. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan kesalahan data dan potensi penyimpangan dalam penyaluran bantuan. Sementara untuk sekolah rakyat, AI dapat membantu personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing siswa.

Inisiatif ini sejalan dengan tren pemanfaatan teknologi di berbagai sektor. Sebagai contoh, ACERUN 2026 juga mengintegrasikan AI dalam dunia gaya hidup sehat, menunjukkan bahwa teknologi ini semakin merambah berbagai aspek kehidupan.

Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

Workshop AITF Batch 2 menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mengembangkan talenta digital. Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung pada solusi permasalahan bangsa melalui inovasi teknologi.

Peserta workshop terdiri dari mahasiswa yang mendapatkan kesempatan mengerjakan studi kasus dengan tantangan besar. Pendampingan intensif dan skema karantina memastikan setiap inovasi yang dihasilkan benar-benar matang dan siap diimplementasikan.

Kolaborasi serupa juga terjadi di berbagai bidang, termasuk dalam dunia jurnalistik. Munas PERSAJA 2026 menjadi ajang konsolidasi jurnalis yang juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pemberitaan.

Demo day pada 29-30 Juni 2026 akan menjadi puncak dari rangkaian workshop ini. Pada tahap tersebut, setiap tim peserta akan mempresentasikan hasil inovasi mereka di hadapan dewan juri dan pemangku kepentingan terkait. Inovasi terbaik berpotensi untuk diadopsi oleh Kemkomdigi dalam program nasional.

Implikasi bagi Masyarakat

Keberhasilan workshop ini memiliki implikasi langsung bagi masyarakat. Sistem AI yang dikembangkan peserta AITF berpotensi mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial. Sekolah rakyat dapat mengadopsi platform pembelajaran adaptif berbasis AI yang menyesuaikan materi dengan kemampuan masing-masing siswa.

Di sisi bansos, sistem verifikasi berbasis AI dapat mengurangi kesalahan data penerima, mempercepat proses pencairan, serta meningkatkan transparansi penyaluran bantuan. Hal ini sangat relevan mengingat bansos merupakan program strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kurang mampu.

Dengan adanya workshop ini, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang kecerdasan buatan. Talenta-talenta muda yang lahir dari program AITF diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi digital nasional.

Pemerintah juga terus mendorong agar AI berorientasi pada kepentingan publik, sebagaimana disuarakan dalam berbagai forum internasional. Inovasi yang lahir dari workshop ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi solusi konkret bagi permasalahan sosial yang kompleks.