Category: Tekno

  • Menkomdigi Buka XLSmart Bravo 500 Summit 2026

    Menkomdigi Buka XLSmart Bravo 500 Summit 2026

    JBNews.id — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membuka XLSmart Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Forum tahunan edisi kedua ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas transformasi digital nasional.

    Acara yang digelar XLSmart for Business ini mengusung tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri”. Sebanyak 2.000 partisipan hadir untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), data, konektivitas, dan teknologi digital. Forum ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat pilar-pilar digital yang menopang industri.

    Dalam sambutannya, Meutya Hafid menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong adopsi teknologi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi tantangan geografis.

    Salah satu momen kunci dalam summit ini adalah peluncuran Esta Prime oleh XLSmart for Business. Esta Prime merupakan platform dan layanan enterprise yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis melalui solusi konektivitas, integrasi data, penguatan keamanan, dan integrasi aplikasi. Platform ini mencakup tujuh pilar digital yang dinilai krusial bagi industri saat ini: data, perangkat (device), jaringan (network), aplikasi, keamanan (security), infrastruktur digital, dan kecerdasan buatan (AI).

    Peluncuran Esta Prime menandai langkah strategis XLSmart dalam menyediakan solusi digital terpadu bagi korporasi. Dengan mengintegrasikan tujuh pilar digital dalam satu platform, perusahaan dapat mengelola transformasi digital secara lebih efisien dan terukur. Kehadiran AI sebagai salah satu pilar menunjukkan bahwa teknologi ini menjadi fondasi utama dalam inovasi bisnis modern.

    XLSmart Bravo 500 Summit 2026 tidak hanya menjadi ajang peluncuran produk, tetapi juga forum diskusi yang menghadirkan berbagai narasumber dari lintas sektor. Para peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana teknologi digital dapat diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing industri. Diskusi mencakup studi kasus penerapan AI di sektor manufaktur, layanan keuangan, dan logistik.

    Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, terus mendorong pengembangan infrastruktur digital yang merata. Hal ini penting untuk memastikan bahwa manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil. Upaya pemerintah mengejar kualitas internet menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem digital yang inklusif.

    Acara ini juga menjadi momentum bagi para pelaku industri untuk menjalin kemitraan strategis. Kolaborasi antara perusahaan teknologi, penyedia layanan, dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat adopsi solusi digital di berbagai sektor. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menjadi wacana, tetapi terwujud dalam implementasi nyata.

    Kehadiran 2.000 partisipan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Forum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan era digital. Para peserta juga berkesempatan untuk melihat langsung demonstrasi teknologi terbaru dari berbagai mitra XLSmart.

    XLSmart for Business berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Peluncuran Esta Prime diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi digital mereka. Platform ini dirancang untuk fleksibel dan dapat disesuaikan dengan skala bisnis, dari UKM hingga korporasi besar.

    Dengan digelarnya XLSmart Bravo 500 Summit 2026, optimisme terhadap masa depan transformasi digital Indonesia semakin kuat. Sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun ekosistem digital yang berdaya saing global. Forum ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus mendorong inovasi dan kolaborasi.

  • Huawei MatePad Mini Meluncur di Indonesia 24 Juni, Spesifikasi Bocor

    Huawei MatePad Mini Meluncur di Indonesia 24 Juni, Spesifikasi Bocor

    JBNews.id — Huawei akan memperkenalkan MatePad Mini sebagai tablet terbarunya di Indonesia pada 24 Juni 2026. Tablet ini hadir dengan desain compact dan tipis, menyasar konsumen yang mencari perangkat serba bisa dengan layar 8,8 inch.

    Edy Supartono, Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, menyatakan bahwa Huawei MatePad Mini adalah salah satu tablet berukuran 8,8 inch paling tipis sedunia. Ketebalannya hanya 5,2mm dengan bobot 260 gram. “Tapi itu tidak menghalangi powerful atau durabilitas dari tablet Huawei MatePad Mini, karena tanpa kompromi kita tetap mendesain Huawei MatePad Mini dengan inovatif,” kata Edy dalam media experience di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

    Spesifikasi Layar dan Desain

    Huawei MatePad Mini dilengkapi panel display OLED PaperMatte yang memberikan sensasi menulis seperti di atas kertas dan dapat mengurangi pantulan cahaya. Layar ini memiliki resolusi 2,5K dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.800 nits.

    Layar Huawei MatePad Mini dikelilingi bezel super tipis, hanya 2,9mm. Desain ini memungkinkan Huawei mengecilkan dimensi tablet hingga 4,1%, tapi area layarnya berhasil diperluas hingga 9,4% dengan rasio screen-to-body hingga 92%.

    Untuk menjaga kenyamanan mata pengguna, tablet ini menawarkan mode ‘Eye comfort’ yang dapat menyaring cahaya biru, dan mode eBook yang menampilkan konten dalam warna hitam dan putih. Huawei MatePad Mini juga sudah dilengkapi sertifikasi dari TÜV Rheinland dan SGS Low Visual Fatigue.

    Huawei MatePad Mini

    Kamera dan Fitur Produktivitas

    Kamera utama 50 MP dan kamera ultrawide 8 MP melengkapi spesifikasi Huawei MatePad Mini, yang dikelilingi cincin ala jam tangan mewah. Di salah satu sudut layarnya terdapat kamera depan 32 MP untuk mengambil selfie dan video call.

    Walau ukurannya kecil, Huawei sudah membekali tablet ini dengan sejumlah fitur pendukung produktivitas dan kreativitas. Ada aplikasi Huawei Notes yang dapat mengenali rumus perhitungan matematika dan tulisan tangan, WPS PC Level untuk mengolah dokumen, serta aplikasi GoPaint untuk menggambar.

    Huawei MatePad Mini dilengkapi aksesoris case Huawei Fold Cover yang dapat dipakai dalam berbagai mode, dan stylus Huawei M-Pencil generasi ketiga yang memiliki 10.000 tingkat sentuhan dan latensi rendah 0,8ms.

    Performa dan Baterai

    Performa Huawei MatePad Mini didukung baterai 6.400 mAh yang diklaim dapat dipakai untuk menonton video hingga 15,5 jam. Baterainya dilengkapi Fitur Terbaru pengisian cepat 66W.

    Spesifikasi lengkap dan harga Huawei MatePad Mini di Indonesia akan diumumkan pada 24 Juni mendatang. Peluncuran ini menambah daftar panjang inovasi Huawei di segmen tablet, sekaligus memberikan alternatif bagi pengguna yang menginginkan Teknologi Terbaru dalam genggaman.

    Dengan bobot hanya 260 gram dan ketebalan 5,2mm, tablet ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang membutuhkan perangkat portabel untuk produktivitas sehari-hari. Kehadiran Huawei MatePad Mini di pasar Indonesia menunjukkan komitmen Huawei untuk terus menghadirkan perangkat inovatif di segmen tablet.

    Bagi konsumen yang mencari tablet dengan keseimbangan antara portabilitas dan performa, MatePad Mini menawarkan solusi yang menarik. Dengan layar OLED PaperMatte, dukungan stylus M-Pencil generasi ketiga, dan fitur produktivitas seperti Huawei Notes dan WPS PC Level, tablet ini siap mendukung berbagai aktivitas kreatif dan profesional.

    Pengumuman resmi pada 24 Juni nanti akan menjadi momen yang dinantikan oleh banyak penggemar teknologi di Indonesia. Harga dan ketersediaan akan menjadi faktor kunci yang menentukan daya tarik tablet ini di pasar yang semakin kompetitif.

    Huawei juga telah menunjukkan keseriusannya di pasar perangkat wearable dengan fitur-fitur inovatif seperti yang terlihat pada Google Gemini dan produk lainnya. Kehadiran MatePad Mini diharapkan dapat memperkuat posisi Huawei di segmen tablet premium.

    Dengan spesifikasi yang mengesankan dan desain yang ringkas, Huawei MatePad Mini siap menjadi pesaing serius di pasar tablet global. Konsumen di Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan untuk perangkat yang dapat mendukung gaya hidup digital mereka.

  • Dua Developer RI Bertemu Tim Cook di WWDC 2026

    Dua Developer RI Bertemu Tim Cook di WWDC 2026

    JBNews.id — Dua developer muda Indonesia, Francesco Emmanuel Setiawan dan Ghazali Ahlam Jazali, berhasil menembus ajang bergengsi WWDC 2026 di Apple Park, Cupertino. Lebih dari sekadar menyaksikan keynote, keduanya mendapat kesempatan langka bertemu langsung dengan CEO Apple Tim Cook dan calon CEO John Ternus. Pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung inovasi global.

    Francesco, mahasiswa Ilmu Komputer Binus University, adalah peraih penghargaan Swift Student Challenge Distinguished Winner 2026. Sementara Ghazali, lulusan Ilmu Komputer Universitas Sanata Dharma, memenangkan Swift Student Challenge 2026 lewat aplikasi edukasi privasi digital berjudul They Have Your Fingerprint!. Keduanya tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi representasi kebanggaan Indonesia di ajang tahunan Apple tersebut.

    Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Apple Park

    Francesco mengaku sangat terkesan saat pertama kali memasuki Apple Park. Suasana yang dirasakan jauh berbeda dibandingkan hanya melihat markas Apple melalui foto atau video. “Yang paling memorable sih pas hari pertama ya, pas pertama kali masuk Apple Park. Benar-benar kagum banget, keren banget sama kantornya. Banyak pohon, keren,” ujarnya. Tak hanya desain ikonik, sambutan dari karyawan Apple juga membuatnya merasa istimewa. “Pas baru masuk pun juga Apple employees-nya, mereka very energetic banget. Mereka banyak teriak, pokoknya berasa ter-welcome banget di situ. Jadi very, very memorable,” tambahnya.

    Francesco Emmanuel Setiawan dan Ghazali Ahlam Jazali, dua developer RI ikut WWDC 2026

    Kesan serupa dirasakan Ghazali. Menurutnya, atmosfer di Apple Park langsung terasa berbeda sejak pertama kali tiba. “Kita begitu sampai di depan ini aja, masuk itu udah langsung pada teriak-teriak, WWDC, dan udah langsung bersorak-sorak semua. Energinya itu sangat tinggi dan itu mengubah semua experience-nya,” katanya. Antusiasme yang terpancar dari para peserta dan penyelenggara menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi kedua developer muda ini.

    Bertemu Tim Cook dan John Ternus

    Salah satu momen paling berkesan adalah kesempatan berbincang langsung dengan Tim Cook dan John Ternus. Francesco mengungkapkan Tim Cook sempat bercerita mengenai kunjungan terakhirnya ke Apple Developer Academy Indonesia. “Kemarin pas aku ngobrol sama Tim Cook, dia cerita pas terakhir dia ke Apple Academy Indonesia, dia senang banget lihat the next generation of learners,” ungkap Francesco. Pesan yang disampaikan Tim Cook, baik dalam keynote maupun percakapan langsung, memiliki benang merah yang sama: mendorong generasi muda untuk terus menciptakan inovasi yang memberi dampak positif bagi dunia.

    Francesco Emmanuel Setiawan bertemu Tim Cook dan John Ternus

    Ghazali mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa WWDC merupakan momen favorit dalam setahun bagi para petinggi Apple. “Yang aku agak nggak expect itu adalah mereka bilang bahwa WWDC adalah waktu favorit mereka dalam setahun, termasuk dalam menyambut para pemenang Swift Student Challenge,” ujarnya. “Dari sana aku belajar bahwa mereka benar-benar peduli soal mendidik developer dan mendukung developer indie dalam membangun aplikasi di platform mereka,” lanjut Ghazali. Selain Tim Cook dan John Ternus, Ghazali juga berkesempatan berbincang dengan Susan Prescott, Vice President Worldwide Developer Relations Apple. “Susan Prescott itu essentially semua yang membuat journey developer-ku jadi possible sampai ke sini bahkan. Dan yang keren dari dia, dia sangat berenergi,” katanya.

    Ghazali Ahlam Jazali bertemu Tim Cook dan John Ternus

    Bertukar Pengalaman dengan Engineer Meta dan Headspace

    WWDC 2026 juga menjadi ajang berharga bagi Francesco dan Ghazali untuk memperluas jaringan internasional. Francesco mengaku bisa bertemu langsung dengan para engineer dari sejumlah perusahaan teknologi besar. “Bisa ketemu engineers dari Headspace, dari Meta juga ada. Jadi interesting banget bisa ngobrol-ngobrol sama mereka, dapat insight-insight yang mungkin dari tempat lain kita enggak bisa dapatkan,” ujarnya. Sementara Ghazali merasa terinspirasi saat bertemu para alumni Apple Developer Academy dari berbagai negara. “Ngeliat orang-orang lain ini, banyak juga yang dari Apple Developer Academy, dari berbagai negara, misalnya Korea, Brazil, sampai Italia. Ketemu mereka semua itu menurutku sangat inspiring,” katanya.

    Interaksi tersebut membuka wawasan baru mengenai budaya, metode pembelajaran, hingga pendekatan pengembangan aplikasi yang digunakan di berbagai negara. Pertukaran pengalaman ini menjadi modal berharga bagi kedua developer untuk terus berkarya. Bagi pembaca yang tertarik dengan Fitur Terbaru yang diumumkan di WWDC 2026, artikel terkait bisa menjadi referensi tambahan.

    Fitur WWDC 2026 yang Paling Ditunggu

    Selain pengalaman bertemu tokoh penting, keduanya juga antusias dengan teknologi baru yang diumumkan dalam keynote WWDC 2026. Francesco mengaku paling tertarik dengan pembaruan Core AI yang kini mendukung server models. “Jadi kita udah enggak usah call API dari external parties lagi, terus mau run on-device model tuh jauh lebih gampang dan jauh lebih bagus,” jelasnya. Di sisi lain, Ghazali menyoroti hadirnya visual debugger untuk proyek Artificial Intelligence dan Machine Learning. “Salah satu hambatan terbesar dalam mengerjakan proyek AI/ML itu kan kayak ngeliat model AI yang black box. Dengan visual debugger ini, itu bakal sangat membantu pekerjaan di sana,” ujarnya.

    Kehadiran fitur-fitur ini menunjukkan komitmen Apple dalam mendukung ekosistem developer. Bagi pengguna yang ingin memahami lebih dalam tentang Strategi Model AI, persaingan di industri ini semakin menarik untuk diikuti. Perkembangan teknologi AI yang diumumkan di WWDC 2026 menjadi angin segar bagi para developer di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    Kisah Francesco dan Ghazali di WWDC 2026 membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Pertemuan dengan Tim Cook dan John Ternus, serta interaksi dengan engineer dari Meta dan Headspace, menjadi pengalaman yang tak ternilai. Bagi para developer muda Indonesia, ajang seperti Swift Student Challenge adalah pintu masuk untuk meraih mimpi serupa. Dengan dedikasi dan karya inovatif, bukan tidak mungkin lebih banyak lagi talenta Tanah Air yang akan melangkah ke panggung global. Implikasinya jelas: ekosistem developer Indonesia memiliki potensi besar yang perlu terus didukung dan dikembangkan.

  • NASA dan SpaceX Kunci Kembalinya Manusia ke Bulan

    NASA dan SpaceX Kunci Kembalinya Manusia ke Bulan

    JBNews.id — Sudah lebih dari setengah abad sejak manusia terakhir menginjakkan kaki di Bulan pada Desember 1972 lewat misi Apollo 17. Kini, NASA baru saja mengumumkan kru Artemis III yang dijadwalkan terbang ke Bulan pada 2027. Pertanyaan besarnya: mengapa butuh waktu selama itu untuk kembali?

    Jawaban utamanya bukan sekadar kemauan, melainkan kesiapan teknologi dan kendaraan. NASA menegaskan bahwa prioritas tertinggi adalah keselamatan astronaut. Namun, kendala terbesar justru terletak pada ketiadaan wahana yang mampu membawa manusia mendarat di permukaan Bulan.

    Menurut laporan IFLScience yang dikutip Kamis (11/6/2026), kapsul Orion yang membawa awak Artemis II mengelilingi Bulan tidak dirancang untuk mendarat. Solusi yang sedang dikembangkan adalah menghadirkan kendaraan terpisah buatan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, yang akan menunggu di orbit Bulan.

    Badan Antariksa Eropa (ESA) menjelaskan bahwa Orion akan berlabuh dengan Sistem Pendaratan Manusia (HLS) Starship milik SpaceX. Starship akan menunggu di orbit yang membawanya relatif dekat ke Bulan setiap enam setengah hari. Modul Layanan Eropa ESA kembali memegang peran vital dalam mendukung Orion, menunjukkan kontribusi Eropa yang abadi di jantung program Artemis.

    Orbit yang digunakan dalam misi ini disebut Near Rectilinear Halo Orbit (NRHO). Orbit ini membawa wahana antariksa mendekat ke permukaan Bulan, lalu terbang menjauh dalam pola elips memanjang. Konsep ini ambisius, tetapi realisasinya masih menghadapi hambatan besar.

    Tantangan Teknis dan Penundaan

    Dalam pembaruan pada Maret lalu, inspektur jenderal NASA mengungkapkan bahwa telah terjadi penundaan pengembangan sekitar dua tahun untuk wahana HLS. Masalah utamanya adalah kebutuhan pengisian bahan bakar di luar angkasa. Starship perlu diisi bahan bakar oleh sekitar 11 kapal pengisian bahan bakar yang harus berlabuh dengan HLS — sebuah operasi yang belum pernah dilakukan dalam skala sebesar itu.

    NASA saat ini khawatir bahwa teknologi untuk mentransfer propelan kriogenik ‘tidak akan cukup matang’ menjelang pendaratan yang ditargetkan pada 2028. Ini menjadi salah satu hambatan kritis yang harus diatasi sebelum manusia bisa kembali berpijak di Bulan.

    Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Artemis III tetap menjadi langkah kecil namun signifikan menuju pendaratan di Bulan. Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan optimisme tentang masa depan eksplorasi luar angkasa.

    “Bayangkan berapa banyak pesawat ruang angkasa, yang semuanya pada akhirnya akan membawa manusia, akan berada di orbit pada waktu yang bersamaan, dari Dragon, Shenzhou, Soyuz, mungkin Starliner, Starship, dan wahana pendarat Blue Origin,” ujar Isaacman dalam pernyataan resmi.

    “Ini tampak seperti awal dari masa depan yang kita bayangkan saat masih kecil. Ini tampak seperti awal mula Starfleet pertama Bumi bagi saya,” tandasnya.

    Implikasi bagi Industri Antariksa

    Kembalinya manusia ke Bulan bukan hanya soal prestasi ilmiah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan geopolitik yang luas. Keberhasilan Artemis III akan membuka jalan bagi misi berawak ke Mars dan eksplorasi ruang angkasa yang lebih dalam. Di sisi lain, keterlibatan perusahaan swasta seperti SpaceX menunjukkan pergeseran model bisnis eksplorasi antariksa menuju kemitraan publik-swasta yang lebih erat.

    Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat akan pentingnya investasi di sektor teknologi antariksa. Negara-negara yang mampu menguasai teknologi ini akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di panggung global. Sementara itu, perusahaan teknologi dalam negeri juga bisa belajar dari model kolaborasi NASA-SpaceX untuk mengembangkan inovasi di sektor lain, seperti pabrik chip AI yang membutuhkan standar kebersihan ketat.

    Meskipun target pendaratan Artemis III mundur hingga 2028, komitmen NASA dan mitranya tidak surut. Dengan pengumuman kru resmi pada Juni 2026, misi ini memasuki tahap persiapan yang lebih konkret. Dunia menanti apakah ambisi untuk kembali ke Bulan akhirnya akan terwujud setelah lebih dari lima dekade.

    Bagi para penggemar antariksa, perkembangan ini juga memicu diskusi tentang masa depan eksplorasi. Tren seperti regulasi AI di Eropa atau strategi hibrida Xbox mungkin tidak terkait langsung, namun semuanya mencerminkan bagaimana teknologi mengubah lanskap global dengan cepat.

    Ilustrasi misi Artemis III NASA

    Pada akhirnya, kembali ke Bulan bukan sekadar perjalanan nostalgia, melainkan fondasi bagi masa depan eksplorasi antariksa umat manusia. Setiap penundaan, meskipun mengecewakan, adalah bagian dari proses memastikan bahwa langkah berikutnya aman dan berkelanjutan.

  • XLSmart Bravo 500 Summit 2026 Fokus Kolaborasi AI untuk Industri

    XLSmart Bravo 500 Summit 2026 Fokus Kolaborasi AI untuk Industri

    JBNews.id — XLSmart for Business menggelar XLSmart Bravo 500 Summit 2026, forum tahunan edisi kedua yang mempertemukan industri, pemerintah, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital. Acara yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/6/2026), mengusung tema ‘Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri’ dan dihadiri 2.000 partisipan.

    Forum ini menjadi momentum kolaborasi multi-pihak yang menekankan pentingnya integrasi AI, data, konektivitas, dan teknologi digital dalam mendorong pertumbuhan industri di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turut hadir membuka acara tersebut.

    Presiden Director & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa XLSmart saat ini telah melayani 70 juta pengguna dengan jaringan 5G yang tersebar di 47 kota di Indonesia. Perusahaan menargetkan perluasan jaringan hingga 88 kota pada akhir 2026. Berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga industri manufaktur, telah memanfaatkan layanan XLSmart.

    “Kami optimistis, XLSmart for Business bisa jadi rekan transformasi digital. Partner untuk perjalanan digital, yang memahami tantangan Anda, yang ingin membangun solusi bersama,” ujar Rajeev Sethi dalam sambutannya.

    Dalam ajang ini, XLSmart for Business meluncurkan Esta Prime, sebuah platform dan layanan enterprise yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis melalui solusi konektivitas, integrasi data, penguatan keamanan, dan integrasi aplikasi. Esta Prime menjadi andalan baru perusahaan untuk menjawab kebutuhan korporasi dalam membangun bisnis enterprise yang tangguh.

    Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menjelaskan bahwa Esta Prime mencakup tujuh pilar digital yang sangat penting bagi industri saat ini. Ketujuh pilar tersebut meliputi data, device (perangkat), network, aplikasi, security (keamanan), digital infrastruktur, dan artificial intelligence (AI).

    Andrijanto menambahkan, XLSmart Bravo 500 Summit menjadi forum strategis untuk mempertemukan para pelaku industri guna memuluskan transformasi digital. Diharapkan terjadi kolaborasi nyata untuk memperkuat pilar-pilar digital yang menopang industri di Indonesia.

    “Kita manfaatkan forum ini untuk kita menambah wawasan, menambah relasi dan tentunya kita bisa berkolaborasi untuk tumbuh bersama,” kata Andrijanto.

    Acara ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk berdiskusi langsung dengan para ahli dan pemangku kepentingan terkait penerapan AI di berbagai sektor. Dengan tema yang mengedepankan solusi untuk negeri, XLSmart berharap dapat mendorong adopsi teknologi digital secara lebih luas di kalangan korporasi Tanah Air.

    Kehadiran Menkomdigi dan Menkes dalam pembukaan acara menegaskan dukungan pemerintah terhadap percepatan transformasi digital di Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan AI dan teknologi terkini. Kedua menteri tersebut melihat potensi besar kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

    XLSmart for Business sendiri telah menjadi salah satu pemain utama dalam menyediakan solusi digital bagi korporasi di Indonesia. Dengan peluncuran Esta Prime untuk digitalisasi, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan yang ingin bertransformasi secara digital.

    Para peserta yang hadir terdiri dari perwakilan berbagai sektor industri, mulai dari perbankan, manufaktur, logistik, hingga layanan kesehatan. Mereka antusias mengikuti sesi diskusi dan workshop yang membahas implementasi AI dalam operasional bisnis sehari-hari.

    Selain diskusi panel, acara ini juga menyediakan area pameran di mana para mitra teknologi XLSmart memamerkan solusi inovatif mereka. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), dan big data dapat diintegrasikan ke dalam sistem perusahaan.

    XLSmart sebelumnya telah mengumumkan target ambisius untuk menjadikan bisnis enterprise sebagai salah satu pilar pendapatan utama. Melalui Bravo 500 Summit 2026, perusahaan mengajak ribuan pengusaha untuk memanfaatkan AI dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis mereka.

    Dengan jaringan 5G yang terus diperluas, XLSmart optimistis dapat memberikan konektivitas yang lebih cepat dan stabil bagi para pelanggan korporasi. Hal ini menjadi fondasi penting bagi implementasi solusi digital seperti Esta Prime yang mengandalkan integrasi data dan aplikasi secara real-time.

    Forum tahunan ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang teknologi digital. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang maju secara digital.

    XLSmart Bravo 500 Summit 2026 juga menjadi bukti bahwa sektor telekomunikasi di Indonesia terus bergerak maju, tidak hanya sebagai penyedia layanan komunikasi, tetapi juga sebagai enabler transformasi digital bagi berbagai sektor industri.

    Bagi para pelaku industri yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang solusi digital dari XLSmart, perusahaan menyediakan informasi lengkap melalui kanal resmi mereka. Dengan pendekatan kolaboratif, XLSmart berharap dapat membantu lebih banyak perusahaan mengadopsi teknologi AI dan digitalisasi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

    Acara ditutup dengan sesi networking yang memungkinkan para peserta menjalin kerja sama dan berbagi pengalaman terkait implementasi teknologi digital di masing-masing perusahaan.

  • Tantangan Internet Wilayah 3T: Geografis dan Populasi Minim

    Tantangan Internet Wilayah 3T: Geografis dan Populasi Minim

    JBNews.id — Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memacu pemerataan akses internet di seluruh penjuru Nusantara. Namun, menghadirkan sinyal di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) lebih kompleks daripada sekadar menyediakan anggaran.

    Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, membeberkan realita di lapangan bahwa pembangunan konektivitas digital di pelosok menghadapi bermacam tantangan. Mulai dari kondisi geografis menantang, keterbatasan infrastruktur teknologi, hingga faktor kepadatan penduduk yang sangat minim.

    Salah satu kendala yang dihadapi BAKTI bukan ketiadaan dana, melainkan tak tersedianya kapasitas teknologi pendukung di wilayah target. Fadhilah memberikan contoh kasus nyata saat pemerintah berupaya membangun infrastruktur jaringan di wilayah Papua.

    “Kami punya anggaran pada saat itu kita mau bangun, tapi kapasitas satelitnya tidak ada. Apalagi ini di tahun 2017 satelit Leo (low earth orbit) belum ada saat itu,” ungkap Fadhilah.

    Kebuntuan ini mulai terurai setelah pemerintah meluncurkan satelit Satria 1 di 2023 menggunakan roket Falcon 9. “Itu yang membantu kita menyelesaikan begitu banyak lokasi yang dulu susah sekali kami selesaikan karena kami harus tunggu swasta,” sebutnya. Kehadiran Starlink ikut membantu sebelum pemerintah akhirnya meluncurkan Satria-1.

    Desa Berpenduduk Minim

    Tantangan krusial berikutnya adalah faktor demografi. Di wilayah Kalimantan Timur misalnya, saat ini hanya tersisa 16 desa yang masih berstatus blank spot 100 persen atau tidak memiliki sinyal sama sekali. Desa-desa tersebut tersebar di beberapa kawasan seperti Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Barat.

    Meski jumlah desanya tinggal sedikit, mengeksekusi pembangunan di belasan desa tersebut tidak serta merta dilakukan dengan mendirikan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G. Terdapat analisis kelayakan operasional yang harus diperhitungkan.

    “Ada wilayah di sini yang tidak dihuni ataupun kalau berpenduduk, penduduknya sedikit. Saat penduduknya sedikit, kami tidak akan datang dengan solusi 4G karena biaya operasionalnya terlalu besar kalau misalnya penduduknya 30 atau 50, maka kita akan usahakan cukup dengan WiFi,” jelas Fadhilah.

    Kondisi alam yang menantang dan minimnya populasi membuat banyak wilayah pelosok dinilai tidak layak secara komersial oleh pihak operator seluler swasta. Di sinilah intervensi negara melalui BAKTI menjadi krusial.

    Fadhilah mencatat terdapat 57 kabupaten/kota di Indonesia yang sebelumnya sama sekali tidak dilirik oleh pembangunan infrastruktur swasta karena kurangnya potensi komersial. Di wilayah-wilayah inilah BAKTI membangun infrastruktur konektivitas.

    Hingga kini, BAKTI secara nasional telah membangun infrastruktur BTS 4G di 6.747 lokasi pelosok, serta menyediakan 31.863 titik akses Wi-Fi gratis di fasilitas publik penting seperti sekolah, puskesmas, dan kantor desa.

    Fadhilah Mathar

    Meskipun rintangannya berat, pemerintah mematok target tinggi. Fokus utama adalah penyelesaian 100 persen konektivitas di seluruh kawasan permukiman. Selanjutnya tahun 2020 hingga 2029, target pemerataan diperluas agar ketersediaan sinyal terus menyambung tanpa putus melintasi jalan, hutan, hingga ke laut.

    Upaya BAKTI ini sejalan dengan langkah strategis nasional di sektor teknologi. Sebagai bagian dari ekosistem digital nasional, BAKTI Percepat konektivitas tidak hanya di pelosok daratan, tetapi juga di wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis tinggi.

    Keberhasilan proyek ini juga bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan dukungan kebijakan yang konsisten. Tantangan geografis seperti pegunungan, hutan lebat, dan kepulauan terpencil membutuhkan solusi teknologi yang tepat dan biaya operasional yang efisien.

    Dengan pendekatan yang adaptif, BAKTI berharap tidak ada lagi desa yang terisolasi secara digital. Kehadiran internet di pelosok bukan hanya soal akses komunikasi, tetapi juga pintu masuk bagi layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital yang merata.

    Di sisi lain, perkembangan teknologi satelit seperti Starlink dan Satria-1 membuka peluang baru untuk menjangkau wilayah yang sebelumnya mustahil dilayani oleh infrastruktur kabel serat optik. Kombinasi antara satelit orbit rendah dan BTS 4G menjadi solusi paling realistis untuk kondisi geografis Indonesia.

    Fadhilah menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak akan surut. “Kami akan terus berupaya memastikan setiap warga negara, di mana pun berada, mendapatkan akses internet yang layak,” pungkasnya.

    Bagi masyarakat di wilayah 3T, kehadiran internet bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang setara dengan listrik dan air bersih. Dengan target 2029, pemerintah optimistis kesenjangan digital di Indonesia dapat dikejar dan seluruh wilayah permukiman terkoneksi tanpa celah.

    Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat realisasi konektivitas nasional. Tanpa kolaborasi, target ambisius ini akan sulit tercapai di tengah kompleksitas medan dan demografi Indonesia.

    Dengan pendekatan yang tepat dan inovasi teknologi, tantangan internet di wilayah 3T bukanlah hal yang mustahil untuk diatasi. Pemerintah terus bergerak, satu desa, satu pulau, satu wilayah terpencil pada satu waktu.

  • 36 Tim Siap Bertarung di FFNS 2026 Fall Play-Ins

    36 Tim Siap Bertarung di FFNS 2026 Fall Play-Ins

    JBNews.id — Babak Play-Ins turnamen Free Fire National Series (FFNS) 2026 Fall akan segera dimulai. Sebanyak 36 tim terbaik telah dipastikan bertanding memperebutkan tiket menuju Grand Final yang akan digelar di Yogyakarta pada Juli 2026.

    Kompetisi yang diselenggarakan oleh Garena Indonesia ini memasuki fase krusial. Babak Play-Ins akan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juni 2026. Fase ini menjadi penentu utama bagi tim-tim yang ingin melaju ke partai puncak dan memperebutkan gelar juara.

    Juara turnamen ini tidak hanya akan membawa pulang trofi, tetapi juga berhak tampil di ajang internasional, Free Fire World Series (FFWS) 2026 Fall. Ini menjadi motivasi besar bagi seluruh peserta yang telah melalui serangkaian babak kualifikasi ketat.

    Jalur Kualifikasi dan Daftar Tim

    Dari 36 tim yang berlaga di Play-Ins, mayoritas berasal dari jalur Offline Qualifiers. Sebanyak 24 tim berhasil lolos melalui jalur ini, tersebar dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Alex Reborn (Salatiga), Asal Usul (Pekalongan), dan Avangard Damianos (Tanah Laut).

    Selain itu, terdapat dua tim dari Online Qualifiers, yaitu Fivemortals dan Dcngaji. Jalur Guild War juga menyumbangkan dua tim, yakni Seven King dan Strenght GRT. Turnamen komunitas turut melahirkan wakil, seperti Borneo Hilang Arah (DANA Community Cup 2026) dan Gelkasa Esports (UniPin Free Fire Series).

    P3D Kediri XYZ lolos melalui AXIS Cup 2026. Sementara itu, lima tim jebolan FFNS 2026 Spring juga turut meramaikan, yaitu Vesakha Esports, Sriwijaya Esports, Jiggle is Back, MBR Omega, dan RRQ Academy.

    Dinamika Play-Ins yang Unik

    Ada cerita menarik di balik komposisi tim Play-Ins musim ini. Biasanya, slot Play-Ins dari FFNS 2026 Spring diambil dari peringkat #5 hingga #8. Namun, musim ini ada tambahan satu tim.

    Hal ini terjadi karena Persatuan PSSJ yang menempati peringkat #4 di FFNS 2026 Spring harus didiskualifikasi. Tim tersebut ketahuan melakukan kecurangan di turnamen lain. Akibatnya, slot yang seharusnya menjadi milik Kagendra (peringkat #9) dialihkan ke RRQ Academy, karena Kagendra sudah lolos melalui Offline Qualifiers.

    Di babak Play-Ins, 36 tim akan dibagi ke dalam tiga grup. Setiap tim akan bermain enam match di setiap pertandingan. Tiga tim teratas dari masing-masing grup berhak melaju ke Grand Final.

    Di Grand Final nanti, sembilan tim dari babak Play-Ins akan bergabung dengan tim peringkat dua dan tiga di FFNS 2026 Spring. Satu slot sisanya akan diisi oleh tim peringkat terakhir di antara tim Indonesia di FFWS SEA 2026 Spring.

    Format kompetisi yang ketat ini memastikan hanya tim terbaik yang akan berlaga di partai puncak. Persaingan diprediksi akan berlangsung sengit mengingat kualitas para peserta yang merata.

    Bagi para penggemar esports, ajang ini menjadi tontonan wajib. Perkembangan skena Free Fire di Indonesia terus menunjukkan grafik positif. Turnamen seperti FFNS 2026 Fall menjadi bukti nyata ekosistem esports yang semakin profesional di Tanah Air.

    Dengan hadiah utama berupa tiket ke FFWS 2026 Fall, setiap tim pasti akan memberikan performa terbaik mereka. Babak Play-Ins menjadi panggung pembuktian bagi tim-tim underdog maupun favorit.

    Seluruh rangkaian FFNS 2026 Fall ini menjadi indikator perkembangan esports di Indonesia yang semakin matang. Dari sisi penyelenggaraan hingga partisipasi, turnamen ini menunjukkan standar profesionalisme yang tinggi.

    Para pemain dan tim telah mempersiapkan diri secara maksimal. Babak Play-Ins yang hanya berlangsung tiga hari menuntut konsistensi dan adaptasi cepat dari setiap tim. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan menggagalkan langkah mereka ke Grand Final.

    Yogyakarta akan menjadi saksi dari puncak kompetisi ini pada Juli mendatang. Kota pelajar itu dipilih sebagai lokasi Grand Final, menambah semarak ekosistem esports di luar Pulau Jawa.

    Dengan segala dinamika yang ada, FFNS 2026 Fall dipastikan akan menjadi salah satu turnamen Free Fire paling menarik di tahun ini. Para penggemar bisa menyaksikan aksi terbaik dari 36 tim yang siap bertarung memperebutkan tiket menuju panggung dunia.

    [CONTENT_SELESAI]

  • Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Indonesia Setelah Ludes

    Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Indonesia Setelah Ludes

    JBNews.id — Poco F8 Ultra, yang sempat habis terjual pada masa peluncuran perdana, kini dipastikan kembali tersedia di seluruh kanal penjualan resmi Poco Indonesia. Kepastian ini disampaikan langsung oleh PR Manager Poco Indonesia, Novita Krisutami, yang mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme konsumen menjadi bukti penerimaan pasar terhadap performa perangkat tersebut.

    “Kini saatnya merasakan langsung pengalaman ‘Ultra Power Ascended’ yang menjadi identitas Poco F8 Ultra,” ujar Novita dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET.

    Kembalinya stok Poco F8 Ultra menandai respons cepat Poco terhadap lonjakan permintaan yang terjadi sejak hari pertama penjualan. Perangkat ini dibekali spesifikasi kelas atas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan pengalaman bermain game berkualitas tinggi yang praktis dan portabel.

    Performa Gaming dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5

    Untuk menunjang kinerjanya, Poco F8 Ultra mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan chip grafis dedicated VisionBoost D8. Kombinasi ini didukung oleh teknologi WildBoost Optimization yang membantu menjaga kestabilan frame rate saat menjalankan aplikasi atau game dengan grafis berat.

    Berkat perangkat keras tersebut, Poco mengklaim perangkat ini mampu mencatatkan skor benchmark AnTuTu di kisaran 3,9 juta poin. Angka ini menempatkan Poco F8 Ultra sebagai salah satu ponsel gaming paling bertenaga di kelasnya saat ini.

    Layar AMOLED 6,9 Inci dan Kolaborasi Audio Bose

    Pengalaman visual pengguna didukung oleh layar seluas 6,9 inci Poco HyperRGB AMOLED dengan panel M10. Layar ini dirancang untuk menyajikan detail gambar, gradasi warna, dan tingkat kecerahan yang baik guna mendukung kenyamanan visual standar sinematik.

    Di sektor audio, Poco bekerja sama dengan pabrikan audio kenamaan, Bose. Sistem Sound by Bose pada ponsel ini disetel untuk menghasilkan suara spasial yang presisi, sehingga pengguna dapat mendengar detail suara, seperti arah langkah kaki di dalam game, dengan lebih jelas.

    Sistem Pendingin 3D IceLoop dan Baterai 6.500 mAh

    Untuk meminimalkan risiko penurunan performa akibat suhu panas atau thermal throttling, Poco F8 Ultra menggunakan teknologi LiquidCool terbaru dengan sistem 3D dual-channel, dual-layer IceLoop. Sistem ini berfungsi menyebarkan panas dari dalam mesin agar perangkat tetap dalam suhu yang wajar saat digunakan untuk bermain game dalam waktu lama.

    Daya tahan perangkat ini ditopang oleh baterai berkapasitas cukup besar, yakni 6.500 mAh. Baterai tersebut juga telah mendukung teknologi pengisian daya cepat 100W Hypercharge, memungkinkan pengguna mengisi ulang daya dengan cepat saat dibutuhkan.

    Performa pendinginan yang handal ini menjadi krusial, terutama jika dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi perangkat lain di industri. Sebagai contoh, Framework Laptop 13 Pro sempat mengalami penundaan akibat masalah teknis, menunjukkan betapa pentingnya manajemen termal yang baik.

    Konfigurasi Kamera 50MP dan Integrasi AI

    Di luar kapabilitas gaming, Poco F8 Ultra juga disiapkan untuk menunjang aktivitas harian dan pembuatan konten. Ponsel ini dilengkapi konfigurasi tiga kamera belakang beresolusi 50MP, termasuk sensor Light Fusion 950 dan lensa telefoto.

    Dari sisi perangkat lunak, perangkat ini berjalan dengan sistem operasi Xiaomi HyperOS 3 yang sudah terintegrasi dengan berbagai fitur kecerdasan buatan. Dukungan Xiaomi HyperAI dan asisten digital Google Gemini turut disematkan untuk mempermudah produktivitas dan fungsi multitasking harian pengguna.

    Integrasi AI pada perangkat ini sejalan dengan tren industri yang terus berkembang. Inovasi serupa juga terlihat pada Siri AI yang hadir dengan gaya bicara singkat, menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan semakin dioptimalkan untuk pengalaman pengguna yang lebih intuitif.

    Dampak bagi Pasar dan Konsumen

    Kembalinya stok Poco F8 Ultra memberikan kesempatan kedua bagi konsumen yang belum sempat mendapatkan perangkat ini pada periode penjualan perdana. Bagi para penggemar game mobile, kehadiran kembali perangkat ini berarti akses ke pengalaman gaming kelas flagship dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan kompetitor utama.

    Dari sisi bisnis, langkah Poco menunjukkan pemahaman yang baik terhadap dinamika pasar Indonesia. Respons cepat terhadap lonjakan permintaan menjadi strategi untuk mempertahankan momentum penjualan dan loyalitas konsumen. Hal ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi di sektor lain, seperti upaya BAKTI mempercepat konektivitas digital di wilayah perbatasan yang membutuhkan pendekatan berbeda.

    Bagi Anda yang belum sempat mendapatkan perangkat ini pada periode penjualan perdana, Poco F8 Ultra kini sudah bisa dibeli kembali melalui berbagai kanal resmi Poco di Indonesia.

  • Xbox Akan PHK 1.000 Karyawan, Krisis Hardware Menerpa

    Xbox Akan PHK 1.000 Karyawan, Krisis Hardware Menerpa

    JBNews.id — Divisi Xbox milik Microsoft dilaporkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran pada bulan depan. Rencana efisiensi ini diprediksi akan berdampak pada 1.000 karyawan, menyusul kondisi finansial yang disebut “berdarah-darah” dan krisis komponen perangkat keras yang akan melonjak lebih dari lima kali lipat.

    Kabar kurang sedap ini kembali menghinggapi industri game global. Rencana efisiensi di tubuh Xbox telah digodok secara internal selama beberapa pekan terakhir. Indikasinya mulai terlihat ketika CEO Xbox, Asha Sharma, bulan lalu sempat menyinggung soal keharusan perusahaan untuk “membuat pilihan yang sulit.”

    Menurut rumor yang beredar, pemangkasan ini diprediksi akan berdampak pada 1.000 karyawan di divisi Xbox. Laporan dari Bloomberg turut memperkuat kabar tersebut, menyebutkan bahwa pemotongan skala besar ini akan menyasar anggaran pemasaran, operasional bisnis, hingga potensi perombakan atau bahkan penutupan sejumlah studio game.

    Peringatan ‘Reset Xbox’

    Sesaat sebelum laporan Bloomberg dipublikasikan, Asha Sharma dan Chief Content Officer Xbox, Matt Booty, mengirimkan memo internal kepada para staf. Memo tersebut berisi peringatan keras mengenai fase “Reset Xbox” yang akan dilangsungkan selama 100 hari ke depan. Keduanya secara blak-blakan menjabarkan kondisi finansial perusahaan yang sedang berdarah-darah.

    “Di luar (akuisisi) Activision Blizzard King, selama lima tahun terakhir kami telah menghabiskan lebih dari USD 20 miliar untuk investasi berkelanjutan pada konten, platform, dan subsidi perangkat keras kami. Namun, pendapatan tahunan kami justru anjlok hampir setengah miliar dolar selama rentang waktu tersebut,” tulis Sharma dan Booty.

    “Ke depannya, tren seperti ini tidak boleh terus berlanjut,” tegas mereka, seperti dikutip dari The Verge.

    Tercekik Krisis Komponen Hardware

    Selain masalah pendapatan, Xbox juga dihadapkan pada ancaman krisis komponen perangkat keras. Pihak manajemen memprediksi bahwa biaya komponen untuk musim liburan tahun 2027 mendatang akan melonjak ekstrem—lebih dari lima kali lipat dibandingkan harga dua tahun lalu. Tren kenaikan harga serupa juga terjadi pada komponen memori.

    Menyikapi krisis ini, para petinggi Xbox menyatakan bahwa perusahaan sangat membutuhkan model bisnis serta kemitraan baru di sektor hardware, sembari terus menjaga komitmen mereka pada proyek yang diberi kode nama Helix.

    Buka Peluang Konsol Xbox Pihak Ketiga?

    Penyebutan istilah “kemitraan hardware” sejalan dengan wacana dari Asha Sharma dan Chief Strategy Xbox, Matthew Ball, yang belakangan ini mengisyaratkan akan adanya model bisnis konsol yang “sangat berbeda”. Hal ini memicu spekulasi bahwa di masa depan, pabrikan PC (OEM) pihak ketiga mungkin akan diizinkan untuk memproduksi perangkat bermerek Xbox menggunakan chip terbaru dari AMD.

    Bagi Sharma dan Booty, infrastruktur platform Xbox yang ada saat ini dianggap sudah usang dan “tidak dibangun untuk pertempuran di masa depan”. Oleh karena itu, perusahaan bersiap untuk berevolusi dan merombak total sistem mereka.

    Xbox juga akan menjajaki potensi Mergers & Acquisitions (M&A) untuk memperkuat taring mereka di ranah hardware, PC, mobile, hingga layanan streaming. Di tengah rentetan perombakan strategis ini, Asha Sharma sendiri telah mengambil sejumlah keputusan krusial sejak duduk di kursi kepemimpinan, salah satunya adalah menetapkan game andalan seperti Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution sebagai judul eksklusif penuh untuk konsol Xbox.

    Krisis yang melanda Xbox ini menjadi pengingat bahwa tekanan finansial dan biaya produksi yang melonjak dapat memaksa perusahaan raksasa sekalipun untuk melakukan efisiensi besar-besaran. Bagi para penggemar dan pelaku industri, langkah ini menandai era baru bagi strategi bisnis Xbox yang lebih agresif dan adaptif. Perkembangan serupa di industri teknologi juga dapat disimak melalui analisis Meta, xAI, Google yang tengah berfokus pada keamanan siber.

    Dengan rencana PHK yang akan menghantam 1.000 karyawan dan ancaman krisis komponen hardware, Xbox berada di persimpangan jalan. Keputusan-keputusan yang diambil dalam 100 hari ke depan akan menentukan masa depan divisi game milik Microsoft ini, termasuk kemungkinan lahirnya model konsol baru yang lebih terbuka bagi pihak ketiga.

  • Fitur Galaxy A57 untuk Content Creator Selain Kamera

    Fitur Galaxy A57 untuk Content Creator Selain Kamera

    JBNews.id — Samsung Galaxy A57 5G tidak hanya mengandalkan peningkatan kamera dan fitur Nightography. Ponsel ini juga dibekali sejumlah fitur yang bisa membantu proses pembuatan konten, mulai dari merekam video hingga scrapbook, menjawab kebutuhan content creator yang menginginkan perangkat all-in-one.

    Samsung mengaku fitur-fitur tersebut dirancang berdasarkan kebiasaan pengguna Galaxy A Series yang didominasi kalangan muda. “Kebanyakan pembeli Galaxy A57 dan A37 ini memang masih masuk usia-usia Gen Z. Passion point-nya travelling, mengambil konten foto dan video, lalu hasilnya bisa langsung shareable ke media sosial,” kata MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, dalam workshop Galaxy A57 dan Galaxy A37 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).

    Samsung Galaxy A57

    Berikut tiga fitur utama yang bisa dimanfaatkan para content creator:

    Multi Window Jadi Prompter Dadakan

    Sering lupa skrip saat merekam video? Fitur Multi Window bisa jadi solusinya. Pengguna cukup membuka Samsung Notes dan aplikasi kamera secara bersamaan dalam mode layar terbagi. Dengan cara ini, naskah bisa ditampilkan di layar saat kamera depan merekam. Hasilnya, pengguna dapat membuat konten talking head atau review produk tanpa perlu menghafal skrip maupun bolak-balik melihat catatan.

    Samsung Galaxy A57

    Camera Assistant untuk Kontrol Lebih

    Galaxy A57 juga mendukung Camera Assistant yang bisa diakses melalui aplikasi Good Lock. Setelah diunduh, pengguna akan menemukan berbagai pengaturan kamera tambahan yang tidak tersedia secara default. Beberapa fitur yang tersedia antara lain Prioritize Focus untuk membantu kamera mengunci fokus pada objek bergerak, Distortion Correction untuk mengurangi efek melengkung saat menggunakan kamera ultra-wide, hingga Screen Dim While Recording yang otomatis meredupkan layar saat merekam video guna membantu menghemat baterai.

    Scrapbook Ala Gen Z Tanpa Aplikasi Tambahan

    Tren scrapbook digital kini banyak digunakan sebagai cover Instagram Reels maupun unggahan media sosial. Menariknya, Galaxy A57 sudah memiliki fitur bawaan untuk membuatnya. Lewat fitur Drag and Drop di One UI 8.5, pengguna dapat menyeleksi objek dari sebuah foto lalu memindahkannya ke kanvas lain untuk dikombinasikan dengan gambar atau elemen visual lainnya. Hasilnya bisa digunakan untuk membuat scrapbook, cover konten, hingga postingan yang lebih estetik tanpa perlu mengunduh aplikasi editing tambahan.

    Samsung Galaxy A57

    Dengan fitur-fitur tersebut, Galaxy A57 tak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengambil foto dan video, tetapi juga membantu proses pembuatan konten dari tahap produksi hingga editing langsung di smartphone. Bagi para content creator yang ingin produktivitas maksimal tanpa perangkat tambahan, ponsel ini menawarkan solusi praktis yang terintegrasi.

    Inovasi seperti ini menunjukkan bagaimana Samsung terus menyesuaikan produknya dengan kebiasaan generasi muda yang menginginkan kemudahan dalam setiap langkah kreatif mereka.