Category: Tekno

  • Wear OS 7 Resmi Rilis, Baterai Lebih Awet 10 Persen

    Wear OS 7 Resmi Rilis, Baterai Lebih Awet 10 Persen

    JBNews.id — Google resmi meluncurkan Wear OS 7 untuk Pixel Watch 2, 3, dan 4 hari ini. Pembaruan ini menghadirkan fitur Live Updates yang memungkinkan notifikasi aktivitas real-time, seperti skor olahraga atau status pengiriman makanan, tersinkronisasi antara jam tangan pintar dan ponsel Android.

    Selain itu, Google mengklaim Wear OS 7 menawarkan peningkatan daya tahan baterai hingga 10 persen dibandingkan Wear OS 6. Langkah ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang kerap mengeluhkan ketahanan baterai perangkat wearable.

    Fitur Live Updates menjadi salah satu andalan utama dalam pembaruan ini. Dengan fitur tersebut, pengguna tidak perlu lagi membuka ponsel untuk melihat perkembangan terbaru dari event yang sedang berlangsung. Semua informasi langsung muncul di layar jam tangan secara real-time.

    Google juga menjanjikan kehadiran sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama Gemini Intelligence. Namun, perusahaan menyatakan fitur-fitur tersebut baru akan tersedia pada “akhir tahun ini” atau later this year.

    Fitur Gemini Intelligence di Wear OS 7

    Salah satu fitur yang paling dinantikan adalah Create My Widget. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat widget Wear OS kustom hanya dengan perintah bahasa alami (natural language prompts). Pengguna cukup mengetikkan apa yang diinginkan, dan sistem akan menghasilkan widget yang sesuai.

    Selain itu, Gemini di Wear OS 7 juga disebut mampu menangani otomatisasi aplikasi multi-langkah. Contohnya, pengguna dapat memesan restoran atau membuat reservasi langsung dari jam tangan tanpa harus menyentuh ponsel.

    Pembaruan ini juga membawa desain “neural expressive” baru untuk Gemini serta dukungan untuk Personal Intelligence. Fitur Personal Intelligence akan menarik data dari aplikasi Google yang terhubung untuk memberikan saran yang lebih kontekstual dan personal.

    Dalam konteks ekosistem yang lebih luas, langkah Google ini sejalan dengan tren integrasi AI yang semakin dalam di perangkat konsumen. Seperti yang terlihat dalam AI di Tribeca, Google terus membuktikan bahwa generative AI dapat menjadi alat kreatif yang powerful.

    Kemudahan Kontrol Media dan Konektivitas

    Wear OS 7 juga menghadirkan output switcher baru yang memudahkan pengguna mengontrol perangkat audio. Dengan fitur ini, pengguna dapat memindahkan output suara dari satu perangkat terhubung ke perangkat lain, misalnya dari headphone ke speaker Nest, langsung dari jam tangan.

    Google juga mengungkapkan bahwa kacamata pintar (smart glasses) seperti yang diperkenalkan pada acara I/O bulan lalu, kini dapat terhubung ke Wear OS 7. Pengguna bisa melihat pratinjau foto yang diambil dengan kacamata tersebut langsung di layar jam tangan.

    Bagi para pengembang aplikasi pihak ketiga (third-party), Google membuka akses untuk membuat Wear OS Widgets. Widget ini disebut lebih mudah dikembangkan dan lebih dinamis dibandingkan Tiles kustom yang diluncurkan pada 2019.

    Untuk perangkat yang tidak mendapatkan pembaruan Wear OS 7, Google menyatakan bahwa aplikasi tetap dapat mendukung Tiles. Widget juga akan ditampilkan sebagai tile layar penuh pada Wear OS 4, 5, dan 6.

    Fitur Keamanan: Emergency Sharing

    Fitur lain yang tak kalah penting adalah peningkatan pada Emergency Sharing. Kini, jika Pixel Watch mendeteksi pengguna terjatuh (fall), kehilangan denyut nadi (loss of pulse), atau mengalami kecelakaan mobil (car crash), perangkat secara otomatis dapat menghubungi kontak darurat yang telah dipilih selain menghubungi layanan darurat.

    Fitur ini menambah lapisan keamanan bagi pengguna yang aktif berolahraga atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Dengan deteksi otomatis dan notifikasi ke kontak terpercaya, respons terhadap situasi darurat bisa lebih cepat.

    Pembaruan ini menegaskan komitmen Google untuk terus mengembangkan ekosistem Wear OS. Meskipun pasar smartwatch masih didominasi oleh Apple Watch, langkah Google dengan integrasi AI dan peningkatan baterai bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna Android.

    Bagi pengguna yang penasaran dengan perkembangan teknologi AI dari Google, ada baiknya juga menyimak berita tentang ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna yang menunjukkan betapa besarnya adopsi AI saat ini. Sementara itu, langkah Google memesan 3 Juta Chip AI ke Intel juga menjadi indikasi keseriusan perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur AI.

    Dengan semua fitur baru ini, Wear OS 7 menjadi pembaruan yang signifikan bagi ekosistem smartwatch Android. Pengguna Pixel Watch 2, 3, dan 4 kini bisa menikmati pengalaman yang lebih terintegrasi, cerdas, dan aman.

  • Android 17 Resmi: Bubble Baru, Mode Gaming Lipat, dan Wear OS 7

    Android 17 Resmi: Bubble Baru, Mode Gaming Lipat, dan Wear OS 7

    JBNews.id — Google resmi meluncurkan pembaruan Android 17 yang menghadirkan fitur multitasking baru, mode perekaman layar, serta peningkatan performa untuk ponsel lipat. Pembaruan ini juga mencakup Wear OS 7 dengan fitur Live Updates dan daya tahan baterai yang lebih baik, serta persiapan untuk konektivitas dengan kacamata pintar Android XR yang akan dirilis pada musim gugur tahun ini.

    Pembaruan Android 17 mulai digulirkan pertama kali ke perangkat Pixel, kemudian menyusul ke perangkat Android lainnya. Beberapa fitur seperti Gemini Intelligence dijadwalkan hadir pada akhir tahun ini. Langkah ini menandai komitmen Google dalam menghadirkan pengalaman komputasi yang lebih imersif dan produktif di berbagai form factor perangkat.

    Fitur Unggulan Android 17

    Salah satu fitur utama dalam Android 17 adalah jendela aplikasi “Bubble” terapung yang baru. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuka aplikasi dalam jendela kecil yang melayang di atas aplikasi lain, sehingga mempermudah multitasking. Pengguna dapat dengan cepat beralih antar aplikasi tanpa harus menutup aplikasi yang sedang aktif.

    Selain itu, Android 17 juga menghadirkan mode perekaman Screen Reaction. Mode ini memungkinkan pengguna merekam reaksi layar secara real-time, sebuah fitur yang berguna bagi para kreator konten dan gamer yang ingin membagikan pengalaman bermain mereka.

    Bagi pengguna ponsel lipat, Android 17 membawa mode gaming 50/50 split. Fitur ini membagi layar ponsel lipat menjadi dua bagian yang sama besar saat bermain game, memberikan pengalaman bermain yang lebih optimal. Ini adalah peningkatan signifikan bagi ekosistem perangkat lipat yang semakin populer.

    Wear OS 7: Live Updates dan Baterai Lebih Awet

    Bersamaan dengan Android 17, Google juga memperkenalkan Wear OS 7 untuk jam tangan pintar. Pembaruan ini membawa fitur Live Updates yang menampilkan informasi real-time seperti skor olahraga, pengingat, dan notifikasi langsung di layar jam. Fitur ini dirancang untuk memberikan informasi penting tanpa perlu membuka aplikasi secara penuh.

    Daya tahan baterai juga menjadi fokus utama dalam Wear OS 7. Google mengklaim telah melakukan optimalisasi yang signifikan untuk memperpanjang waktu pakai jam tangan pintar. Ini merupakan respons terhadap salah satu keluhan utama pengguna smartwatch saat ini.

    Persiapan untuk Android XR

    Pembaruan ini juga menjadi fondasi untuk konektivitas dengan kacamata pintar Android XR yang akan diluncurkan pada musim gugur mendatang. Wear OS 7 akan berfungsi sebagai jembatan antara jam tangan pintar dan kacamata XR, memungkinkan pengalaman komputasi spasial yang lebih terintegrasi. Langkah ini menunjukkan ambisi Google dalam merambah pasar kacamata AR yang mulai ramai.

    Ketersediaan dan Jadwal Rilis

    Pembaruan Android 17 saat ini mulai digulirkan ke perangkat Pixel terlebih dahulu. Pengguna perangkat Android dari merek lain harus menunggu jadwal rilis dari masing-masing produsen. Sementara itu, fitur Gemini Intelligence yang menggunakan kecerdasan buatan dijadwalkan hadir pada akhir tahun ini.

    Google belum memberikan tanggal pasti untuk peluncuran kacamata pintar Android XR, namun dikonfirmasi akan hadir pada musim gugur. Ini akan menjadi langkah besar Google dalam kompetisi perangkat wearable dan komputasi spasial, mengingat harga kacamata AR dari kompetitor yang sudah mencapai puluhan juta rupiah.

    Implikasi bagi Pengguna

    Pembaruan Android 17 dan Wear OS 7 menawarkan peningkatan fungsionalitas yang signifikan bagi pengguna setia ekosistem Google. Fitur Bubble baru dan mode gaming untuk ponsel lipat memberikan nilai tambah bagi produktivitas dan hiburan. Sementara itu, peningkatan daya tahan baterai di Wear OS 7 menjawab kebutuhan pengguna smartwatch yang menginginkan perangkat lebih tahan lama.

    Dengan persiapan untuk Android XR, Google menunjukkan bahwa masa depan komputasi akan semakin terintegrasi antar perangkat. Pengguna yang berinvestasi dalam ekosistem Google dapat mengharapkan pengalaman yang lebih mulus antara ponsel, jam tangan pintar, dan kacamata pintar di masa depan.

    Bagi para pengembang aplikasi, pembaruan ini membuka peluang baru untuk menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan interaktif. Fitur Bubble dan Screen Reaction dapat dimanfaatkan untuk aplikasi produktivitas, game, dan media sosial. Sementara itu, konektivitas dengan Android XR akan membuka pintu bagi aplikasi komputasi spasial yang inovatif.

    Pembaruan ini juga relevan dengan perkembangan industri teknologi secara global. Di tengah gencarnya pengembangan kecerdasan buatan dan perangkat wearable, Google berusaha mempertahankan posisinya sebagai pemimpin inovasi. Langkah ini patut dicermati oleh para pelaku industri dan pengamat teknologi di Indonesia.

  • Grab Transisi 14.000 Kendaraan Listrik, Target Netral Karbon 2040

    Grab Transisi 14.000 Kendaraan Listrik, Target Netral Karbon 2040

    JBNews.id — Grab Indonesia melaporkan pengoperasian lebih dari 14.000 kendaraan listrik aktif sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi transisi menuju mobilitas rendah emisi, sekaligus memberdayakan lebih dari 189.000 perempuan dan penyandang disabilitas melalui platform digital perusahaan.

    Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia Rivana Mezaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari program keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG) perusahaan yang mencakup pengembangan transportasi rendah emisi, penguatan kesejahteraan mitra, perluasan akses ekonomi dan pendidikan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan komunitas masyarakat.

    “Di Grab, kami percaya keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu lebih banyak orang memperoleh kesempatan untuk tumbuh,” kata Rivana.

    Armada Kendaraan Listrik dan Infrastruktur Pendukung

    Armada kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia mencapai lebih dari 14.000 unit, terdiri atas lebih dari 11.000 kendaraan roda dua dan lebih dari 3.000 kendaraan roda empat. Operasional kendaraan listrik tersebut didukung lebih dari 1.500 stasiun penukaran baterai di berbagai wilayah Indonesia.

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya mempercepat transisi menuju mobilitas rendah emisi dan target netral karbon perusahaan pada 2040. Infrastruktur penukaran baterai yang masif menjadi kunci keberhasilan operasional kendaraan listrik di Indonesia, terutama untuk segmen roda dua yang mendominasi layanan transportasi online.

    Dampak Ekonomi Digital dan Kesejahteraan Mitra

    Di sektor ekonomi digital, Grab menyebut mitra pengemudi dan mitra merchant di Asia Tenggara menghasilkan total 15,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp250 triliun melalui platform perusahaan sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Di Indonesia, perusahaan mengalokasikan Rp100 miliar melalui program “Grab untuk Indonesia” guna mendukung perlindungan sosial, apresiasi, dan pengembangan kapasitas mitra pengemudi. Program itu meliputi fasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 200.000 mitra pengemudi berprestasi, pemberian Bonus Hari Raya (BHR), pemberangkatan 105 mitra pengemudi untuk umrah, serta pelatihan dan pengembangan keterampilan melalui GrabAcademy.

    Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan mitra di tengah tantangan operasional yang dihadapi para pengemudi, termasuk kondisi infrastruktur jalan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah.

    Pemberdayaan Perempuan dan Penyandang Disabilitas

    Lebih dari 189.000 perempuan dan penyandang disabilitas memperoleh penghasilan melalui platform Grab sepanjang 2025 atau meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Program pemberdayaan tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi, antara lain Single Moms Indonesia, Fatayat NU, Pusbisindo, Gerkatin, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), dan BSI Maslahat.

    Di bidang pendidikan, program GrabScholar telah menjangkau lebih dari 5.700 pelajar di Indonesia sepanjang 2022-2025 untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak-anak mitra. Sementara itu, lebih dari 200.000 UMKM di 16 kota memperoleh manfaat dari program Kota Masa Depan yang mendukung digitalisasi usaha berbasis teknologi.

    Komitmen Lingkungan dan Inisiatif Keberlanjutan

    Pada sektor lingkungan, Grab menyalurkan kontribusi pengguna melalui fitur Kontribusi Langkah Hijau atau Grab Green Programme sejak 2021 untuk mendukung konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut mencakup rehabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Ciganas di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dukungan pengolahan biochar di Soppeng dan Medan, perlindungan serta restorasi 149.800 hektare hutan rawa gambut Katingan Mentaya di Kalimantan Tengah, serta penanaman mangrove di Pati dan Cilacap.

    Grab juga bekerja sama dengan World Resources Institute Indonesia dan Bestari Sustainability untuk menyusun panduan kemasan berkelanjutan guna membantu mitra UMKM beralih dari kemasan sekali pakai ke kemasan yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

    Menurut Rivana, perusahaan akan terus memperluas kolaborasi guna memperkuat dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. “Kami akan terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung kesejahteraan mitra, memperluas akses ekonomi bagi kelompok rentan, memberdayakan komunitas lokal, serta mendorong solusi lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

    Dengan capaian ini, Grab Indonesia menunjukkan bahwa transformasi digital dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. Bagi pengemudi dan mitra merchant, program ini memberikan dampak langsung berupa peningkatan pendapatan dan perlindungan sosial. Sementara bagi masyarakat umum, transisi ke kendaraan listrik dan inisiatif lingkungan berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik dan ekosistem yang lebih sehat.

  • Android 17 Resmi Hadir, Ini Fitur Baru untuk Pixel

    Android 17 Resmi Hadir, Ini Fitur Baru untuk Pixel

    JBNews.id — Google resmi merilis pembaruan sistem operasi Android 17 untuk ponsel Pixel yang kompatibel, bersamaan dengan sejumlah fitur eksklusif dalam program Pixel Drop edisi Juni 2026. Tidak semua fitur yang diumumkan bersamaan dengan OS tersebut di ajang Android Show sebelum I/O tersedia hari ini.

    Android 17 mulai tiba di perangkat Pixel hari ini, dan Google menyatakan pabrikan lain akan mengeluarkan pembaruan ini sepanjang tahun 2026. Pembaruan antarmuka terbesar adalah pengenalan Bubbles, yaitu jendela aplikasi mengambang yang dapat dibuka dengan tekanan lama. Jendela mengambang serupa sudah ditemukan di banyak kulit Android, tetapi kini menjadi bagian resmi dari Android 17.

    Google membuat fitur ini lebih berguna di layar besar dengan menyediakan “bubble bar” khusus di bagian bawah layar untuk multitasking yang lebih mudah pada perangkat lipat dan tablet. Pembaruan juga mencakup Screen Reactions, yang memudahkan perekaman video selfie saat melakukan perekaman layar, sehingga menghilangkan kerumitan merekam video reaksi untuk media sosial.

    Fitur Gaming dan Keamanan Baru

    Perangkat lipat juga mendapatkan kontrol gaming baru yang menampilkan gamepad layar sentuh di bagian bawah layar, sementara permainan itu sendiri berada di atas. Semua ponsel Android akan mendapatkan pemetaan ulang kontroler asli. Berbagai kontrol orang tua dan fitur keamanan yang diperluas juga disertakan dalam pembaruan ini.

    Ada lebih banyak fitur baru yang diluncurkan secara eksklusif untuk ponsel Pixel, meskipun sebagian besar merupakan perluasan dari kemampuan yang sudah ada. Model Gemini Omni baru akan tersedia di aplikasi Gemini untuk membuat video dari perintah teks, sementara Lyria 3 memungkinkan hal yang sama untuk musik.

    Fitur Eksklusif Pixel

    Dukungan AirDrop melalui Quick Share meluas ke Pixel 8A dan 9A. Voice Translate untuk panggilan telepon hadir di Pixel 10A, dan Take a Message kini tersedia di setiap Pixel mulai dari seri 6 ke atas, kecuali di India yang masih terbatas pada seri 10 saja.

    Penyuntingan percakapan di Google Photos meluas ke Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia. Sementara itu, saran Magic Cue akan muncul di aplikasi perpesanan baru, meskipun Google tidak merinci aplikasi mana saja.

    Informasi lebih lanjut tentang keamanan perangkat Android dapat disimak dalam artikel Deteksi Alat Pelacak dan Fitur Deteksi Telepon.

    Fitur yang Tertunda

    Ada banyak fitur yang diumumkan di Android Show yang tidak termasuk dalam peluncuran hari ini. Google menyatakan bahwa rangkaian fitur Gemini Intelligence barunya akan tiba di “perangkat canggih terpilih” pada akhir musim panas ini. Fitur tersebut seharusnya mencakup alat transkripsi Rambler, widget yang dihasilkan AI, dan Otomatisasi Tugas yang diperluas.

    Google belum mengonfirmasi kapan fitur lain, seperti emoji yang didesain ulang dan alat kesejahteraan Pause Point, akan mendapatkan rilis resmi.

    Untuk pengguna yang ingin memblokir gangguan, panduan Cara Blokir Spam Call dapat membantu mengoptimalkan pengalaman Android 17.

    Implikasi dari peluncuran ini bagi pengguna adalah ekosistem Android semakin terintegrasi dengan fitur multitasking dan kecerdasan buatan. Perangkat lipat dan tablet mendapatkan perhatian khusus melalui bubble bar dan kontrol gaming, sementara fitur keamanan dan kontrol orang tua diperluas untuk semua pengguna.

  • Gibran: Indonesia Harus Jadi Penguasa AI, Bukan Sekadar Pengguna

    Gibran: Indonesia Harus Jadi Penguasa AI, Bukan Sekadar Pengguna

    JBNews.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, Indonesia harus mampu menjadi pemain sekaligus penguasa teknologi yang kini berkembang sangat cepat tersebut. Pernyataan ini disampaikan Gibran di tengah masifnya perkembangan AI global yang mulai mengubah berbagai sektor, mulai dari pendidikan, industri kreatif, hingga dunia kerja.

    Dalam pesannya yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Gibran menekankan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini. “Dalam beberapa kesempatan, saya sering menyampaikan bahwa AI bukan lagi masa depan. AI adalah hari ini. Kita tidak bisa lagi menutup mata atau sekedar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut,” ujar Gibran, dikutip Selasa (16/6/2026).

    Pernyataan tegas ini muncul di saat persaingan global di bidang AI semakin ketat. Berbagai negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok terus menggelontorkan investasi triliunan dolar untuk mengembangkan teknologi ini. Indonesia, menurut Gibran, memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing bangsa melalui pemanfaatan AI yang optimal.

    Kesempatan Emas di Era Open Source

    Gibran menilai generasi muda Indonesia memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan AI karena banyak teknologi canggih yang kini tersedia secara terbuka atau open source. “Kabar baiknya, banyak sekali teknologi AI canggih yang sekarang sifatnya open source. Ilmu gratis, kodenya terbuka, bisa diakses siapa saja. Ini kesempatan emas bagi talenta berbakat Indonesia,” ungkapnya.

    Fenomena open source ini, menurut Gibran, menjadi pintu masuk bagi anak muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangannya. Dengan akses terhadap kode program yang terbuka, para pengembang lokal dapat mempelajari, memodifikasi, dan bahkan menciptakan inovasi baru berbasis AI yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

    Maka dari itu, Gibran mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara kerja dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan diri. Menurutnya, AI dapat membantu proses belajar, mencari informasi, memahami bahasa asing, hingga menyederhanakan materi pelajaran yang kompleks.

    Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penguasaan AI harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis. AI, kata dia, seharusnya menjadi alat untuk mempercepat proses belajar dan berkarya, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia. “Gunakan AI untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kalian sendiri,” imbaunya.

    Etika dan Tanggung Jawab dalam Penggunaan AI

    Gibran pun menyoroti pentingnya etika dalam pemanfaatan AI. Ia mengingatkan bahwa teknologi tersebut dapat memberikan manfaat besar, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan plagiarisme, maupun melanggar privasi. “Teknologi tanpa etika itu berbahaya. AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoax, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain,” tegasnya.

    Peringatan ini menjadi relevan mengingat maraknya penyalahgunaan AI di berbagai belahan dunia, mulai dari pembuatan konten palsu (deepfake) hingga penipuan berbasis AI. Gibran menekankan bahwa penguasaan teknologi dan penerapan etika harus berjalan beriringan jika Indonesia ingin mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Di tangan yang menguasai teknologi, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekedar impian, tetapi sebuah kepastian,” pungkasnya.

    Implikasi bagi Dunia Pendidikan dan Industri

    Pernyataan Gibran ini membawa implikasi yang signifikan bagi berbagai sektor, terutama pendidikan dan industri. Di sektor pendidikan, ajakan untuk menguasai AI berarti kurikulum harus diadaptasi agar mampu membekali siswa dengan literasi digital dan pemahaman mendalam tentang teknologi ini. Lembaga pendidikan dituntut untuk tidak hanya mengajarkan cara menggunakan AI, tetapi juga cara kerja, etika, dan potensi pengembangannya.

    Sementara itu, di sektor industri, target menjadi “penguasa AI” mendorong perusahaan-perusahaan teknologi dalam negeri untuk lebih agresif dalam riset dan pengembangan. Pemerintah juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung, mulai dari insentif pajak bagi perusahaan rintisan (startup) AI hingga pembangunan infrastruktur data dan komputasi yang memadai.

    Indonesia memiliki sumber daya manusia yang melimpah, dengan populasi muda yang besar dan melek teknologi. Jika diarahkan dengan benar, potensi ini bisa menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan visi Gibran. Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit, mulai dari kesenjangan akses internet di berbagai daerah hingga kurangnya tenaga pengajar yang kompeten di bidang AI.

    Momentum di Tengah Persaingan Global

    Seruan Gibran ini muncul di tengah persaingan global yang semakin memanas di bidang AI. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan beberapa negara Eropa telah lama berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan AI. Elon Musk, misalnya, terus mengembangkan perusahaan AI-nya, sementara Mark Zuckerberg juga menggelontorkan dana triliunan untuk proyek AI Meta. Di tengah persaingan ini, Indonesia tidak boleh tinggal diam.

    Kehadiran teknologi open source memberikan kesempatan bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk ikut serta dalam pengembangan AI tanpa harus memulai dari nol. Dengan memanfaatkan model-model AI yang sudah ada, para peneliti dan pengembang di Indonesia dapat fokus pada inovasi dan aplikasi yang relevan dengan kebutuhan lokal, seperti di bidang pertanian, kesehatan, dan logistik.

    Visi Gibran ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong transformasi digital di berbagai sektor. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan literasi digital dan mendorong adopsi teknologi di kalangan masyarakat. Namun, seruan untuk menjadi “penguasa” AI menandai adanya peningkatan ambisi—dari sekadar pengguna menjadi pencipta dan inovator.

    Kesimpulan: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

    Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Indonesia telah menetapkan target ambisius di bidang kecerdasan buatan. Bukan sekadar menjadi pasar atau pengguna teknologi, Indonesia bercita-cita menjadi pemain utama yang menguasai dan mengembangkan AI. Target ini, jika berhasil, akan menjadi katalis utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

    Untuk mencapai target tersebut, diperlukan langkah nyata dan kolaborasi dari semua pihak. Pemerintah harus menyediakan infrastruktur dan regulasi yang mendukung, dunia pendidikan harus menyiapkan kurikulum yang relevan, dan industri harus berani berinvestasi dalam riset dan pengembangan. Yang tidak kalah penting, generasi muda sebagai ujung tombak harus memiliki semangat belajar yang tinggi, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran etika yang kuat dalam memanfaatkan AI.

    Dengan komitmen dan kerja keras, Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga memimpin dalam revolusi AI global. Seperti kata Gibran, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, tetapi sebuah kepastian—asalkan kita mampu menjadi penguasa teknologi, bukan sekadar pengguna.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terkini, Anda dapat membaca artikel tentang Wapres Gibran Tinjau Pelabuhan Nabire atau Rocky Gerung Hadir di Reshuffle Kabinet 2026.

  • Florida Gugat TikTok soal Keamanan Anak di Bawah Umur

    Florida Gugat TikTok soal Keamanan Anak di Bawah Umur

    JBNews.id — Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, secara resmi menggugat TikTok atas dugaan pelanggaran terhadap undang-undang keamanan anak di bawah umur yang telah berlaku di negara bagian tersebut. Gugatan ini diajukan pada hari Senin lalu, menandai eskalasi terbaru dalam sengketa antara regulator negara bagian dengan platform media sosial raksasa asal China itu.

    Inti dari gugatan Florida adalah klaim bahwa TikTok masih mengizinkan anak berusia 13 tahun untuk membuat dan menggunakan akun di platformnya. Padahal, Undang-Undang HB3 Florida yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025 melarang anak di bawah usia 14 tahun untuk memiliki akun media sosial. Gugatan yang diajukan oleh Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, menyatakan bahwa tindakan TikTok ini merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi yang sudah ditetapkan.

    Selain melanggar batasan usia, TikTok juga dituduh tidak mewajibkan pengguna berusia 14 dan 15 tahun untuk mendapatkan persetujuan orang tua sebelum mendaftar. Kewajiban ini merupakan salah satu pilar utama dari Undang-Undang HB3 yang dirancang untuk melindungi anak-anak dari potensi bahaya di dunia digital. Florida menuduh TikTok secara aktif menyesatkan orang tua tentang risiko yang ada di platformnya.

    Perjalanan Undang-Undang HB3 sendiri tidaklah mulus. Awalnya, undang-undang ini berlaku pada awal tahun 2025, namun seorang hakim federal sempat memblokir pemberlakuannya di tengah pergulatan hukum. Baru pada akhir tahun lalu, sebuah pengadilan banding membatalkan keputusan hakim tersebut, sehingga HB3 dapat kembali berlaku efektif. Florida sebelumnya juga telah mengajukan gugatan serupa terhadap Snap, induk usaha Snapchat, saat HB3 pertama kali diberlakukan.

    Klarifikasi TikTok dan Tuduhan Lebih Lanjut

    Menanggapi gugatan ini, Juru Bicara TikTok untuk AS, Jamie Favazza, menyatakan bahwa perusahaannya telah berkomunikasi secara konstruktif dan dengan itikad baik bersama Jaksa Agung Florida. Favazza menambahkan bahwa platform tersebut telah “memberi tahu pengguna di bawah usia 14 tahun di Florida bahwa akun mereka akan ditangguhkan.” Pernyataan ini menjadi bantahan awal atas tuduhan bahwa TikTok mengabaikan regulasi yang ada.

    Namun, gugatan Florida tidak hanya berhenti pada pelanggaran undang-undang media sosial. Jaksa Agung Uthmeier juga mengklaim bahwa TikTok melanggar undang-undang perlindungan konsumen dengan “berbohong” kepada orang tua tentang konten yang tersedia di dalam aplikasi. Gugatan tersebut secara spesifik menyebutkan bahwa meskipun video dengan konten alkohol, tembakau, dan obat-obatan terlarang mudah diakses di TikTok, perusahaan tetap memberi label pada platformnya di App Store bahwa konten semacam itu “jarang/ringan”.

    Lebih lanjut, gugatan ini juga menuduh TikTok merancang aplikasinya agar bersifat “adiktif” bagi anak-anak dan remaja. Tuduhan ini memperkuat narasi bahwa desain algoritma dan fitur platform sengaja dibuat untuk memaksimalkan waktu layar pengguna muda, yang berpotensi merusak kesehatan mental dan perkembangan mereka.

    Gugatan Florida terhadap TikTok ini merupakan bagian dari gelombang besar tuntutan hukum yang dihadapi oleh platform media sosial besar di Amerika Serikat. TikTok, bersama dengan Meta (induk Facebook dan Instagram) dan YouTube, saat ini menghadapi puluhan gugatan lain yang menuduh mereka gagal melindungi anak-anak dari berbagai bahaya di platform mereka, termasuk konten berbahaya, perundungan siber, dan desain yang adiktif.

    Kasus ini menjadi preseden penting bagi bagaimana negara bagian di AS dapat menegakkan regulasi perlindungan anak di ranah digital. Florida, dengan gugatan ini, menunjukkan keseriusannya dalam memastikan bahwa perusahaan teknologi global mematuhi hukum setempat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan anak di bawah umur.

    Bagi para pengamat industri, langkah Florida ini adalah sinyal bahwa tekanan regulasi terhadap platform media sosial tidak akan surut. Sebaliknya, negara bagian lain mungkin akan mengikuti jejak Florida dengan mengajukan tuntutan serupa jika mereka menilai platform-platform tersebut masih lalai dalam menjalankan kewajiban hukumnya. Implikasi dari kasus ini bisa sangat luas, tidak hanya bagi TikTok, tetapi juga bagi seluruh ekosistem media sosial yang beroperasi di Amerika Serikat.

    Pengembang aplikasi dan perusahaan teknologi kini harus lebih cermat dalam merancang sistem verifikasi usia dan kontrol orang tua. Kegagalan dalam mematuhi regulasi seperti HB3 di Florida tidak hanya berpotensi menimbulkan sanksi hukum, tetapi juga kerusakan reputasi yang signifikan di mata publik dan investor.

    Kasus hukum seperti ini juga menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Platform yang mengandalkan pertumbuhan pengguna muda harus siap menghadapi konsekuensi hukum jika terbukti mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan pengguna tersebut.

    Sidang perdana kasus ini diperkirakan akan digelar dalam beberapa bulan ke depan, dan hasilnya akan menjadi perhatian luas dari berbagai pihak, mulai dari regulator, perusahaan teknologi, hingga orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka di dunia maya. Florida, yang juga dikenal aktif dalam gugatan terhadap perusahaan teknologi lain seperti OpenAI, menunjukkan bahwa mereka tidak segan-segan menggunakan jalur hukum untuk melindungi warganya.

  • Snap Rilis Kacamata AR Specs untuk Publik, Harga Rp 35 Juta

    Snap Rilis Kacamata AR Specs untuk Publik, Harga Rp 35 Juta

    JBNews.id — Snap resmi meluncurkan kacamata augmented reality (AR) untuk publik dengan nama Specs, dibanderol US$2.195 atau sekitar Rp 35 juta, menandai langkah besar perusahaan setelah bertahun-tahun mengembangkan perangkat AR nonpublik.

    Perangkat yang dideskripsikan Snap sebagai “komputer wearable yang terintegrasi ke dalam kacamata augmented reality tembus pandang” ini sudah bisa dipesan melalui situs specs.com dengan deposit refundable sebesar US$200. Snap menyebutkan pengiriman dijadwalkan pada musim gugur 2026 di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

    Peluncuran ini merupakan momen penting bagi Snap. Perusahaan pertama kali masuk pasar kacamata pintar lewat Spectacles pada 2016 dan sejak itu terus mengembangkan versi AR nonpublik. CEO Evan Spiegel sebelumnya berjanji akan meluncurkan kacamata AR konsumen pada 2026 dan bahkan memisahkan tim kacamata pintar menjadi unit bisnis tersendiri.

    Spesifikasi dan Fitur Unggulan

    Snap menegaskan bahwa Specs bersifat “fully standalone, tanpa puck dan tanpa tether” — sebuah pernyataan yang tampaknya menyindir Apple Vision Pro yang masih membutuhkan baterai eksternal. Perangkat ini akan tersedia dalam dua ukuran: model 47mm dengan bobot 132 gram dan model 52mm seberat 136 gram. Keduanya dilengkapi lensa yang dapat dilepas dengan dukungan berbagai resep kacamata.

    Dari segi desain, Specs hadir dengan bingkai lebar dan tebal yang sengaja dibuat kontras dengan produk Meta. Snap memilih desain yang menonjol dan tidak mudah disalahartikan sebagai kacamata biasa. Perangkat ini memiliki kamera cahaya tampak dan inframerah, serta LED bar kecil yang akan menyala di tengah kacamata saat merekam.

    Kedua lensa Specs mampu menampilkan konten dengan sistem layar yang ditenagai “teknologi liquid crystal on silicon proprietary” yang menawarkan bidang pandang 51 derajat dan mampu menampilkan 16 juta warna. Lensa juga dapat berubah dari bening ke gelap dalam 10 detik.

    Performa dan Daya Tahan Baterai

    Specs dibekali dua prosesor Snapdragon — satu untuk “computer vision” dan satu lagi untuk menjalankan AR Lenses. Snap mengklaim kombinasi ini memungkinkan pelacakan tangan cepat, latensi rendah, dan interaksi responsif yang membuat konten digital terasa melekat di dunia nyata.

    Daya tahan baterai mencapai empat jam untuk pemakaian aktif yang mencakup pemutaran audio dan video, bantuan AI, notifikasi Bluetooth, dan lainnya. Snap juga menyertakan charging case yang mampu memberikan empat kali pengisian tambahan, sehingga total daya tahan mencapai 20 jam.

    Tantangan dan Persaingan Pasar

    Specs hadir di tengah persaingan ketat pasar kacamata pintar. Snap sebenarnya tertinggal satu tahun dari Meta dalam peluncuran kacamata AR konsumen. Meta melalui Ray-Ban smart glasses telah meraih kesuksesan, sementara Apple Vision Pro justru kurang diminati.

    Namun, tantangan terbesar bukan hanya persaingan. Seperti yang ditulis rekan jurnalis Victoria Song, sebagian besar kacamata pintar masih belum memiliki kegunaan yang jelas, ditambah meningkatnya kekhawatiran privasi terkait perangkat wearable berkamera.

    Meskipun demikian, Snap tetap optimis. Perusahaan belum memberikan kesempatan kepada media untuk mencoba Specs secara langsung, sehingga belum ada verifikasi independen mengenai pengalaman penggunaan sehari-hari. Pertanyaan besar masih menggantung: apakah Specs bisa menjadi produk yang tepat di antara segmen smart glasses populer ala Meta dan perangkat premium seperti Vision Pro?

    Implikasi bagi konsumen: dengan harga Rp 35 juta, Specs bukanlah perangkat untuk pasar massal. Produk ini lebih ditujukan bagi penggemar teknologi dan developer yang ingin bereksperimen dengan AR wearable. Jika Snap berhasil membuktikan bahwa kacamata AR standalone benar-benar fungsional, ini bisa menjadi titik balik bagi industri wearable computing.

  • Gempa M 6,7 Palu: 29 BTS Terdampak, Komdigi Bergerak Cepat

    Gempa M 6,7 Palu: 29 BTS Terdampak, Komdigi Bergerak Cepat

    JBNews.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/06/2026) berdampak langsung pada infrastruktur telekomunikasi. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat sebanyak 29 site BTS dari total 2.601 site di tiga kabupaten dan kota mengalami gangguan layanan.

    Data dari Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Komdigi hingga pukul 15.00 WIB menunjukkan bahwa 8 site atau sekitar 27,59% dari total site terdampak telah berhasil dipulihkan. Sementara itu, masih terdapat 21 site atau 72,41% yang berada dalam kondisi down. Gangguan ini tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso.

    “Pemulihan tercepat terjadi di Kota Palu dengan 5 site yang telah kembali beroperasi, disusul Kabupaten Sigi sebanyak 3 site,” demikian pernyataan tertulis Komdigi yang dikutip pada Selasa malam.

    Rumah warga di Sigi rusak akibat gempa bumi M 6,7 yang berpusat di Palu.

    Menurut laporan dari operator, gangguan pada layanan telekomunikasi disebabkan oleh terputusnya jalur transmisi dan pasokan listrik akibat dampak gempa. Komdigi memastikan koordinasi dengan operator telekomunikasi, pemerintah daerah, dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan di seluruh wilayah terdampak.

    “Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus menyampaikan perkembangan terkini mengenai proses pemulihan jaringan sesuai hasil pemantauan dan laporan dari operator telekomunikasi,” ujar Komdigi dalam keterangan resminya.

    Selain memastikan keberlangsungan layanan telekomunikasi, Komdigi juga terus memantau kondisi personel dan fasilitas telekomunikasi di lapangan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat laporan korban di lingkungan fasilitas telekomunikasi yang terdampak gempa.

    Bukan Sesar Palu Koro

    Kepala BMKG Wijayanto menegaskan bahwa gempa bumi di Kota Palu dan sekitarnya ini bukan disebabkan oleh Sesar Palu Koro yang memicu gempa dahsyat M 7,5 pada 2018 silam. Gempa kali ini bersumber dari aktivitas Sesar Sausu.

    “Jadi gempa ini akibat aktivitas sesar aktif Sausu di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palukoro seperti gempa di 2018,” kata Wijayanto saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BMKG, Selasa (16/6/2026).

    Wijayanto menjelaskan bahwa Kota Palu memiliki cukup banyak sumber gempa atau sesar-sesar aktif. Selain Sausu dan Palu Koro, ada pula Sesar Ampana. “Sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya. Jadi misalkan nanti memicu sesar di sekitarnya bukan berarti nanti akan memicu gempa yang lebih besar, tentunya nanti hanya memicu gempa-gempa kecil saja,” jelasnya.

    BMKG hingga saat ini masih memonitor dan mengevaluasi gempa M 6,7 di Palu. Pihaknya juga masih memantau aktivitas gempa susulan. Fenomena gempa di berbagai wilayah, termasuk di bawah lapisan es, juga menjadi perhatian para ilmuwan seperti yang diulas dalam artikel Gempa Ratusan Kali Terdeteksi.

    Implikasi bagi Pemulihan

    Proses pemulihan masih berlangsung di Kabupaten Poso yang memiliki 13 site terdampak. Data dari PMT menunjukkan bahwa dari 29 site yang terdampak, mayoritas gangguan masih terjadi di wilayah yang aksesnya lebih sulit dijangkau pasca gempa.

    Komdigi memastikan bahwa koordinasi dengan operator telekomunikasi, pemerintah daerah, dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan di seluruh wilayah terdampak. Langkah ini krusial mengingat pentingnya jaringan komunikasi untuk mendukung proses evakuasi dan distribusi bantuan.

    Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan parah pada infrastruktur telekomunikasi utama. Hal ini menunjukkan ketahanan jaringan yang lebih baik dibandingkan dengan gempa besar pada 2018 lalu. Berbagai studi sebelumnya, termasuk ancaman gempa di Jawa, telah mendorong evaluasi infrastruktur secara nasional.

    Bagi warga di wilayah terdampak, pemulihan layanan telekomunikasi menjadi prioritas utama untuk memudahkan koordinasi dan mendapatkan informasi terkini. Komdigi berjanji akan terus menyampaikan perkembangan terkini mengenai proses pemulihan jaringan sesuai hasil pemantauan dan laporan dari operator telekomunikasi.

    Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur menghadapi bencana alam, terutama di wilayah rawan gempa seperti Sulawesi Tengah.

  • Microsoft Surface X2 Resmi: Harga Naik, Performa Grafis Lebih Cepat

    Microsoft Surface X2 Resmi: Harga Naik, Performa Grafis Lebih Cepat

    JBNews.id — Microsoft resmi meluncurkan jajaran Surface Laptop dan Surface Pro generasi terbaru dengan prosesor Qualcomm Snapdragon X2. Produk ini tersedia mulai hari ini, melanjutkan kesuksesan lini Surface bertenaga Arm yang memulai inisiatif Copilot Plus PC pada 2024.

    Surface Pro Edisi ke-12 hadir dalam ukuran 13 inci dengan pilihan chip X2 Plus 10-core dan X2 Elite 12-core. Sementara itu, Surface Laptop Edisi ke-8 tersedia dalam varian 13,8 inci dan 15 inci, masing-masing dengan konfigurasi chip yang sama. Harga Surface Pro dimulai dari USD 1.499 dengan penyimpanan 256GB (belum termasuk keyboard atau stylus), sedangkan Surface Laptop dibanderol mulai USD 1.599 dengan SSD 512GB. Kedua model dibekali RAM 16GB dengan opsi konfigurasi yang lebih tinggi.

    Kenaikan harga menjadi sorotan utama. Harga awal Surface Laptop dan Surface Pro generasi baru ini lebih mahal USD 100 dibandingkan harga saat ini dari model generasi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi setelah lonjakan harga tajam pada April lalu akibat fenomena yang disebut RAMageddon. Microsoft juga mengumumkan versi komersial Surface for Business X2 yang dijadwalkan rilis pada 14 Juli dengan harga mulai USD 1.649,99 — lebih tinggi dari versi konsumen namun masih lebih murah dibandingkan model Intel Panther Lake Surface for Business yang diumumkan bulan lalu dengan harga mulai USD 1.949,99.

    Microsoft mengklaim generasi X2 Surface memiliki performa grafis yang jauh lebih cepat sambil mempertahankan daya tahan baterai yang sangat baik. Klaim resmi menyebutkan hingga 15,5 jam pemutaran video lokal pada Surface Pro dan hingga 20 jam pada Surface Laptop. Selain pilihan warna baru — jade dan dune untuk Surface Laptop 13,8 inci, serta dune untuk Surface Pro (dengan Flex Keyboard senada) — sebagian besar spesifikasi lainnya identik dengan generasi sebelumnya.

    Surface Laptop Edisi ke-8 masih menggunakan layar LCD, sementara Surface Pro Edisi ke-8 menawarkan opsi OLED. Keduanya mempertahankan rasio aspek 3:2 yang memberikan ruang vertikal lebih luas. Port yang tersedia juga sama dengan model sebelumnya, termasuk port pengisian magnetik Surface Connect yang tidak akan disertakan pada Surface Laptop Ultra mendatang. Tidak ada opsi layar privasi seperti yang tersedia pada Surface Laptop for Business 13,8 inci yang baru.

    Di antara chip X2 Plus dan X2 Elite dari Surface baru ini, serta Nvidia RTX Spark pada Surface Laptop Ultra yang akan datang, Microsoft tidak menyertakan chip flagship Qualcomm X2 Elite Extreme yang mengesankan pada Asus Zenbook A16 seharga USD 1.700. Meskipun Surface Laptop 13 inci yang lebih murah tahun lalu sangat menyenangkan untuk digunakan dan diuji, model tersebut kini dimulai dari USD 1.150, naik dari harga asli USD 900.

    Perangkat keras Surface tetap menjadi salah satu yang terbaik di jajaran laptop Windows. Namun, harga yang lebih tinggi membuatnya kurang kompetitif — terlebih dengan perubahan yang minim dari dua tahun lalu, hanya peningkatan chip dan beberapa warna baru yang menarik. Keputusan bisnis ini terjadi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Microsoft, termasuk kehilangan jutaan pelanggan akibat kenaikan harga layanan mereka.

    Bagi konsumen yang mengincar perangkat Surface terbaru, kenaikan harga ini menjadi pertimbangan serius. Dengan performa grafis yang lebih cepat namun perubahan desain yang minimal, keputusan untuk upgrade mungkin perlu dipikirkan matang-matang — terutama jika anggaran menjadi faktor utama.

  • DJI Osmo Pocket 4P Resmi, Kamera Stabil 4K 240fps

    DJI Osmo Pocket 4P Resmi, Kamera Stabil 4K 240fps

    JBNews.id – DJI secara resmi meluncurkan kamera stabil Osmo Pocket 4P di China setelah debut singkat di Festival Film Cannes bulan lalu. Perangkat ini hadir sebagai pesaing langsung Insta360 Luna Ultra, dengan keunggulan pada perekaman gerak lambat 4K 240fps dan sensor 1 inci yang baru.

    Spesifikasi dan Harga DJI Osmo Pocket 4P

    Osmo Pocket 4P dibanderol dengan harga pre-order ¥3.799 atau sekitar $562 melalui situs resmi DJI China. Angka ini lebih murah dibandingkan Insta360 Luna Ultra yang dijual $769,99. Namun, konversi mata uang sederhana belum mencerminkan harga global Pocket 4P. Seperti pendahulunya, Pocket 4, DJI kemungkinan tidak akan menjual langsung perangkat ini di Amerika Serikat.

    Kamera utama sudut lebar Pocket 4P mengusung sensor 1 inci 4K baru yang dipadukan dengan lensa f/2.0 setara 20mm dan rentang dinamis 17-stop. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan Pocket 4 yang hanya memiliki 14-stop rentang dinamis saat merekam menggunakan profil warna D-Log 2 DJI. Kamera sekunder Pocket 4P menggunakan sensor 1/1,28 inci yang lebih kecil dengan lensa telefoto f/1.8 setara 60mm, zoom optik 3X, zoom lossless 6X, dan zoom digital 12X.

    Sebagai perbandingan, Luna Ultra memiliki kamera utama sensor 1 inci 8K dan kamera telefoto sekunder dengan sensor 1/1,3 inci. Keunggulan Luna Ultra terletak pada resolusi keseluruhan yang lebih tinggi, memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam pascaproduksi. Namun, Luna Ultra hanya mampu merekam 8K pada 30fps dan 4K hingga 120fps. Pocket 4P, meski terbatas pada 4K, mampu merekam hingga 240fps, menjadikannya pilihan lebih baik untuk kamera gerak lambat. Kedua perangkat dapat mengambil gambar diam hingga 37 megapiksel.

    Fitur Unggulan dan Inovasi Terbaru

    DJI menyertakan penyimpanan internal 103GB pada Pocket 4P, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Luna Ultra yang hanya 47GB. Dengan kapasitas tersebut, pengguna dapat merekam lebih dari 200 menit video 4K/60fps. Penyimpanan juga dapat diperluas dengan kartu microSD jika diperlukan.

    Bobot kedua perangkat hampir identik, dengan Pocket 4P seberat 230 gram dan Luna Ultra 233 gram. Keduanya menawarkan kemampuan pelacakan canggih, termasuk kemampuan untuk membingkai ulang dan memperbesar gambar untuk menjaga subjek tetap dalam bidikan. DJI telah menyempurnakan teknologi pelacakan kameranya selama satu dekade, dan Pocket 4P hadir dengan teknologi ActiveTrack/Smart Follow 8.0 terbaru.

    Perbandingan dengan Insta360 Luna Ultra

    Fitur paling inovatif dari Insta360 Luna Ultra adalah layar sentuh dan kontrol yang dapat dilepas dan digunakan sebagai remote nirkabel dengan pratinjau siaran langsung. Versi dasar Pocket 4P tidak memiliki fitur ini, tetapi DJI menawarkan kamera dalam paket “Vlog Kit” seharga ¥4.299 ($636) yang mencakup remote nirkabel Osmo FrameTap. Remote ini diperkenalkan bersama gimbal ponsel pintar Osmo Mobile 8 Pro pada April lalu. Sama seperti remote Luna Ultra, FrameTap dilengkapi layar sentuh untuk memilih fokus objek serta kontrol manual untuk kamera dan perekaman.

    Meskipun Luna Ultra melakukan debut global pekan lalu, upaya mengimpor DJI Osmo Pocket 4P mungkin masih sepadan. Perangkat ini menawarkan spesifikasi kamera yang unggul dalam hal rentang dinamis dan kecepatan bingkai tinggi, serta harga yang lebih kompetitif. Bagi pengguna yang mencari teknologi terbaru dalam kamera saku stabil, Pocket 4P menjadi pilihan menarik.

    DJI terus berinovasi dengan menghadirkan sensor yang lebih besar dan peningkatan perangkat lunak pelacakan. Dengan harga yang lebih terjangkau, Pocket 4P berpotensi merebut pangsa pasar dari Luna Ultra, terutama bagi kreator konten yang memprioritaskan perekaman gerak lambat dan kualitas gambar tinggi.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang tren keamanan perangkat, Anda dapat membaca artikel tentang Aturan Baru FCC. Sementara itu, perkembangan di sektor telekomunikasi juga menarik untuk disimak, seperti kerja sama satelit radar yang tengah dikembangkan.