Jbnews.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyebut Jusuf Kalla sebagai idola dan mentor, merespons pernyataan mantan wapres yang mengklaim memiliki peran penting dalam karir politik Joko Widodo hingga menjadi Presiden ke-7 RI. Pernyataan itu disampaikan Gibran usai meninjau RSUD Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (22/4).
Gibran mengakui senioritas dan pengalaman JK, terutama di bidang politik dan kontribusinya di daerah konflik. “Pak JK itu senior saya. Pak JK itu mentor juga. Beliau sudah sangat berpengalaman. Beliau banyak kiprah dan kontribusinya untuk negeri ini, terutama di daerah-daerah konflik,” kata Gibran.
Ia juga menilai JK sebagai teladan dan menyampaikan terima kasih atas masukan serta evaluasi dari Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu. “Jadi Beliau (JK) itu adalah teladan untuk kita semua dan ya, saya sangat berterima kasih sekali untuk masukan-masukan dan juga evaluasi dari Pak JK,” ujarnya. Gibran bahkan menambahkan, “Pak JK itu idola saya.”
Baca Juga:
Respons Gibran ini merupakan jawaban atas keterangan pers Jusuf Kalla yang menyatakan dirinya memiliki peran kunci dalam karir politik Jokowi. JK mengklaim dialah yang menyerahkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk Pilkada DKI Jakarta, dan menyebut Jokowi menjadi presiden berkat dirinya. Saat mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden ke-12 pada periode 2014-2019, JK juga mengaku diminta Megawati untuk menjadi pembimbing Jokowi.
Kunjungan kerja Gibran ke Papua Barat Daya, tempat pernyataan ini disampaikan, merupakan bagian dari agenda pemerintahan. Sebelumnya, Wapres Gibran Tinjau Pelabuhan Nabire untuk menangani persoalan antrean kapal dan logistik di Papua.
Dinamika politik antara elite nasional ini terjadi di tengah suasana politik tahun 2026. Pernyataan JK sebelumnya telah memantik berbagai reaksi, termasuk bantahan dari organisasi pendukung Jokowi. Respons santai juga sebelumnya telah diberikan langsung oleh Jokowi terhadap klaim serupa dari JK.
Pernyataan Gibran yang menyebut JK sebagai idola dan mentor menegaskan hubungan hierarkis dan rasa hormat dalam politik Indonesia, meski klaim yang direspons mengandung narasi sejarah politik yang diperdebatkan. Isu ini muncul bersamaan dengan berita lain terkait laporan hukum terhadap sejumlah figur publik.
