Category: Tekno

  • Shenzhen InnoX Academy Lahirkan 12 Unicorn AI dan Hardware

    Shenzhen InnoX Academy Lahirkan 12 Unicorn AI dan Hardware

    JBNews.id — Shenzhen InnoX Academy, sebuah institusi yang dijuluki sebagai “pabrik startup” di China, telah berhasil melahirkan 12 perusahaan unicorn di bidang kecerdasan buatan (AI) dan hardware sejak didirikan pada 2021. Kampus ini didirikan oleh Profesor Li Zexiang, akademisi dari Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh di balik kesuksesan DJI, pemimpin pasar drone konsumen dunia.

    Berbeda dari kampus atau inkubator startup konvensional, InnoX menggabungkan pendidikan kewirausahaan, inkubasi startup, akselerasi manufaktur, hingga dukungan ekspansi global dalam satu ekosistem terintegrasi. Konsep ini memungkinkan para inovator untuk mengubah ide menjadi produk siap pasar dengan lebih cepat.

    “Rekam jejak Li Zexiang sendiri tidak main-main. Selama kariernya, ia telah membantu menginkubasi lebih dari 200 perusahaan smart hardware yang menghasilkan empat perusahaan publik dan 12 unicorn, termasuk DJI yang kini menjadi pemimpin pasar drone konsumen dunia,” terang Carol Yu, Founding Partner & Senior Vice President InnoX.

    Sejak berdiri, InnoX telah menarik lebih dari 19.000 pendaftar dari berbagai negara dan mendukung hampir 1.000 entrepreneur melalui berbagai program inovasi dan inkubasi startup. Saat ini, sekitar 100 proyek startup sedang dibina, dengan lebih dari 80% berfokus pada pengembangan AI dan hardware untuk pasar global.

    Model yang diterapkan InnoX berfokus pada membantu inovator mengubah ide menjadi produk siap pasar. Para peserta tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga menjalani proses lengkap mulai dari riset pengguna, perancangan produk, pengembangan teknologi, pembuatan prototipe, hingga strategi pemasaran global.

    Keunggulan terbesar InnoX terletak pada lokasinya yang berada di Shenzhen, kota yang dikenal sebagai pusat manufaktur teknologi dunia. Melalui jaringan lebih dari 1.600 pemasok dan mitra manufaktur, startup dapat mempercepat proses pengembangan produk, menguji berbagai prototipe, hingga melakukan produksi massal dengan lebih cepat dibanding banyak negara lain. Hal ini sejalan dengan tren pendidikan tinggi di China yang kini menggantikan ribuan jurusan dengan program AI untuk mencetak talenta digital.

    Tak hanya membantu membangun produk, InnoX juga mendorong startup untuk langsung berpikir global sejak hari pertama. Lebih dari 80% startup binaannya memang dirancang untuk pasar internasional. Dukungan yang diberikan mencakup strategi crowdfunding, pameran teknologi internasional, branding, akses investor, hingga jaringan bisnis global.

    Kekuatan ekosistem tersebut terlihat dari beragam startup yang lahir dari InnoX. Mulai dari Kamingo yang mampu mengubah sepeda biasa menjadi e-bike dalam hitungan detik, XBREW dengan mesin kopi nitro tanpa kartrid pertama di dunia, hingga Y-H2O yang mengembangkan kapal hydrofoil listrik futuristis. Ada pula Finnox yang mengembangkan AI untuk memahami emosi manusia, serta Lumi, robot lampu berbasis AI yang menghadirkan interaksi layaknya karakter animasi Pixar.

    Pada ajang BEYOND Expo 2026, InnoX membawa sekitar 30 startup AI dan hardware untuk memamerkan inovasi terbaru mereka di bidang robotika, mobilitas pintar, embodied AI, kesehatan digital, hingga perangkat gaya hidup cerdas. Pameran ini menjadi bukti nyata bagaimana ekosistem InnoX mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi disruptif.

    Untuk memperkuat ekosistem inovasinya, InnoX juga menjalin kolaborasi dengan lebih dari 20 universitas ternama dunia, termasuk Stanford University, Olin College of Engineering, King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), University of Hong Kong, dan HKUST. Jaringan global tersebut membuka akses bagi para pendiri startup ke talenta, investor, industri, serta sumber daya manufaktur dari berbagai negara. Menariknya, tren serupa juga terjadi di kampus-kampus Amerika Serikat, di mana sebagian mahasiswa Stanford memboikot pidato CEO Google sebagai bentuk protes terhadap kebijakan teknologi tertentu.

    Di tengah persaingan global membangun dominasi AI, Shenzhen InnoX Academy menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh teknologi canggih, tetapi juga oleh ekosistem yang mampu mengubah ide menjadi produk yang benar-benar digunakan masyarakat. Model ini bisa menjadi referensi bagi pengembangan ekosistem startup di Indonesia, terutama dengan meningkatnya minat terhadap pengembangan AI melalui workshop dan program pendidikan.

    “Dari Shenzhen, berbagai startup AI dan hardware kini bersiap menembus pasar dunia,” pungkas Yu. Pernyataan ini menegaskan bahwa InnoX tidak hanya menjadi inkubator, tetapi juga jembatan bagi startup untuk go global sejak awal.

  • WhatsApp di iPhone Kini Dukung Dua Nomor, Ini Caranya

    WhatsApp di iPhone Kini Dukung Dua Nomor, Ini Caranya

    JBNews.id — WhatsApp resmi meluncurkan fitur multi-akun untuk iPhone, memungkinkan pengguna menggunakan dua nomor telepon berbeda dalam satu aplikasi secara langsung. Fitur ini menjawab kebutuhan pengguna yang selama ini harus mengandalkan WhatsApp Business atau aplikasi pihak ketiga untuk mengelola dua akun.

    Fitur baru ini hadir sebagai solusi resmi yang lebih praktis, aman, dan mudah digunakan. Pengguna kini dapat memisahkan akun pribadi dan pekerjaan tanpa harus berganti perangkat atau memasang aplikasi tambahan. Seluruh chat, notifikasi, hingga pengaturan privasi masing-masing akun akan tetap terpisah secara otomatis.

    Sebelum mencoba fitur ini, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Pengguna harus menggunakan WhatsApp versi terbaru yang sudah mendukung multi-akun di iOS. Selain itu, diperlukan dua nomor telepon aktif yang bisa berasal dari kombinasi SIM fisik dan eSIM, atau dua eSIM sekaligus.

    Cara Menambahkan Akun WhatsApp Kedua di iPhone

    Bagi yang ingin mencoba, berikut langkah-langkah menambahkan akun WhatsApp kedua di iPhone:

    • Buka aplikasi WhatsApp di iPhone.
    • Masuk ke menu Pengaturan (Settings).
    • Ketuk bagian profil yang menampilkan nama dan nomor telepon.
    • Pilih opsi Tambahkan Akun (Add Account).
    • Masukkan nomor telepon kedua yang ingin digunakan.
    • Lakukan proses verifikasi melalui SMS atau panggilan suara.
    • Masukkan kode verifikasi yang diterima.

    Setelah proses selesai, akun kedua akan langsung aktif di aplikasi WhatsApp. Pengguna kini dapat menggunakan dua akun WhatsApp berbeda dalam satu aplikasi tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan. Fitur ini sangat relevan dengan perkembangan ekosistem digital, termasuk kebijakan Chatbot AI Pesaing yang mempengaruhi industri.

    Cara Beralih Antar Akun

    WhatsApp juga membuat proses perpindahan akun menjadi sangat mudah. Untuk berpindah akun:

    • Buka menu Settings.
    • Pada bagian atas akan muncul daftar akun yang aktif.
    • Pilih akun yang ingin digunakan.

    Selain itu, pengguna juga bisa menekan lama tab Settings untuk berpindah akun dengan lebih cepat. Setiap akun memiliki pengaturan sendiri, termasuk notifikasi, status, foto profil, pengaturan privasi, hingga cadangan chat. Dengan begitu, aktivitas pribadi dan pekerjaan tetap dapat dipisahkan dengan rapi.

    Keunggulan Fitur Multi-Akun WhatsApp

    Kehadiran fitur ini membawa sejumlah keuntungan bagi pengguna iPhone, di antaranya:

    • Tidak perlu lagi menggunakan aplikasi pihak ketiga yang berisiko terhadap keamanan data.
    • Notifikasi untuk masing-masing akun tetap terpisah.
    • Pengaturan privasi dapat diatur berbeda untuk setiap akun.
    • Status, foto profil, dan tema bisa dikelola secara independen.
    • Didukung langsung oleh WhatsApp sehingga lebih aman dan stabil.

    Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Setiap akun tetap membutuhkan nomor telepon yang berbeda karena satu nomor hanya dapat digunakan untuk satu akun WhatsApp. Selain itu, fitur multi-akun diluncurkan secara bertahap. Jika opsi Tambahkan Akun belum muncul di perangkat, pengguna disarankan memperbarui aplikasi WhatsApp melalui App Store dan menunggu distribusi fitur tersedia untuk seluruh pengguna.

    Dengan hadirnya fitur multi-akun resmi di iPhone, pengguna kini dapat mengelola dua nomor WhatsApp dalam satu aplikasi secara lebih praktis. Fitur ini menjadi solusi yang selama ini ditunggu banyak pengguna iPhone yang ingin memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan tanpa ribet. Pengguna juga perlu mewaspadai potensi ancaman keamanan, seperti yang diantisipasi melalui Fitur Scam Alert yang sedang dikembangkan.

    Remaja laki-laki tidak dikenal mengetik pesan teks di smartphone sambil berbaring di sofa rumah.

    Implikasi dari fitur ini cukup signifikan bagi pengguna profesional yang membutuhkan pemisahan komunikasi kerja dan pribadi. Dengan dukungan resmi dari WhatsApp, risiko keamanan data yang biasa terjadi pada aplikasi pihak ketiga dapat diminimalkan. Bagi pengguna yang masih menggunakan perangkat iOS lawas, penting untuk memperhatikan kebijakan Dukungan iOS Lawas yang akan dihentikan per 30 November 2026.

    Ilustrasi aplikasi WhatsApp di layar smartphone.

    Fitur multi-akun ini merupakan langkah strategis WhatsApp untuk meningkatkan pengalaman pengguna di ekosistem iOS, sejalan dengan tren peningkatan produktivitas digital. Pengguna kini dapat mengelola dua identitas komunikasi dalam satu genggaman, tanpa kompromi pada keamanan atau kenyamanan.

  • Android 17 Resmi Meluncur, Ini HP Pertama yang Kebagian

    Android 17 Resmi Meluncur, Ini HP Pertama yang Kebagian

    JBNews.id — Google resmi merilis sistem operasi Android 17 pada Rabu, 17 Juni 2026. Pembaruan ini menghadirkan sejumlah fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, hiburan, dan keamanan perangkat. Lini ponsel Pixel menjadi yang pertama menerima pembaruan, dengan model lain menyusul secara bertahap.

    Mulai hari ini, pembaruan Android 17 sudah digulirkan secara bertahap untuk lini ponsel Pixel. Menurut Google, pembaruan ini akan tersedia secara bertahap secara over the air (OTA). Produsen ponsel Android lain juga akan mulai menghadirkan Android 17 ke perangkat buatannya dalam beberapa bulan ke depan. Sementara itu, perangkat Android dari merek lain yang memenuhi syarat akan menyusul di sepanjang tahun 2026.

    Google juga memastikan bahwa fitur Gemini Intelligence akan hadir untuk sejumlah perangkat kelas atas pada pertengahan tahun ini. Bagi pengguna yang tertarik dengan ekosistem AI, informasi lebih lanjut mengenai Gemini Go bisa menjadi referensi tambahan.

    Daftar HP yang Kebagian Android 17

    Berikut adalah daftar lengkap perangkat Pixel yang mendapat pembaruan Android 17 pada tahap awal:

    • Pixel 10 Pro Fold
    • Pixel 10 Pro
    • Pixel 10 Pro XL
    • Pixel 10
    • Pixel 9 Pro Fold
    • Pixel 9 Pro XL
    • Pixel 9 Pro
    • Pixel 9
    • Pixel 9a
    • Pixel Fold
    • Pixel Tablet
    • Pixel 8 Pro
    • Pixel 8
    • Pixel 8a

    Selain perangkat Pixel, produsen lain juga akan merilis pembaruan serupa dalam beberapa bulan mendatang. Untuk informasi lebih lengkap mengenai Fitur Baru di perangkat Pixel, pembaca dapat menyimak artikel terkait.

    Fitur Baru Android 17

    Android 17 membawa lima fitur utama yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Berikut adalah rincian fitur-fitur tersebut:

    1. Multitasking Lebih Praktis dengan ‘Bubbles’

    Fitur Bubbles kini diperluas. Pengguna bisa mengubah aplikasi apa pun menjadi jendela kecil yang mengambang (floating window). Caranya cukup dengan menekan lama ikon aplikasi, lalu mengubahnya menjadi bubble. Bagi pengguna perangkat berlayar besar seperti tablet atau layar lipat, bubbles akan ditempatkan di baris khusus pada bagian bawah layar. Hal ini memudahkan pengguna untuk berpindah aplikasi hanya dengan satu ketukan, serta mengubah ukuran jendela kembali ke full-screen dengan cepat.

    2. Perekaman Ganda via ‘Screen Reactions’

    Alat perekam layar bawaan kini mendapat pembaruan antarmuka. Salah satu tambahan yang menarik adalah fitur Screen Reactions. Melalui fitur ini, pengguna bisa merekam aktivitas di layar ponsel sekaligus merekam wajah sendiri menggunakan kamera depan secara bersamaan. Fitur ini sangat berguna bagi kreator yang ingin memberikan reaksi terhadap sebuah video atau aplikasi tanpa perlu repot menggunakan green screen atau berpindah aplikasi pengeditan.

    3. Optimalisasi Game untuk HP Lipat (Foldable)

    Android 17 membawa mode foldable gaming yang memaksimalkan penggunaan layar di ponsel lipat. Mode ini membagi layar menjadi tata letak 50/50: layar bagian atas menampilkan visual game, sementara layar bagian bawah difungsikan sebagai gamepad dinamis. Selain itu, sistem operasi ini kini mendukung pemetaan tombol (controller remapping) bawaan bagi pengguna yang memakai controller eksternal. Google juga meningkatkan efisiensi pembersihan memori (RAM) agar game berat bisa berjalan lebih lancar dan minim frame drop.

    4. Privasi dan Keamanan yang Lebih Ketat

    Terdapat beberapa peningkatan penting di sektor keamanan pada Android 17:

    • Kontrol Izin: Pengguna kini bisa memberikan izin akses lokasi yang sifatnya hanya sementara kepada sebuah aplikasi. Pengguna juga bisa membagikan kontak tertentu saja, tanpa harus memberikan akses ke seluruh buku telepon.
    • Pengamanan HP Hilang: Fitur “Mark as lost” di Find Hub kini diperkuat. Pengguna bisa mengunci HP yang hilang menggunakan keamanan biometrik (seperti sidik jari atau wajah). Dengan begitu, pencuri yang kebetulan mengetahui PIN tetap tidak bisa membuka data atau mematikan pelacak lokasi.
    • Pencegahan Pembobolan: Google memperketat batasan salah tebak PIN dan menambah waktu tunggu setelah beberapa kali percobaan gagal. Sistem deteksi ancaman (Live Threat Detection) juga ditingkatkan untuk memblokir aplikasi penipuan.

    Keamanan perangkat juga menjadi perhatian utama dalam pembaruan ini. Informasi tentang Deteksi Alat Pelacak dapat menjadi tambahan wawasan bagi pengguna yang peduli privasi.

    5. Pembaruan Sistem Lainnya

    Selain empat hal utama di atas, Android 17 juga menyertakan beberapa fitur pendukung, antara lain:

    • Opsi untuk menyembunyikan nama aplikasi di home screen.
    • Perluasan fitur pengawasan orang tua untuk semua perangkat Android.
    • Pengaturan volume yang terpisah dan khusus untuk asisten virtual.
    • Pembatasan penggunaan memori RAM pada aplikasi agar performa sistem secara keseluruhan dan daya tahan baterai menjadi lebih baik.

    Dengan berbagai fitur baru ini, Android 17 diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Pembaruan ini akan terus digulirkan secara bertahap sepanjang tahun 2026, sehingga pengguna dari berbagai merek dapat menikmati peningkatan yang ditawarkan.

  • Logitech G304 X Superlight dan G316 X 98 Resmi Hadir di Indonesia

    Logitech G304 X Superlight dan G316 X 98 Resmi Hadir di Indonesia

    JBNews.id — Logitech G resmi memperluas jajaran perangkat gaming G3 Series di Indonesia dengan meluncurkan gaming mouse G304 X Superlight dan mechanical gaming keyboard G316 X 98. Peluncuran ini menghadirkan performa ala atlet esports profesional ke lebih banyak gamer dengan harga yang lebih terjangkau.

    Kedua perangkat tersebut melengkapi ekosistem G3 Series yang sebelumnya sudah diperkuat oleh headset gaming G325 X Lightspeed. Logitech menyebut kombinasi mouse, keyboard, dan headset ini sebagai paket gaming desktop lengkap yang mengutamakan kecepatan, akurasi, kenyamanan, dan personalisasi.

    “Dengan memadukan elite precision, seperti sub-micron sensor HERO 44K dan 8 kHz report rates dengan high-end heritage design, kami memberikan kemampuan kepada gamer sehari-hari untuk meningkatkan pengalaman bermain game mereka dengan harga yang terjangkau,” ujar Arnaud Perret-Gentil, Head of Product PC Gaming and Creators Logitech G.

    Menurutnya, G3 Series menjadi bagian dari misi Logitech G untuk mewujudkan konsep “Play for All”, yaitu menghadirkan perangkat gaming berkualitas tinggi yang dapat dinikmati lebih banyak kalangan.

    G304 X Superlight: Bobot Ringan, Performa Tinggi

    G304 selama ini dikenal sebagai salah satu mouse gaming populer berkat desain ergonomis dan performanya yang konsisten. Kini Logitech menyempurnakannya melalui G304 X Superlight yang menawarkan bobot lebih ringan dan performa lebih tinggi.

    Mouse wireless ini dibekali sensor HERO generasi terbaru dengan sensitivitas hingga 44.000 DPI. Logitech juga memangkas bobotnya menjadi sekitar 59 gram sehingga lebih nyaman digunakan untuk permainan kompetitif yang membutuhkan pergerakan cepat dan presisi.

    Salah satu fitur unggulannya adalah dukungan polling rate hingga 8.000 Hz melalui PRO Lightspeed Receiver. Teknologi ini memungkinkan mouse mengirim data ke PC delapan kali lebih cepat dibanding mouse gaming standar 1.000 Hz, sehingga respons terasa nyaris instan.

    G304 X Superlight juga menawarkan tiga pilihan konektivitas, yakni Lightspeed wireless, Bluetooth, dan mode kabel melalui USB-C. Dengan begitu pengguna dapat berpindah perangkat dengan lebih fleksibel.

    Soal daya tahan, Logitech mengklaim mouse ini mampu bertahan lebih dari 130 jam dalam sekali pengisian daya. Fitur fast charging memungkinkan pengguna mendapatkan waktu bermain hingga 3,5 jam hanya dari pengisian selama dua menit.

    Menariknya, Logitech turut mengusung konsep keberlanjutan dengan menggunakan minimal 51% material plastik daur ulang. Desain sekrup yang terekspos juga mendukung konsep “Right to Repair”, sehingga perangkat lebih mudah diperbaiki dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

    G316 X 98: Keyboard Mekanikal dengan Suara Thocky Premium

    Selain mouse baru, Logitech juga menghadirkan keyboard mekanikal G316 X 98 yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan gamer dan penggemar keyboard custom. Keyboard ini menggunakan layout 98 tombol yang lebih ringkas namun tetap mempertahankan fungsi penting untuk produktivitas maupun gaming.

    Logitech membekalinya dengan desain snap-fit gasket multi-layer yang diklaim mampu menghasilkan suara “thocky” khas keyboard custom premium. Untuk urusan performa, G316 X 98 mendukung polling rate hingga 8.000 Hz dengan response time hanya 0,125 ms. Kombinasi tersebut membuat setiap input dapat diterjemahkan dengan sangat cepat saat bermain game kompetitif.

    Keyboard ini juga dilengkapi dot-matrix LED display dan control dial yang memungkinkan pengguna mengatur berbagai fungsi secara langsung, mulai dari polling rate, tingkat kecerahan, hingga kontrol multimedia seperti musik dan volume.

    Dari sisi personalisasi, Logitech menyediakan 30 zona Lightsync RGB yang dapat dikustomisasi serta pencahayaan RGB per tombol. Pengguna juga bisa mengganti switch berkat dukungan hot-swappable switches dan membuat makro melalui software Logitech G HUB.

    Harga Logitech G3 Series di Indonesia

    Logitech G304 X Superlight dan G316 X 98 sudah tersedia di Indonesia dalam pilihan warna hitam dan putih. Berikut harga resminya:

    • Logitech G304 X Superlight: Rp 1.439.000
    • Logitech G316 X 98: Rp 1.629.000

    Kedua perangkat tersebut dapat diintegrasikan dengan Logitech G HUB untuk mengatur profil performa, pencahayaan RGB, makro, hingga berbagai pengaturan gaming lainnya.

    Dengan hadirnya G304 X Superlight dan G316 X 98, Logitech G memperkuat posisinya di segmen gaming entry-to-mid level. Bagi gamer yang ingin merasakan performa esports tanpa harus mengeluarkan biaya besar, G3 Series menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.

  • Xiaomi 18 Pro Rilis September 2026, Varian Standar Menyusul

    Xiaomi 18 Pro Rilis September 2026, Varian Standar Menyusul

    JBNews.id — Xiaomi dikabarkan akan meluncurkan ponsel flagship terbarunya secara terpisah dengan lebih dulu merilis Xiaomi 18 Pro sebelum menghadirkan varian standar Xiaomi 18. Informasi ini berasal dari pembocor teknologi Digital Chat Station yang menyebut Xiaomi 18 Pro akan diperkenalkan pada September 2026.

    Keputusan ini menandai perubahan strategi signifikan dari Xiaomi yang sebelumnya selalu meluncurkan model standar dan Pro secara bersamaan. Jadwal peluncuran terpisah ini disebut mirip dengan yang akan diterapkan Apple untuk seri iPhone 18, yakni merilis model Pro lebih dahulu sebelum menghadirkan versi standar.

    Jadwal Peluncuran dan Ketersediaan

    Berdasarkan informasi yang dilansir dari siaran Gizmochina pada Selasa (16/6) waktu setempat, Digital Chat Station mengungkapkan bahwa Xiaomi 18 Pro akan menjadi model pertama yang diperkenalkan pada September 2026. Sementara itu, Xiaomi 18 versi standar akan menyusul tidak lama setelahnya. Meski demikian, jeda peluncuran kedua perangkat disebut tidak akan terlalu lama. Keduanya diperkirakan sudah tersedia di pasar China sebelum perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Februari 2027.

    Sebelumnya, keberadaan Xiaomi 18 juga telah terungkap melalui basis data GSMA yang mengonfirmasi ponsel tersebut tengah dipersiapkan untuk peluncuran. Seri Xiaomi 18 diprediksi menjadi salah satu ponsel pertama yang menggunakan chipset terbaru Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi ponsel ini dapat ditemukan dalam ulasan Fitur Terbaru yang beredar.

    Potensi Kenaikan Harga

    Selain perubahan jadwal peluncuran, seri Xiaomi 18 disebut berpotensi mengalami kenaikan harga dibandingkan generasi sebelumnya. Kenaikan harga itu tidak hanya terjadi pada Xiaomi, tetapi juga diperkirakan akan dialami berbagai merek ponsel Android lain akibat meningkatnya biaya komponen.

    Pendiri Xiaomi Lei Jun sebelumnya mengungkapkan bahwa harga memori saat ini mengalami kenaikan yang cukup tajam dan diperkirakan masih akan terus meningkat dalam dua tahun ke depan. Karena itu, menurut Lei Jun, konsumen yang berencana mengganti ponsel dalam waktu dekat sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli lebih awal.

    Implikasi bagi Konsumen

    Pergeseran strategi peluncuran ini memberikan implikasi langsung bagi konsumen. Bagi pengguna yang mengincar model Pro, mereka bisa mendapatkan perangkat lebih awal pada September 2026. Namun, konsumen yang menunggu varian standar harus bersabar hingga akhir tahun atau awal 2027.

    Dari sisi harga, kenaikan biaya komponen yang diungkapkan Lei Jun menjadi pertimbangan serius. Konsumen yang berencana membeli ponsel flagship dalam waktu dekat disarankan untuk mempertimbangkan pembelian lebih awal guna menghindari potensi kenaikan harga yang lebih tinggi di masa mendatang. Informasi mengenai perbandingan spesifikasi dan harga dapat disimak dalam artikel Spesifikasi Lengkap seri sebelumnya.

    Selain itu, keputusan Xiaomi untuk mengadopsi strategi peluncuran terpisah seperti Apple menunjukkan persaingan ketat di pasar flagship. Langkah ini memungkinkan Xiaomi untuk memberikan fokus lebih pada model Pro sebagai ujung tombak inovasi, sekaligus memberikan ruang bagi model standar untuk diposisikan secara lebih kompetitif. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ekosistem Xiaomi, simak artikel Produk Terbaru mereka.

  • Pria Buat Tiruan GTA 6 Pakai AI Vibe Coding

    Pria Buat Tiruan GTA 6 Pakai AI Vibe Coding

    JBNews.id — Seorang pendiri startup membuat tiruan Grand Theft Auto (GTA) 6 menggunakan teknik vibe coding berbasis kecerdasan buatan (AI) setelah tidak sabar menunggu peluncuran resmi game tersebut pada November 2026. Ziwen Xu, pendiri startup Hyperecho, mengumumkan proyek ambisiusnya pada 11 Juni 2026 dan terus membagikan perkembangan di media sosial.

    Proyek ini menggunakan Claude 20x, model AI generatif paling canggih dari Anthropic yang tersedia untuk publik. Xu membagikan kode proyeknya di GitHub agar orang lain dapat melanjutkan pengembangan. “Targetnya: mengalahkan peluncuran GTA 6 yang sebenarnya. Ambisius, mungkin bodoh, tapi saya tetap akan melakukannya,” tulis Xu dalam postingan di X, dikutip dari Gizmodo, Rabu (17/6/2026).

    Pada hari pertama, cuplikan video menunjukkan oval biru 3D yang bergerak dan melompat-lompat di dekat balok abu-abu. Memasuki hari kedua, karakter mulai berbentuk mirip manusia dan berlarian di lanskap perkotaan. Namun, Xu mengakui hasilnya masih jauh dari sempurna. “Agen AI membangun gedung pencakar langit di pusat kota LA, yang jadi masalah besar, karena (game) ini seharusnya di Florida,” tulis Xu.

    Ia juga menyoroti konsumsi sumber daya yang tinggi. “Saya telah menghabiskan 33% dari penggunaan mingguan 20x saya dalam satu hari. Jadi waktu terus berjalan,” sambungnya. Pada hari keenam, game buatan Xu sudah terlihat lebih ekspansif dengan karakter NPC berjalan-jalan, mobil di jalanan, dan bahkan senjata.

    GTA 6 baru akan diluncurkan pada November 2026 setelah dikembangkan kurang lebih satu dekade. Xu masih memiliki beberapa bulan untuk menyelesaikan proyeknya dan mengalahkan developer Rockstar Games. Belum diketahui sejauh mana komitmen Xu untuk melanjutkan proyek ini.

    Fenomena vibe coding menggunakan AI generatif untuk membuat game tiruan ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat mempercepat proses pengembangan perangkat lunak secara drastis. Namun, tantangan seperti konsumsi sumber daya komputasi dan kualitas hasil masih menjadi kendala utama.

    Proyek Xu menarik perhatian komunitas pengembang game dan AI karena menunjukkan potensi vibe coding untuk menciptakan konten game secara cepat. Namun, kualitas dan kompleksitas yang dihasilkan masih jauh dari standar game AAA seperti GTA 6 yang dikembangkan Rockstar Games selama satu dekade.

    Bagi industri game, fenomena ini bisa menjadi indikator awal bagaimana AI generatif akan mengubah proses produksi konten game di masa depan. Meskipun hasil saat ini masih terbatas, kecepatan pengembangan yang ditunjukkan Xu dalam hitungan hari menunjukkan potensi besar teknologi ini.

    Para pengamat industri mencatat bahwa penggunaan AI untuk membuat tiruan game populer seperti GTA 6 juga menimbulkan pertanyaan tentang hak cipta dan kekayaan intelektual. Namun, Xu tampaknya lebih fokus pada aspek teknis dan tantangan pengembangan daripada implikasi hukum.

    Dengan GTA 6 yang dijadwalkan rilis November 2026, Xu memiliki waktu sekitar lima bulan untuk menyelesaikan proyeknya. Meskipun target mengalahkan Rockstar Games terdengar ambisius, proyek ini setidaknya menunjukkan bagaimana biaya AI yang tinggi menjadi tantangan nyata dalam pengembangan berbasis AI.

    Komunitas pengembang game independen menyambut positif inisiatif Xu. Banyak yang melihat proyek ini sebagai eksperimen menarik yang bisa membuka jalan bagi metode pengembangan game baru yang lebih cepat dan lebih murah, meskipun dengan kualitas yang mungkin tidak setara game komersial.

    Perkembangan proyek Xu akan terus dipantau oleh komunitas teknologi dan game. Apakah ia berhasil menyelesaikan tiruan GTA 6 sebelum November 2026? Atau apakah proyek ini akan menjadi contoh bagaimana AI generatif masih memiliki keterbatasan dalam menciptakan konten kompleks seperti game AAA?

    Yang jelas, proyek Ziwen Xu telah memicu diskusi tentang masa depan pengembangan game dengan bantuan AI. Teknologi vibe coding menggunakan model Claude 20x dari Anthropic menunjukkan bahwa hambatan teknis untuk membuat game sederhana semakin rendah, memungkinkan individu atau tim kecil untuk menciptakan konten yang sebelumnya membutuhkan studio besar.

    Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan AI dan game, proyek ini menjadi studi kasus menarik tentang batas-batas teknologi saat ini. Sementara ICANN87 dan berbagai acara teknologi global terus berlangsung, inovasi seperti ini menunjukkan bahwa kreativitas individu tetap menjadi pendorong utama kemajuan teknologi, bahkan di era AI.

    Apakah Xu akan berhasil? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun, satu hal yang pasti: proyek ini telah menunjukkan bahwa dengan AI, satu orang pun bisa memulai perjalanan menciptakan sesuatu yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh tim besar dengan anggaran miliaran dolar.

  • Gibran Ingatkan Bahaya AI, Teknologi Tanpa Etika Berbahaya

    Gibran Ingatkan Bahaya AI, Teknologi Tanpa Etika Berbahaya

    JBNews.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang pesat harus diimbangi dengan penerapan etika yang kuat. Ia menegaskan bahwa teknologi tanpa etika justru berbahaya bagi masyarakat.

    Pernyataan itu disampaikan Gibran melalui akun Instagram miliknya, gibran_rakabuming, pada Rabu (17/6/2026). Di tengah meluasnya pemanfaatan AI di berbagai sektor, ia menilai pemahaman akan nilai dan integritas dalam penggunaan teknologi menjadi hal yang krusial.

    “Ada satu hal yang jauh lebih penting dari sekedar teknis penguasaan AI, yaitu etika. Teknologi tanpa etika itu berbahaya,” kata Gibran seperti dikutip dari unggahan tersebut.

    Gibran menjelaskan, AI memiliki potensi besar untuk membantu manusia menciptakan inovasi dan konten positif. Namun, di sisi lain, teknologi yang sama juga rentan disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan plagiarisme, hingga melanggar privasi orang lain.

    “AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoax, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain,” ucapnya.

    Ia secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak menggunakan AI untuk tindakan yang merugikan. Sebaliknya, kecanggihan teknologi harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

    “Saya ingin mengingatkan, pemanfaatan AI harus didasari oleh nilai-nilai integritas. Jangan gunakan AI untuk menipu. Jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain,” tegas Gibran.

    Menurut Gibran, tantangan terbesar di era AI bukan hanya soal penguasaan teknologi, melainkan juga bagaimana memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas bangsa.

    “AI harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, untuk mempermudah hidup, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial. Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang beradab,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyebut Indonesia memiliki talenta-talenta terbaik di bidang AI. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan ekosistem yang mendukung pengembangan teknologi ini. Ia juga menyinggung langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan tata kelola AI yang bertanggung jawab.

    Gibran mengungkapkan bahwa Indonesia telah menyelesaikan Readiness Assessment Methodology (RAM) AI yang disusun UNESCO. Instrumen ini digunakan untuk menilai kesiapan sekaligus menjadi dasar tata kelola AI nasional.

    “Kuasai teknologinya. Pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat,” pungkasnya.

    Pernyataan Gibran ini menegaskan bahwa penguasaan AI bukan sekadar kemampuan teknis. Etika menjadi fondasi utama agar teknologi tidak disalahgunakan dan benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan bersama.

    Sebelumnya, Gibran juga menekankan pentingnya penguasaan AI di tingkat global. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi pemain utama, bukan sekadar pengguna teknologi ini. Pesan Gibran itu sejalan dengan pernyataannya kali ini yang menempatkan etika sebagai prioritas.

    Di tengah maraknya pemanfaatan AI di kalangan pelajar dan mahasiswa, peringatan Gibran menjadi relevan. Ia sebelumnya menyampaikan pesan agar pelajar menggunakan AI untuk belajar, bukan untuk bermalas-malasan. Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti proses belajar yang sesungguhnya.

    Gibran juga menyoroti potensi penyalahgunaan AI yang bisa merusak tatanan sosial. Informasi palsu yang dihasilkan AI, misalnya, dapat memicu perpecahan di masyarakat. Plagiarisme yang difasilitasi AI juga mengancam integritas akademik dan profesional.

    Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap individu memiliki kesadaran etis dalam menggunakan teknologi. Nilai-nilai integritas harus menjadi landasan dalam setiap pemanfaatan AI, baik di ranah pribadi maupun publik.

    Pemerintah sendiri terus bergerak untuk memastikan tata kelola AI yang bertanggung jawab. Penyelesaian RAM AI UNESCO menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam mengatur penggunaan teknologi ini secara bijak.

    Dengan kerangka tata kelola yang jelas, diharapkan AI dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan nilai-nilai etika dan moralitas bangsa.

    Gibran menutup pernyataannya dengan ajakan untuk menjadikan AI sebagai jembatan menuju kemajuan. Ia optimistis bahwa dengan penguasaan teknologi dan pegangan etika yang kuat, Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih maju, cerdas, dan bermartabat.

    Peringatan tentang bahaya AI tanpa etika ini menjadi pengingat bagi semua pihak. Teknologi hanyalah alat, dan manusialah yang menentukan apakah alat itu digunakan untuk kebaikan atau kehancuran. Bahaya ilusi algoritma yang diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital juga memperkuat pentingnya kewaspadaan dalam era digital.

    Dengan demikian, pesan Gibran bukan sekadar peringatan, melainkan seruan untuk bertindak. Setiap elemen masyarakat, mulai dari pelajar, akademisi, hingga praktisi teknologi, memiliki tanggung jawab untuk memastikan AI digunakan secara etis dan bertanggung jawab.

    Hanya dengan cara itulah AI benar-benar dapat menjadi alat untuk kesejahteraan bersama, bukan ancaman bagi kehidupan sosial.

  • El Al Gandeng Starlink, Internet Gratis di Pesawat Mulai 2027

    El Al Gandeng Starlink, Internet Gratis di Pesawat Mulai 2027

    JBNews.id — Maskapai nasional Israel, El Al Israel Airlines, resmi menandatangani kerja sama dengan Starlink, perusahaan internet satelit milik Elon Musk. Layanan internet nirkabel berkecepatan tinggi ini dijanjikan hadir gratis di seluruh armada pesawat mulai tahun depan.

    Melansir Reuters, Selasa (16/6/2026), detail nilai kerja sama kedua pihak tidak diungkap ke publik. Namun, El Al menyatakan bahwa Starlink dari SpaceX akan menawarkan akses internet tanpa biaya alias gratis. Layanan ini memungkinkan ratusan pelanggan langsung terkoneksi, termasuk dalam penerbangan jarak jauh.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi El Al untuk menarik pelanggan premium. Kebutuhan akan Wi-Fi cepat dalam penerbangan menjadi semakin penting di tengah persaingan maskapai global yang semakin ketat. Teknologi satelit orbit rendah Bumi milik Starlink disebut beberapa kali lebih cepat dibandingkan sistem lama berdasarkan data Ookla, perusahaan analisis broadband.

    Dorong Layanan Premium dan Ekspansi Armada

    Chief Executive El Al, Levy Halevy, mengatakan integrasi teknologi Starlink merupakan langkah maju yang signifikan. “Memungkinkan pelanggan tetap terhubung di udara, menikmati streaming langsung, dan terus bekerja serta berkomunikasi dengan lancar dan tanpa gangguan,” ujar Halevy dalam pernyataan resmi.

    El Al saat ini mengoperasikan armada jarak jauh Boeing yang relatif baru, termasuk pesawat tab 787 Dreamliner. Maskapai ini diperkirakan akan terus mengembangkan armada dan memperluas jaringan rutenya dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, El Al juga telah memesan pesawat Boeing 737 MAX untuk penerbangan ke Eropa.

    Starlink sendiri telah mendaftarkan 11 pelanggan maskapai penerbangan baru sepanjang tahun 2026. Perusahaan ini mengoperasikan sekitar dua pertiga dari seluruh satelit di luar angkasa dan menjadi pendorong utama pendapatan SpaceX, yang baru saja melantai di bursa saham. Teknologi satelit orbit rendah Bumi yang digunakan Starlink memberikan kecepatan internet yang jauh lebih unggul dibandingkan satelit geostasioner yang lebih besar dan lambat.

    Implikasi bagi Industri Penerbangan

    Kerja sama ini menandai tren baru di industri penerbangan global di mana konektivitas internet berkecepatan tinggi menjadi faktor pembeda utama. Maskapai yang mampu menyediakan layanan internet gratis dan cepat diprediksi akan lebih kompetitif dalam merebut pasar penumpang premium. Teknologi Starlink yang menggunakan ribuan satelit di orbit rendah Bumi memberikan keunggulan laten dalam hal latensi dan kecepatan dibandingkan sistem satelit konvensional.

    Bagi penumpang, layanan ini berarti pengalaman terbang yang lebih produktif dan menyenangkan. Mereka dapat melakukan streaming video, bekerja secara real-time, atau berkomunikasi dengan keluarga tanpa khawatir tagihan data. El Al menjadi salah satu maskapai pertama di kawasan Timur Tengah yang mengadopsi teknologi ini secara penuh.

    Ke depannya, ekspansi internet satelit Starlink di sektor penerbangan diprediksi akan semakin masif. Dengan 11 maskapai baru yang sudah bergabung pada 2026, layanan internet gratis di pesawat bisa menjadi standar baru dalam waktu dekat. Bagi maskapai seperti El Al yang fokus pada layanan premium, investasi ini merupakan langkah strategis untuk mempertahankan daya saing.

    Perkembangan ini juga berpotensi memicu persaingan harga antar penyedia layanan internet satelit. Teknologi serupa dari OneWeb atau Project Kuiper milik Amazon juga tengah dikembangkan, meskipun Starlink masih memimpin dari segi jumlah satelit yang beroperasi. Konsumen pada akhirnya akan diuntungkan dengan pilihan layanan yang lebih beragam dan harga yang lebih kompetitif.

  • Agen AI Siap Gantikan Ponsel sebagai Pusat Digital

    Agen AI Siap Gantikan Ponsel sebagai Pusat Digital

    JBNews.id — Qualcomm tengah mengembangkan lebih dari 40 desain perangkat AI baru, menandai pergeseran besar dari smartphone menuju perangkat wearable sebagai pusat kehidupan digital. CEO Cristiano Amon memprediksi agen AI akan menggantikan ponsel sebagai titik pusat interaksi manusia dengan teknologi.

    “Saya rasa akan ada banyak eksperimen dengan berbagai bentuk perangkat (form factor). Saat ini, kami memiliki lebih dari 40 desain perangkat tersebut, dan saya katakan kepada Anda, variasi bentuknya sangat, sangat beragam,” kata Amon yang dikutip dari CNBC.

    Perangkat teknologi yang dapat dikenakan (wearable) ini mencakup perhiasan, earbuds yang dilengkapi kamera, pin, dan jam tangan. “Prinsipnya adalah sesuatu yang Anda kenakan, sesuatu yang selalu bersama Anda setiap saat, sesuatu yang dapat melihat dunia di sekitar Anda, sehingga Anda memiliki konteks dan kemampuan untuk mengakses serta berkomunikasi dengan agen,” ujarnya.

    Agen AI dipandang sebagai evolusi selanjutnya asisten digital seperti Siri milik Apple atau Gemini dari Google. Industri teknologi bertaruh agen-agen ini akan mampu menjalankan tugas lebih panjang dan kompleks melintasi berbagai aplikasi dan layanan, seperti memesan tiket liburan.

    Amon memberikan contoh tentang agen yang mengambil detail transaksi perbankan, sehingga pengguna tidak perlu menavigasi aplikasi dan mencari secara manual. Ini menandakan cara kita berinteraksi dengan aplikasi akan berubah drastis di masa depan, ketika agen mengambil alih pelaksanaan tugas.

    “Aplikasi tidak mati tetapi aplikasi akan berubah. Agen-agen itulah yang akan menjadi aplikasi baru,” tambahnya.

    Menjamurnya agen AI dan berubahnya cara kita menggunakan aplikasi di masa depan juga dapat mengubah interaksi orang dengan smartphone, serta menciptakan peluang bagi jenis perangkat baru untuk meledak. Agen AI bersiap mengganti HP sebagai pusat kehidupan digital.

    “Ponsel akan berpusat di sekitar agen. Kelas perangkat yang baru juga akan berpusat pada agen. Dan agen inilah yang akan memahami niat manusia dan akan melakukan banyak hal untuk Anda, jadi ada pergeseran mengenai apa yang menjadi titik pusatnya,” jelas Amon, seraya menambahkan ponsel takkan menghilang sepenuhnya.

    Ia optimis terhadap kacamata pintar yang berpotensi menyaingi smartphone. Pengiriman kacamata pintar saat ini puluhan juta per tahun. Beberapa tahun ke depan Amon memprediksi angkanya ratusan juta dan sebesar pasar HP. Sebagai perbandingan, terdapat 1,26 miliar smartphone dikirimkan pada 2025 menurut riset Counterpoint, naik sekitar 3% dibanding tahun sebelumnya.

    Berbagai perusahaan raksasa, mulai Meta hingga Samsung, saat ini berlomba mengembangkan kacamata pintar. Pergeseran lanskap perangkat dapat membuka pintu bagi jenis perusahaan baru untuk bersaing di pasar hardware konsumen. Tahun lalu, OpenAI mengakuisisi io, startup yang didirikan desainer Apple, Jony Ive, untuk merambah pasar perangkat konsumen.

    Motivasi lain di balik masuknya pemain baru di sektor hardware adalah penguasaan data. Amon mengatakan perangkat-perangkat ini akan mengumpulkan data jauh lebih besar dibandingkan data yang digunakan untuk melatih model AI. “Jadi perusahaan-perusahaan tersebut menginginkan akses ke data itu, karena hal tersebut penting untuk melatih model di masa depan sekaligus menciptakan pengalaman AI yang dibuat khusus bagi penggunanya,” ungkap Amon.

    Implikasi bagi industri sangat jelas: era smartphone sebagai satu-satunya pusat komputasi pribadi mulai berakhir. Agen AI yang selalu aktif di perangkat wearable akan mengubah model bisnis perusahaan teknologi, dari produsen chip seperti Qualcomm hingga raksasa software seperti Google dan Apple. Bagi konsumen, ini berarti pengalaman digital yang lebih intuitif dan personal — tanpa harus terus-menerus menatap layar ponsel.

  • Snap Rilis Kacamata AR Specs untuk Publik, Harga Rp 35 Juta

    Snap Rilis Kacamata AR Specs untuk Publik, Harga Rp 35 Juta

    JBNews.id — Snap Inc. resmi meluncurkan kacamata augmented reality (AR) generasi terbaru, Snap Specs, sebagai produk konsumen pertama yang dijual ke publik dengan harga USD 2.195 atau sekitar Rp 35 juta. Perangkat ini diperkenalkan langsung oleh CEO Snap Evan Spiegel dalam ajang Augmented World Expo (AWE) di Long Beach, California.

    Berbeda dengan pendahulunya yang hanya dijual terbatas untuk pengembang dan kreator, Specs edisi ini merupakan versi konsumen yang siap dipasarkan. Snap membuka pemesanan awal dengan deposit refundable sebesar USD 220, dan pengiriman dijadwalkan pada musim gugur 2026 di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

    Kacamata ini memiliki bobot 132 gram untuk varian lensa 47 mm dan 136 gram untuk varian 52 mm. Angka tersebut hanya setengah dari bobot perangkat developer AR Spectacles yang dirilis Snap sebelumnya. Dengan bobot kurang dari sepertiga pon, Snap mengklaim perangkat ini jauh lebih ringan dan nyaman digunakan sehari-hari.

    Fokus pada Pengalaman AR, Bukan Konten

    Snap tidak merinci aplikasi atau fitur spesifik yang akan tersedia pada Specs. Perusahaan justru menekankan bahwa perangkat ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman AR imersif di layar kacamata, bukan untuk menangkap konten seperti pendahulunya. Bidang pandang AR mencapai 51 derajat di tengah penglihatan pengguna, dengan kedalaman yang akurat dan latensi rendah sehingga elemen digital terasa seperti bagian nyata dari lingkungan sekitar.

    Beberapa fitur yang dikonfirmasi antara lain layar tampilan pribadi, konektivitas Bluetooth, penjelajahan web, asisten visual bertenaga AI, serta berbagai pengalaman AR yang mampu memahami ruangan dan objek di sekitar pengguna. Snap juga menyebutkan fitur fingerpainting di udara, panduan arah peta, dan manipulasi model 3D globe akan tersedia.

    “Specs akan menjadi bermakna karena lensa yang kalian bangun,” ujar Spiegel di atas panggung AWE, merujuk pada pentingnya adopsi pengembang untuk membangun ekosistem aplikasi di platform ini.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang persaingan di industri kacamata pintar, baca artikel terkait Harga Terbaru dari kompetitor.

    Spesifikasi Teknis dan Desain

    Secara desain, Snap Specs hadir dengan bingkai tebal, lengan besar, dan ujung temple tipis yang menyerupai kacamata Ray-Ban Display milik Meta, namun dengan sudut lebih membulat. Tampilannya jauh lebih halus dibandingkan versi developer AR Spectacles tahun 2024 yang berbentuk kotak.

    Spiegel menanggapi soal estetika dengan menyatakan, “Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa kacamata oversized sedang tren saat ini. Bagi kami, ini bukan tentang mengikuti tren mode, melainkan menghadirkan kemampuan yang benar-benar unggul.” Snap tidak memiliki kemitraan mode seperti Meta dengan Essilor Luxottica atau Google dengan Warby Parker dan Gentle Monster.

    Spesifikasi teknis utama meliputi:

    • Prosesor: Dua chip Qualcomm Snapdragon (belum disebutkan varian spesifik)
    • Layar: Microdisplay liquid crystal on silicon
    • Bidang pandang AR: 51 derajat di tengah penglihatan
    • Baterai: 4 jam pemakaian campuran, case pengisi daya mampu mengisi ulang 4 kali
    • Bobot: 132 gram (lensa 47 mm) dan 136 gram (lensa 52 mm)
    • Fitur tambahan: Dukungan lensa resep yang bisa ditukar antar pengguna

    Satu prosesor Qualcomm Snapdragon khusus menangani tugas computer-vision untuk menganalisis dunia nyata di sekitar pengguna, sementara prosesor lainnya menggerakkan pengalaman imersif di lensa. Kamera juga melacak gerakan tangan dan lingkungan spasial.

    Berbeda dengan kacamata pintar lain seperti Project Aura dari Xreal yang memerlukan baterai eksternal, Snap Specs tidak membutuhkan perangkat pendamping, komputasi puck, gelang, atau perangkat lain. Semua pemrosesan dilakukan di dalam kacamata.

    Snap juga menambahkan indikator cahaya di tengah kacamata yang menyala saat kamera aktif, untuk memastikan orang lain mengetahui perangkat sedang merekam. Perusahaan mengklaim pengguna dapat mengontrol data yang disimpan dan dihapus, serta pemrosesan dilakukan di perangkat.

    Sejarah Panjang Snap di Hardware AR

    Snap memiliki sejarah panjang dalam pengembangan hardware AR. Sepuluh tahun lalu, Snap merilis Spectacles pertama dengan kamera terpasang yang merekam video sudut lebar melingkar. Meskipun sempat populer, perangkat tersebut tidak laku keras. Snap mencoba lagi pada 2018 dan 2019 dengan Spectacles 2 dan Spectacles 3.

    Perusahaan juga sempat merilis Pixy Drone, kamera terbang yang kemudian dihentikan karena masalah baterai overheating. Pada 2021, Snap mengumumkan Spectacles AR, dan merilis versi developer berlangganan pada 2024.

    “Sebenarnya kami mulai mengerjakan hardware karena kebutuhan,” kata Spiegel, “karena tidak ada orang lain yang mengejar visi komputasi ini.” Snap juga mengembangkan layanan developer AR seperti Lens Studio dan kemitraan dengan Niantic, pengembang Pokémon Go.

    Harga Tinggi dan Persaingan Ketat

    Dengan harga USD 2.195, Snap Specs masuk dalam kategori perangkat AR premium. Spiegel mengakui bahwa menawarkan harga tersebut merupakan upaya besar bagi timnya. “Untuk menawarkan Specs seharga USD 2.195 adalah upaya Herculean bagi tim kami,” ujarnya. “Kami benar-benar ingin meluncurkan perangkat ini dengan harga yang masuk akal bagi banyak orang, terutama komunitas developer kami yang bersemangat.”

    Snap ingin menghindari nasib seperti Apple Vision Pro yang meskipun canggih secara teknologi, dianggap terlalu mahal, besar, dan tidak menarik bagi konsumen. Namun, Specs harus bersaing dengan pemain besar lain di pasar kacamata pintar. Meta mendominasi pasar meskipun menghadapi kritik atas fitur pengenalan wajah. Google bekerja sama dengan Samsung dan Qualcomm untuk platform Android XR. Apple dikabarkan sedang mengembangkan kacamata pintar setelah kegagalan Vision Pro.

    Menariknya, Meta sering meniru inovasi Snap. CEO Meta Mark Zuckerberg pernah mengatakan bahwa masa depan adalah semua orang akan memakai kacamata pintar, dan mereka yang tidak akan berada pada “kerugian kognitif yang signifikan.” Spiegel menawarkan visi berbeda: berkolaborasi dengan kolega di ruang 3D, atau orang tua bermain game AR dengan anak-anak di halaman belakang.

    “Kita semua memiliki perangkat yang kita lihat ke bawah dan menjauh satu sama lain,” kata Spiegel. “Specs adalah komputer pertama yang mendorong Anda untuk melihat ke atas dan menggunakannya serta berinteraksi dengan orang lain di dunia sekitar Anda.”

    Bagi pengguna yang tertarik dengan teknologi AR terkini, simak juga ulasan tentang Spesifikasi Lengkap perangkat terbaru lainnya.

    Meskipun demikian, masih terlalu dini untuk menilai apakah Specs akan menjadi momen Vision Pro bagi Snap. Keberhasilan perangkat ini sangat bergantung pada adopsi developer untuk membangun aplikasi dan pengalaman AR di platform tersebut. Snap belum mengungkapkan secara detail aplikasi atau fitur apa yang akan tersedia saat peluncuran.

    Untuk pembaca yang ingin memahami implikasi regulasi di industri teknologi, artikel tentang Keamanan Anak dapat memberikan perspektif tambahan.