Blog

  • Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8 Lolos TKDN, Siap Rilis di Indonesia

    Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8 Lolos TKDN, Siap Rilis di Indonesia

    JBNews.id — Tiga ponsel lipat terbaru Samsung, yang diyakini sebagai Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8 Wide, dan Galaxy Z Flip 8, telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sertifikasi ini menjadi sinyal kuat bahwa peluncuran resmi perangkat-perangkat tersebut di Indonesia tinggal menunggu waktu.

    Pantauan di situs TKDN menunjukkan tiga nomor model Samsung, yakni SM-F776B, SM-F971B, dan SM-F976B, telah lolos sertifikasi dengan nilai TKDN sekitar 36,1%. Keberadaan sertifikasi ini merupakan salah satu syarat administratif penting sebelum sebuah perangkat elektronik dapat dipasarkan secara resmi di Indonesia. Meski Samsung Indonesia belum memberikan konfirmasi resmi, kemunculan nomor-nomor model ini menjadi indikator paling konkret mengenai rencana kehadiran mereka di Tanah Air.

    Berdasarkan berbagai bocoran yang beredar, ketiga nomor model tersebut merujuk pada: SM-F776B untuk Galaxy Z Flip 8, SM-F971B untuk Galaxy Z Fold 8 Wide, dan SM-F976B untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra. Ketiga seri ini diprediksi akan menjadi tulang punggung lini ponsel lipat Samsung untuk tahun 2026, menawarkan segmen yang berbeda mulai dari pengguna yang mencari perangkat ringkas hingga pengguna yang mendambakan produktivitas kelas atas.

    Bocoran Galaxy Z Fold 8 Wide

    Galaxy Z Fold 8 Wide disebut hadir sebagai varian baru yang mengutamakan pengalaman layar lebih lebar. Samsung dikabarkan merancang perangkat ini untuk memberikan sensasi penggunaan yang lebih mirip tablet saat dibuka. Bocoran menyebut layar utama Fold 8 Wide memiliki ukuran sekitar 7,6 inci Dynamic AMOLED dengan refresh rate 120Hz dan rasio yang lebih mendekati format persegi. Desain tersebut diklaim lebih nyaman untuk multitasking, membaca dokumen, hingga menikmati konten multimedia.

    Galaxy Z Fold8 Wide

    Perangkat ini juga disebut memiliki bodi yang sangat tipis, hanya sekitar 4,3 mm saat dibuka, dengan bobot sekitar 201 gram. Untuk sektor performa, Samsung diperkirakan membekalinya dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Kapasitas baterai diprediksi berada di kisaran 4.800 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W. Varian ini tampaknya menjadi jawaban Samsung bagi pengguna yang menginginkan layar lebar tanpa harus membawa perangkat yang terlalu berat.

    Dummy Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide

    Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra

    Di sisi lain, Galaxy Z Fold 8 Ultra diproyeksikan menjadi model paling canggih dalam keluarga foldable Samsung tahun ini. Perangkat tersebut dirumorkan mengusung layar utama berukuran sekitar 8 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X dengan refresh rate adaptif 120Hz. Samsung juga disebut berhasil membuat lipatan layar atau crease semakin minim dibanding generasi sebelumnya. Untuk informasi lebih lanjut tentang inovasi layar, Anda bisa membaca artikel tentang Desain Terbaru dari Samsung.

    Dari sisi fotografi, Fold 8 Ultra diperkirakan membawa kamera utama 200 MP, didampingi kamera ultrawide 50 MP dan telephoto dengan kemampuan zoom optik 3x. Untuk mendukung performa kelas flagship, Samsung kabarnya menyediakan opsi RAM hingga 16 GB dan penyimpanan internal hingga 1 TB. Baterainya disebut memiliki kapasitas sekitar 5.000 mAh dengan pengisian cepat 45W. Meski membawa spesifikasi tinggi, perangkat ini diperkirakan tetap memiliki bobot ringan sekitar 210 gram dengan ketebalan hanya sekitar 4,1 mm saat dibuka.

    Galaxy Z TriFold vs Fold7

    Galaxy Z Flip 8

    Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 diperkirakan tetap menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan ponsel lipat bergaya compact dan fashionable. Bocoran menyebut perangkat ini akan dibekali layar utama 6,9 inci Dynamic AMOLED dengan refresh rate 120Hz. Cover screen-nya juga dikabarkan semakin besar dengan ukuran sekitar 4,1 inci. Samsung disebut sedang menyiapkan desain engsel baru yang membuat lipatan layar semakin samar sekaligus membuat bodi lebih tipis. Saat dilipat, ketebalannya dikabarkan hanya sekitar 13,2 mm.

    Untuk performa, Galaxy Z Flip 8 kemungkinan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy atau chipset Exynos 2600, tergantung wilayah pemasaran. Ponsel ini juga dirumorkan membawa RAM 12 GB, penyimpanan hingga 512 GB, serta baterai sekitar 4.300 mAh yang lebih besar dibanding pendahulunya. Bagi Anda yang penasaran dengan varian chipset yang mungkin masuk ke Indonesia, simak artikel tentang Dua Chipset yang beredar.

    Kapan Rilis di Indonesia?

    Samsung hingga kini belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8. Namun berbagai laporan menyebut acara Galaxy Unpacked berikutnya berpotensi digelar pada 22 Juli 2026 di London. Jika jadwal tersebut benar, peluncuran global kemungkinan berlangsung pada Agustus 2026.

    Dengan status TKDN yang sudah dikantongi, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi salah satu pasar yang kebagian perangkat ini tidak lama setelah debut globalnya. Soal harga, Galaxy Z Fold 8 Ultra diperkirakan akan bermain di segmen premium dengan banderol antara Rp 30 juta hingga Rp 40 jutaan. Sementara Galaxy Z Fold 8 Wide kemungkinan berada sedikit di bawahnya, dan Galaxy Z Flip 8 diperkirakan dibanderol mulai kisaran Rp 15 juta hingga Rp 25 jutaan. Bagi Anda yang mencari Fitur Terbaru untuk produktivitas, ponsel lipat ini patut dipertimbangkan.

  • Krisis Populasi, Korea Selatan Bangun Tentara AI Rp474 Miliar

    Krisis Populasi, Korea Selatan Bangun Tentara AI Rp474 Miliar

    JBNews.id — Korea Selatan mengalokasikan investasi sebesar 40 miliar won atau sekitar Rp474 miliar untuk mempercepat transformasi militer berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis populasi yang terus memperparah kekurangan personel militer di negara tersebut.

    Program ini diumumkan melalui peluncuran “Proyek Dukungan Komersialisasi Cepat Aplikasi Kecerdasan Buatan”, yang bertujuan mengadopsi teknologi AI sipil yang sudah matang untuk kebutuhan pertahanan. Negeri Ginseng itu kini tidak memiliki banyak pilihan selain mengandalkan otomatisasi dan sistem tanpa awak untuk menjaga kekuatan militernya.

    Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi besar membangun konsep Smart Army, yakni militer modern yang mengurangi ketergantungan pada jumlah personel manusia. Dalam proyek ini, pemerintah Korea Selatan menetapkan 20 kategori penelitian yang terbagi dalam empat bidang utama.

    Empat Bidang Utama Smart Army

    Pada sektor dukungan tempur, AI akan digunakan untuk membantu pengawasan wilayah perbatasan, sistem pengintaian berbasis drone, hingga platform pengambilan keputusan yang mampu menganalisis data secara cepat. Militer Korea Selatan menargetkan lebih dari 75% tugas penjagaan di garis depan dapat dibantu atau diambil alih oleh sistem berbasis AI di masa depan.

    Selain itu, teknologi AI juga diterapkan untuk mendukung struktur kekuatan militer. Sistem ini mencakup klasifikasi cepat prajurit yang terluka, manajemen logistik pintar, patroli keamanan otomatis di barak, hingga deteksi dini kerusakan peralatan militer.

    Penggunaan AI juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari pengelolaan anggaran pertahanan, rantai pasok industri militer, hingga optimalisasi penggunaan energi di berbagai fasilitas pertahanan. Sektor keamanan siber menjadi fokus utama lainnya, di mana Korea Selatan ingin memanfaatkan AI untuk mendeteksi serangan siber, mengidentifikasi penyusupan jaringan, memperkuat enkripsi data, dan meningkatkan kemampuan perang siber modern.

    Target 90 Unit Tempur AI

    Program ini merupakan bagian dari agenda modernisasi militer yang dikenal sebagai Defense Reform 4.0 atau Reformasi Pertahanan 4.0. Pemerintah Korea Selatan menargetkan fase awal proyek selesai pada akhir 2027. Setelah itu, mereka berencana membentuk sekitar 90 unit tempur berbasis AI sebelum tahun 2028.

    Sebanyak 16 fasilitas latihan simulasi cerdas juga ditargetkan beroperasi pada 2032 untuk mendukung pelatihan personel militer di era digital. Sebagai bentuk keseriusan, Korea Selatan berencana meningkatkan porsi anggaran untuk teknologi AI dan sistem tanpa awak dari 15% menjadi 20% dalam lima tahun ke depan.

    Ilustrasi Tentara AI

    Tantangan dan Implikasi

    Meski menjanjikan, sejumlah pengamat menilai jalan menuju militer berbasis AI tidak akan mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah besarnya biaya pengembangan teknologi. Anggaran 40 miliar won dinilai relatif kecil jika harus dibagi ke dalam 20 kategori penelitian berbeda yang semuanya membutuhkan riset tingkat tinggi.

    Faktor keamanan juga menjadi perhatian utama. Sistem AI yang digunakan di medan perang harus mampu bertahan dari serangan siber, gangguan sinyal atau jamming, hingga kondisi operasional yang ekstrem. Para pakar menilai teknologi AI memang dapat membantu mengurangi dampak krisis populasi terhadap kekuatan militer Korea Selatan.

    Namun dalam waktu dekat, kecerdasan buatan masih akan berperan sebagai pendukung prajurit, bukan sepenuhnya menggantikan tentara manusia di medan tempur. Langkah Korea Selatan ini juga terjadi di tengah tekanan global pada rantai pasok semikonduktor, termasuk Krisis Chip AI yang masih berlangsung dan dampaknya terhadap harga chipset.

    Dengan tingkat kelahiran yang terus menjadi salah satu yang terendah di dunia, Korea Selatan tampaknya tidak memiliki banyak pilihan selain mempercepat transformasi menuju era Smart Army berbasis AI. Implikasinya bagi negara lain: model pertahanan otonom ini bisa menjadi cetak biru bagi negara-negara yang menghadapi masalah demografis serupa, meski jalan menuju implementasi penuh masih panjang dan penuh tantangan teknis maupun anggaran.

  • Geek Fam Vs Onic di Final Upper Bracket MPL ID S17

    Geek Fam Vs Onic di Final Upper Bracket MPL ID S17

    JBNews.id — Onic kembali bertanding di babak Playoff MPL ID S17 hari ini, Jumat (12/6/2026), setelah berhasil mengalahkan Bigetron. Kali ini lawan yang dihadapi adalah Geek Fam dalam laga final upper bracket yang digelar secara offline di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.

    Pertandingan ini menjadi pertemuan ketiga bagi kedua tim di musim ini. Sebelumnya, Onic dan Geek Fam sudah bertarung dua kali di babak Regular Season MPL ID S17, di mana masing-masing tim berhasil mengantongi satu kemenangan. Laga hari ini akan menjadi penentu siapa yang unggul dalam rekor head-to-head mereka.

    Jadwal Playoff MPL ID S17 hari ini tidak hanya menampilkan duel antara Geek Fam vs Onic. Ada juga pertarungan hidup dan mati di semifinal lower bracket antara Team Liquid ID melawan Bigetron by Vitality. Perbedaan dari dua laga ini adalah tim yang kalah di final upper bracket tidak akan langsung tereliminasi, melainkan turun ke final lower bracket. Sementara itu, tim yang kalah di semifinal lower bracket dipastikan gugur dari turnamen.

    Berikut jam main keempat tim tersebut:

    • Semifinal lower bracket: Team Liquid ID vs Bigetron by Vitality – 13.00 WIB
    • Final upper bracket: Geek Fam vs Onic – 18.15 WIB

    Seluruh pertandingan menggunakan aturan main best of 5 (Bo5). Tim yang ingin bertahan wajib menang dengan skor 3-0, 3-1, atau 3-2.

    Tim Indonesia Pertama yang Lolos MSC 2026

    Hasil pertandingan di final upper bracket tidak hanya menentukan siapa yang mengamankan tiket ke Grand Final MPL ID S17, tetapi juga menjadi tim pertama yang lolos ke turnamen internasional, Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) 2026, di Esports World Cup (EWC) 2026. Dari Indonesia, nantinya ada dua tim yang berhak bermain di MSC 2026, yaitu juara dan runner-up MPL ID S17.

    MSC merupakan kejuaraan internasional Mobile Legends kedua selain M Series. Pada tahun ini, acaranya tidak digelar di Riyadh, Arab Saudi. MSC 2026 akan diselenggarakan di Paris Expo Porte de Versailles, Paris, Prancis, pada 1 Juli hingga 1 Agustus 2026. Seluruh tim yang bertanding tidak hanya memperebutkan gelar juara dunia, tetapi juga bagian terbesar dari total hadiah sebesar USD 3 juta atau sekitar Rp 53,7 miliar.

    Link Streaming MPL ID S17

    Bagi penggemar Mobile Legends di Tanah Air yang ingin menyaksikan pertandingan hari ini, ada dua cara. Pertama, datang langsung ke lokasi acara di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur. Apabila berhalangan hadir, keseruannya masih dapat ditonton secara online melalui kanal YouTube MPL Indonesia.

    Penampilan keempat tim hari ini di Playoff MPL ID S17 bisa disaksikan secara langsung. Pertandingan Geek Fam vs Onic di final upper bracket menjadi laga yang paling dinantikan karena pemenangnya akan menjadi tim pertama dari Indonesia yang lolos ke MSC 2026. Dengan total hadiah USD 3 juta di turnamen internasional tersebut, setiap kemenangan di playoff ini memiliki nilai yang sangat besar.

    Bagi para penggemar yang ingin mengikuti perkembangan turnamen esports lainnya, Anda juga bisa menyimak informasi terkait teknologi terkini yang turut memengaruhi industri game dan esports di Indonesia.

    Implikasi dari pertandingan hari ini sangat jelas: pemenang final upper bracket akan mengamankan posisi di Grand Final dan tiket ke MSC 2026. Sementara itu, tim yang kalah di semifinal lower bracket harus mengubur harapan meraih gelar juara MPL ID S17. Bagi penggemar esports, ini adalah momen krusial yang menentukan perjalanan tim Indonesia di kancah internasional.

  • Antonio Gracias Raup Rp 1.000 Triliun dari Saham SpaceX

    Antonio Gracias Raup Rp 1.000 Triliun dari Saham SpaceX

    JBNews.id — Antonio Gracias, investor kawakan sekaligus pendiri Valor Equity Partners, mencatatkan lonjakan kekayaan fantastis senilai USD 65 miliar atau setara Rp 1.000 triliun menyusul aksi korporasi SpaceX yang melantai di bursa saham Amerika Serikat pada Juni 2026. Angka tersebut mengukuhkan posisi Gracias sebagai pemegang saham individu terbesar kedua di perusahaan kedirgantaraan tersebut, tepat di bawah posisi pendiri utama, Elon Musk. Keuntungan masif ini merupakan akumulasi dari dukungan strategis dan finansial yang telah diberikan Gracias selama lebih dari dua dekade terakhir.

    Data dari dokumen Initial Public Offering (IPO) SpaceX mengungkapkan bahwa Antonio Gracias bersama entitas investasi yang terafiliasi dengan Valor Equity Partners mengendalikan sekitar 503 juta lembar saham. Dengan valuasi SpaceX yang kini menyentuh angka USD 1,77 triliun, nilai kepemilikan Gracias menjadi salah satu portofolio paling bernilai dalam sejarah industri teknologi modern. Lonjakan nilai ini mencerminkan antusiasme pasar global terhadap dominasi SpaceX di sektor peluncuran roket dan layanan internet satelit.

    Keberhasilan finansial ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari visi jangka panjang dalam mengadopsi teknologi masa depan, termasuk pemanfaatan Kendali Era AI yang kini mulai merambah berbagai sektor industri. Gracias telah berada di lingkaran dalam Elon Musk selama kurang lebih 25 tahun, jauh sebelum SpaceX menjadi mitra utama NASA dan pemerintah Amerika Serikat dalam berbagai misi luar angkasa strategis.

    Hubungan antara Gracias dan Musk melampaui sekadar kemitraan bisnis formal. Melalui Valor Equity Partners yang berbasis di Chicago, Gracias konsisten menyuntikkan modal ke berbagai lini bisnis Musk. Selain SpaceX, portofolio investasinya mencakup raksasa kendaraan listrik Tesla, SolarCity, perusahaan antarmuka otak-mesin Neuralink, hingga perusahaan infrastruktur The Boring Company. Konsistensi ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap ekosistem teknologi yang dibangun Musk, mirip dengan bagaimana inovasi Ekstrak Litium menjadi kunci dalam rantai pasok energi global masa depan.

    Loyalitas di Masa Krisis dan Dukungan Finansial Pribadi

    Salah satu titik balik paling krusial dalam hubungan keduanya terjadi pada tahun 2008. Saat itu, SpaceX berada di ambang kebangkrutan total setelah mengalami serangkaian kegagalan dalam peluncuran roket, yang diperparah oleh krisis keuangan global. Di tengah keraguan investor arus utama, Antonio Gracias tetap bertahan. Laporan menunjukkan bahwa Gracias bahkan sempat meminjamkan dana pribadi sebesar USD 1 juta untuk memastikan operasional perusahaan tetap berjalan di tengah tekanan likuiditas yang ekstrem.

    Antonio Gracias, sahabat Elon Musk

    Dukungan tanpa syarat tersebut kini terbayar lunas. Keberanian mengambil risiko di masa sulit menjadi pembeda utama antara Gracias dengan investor lainnya. Musk sendiri secara terbuka memuji loyalitas sahabatnya itu, dengan menyatakan bahwa posisi saham besar yang dimiliki Gracias saat ini adalah imbalan yang pantas atas dedikasi selama bertahun-tahun, terutama ketika masa depan perusahaan masih dipenuhi ketidakpastian teknis dan finansial.

    Gracias tidak hanya berperan sebagai penyedia modal, tetapi juga aktif dalam tata kelola perusahaan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai anggota dewan direksi di Tesla selama bertahun-tahun dan hingga kini masih mempertahankan posisinya di jajaran Board of Directors SpaceX. Kedekatan ini juga merambah ke ranah personal, di mana keluarga Gracias dan Musk sering menghabiskan waktu bersama di luar urusan profesional, memperkuat ikatan kepercayaan yang menjadi fondasi investasi mereka.

    Ekspansi Bisnis SpaceX dan Proyeksi Pertumbuhan Masa Depan

    Saat ini, SpaceX bukan lagi sekadar perusahaan peluncuran roket konvensional. Unit bisnisnya telah berkembang pesat mencakup Starlink, layanan internet satelit yang telah melayani jutaan pelanggan di seluruh dunia. Selain itu, ambisi kolonisasi Mars dan pengembangan teknologi antariksa untuk pertahanan menjadikannya aset strategis bagi Amerika Serikat. Di sektor pendidikan dan inovasi, tren seperti Robot Humanoid turut memberikan gambaran bagaimana teknologi masa depan akan saling terintegrasi dengan visi SpaceX.

    Misi Artemis III NASA

    Para analis pasar memprediksi bahwa kekayaan Antonio Gracias masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan. Jika antusiasme investor terhadap Starlink dan misi eksplorasi Mars tetap tinggi pasca-IPO, nilai 503 juta saham yang dimiliki Gracias berpotensi terus meroket. Melantainya SpaceX di bursa saham menjadi tonggak sejarah yang menandai era baru industri antariksa komersial, di mana loyalitas jangka panjang terbukti mampu menghasilkan nilai ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri teknologi global.

    Secara keseluruhan, fenomena Antonio Gracias memberikan pelajaran penting bagi dunia investasi mengenai pentingnya keyakinan pada fundamental dan visi kepemimpinan, bahkan di saat krisis paling gelap sekalipun. Dengan kepemilikan saham senilai lebih dari Rp 1.000 triliun, Gracias kini berdiri sebagai simbol sukses dari strategi investasi “high risk, high reward” yang dijalankan dengan kesabaran selama dua setengah dekade.

  • FIFA Perkenalkan Deretan Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026

    FIFA Perkenalkan Deretan Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026

    JBNews.id — FIFA resmi mengintegrasikan rangkaian teknologi generasi terbaru pada gelaran Piala Dunia 2026 guna memastikan akurasi keputusan wasit dan kelancaran pertandingan. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 ini akan menjadi panggung bagi inovasi digital, mulai dari sistem offside semi otomatis hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk visualisasi pemain.

    Fokus utama dari pembaruan ini terletak pada peningkatan kecepatan pengambilan keputusan di lapangan. FIFA menargetkan pengurangan durasi penundaan permainan yang sering terjadi akibat proses pengecekan manual, terutama dalam situasi krusial. Melalui penerapan teknologi ini, FIFA menjanjikan pengalaman pertandingan yang lebih seru dan transparan bagi pemain maupun suporter di seluruh dunia.

    Ilustrasi Trofi Piala Dunia 2026

    Revolusi Offside Semi Otomatis dan Akurasi Sensor

    Salah satu inovasi paling signifikan adalah pemanfaatan teknologi offside semi otomatis yang telah ditingkatkan. Sistem ini dirancang untuk mempercepat pengambilan keputusan wasit dan mengurangi praktik penundaan pengangkatan bendera oleh asisten wasit hingga serangan berakhir. Dalam mekanisme baru ini, asisten wasit di pinggir lapangan akan menerima peringatan audio secara real-time jika seorang pemain terdeteksi berada dalam posisi offside lebih dari 10 sentimeter.

    Peningkatan akurasi ini sangat kontras dibandingkan pengujian sebelumnya pada Piala Dunia Antarklub dan Piala Interkontinental, di mana notifikasi baru diberikan jika pemain melewati batas 50 sentimeter. Meski sistem bekerja secara otomatis, FIFA menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan asisten wasit. Mereka tetap memiliki kewenangan penuh untuk menentukan kapan permainan harus dihentikan berdasarkan peringatan tersebut. Perkembangan ini sejalan dengan tren Ekosistem AI yang mulai merambah berbagai sektor industri global.

    Selain mempercepat ritme permainan, teknologi ini diharapkan mampu menekan risiko cedera pemain. Seringkali, pemain tetap melakukan kontak fisik atau sprint maksimal dalam situasi yang sebenarnya sudah offside namun belum dihentikan oleh wasit. Dengan deteksi yang lebih cepat, insiden medis yang tidak perlu dapat diminimalisir secara signifikan.

    Integrasi Kecerdasan Buatan dan Rekreasi Visual 3D

    FIFA juga memperkenalkan penggunaan avatar tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas visual bagi Video Assistant Referee (VAR). Sebanyak 1.248 pemain dari 48 negara peserta akan melewati proses pemindaian digital di ruangan khusus untuk menciptakan model virtual masing-masing. Proses pemindaian ini hanya memakan waktu satu detik selama sesi foto resmi turnamen. Teknologi ini berkaitan erat dengan isu Dominasi AI dalam menciptakan representasi digital yang akurat.

    Hasil dari pemindaian tersebut memungkinkan sistem menghasilkan animasi offside yang jauh lebih detail dan jelas dibandingkan sistem konvensional. Selain itu, FIFA menyetujui penggunaan chip yang tertanam di dalam bola pertandingan untuk mendeteksi pemain terakhir yang menyentuh bola. Data dari chip ini akan membantu VAR menentukan keputusan tendangan sudut atau bola keluar lapangan dengan presisi tinggi melalui animasi 3D.

    Bola Trionda Piala Dunia 2026

    Inovasi lainnya adalah teknologi “Real-time 3D Recreation”. Sistem ini dikembangkan khusus untuk membantu wasit menilai situasi offside yang melibatkan gangguan pandangan penjaga gawang (line of sight). Melalui dua tayangan virtual yang mereplikasi sudut pandang kiper, VAR dapat menentukan apakah posisi pemain lawan benar-benar menghalangi pandangan penjaga gawang saat bola ditendang.

    Meskipun sangat canggih, FIFA mengakui adanya keterbatasan teknis. Sistem ini belum mampu menangani situasi offside subjektif tanpa sentuhan bola atau mendeteksi posisi pemain yang terjatuh dan berdekatan dengan sangat rapat. Namun, dengan total Hadiah Rp9 Miliar dalam skala kompetisi lain sebagai perbandingan, investasi FIFA pada teknologi ini menunjukkan komitmen besar terhadap integritas olahraga di level tertinggi.

    Secara keseluruhan, implementasi teknologi di Piala Dunia 2026 bukan sekadar modernisasi, melainkan upaya konkret untuk mengurangi frustrasi suporter dan pemain akibat keputusan wasit yang terlambat atau tidak akurat. Bagi industri olahraga, ini menandai era baru di mana data dan visualisasi 3D menjadi instrumen utama dalam menegakkan aturan di lapangan hijau.

  • Apple Rilis AI Foto di iOS 27 dengan Pendekatan Hati-hati

    Apple Rilis AI Foto di iOS 27 dengan Pendekatan Hati-hati

    JBNews.id — Apple memperkenalkan fitur kecerdasan buatan (AI) generatif baru untuk aplikasi Foto di iOS 27, dengan pendekatan yang lebih terukur dibandingkan kompetitor seperti Google dan Samsung. Dalam agenda tahunan Worldwide Developers Conference (WWDC) pada Senin, Apple menunjukkan sejumlah kemampuan AI yang akan hadir di iPhone tahun ini, termasuk fitur Extend dan Spatial Reframe yang memungkinkan pengguna memperluas ruang di sekitar foto atau mengubah perspektif gambar dengan menghasilkan piksel buatan.

    Jon McCormack, kepala divisi kamera iPhone, menegaskan bahwa Apple tidak ingin sekadar mengikuti tren industri. “Kami tidak melakukan AI demi AI,” ujarnya. Menurut McCormack, fitur-fitur baru ini sangat disengaja dan dirancang untuk menyelesaikan masalah komposisi yang mungkin tidak disadari pengguna saat mengambil gambar. “Ada banyak masalah yang sebelumnya tidak terpecahkan, dan kini AI membantu mengatasinya,” tambahnya.

    Berbeda dengan Google yang memberikan kebebasan lebih besar dalam mengubah foto—seperti mengganti warna langit sesuai ingatan—Apple menerapkan batasan ketat. Piksel palsu yang dihasilkan hanya terbatas pada latar belakang gambar dan tidak akan mengubah piksel wajah subjek utama. Fitur Clean Up, misalnya, tidak bisa menghapus subjek utama dalam foto. Fungsi Extend hanya bisa digunakan sekali dan memperluas gambar sebesar 25 persen—pengguna tidak bisa menyimpan, mengedit ulang, dan memperluas gambar tanpa batas.

    Watermark Digital untuk Transparansi

    McCormack mengungkapkan bahwa Apple akan mengintegrasikan teknologi SynthID milik Google DeepMind tahun ini untuk menambahkan tanda air (watermark) digital yang tidak terlihat pada gambar yang telah diubah dengan AI. Platform berbagi foto dapat mendeteksi dan menandai gambar tersebut sebagai hasil editan AI. Meski demikian, McCormack mengakui bahwa penelitian telah menunjukkan watermark digital tidak sepenuhnya sempurna.

    “Foto adalah sesuatu yang benar-benar terjadi,” kata McCormack. “Kami percaya pada jurnalisme autentik untuk kehidupan Anda sendiri—saat mengambil foto, Anda membuat kenangan, menyimpan momen hidup yang bisa Anda lihat kembali. Sangat penting bagi kami untuk menciptakan alat yang menjaga kesucian momen tersebut.”

    Della Huff, manajer produk untuk perangkat lunak Kamera dan Foto Apple, mengatakan timnya melatih model AI untuk meminimalkan halusinasi yang mungkin terjadi selama penyesuaian digital. “Model ini tidak akan menciptakan sesuatu yang seharusnya tidak ada di sana,” ujar Huff. Sebagai contoh, saat memperluas pemandangan jalan, fitur Extend tidak akan berasumsi ada mobil yang diparkir di luar batas foto asli dan tidak akan menghasilkan objek tersebut.

    Namun, dalam pengujian beta iOS 27, ditemukan bahwa fitur Extend tetap bisa menghasilkan figur manusia palsu. Saat memperluas foto teman yang duduk di meja, aplikasi Foto menambahkan beberapa meja lengkap dengan orang palsu yang tidak pernah ada dalam kehidupan nyata. Huff menjelaskan bahwa fitur ini berusaha mencocokkan estetika yang ada. “Jika kami menetapkan aturan tidak boleh menghasilkan manusia latar belakang sama sekali, fitur ini akan menjadi kurang berguna,” katanya.

    Batas Penggunaan dan Integrasi Siri

    Apple memberikan batasan penggunaan harian untuk fitur AI baru ini, meskipun tidak merinci angka pastinya. Pengguna perlu berlangganan iCloud jika ingin menggunakan fitur Extend, Spatial Reframe, atau Clean Up berkali-kali dalam sehari.

    Salah satu tema besar WWDC tahun ini adalah penggunaan bahasa alami untuk menyelesaikan tugas. Siri kini dapat diajak bicara secara alami tanpa perintah kaku, dan akan memahami maksud pengguna. Namun, pengeditan foto dengan AI masih sepenuhnya dikendalikan manusia. Huff mengatakan Siri tidak bisa mengedit dengan fitur AI baru karena memerlukan “lebih banyak tenaga” dan sulit mengarahkan Siri melalui proses mengubah perspektif foto.

    Perubahan besar lainnya di iOS 27 adalah integrasi Siri ke dalam aplikasi Kamera. Fitur Visual Intelligence Siri—yang berfungsi seperti Google Lens—sebelumnya diaktifkan melalui tombol Camera Control. McCormack mengatakan langkah ini murni untuk mengurangi friksi. “Kamera sebenarnya adalah banyak hal—alat memorialisasi, alat pencatatan, atau sekadar alat untuk mencari tahu tanaman apa itu,” ujarnya.

    Pendekatan hati-hati Apple ini terasa kontras dengan aplikasi Image Playground yang memungkinkan pengguna membuat gambar buatan AI dengan perintah teks. Di iOS 27, Image Playground secara default menghasilkan gambar yang lebih fotorealistik kecuali pengguna menentukan gaya seni tertentu. McCormack menjelaskan bahwa penggunaan AI akan terasa berbeda tergantung konteksnya. “Di aplikasi Foto, pengguna ingin merasa aman karena kenangan tetap utuh. Di Playground, namanya sengaja dipilih—ini tempat untuk bermain,” katanya.

    “Kedua kasus penggunaan ini sama-sama valid,” tambah Huff. “Saya ingin memperbaiki foto. Foto adalah sesuatu yang terjadi, saya mengambilnya dengan kamera, dan aplikasi Foto adalah tempat saya bisa memperbaikinya. Tapi saya juga ingin menjadi kreatif dan membiarkan imajinasi saya bebas—keduanya adalah pengalaman yang sengaja dipisahkan.”

    [Fitur Terbaru](https://staging.jbnews.id/tekno/apple-tv-dan-google-tv-streamer-dapatkan-thread-1-4/) Apple di iOS 27 ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara inovasi AI dan integritas fotografi. Sementara kompetitor memberikan kebebasan lebih besar dalam mengedit gambar, Apple memilih pendekatan yang lebih restriktif untuk melindungi “kesucian momen” dalam foto. Keputusan ini bisa menjadi pertimbangan bagi pengguna yang peduli dengan keaslian gambar di era AI.

  • Amazon Echo Hub Dapatkan Pembaruan Layar Utama Gratis

    Amazon Echo Hub Dapatkan Pembaruan Layar Utama Gratis

    JBNews.id — Amazon meluncurkan pembaruan perangkat lunak gratis untuk perangkat Echo Hub yang menghadirkan antarmuka layar utama yang lebih bersih dan dapat disesuaikan sepenuhnya. Pembaruan ini menggantikan desain yang diperkenalkan saat perangkat tersebut diluncurkan pada tahun 2024.

    Pembaruan ini datang setelah Amazon sebelumnya menambahkan dukungan Alexa Plus AI ke Echo Hub. Antarmuka baru ini dirancang untuk menampung lebih banyak informasi dan kontrol rumah pintar di layar dibandingkan versi sebelumnya, memberikan pengalaman yang lebih efisien bagi pengguna.

    Selain pembaruan antarmuka, Echo Hub juga mendapatkan akses ke fitur Ring AI’s Video Search. Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan bahasa alami untuk mencari rekaman kamera rumah pintar mereka. Amazon juga menambahkan ringkasan peristiwa kamera yang terdeteksi oleh Alexa Plus, meningkatkan fungsionalitas keamanan perangkat.

    Lima Fitur Baru Echo Hub

    Amazon menyoroti lima fitur baru utama untuk Echo Hub dalam pembaruan ini. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk memberikan kontrol yang lebih besar dan personalisasi yang lebih dalam bagi pengguna rumah pintar.

    Organize by room: Pengguna kini dapat mengatur dasbor berdasarkan ruangan atau fungsi, seperti “Bedroom,” “Downstairs,” atau “Climate.” Navigasi ke grup yang ada menggunakan bilah bawah, pilih grup dan tekan lama untuk mengedit. Tambahkan atau hapus perangkat, seret untuk mengatur ulang urutannya, dan kendalikan semua perangkat dalam grup secara bersamaan dengan satu ketukan.

    Create groups: Fitur ini memungkinkan pengguna menavigasi ke tombol “Add group” di bilah bawah, memilih nama, dan menambahkan perangkat ke grup tersebut. Grup baru yang dibuat akan dapat diakses melalui kontrol suara dan aplikasi juga.

    Arrange and resize sections and tiles: Pengguna dapat dengan mudah menambah, menghapus, dan mengatur bagian dengan tindakan seret dan lepas sederhana. Fitur ini memungkinkan pembuatan tata letak yang sesuai dengan cara pengguna menggunakan rumah pintar mereka. Ukuran ubin perangkat juga dapat diubah untuk membuat perangkat yang sering digunakan menjadi lebih besar.

    Access granular device settings: Dengan mengetuk tiga titik pada perangkat yang terhubung, pengguna dapat mengakses kontrol yang lebih detail. Contohnya, mengetuk lampu untuk mengakses peredupan presisi (0-100%) dan penyesuaian warna, atau menggunakan roda warna pada bohlam yang kompatibel untuk memilih dari berbagai warna. Tombol daya pada setiap ubin memberikan kontrol hidup/mati instan.

    Quick access to common Routines: Pengguna dapat mengakses Rutinitas yang paling sering digunakan langsung dari layar utama menggunakan bagian otomatisasi atau tab otomatisasi, dan memicunya dengan satu ketukan.

    Pembaruan antarmuka ini merupakan langkah signifikan bagi Amazon dalam meningkatkan pengalaman pengguna Echo Hub. Dengan antarmuka yang lebih bersih dan dapat disesuaikan, pengguna dapat mengelola perangkat rumah pintar mereka dengan lebih efisien. Fitur-fitur baru seperti pencarian video dengan bahasa alami juga menambah nilai tambah bagi ekosistem rumah pintar Amazon.

    Pembaruan perangkat lunak ini tersedia secara gratis untuk semua perangkat Echo Hub yang ada. Pengguna dapat mengakses pembaruan melalui pengaturan perangkat mereka. Amazon sebelumnya telah meluncurkan Fitur Terbaru untuk lini Echo lainnya, menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan produk rumah pintarnya.

    Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan pengalaman rumah pintar mereka, pembaruan ini menawarkan fleksibilitas yang lebih besar. Kemampuan untuk mengatur perangkat berdasarkan ruangan atau fungsi, serta akses cepat ke Rutinitas, membuat Echo Hub menjadi pusat kendali yang lebih efektif. Amazon juga terus mengintegrasikan teknologi AI, seperti Alexa Plus, untuk memberikan Teknologi Terbaru dalam pengelolaan rumah pintar.

    Dengan pembaruan ini, Echo Hub tidak hanya menjadi perangkat kontrol, tetapi juga asisten rumah pintar yang lebih cerdas. Fitur Ring AI’s Video Search dan ringkasan peristiwa kamera memberikan lapisan keamanan tambahan yang mudah digunakan. Pengguna dapat dengan cepat mencari rekaman tertentu tanpa harus memutar ulang seluruh rekaman secara manual.

    Pembaruan antarmuka juga mencerminkan tren industri menuju personalisasi yang lebih besar. Pengguna dapat menyesuaikan tata letak sesuai preferensi mereka, membuat perangkat lebih intuitif dan mudah digunakan. Ini adalah langkah maju dalam membuat teknologi rumah pintar lebih mudah diakses oleh semua orang.

    Amazon terus berinovasi dalam ekosistem rumah pintarnya. Pembaruan untuk Echo Hub ini adalah contoh bagaimana perusahaan mendengarkan umpan balik pengguna dan meningkatkan produk mereka. Dengan antarmuka yang lebih baik dan fitur baru yang kuat, Echo Hub menjadi pilihan yang lebih menarik bagi mereka yang ingin membangun rumah pintar yang terintegrasi.

    Pembaruan ini juga menunjukkan pentingnya perangkat lunak dalam ekosistem perangkat keras. Meskipun Echo Hub telah diluncurkan pada tahun 2024, pembaruan perangkat lunak yang signifikan dapat memperpanjang umur dan relevansi perangkat. Amazon berkomitmen untuk memberikan dukungan berkelanjutan bagi produk-produknya.

    Bagi pengguna yang sudah memiliki Echo Hub, pembaruan ini dapat diakses melalui menu pengaturan perangkat. Disarankan untuk memperbarui perangkat untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Pembaruan ini gratis dan tidak memerlukan perangkat keras baru.

    Dengan semua fitur baru ini, Echo Hub semakin memperkuat posisinya sebagai pusat kendali rumah pintar yang komprehensif. Amazon terus mengembangkan ekosistemnya, dan pembaruan ini adalah bukti komitmen mereka untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.

  • FIFA Bawa Piala Dunia 2026 ke Roblox dengan Skor Langsung

    FIFA Bawa Piala Dunia 2026 ke Roblox dengan Skor Langsung

    JBNews.id — FIFA secara resmi membawa Piala Dunia 2026 ke platform metaverse Roblox melalui game FIFA Super Soccer, yang akan menampilkan seluruh 48 tim nasional peserta, skor pertandingan langsung, dan klasemen grup secara real-time. Peluncuran ini bertepatan dengan dimulainya World Cup 2026 pada 12 Juni 2026, menjadikannya salah satu aktivasi olahraga resmi terbesar yang pernah ada di Roblox.

    FIFA Super Soccer, yang merupakan pengalaman resmi FIFA di Roblox, akan bertransformasi menjadi hub utama FIFA World Cup 2026. Pengalaman ini tidak hanya menghadirkan seluruh 48 tim nasional peserta, tetapi juga replika stadion-stadion resmi FIFA World Cup 2026, berbagai misi dalam game, serta hadiah eksklusif bagi para pemain. Dengan integrasi ini, penggemar sepak bola di seluruh dunia dapat merasakan euforia Piala Dunia secara langsung di dalam game favorit mereka.

    Fitur yang paling menarik adalah integrasi jalannya turnamen secara real-time. FIFA akan menghubungkan data pertandingan nyata ke dalam game, termasuk klasemen grup dan skor pertandingan langsung dari dunia nyata. Ini berarti pemain Roblox dapat mengikuti perkembangan turnamen secara langsung tanpa harus beralih ke platform lain. Aktivasi ini juga diperluas ke lima pengalaman Roblox lainnya, sehingga total ada enam game berbeda yang terhubung. Hal ini mengubah Roblox menjadi destinasi global bagi penggemar FIFA World Cup.

    Para pemain bisa bermain, berkompetisi, mengumpulkan item langka, dan merayakan turnamen secara bersama-sama dengan atmosfer yang selaras dengan event di dunia nyata. Dengan kata lain, FIFA ingin menciptakan pengalaman yang imersif dan interaktif bagi generasi digital.

    Sukses Besar FIFA di Roblox

    Kolaborasi antara FIFA dengan Roblox bukanlah hal baru dan sudah menuai hasil yang gemilang. Game resmi FIFA di platform ini telah mencatat lebih dari 1,1 miliar kunjungan dan rata-rata 1,5 juta sesi permainan per hari. Angka ini menunjukkan betapa besarnya minat pengguna Roblox terhadap konten sepak bola yang disajikan oleh FIFA.

    Pengalaman ini juga menjadi rumah bagi berbagai aktivasi merek dan klub ternama. Beberapa mitra yang sudah bergabung antara lain adidas, Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), U.S. Soccer, serta Borussia Dortmund. Ke depannya, FIFA berencana untuk menghadirkan lebih banyak kolaborasi serupa.

    “FIFA telah meraih kesuksesan besar di Roblox dan kini ingin membawa kolaborasi ini ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap pihak FIFA dalam pernyataan resmi. Pernyataan ini menegaskan komitmen FIFA untuk terus berinovasi dalam menjangkau penggemar muda melalui platform digital.

    Gen Z dan Olahraga di Roblox

    Peluncuran aktivasi FIFA World Cup ini bertepatan dengan rilis laporan “Sports as Shared Self-Expression” yang disusun Roblox bersama Ipsos. Laporan tersebut mengungkap bagaimana generasi muda, khususnya Gen Z, menjadikan olahraga sebagai bagian penting dari identitas, partisipasi, dan komunitas mereka di dunia digital.

    Beberapa temuan utama dari laporan tersebut sangat mencengangkan. Pada semester kedua (H2) 2025, tercatat sebanyak 1,1 miliar jam dihabiskan pengguna di pengalaman olahraga Roblox. Angka ini naik 154% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat 5,6 miliar kunjungan ke berbagai pengalaman olahraga di Roblox sepanjang H2 2025.

    Survei juga menunjukkan dampak nyata dari interaksi digital terhadap minat di dunia nyata. Sebanyak 61% responden Gen Z mengatakan interaksi dengan olahraga di Roblox membuat mereka lebih tertarik menonton olahraga tersebut di dunia nyata. Sementara itu, 68% menyatakan minat terhadap olahraga di dunia nyata mendorong mereka mengakses konten olahraga di Roblox. Yang lebih menarik, 58% menemukan olahraga baru lewat Roblox yang kemudian mereka ikuti di kehidupan nyata.

    Di segmen sepak bola, keterlibatan Gen Z sudah sangat tinggi. Sebanyak 72% di antaranya menonton sepak bola setidaknya sekali seminggu, sementara 26% berencana mengikuti olahraga ini lebih dekat dalam lima tahun ke depan. Bagi mereka, menjadi penggemar sepak bola bukan hanya soal menonton, melainkan pengalaman sosial, interaktif, dan digital yang utuh.

    Dengan aktivasi FIFA World Cup 2026 ini, Roblox semakin memperkuat posisinya sebagai platform yang menghubungkan olahraga dunia nyata dengan generasi digital. Para penggemar muda kini bisa merasakan euforia Piala Dunia tidak hanya dari layar televisi, tapi juga langsung di dalam game favorit mereka.

    Langkah ini juga sejalan dengan berbagai inovasi teknologi yang diterapkan FIFA di Piala Dunia 2026. Seperti Kamera Wasit untuk siaran langsung dan Digital Twin Pemain pada teknologi VAR. Semua ini menunjukkan komitmen FIFA untuk menghadirkan pengalaman yang lebih imersif dan modern bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

    Implikasinya bagi pembaca, terutama para penggemar sepak bola dan pengguna Roblox, adalah bahwa mereka kini memiliki cara baru untuk menikmati Piala Dunia 2026. Tidak perlu lagi hanya menonton di televisi, mereka bisa berpartisipasi secara langsung dalam euforia turnamen melalui platform digital yang interaktif. Ini adalah bukti bagaimana teknologi metaverse mulai mengubah cara kita mengonsumsi dan berinteraksi dengan olahraga.

  • SLM Sektor Keuangan: Cathay FHC Pamerkan Hasil Riset di GTC Taipei

    SLM Sektor Keuangan: Cathay FHC Pamerkan Hasil Riset di GTC Taipei

    JBNews.id — Cathay Financial Holdings (Cathay FHC) memaparkan hasil riset terbaru model bahasa kecil (SLM) yang telah disempurnakan untuk layanan keuangan di ajang NVIDIA GTC Taipei 2026. SLM open source ini mampu mengelompokkan kebutuhan nasabah dengan kinerja mendekati model bahasa besar (LLM) closed-source terdepan.

    Setelah membuktikan potensi LLM untuk sektor keuangan pada tahun lalu, Cathay FHC kini menunjukkan bahwa SLM yang telah disempurnakan dapat menjadi solusi yang lebih efisien. Hasil riset ini dipresentasikan di hadapan para pelaku industri teknologi dan keuangan yang hadir dalam acara bergengsi tersebut.

    Studi tersebut mengevaluasi sejumlah model open source terkemuka yang dikembangkan oleh Meta, TAIDE, TAME, NVIDIA, dan OpenAI. Hasil awal menunjukkan bahwa SLM yang telah disempurnakan berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap teknik prompt engineering yang kompleks serta modul vector retrieval. Pendekatan ini dapat menyederhanakan arsitektur sistem dan menekan kompleksitas operasional serta pemeliharaan sistem pada masa mendatang.

    Dalam tugas klasifikasi kebutuhan nasabah, SLM yang telah disempurnakan ini menghasilkan kinerja yang mendekati LLM closed-source yang banyak beredar, bahkan hampir menandingi kemampuan model terdepan. Temuan ini menjadi referensi praktis bagi perusahaan untuk menyusun strategi pelatihan dan implementasi model AI.

    Dari sisi tata kelola data dan privasi, penelitian ini menggunakan pendekatan data sintetis sehingga tidak memanfaatkan informasi nasabah dalam proses pelatihan model. Cathay FHC juga menerapkan berbagai teknik, termasuk pengelompokan fungsi layanan, perancangan rangkaian data untuk kebutuhan tunggal maupun ganda, lokalisasi konteks Taiwan, serta perluasan kata kunci. Pendekatan tersebut memperkuat kemampuan model dalam memahami konteks layanan keuangan lokal, terminologi industri, serta pertanyaan nasabah yang bersifat ambigu.

    Model bahasa kecil yang telah disempurnakan ini mampu memahami konteks layanan keuangan lokal, istilah industri, hingga pertanyaan nasabah yang ambigu. Hal ini menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang lebih responsif dan personal.

    Cathay FHC menilai teknologi tersebut dapat diterapkan pada berbagai layanan masa depan, seperti pengecekan saldo kredit pemilikan rumah (KPR), bantuan pembayaran kartu kredit, hingga navigasi layanan cabang. Pengembangan ini menjadi fondasi bagi layanan pencarian cerdas, pengalihan layanan secara otomatis, serta pengalaman interaksi nasabah generasi berikutnya.

    Dari sisi arsitektur teknologi, Cathay FHC mengintegrasikan berbagai perangkat AI NVIDIA, termasuk NVIDIA NeMo Customizer, NVIDIA NeMo Curator, dan NVIDIA TensorRT-LLM, serta memanfaatkan sumber daya komputasi berbasis arsitektur NVIDIA Hopper. Infrastruktur tersebut mendukung proses pembuatan data, penyesuaian model, optimalisasi inferensi, hingga evaluasi eksperimen.

    Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi antara rangkaian data sektor keuangan yang dirancang secara cermat dan proses penyempurnaan yang terarah mampu meningkatkan stabilitas model, efisiensi inferensi, serta kendali dalam proses implementasi.

    Dengan ekosistem AI NVIDIA, Cathay FHC terus memperkuat kapabilitasnya dalam pengembangan model khusus sektor keuangan, tata kelola data, dan validasi aplikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Cathay FHC secara konsisten memperluas inovasi AI di berbagai skenario layanan keuangan.

    Cathay FHC membangun fondasi teknologi yang dapat dikembangkan untuk mendukung optimalisasi proses internal, peningkatan layanan nasabah, pemahaman pengetahuan keuangan, hingga tata kelola model AI. Di tengah regulasi yang semakin ketat, tuntutan tata kelola data, serta ekspektasi nasabah yang cepat berubah, Cathay FHC menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan riset AI yang aman, tangguh, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Ke depan, Cathay FHC akan terus mengeksplorasi teknologi klasifikasi berbasis konteks panjang, pemahaman dokumen keuangan tingkat lanjut, serta penerapan AI lintas-skenario. Perusahaan ini juga akan terus mengembangkan metode pelatihan dan implementasi model yang dirancang khusus untuk sektor keuangan guna mempercepat inovasi dan menghadirkan layanan keuangan yang lebih cerdas, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan nasabah.

    Pendekatan yang digunakan Cathay FHC ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan siber dan privasi di era AI. Penggunaan data sintetis menjadi solusi yang relevan untuk menjaga kerahasiaan informasi nasabah.

    Pengembangan SLM ini juga menjadi alternatif yang lebih efisien dibandingkan ketergantungan pada LLM besar yang membutuhkan sumber daya komputasi masif. Hal ini sejalan dengan tren industri yang mulai beralih ke fokus pusat data AI yang lebih terukur dan aplikatif.

    Implikasi dari riset ini bagi industri keuangan sangat jelas: perusahaan tidak lagi harus bergantung pada model AI raksasa yang mahal dan kompleks. SLM yang telah disempurnakan dapat menjadi solusi yang lebih terjangkau, efisien, dan tetap memberikan kinerja yang kompetitif dalam tugas-tugas spesifik seperti klasifikasi kebutuhan nasabah.

  • Internet BAKTI Jadi Andalan Warga Perbatasan, Trafik Tembus 100 Mbps

    Internet BAKTI Jadi Andalan Warga Perbatasan, Trafik Tembus 100 Mbps

    JBNews.id — Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berhasil menghadirkan konektivitas internet berkecepatan tinggi di wilayah perbatasan. Trafik internet di Pos TNI AL Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menembus angka 100 Mbps pada Mei 2026, menjadikannya bukti nyata bahwa layanan digital sangat dibutuhkan di daerah 3T.

    Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari pembangunan titik akses internet di berbagai lokasi strategis di Pulau Maratua. “Di lokasi Pos TNI AL Pulau Maratua itu penggunaan layanan akses internetnya sudah tinggi. Terlihat sampai di titik puncak 100 Mbps di bulan Mei atau satu bulan terakhir,” kata Darien kepada awak media di Pulau Maratua, Kamis (11/6).

    Pencapaian 100 Mbps ini dinilai istimewa karena layanan disalurkan melalui satelit, bukan jaringan serat optik yang umum digunakan di perkotaan. “Karena untuk koneksi satelit sampai 100 Mbps itu pencapaian yang sangat baik. Kalau optik 100 Mbps itu hal biasa karena menggunakan kabel fisik, sedangkan satelit ini tidak ada kabel fisik melainkan gelombang frekuensi, tapi bisa mencapai 100 Mbps,” paparnya.

    Selain Pos TNI AL, tingkat penggunaan tinggi juga tercatat di Kantor Kepala Kampung Payung-Payung dengan trafik sekitar 50 Mbps, dan SDN 001 Payung-Payung yang mencapai hampir 40 Mbps. Data ini menunjukkan bahwa kehadiran internet di wilayah 3T benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, hingga akses informasi.

    Dari sisi jumlah pengguna, data BAKTI menunjukkan SDN 001 Payung-Payung mencatat sebanyak 502 pengguna, Kantor Kepala Kampung Payung-Payung digunakan oleh 339 pengguna, dan Pos TNI AL Pulau Maratua oleh 368 pengguna. “Dapat disimpulkan memang layanan akses internet yang disediakan oleh BAKTI ini sangat bermanfaat, terlihat dari tingkat mobilitas dan utilisasinya yang tinggi,” kata Darien.

    Darien Aldiano

    Seluruh layanan akses internet tersebut ditopang oleh Satelit Republik Indonesia atau SATRIA-1, satelit multifungsi milik pemerintah yang masih merupakan salah satu satelit terbesar di Asia. Menurut Darien, keberhasilan menghadirkan konektivitas hingga ke pulau-pulau terluar menjadi bukti bahwa SATRIA-1 mampu menjembatani tantangan geografis Indonesia.

    “Kita cukup bangga di mana negara kita dengan segala tantangan geografisnya, punya satelit yang betul-betul milik pemerintah dan dioperasikan langsung oleh SDM-SDM lokal Indonesia di 11 gateway, serta bisa memberikan layanan sampai dengan 100 Mbps di satu titik,” ujarnya. Capaian ini menjadi langkah maju dalam upaya pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

    Keberhasilan BAKTI di Pulau Maratua membuktikan bahwa investasi infrastruktur digital di wilayah terluar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan trafik yang terus meningkat dan jumlah pengguna yang signifikan, layanan internet BAKTI menjadi andalan utama warga perbatasan untuk mengakses informasi, pendidikan, dan layanan publik.

    Implikasinya, model pengembangan infrastruktur berbasis satelit seperti SATRIA-1 dapat menjadi solusi efektif untuk daerah-daerah terpencil lainnya di Indonesia. Ke depannya, pemerintah diharapkan terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan agar kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan perbatasan semakin mengecil.