Blog

  • OpenAI Rilis Chip Jalapeno, Saingi Nvidia Blackwell

    OpenAI Rilis Chip Jalapeno, Saingi Nvidia Blackwell

    JBNews.id — OpenAI resmi meluncurkan chip prosesor AI terbaru bernama Jalapeno, yang dirancang untuk menyaingi dominasi GPU Nvidia generasi terbaru, Blackwell. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan GPU Nvidia yang semakin terbatas di pasar global.

    Dalam pengumuman resminya pada Rabu (24/6/2026), kreator ChatGPT tersebut mengungkapkan bahwa Jalapeno dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan Broadcom. Chip ini masuk dalam kategori ASIC (Application-Specific Integrated Circuit), yang berarti dirancang khusus untuk satu tujuan spesifik, yakni AI Inference atau proses inferensi kecerdasan buatan.

    Perlu dipahami bahwa dalam ekosistem AI terdapat dua proses komputasi utama. Pertama, AI Training, yaitu proses di mana model AI menelan dan mempelajari data dalam jumlah masif agar bisa pintar. Kedua, AI Inference, yaitu proses ketika model AI merespons perintah atau pertanyaan dari pengguna, seperti saat ChatGPT mengetikkan jawaban atau saat Codex menulis kode pemrograman. Nah, Jalapeno dirancang khusus untuk mempercepat proses respons atau inferensi ini.

    Kehadiran chip ini hanya berjarak sembilan bulan sejak OpenAI pertama kali mengumumkan rencana kerja sama dengan Broadcom. Langkah ini terbilang krusial mengingat suplai GPU Nvidia di pasaran global saat ini sangat terbatas akibat tingginya permintaan dari berbagai perusahaan teknologi.

    Kinerja Jalapeno tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam wawancaranya dengan Reuters, CEO Broadcom Hock Tan dengan percaya diri menyatakan bahwa performa chip ini mampu menyamai keperkasaan chip generasi terbaru Nvidia Blackwell dan Tensor Processing Units (TPU) milik Google.

    OpenAI Jalapeno

    Langkah OpenAI ini sekaligus memperpanjang daftar raksasa teknologi yang berlomba-lomba merancang chip silikon buatan sendiri. Microsoft, Meta, dan Amazon sebelumnya juga telah meluncurkan cip AI kustom untuk menyokong server mereka, meskipun secara performa keseluruhan, chip-chip tersebut masih berada di bawah bayang-bayang dominasi Nvidia.

    “Jalapeno adalah langkah pertama dalam platform komputasi multi-generasi kami,” tulis OpenAI dalam pernyataan resminya. Pihak OpenAI menegaskan bahwa mereka masih terus melakukan pengukuran kinerja final. Namun, hasil pengujian awal menunjukkan bahwa Jalapeno mampu memberikan rasio performance per watt yang jauh lebih superior dibandingkan pesaing tercanggih yang ada di pasaran saat ini.

    Chip Jalapeno ini ditargetkan sudah mulai digunakan pada server operasional OpenAI pada akhir tahun 2026, demikian dikutip dari The Verge, Kamis (25/6/2026).

    Persaingan di industri chip AI semakin memanas. Nvidia selama ini mendominasi pasar dengan GPU-nya yang digunakan untuk pelatihan dan inferensi AI. Namun, dengan hadirnya chip khusus seperti Jalapeno, keseimbangan pasar bisa berubah. Chip ASIC seperti Jalapeno menawarkan efisiensi yang lebih tinggi untuk tugas-tugas spesifik, meskipun tidak sefleksibel GPU yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

    Ini berarti, bagi perusahaan yang menjalankan layanan AI berskala besar seperti OpenAI, memiliki chip sendiri untuk inferensi bisa mengurangi biaya operasional secara signifikan. Hal ini juga mengurangi risiko ketergantungan pada satu pemasok tunggal, yang selama ini menjadi kekhawatiran banyak perusahaan teknologi.

    Selain itu, langkah OpenAI ini juga bisa memicu persaingan lebih ketat di industri AI. Dengan kemampuan memproduksi chip sendiri, OpenAI tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pemain di sisi perangkat keras. Ini bisa memberikan keunggulan kompetitif dalam hal kecepatan inovasi dan efisiensi biaya.

    Dari sisi bisnis, langkah ini juga bisa menjadi sinyal bagi investor bahwa OpenAI serius dalam membangun infrastruktur yang mandiri. Meskipun kerugian operasional perusahaan masih besar, investasi dalam perangkat keras sendiri bisa menjadi langkah strategis untuk jangka panjang.

    Bagi pengguna layanan AI seperti ChatGPT, kehadiran chip Jalapeno bisa berarti peningkatan kecepatan respons dan kualitas layanan. Dengan chip yang lebih efisien, OpenAI bisa menawarkan layanan yang lebih baik dengan biaya yang lebih terkendali.

    Namun, perlu diingat bahwa chip ini baru akan beroperasi pada akhir 2026. Masih ada waktu bagi Nvidia dan pesaing lainnya untuk merespons. Persaingan di industri chip AI diprediksi akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan.

    Kesimpulannya, peluncuran chip Jalapeno oleh OpenAI menandai babak baru dalam industri AI. Ini bukan sekadar peluncuran produk baru, tetapi juga pernyataan ambisi untuk menjadi pemain mandiri di seluruh rantai nilai AI. Bagi industri, ini berarti pilihan yang lebih beragam dan potensi inovasi yang lebih cepat. Bagi konsumen, ini berarti layanan AI yang lebih baik dan lebih terjangkau di masa depan.

  • Ilmuwan Buktikan Waktu Nyata Lewat Alam Semesta Mini

    Ilmuwan Buktikan Waktu Nyata Lewat Alam Semesta Mini

    JBNews.id — Giovanni Barontini, fisikawan dari University of Birmingham, menciptakan ‘alam semesta mini’ dari 24.000 atom rubidium untuk memberikan bukti eksperimental terkontrol pertama bahwa waktu benar-benar ada dan dapat didefinisikan oleh perubahan dalam suatu sistem.

    Dasar-dasar matematika fundamental dari fisika Newtonian, mekanika kuantum, relativitas, hingga persamaan Wheeler-DeWitt, menunjukkan bahwa waktu tidak memiliki arah bawaan. Bahkan mungkin menghilang pada tingkat terdalam. Sebaliknya, hukum kedua termodinamika menawarkan ‘panah’ waktu: Alam Semesta dimulai dalam keadaan teratur, dan semakin menjadi tidak teratur.

    “Studi ini memberikan bukti eksperimental terkontrol pertama bahwa ‘waktu’ dapat didefinisikan oleh perubahan dalam suatu sistem daripada sebagai ‘jam berdetik’ eksternal yang kita anggap sebagai waktu,” jelas Barontini, dikutip dari ScienceAlert.

    Dalam upaya untuk membuat waktu muncul dengan sendirinya, Barontini membangun alam semesta mininya dari sekitar 24.000 atom rubidium yang didinginkan hingga sepersejuta derajat di atas nol mutlak. Ini membentuk ‘bubur’ atom yang disebut kondensat Bose-Einstein, yang dikenal juga sebagai keadaan materi kelima. Ketika partikel didinginkan hingga mendekati nol mutlak, mereka kehilangan individualitasnya dan mulai berperilaku seperti ‘super-partikel’ tunggal yang terpadu.

    Barontini kemudian mengurung zat asing ini dalam perangkap optik dipol, yang membaginya menjadi dua sektor menggunakan penghalang yang dibentuk oleh persilangan dua sinar laser dengan frekuensi berbeda. Susunan ini menghasilkan sektor ‘terang’ yang diamati dan sektor ‘gelap’ yang tetap tidak teramati. Barontini membandingkan sektor-sektor ini dengan bagian-bagian alam semesta kita yang tidak teramati: materi gelap dan energi gelap.

    Pergerakan atom dalam eksperimen ini menjadi jam berdasarkan aksi entropi, bukan berdasarkan jarum jam konvensional. “Dalam percobaan, bagian sistem yang diamati bertukar atom dan entropi dengan bagian yang tidak diamati. Dari pertukaran entropi ini, kita mendefinisikan waktu internal, ‘entropik’,” ujar Barontini.

    “Waktu ini meningkat ketika entropi dipertukarkan, dan berhenti ketika pertukaran entropi berhenti,” imbuhnya.

    Osilasi atom melintasi penghalang terjadi secara ritmis, seperti siklus berulang dari Big Bang yang memperluas alam semesta diikuti oleh Big Crunch yang menghancurkan kosmos. Ini mirip dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kita hidup di alam semesta yang terus berputar tanpa henti. Akibatnya, waktu secara alami muncul dari rangkaian peristiwa ini karena aliran entropi memiliki arah, dan urutan berbasis entropi ini tidak berjalan mundur.

    “Secara sederhana, dapat dikatakan: alam semesta mini tidak memerlukan parameter eksternal untuk mengatur peristiwa; aliran entropi internalnya sendiri menunjukkan peristiwa mana yang akan terjadi selanjutnya,” kata Barontini.

    Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang sifat waktu dalam gravitasi kuantum yang dapat digunakan untuk menggambarkan dinamika sama efektifnya dengan waktu konvensional. Hasilnya telah diterbitkan di jurnal Physical Review Research.

    Fenomena yang diamati dalam eksperimen ini membuka jendela baru bagi pemahaman fundamental tentang realitas. Temuan ini juga mengingatkan pada penemuan-penemuan lain di dunia fisika, seperti studi tentang klaim quantum yang baru-baru ini mengguncang komunitas ilmiah.

    Eksperimen Barontini menunjukkan bahwa waktu bukanlah entitas absolut yang berdetak di luar sistem, melainkan properti yang muncul dari interaksi internal. Konsep ini memiliki implikasi mendalam bagi fisika teoretis, khususnya dalam upaya menyatukan mekanika kuantum dengan relativitas umum. Para peneliti kini memiliki alat eksperimental untuk menguji hipotesis tentang sifat dasar waktu, yang selama puluhan tahun hanya menjadi perdebatan teoretis.

    Bagi pembaca awam, temuan ini memberikan perspektif baru: waktu yang kita rasakan sehari-hari mungkin hanyalah efek samping dari perubahan entropi di alam semesta. Ini bukan sekadar filosofi, melainkan hasil yang diukur di laboratorium. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana fenomena yang tampak abstrak, seperti dampak teknologi pada kognisi manusia, seringkali membutuhkan eksperimen inovatif untuk diungkap.

    Implikasi praktis dari penelitian ini mungkin belum langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pemahaman yang lebih baik tentang sifat waktu dapat membuka jalan bagi teknologi baru di masa depan, termasuk dalam komputasi kuantum dan pemahaman tentang asal-usul alam semesta. Para ilmuwan kini memiliki pijakan eksperimental untuk melanjutkan eksplorasi tentang misteri terdalam realitas.

    Penemuan ini juga menegaskan bahwa fisika fundamental terus bergerak maju. Sama seperti penemuan dampak ekologi dari misi antariksa, eksperimen Barontini mengingatkan bahwa sains selalu memiliki lapisan kompleksitas baru untuk diungkap. Dengan ‘alam semesta mini’-nya, Barontini tidak hanya membuktikan bahwa waktu nyata, tetapi juga menunjukkan bahwa realitas bisa lebih aneh dari yang kita bayangkan.

  • Mengapa AC Jarang di Eropa Meski Gelombang Panas Mematikan

    Mengapa AC Jarang di Eropa Meski Gelombang Panas Mematikan

    JBNews.id — Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat pada Juni 2026 memicu pertanyaan besar: mengapa pendingin ruangan (AC) sangat jarang ditemukan di benua tersebut, padahal suhu mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah? Prancis mencatat hari terpanas, Inggris memecahkan rekor panas bulan Juni, dan Spanyol mengalami suhu rata-rata harian tertinggi sejak 1950. Di tengah kondisi mematikan ini, sebagian besar rumah di Eropa tetap tanpa AC.

    Data menunjukkan kesenjangan yang mencolok. Hampir 90 persen rumah di Amerika Serikat memiliki AC, sementara di Eropa angkanya hanya sekitar 20 persen. Alih-alih menyalakan pendingin ruangan, banyak penduduk Eropa bertahan dengan kipas angin, kompres es, dan mandi air dingin. Fenomena ini menjadi sorotan seiring perubahan iklim yang memicu gelombang panas lebih parah, berkepanjangan, dan datang lebih awal setiap tahunnya.

    “Di Eropa kami tidak memiliki tradisi menggunakan AC karena hingga belum lama ini, hal itu bukanlah sebuah kebutuhan utama,” ujar Brian Motherway, Kepala Kantor Efisiensi Energi dan Transisi Inklusif di International Energy Agency (IEA). Pernyataan ini menjadi kunci untuk memahami akar persoalan yang lebih kompleks.

    Faktor Historis dan Ekonomi

    Alasan utama rendahnya penetrasi AC di Eropa bersifat historis. Banyak negara Eropa, terutama di bagian utara, secara tradisional tidak membutuhkan pendingin ruangan. Gelombang panas memang selalu terjadi, namun jarang mencapai suhu tinggi berkepanjangan seperti yang kini rutin dialami akibat perubahan iklim.

    Secara ekonomi, AC di Eropa masih dianggap sebagai barang mewah, bukan kebutuhan pokok. Biaya pemasangan dan pengoperasiannya sangat mahal. Biaya energi di banyak negara Eropa jauh lebih tinggi dibandingkan AS, sementara tingkat pendapatan cenderung lebih rendah. Akibatnya, biaya menyalakan AC masih berada di luar jangkauan banyak orang Eropa.

    Perbandingan dengan Amerika Serikat menunjukkan perbedaan budaya yang mendasar. AS secara historis memang lebih panas dan memiliki infrastruktur pendingin yang mapan. Sementara itu, Eropa baru menghadapi tekanan panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, sehingga belum membangun kebiasaan dan infrastruktur serupa.

    Faktor Arsitektur dan Birokrasi

    Faktor arsitektur juga memainkan peran penting. Beberapa bangunan di negara Eropa selatan yang lebih panas justru dibangun untuk menghadapi cuaca panas. Dindingnya tebal, jendela berukuran kecil untuk mencegah sinar matahari masuk langsung, dan desainnya memaksimalkan aliran udara alami. Karakteristik ini membantu menjaga ruangan tetap sejuk dan mengurangi kebutuhan AC.

    Namun, di wilayah Eropa lainnya, rumah tidak dirancang untuk cuaca panas. “Kami tidak terbiasa memikirkan cara agar tetap sejuk di musim panas. Ini benar-benar fenomena relatif baru,” kata Motherway. Bangunan di benua ini cenderung lebih tua, jauh sebelum teknologi AC ditemukan. Di Inggris, satu dari enam rumah dibangun sebelum tahun 1900. Memasang sistem pendingin di rumah tua menjadi jauh lebih sulit dan mahal.

    Selain arsitektur, birokrasi menjadi hambatan signifikan. Otoritas Inggris sering menolak permohonan pemasangan AC, terutama di area konservasi atau bangunan bersejarah yang dilindungi. Regulasi ketat ini membuat pemilik rumah kesulitan mendapatkan izin untuk memasang unit pendingin.

    Kebijakan Iklim dan Dampak Lingkungan

    Ada juga sudut pandang kebijakan yang kuat. Eropa berkomitmen menjadi kawasan netral iklim pada tahun 2050. Lonjakan penggunaan AC akan membuat komitmen tersebut semakin sulit dicapai. AC tidak hanya menguras energi listrik, tetapi juga membuang udara panas ke lingkungan. Sebuah studi yang meneliti penggunaan AC di Paris menemukan bahwa alat ini dapat meningkatkan suhu luar ruangan antara 2 hingga 4 derajat Celsius.

    Beberapa negara pun mulai membatasi penggunaan AC. Pada tahun 2022, Spanyol memberlakukan aturan yang mewajibkan suhu AC di tempat umum tidak boleh lebih rendah dari 27 derajat Celsius. Kebijakan ini diambil demi menghemat energi dan mengurangi dampak lingkungan.

    Namun, kekhawatiran seputar penggunaan AC di Eropa kini mulai berubah seiring benua tersebut memanas dengan cepat. “Rumah kita harus tangguh, bukan hanya terhadap suhu dingin, tetapi juga terhadap suhu panas yang semakin brutal,” kata Yetunde Abdul, direktur UK Green Building Council.

    Masa Depan AC di Eropa

    Sudah ada tanda-tanda peningkatan penggunaan AC di Eropa. Laporan IEA memperkirakan jumlah unit AC di Uni Eropa kemungkinan melonjak hingga 275 juta unit pada tahun 2050, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2019. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas.

    Implikasinya jelas: Eropa harus menyeimbangkan antara kebutuhan adaptasi terhadap perubahan iklim dan komitmen pengurangan emisi. Jika tidak dikelola dengan baik, lonjakan penggunaan AC justru akan memperparah pemanasan global melalui efek heat island dan konsumsi energi fosil yang lebih tinggi. Keputusan kebijakan dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah Eropa mampu menghadapi panas ekstrem tanpa mengorbankan target iklimnya.

  • Realme P4 Series Meluncur 2 Juli, Baterai 8.000 mAh Gaming

    Realme P4 Series Meluncur 2 Juli, Baterai 8.000 mAh Gaming

    JBNews.id — Realme memastikan akan meluncurkan Realme P4 Series di Indonesia pada 2 Juli 2026. Seri terbaru ini hadir sebagai lini online exclusive dengan fokus pada performa gaming, baterai besar, dan harga yang diklaim tetap terjangkau.

    Ada dua smartphone yang akan dihadirkan, yakni Realme P4x dan Realme P4 Lite. Keduanya mengusung slogan “8000mAh Partner Gaming Tahan Lama” yang menegaskan fokus perusahaan pada daya tahan baterai dan pengalaman bermain game yang lebih lama. Kapasitas baterai jumbo tersebut diklaim mampu mendukung aktivitas harian dan sesi gaming berjam-jam tanpa khawatir kehabisan daya.

    “Dengan membawa kombinasi baterai besar, AI Gaming Partner, desain stylish, serta positioning sebagai smartphone 8000mAh paling terjangkau, Realme P4 Series menegaskan kembali misi Realme untuk menghadirkan baterai besar yang dikombinasikan dengan sesi gaming panjang dan powerful untuk bisa diakses oleh lebih banyak anak muda di Indonesia,” ujar Krisva Angnieszca, Public Relations Lead Realme Indonesia.

    Spesifikasi dan Fitur Unggulan

    Realme sesumbar P4 Series sebagai smartphone 8.000 mAh paling terjangkau di Indonesia. Khusus Realme P4x, baterai besar menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan. Untuk menunjang pengalaman bermain game, Realme turut menghadirkan fitur AI Gaming Partner. Teknologi ini mencakup berbagai fitur seperti UltraBoost untuk optimalisasi performa, Network Optimization guna menjaga koneksi tetap stabil, Cleanup Acceleration untuk membersihkan RAM, hingga Do Not Disturb Mode yang meminimalkan gangguan saat bermain.

    Selain itu tersedia pula Game Manager dan Game Space yang memudahkan pengguna mengatur berbagai game dalam satu tempat. Kombinasi fitur tersebut diklaim mampu menjaga performa tetap stabil selama sesi bermain yang panjang.

    Realme P4 Series

    Dari sisi desain, Realme P4x mengusung konsep Aero Racing Design yang terinspirasi dunia balap. Desain ini hadir dalam dua pilihan warna, yakni Phantom Navy dan Rally White. Realme menyebut pendekatan tersebut merepresentasikan karakter cepat, dinamis, dan kompetitif.

    Kolaborasi dengan RRQ dan Acara Peluncuran

    Sebagai bagian dari peluncuran, Realme bersama RRQ juga menggelar fun match yang mempertemukan Team Sutsujin dan Team Yehezkiel. Sebanyak 32 mahasiswa akan dipilih untuk bergabung dalam kedua tim tersebut. Selama acara berlangsung, Realme juga menyiapkan hadiah berupa jersey edisi fans dan voucher top up RRQ.

    Menariknya, Realme menggandeng tim esports RRQ untuk meramaikan acara peluncuran tersebut. Kolaborasi ini memperkuat positioning Realme P4 Series sebagai smartphone gaming terjangkau yang menyasar anak muda Indonesia.

    Harga dan Jadwal Peluncuran

    Harga resmi Realme P4 Series akan diumumkan bersamaan dengan peluncurannya pada 2 Juli 2026. Peluncuran perangkat ini akan digelar secara online pada 2 Juli 2026 pukul 15.00 WIB melalui akun Facebook resmi Realme Indonesia.

    Realme P4 Series hadir di tengah persaingan ketat pasar smartphone gaming entry-level. Dengan baterai 8.000 mAh dan fitur AI Gaming Partner, seri ini menawarkan nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan performa gaming stabil. Bagi konsumen yang mencari opsi smartphone terbaru di segmen harga menengah, peluncuran ini patut dinantikan.

    Realme P4 Series menegaskan kembali strategi perusahaan untuk menghadirkan baterai besar yang dikombinasikan dengan sesi gaming panjang dan powerful. Dengan harga yang diklaim paling terjangkau untuk smartphone 8.000 mAh, seri ini menjadi pilihan menarik bagi anak muda yang membutuhkan perangkat gaming andal tanpa menguras kantong.

  • Poco Pad C1 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,3 Jutaan

    Poco Pad C1 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,3 Jutaan

    JBNews.id — Poco Indonesia resmi meluncurkan Poco Pad C1, tablet terjangkau dengan layar 9,7 inci 120Hz dan baterai 7.600 mAh, dibanderol mulai Rp 2.299.000 pada periode penjualan perdana. Perangkat ini menyasar pengguna yang mencari tablet untuk hiburan sehari-hari.

    Tablet anyar Poco ini mengusung chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2 yang dipadukan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas penyimpanan dapat diperluas melalui kartu microSD hingga 2 TB. Poco menyebut Pad C1 dirancang sebagai tablet “Play on the Go” yang ringkas dan nyaman dibawa bepergian.

    “Poco Pad C1 kami hadirkan untuk pengguna yang mencari tablet hiburan yang praktis dan nyaman digunakan setiap hari,” ujar Novita Krisutami, PR Manager Poco Indonesia, dalam keterangan resmi. “Dengan layar yang lebih lega tapi tetap ringkas, aktivitas seperti main game kasual, streaming, sampai browsing terasa jauh lebih nyaman tanpa bikin tangan pegal atau mata cepat lelah.”

    Spesifikasi Unggulan Poco Pad C1

    Salah satu daya tarik utama Poco Pad C1 terletak pada layarnya yang berukuran 9,7 inci dengan resolusi 2K dan refresh rate hingga 120Hz. Panel tersebut telah mengantongi tiga sertifikasi TÜV Rheinland untuk perlindungan mata serta menawarkan tingkat kecerahan hingga 600 nits, sehingga tetap nyaman digunakan di luar ruangan. Tablet ini mengusung desain metal unibody yang tipis dan diklaim telah melewati lebih dari 40 pengujian kualitas.

    Poco Pad C1

    Di sektor daya, Poco membekali Pad C1 dengan baterai 7.600 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 1,7 hari dalam penggunaan normal. Pengisian dayanya mendukung fast charging 18W serta reverse charging 10W yang memungkinkan tablet digunakan sebagai power bank darurat untuk perangkat lain. Tablet ini sudah menjalankan Xiaomi HyperOS 3 yang dilengkapi Xiaomi Interconnectivity untuk mempermudah koneksi dengan perangkat Poco maupun Xiaomi lainnya. Selain itu, tersedia pula fitur AI seperti Google Gemini dan Circle to Search with Google.

    Berikut spesifikasi lengkap Poco Pad C1:

    • Layar: 9,7 inci 2K, refresh rate hingga 120Hz, kecerahan hingga 600 nits, 3 sertifikasi TÜV Rheinland
    • Chipset: Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 2
    • RAM: 4 GB
    • Penyimpanan: 64 GB, microSD hingga 2 TB
    • Sistem Operasi: Xiaomi HyperOS 3
    • Fitur AI: Google Gemini, Circle to Search with Google, Xiaomi Interconnectivity
    • Baterai: 7.600 mAh
    • Pengisian Daya: 18W fast charging, 10W reverse charging
    • Material: Metal unibody
    • Warna: Grey, Blue

    Harga dan Ketersediaan

    Poco Pad C1 (4/64 GB) dijual dengan harga normal Rp 2.399.000. Selama periode penjualan perdana 24 Juni hingga 7 Juli 2026, tablet ini tersedia dengan harga promo Rp 2.299.000 melalui Mi.com, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, dan Lazada. Dengan harga tersebut, Poco Pad C1 menjadi pilihan menarik di segmen tablet murah yang menawarkan layar lega dan baterai besar.

    Bagi pengguna yang mencari tablet dengan fitur lengkap di harga terjangkau, Poco Pad C1 menawarkan paket kompetitif. Layar 120Hz dan baterai 7.600 mAh menjadi nilai jual utama, sementara dukungan AI seperti Google Gemini memberikan nilai tambah. Bila dibandingkan dengan tablet lain di kelas harga serupa, kehadiran fitur reverse charging 10W juga menjadi keunggulan tersendiri. Untuk informasi lebih lanjut, pengguna bisa mengecek Harga Terbaru dari perangkat wearable yang juga dirilis di periode yang sama.

    Implikasinya, Poco Pad C1 menjadi ojek menarik bagi konsumen yang menginginkan tablet untuk streaming, gaming kasual, dan produktivitas ringan tanpa harus merogoh kocek dalam. Dengan layar berkualitas dan baterai tahan lama, perangkat ini siap menemani aktivitas harian pengguna.

  • AI dan Seluler: Kunci Kreativitas Anak Muda

    AI dan Seluler: Kunci Kreativitas Anak Muda

    JBNews.id — Kolaborasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi seluler menjadi kunci utama agar anak muda semakin kreatif dan produktif. Hal ini disampaikan oleh praktisi dan social entrepreneur, Donny Budhi Utoyo, yang melihat potensi besar integrasi kedua teknologi tersebut untuk generasi muda.

    Donny, yang juga dikenal sebagai penggiat Internet Sehat, menjelaskan bahwa AI dapat membantu anak muda menjadi lebih produktif dan kreatif. Beberapa penelitian menunjukkan AI mampu mempercepat proses mencari informasi, menyusun ide, menulis, hingga menyelesaikan pekerjaan berbasis pengetahuan. Namun, ia memberikan catatan penting terkait penggunaan AI yang terlalu pasif.

    “Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa penggunaan AI yang terlalu pasif dapat membuat ide menjadi lebih seragam dan berpotensi mengurangi latihan berpikir mandiri. Sederhananya, AI bisa membantu menghasilkan lebih banyak ide, tetapi belum tentu membuat ide kita semakin beragam,” ujar Donny dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

    Oleh karena itu, Donny melihat AI sebagai alat augmentasi, bukan substitusi. AI membantu memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya. Apabila seluruh proses berpikir diserahkan kepada AI, justru kemampuan kritis dan kreativitas manusia yang berisiko melemah. Saat ini, AI adalah salah satu perkembangan teknologi paling signifikan yang dapat membuka banyak peluang, mengubah cara manusia hidup dan bekerja.

    “Smartphone membawa layanan digital ke genggaman setiap orang. Kini AI menjadi gelombang berikutnya,” lanjutnya.

    Relevansi Teknologi Seluler

    Menurut Donny, teknologi seluler masih sangat relevan bagi anak muda. Hampir seluruh aktivitas digital generasi muda saat ini berlangsung melalui perangkat seluler, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja, menikmati hiburan, hingga membuat konten.

    Dia menambahkan bahwa yang berubah bukan relevansinya, melainkan ekspektasi penggunanya. Dulu anak muda mencari sinyal yang kuat dan kuota yang murah. Sekarang mereka menginginkan pengalaman digital yang lebih personal, lebih cepat, lebih aman, dan semakin terintegrasi dengan teknologi AI.

    “Karena itu industri telekomunikasi tidak cukup hanya menjual konektivitas. Nilai tambahnya harus semakin jelas dan harus kian memiliki relevansi yang kuat dengan teknologi di satu sisi, dan gaya hidup di sisi lain,” akunya.

    Setidaknya ada empat hal yang menurut Donny perlu diperkuat. Pertama, integrasi AI dan seluler dalam layanan sehari-hari, seperti untuk belajar, produktivitas, pencarian informasi, penerjemahan, pembuatan konten, hingga pengembangan keterampilan digital langsung dari ponsel. Kedua, dukungan terhadap ekonomi kreator, karena banyak anak muda yang menjadi kreator konten, pelaku UMKM, pengembang aplikasi, dan pekerja ekonomi digital.

    Ketiga, keamanan dan kesejahteraan digital. Semakin banyak aktivitas melalui perangkat seluler, semakin penting perlindungan data pribadi, keamanan digital, dan kesehatan mental pengguna. Keempat, pengembangan komunitas dan talenta digital karena anak muda membutuhkan ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring.

    Kolaborasi Nyata Tri dan Google Gemini

    Kolaborasi antara teknologi seluler dan AI menjadi semakin relevan karena anak muda adalah kelompok yang paling cepat mengadopsi teknologi baru. Mereka juga akan menjadi tenaga kerja, kreator, dan pemimpin masa depan. Baru-baru ini, Tri meluncurkan kolaborasi bersama Google Gemini untuk mendukung ekosistem AI.

    “Banyak perusahaan mulai mengintegrasikan AI ke dalam layanan mereka untuk menjawab kebutuhan generasi muda. Kolaborasi Tri dengan Google Gemini itu baru salah satunya,” ungkap Donny.

    Melalui kolaborasi Tri dan Google Gemini, akses pengguna terhadap perangkat AI semakin mudah. Didukung oleh konektivitas yang dihadirkan Tri dengan jaringan Indosat 5G, penggunaan Google Gemini semakin lancar dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna dapat mencari ide hingga mendukung aktivitas kreatif seperti merancang konsep konten, membuat foto yang menarik secara visual, hingga membuat prompt itinerary liburan yang lebih personal.

    Hanya dengan membeli produk isi ulang Happy dari Tri mulai dari Rp 10 ribu, pengguna dapat mengeksplorasi berbagai fitur Google Gemini tanpa perlu membayar biaya berlangganan secara terpisah. Benefit yang didapat meliputi 400 GB penyimpanan data, membuat gambar dengan Nano Banana Pro, dan akses Gemini 3.1 Pro.

    Donny menjelaskan tujuan akhirnya bukan membuat anak muda semakin bergantung pada AI, melainkan semakin berdaya dengan AI. Tren ke depan, AI akan terus menyasar dunia pendidikan untuk menghadirkan pengalaman belajar lebih personal dan interaktif. Integrasi AI ke perangkat seluler membuat AI hadir dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi hingga membantu produktivitas.

    “Kita mesti melihat bahwa AI kini tidak lagi hadir sebagai teknologi yang berdiri sendiri, karena AI mulai menjadi bagian dari pengalaman digital sehari-hari,” imbuhnya.

    AI membantu manusia bekerja lebih cepat dan efisien, tetapi nilai terbesarnya akan terasa ketika teknologi ini dipadukan dengan kemampuan manusia untuk berpikir kritis, memahami konteks, menghargai keberagaman, dan berempati. Inilah yang menjadi pembeda utama manusia di era digital.

    “Maka cepat tidak lagi cukup, mesti juga tepat. AI dapat membantu kita mengetahui apa yang mungkin dilakukan. Tetapi manusia tetap harus memutuskan apa yang seharusnya dilakukan dengan tepat. Pondasinya adalah kebijakan dan kebijaksanaan, yang hingga saat ini masih hanya dapat lahir dari nalar, empati, dan harapan manusia terhadap masa depan,” tutupnya.

    Fenomena ini juga memperkuat pentingnya Kolaborasi Riset AI di berbagai sektor. Ke depannya, kolaborasi antara penyedia layanan dan pengembang AI akan menjadi kunci untuk menciptakan Kacamata AR Kolaborasi dan inovasi lainnya yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

    Implikasinya bagi pembaca: era di mana AI dan seluler berpadu bukan lagi masa depan, melainkan realitas saat ini. Anak muda yang mampu memanfaatkan kolaborasi ini secara kritis dan kreatif akan memiliki keunggulan kompetitif di dunia kerja dan ekonomi digital. Sebaliknya, penggunaan AI yang pasif dan tanpa kendali justru berisiko melemahkan daya pikir kritis dan orisinalitas ide.

  • Mulai 1 Juli 2026, Nomor HP Baru Wajib Rekam Wajah

    Mulai 1 Juli 2026, Nomor HP Baru Wajib Rekam Wajah

    JBNews.id — Mulai 1 Juli 2026, seluruh pelanggan baru seluler di Indonesia wajib melakukan registrasi SIM card dengan perekaman wajah (face recognition). Kebijakan ini berlaku secara nasional dan bertujuan menutup celah penyalahgunaan nomor seluler serta penipuan online.

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memastikan aturan akan berlaku pekan depan setelah melakukan serangkaian uji coba sejak awal tahun 2026. Uji coba tersebut melibatkan operator seluler dan database di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri.

    “Jadi, per 1 Juli 2026 akan diterapkan secara nasional,” ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah di Jakarta.

    Kewajiban penggunaan data biometrik wajah ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler. Aturan ini menyasar pengaktifan nomor seluler prabayar baru, sementara pelanggan eksisting bersifat sukarela.

    Bagi pelanggan di bawah 17 tahun atau yang belum memiliki identitas pribadi, pendaftaran dapat diwakilkan melalui data orang tua atau wali. Kebijakan ini menggantikan sistem pendaftaran nomor HP baru sebelumnya yang hanya menggunakan data NIK dan nomor KK.

    Dalam perkembangannya, registrasi SIM card prabayar sebelumnya banyak menggunakan nomor HP aktif dari sumber data ilegal. Akibatnya, kasus penyalahgunaan nomor seluler hingga penipuan online masih marak terjadi. Pemerintah mengklaim aturan terbaru dengan data biometrik ini akan menutup celah tersebut.

    “Oleh karena itu, sejak tahun lalu kita sudah melakukan studi penggunaan biometrik ini. Setiap aktivasi SIM card baru itu diwajibkan menggunakan biometrik face recognition atau pengenalan wajah. Ini untuk apa? untuk sesama operator seluler, konsumen, dan pemerintah itu saling melindungi,” tutur Edwin.

    Cara Daftar Nomor HP Baru dengan Data Biometrik Wajah

    Registrasi SIM card dengan perekaman wajah dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama, datang langsung ke gerai operator seluler yang prosesnya akan dipandu petugas. Kedua, registrasi mandiri (self-registration) melalui aplikasi atau situs web resmi operator.

    Berikut tahapan cara daftar nomor HP baru berbasis data biometrik wajah:

    • Masukkan data nomor induk kependudukan (NIK)
    • Validasi data kependudukan ketika sistem mencocokkan NIK dengan database di Dukcapil
    • Verifikasi biometrik (face recognition) atau pemindaian wajah pengguna
    • Konfirmasi dan aktivasi nomor HP

    Seperti aturan sebelumnya, pemerintah menetapkan pembatasan maksimal tiga nomor seluler untuk setiap operator bagi satu identitas pelanggan. Dengan demikian, total masyarakat bisa memiliki sembilan nomor telepon seluler, sesuai dengan jumlah operator yang eksis.

    Kebijakan ini menjadi langkah maju dalam transformasi digital di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, adopsi biometrik juga mulai merambah ke berbagai sektor. Misalnya, dalam industri hiburan, Harga Steam Machine yang mulai dibuka reservasinya menunjukkan bagaimana verifikasi digital menjadi semakin penting.

    Selain itu, tren keamanan digital juga mendorong inovasi di perangkat keras. Produsen seperti Samsung Produksi Layar untuk iPhone lipat menunjukkan bahwa teknologi pengenalan wajah kini menjadi fitur standar di berbagai perangkat.

    Penerapan biometrik wajah untuk registrasi nomor HP baru merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat keamanan siber. Dengan sistem ini, setiap nomor HP aktif akan terverifikasi secara langsung dengan identitas pemiliknya, sehingga meminimalkan risiko penyalahgunaan.

    Para pengamat menilai kebijakan ini akan berdampak positif bagi ekosistem telekomunikasi nasional. Data biometrik yang terintegrasi dengan database Dukcapil memastikan bahwa setiap nomor HP baru benar-benar dimiliki oleh orang yang berhak.

    Bagi masyarakat, proses registrasi yang kini lebih ketat mungkin memerlukan adaptasi. Namun, pemerintah menjamin bahwa prosedur ini tetap mudah dilakukan, baik melalui gerai operator maupun secara mandiri melalui aplikasi.

    Penerapan kebijakan ini juga sejalan dengan tren global di mana berbagai negara mulai menerapkan verifikasi biometrik untuk layanan telekomunikasi. Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya.

    Dengan dimulainya penerapan pada 1 Juli 2026, masyarakat diimbau untuk segera menyesuaikan diri dengan prosedur baru ini. Bagi yang akan membeli nomor HP baru, pastikan untuk menyiapkan data NIK dan kesiapan untuk melakukan perekaman wajah.

    Implikasinya, kebijakan ini tidak hanya melindungi konsumen dari penipuan online, tetapi juga memberikan ketenangan bagi operator seluler dalam menjalankan bisnisnya. Dengan data pelanggan yang tervalidasi, risiko penyalahgunaan nomor dapat diminimalkan secara signifikan.

    Ke depannya, pemerintah akan terus mengevaluasi penerapan kebijakan ini dan memastikan bahwa sistem berjalan dengan baik. Jika terbukti efektif, bukan tidak mungkin teknologi biometrik akan diterapkan di sektor-sektor lain untuk meningkatkan keamanan digital nasional.

  • HUAWEI MatePad Mini Resmi di RI, Lebih Ringan dari iPad Mini 7

    HUAWEI MatePad Mini Resmi di RI, Lebih Ringan dari iPad Mini 7

    JBNews.id — HUAWEI resmi meluncurkan MatePad Mini di Indonesia pada Kamis, 25 Juni 2026. Tablet ringkas ini diklaim lebih ringan dan lebih tipis dibandingkan iPad Mini 7, menjadikannya pilihan utama bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas tinggi.

    Peluncuran ini menjawab kebutuhan masyarakat akan perangkat yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga praktis dibawa ke mana saja. Di tengah gaya hidup yang semakin mobile, fleksibilitas kerja, kelas online, membaca, hingga hiburan menuntut gadget yang ringan dan nyaman digunakan dalam waktu lama.

    Desain Ramping dan Ringan untuk Mobilitas Sehari-hari

    HUAWEI MatePad Mini menawarkan dimensi yang lebih tipis dibandingkan kompetitor utamanya. Desain ringkas ini membuat perangkat mudah digunakan dengan satu tangan, baik untuk membaca, mencatat, bekerja, maupun menikmati konten hiburan. Ukurannya yang kompak juga memudahkan pengguna menyimpan perangkat di dalam tas tanpa memakan banyak ruang.

    Tablet mini ini menjadi perangkat yang praktis untuk dibawa bersama secangkir kopi saat bekerja, digunakan untuk mencatat saat rapat, hingga membaca berita atau artikel saat berada di MRT atau LRT. Dengan bobot yang lebih ringan dari iPad Mini 7, kenyamanan genggaman menjadi nilai jual utama.

    Layar Kompak untuk Kerja dan Hiburan

    Selain desain ringkas, aspek kenyamanan visual menjadi perhatian penting. Kualitas layar menjadi faktor penentu pengalaman pengguna, terutama bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di depan layar. Dengan dukungan layar kompak namun lega, tablet ini menawarkan pengalaman visual yang lebih luas dan seimbang dibandingkan smartphone.

    Pengguna dapat menikmati Kindle untuk membaca e-book, membuka file PDF dan jurnal akademik, maupun membaca manga dan komik digital melalui Manga Plus dan WEBTOON dengan pengalaman visual yang lebih nyaman. Saat bekerja di luar kantor, membuka atau menandatangani file tetap terlihat jelas meski di kondisi pencahayaan yang beragam. Bahkan untuk hiburan, membaca komik digital menjadi lebih nyaman karena tampilan yang menyerupai pengalaman membaca buku fisik.

    Produktivitas Berbasis AI dan Aplikasi Pendukung

    HUAWEI MatePad Mini dirancang untuk membantu pengguna tetap produktif di mana saja. Tablet ini mendukung berbagai aplikasi dan fitur berbasis Artificial Intelligence (AI). Melalui integrasi aplikasi seperti ChatGPT dan Gemini, pengguna dapat mencari referensi, merangkum dokumen, menyusun ide presentasi, hingga membantu membuat draft pekerjaan lebih cepat dan efisien.

    Untuk produktivitas harian, WPS Office 3.0 memungkinkan pengguna mengelola dokumen, spreadsheet, dan presentasi dengan mudah, termasuk membuka dan meninjau file PDF. Sementara itu, Zoom mendukung aktivitas meeting online maupun kelas virtual dengan lebih fleksibel dari berbagai lokasi. Bagi content creator, CapCut hadir untuk mengedit video pendek, menambahkan subtitle, mengatur timeline, hingga mempersiapkan konten untuk media sosial langsung dari tablet.

    HUAWEI MatePad Mini juga dilengkapi HUAWEI Notes berbasis AI yang mendukung pengenalan rumus, perhitungan otomatis, serta peningkatan tulisan tangan agar lebih rapi dan mudah dibaca. Pengguna juga dapat memanfaatkan GoPaint untuk membuat ilustrasi digital. Untuk menunjang pengalaman, perangkat ini didukung M-Pencil generasi terbaru dengan lebih dari 10.000 level sensitivitas tekanan. Aksesori ini menghadirkan pengalaman mencatat menjadi lebih intuitif.

    Melalui AppGallery, pengguna dapat mengakses berbagai aplikasi populer untuk kebutuhan produktivitas, komunikasi, hiburan, pendidikan, dan gaya hidup sehari-hari. Integrasi AI ini sejalan dengan tren perangkat pintar yang juga diadopsi oleh Google Home Speaker.

    Baterai Tahan Lama dengan Fast Charging

    HUAWEI MatePad Mini dibekali baterai berkapasitas 6.400 mAh yang dirancang untuk mendukung penggunaan sepanjang hari, baik untuk bekerja, belajar, maupun hiburan. Perangkat ini juga didukung teknologi 66W SuperCharge yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat dan efisien, sehingga pengguna tidak perlu menunggu lama saat mengisi ulang baterai.

    Dalam penggunaan normal, tablet ini mampu mendukung hingga 15,5 jam pemutaran video serta sekitar 9,5 jam penggunaan aktif. Dengan kapasitas baterai yang besar dan dukungan pengisian cepat, HUAWEI MatePad Mini memberikan pengalaman penggunaan yang lebih fleksibel untuk aktivitas harian tanpa sering khawatir kehabisan daya. Ketahanan baterai ini menjadi faktor krusial bagi pengguna yang juga tertarik pada mobilitas berkelanjutan.

    Promo Menarik dan Layanan Purna Jual

    HUAWEI menghadirkan layanan purna jual yang lengkap melalui jaringan HUAWEI Authorized Service Center. Layanan ini tersebar di berbagai kota di Indonesia, serta didukung layanan konsultasi pelanggan dan garansi resmi.

    Dalam rangka peluncuran, HUAWEI menghadirkan program Back to School dengan diskon hingga 42 persen untuk produk pilihan. Selain itu, 20 pembeli pertama setiap hari berkesempatan mendapatkan HUAWEI FreeBuds SE 3 secara gratis selama persediaan masih tersedia. Saat ini, HUAWEI MatePad Mini hadir dengan penawaran spesial seharga Rp8.999.000 dengan total benefit hingga Rp4.511.000.

    Setiap pembelian sudah termasuk Free M-Pencil (3rd Gen), Free Folio Cover, layanan penggantian baterai gratis 1 kali dalam 3 tahun, serta perlindungan layar PaperMatte gratis 2 kali per tahun. Pengguna juga mendapatkan bonus 2 minggu iQIYI VIP membership secara gratis selama persediaan masih tersedia.

    Dengan kombinasi desain ringan, fitur AI canggih, baterai tahan lama, dan promo menarik, HUAWEI MatePad Mini menjadi pilihan kuat di segmen tablet mini. Bagi pengguna yang mencari perangkat produktif dengan mobilitas tinggi, tablet ini menawarkan value yang sulit ditandingi kompetitor.

  • 300 Drone Dilumpuhkan di Area Piala Dunia 2026

    300 Drone Dilumpuhkan di Area Piala Dunia 2026

    **JBNews.id —** Otoritas Amerika Serikat menyita lebih dari 300 drone tak berizin di lokasi-lokasi Piala Dunia 2026 sejak turnamen dimulai awal bulan ini. Langkah ini merupakan bagian dari pengamanan wilayah udara paling komprehensif dalam sejarah AS untuk sebuah ajang olahraga global.

    Pembatasan ketat diberlakukan di hari pertandingan. Seluruh operasi penerbangan, termasuk drone, dilarang beroperasi dalam radius sekitar 4,8 kilometer dari stadion dan hingga ketinggian sekitar 900 meter. Pembatasan serupa juga berlaku untuk kawasan fan zone di berbagai kota penyelenggara.

    Kebijakan ini diambil sebagai langkah keamanan untuk mencegah drone menjadi ancaman, termasuk bagian dari upaya pencegahan potensi terorisme. Tahun lalu, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memperkuat pertahanan AS dari serangan drone.

    Tim FBI ditempatkan di sekitar stadion-stadion Piala Dunia untuk mendeteksi dan melumpuhkan drone tidak berizin. Operator yang melanggar zona larangan terbang Piala Dunia dapat menghadapi denda hingga USD 100.000, penyitaan perangkat, serta tuntutan pidana.

    Pekan lalu di Kansas City, Missouri, delapan drone beserta alat pengendalinya disita FBI dalam operasi gabungan dengan lembaga penegak hukum lain. Pelanggaran terjadi karena melanggar pembatasan penerbangan sementara pada acara Piala Dunia di Stadion Kansas City dan zona penggemar. Dua operator drone juga diberi surat pemberitahuan pelanggaran.

    Juru bicara Transportation Security Administration (TSA) menyatakan bahwa penindakan dilakukan cepat dan proaktif bagi siapa saja yang menerbangkan drone di zona terlarang. “Pihak berwenang menerapkan pengamanan wilayah udara dan upaya mitigasi drone paling komprehensif dalam sejarah AS untuk Piala Dunia FIFA 2026, yang berujung pada penyitaan lebih dari 300 drone tak berizin hingga saat ini. Penerbangan drone tak berizin di area terlarang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum federal,” sebut mereka.

    Insiden serupa juga terjadi di luar Amerika Serikat. Sebelum pertandingan kedua Grup A antara Korea Selatan melawan tuan rumah Meksiko pekan lalu, militer Meksiko dilaporkan mencegat dan menjatuhkan sebuah drone tak terdaftar yang terlihat terbang di atas markas latihan Korsel di Guadalajara. Korea Selatan dilaporkan mencurigai aksi mata-mata dari insiden tersebut.

    Kasus penggunaan drone untuk mata-mata bukanlah hal baru. Sebelumnya tahun 2024, timnas wanita Kanada dituduh menggunakan drone untuk memata-matai latihan Selandia Baru jelang laga pembuka Olimpiade Paris. Akibatnya, pelatih kepala Bev Priestman diberhentikan Federasi Sepak Bola Kanada dan dua anggota staf pelatih diskors, sementara tim peraih medali emas Olimpiade 2020 tersebut dikenai sanksi pengurangan enam poin.

    Penyitaan massal drone ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang ditimbulkan oleh drone tak berizin di area publik yang padat. Dengan teknologi yang semakin canggih dan mudah diakses, pengamanan wilayah udara menjadi tantangan baru bagi penyelenggara acara besar.

    Bagi para penggemar sepak bola yang hadir langsung di stadion, penting untuk memahami bahwa membawa dan menerbangkan drone di sekitar venue Piala Dunia bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi dapat berujung pada konsekuensi hukum yang berat. Otoritas AS telah menunjukkan komitmen penuh untuk menegakkan aturan ini demi keselamatan bersama.

  • Samsung Rilis Chip UFS 5.0 untuk Akselerasi AI di Ponsel

    Samsung Rilis Chip UFS 5.0 untuk Akselerasi AI di Ponsel

    JBNews.id — Samsung mengumumkan lini chip penyimpanan UFS 5.0 yang dirancang khusus untuk mengakselerasi pengolahan Kecerdasan Buatan (AI) pada perangkat mobile generasi selanjutnya. Chip berbasis flash ini diposisikan sebagai solusi utama untuk perangkat seperti smartphone, tablet, dan headset XR (Extended Reality).

    Tak sekadar pembaruan rutin, UFS 5.0 membawa peningkatan yang sangat masif guna mendukung tren on-device AI. Sebagai informasi, standar Universal Flash Storage (UFS) yang dikembangkan oleh JEDEC bersama para raksasa industri memori perlahan tapi pasti mulai menyamai kecepatan penyimpanan SSD sekelas PC.

    Berbasis pada standar antarmuka UFS terbaru rancangan JEDEC, teknologi inovatif dari Samsung ini memanfaatkan dua jalur data (data lanes) untuk mencapai kecepatan transfer bandwidth yang luar biasa. Berikut adalah catatan performanya:

    • Kecepatan Baca Sekuensial (Sequential Read): Tembus hingga 10,8 GB/s.
    • Kecepatan Tulis Sekuensial (Sequential Write): Mencapai 9,5 GB/s.

    Samsung mengklaim deretan angka tersebut menjadikan chip UFS 5.0 sebagai solusi penyimpanan seluler dengan performa tertinggi di industri saat ini. Secara perbandingan, kecepatannya bahkan lebih dari dua kali lipat jika disandingkan dengan standar UFS 4.1 generasi sebelumnya.

    Ukuran Makin Mungil, Baterai Makin Awet

    Meski kinerjanya meroket, Samsung berhasil memadatkan UFS 5.0 ke dalam modul yang jauh lebih ringkas. Chip ini memiliki dimensi hanya 7,5 mm × 13 mm × 0,9 mm, menjadikannya sekitar 16,7% lebih kecil dari solusi UFS 4.1. Ukuran yang menyusut ini memberikan fleksibilitas desain bagi para produsen HP untuk menata komponen internal secara lebih leluasa.

    Tak hanya itu, Samsung juga menyematkan teknik efisiensi mutakhir seperti clock gating dan operasi multi-tegangan. Hasilnya, efisiensi daya pada chip UFS 5.0 melonjak hingga 40%. Artinya, perangkat seluler dapat mentransfer beban data raksasa dengan konsumsi energi yang jauh lebih sedikit, berpotensi memperpanjang umur baterai pada smartphone di masa depan.

    Infrastruktur Wajib untuk ‘On-Device AI’

    Peluncuran chip ini selaras dengan ambisi besar industri di ranah AI lokal. Head of Memory Product Planning Samsung Electronics, Jangseok Choi, menegaskan bahwa chip penyimpanan kini telah berevolusi menjadi komponen infrastruktur paling krusial untuk komputasi berbasis AI. Kecepatan ekstrem dari UFS 5.0 dirancang untuk menangani transfer data masif tanpa ada bottleneck saat menjalankan LLM atau chatbot AI offline.

    Meningkatnya tren modifikasi perangkat—seperti riset yang menyulap ponsel lawas lini Pixel menjadi data center murah—juga menjadi bukti tingginya tuntutan akan kinerja penyimpanan lokal yang prima.

    Rencananya, Samsung akan mulai memproduksi massal chip UFS 5.0 ini pada kuartal keempat mendatang dengan opsi kapasitas hingga 1 TB per chip. Chip berkecepatan monster ini diprediksi akan menjadi “nyawa” baru bagi deretan smartphone flagship, headset XR, dan wearable AI generasi mendatang, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (24/6/2026).

    Inovasi ini juga menunjukkan komitmen Samsung dalam memimpin pasar layar OLED dan chip penyimpanan. Dengan kecepatan baca sekuensial hingga 10,8 GB/s, UFS 5.0 menjadi fondasi penting bagi ekosistem AI di perangkat mobile yang akan datang.

    [CONTENT_END]