Warga Norwich Resah Drone Besar Intai Rumah di Malam Hari

Ilustrasi warga ketakutan karena drone besar mengintip dari jendela kamar di malam hari

JBNews.id — Warga Norwich, Connecticut, Amerika Serikat, diganggu oleh drone besar yang terbang rendah dan mendarat di atas rumah mereka pada malam hari. Polisi setempat kini menyelidiki laporan tersebut setelah seorang petugas menyaksikan sendiri insiden itu.

Menurut laporan stasiun televisi lokal Fox61, beberapa warga Norwich melaporkan melihat banyak drone besar terbang hingga ke halaman rumah mereka. Pemilik rumah bernama Christie Milligan mengatakan kepada wartawan bahwa ia melihat dua drone, masing-masing berukuran beberapa kaki, turun di atas rumahnya dua malam berturut-turut.

Kejadian itu mendorong Milligan untuk menelepon polisi Norwich. Polisi kini menyatakan tengah menyelidiki kasus tersebut setelah seorang petugas menyaksikan sendiri drone itu turun. “Saat saya berdiri di sana, berbicara dengan petugas, drone itu terbang tepat di atas kepala,” kata Milligan kepada Fox61. “Ukurannya besar. Ini bukan mainan.”

Putri Milligan, Na’omi, menambahkan, “Drone itu mendarat di atap, terbang di sekitar rumah tetangga. Ia jelas-jelas menguping dan memprovokasi kami.”

Sayangnya, regulasi drone di Amerika Serikat sangat lemah sehingga banyak kemungkinan penjelasan untuk insiden ini. Bisa jadi itu adalah alat mengintip berteknologi tinggi. Namun, sejarah terkini menunjukkan bahwa drone itu bisa saja merupakan bagian dari operasi kepolisian yang melecehkan lingkungan, petugas klaim asuransi yang mensurvei properti, atau perusahaan seperti Amazon yang mencari tempat untuk menjatuhkan paket.

Tergantung pada apakah mereka tinggal di bawah Asosiasi Pemilik Rumah (HOA), drone itu mungkin hanya anggota dewan pengurus yang mencari pelanggaran. Apa pun alasannya, jelas bahwa pengawasan drone anonim kini menjadi fakta kehidupan bagi warga di seluruh Amerika Serikat.

Jika tidak menyukainya, warga bisa mencoba menulis surat kepada senator. Namun, yang terpenting, jangan mengganggu operasi drone tersebut. Konsekuensi hukumnya sangat berat.

Dampak bagi Warga dan Regulasi

Insiden ini menyoroti celah besar dalam regulasi penerbangan drone di AS. Tidak ada aturan jelas yang melarang drone terbang rendah di atas properti residensial pada malam hari, selama tidak melanggar zona terlarang seperti bandara atau instalasi militer. Hal ini membuat warga rentan terhadap pelanggaran privasi tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Polisi Norwich belum merilis pernyataan resmi lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan. Namun, kasus ini menjadi peringatan bagi pemerintah federal untuk segera memperketat aturan penggunaan drone komersial dan pribadi.

Bagi warga Indonesia, insiden ini relevan mengingat maraknya penggunaan drone untuk berbagai keperluan, mulai dari pengiriman paket hingga pemantauan properti. Regulasi drone di Indonesia melalui Peraturan Menteri Perhubungan sudah ada, tetapi pengawasan di lapangan masih perlu ditingkatkan untuk mencegah penyalahgunaan serupa.

Dengan teknologi drone yang semakin canggih dan murah, potensi pelanggaran privasi akan terus meningkat. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus sigap merespons agar warga tidak menjadi korban pengawasan tanpa izin di rumah mereka sendiri.