JBNews.id — Snap Inc. resmi meluncurkan kacamata augmented reality (AR) generasi terbaru, Snap Specs, sebagai produk konsumen pertama yang dijual ke publik dengan harga USD 2.195 atau sekitar Rp 35 juta. Perangkat ini diperkenalkan langsung oleh CEO Snap Evan Spiegel dalam ajang Augmented World Expo (AWE) di Long Beach, California.
Berbeda dengan pendahulunya yang hanya dijual terbatas untuk pengembang dan kreator, Specs edisi ini merupakan versi konsumen yang siap dipasarkan. Snap membuka pemesanan awal dengan deposit refundable sebesar USD 220, dan pengiriman dijadwalkan pada musim gugur 2026 di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
Kacamata ini memiliki bobot 132 gram untuk varian lensa 47 mm dan 136 gram untuk varian 52 mm. Angka tersebut hanya setengah dari bobot perangkat developer AR Spectacles yang dirilis Snap sebelumnya. Dengan bobot kurang dari sepertiga pon, Snap mengklaim perangkat ini jauh lebih ringan dan nyaman digunakan sehari-hari.
Fokus pada Pengalaman AR, Bukan Konten
Snap tidak merinci aplikasi atau fitur spesifik yang akan tersedia pada Specs. Perusahaan justru menekankan bahwa perangkat ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman AR imersif di layar kacamata, bukan untuk menangkap konten seperti pendahulunya. Bidang pandang AR mencapai 51 derajat di tengah penglihatan pengguna, dengan kedalaman yang akurat dan latensi rendah sehingga elemen digital terasa seperti bagian nyata dari lingkungan sekitar.
Beberapa fitur yang dikonfirmasi antara lain layar tampilan pribadi, konektivitas Bluetooth, penjelajahan web, asisten visual bertenaga AI, serta berbagai pengalaman AR yang mampu memahami ruangan dan objek di sekitar pengguna. Snap juga menyebutkan fitur fingerpainting di udara, panduan arah peta, dan manipulasi model 3D globe akan tersedia.
“Specs akan menjadi bermakna karena lensa yang kalian bangun,” ujar Spiegel di atas panggung AWE, merujuk pada pentingnya adopsi pengembang untuk membangun ekosistem aplikasi di platform ini.
Untuk informasi lebih lanjut tentang persaingan di industri kacamata pintar, baca artikel terkait Harga Terbaru dari kompetitor.
Spesifikasi Teknis dan Desain
Secara desain, Snap Specs hadir dengan bingkai tebal, lengan besar, dan ujung temple tipis yang menyerupai kacamata Ray-Ban Display milik Meta, namun dengan sudut lebih membulat. Tampilannya jauh lebih halus dibandingkan versi developer AR Spectacles tahun 2024 yang berbentuk kotak.
Spiegel menanggapi soal estetika dengan menyatakan, “Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa kacamata oversized sedang tren saat ini. Bagi kami, ini bukan tentang mengikuti tren mode, melainkan menghadirkan kemampuan yang benar-benar unggul.” Snap tidak memiliki kemitraan mode seperti Meta dengan Essilor Luxottica atau Google dengan Warby Parker dan Gentle Monster.
Spesifikasi teknis utama meliputi:
- Prosesor: Dua chip Qualcomm Snapdragon (belum disebutkan varian spesifik)
- Layar: Microdisplay liquid crystal on silicon
- Bidang pandang AR: 51 derajat di tengah penglihatan
- Baterai: 4 jam pemakaian campuran, case pengisi daya mampu mengisi ulang 4 kali
- Bobot: 132 gram (lensa 47 mm) dan 136 gram (lensa 52 mm)
- Fitur tambahan: Dukungan lensa resep yang bisa ditukar antar pengguna
Satu prosesor Qualcomm Snapdragon khusus menangani tugas computer-vision untuk menganalisis dunia nyata di sekitar pengguna, sementara prosesor lainnya menggerakkan pengalaman imersif di lensa. Kamera juga melacak gerakan tangan dan lingkungan spasial.
Berbeda dengan kacamata pintar lain seperti Project Aura dari Xreal yang memerlukan baterai eksternal, Snap Specs tidak membutuhkan perangkat pendamping, komputasi puck, gelang, atau perangkat lain. Semua pemrosesan dilakukan di dalam kacamata.
Snap juga menambahkan indikator cahaya di tengah kacamata yang menyala saat kamera aktif, untuk memastikan orang lain mengetahui perangkat sedang merekam. Perusahaan mengklaim pengguna dapat mengontrol data yang disimpan dan dihapus, serta pemrosesan dilakukan di perangkat.
Sejarah Panjang Snap di Hardware AR
Snap memiliki sejarah panjang dalam pengembangan hardware AR. Sepuluh tahun lalu, Snap merilis Spectacles pertama dengan kamera terpasang yang merekam video sudut lebar melingkar. Meskipun sempat populer, perangkat tersebut tidak laku keras. Snap mencoba lagi pada 2018 dan 2019 dengan Spectacles 2 dan Spectacles 3.
Perusahaan juga sempat merilis Pixy Drone, kamera terbang yang kemudian dihentikan karena masalah baterai overheating. Pada 2021, Snap mengumumkan Spectacles AR, dan merilis versi developer berlangganan pada 2024.
“Sebenarnya kami mulai mengerjakan hardware karena kebutuhan,” kata Spiegel, “karena tidak ada orang lain yang mengejar visi komputasi ini.” Snap juga mengembangkan layanan developer AR seperti Lens Studio dan kemitraan dengan Niantic, pengembang Pokémon Go.
Baca Juga:
Harga Tinggi dan Persaingan Ketat
Dengan harga USD 2.195, Snap Specs masuk dalam kategori perangkat AR premium. Spiegel mengakui bahwa menawarkan harga tersebut merupakan upaya besar bagi timnya. “Untuk menawarkan Specs seharga USD 2.195 adalah upaya Herculean bagi tim kami,” ujarnya. “Kami benar-benar ingin meluncurkan perangkat ini dengan harga yang masuk akal bagi banyak orang, terutama komunitas developer kami yang bersemangat.”
Snap ingin menghindari nasib seperti Apple Vision Pro yang meskipun canggih secara teknologi, dianggap terlalu mahal, besar, dan tidak menarik bagi konsumen. Namun, Specs harus bersaing dengan pemain besar lain di pasar kacamata pintar. Meta mendominasi pasar meskipun menghadapi kritik atas fitur pengenalan wajah. Google bekerja sama dengan Samsung dan Qualcomm untuk platform Android XR. Apple dikabarkan sedang mengembangkan kacamata pintar setelah kegagalan Vision Pro.
Menariknya, Meta sering meniru inovasi Snap. CEO Meta Mark Zuckerberg pernah mengatakan bahwa masa depan adalah semua orang akan memakai kacamata pintar, dan mereka yang tidak akan berada pada “kerugian kognitif yang signifikan.” Spiegel menawarkan visi berbeda: berkolaborasi dengan kolega di ruang 3D, atau orang tua bermain game AR dengan anak-anak di halaman belakang.
“Kita semua memiliki perangkat yang kita lihat ke bawah dan menjauh satu sama lain,” kata Spiegel. “Specs adalah komputer pertama yang mendorong Anda untuk melihat ke atas dan menggunakannya serta berinteraksi dengan orang lain di dunia sekitar Anda.”
Bagi pengguna yang tertarik dengan teknologi AR terkini, simak juga ulasan tentang Spesifikasi Lengkap perangkat terbaru lainnya.
Meskipun demikian, masih terlalu dini untuk menilai apakah Specs akan menjadi momen Vision Pro bagi Snap. Keberhasilan perangkat ini sangat bergantung pada adopsi developer untuk membangun aplikasi dan pengalaman AR di platform tersebut. Snap belum mengungkapkan secara detail aplikasi atau fitur apa yang akan tersedia saat peluncuran.
Untuk pembaca yang ingin memahami implikasi regulasi di industri teknologi, artikel tentang Keamanan Anak dapat memberikan perspektif tambahan.
