Category: Tekno

  • Investor Ganda OpenAI dan Anthropic: Strategi atau Konflik?

    Investor Ganda OpenAI dan Anthropic: Strategi atau Konflik?

    JBNews.id — Sekitar 90 perusahaan modal ventura dan manajer investasi tercatat memiliki saham di dua raksasa kecerdasan buatan (AI) yang bersaing ketat, OpenAI dan Anthropic, dalam beberapa tahun terakhir. Temuan ini berdasarkan analisis data PitchBook oleh WIRED, yang mengungkapkan tingkat tumpang tindih investor yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri teknologi.

    Data menunjukkan bahwa OpenAI berbagi sekitar 42 persen dari total investornya dengan Anthropic. Sementara itu, hampir sepertiga investor Anthropic juga merupakan pendukung OpenAI, termasuk nama-nama besar seperti Sequoia Capital, Greylock, Founders Fund, Redpoint Ventures, Emerson Collective, dan Sound Ventures. Fenomena ini menjadi sorotan karena kedua perusahaan AI tersebut tengah mempersiapkan debut pasar saham mereka tahun ini.

    Jumlah investor bersama ini kemungkinan masih merupakan angka yang lebih rendah dari kenyataan, karena mengumpulkan informasi tentang investasi swasta sangatlah menantang. WIRED mengidentifikasi setidaknya beberapa investor yang hilang dari daftar OpenAI dalam data PitchBook, termasuk Amazon. Tingkat tumpang tindih ini dinilai mencengangkan bagi dua pesaing sengit yang memulai penggalangan dana dalam rentang waktu yang berdekatan.

    Fenomena Investasi Tak Biasa

    Tiga pakar yang mempelajari industri modal ventura menggambarkan kondisi ini sebagai sesuatu yang tidak biasa, bahkan belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena ini mencerminkan evolusi terkini industri modal ventura, munculnya dua perusahaan luar biasa yang telah mengumpulkan dana dalam jumlah yang belum pernah terdengar sebelumnya, dan persaingan ketat di antara mereka dan pemain AI lainnya.

    “Struktur kepemilikan yang Anda lihat sekarang adalah wawasan nyata tentang bagaimana investor canggih memandang pasar ini, dan jawabannya tampaknya adalah bahwa hanya sedikit yang yakin ini akan menjadi pasar yang dimenangkan oleh satu pihak, atau jika demikian, siapa pemain dominannya,” kata Tom Nicholas, profesor Harvard Business School dan penulis buku VC: An American History.

    Ketika Anthropic dan OpenAI bertujuan untuk melakukan debut pasar saham mereka tahun ini, persimpangan investor ini menjadi semakin penting. Penawaran umum perdana (IPO) seringkali menjadi kesempatan bagi investor untuk merealisasikan keuntungan dari kepemilikan mereka di sebuah perusahaan rintisan. Namun, tahun lalu, hanya dua pertiga dari IPO yang berhasil menarik lonjakan nilai yang signifikan. Dengan bertaruh pada kedua perusahaan, investor mungkin menggandakan peluang keberhasilan mereka.

    “Daripada melihat perusahaan-perusahaan ini sebagai teknologi yang tumpang tindih, apa yang dilakukan investor besar ini adalah melindungi kemampuan mereka untuk menciptakan keuntungan,” ujar Kyle Stanford, direktur riset modal ventura di PitchBook.

    Evolusi Industri Modal Ventura

    OpenAI dan Anthropic sama-sama tidak menanggapi permintaan komentar. Beberapa perusahaan modal ventura yang berinvestasi di kedua perusahaan juga menolak atau tidak menanggapi permintaan komentar tentang mengapa mereka memutuskan untuk mendukung keduanya. Beberapa bersedia berbicara hanya dengan syarat anonimitas untuk menghindari membahayakan hubungan industri, dan masing-masing menyebut peluang investasi ganda dengan OpenAI dan Anthropic tidak seperti situasi apa pun yang pernah mereka hadapi sebelumnya.

    Secara historis, perusahaan modal ventura memusatkan taruhan mereka pada satu perusahaan di area persaingan untuk menghindari konflik kepentingan. Perusahaan terkadang berbagi informasi kepemilikan dengan investor atau mengandalkan mereka untuk nasihat atau tata kelola, dan memiliki saham di pesaing mengundang percakapan yang canggung.

    Namun, industri modal ventura telah berevolusi seiring dengan pertumbuhan dana. Perusahaan mendukung jumlah startup yang lebih besar, dan perusahaan tetap swasta lebih lama serta mengumpulkan lebih banyak uang dari sebelumnya. OpenAI dan Anthropic masing-masing telah mengumpulkan lebih dari $100 miliar dengan valuasi mendekati $1 triliun. Selama dekade terakhir, garis antara berbagai kelas perusahaan investasi menjadi semakin kabur.

    Sekitar 30 dari investor bersama Anthropic dan OpenAI dalam data PitchBook diidentifikasi sebagai hedge fund, perusahaan ekuitas swasta, atau manajer kekayaan yang biasanya menyebarkan taruhan mereka. Sisanya adalah perusahaan malaikat atau modal ventura tradisional yang kini mengikuti strategi yang sama.

    “Setiap investor tunggal akan memiliki porsi yang sangat kecil dari sebuah perusahaan sehingga konflik tidak menjadi perhatian besar,” kata Stanford. Mereka akan memiliki akses lebih sedikit ke informasi internal dan kemampuan yang berkurang untuk memengaruhi lintasan perusahaan. “Investor secara tradisional ingin berinvestasi di salah satu untuk menjadikannya pemenang. Perusahaan-perusahaan ini tumbuh begitu besar sehingga perpecahan itu tidak terlalu penting,” tambah Stanford.

    Beberapa investor bersama juga telah berinvestasi di laboratorium riset AI milik Elon Musk, xAI. Perusahaan itu dibeli tahun ini oleh SpaceX, yang diperkirakan akan mengadakan IPO sendiri minggu depan. Paralel terdekat dengan penyerbukan silang investor AI mungkin berasal dari sekitar satu dekade lalu. Raksasa telekomunikasi Jepang SoftBank menginvestasikan miliaran dolar di perusahaan ride-hailing di seluruh dunia, beberapa di antaranya memiliki ambisi untuk bersaing satu sama lain di negara tertentu.

    Logika ‘Pepsi dan Coke’

    Seorang perwakilan dari satu investor besar mengatakan perusahaannya memperkirakan taruhan mereka di OpenAI dan Anthropic akan membuahkan hasil karena permintaan untuk teknologi AI tersebar luas. Investor lain menggambarkan kepemilikan mereka di salah satu perusahaan sebagai terlalu kecil untuk dipandang bertentangan dengan kepemilikan yang lebih besar di perusahaan lainnya.

    Seorang pemodal ventura, yang telah membantu keluarga kaya di seluruh AS berinvestasi dalam dana yang mencakup saham Anthropic dan OpenAI, menggambarkan AI sebagai teknologi transformasional yang akan mendorong pertumbuhan di semua industri. “Mengapa Anda tidak ingin berada di Pepsi dan Coke?” katanya. “Sama halnya di sini.”

    Ankur Nagpal, mitra umum untuk USVC, yang mengumpulkan investasi mulai dari $500 dari individu ke dana lain, membuat argumen serupa. “Tujuan kami adalah menciptakan cara terbaik bagi siapa pun untuk memiliki bagian dari perusahaan paling berharga di masa depan,” katanya.

    Ada juga kemungkinan bahwa ketidakpastian atas struktur perusahaan OpenAI yang tidak biasa, yang selama bertahun-tahun secara eksplisit membatasi jumlah pengembalian yang bisa diharapkan investor, dapat memotivasi beberapa dana untuk mengambil saham di Anthropic. Sulit juga untuk mengabaikan rasa takut ketinggalan.

    “Dalam kasus ini, beberapa VC masuk karena mereka tidak ingin ketinggalan hal besar berikutnya,” kata ekonom Universitas Chicago Steve Kaplan.

    Bagi setidaknya satu investor, tumpang tindih itu tidak disengaja. Perusahaan Madrona Ventures akhirnya memiliki saham di kedua raksasa AI setelah satu startup yang diinvestasikannya diakuisisi oleh OpenAI dan startup lainnya diakuisisi oleh Anthropic. Persimpangan yang tidak disengaja bisa menjadi lebih umum seiring dengan perubahan cepat dalam teknologi AI yang mendorong startup untuk mengubah arah lebih sering.

    Sejumlah kecil perusahaan modal ventura besar hanya mendukung satu dari laboratorium AI besar, termasuk pendukung OpenAI seperti Khosla Ventures dan Thrive Capital. Sementara itu, Menlo Ventures dan General Catalyst hanya menaruh uang mereka di belakang Anthropic, menurut data PitchBook. Matt Murphy, mitra di Menlo Ventures, mengatakan kepada WIRED bahwa perusahaannya “all in” untuk mendukung perusahaan portofolio dan tidak percaya mendukung pesaing langsung.

    “Mungkin ada nuansa di beberapa pasar, di mana dua perusahaan mungkin tampak berdekatan tetapi pada akhirnya menuju ke arah yang sangat berbeda,” katanya. “Tetapi kami tidak memandang demikian dengan OpenAI dan Anthropic, dan kami tidak pernah mempertimbangkan untuk berinvestasi di OpenAI karena alasan itu.” Thrive merujuk pada posting X berusia setahun dari pendirinya, Joshua Kushner, di mana ia membahas tumpang tindih di industri AI dengan menulis, “Sebut kami kuno … tapi kami adalah monogamis serial.”

    Fenomena ini juga menjadi sorotan seiring dengan perkembangan regulasi AI global. Saat ini, Florida Gugat OpenAI terkait keamanan ChatGPT, menambah kompleksitas lanskap investasi. Sementara itu, langkah Microsoft untuk membangun model AI mandiri pasca-pisah dari OpenAI menunjukkan dinamika persaingan yang semakin ketat di industri ini.

  • Telkom Pertemukan Regulator dan Industri Bangun Kedaulatan Digital

    Telkom Pertemukan Regulator dan Industri Bangun Kedaulatan Digital

    JBNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Forum Kedaulatan Digital Nasional yang mempertemukan regulator, BUMN strategis, pelanggan enterprise, dan mitra teknologi global. Forum bertajuk ‘Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat’ ini digelar di Telkom Landmark Tower, Jakarta, sebagai langkah konkret memperkuat fondasi cloud, AI, dan keamanan siber nasional.

    Kehadiran Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk membangun fondasi digital nasional yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital sekaligus menjaga kepentingan strategis Indonesia di era transformasi digital.

    Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas ekosistem untuk menyelaraskan arah pembangunan cloud, AI, dan keamanan siber dengan kebutuhan nasional. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana menekankan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan penyedia teknologi dalam memastikan transformasi digital nasional berlangsung secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

    “Penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional, meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia, serta memastikan transformasi digital nasional dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Sonny dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Forum Kedaulatan Digital Nasional bertajuk Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

    Lanjutan Deklarasi Kebangkitan Kedaulatan Teknologi

    Forum Kedaulatan Digital Nasional merupakan kelanjutan dari deklarasi ‘Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia’ yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026. Jika deklarasi tersebut menegaskan visi bersama mengenai pentingnya kedaulatan teknologi nasional, maka forum ini menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam blueprint dan roadmap implementasi yang lebih terukur.

    Forum ini mengangkat tiga pilar utama, yaitu Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity. Ketiga pilar tersebut menjadi kerangka kolaborasi untuk memastikan Indonesia memiliki kapasitas komputasi, kapabilitas AI, dan sistem keamanan digital yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di dalam negeri.

    Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan kedaulatan digital kini telah menjadi kebutuhan strategis nasional yang membutuhkan sinergi lintas sektor dan lintas ekosistem.

    “Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan. Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri,” ujar Seno.

    Seno menambahkan melalui transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai service enabler untuk membangun fondasi digital nasional yang lebih resilien, aman, dan mandiri. Sejalan dengan itu, Telkom juga terus memperkuat inisiatif seperti AIcosystem yang dirancang untuk menggarap peluang AI di sektor industri.

    Inisiatif AdyaCakra dan Keterlibatan Mitra Global

    Sebagai bagian dari forum tersebut, Telkom juga memperkuat inisiatif AdyaCakra, sebuah sovereign digital stack yang mengintegrasikan kapabilitas nasional dengan teknologi global terbaik untuk mendukung kebutuhan pemerintah, BUMN, dan sektor industri strategis. AdyaCakra mencakup kapabilitas Sovereign Cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure; Sovereign AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox; serta Sovereign Cybersecurity melalui Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response.

    Dalam kesempatan yang sama, delapan global technology partners turut berpartisipasi dalam diskusi strategis dan penandatanganan Intentional Collaboration sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendukung pengembangan ekosistem digital yang aman, resilien, dan berdaulat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, serta adopsi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

    Pilar Sovereign Cloud menjadi fondasi utama dengan infrastruktur data center yang dikelola secara mandiri. Telkom telah mempercepat ekspansi kapasitas NeutraDC di Batam untuk memenuhi kebutuhan komputasi nasional yang terus meningkat.

    Sementara itu, pilar Sovereign AI berfokus pada pengembangan kecerdasan artifisial yang sesuai dengan nilai-nilai dan kepentingan nasional. Inisiatif ini sejalan dengan upaya Telkom melalui AIcosystem yang menjadi mesin baru transformasi digital Indonesia. AIcosystem bukan sekadar mengikuti tren AI, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun kapabilitas AI nasional yang berdaulat.

    Pilar Sovereign Cybersecurity menjadi lapisan pertahanan untuk melindungi data dan infrastruktur digital nasional dari ancaman siber yang semakin kompleks. Telkom menghadirkan Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response sebagai solusi keamanan yang komprehensif.

    Implikasi bagi Ekosistem Digital Nasional

    Melalui Forum Kedaulatan Digital Nasional, Telkom mendorong terbentuknya blueprint dan roadmap kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah, regulator, BUMN, pelaku industri, dan mitra teknologi global. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Telkom dalam memperkuat fondasi cloud, AI, dan cybersecurity nasional guna mendukung terwujudnya kedaulatan digital Indonesia serta pencapaian Visi Digital Indonesia 2030 dan agenda transformasi TLKM 30.

    Bagi pelaku industri dan pengguna layanan digital, forum ini menandai pergeseran penting dari sekadar konsumsi teknologi menjadi pembangunan kapabilitas nasional yang mandiri. Dengan adanya sovereign cloud, AI, dan cybersecurity, data nasional akan lebih terlindungi, kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia meningkat, dan transformasi digital dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

    Forum ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perusahaan nasional dengan mitra global, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan dan memperkuat posisi Indonesia di peta digital global. Bagi para profesional dan penggiat industri teknologi, inisiatif ini membuka peluang pengembangan karir dan bisnis di sektor-sektor strategis yang selama ini didominasi oleh pemain asing.

  • Sistem AI China Prediksi Badai Debu dengan Akurasi Tinggi

    Sistem AI China Prediksi Badai Debu dengan Akurasi Tinggi

    JBNews.id — Masyarakat di Provinsi Gansu, China barat laut, kini jauh lebih siap menghadapi badai debu musim semi berkat sistem prakiraan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memberikan peringatan akurat secara real-time beberapa hari sebelum bencana menerjang.

    Badai debu yang menyelimuti kota-kota dengan kabut kuning, menyebabkan perjalanan tidak nyaman, dan menimbulkan risiko kesehatan kini dapat diantisipasi lebih dini. Warga menerima peringatan yang akurat dan dalam waktu nyata, alih-alih terkejut tanpa persiapan. Langkah pencegahan sederhana seperti mengenakan masker dan menjadwalkan ulang rencana perjalanan secara signifikan memitigasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan kehidupan sehari-hari.

    Terobosan Teknologi AI-GAMFS

    Pergeseran tersebut didorong oleh terobosan teknologi yakni Sistem Prakiraan Aerosol-Meteorologi Global Berbasis Kecerdasan Buatan (AI-driven Global Aerosol-Meteorology Forecasting System/AI-GAMFS). Dikembangkan oleh tim ilmuwan China, model kecerdasan buatan tersebut secara signifikan meningkatkan akurasi dan kecepatan prakiraan polusi debu dan udara.

    Menurut Gui Ke, seorang associate researcher di Akademi Ilmu Meteorologi China (Chinese Academy of Meteorological Sciences/CAMS), model prakiraan tradisional kerap kali menghitung unsur meteorologi secara terpisah dari aerosol — partikel padat mikroskopis atau droplet cair yang tersuspensi di atmosfer, seperti debu, partikel PM2.5, dan asap.

    “Prakiraan aerosol jauh lebih kompleks dan membutuhkan daya komputasi yang lebih besar dibandingkan prakiraan cuaca tradisional. Hal itu mengharuskan sistem untuk secara bersamaan menganalisis berbagai sumber aerosol, transformasi kimia yang kompleks, serta interaksi multiskalanya dengan sistem cuaca,” ujar Gui.

    Cara Kerja dan Keunggulan Sistem AI

    Dia menjelaskan penerapan AI, bagaimanapun, secara dinamis menghubungkan partikel aerosol yang tersuspensi dengan faktor-faktor meteorologi, seperti suhu, kecepatan angin, dan tekanan sebagai kesatuan yang utuh. Pendekatan holistik itu memungkinkan sistem tersebut untuk menyimulasikan evolusi atmosfer dengan presisi yang jauh lebih tinggi sehingga meningkatkan akurasi prakiraan secara signifikan.

    Selain presisi, model AI tersebut menawarkan kecepatan yang tak tertandingi. Prakiraan numerik tradisional mengandalkan kluster superkomputer berukuran sangat besar untuk memecahkan persamaan fisika yang rumit sehingga kerap membutuhkan waktu berjam-jam untuk menjalankan prakiraan cuaca global yang hanya beberapa kali dalam sehari.

    Sebaliknya, sistem berbasis AI tersebut beroperasi menggunakan unit pemrosesan grafis dan dapat menghasilkan prakiraan global hanya dalam 36 detik, lebih dari 100 kali lebih cepat dibandingkan metode tradisional. Teknologi itu telah bergeser dari laboratorium ke penerapan di dunia nyata.

    Menurut Duan Haixia, ahli utama di Institut Meteorologi Arid Lanzhou yang dinaungi Administrasi Meteorologi China (China Meteorological Administration/CMA), institut itu secara akurat memprediksi lebih dari 10 fenomena debu besar di seluruh China utara sejak akhir tahun lalu, memanfaatkan kemampuan model tersebut dalam memberikan prakiraan cuaca lingkungan berpresisi tinggi untuk tiga hingga lima hari ke depan.

    Dampak dan Penerapan Global

    Sistem itu lebih dari sekadar melacak badai; hal tersebut mendukung peringatan kesehatan masyarakat yang dipersonalisasi, seperti memberikan peringatan kepada penderita alergi agar mengenakan masker N95 atau membantu rumah sakit bersiap menghadapi lonjakan kasus penyakit pernapasan.

    Saat ini, AI-GAMFS telah dioperasikan di Pusat Meteorologi Nasional China dan lebih dari 10 departemen meteorologi tingkat provinsi, termasuk departemen meteorologi di Gansu dan Shaanxi. AI-GAMFS juga telah diintegrasikan ke dalam platform awan peringatan dini publik “MAZU” milik CMA, sebuah sistem yang dirancang untuk memberikan peringatan bencana kepada publik.

    Sebagai sistem berbasis sumber terbuka penuh yang sesuai dengan standar internasional, model itu memberikan solusi prakiraan aerosol berbiaya rendah dan berpresisi tinggi bagi negara-negara berkembang dalam skala global. Inovasi ini menunjukkan bagaimana AI dapat mengatasi tantangan lingkungan yang kompleks dengan efisien.

    Ke depannya, sistem AI-GAMFS berpotensi menjadi standar global untuk prakiraan aerosol, terutama di negara-negara berkembang yang membutuhkan solusi hemat biaya. Fitur Terbaru dari sistem ini memungkinkan peringatan yang lebih personal dan tepat sasaran.

    Dengan kemampuan prakiraan yang semakin akurat dan cepat, masyarakat di wilayah rawan badai debu dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal, mengurangi risiko kesehatan, dan menjaga produktivitas sehari-hari. Inovasi ini menjadi bukti nyata bagaimana AI dapat menyelamatkan jiwa dan meningkatkan kualitas hidup.

    Bagi para pengembang teknologi, sistem open-source ini membuka peluang kolaborasi global. Spesifikasi Lengkap dari AI-GAMFS dapat diakses oleh negara-negara yang ingin mengadopsi teknologi serupa. Integrasi dengan platform peringatan dini publik seperti MAZU menunjukkan komitmen China dalam menyebarluaskan manfaat teknologi ini.

    Implikasinya jelas: di masa depan, badai debu tidak lagi menjadi ancaman yang tidak terduga. Dengan AI-GAMFS, masyarakat dapat hidup lebih aman dan siap menghadapi tantangan lingkungan Harga Terbaru dari teknologi ini adalah investasi untuk keselamatan publik.

  • SpaceX IPO Rp27.000 Triliun, Kekayaan Elon Musk Tembus Triliuner

    SpaceX IPO Rp27.000 Triliun, Kekayaan Elon Musk Tembus Triliuner

    JBNews.id — Elon Musk, orang terkaya di dunia, berada di ambang status triliuner setelah perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, mengumumkan rencana IPO besar-besaran dengan valuasi sekitar USD 1,77 triliun atau setara Rp27.000 triliun. Prospektus IPO SpaceX yang dirilis pekan ini mengungkapkan porsi saham Musk di perusahaan tersebut bernilai USD 866,5 miliar di atas kertas, menjadikamnya individu pertama yang mendekati kekayaan triliunan dolar.

    IPO SpaceX dijadwalkan berlangsung minggu depan dengan harga saham USD 135 per lembar. Langkah ini terjadi 16 tahun setelah Musk membawa Tesla melantai di bursa pada 2010. Saat ini, sahamnya di produsen kendaraan listrik tersebut bernilai sekitar USD 355 miliar, ditambah opsi yang dapat menambah lebih dari USD 100 miliar.

    Menurut data Forbes, kekayaan bersih Musk saat ini tercatat di angka USD 826 miliar. Angka tersebut jauh melampaui pendiri Google, Larry Page, yang berada di posisi kedua dengan kekayaan di bawah USD 300 miliar. Jika SpaceX berhasil melantai di Nasdaq pada valuasi yang diharapkan, Musk akan memimpin dua dari delapan perusahaan paling berharga di Amerika Serikat.

    Hak Suara dan Periode Penguncian

    Dalam prospektus IPO, SpaceX menyatakan bahwa hak suara Musk setelah penawaran akan berada di atas 82%. Namun, ia harus mempertahankan seluruh sahamnya selama satu tahun. “Kami percaya bahwa porsi kepemilikan Musk yang substansial di perusahaan kami memberinya insentif ekonomi untuk membantu kami meraih kesuksesan,” tulis SpaceX dalam dokumen tersebut.

    Setelah periode penguncian selama 366 hari, Musk tidak lagi terikat kewajiban untuk mempertahankan porsi kepemilikannya di SpaceX. Ia dapat memutuskan kapan saja untuk menjual seluruh, sebagian besar, atau mengurangi porsi kepemilikannya di perusahaan.

    Kekayaan bersih Musk terus meningkat selama lebih dari satu dekade, diiringi saham Tesla yang mulai melonjak tajam pada 2013. Ia pertama kali menjadi orang terkaya dunia pada 2021, menyalip pendiri Amazon, Jeff Bezos. Namun, saham Tesla sempat anjlok 65% pada 2022, sebelum kembali meroket ke rekor tertinggi baru pada tahun-tahun berikutnya.

    Perbandingan dengan Raksasa Teknologi

    Jika SpaceX melantai di Nasdaq minggu depan pada valuasi yang diharapkan, perusahaan tersebut akan berada di atas Tesla dan Meta dalam jajaran perusahaan bernilai triliunan dolar. Namun dari segi pendapatan, SpaceX jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan-perusahaan berkapitalisasi raksasa tersebut.

    Tahun lalu, SpaceX membukukan penjualan sebesar USD 18,67 miliar. Sebagai perbandingan, Meta mencetak pendapatan lebih dari USD 200 miliar, dan Tesla mencatat penjualan hampir mencapai USD 95 miliar. Perbedaan ini menunjukkan valuasi SpaceX yang sangat tinggi relatif terhadap pendapatannya, mencerminkan harapan besar investor terhadap potensi bisnis antariksa komersial.

    Belakangan ini, sejumlah investor berspekulasi mengenai rencana akhir Musk yang mungkin menggabungkan SpaceX dan Tesla. Langkah ini bertujuan untuk mengonsolidasikan sumber daya kecerdasan buatan (AI) serta merampingkan pencarian modal di masa mendatang. Spekulasi ini muncul seiring dengan meningkatnya fokus Musk pada pengembangan AI di kedua perusahaannya.

    IPO SpaceX diperkirakan menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal AS. Dengan valuasi USD 1,77 triliun, SpaceX akan menjadi perusahaan publik paling berharga yang pernah melantai di bursa. Bagi Musk, pencapaian ini akan mengukuhkan posisinya sebagai individu dengan kekayaan triliunan dolar pertama di dunia.

    Investor dan analis pasar kini menantikan minggu depan, ketika SpaceX resmi memulai perdagangan sahamnya di Nasdaq. Jika berjalan sesuai rencana, IPO ini tidak hanya akan mengubah lanskap industri antariksa, tetapi juga menciptakan sejarah baru dalam daftar orang terkaya dunia.

  • Roster Timnas MLBB Indonesia di ENC 2026 Diungkap

    Roster Timnas MLBB Indonesia di ENC 2026 Diungkap

    JBNews.id — Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi mengumumkan lima atlet yang akan membela tim nasional Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di ajang Esports Nations Cup (ENC) 2026. Komposisi pemain ini merupakan perpaduan dari dua klub esports papan atas Tanah Air, yaitu Alter Ego Esports dan Onic Esports.

    Kelima atlet tersebut adalah Muhammad Wahyudi alias Yazukee, Arifudin Putra alias Arfy, Alexander Buhe alias alekk, Moch Ardianto alias Lutpi, dan Gilang alias Sanz. Mereka akan bertanding di bawah arahan pelatih Kenny “Xepher” Deo. “Di bawah arahan pelatih Kenny “Xepher” Deo, Timnas MLBB Indonesia siap menyatukan strategi, skill, pengalaman, dan semangat juang mereka untuk memberikan performa terbaik serta mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional,” tulis akun Instagram Timnas Esports khusus ENC 2026.

    Dari segi komposisi, tiga pemain berasal dari Alter Ego Esports, yaitu Yazukee, Arfy, dan alekk. Sementara dua pemain lainnya, Lutpi dan Sanz, berasal dari Onic Esports, tim yang saat ini mendominasi MPL ID Season 17. Kombinasi ini diharapkan mampu menghasilkan sinergi yang kuat di turnamen bergengsi tersebut.

    Kompetisi Mobile Legends di ENC 2026 akan berlangsung selama tujuh hari, dari 23 hingga 29 November 2026. Turnamen diawali dengan babak Group Stage, dilanjutkan ke babak Playoff dengan sistem gugur, dan berpuncak pada Grand Final.

    Pada babak Group Stage, total 32 tim peserta dibagi ke dalam empat grup yang masing-masing terdiri dari delapan tim. Mereka akan bermain dengan format round robin best of 2 (Bo2). Empat tim teratas dari masing-masing grup berhak lolos ke babak Playoff. Di babak ini, aturan main berubah menjadi best of 5 (Bo5), sehingga sebuah tim wajib memenangkan tiga pertandingan (3-0, 3-1, atau 3-2) untuk melaju ke laga selanjutnya. Sementara itu, di Grand Final skema permainannya menjadi best of 7 (Bo7).

    Indonesia berpartisipasi di ENC 2026 sebagai tim undangan, bersama dengan Filipina, Myanmar, Kamboja, Singapura, dan 11 tim lainnya. Status ini didasarkan pada skor yang dimiliki Indonesia, sehingga tidak perlu bertanding di babak kualifikasi yang diselenggarakan pada Agustus 2026. “Total skor suatu negara atau wilayah dihitung dengan menggabungkan poin dari lima pemain teratas yang termasuk dalam daftar pemain yang diajukan. Selain 16 tim yang diundang langsung, 14 tim lainnya akan lolos melalui kualifikasi daring regional, dengan 2 slot terakhir diberikan melalui Wildcard,” jelas pihak penyelenggara ENC.

    Selain Mobile Legends, PB ESI juga telah mengumumkan atlet yang mewakili Indonesia di cabang olahraga esports lainnya seperti Rocket League, Rainbow 6 Siege, Chess, dan DOTA 2. Untuk DOTA 2, Indonesia akan diperkuat nama-nama seperti Rafli Fathur Rahman alias Mikoto dan Matthew Filemon alias Whitemon.

    Komposisi Pemain dan Pelatih

    Berikut adalah daftar lengkap atlet yang akan membela Indonesia di ENC 2026:

    • Rocket League: Louis Christian Thamrun alias LCT, Dika Utama alias ripoopi, Muhammad Athar Arrayyan alias Awkwavy, Maarten Van Zee alias Oscillon (pelatih).
    • R6 Siege: Richard Nixon alias Rixx, Razaan Adiprakasa alias Ape, Mochamad Raihan Tania alias Elang, Aldi Firmansyah (Hovenherst), Reinaldo Gilbert alias Tolji, Ilham Surya alias Sunan, Farhan Adinepa alias Griv, Guilherme Alf alias Gohan (pelatih).
    • Chess: Yoseph Theolifus Taher.
    • DOTA 2: Musthofa Pamungkas alias Jikroy, Abdala Afemi alias dalul, Saieful Ilham alias Fbz, Rafli Fathur Rahman alias Mikoto, Matthew Filemon alias Whitemon, Noel Pinot Rando Lafduti Malau alias Pota2, Tri Kuncoro alias Jhocam, dan Yukatheo Glen Widjaja alias you_K.

    Dengan pengumuman ini, publik esports Indonesia menantikan performa terbaik dari para atlet di ajang ENC 2026.

  • Telkom Luncurkan AIcosystem, Garap Peluang AI Industri

    Telkom Luncurkan AIcosystem, Garap Peluang AI Industri

    JBNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi meluncurkan AIcosystem, sebuah ekosistem AI terpadu untuk mendukung pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor industri dan masyarakat. Langkah ini menegaskan posisi Telkom sebagai Indonesia’s End-to-End AI Ecosystem Enabler.

    Peluncuran dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni (UKP Muda Seni) Raffi Ahmad, di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Acara bertajuk ‘Beyond Innovation, Impact for the Nation’ ini dihadiri oleh talenta digital muda TelkomGroup dan awak media.

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan AIcosystem dihadirkan sebagai fondasi transformasi digital yang memberikan nilai nyata bagi Indonesia. Menurutnya, TelkomGroup berperan sebagai kolaborator dan jembatan bagi lapisan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan AI pada aktivitas bisnis maupun keseharian.

    “AI bukan hanya perkembangan teknologi masa kini, melainkan fondasi baru transformasi digital yang perlu dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

    Menghimpun Portofolio AI TelkomGroup

    AIcosystem dirancang sebagai ekosistem AI yang mengorkestrasi berbagai kapabilitas TelkomGroup. Pengembangan AI yang selama ini dilakukan oleh masing-masing Operating Company (OpCo) kini dapat terhubung dan bergerak lebih sinergis guna menghadirkan inovasi yang scalable bagi kebutuhan korporasi, pemerintah, maupun masyarakat.

    Ekosistem ini menghimpun portofolio AI TelkomGroup, mulai dari Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, dan AI Digiserve, hingga Telkom University. Sebagai salah satu penggerak AIcosystem, Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) memainkan peran strategis melalui lima pilar utama, yakni AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.

    Melalui lima pilar tersebut, AI CoE mendorong pengembangan AI secara komprehensif dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan talenta hingga implementasi solusi. AI Campus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset AI, sementara AI Playground membuka ruang eksplorasi serta pemanfaatan AI bagi developer maupun komunitas.

    AI Connect mempertemukan kampus, industri, komunitas, dan Telkom dalam ekosistem kolaboratif, sedangkan AI Hub mempercepat transformasi ide dan eksperimen menjadi solusi yang siap digunakan. Pada saat yang sama, AI Native mendorong penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup agar semakin cepat, cerdas, dan efisien.

    AIcosystem Dibangun dengan Pendekatan Fullstack

    Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa yang membedakan AIcosystem dari berbagai inisiatif AI lainnya adalah pendekatan fullstack AI yang dibangun dan dikembangkan secara end-to-end.

    “AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform. Pendekatan ini memungkinkan solusi yang lebih aman dengan security yang berlapis, scalable, dan relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia. TelkomGroup siap mendukung seluruh adopsi dan kebutuhan solusi AI ke depan,” jelas Faizal.

    Pendekatan fullstack tersebut mencakup tiga lapisan utama, yakni AI Infrastructure, AI Models & Platforms, serta AI Solutions & Applications. Pada sisi AI Infrastructure, Telkom menghadirkan dukungan data center, GPU, CPU, dan memory sebagai fondasi komputasi AI. Sementara pada AI Models & Platforms, Telkom mengembangkan AI platform, big data platform, data aggregator, hingga Large Language Model (LLM) yang mencakup Bahasa Indonesia.

    Adapun pada AI Solutions & Applications, AI TelkomGroup telah menghadirkan berbagai aplikasi dan use case yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri dan layanan publik. Hal tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis digital Telkom seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi AI yang semakin cerdas dan berbasis data.

    Berbeda dengan AI yang umumnya digunakan secara individual, solusi AI TelkomGroup dikembangkan untuk fokus mendukung kebutuhan enterprise. Dengan mengutamakan data private, tata kelola dan keamanan, serta integrasi sistem bisnis, solusi AI TelkomGroup mampu menghasilkan insight dan keputusan yang lebih strategis berbasis real data serta menjamin proses asesmen keamanan sesuai standar perusahaan.

    Solusi AI TelkomGroup di Berbagai Sektor

    Solusi AI TelkomGroup hingga saat ini telah dimanfaatkan di berbagai sektor strategis, antara lain pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur. Sejumlah institusi dan perusahaan besar telah menggunakan solusi AI TelkomGroup dalam operasional mereka.

    Berbagai implementasi tersebut mencakup pemanfaatan AI untuk pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, hingga infrastructure planning berbasis AI. Dalam sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom juga turut memanfaatkan AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai secara lebih cepat dan konsisten.

    Selain menghadirkan solusi yang telah terbukti implementatif, AIcosystem dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan konteks Indonesia. Dukungan terhadap Large Language Model (LLM) Bahasa Indonesia, penguatan keamanan data, serta pemanfaatan infrastruktur yang dibangun dan dioperasikan di dalam negeri mencerminkan komitmen Telkom dalam mendukung transformasi digital sekaligus memperkuat kedaulatan AI dan kedaulatan digital nasional.

    Bagi Telkom, pengembangan AI tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi semata, tetapi juga memastikan AI mampu memahami bahasa, kebutuhan, dan dinamika kultur Indonesia secara lebih relevan. Pendekatan tersebut menjadi fondasi penting agar inovasi dan nilai ekonomi digital dari pengembangan AI dapat tumbuh di dalam negeri serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi berbagai sektor.

    Dari perspektif generasi muda dan pekerja kreatif, UKP Muda Seni Raffi Ahmad melihat bahwa perkembangan AI membuka peluang yang luas untuk belajar, berinovasi, dan memperluas kolaborasi.

    “Generasi muda adalah kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi, termasuk AI. Yang penting bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana memanfaatkannya secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab,” jelas Raffi.

    “Kehadiran AIcosystem yang dikembangkan TelkomGroup menjadi bukti bahwa Indonesia bukan hanya sebagai pengguna, namun pencipta AI. Dengan ini, AIcosystem Telkom akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar anak muda Indonesia dapat belajar, berkreasi, dan menciptakan inovasi yang berdampak bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.

    Melalui AIcosystem, Telkom menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran AI sebagai penggerak transformasi digital yang mampu memberikan solusi komprehensif, meningkatkan produktivitas serta mendorong nilai tambah yang berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.

  • Xiaomi 17T Pro: Spesifikasi dan Harga Smartphone Flagship Terbaru

    Xiaomi 17T Pro: Spesifikasi dan Harga Smartphone Flagship Terbaru

    JBNews.id — Xiaomi resmi meluncurkan Xiaomi 17T Pro di Indonesia pada Juni 2026, sebuah flagship yang menetapkan standar baru untuk mobile imaging dengan fokus pada kemampuan telephoto dan integrasi ekosistem lintas merek. Ponsel ini hadir dengan julukan “The Telephoto Master” dan dibanderol mulai Rp 11.999.000 untuk varian 12/256GB serta Rp 12.999.000 untuk varian 12/512GB.

    Kehadiran Xiaomi 17T Pro menjawab kebutuhan pengguna akan kamera telephoto berkualitas tinggi di segmen flagship. Dengan dukungan #LeicaLiveMoments, perangkat ini mampu menangkap detail dan keindahan sinematik langsung dari smartphone. Hal ini menjadi nilai jual utama yang membedakannya dari kompetitor di kelas harga yang sama.

    Spesifikasi Unggulan Xiaomi 17T Pro

    Dari sisi layar, Xiaomi 17T Pro mengusung panel AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K (2.772 x 1.280 piksel). Layar ini mendukung refresh rate 144Hz, kecerahan puncak 3.500 nits, serta teknologi HDR10+ dan Dolby Vision. Fitur Wet Touch 2.0 memungkinkan pengoperasian layar dalam kondisi basah, sementara Corning Gorilla Glass 7i melindungi dari goresan.

    Performa ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 9500, yang dipadukan dengan RAM 12GB dan dua opsi penyimpanan: 256GB atau 512GB. Baterai berkapasitas 7.000 mAh menjadi salah satu yang terbesar di kelasnya, didukung pengisian cepat HyperCharge 100W via kabel dan 50W secara nirkabel.

    Kamera: Telephoto sebagai Bintang Utama

    Xiaomi 17T Pro membawa konfigurasi tiga kamera belakang. Kamera utama 50MP menggunakan sensor Light Fusion 950, kamera telephoto 50MP dengan optical zoom 5X, dan kamera ultrawide 12MP. Semua lensa menggunakan optik Leica Summilux dengan desain Leica UltraPure Optical Design. Kamera depannya beresolusi 32MP.

    Fitur Leica Live Moment menjadi andalan, memungkinkan pengguna menangkap momen sinematik dengan kualitas gambar yang kaya detail. Kombinasi ini menjadikan Xiaomi 17T Pro sebagai pilihan utama bagi penggemar fotografi mobile yang mengutamakan fleksibilitas zoom optik.

    Xiaomi 17T Pro

    Fitur Ekosistem dan Konektivitas

    Salah satu fitur yang paling menarik adalah dukungan AirDrop via QuickShare ke iPhone. Ini memungkinkan transfer file antar perangkat Android dan iOS menjadi lebih mudah tanpa aplikasi pihak ketiga. Xiaomi 17T Pro juga menjalankan HyperOS 3 dengan integrasi Xiaomi HyperAI.

    Fitur kecerdasan buatan mencakup AI Writing, AI Speech Recognition, AI Interpreter, AI Dynamic Wallpaper, Circle to Search, dan Google Gemini. Ada pula AI Creativity Assistant yang terdiri dari AI Audio, AI Cutout, AI Beautify, AI Erase Pro, dan AI Image Expansion.

    Dari sisi konektivitas, ponsel ini mendukung Dual SIM, 5G, LTE, WiFi 7, WiFi Direct, Bluetooth 6.0, NFC, dan memiliki sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap air dan debu. Bobot perangkat mencapai 219 gram dengan pilihan warna Black, Deep Violet, dan Deep Blue.

    Harga dan Ketersediaan

    Xiaomi 17T Pro dijual di Indonesia dengan dua varian harga. Varian 12GB/256GB dibanderol Rp 11.999.000, sementara varian 12GB/512GB seharga Rp 12.999.000. Dengan spesifikasi yang ditawarkan, harga ini menempatkannya di segmen flagship premium yang kompetitif.

    Peluncuran seri Xiaomi 17T di Indonesia terjadi pada 2 Juni 2026, setelah pengumuman global sebelumnya. Perangkat ini menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk memperkuat posisinya di pasar smartphone kelas atas dengan fokus pada inovasi kamera dan ekosistem.

    Logo Label Gadget of The Month

    Implikasi bagi Konsumen

    Bagi pengguna yang mencari smartphone dengan kemampuan fotografi telephoto terbaik di kelasnya, Xiaomi 17T Pro menawarkan kombinasi langka: optik Leica, zoom optik 5X, dan baterai 7.000 mAh. Dukungan AirDrop ke iPhone juga menjadi nilai tambah bagi mereka yang memiliki perangkat dari ekosistem berbeda.

    Dengan harga Rp 12-13 jutaan, Xiaomi 17T Pro bersaing langsung dengan flagship lain yang menawarkan fitur serupa. Namun, kapasitas baterai yang besar dan fitur AI yang lengkap bisa menjadi faktor pembeda utama. Konsumen perlu mempertimbangkan prioritas mereka antara kualitas kamera, daya tahan baterai, dan integrasi ekosistem saat memilih smartphone di segmen ini.

    Unboxing Xiaomi 17T Pro, Makin Menggoda dengan Baterai Besar

  • Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas Data Center NeutraDC di Batam

    Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas Data Center NeutraDC di Batam

    JBNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, NeutraDC, mempercepat ekspansi kapasitas data center di Batam setelah seluruh kapasitas gedung pertama (BTM-1) habis terisi oleh mitra strategis global. Langkah ini diambil untuk menjawab lonjakan permintaan layanan digital di kawasan SIJORI (Singapura, Johor, Riau).

    Gedung pertama data center NeutraDC Nxera Batam yang dijadwalkan beroperasi tahun ini telah berhasil memperoleh partner untuk seluruh kapasitasnya. Salah satu mitra strategis yang telah mengamankan kapasitas adalah Gorilla Technology, perusahaan global penyedia solusi AI, keamanan, dan analitik data yang berkantor pusat di London, Inggris.

    Tingginya permintaan pasar tersebut mendorong perusahaan untuk mulai menyiapkan pengembangan gedung kedua, BTM-2. Langkah ini dilakukan guna menambah kapasitas dan menjawab kebutuhan data center yang terus berkembang di kawasan strategis tersebut.

    Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya posisi TelkomGroup dalam menjalankan transformasi menuju perusahaan digital infrastructure. Hal ini menjadi salah satu pilar utama strategi TLKM 30.

    “Keberhasilan ini merupakan validasi atas langkah transformasi Telkom untuk membangun portofolio bisnis yang lebih fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang. Seiring meningkatnya kebutuhan cloud, artificial intelligence, dan layanan digital di kawasan Asia Tenggara, kami melihat digital infrastructure akan menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital masa depan,” kata Seno dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

    Seno menambahkan bahwa kepercayaan partner internasional ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih strategis dalam rantai nilai digital regional. Tingginya permintaan pasar terhadap BTM-1 menjadi sinyal positif bagi Telkom untuk melanjutkan pengembangan kapasitas berikutnya melalui BTM-2.

    Batam memiliki posisi yang semakin penting sebagai salah satu gerbang konektivitas digital Indonesia yang menghubungkan pasar domestik dengan ekosistem digital regional. Penguatan kapabilitas data center di Batam tidak hanya mendukung kebutuhan partner saat ini, tetapi juga memperkuat kesiapan Indonesia dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital yang semakin terintegrasi di tingkat kawasan.

    “Melalui pengembangan digital infrastructure yang berkelas dunia, Telkom ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem digital regional. Langkah ini sejalan dengan visi TLKM 30 untuk membangun mesin pertumbuhan baru, memperkuat daya saing nasional, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Seno.

    CEO NeutraDC Group, Andreuw ThAF, menyampaikan keberhasilan mengamankan partner strategis global seperti Gorilla Technology menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam mempercepat pengembangan ekosistem data center berstandar global di Indonesia.

    “Kami sangat antusias menyambut Gorilla Technology dan partner global lainnya di NeutraDC Nxera Batam. Tingginya minat pasar terhadap data center kami di Batam menjadi validasi atas kesiapan infrastruktur, kualitas layanan, dan strategi pengembangan yang kami bangun bersama partner strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi AI di kawasan,” kata Andreuw.

    Pengembangan NeutraDC Nxera Batam tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan industri digital, tetapi juga diharapkan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran data center diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan baru, mendorong pertumbuhan talenta digital lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan, serta memperkuat daya tarik Batam sebagai destinasi investasi teknologi dan digital.

    CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama YM Purba, menambahkan bahwa Batam memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat data digital strategis di kawasan.

    “Batam merupakan lokasi yang sangat potensial dengan dukungan konektivitas internasional yang kuat, kedekatan dengan pusat ekonomi regional, serta lingkungan investasi yang terus berkembang. Kami melihat tingginya kebutuhan kapasitas data center di kawasan SIJORI. Hal ini menjadi dasar bagi rencana pengembangan kapasitas berikutnya di Batam,” kata Indrama.

    Pengembangan NeutraDC Nxera Batam sebesar 100 MW juga dilakukan dengan memerhatikan prinsip keberlanjutan dan efisiensi operasional, sejalan dengan komitmen TelkomGroup dalam menghadirkan infrastruktur digital yang berkelanjutan. Perusahaan terus mengedepankan penerapan teknologi efisien energi, tata kelola operasional berstandar global, serta praktik pengembangan yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

    Seiring dengan meningkatnya kebutuhan artificial intelligence (AI), cloud computing, dan layanan digital di Asia Tenggara, kehadiran NeutraDC Nxera Batam diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai hub digital regional.

    Langkah ekspansi ini juga sejalan dengan strategi portofolio bisnis yang lebih fokus dan kompetitif. Kepercayaan partner global terhadap NeutraDC menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Batam, semakin diperhitungkan sebagai bagian penting dari ekosistem digital regional yang terus berkembang.

  • Intel Arc G-Series Meluncur, Targetkan PC Gaming Handheld

    Intel Arc G-Series Meluncur, Targetkan PC Gaming Handheld

    JBNews.id — Intel resmi meluncurkan lini prosesor Intel Arc G-Series yang dirancang khusus untuk menjadi “otak” dari PC gaming handheld generasi berikutnya. Prosesor ini mengawali debutnya melalui dua varian, yaitu Intel Arc G3 dan Intel Arc G3 Extreme, yang dioptimalkan untuk sistem operasi Windows 11.

    Peluncuran ini dipastikan akan memanaskan persaingan di pasar PC gaming handheld. Intel menjanjikan keseimbangan sempurna antara performa tinggi dan efisiensi daya yang optimal pada lini prosesor terbarunya tersebut.

    Vice President and General Manager PC Product Client Computing Group Intel, Dan Rogers, mengungkapkan bahwa lini prosesor ini adalah hasil inovasi terfokus selama bertahun-tahun untuk para gamer. “Intel Arc G-Series merepresentasikan komitmen mendalam terhadap dunia gaming. Lini prosesor ini menghadirkan performa PC tanpa kompromi langsung di dalam genggaman Anda, dikombinasikan dengan aksesibilitas dan respons instan khas konsol. Kami membuktikan bahwa ketika yang lain terpaksa berkompromi, para gamer tidak harus mengalaminya,” ujar Dan dalam keterangan yang diterima detikINET.

    Dapur Pacu Panther Lake dengan Fabrikasi Intel 18A

    Prosesor Intel Arc G-Series dibangun di atas fondasi arsitektur Intel Core Ultra Series 3, yang sebelumnya dikenal dengan nama sandi Panther Lake. Prosesor ini diproduksi menggunakan teknologi node proses Intel 18A, yang merupakan logic node paling canggih buatan Amerika Serikat saat ini.

    Untuk memastikan komputasi yang presisi dan manajemen daya yang irit baterai, Intel merancang konfigurasi core yang unik untuk perangkat handheld. Konfigurasi tersebut merupakan perpaduan dari 2 P-Core (Performance), 8 E-Core (Efficient), dan 4 LP E-Core (Low-Power Efficient).

    Intel Arc G Series

    Grafis Arc B390 dan Lompatan Teknologi XeSS 3

    Pada sektor pengolah grafis (GPU), seri ini mengandalkan Intel Arc B390 yang dibangun dengan arsitektur Xe3 terbaru. GPU ini sudah mendukung teknologi real-time ray tracing untuk menghasilkan visual yang memukau.

    Nilai jual utamanya terletak pada integrasi teknologi XeSS 3 yang membawa tiga peningkatan grafis utama. Pertama, XeSS Super Resolution yang memanfaatkan AI untuk melakukan upscaling gambar agar performa grafis tetap tinggi di resolusi tajam. Kedua, XeSS Multi-Frame Generation yang menyisipkan beberapa frame tambahan sekaligus untuk menciptakan pergerakan game yang jauh lebih mulus. Ketiga, Xe Low Latency yang terintegrasi langsung dengan mesin game untuk memangkas waktu respons input tombol dari pemain.

    Fitur Khusus untuk Gamer Handheld

    Intel tidak hanya menyajikan perangkat keras, tetapi juga bekerja sama dengan mitra pengembang perangkat lunak untuk menghadirkan fitur esensial. Salah satunya adalah Mode XBOX yang menghadirkan pengalaman antarmuka layar penuh khas konsol pada PC Windows 11. Mode ini sangat dioptimalkan untuk kontroler dan menyatukan seluruh perpustakaan game yang terinstal.

    Fitur lainnya adalah Intel Precompiled Shaders yang mengunduh file shader yang sudah dibuat sebelumnya dari cloud Intel. Fitur ini secara drastis mempercepat waktu loading atau peluncuran game pada judul-judul tertentu.

    Dari segi konektivitas, prosesor ini mendukung standar nirkabel mutakhir Wi-Fi 7 R2 dan Bluetooth 6 ganda. Terdapat pula dukungan Intel Thunderbolt 4 (Thunderbolt Share) dengan bandwidth hingga 40 Gbps yang memudahkan transfer file game berukuran raksasa atau penyambungan ke monitor eksternal.

    Dalam konteks industri yang lebih luas, peluncuran ini juga menarik perhatian mengingat spekulasi akuisisi Intel oleh Elon Musk yang sempat menjadi perbincangan hangat. Sementara itu, persaingan di segmen prosesor untuk perangkat AI juga semakin ketat dengan hadirnya tiga generasi RTX Spark dari Nvidia.

    Jadwal Rilis dan Ketersediaan

    Intel dan para mitra OEM (Original Equipment Manufacturer) akan membeberkan detail lebih lanjut mengenai Intel Arc G3 pada ajang Computex 2026. Bagi para gamer yang sudah tidak sabar, perangkat handheld bertenaga Intel Arc G-Series dijadwalkan akan mulai meluncur ke pasaran pada Juni 2026.

    Beberapa jajaran perangkat perdana yang dipastikan akan menggunakan prosesor ini antara lain Acer Predator Atlas 8, MSI Claw 8 EX AI+, dan OneXPlayer. Kehadiran perangkat-perangkat ini menandai dimulainya era baru bagi PC gaming handheld yang selama ini didominasi oleh prosesor dari kompetitor.

    Dengan kombinasi arsitektur Panther Lake, fabrikasi Intel 18A, dan grafis Arc B390 yang didukung XeSS 3, Intel Arc G-Series berpotensi menjadi standar baru di pasar PC gaming handheld. Para gamer kini memiliki opsi yang menjanjikan keseimbangan performa dan efisiensi daya tanpa harus berkompromi pada kualitas gaming.

    Implikasinya bagi pembaca, terutama para penggemar game handheld, adalah hadirnya pilihan baru yang lebih kompetitif di pasar. Dengan harga yang diperkirakan kompetitif, perangkat berbasis Intel Arc G-Series bisa menjadi alternatif menarik bagi mereka yang menginginkan performa PC dalam genggaman.

  • Indonesia-Prancis Perkuat Kemitraan Riset dan Pendidikan Tinggi

    Indonesia-Prancis Perkuat Kemitraan Riset dan Pendidikan Tinggi

    JBNews.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Prancis membuka peluang kemitraan di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis untuk menemui Presiden Emmanuel Macron pada akhir Mei lalu, yang menghasilkan komitmen meningkatkan kolaborasi penelitian, memperluas mobilitas akademik, serta memperkuat kemitraan antar-lembaga pendidikan tinggi dan penelitian.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyambut baik semakin eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Prancis, khususnya dalam pengembangan riset yang berorientasi pada solusi dan dampak bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa biodiversitas dan sumber daya mineral Indonesia merupakan keunggulan strategis yang dapat dikombinasikan dengan kekuatan teknologi dan kapasitas riset Prancis.

    “Biodiversitas dan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia merupakan keunggulan strategis yang dapat dikombinasikan dengan kekuatan teknologi dan kapasitas riset yang dimiliki Prancis. Kolaborasi ini akan membuka peluang lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat menghasilkan riset berkualitas, sekaligus mendukung hilirisasi hasil penelitian ke sektor industri,” kata Mendiktisaintek Brian.

    Kemitraan ini menjadi angin segar bagi ekosistem riset nasional. Dengan menggabungkan kekuatan sumber daya alam Indonesia dan keunggulan teknologi Prancis, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi kedua negara. Fokus utama kerja sama ini adalah riset yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar publikasi akademik.

    Mobilitas Akademik dan Visiting Professor

    Mendiktisaintek juga mendorong peningkatan program mobilitas akademik antara kedua negara. Ia membuka peluang bagi lebih banyak profesor dan peneliti internasional, khususnya dari Prancis, untuk mengajar dan melakukan riset bersama di perguruan tinggi Indonesia. Program ini bertujuan membangun jejaring kolaborasi yang lebih kuat dan memperkaya kualitas pendidikan tinggi nasional.

    “Kami membuka peluang yang lebih luas bagi profesor dan peneliti dari Prancis untuk menjadi visiting professor di perguruan tinggi Indonesia. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional sangat penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas riset nasional,” ujar Mendiktisaintek Brian.

    Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing global perguruan tinggi Indonesia. Kehadiran profesor tamu dari Prancis diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan, memperkenalkan metodologi riset terkini, serta membuka akses bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia ke jaringan riset internasional yang lebih luas. Inisiatif seperti ini juga dapat menjadi katalis bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di dalam negeri.

    Komitmen Prancis dan Kolaborasi Riset Strategis

    Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menegaskan bahwa pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik menjadi prioritas utama dalam kemitraan strategis Indonesia dan Prancis. Ia menekankan pentingnya menerjemahkan komitmen yang telah dibangun oleh kedua kepala negara ke dalam program-program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

    “Prancis terus mendorong perluasan kerja sama penelitian dengan Indonesia, termasuk melalui keterlibatan berbagai lembaga penelitian Prancis dan pengembangan kolaborasi pada bidang-bidang strategis yang menjadi kepentingan bersama kedua negara,” kata Dubes Penone.

    Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Valérie Verdier menyampaikan bahwa selama lima dekade IRD telah menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia. Beberapa perguruan tinggi yang telah menjadi mitra kerja sama IRD antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan IPB University, serta berbagai institusi akademik dan penelitian lainnya.

    Kolaborasi tersebut mencakup berbagai bidang strategis seperti geosains dan mitigasi risiko bencana, kelautan dan maritim, biodiversitas, konservasi lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berharap peluang penelitian bersama, mobilitas akademik, pertukaran peneliti, serta pengembangan program-program kolaboratif yang didukung dapat diperluas melalui mekanisme pendanaan bersama sesuai prioritas kedua negara.

    Bidang Masa Depan: AI, Teknologi Kuantum, dan Antariksa

    Selain melanjutkan kerja sama yang telah berjalan, kedua pihak juga membahas peluang pengembangan kolaborasi pada berbagai bidang strategis masa depan. Bidang-bidang tersebut mencakup kecerdasan artifisial (AI), teknologi kuantum, teknologi antariksa, teknologi nuklir, serta berbagai bidang strategis lain yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.

    Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berfokus pada kerja sama riset tradisional, tetapi juga ingin terlibat aktif dalam pengembangan teknologi mutakhir. Kemitraan dengan Prancis di bidang AI dan teknologi kuantum, misalnya, dapat membuka akses bagi peneliti Indonesia untuk terlibat dalam proyek-proyek riset global yang berdampak besar. Sementara itu, kolaborasi di bidang teknologi antariksa dan nuklir dapat memperkuat kapasitas nasional di sektor-sektor yang sangat strategis.

    Dalam konteks ini, kolaborasi riset yang kuat menjadi fondasi penting. Tanpa riset yang mendalam dan berkualitas, Indonesia akan kesulitan untuk bersaing dalam pengembangan teknologi masa depan. Oleh karena itu, kemitraan dengan negara maju seperti Prancis menjadi langkah strategis untuk mempercepat penguasaan teknologi dan inovasi di dalam negeri.

    Implikasi bagi Dunia Pendidikan dan Industri

    Bagi perguruan tinggi di Indonesia, kemitraan ini membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas riset dan pendidikan. Akses ke jaringan riset internasional, kesempatan untuk mengirimkan mahasiswa dan peneliti ke Prancis, serta kehadiran profesor tamu dari Prancis dapat memperkaya pengalaman akademik dan memperkuat kapasitas riset nasional.

    Bagi sektor industri, hilirisasi hasil penelitian yang menjadi salah satu fokus kerja sama ini dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru yang siap diterapkan di pasar. Kolaborasi antara dunia akademik dan industri melalui riset terapan dapat mempercepat proses komersialisasi temuan-temuan riset, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata.

    Bagi masyarakat luas, kemitraan ini pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan, mulai dari mitigasi bencana, konservasi lingkungan, hingga pengembangan teknologi energi terbarukan. Dengan kata lain, “so what”-nya dari kolaborasi ini adalah potensi peningkatan kualitas hidup dan daya saing bangsa di kancah global.

    Kemitraan riset antara Indonesia dan Prancis ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi dan sains menjadi pilar utama dalam pembangunan nasional. Dengan komitmen yang kuat dari kedua negara, diharapkan program-program konkret dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh pemangku kepentingan.