Telkom Pertemukan Regulator dan Industri Bangun Kedaulatan Digital

Forum Kedaulatan Digital Nasional Telkom di Telkom Landmark Tower Jakarta

JBNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Forum Kedaulatan Digital Nasional yang mempertemukan regulator, BUMN strategis, pelanggan enterprise, dan mitra teknologi global. Forum bertajuk ‘Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat’ ini digelar di Telkom Landmark Tower, Jakarta, sebagai langkah konkret memperkuat fondasi cloud, AI, dan keamanan siber nasional.

Kehadiran Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) dalam forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk membangun fondasi digital nasional yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital sekaligus menjaga kepentingan strategis Indonesia di era transformasi digital.

Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas ekosistem untuk menyelaraskan arah pembangunan cloud, AI, dan keamanan siber dengan kebutuhan nasional. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana menekankan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan penyedia teknologi dalam memastikan transformasi digital nasional berlangsung secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

“Penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional, meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia, serta memastikan transformasi digital nasional dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Sonny dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Forum Kedaulatan Digital Nasional bertajuk Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Lanjutan Deklarasi Kebangkitan Kedaulatan Teknologi

Forum Kedaulatan Digital Nasional merupakan kelanjutan dari deklarasi ‘Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia’ yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026. Jika deklarasi tersebut menegaskan visi bersama mengenai pentingnya kedaulatan teknologi nasional, maka forum ini menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam blueprint dan roadmap implementasi yang lebih terukur.

Forum ini mengangkat tiga pilar utama, yaitu Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity. Ketiga pilar tersebut menjadi kerangka kolaborasi untuk memastikan Indonesia memiliki kapasitas komputasi, kapabilitas AI, dan sistem keamanan digital yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di dalam negeri.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan kedaulatan digital kini telah menjadi kebutuhan strategis nasional yang membutuhkan sinergi lintas sektor dan lintas ekosistem.

“Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan. Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri,” ujar Seno.

Seno menambahkan melalui transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai service enabler untuk membangun fondasi digital nasional yang lebih resilien, aman, dan mandiri. Sejalan dengan itu, Telkom juga terus memperkuat inisiatif seperti AIcosystem yang dirancang untuk menggarap peluang AI di sektor industri.

Inisiatif AdyaCakra dan Keterlibatan Mitra Global

Sebagai bagian dari forum tersebut, Telkom juga memperkuat inisiatif AdyaCakra, sebuah sovereign digital stack yang mengintegrasikan kapabilitas nasional dengan teknologi global terbaik untuk mendukung kebutuhan pemerintah, BUMN, dan sektor industri strategis. AdyaCakra mencakup kapabilitas Sovereign Cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure; Sovereign AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox; serta Sovereign Cybersecurity melalui Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response.

Dalam kesempatan yang sama, delapan global technology partners turut berpartisipasi dalam diskusi strategis dan penandatanganan Intentional Collaboration sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendukung pengembangan ekosistem digital yang aman, resilien, dan berdaulat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, serta adopsi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Pilar Sovereign Cloud menjadi fondasi utama dengan infrastruktur data center yang dikelola secara mandiri. Telkom telah mempercepat ekspansi kapasitas NeutraDC di Batam untuk memenuhi kebutuhan komputasi nasional yang terus meningkat.

Sementara itu, pilar Sovereign AI berfokus pada pengembangan kecerdasan artifisial yang sesuai dengan nilai-nilai dan kepentingan nasional. Inisiatif ini sejalan dengan upaya Telkom melalui AIcosystem yang menjadi mesin baru transformasi digital Indonesia. AIcosystem bukan sekadar mengikuti tren AI, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun kapabilitas AI nasional yang berdaulat.

Pilar Sovereign Cybersecurity menjadi lapisan pertahanan untuk melindungi data dan infrastruktur digital nasional dari ancaman siber yang semakin kompleks. Telkom menghadirkan Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response sebagai solusi keamanan yang komprehensif.

Implikasi bagi Ekosistem Digital Nasional

Melalui Forum Kedaulatan Digital Nasional, Telkom mendorong terbentuknya blueprint dan roadmap kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah, regulator, BUMN, pelaku industri, dan mitra teknologi global. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Telkom dalam memperkuat fondasi cloud, AI, dan cybersecurity nasional guna mendukung terwujudnya kedaulatan digital Indonesia serta pencapaian Visi Digital Indonesia 2030 dan agenda transformasi TLKM 30.

Bagi pelaku industri dan pengguna layanan digital, forum ini menandai pergeseran penting dari sekadar konsumsi teknologi menjadi pembangunan kapabilitas nasional yang mandiri. Dengan adanya sovereign cloud, AI, dan cybersecurity, data nasional akan lebih terlindungi, kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia meningkat, dan transformasi digital dapat berjalan secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Forum ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perusahaan nasional dengan mitra global, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan dan memperkuat posisi Indonesia di peta digital global. Bagi para profesional dan penggiat industri teknologi, inisiatif ini membuka peluang pengembangan karir dan bisnis di sektor-sektor strategis yang selama ini didominasi oleh pemain asing.