JBNews.id — Elon Musk, orang terkaya di dunia, berada di ambang status triliuner setelah perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, mengumumkan rencana IPO besar-besaran dengan valuasi sekitar USD 1,77 triliun atau setara Rp27.000 triliun. Prospektus IPO SpaceX yang dirilis pekan ini mengungkapkan porsi saham Musk di perusahaan tersebut bernilai USD 866,5 miliar di atas kertas, menjadikamnya individu pertama yang mendekati kekayaan triliunan dolar.
IPO SpaceX dijadwalkan berlangsung minggu depan dengan harga saham USD 135 per lembar. Langkah ini terjadi 16 tahun setelah Musk membawa Tesla melantai di bursa pada 2010. Saat ini, sahamnya di produsen kendaraan listrik tersebut bernilai sekitar USD 355 miliar, ditambah opsi yang dapat menambah lebih dari USD 100 miliar.
Menurut data Forbes, kekayaan bersih Musk saat ini tercatat di angka USD 826 miliar. Angka tersebut jauh melampaui pendiri Google, Larry Page, yang berada di posisi kedua dengan kekayaan di bawah USD 300 miliar. Jika SpaceX berhasil melantai di Nasdaq pada valuasi yang diharapkan, Musk akan memimpin dua dari delapan perusahaan paling berharga di Amerika Serikat.
Hak Suara dan Periode Penguncian
Dalam prospektus IPO, SpaceX menyatakan bahwa hak suara Musk setelah penawaran akan berada di atas 82%. Namun, ia harus mempertahankan seluruh sahamnya selama satu tahun. “Kami percaya bahwa porsi kepemilikan Musk yang substansial di perusahaan kami memberinya insentif ekonomi untuk membantu kami meraih kesuksesan,” tulis SpaceX dalam dokumen tersebut.
Setelah periode penguncian selama 366 hari, Musk tidak lagi terikat kewajiban untuk mempertahankan porsi kepemilikannya di SpaceX. Ia dapat memutuskan kapan saja untuk menjual seluruh, sebagian besar, atau mengurangi porsi kepemilikannya di perusahaan.
Kekayaan bersih Musk terus meningkat selama lebih dari satu dekade, diiringi saham Tesla yang mulai melonjak tajam pada 2013. Ia pertama kali menjadi orang terkaya dunia pada 2021, menyalip pendiri Amazon, Jeff Bezos. Namun, saham Tesla sempat anjlok 65% pada 2022, sebelum kembali meroket ke rekor tertinggi baru pada tahun-tahun berikutnya.
Perbandingan dengan Raksasa Teknologi
Jika SpaceX melantai di Nasdaq minggu depan pada valuasi yang diharapkan, perusahaan tersebut akan berada di atas Tesla dan Meta dalam jajaran perusahaan bernilai triliunan dolar. Namun dari segi pendapatan, SpaceX jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan-perusahaan berkapitalisasi raksasa tersebut.
Tahun lalu, SpaceX membukukan penjualan sebesar USD 18,67 miliar. Sebagai perbandingan, Meta mencetak pendapatan lebih dari USD 200 miliar, dan Tesla mencatat penjualan hampir mencapai USD 95 miliar. Perbedaan ini menunjukkan valuasi SpaceX yang sangat tinggi relatif terhadap pendapatannya, mencerminkan harapan besar investor terhadap potensi bisnis antariksa komersial.
Belakangan ini, sejumlah investor berspekulasi mengenai rencana akhir Musk yang mungkin menggabungkan SpaceX dan Tesla. Langkah ini bertujuan untuk mengonsolidasikan sumber daya kecerdasan buatan (AI) serta merampingkan pencarian modal di masa mendatang. Spekulasi ini muncul seiring dengan meningkatnya fokus Musk pada pengembangan AI di kedua perusahaannya.
IPO SpaceX diperkirakan menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal AS. Dengan valuasi USD 1,77 triliun, SpaceX akan menjadi perusahaan publik paling berharga yang pernah melantai di bursa. Bagi Musk, pencapaian ini akan mengukuhkan posisinya sebagai individu dengan kekayaan triliunan dolar pertama di dunia.
Investor dan analis pasar kini menantikan minggu depan, ketika SpaceX resmi memulai perdagangan sahamnya di Nasdaq. Jika berjalan sesuai rencana, IPO ini tidak hanya akan mengubah lanskap industri antariksa, tetapi juga menciptakan sejarah baru dalam daftar orang terkaya dunia.
