Jbnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk merevitalisasi Museum Pajajaran di Kota Bogor. Langkah ini merupakan bagian dari penataan fasilitas seni dan budaya di kawasan tersebut, yang juga mencakup perbaikan infrastruktur pendukung di sekitarnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa program revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kota Bogor. Kirab tersebut melibatkan berbagai unsur budaya dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan sekitarnya.
“Sebagai tindak lanjut ada penataan jalan, trotoar, lampu serta tamannya, agar Pak Wali Kota fokus penataan kelurahan-kelurahan. Nanti namanya Palataran Binokasih,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Bandung, Minggu (31/5), diberitakan Antara.
Dedi menambahkan, penataan lanjutan akan mencakup kawasan yang terhubung dari Museum Pajajaran hingga Lawang Suryakencana, mengikuti rute kirab budaya. Infrastruktur yang akan diperbaiki meliputi jalan, trotoar, lampu penerangan, serta taman agar lingkungan kawasan budaya lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Selain revitalisasi museum, Pemprov Jabar juga akan melakukan penataan infrastruktur pendukung di area sekitar museum. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi Museum Pajajaran sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus menjadi pusat pelestarian budaya Sunda di Kota Bogor.
Adapun Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengapresiasi pelaksanaan kirab yang dinilai sebagai usaha untuk mengagungkan kembali warisan budaya Sunda. “Gubernur telah membawa Mahkota Binokasih mulai dari Sumedang hingga ke Kota Bogor hari ini,” ucapnya.
Kirab budaya menghadirkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake serta melibatkan peserta seni tradisi dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk perwakilan dari Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga menggelar sayembara senilai Rp750 juta bagi siapa pun yang menemukan makam tokoh sejarah Aman Yani, sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya di Jawa Barat.
Baca Juga:
Proyek revitalisasi Museum Pajajaran ini merupakan bagian dari upaya lebih besar Pemprov Jabar dalam menata fasilitas publik dan budaya. Sebagai perbandingan, proyek serupa di kawasan Gedung Sate-Gasibu juga menuai perhatian publik, termasuk proyek senilai Rp15,8 miliar yang memicu aksi kamisan di Bandung.
Dalam konteks yang lebih luas, revitalisasi ini juga sejalan dengan upaya pelestarian budaya yang dilakukan di berbagai daerah. Lokakarya budaya dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila di Bandung Barat menjadi contoh lain dari komitmen pemerintah dalam merawat warisan budaya.
Museum Pajajaran sendiri memiliki nilai historis yang penting bagi masyarakat Sunda. Keberadaannya sebagai pusat dokumentasi dan edukasi sejarah diharapkan dapat semakin optimal setelah proses revitalisasi selesai. Pemprov Jabar menargetkan penataan kawasan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Anggaran Rp9 miliar yang disiapkan untuk revitalisasi Museum Pajajaran ini akan digunakan untuk perbaikan fisik bangunan, penataan kawasan, dan pengembangan fasilitas pendukung. Pemerintah berharap, dengan adanya revitalisasi ini, Museum Pajajaran dapat menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Selain itu, penataan kawasan dari Museum Pajajaran hingga Lawang Suryakencana juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi kreatif di sekitar lokasi. Dengan infrastruktur yang lebih baik, para pelaku UMKM dan seniman lokal dapat lebih leluasa mengembangkan usahanya di kawasan tersebut.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang menjadi pemicu revitalisasi ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memperkuat identitas budaya Sunda. Tahun ini, kirab menghadirkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake sebagai simbol kebesaran budaya Sunda yang diarak dari Sumedang hingga Bogor.
Partisipasi dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, serta perwakilan dari Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah, menunjukkan bahwa semangat pelestarian budaya Sunda tidak hanya menjadi perhatian di satu daerah, melainkan juga mendapat dukungan dari berbagai wilayah.
Dengan adanya revitalisasi Museum Pajajaran, diharapkan generasi muda semakin tertarik untuk mempelajari sejarah dan budaya Sunda. Museum ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai ruang interaktif yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan edukatif dan kultural.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Revitalisasi Museum Pajajaran hanyalah salah satu dari sekian banyak program yang telah dan akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi tersebut.










