Category: Jabar

  • Revitalisasi Museum Pajajaran Bogor Habiskan Anggaran Rp9 Miliar

    Revitalisasi Museum Pajajaran Bogor Habiskan Anggaran Rp9 Miliar

    Jbnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk merevitalisasi Museum Pajajaran di Kota Bogor. Langkah ini merupakan bagian dari penataan fasilitas seni dan budaya di kawasan tersebut, yang juga mencakup perbaikan infrastruktur pendukung di sekitarnya.

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa program revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kota Bogor. Kirab tersebut melibatkan berbagai unsur budaya dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan sekitarnya.

    “Sebagai tindak lanjut ada penataan jalan, trotoar, lampu serta tamannya, agar Pak Wali Kota fokus penataan kelurahan-kelurahan. Nanti namanya Palataran Binokasih,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Bandung, Minggu (31/5), diberitakan Antara.

    Dedi menambahkan, penataan lanjutan akan mencakup kawasan yang terhubung dari Museum Pajajaran hingga Lawang Suryakencana, mengikuti rute kirab budaya. Infrastruktur yang akan diperbaiki meliputi jalan, trotoar, lampu penerangan, serta taman agar lingkungan kawasan budaya lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

    Selain revitalisasi museum, Pemprov Jabar juga akan melakukan penataan infrastruktur pendukung di area sekitar museum. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi Museum Pajajaran sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus menjadi pusat pelestarian budaya Sunda di Kota Bogor.

    Adapun Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengapresiasi pelaksanaan kirab yang dinilai sebagai usaha untuk mengagungkan kembali warisan budaya Sunda. “Gubernur telah membawa Mahkota Binokasih mulai dari Sumedang hingga ke Kota Bogor hari ini,” ucapnya.

    Kirab budaya menghadirkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake serta melibatkan peserta seni tradisi dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk perwakilan dari Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah.

    Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga menggelar sayembara senilai Rp750 juta bagi siapa pun yang menemukan makam tokoh sejarah Aman Yani, sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya di Jawa Barat.

    Proyek revitalisasi Museum Pajajaran ini merupakan bagian dari upaya lebih besar Pemprov Jabar dalam menata fasilitas publik dan budaya. Sebagai perbandingan, proyek serupa di kawasan Gedung Sate-Gasibu juga menuai perhatian publik, termasuk proyek senilai Rp15,8 miliar yang memicu aksi kamisan di Bandung.

    Dalam konteks yang lebih luas, revitalisasi ini juga sejalan dengan upaya pelestarian budaya yang dilakukan di berbagai daerah. Lokakarya budaya dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila di Bandung Barat menjadi contoh lain dari komitmen pemerintah dalam merawat warisan budaya.

    Museum Pajajaran sendiri memiliki nilai historis yang penting bagi masyarakat Sunda. Keberadaannya sebagai pusat dokumentasi dan edukasi sejarah diharapkan dapat semakin optimal setelah proses revitalisasi selesai. Pemprov Jabar menargetkan penataan kawasan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

    Anggaran Rp9 miliar yang disiapkan untuk revitalisasi Museum Pajajaran ini akan digunakan untuk perbaikan fisik bangunan, penataan kawasan, dan pengembangan fasilitas pendukung. Pemerintah berharap, dengan adanya revitalisasi ini, Museum Pajajaran dapat menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

    Selain itu, penataan kawasan dari Museum Pajajaran hingga Lawang Suryakencana juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi kreatif di sekitar lokasi. Dengan infrastruktur yang lebih baik, para pelaku UMKM dan seniman lokal dapat lebih leluasa mengembangkan usahanya di kawasan tersebut.

    Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang menjadi pemicu revitalisasi ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memperkuat identitas budaya Sunda. Tahun ini, kirab menghadirkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake sebagai simbol kebesaran budaya Sunda yang diarak dari Sumedang hingga Bogor.

    Partisipasi dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, serta perwakilan dari Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah, menunjukkan bahwa semangat pelestarian budaya Sunda tidak hanya menjadi perhatian di satu daerah, melainkan juga mendapat dukungan dari berbagai wilayah.

    Dengan adanya revitalisasi Museum Pajajaran, diharapkan generasi muda semakin tertarik untuk mempelajari sejarah dan budaya Sunda. Museum ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai ruang interaktif yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan edukatif dan kultural.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Revitalisasi Museum Pajajaran hanyalah salah satu dari sekian banyak program yang telah dan akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi tersebut.

  • Polisi Tetapkan Pelajar 16 Tahun Tersangka Pembunuhan di Dramaga

    Polisi Tetapkan Pelajar 16 Tahun Tersangka Pembunuhan di Dramaga

    Jbnews.id – Polsek Dramaga, Kabupaten Bogor, menetapkan seorang pelajar berinisial RA (16) sebagai tersangka dalam kasus kematian pelajar PS (16) yang ditemukan bersimbah darah di Jalan Lingkar Dramaga pada 17 April 2026. Penetapan ini terjadi setelah lebih dari satu bulan penyelidikan, tepatnya pada Jumat, 29 Mei 2026. Kasus yang awalnya diduga sebagai tawuran antarpelajar ini kini mengarah pada dugaan tindak penganiayaan berat yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa.

    Ilustrasi pembunuhan dengan senjata tajam

    Kapolsek Dramaga Iptu Agripinus Motani Zalukhu mengonfirmasi bahwa tersangka RA merupakan seorang pelajar asal Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga. “Setelah dilakukan rangkaian penyelidikan, pada hari Jumat tanggal 29 Mei 2026 Polsek Dramaga menetapkan saudara RA umur 16 tahun sebagai tersangka,” ujar Agripinus dalam keterangan resminya.

    Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Lingkar Dramaga, tepatnya di wilayah Ciherang Hegar Rasa, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban PS diduga menjadi sasaran serangan menggunakan senjata tajam yang dilakukan tersangka bersama sejumlah pelajar lainnya. Meski demikian, polisi masih mendalami peran masing-masing pelajar yang terlibat dalam insiden tersebut.

    Kasus ini menyita perhatian publik karena melibatkan pelajar di bawah umur dan terjadi di lingkungan yang relatif dekat dengan kawasan pendidikan. Polisi memastikan akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kemungkinan adanya pelaku lain yang turut serta dalam aksi penganiayaan tersebut. Proses hukum terhadap tersangka RA akan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan sistem peradilan pidana anak.

  • Kades Sukabumi Tersangka Gelapkan Dana Proyek Jalan dan PAUD

    Kades Sukabumi Tersangka Gelapkan Dana Proyek Jalan dan PAUD

    Jbnews.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi menetapkan Kepala Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, berinisial SH (45), sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana proyek pembangunan jalan desa dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penetapan status tersangka ini dipicu oleh laporan seorang kontraktor lokal yang mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

    Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Ilham Sapta Permadi, mengungkapkan perkara ini bermula pada awal 2023. Seorang kontraktor berinisial SP (42) ditawari untuk mengerjakan proyek di Desa Karangmekar oleh seseorang berinisial DR. DR disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa setempat. Untuk meyakinkan korban, DR mempertemukan SP langsung dengan SH. Dalam pertemuan tersebut, SH membenarkan adanya proyek dan menjanjikan pekerjaan akan segera dilaksanakan.

    Berbekal keyakinan itu, SP mulai mengerjakan proyek pengaspalan jalan dan renovasi bangunan PAUD pada Juni hingga Juli 2023. Seluruh pekerjaan dibiayai menggunakan modal pribadi korban. Selain biaya pekerjaan fisik, SP juga mengeluarkan dana operasional yang diserahkan secara bertahap kepada pihak yang menawarkan proyek. Namun, setelah pekerjaan selesai, pembayaran yang dijanjikan tidak kunjung diterima.

    Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan kepala desa yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat. Dugaan penggelapan dana proyek pembangunan desa ini juga mengingatkan pada kasus serupa di daerah lain. Sebagai perbandingan, dalam pemberitaan sebelumnya, seorang Guru PNS Divonis 15 Bulan Penjara karena menjual sapi bantuan pemerintah, menunjukkan bahwa penyalahgunaan wewenang dan dana publik masih menjadi masalah serius.

    Modus operandi dalam kasus ini cukup sederhana namun efektif. Pelaku memanfaatkan kepercayaan korban terhadap jabatan kepala desa. Dengan adanya pengakuan langsung dari SH, SP merasa proyek tersebut sah dan aman. Padahal, tidak ada kepastian hukum atau kontrak resmi yang melindungi hak-hak korban. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kontraktor lain untuk selalu memverifikasi legalitas proyek sebelum mengeluarkan dana.

    Polres Sukabumi saat ini masih melakukan pengembangan kasus. Pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain, termasuk DR yang berperan sebagai perantara. Proses hukum terhadap SH akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. SH dijerat dengan pasal penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.

    Dampak dari kasus ini tidak hanya dirasakan oleh korban secara finansial, tetapi juga mencoreng citra pemerintahan desa. Masyarakat Desa Karangmekar tentu kecewa karena pembangunan infrastruktur yang seharusnya dinikmati bersama justru menjadi ajang kejahatan. Proyek jalan desa yang sudah dikerjakan dan renovasi PAUD yang semestinya menjadi fasilitas pendidikan anak-anak kini terkatung-katung status pembayarannya.

    Kasus dugaan penggelapan dana proyek ini menyoroti lemahnya pengawasan dalam pengelolaan dana desa. Proyek-proyek yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) seringkali rawan penyelewengan. Kepala desa sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di tingkat desa memiliki kewenangan besar dalam menentukan alokasi dana dan pemilihan kontraktor. Tanpa pengawasan yang ketat dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat, celah korupsi akan terus terbuka.

    Data dari berbagai lembaga anti korupsi menunjukkan bahwa kasus penyelewengan dana desa masih marak terjadi di berbagai daerah. Mulai dari proyek fiktif, mark up harga, hingga penggelapan dana seperti yang terjadi di Sukabumi ini. Hal ini menunjukkan perlunya reformasi sistem pengelolaan keuangan desa agar lebih transparan dan akuntabel.

    Bagi kontraktor dan masyarakat, kasus ini menjadi pengingat untuk selalu waspada. Jangan mudah tergiur dengan tawaran proyek yang tidak jelas legalitasnya. Pastikan ada dokumen resmi, seperti Surat Perintah Kerja (SPK) atau kontrak yang ditandatangani oleh pihak berwenang. Lakukan verifikasi ke instansi terkait, seperti kecamatan atau dinas pemberdayaan masyarakat desa, untuk memastikan proyek tersebut benar-benar ada dan dianggarkan.

    Polres Sukabumi mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban kasus serupa untuk segera melapor. Kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk penipuan dan penggelapan yang merugikan masyarakat. Proses hukum terhadap SH diharapkan memberikan efek jera dan menjadi contoh bagi aparatur desa lainnya untuk tidak menyalahgunakan wewenang.

    Kasus ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Perlunya penguatan peran pendamping desa dan inspektorat dalam mengawasi setiap tahapan proyek pembangunan desa. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan dana desa dapat benar-benar bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat, bukan malah menjadi sumber masalah hukum.

    Perkembangan kasus ini akan terus dipantau. Masyarakat menanti putusan hukum yang seadil-adilnya bagi tersangka SH dan pemulihan kerugian bagi korban SP. Kepercayaan publik terhadap integritas kepala desa harus dikembalikan melalui proses hukum yang transparan dan tegas.

    Pihak kepolisian masih mendalami peran DR yang disebut sebagai perantara dalam kasus ini. Jika terbukti terlibat, DR juga akan ditetapkan sebagai tersangka. Keterlibatan beberapa pihak dalam kasus ini menunjukkan adanya jaringan yang terstruktur dalam praktik penipuan proyek desa.

    Korban SP berharap kasus ini segera selesai dan kerugiannya dapat dikembalikan. Ia mengaku kapok dan akan lebih berhati-hati dalam menerima tawaran proyek di masa depan. Pengalaman pahit ini menjadi pelajaran berharga baginya bahwa tidak semua tawaran yang menggiurkan berakhir dengan keuntungan.

    Kasus dugaan penggelapan dana proyek jalan dan PAUD di Sukabumi ini menjadi potret buram pengelolaan dana desa di Indonesia. Semoga penegakan hukum yang tegas dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Masyarakat juga harus lebih aktif dalam mengawasi penggunaan dana desa agar benar-benar tepat sasaran.

  • Pajak Hiburan Persib Bandung Tembus Peringkat Ketiga di Kota Bandung

    Pajak Hiburan Persib Bandung Tembus Peringkat Ketiga di Kota Bandung

    Jbnews.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sektor pajak hiburan kini menempati peringkat ketiga penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kota Bandung, didorong oleh tingginya animo suporter Persib Bandung. Data ini menegaskan transformasi klub berjuluk Pangeran Biru menjadi salah satu mesin utama penggerak ekonomi dan pariwisata kota.

    Lonjakan tersebut terjadi seiring dengan pengelolaan ekosistem pertandingan yang semakin profesional oleh manajemen klub. Penjualan tiket secara masif, terutama melalui sistem digital, berimbas langsung pada peningkatan pendapatan daerah. Digitalisasi tiket menjadi faktor kunci yang menutup celah kebocoran pajak, sehingga konversi antusiasme Bobotoh menjadi pendapatan daerah berjalan maksimal dan transparan.

    “Ketika Persib menang, tiket online laku. Pajak hiburan juga tinggi. Sekarang pajak hiburan ada di peringkat ketiga setelah pajak makanan dan pajak hotel,” ungkap Farhan pada Jumat, 29 Mei 2026.

    Dampak ekonomi tidak berhenti di dalam stadion. Sektor usaha mikro, perhotelan, hingga transportasi lokal ikut bergerak setiap kali Persib berlaga. Farhan menambahkan, banyak pihak diuntungkan ketika Persib meraih gelar juara, terutama karena ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata di Kota Bandung otomatis ikut meningkat.

    GBLA Menuju Standar AFC dan Rencana Bandara

    Persib Bandung dipastikan tampil di kompetisi AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/27. Status ini memaksa Kota Bandung untuk segera berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar memenuhi standar internasional. Farhan menyebut kepesertaan ini sebagai momentum emas untuk memperkuat city branding Bandung di mata dunia. Langkah awal adalah merombak total fasilitas pertandingan agar lolos verifikasi Asia. Pemerintah optimistis eksposur global dari kompetisi Asia ini akan memperkuat citra kota. Terlebih lagi, rencana ini berjalan beriringan dengan proyek reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Jika strategi citra kota berhasil dan bandara aktif kembali, Bandung akan memiliki paket komplit untuk menarik investasi dan wisatawan asing. Informasi lebih lanjut mengenai dampak ekonomi dari keikutsertaan Persib di ACL Two dapat disimak pada artikel terkait.

    Siasat Igor Tolic Hadapi Ambisi Raksasa Rival

    Di sisi teknis, mempertahankan takhta Liga Indonesia musim depan diprediksi akan jauh lebih berat. Manajemen Persib dituntut menjaga konsistensi tim di bawah asuhan pelatih baru, Igor Tolic. Tugas utama Tolic adalah meneruskan legasi kesuksesan yang ditinggalkan oleh pelatih sebelumnya, Bojan Hodak.

    Ancaman nyata juga datang dari pergerakan agresif para rival utama. Sejumlah klub besar di Indonesia mulai jor-joran berburu pemain bintang. Berdasarkan informasi yang diterima Wali Kota, Persebaya Surabaya mendapat sokongan penuh dari pemerintah setempat untuk juara demi momentum 100 tahun Kota Surabaya. Di sisi lain, Persija Jakarta juga diprediksi akan tampil habis-habisan menjelang perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-500.

    Meskipun bursa transfer mengetat, Farhan berharap kerangka utama skuad Persib tetap dipertahankan demi menjaga kedekatan antar-pemain. Ia mengingatkan agar manajemen tetap jeli melihat nilai pemasaran dari seorang pemain, berkaca pada kesuksesan mendatangkan Michael Essien di masa lalu. Pemain baru yang direkrut tidak hanya harus piawai mengolah bola, tetapi juga wajib memiliki pengaruh sosial yang kuat demi menjaga keterlibatan emosional para Bobotoh.

    Lompatan pajak hiburan ke posisi tiga besar di Bandung merefleksikan tren industri olahraga modern, di mana klub sepak bola berfungsi sebagai jangkar ekonomi regional (regional economic anchor). Pola ini serupa dengan dampak ekonomi klub-klub Premier League di Inggris terhadap kota-kota sekunder. Data tahun 2025 hingga pertengahan 2026 mengonfirmasi bahwa digitalisasi tiket menjadi faktor penentu utama yang menutup celah kebocoran pajak daerah.

    Untuk memahami lebih dalam tentang fenomena serupa di level nasional, pembaca dapat merujuk pada informasi terkait. Sementara itu, persaingan di kompetisi domestik juga memanas, sebagaimana terlihat dari perkembangan terbaru.

    Implikasi dari tren ini adalah semakin pentingnya peran klub sepak bola sebagai motor ekonomi daerah. Pemerintah Kota Bandung dan manajemen Persib diharapkan terus bersinergi untuk memaksimalkan potensi ini, baik melalui peningkatan infrastruktur stadion maupun pengelolaan ekosistem pertandingan yang transparan dan profesional.

  • Persib Tembus ACL Two, Farhan Sorot Peluang Ekonomi dan Tantangan Stadion

    Persib Tembus ACL Two, Farhan Sorot Peluang Ekonomi dan Tantangan Stadion

    Jbnews.id – Keberhasilan Persib Bandung lolos ke AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/2027 tidak hanya menjadi kebanggaan olahraga, tetapi juga membuka peluang strategis bagi perekonomian Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut ajang antarklub Asia ini dapat mendongkrak sektor pariwisata dan investasi, meski di sisi lain menuntut kesiapan infrastruktur stadion yang memenuhi standar internasional Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

    Menurut Farhan, keikutsertaan Persib di kompetisi Asia memberikan eksposur global bagi Kota Bandung. Pertandingan kandang yang rencananya digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menyedot perhatian publik internasional, memperkuat citra Bandung sebagai destinasi yang tidak hanya dikenal melalui pariwisata dan kuliner, tetapi juga prestasi olahraga. “Kalau kita di AFC berarti Persib akan bermain kandang di Kota Bandung. Ini jadi peluang untuk kita bersama-sama belajar meningkatkan kualitas GBLA agar memenuhi standar internasional atau standar AFC,” kata Farhan.

    Peningkatan kualitas stadion menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Farhan mengakui bahwa pengalaman renovasi Stadion Si Jalak Harupat yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan AFC sebelumnya menunjukkan bahwa proses penyesuaian fasilitas membutuhkan kesiapan teknis dan dukungan berbagai pihak. Namun, ia menilai manfaat yang diperoleh Kota Bandung jauh lebih besar dibanding tantangan yang ada.

    Dampak ekonomi dari ajang ACL Two ini diproyeksikan signifikan. Kedatangan tim-tim Asia beserta suporter mereka berpotensi meningkatkan okupansi hotel, kunjungan wisata, dan transaksi UMKM di Bandung. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis event. Seperti yang dilakukan di daerah lain, dorongan ekonomi daerah melalui berbagai program juga terus digalakkan.

    Farhan menekankan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama. Stadion GBLA harus menjalani serangkaian renovasi untuk memenuhi standar AFC, termasuk kapasitas tempat duduk, kualitas rumput, sistem pencahayaan, ruang ganti pemain, dan fasilitas media. Proses ini membutuhkan koordinasi antara pemerintah kota, pengelola stadion, dan pihak Persib. “Tantangan infrastruktur ini harus kita hadapi bersama. Tapi saya optimistis, dampak positifnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.

    Selain infrastruktur, aspek pariwisata juga menjadi fokus. Bandung yang sudah terkenal sebagai destinasi belanja dan kuliner diharapkan semakin dikenal melalui siaran pertandingan yang ditonton jutaan pasang mata di Asia. Potensi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi baru, terutama di sektor perhotelan dan jasa. Inisiatif serupa juga terlihat di daerah lain, seperti dukungan terhadap ikon wisata yang dapat mendongkrak kunjungan.

    Keikutsertaan Persib di ACL Two juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem sepak bola di Bandung. Dengan standar internasional yang diterapkan, diharapkan pembinaan pemain muda dan kualitas pertandingan di dalam negeri juga ikut meningkat. Pemerintah kota siap mendukung penuh, termasuk dalam hal perizinan dan fasilitas pendukung.

    Wagub Jabar sebelumnya juga menargetkan Persib bisa melaju ke semifinal ACL musim depan. Target ini menunjukkan optimisme tinggi terhadap performa tim di level Asia. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kota diharapkan dapat memotivasi skuad Maung Bandung untuk tampil maksimal.

    Dengan segala persiapan yang dilakukan, Bandung berpeluang menjadi salah satu kota di Indonesia yang sukses memanfaatkan event olahraga internasional sebagai katalis pertumbuhan ekonomi. Tantangan infrastruktur memang nyata, tetapi potensi keuntungan yang ditawarkan jauh lebih menjanjikan.

  • Target Wagub Jabar: Persib Harus ke Semifinal ACL Musim Depan

    Target Wagub Jabar: Persib Harus ke Semifinal ACL Musim Depan

    Jbnews.id – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan secara resmi menargetkan Persib Bandung mampu menembus babak semifinal Liga Champions Asia (ACL) pada musim depan, setelah sukses meraih gelar juara Super League 2025/2026. Target ini menjadi indikator ambisi tim berjuluk Maung Bandung untuk tidak hanya jago kandang di kompetisi domestik.

    Dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Minggu (24/5), Erwan menyatakan bahwa prestasi di level Asia harus menjadi prioritas Persib ke depan. “Saya berharap Persib Bandung bisa bicara lebih baik lagi, bisa berprestasi lebih tinggi lagi. Nanti di Asean, sehingga Persib tidak hanya jago di Liga Indonesia saja. Tahun kemarin sudah cukup bagus tapi minimal kita semifinal di ACL,” tegasnya.

    Pernyataan tersebut muncul di tengah euforia keberhasilan Persib mempertahankan gelar juara Liga Super Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun—sebuah pencapaian yang dijuluki sebagai hat-trick juara. Erwan mengapresiasi konsistensi tim yang dinilainya langka di sepak bola Indonesia. “Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi dengan capaian hat-trick ini,” ujarnya.

    Modal dari Pengalaman Asia

    Erwan menilai pengalaman Persib tampil di kompetisi Asia musim lalu menjadi modal berharga. Meskipun belum merinci capaian spesifik di edisi sebelumnya, ia optimistis tim besutan Bojan Hodak bisa memperbaiki performa. “Pencapaian lima bintang yang diraih Persib menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak banyak klub di Indonesia yang memiliki catatan prestasi serupa,” kata Erwan.

    Target semifinal ACL ini bukan sekadar wacana. Dengan status juara bertahan domestik, Persib memiliki landasan kuat untuk bersaing. Namun, kesenjangan kualitas antara klub Indonesia dan tim elit Asia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Musim lalu, Persib tersingkir di fase grup, sehingga target semifinal berarti lompatan signifikan.

    Apresiasi untuk Pemain dan Bobotoh

    Erwan secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen klub. “Pertama saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, jajaran manajemen PT PBB juga para Bobotoh yang setia mendukung Persib Bandung hingga bisa mempertahankan juara ini tiga kali berturut-turut,” katanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan gelar selama tiga musim berturut-turut tidak terlepas dari kontribusi pemain, pelatih, manajemen, dan dukungan Bobotoh.

    Di luar prestasi di lapangan, Erwan mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan manajemen Persib terkait rencana pembangunan museum Persib di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menurut dia, museum tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mengabadikan sejarah perjalanan dan prestasi Persib sekaligus memperkuat identitas klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

    Rencana museum ini menambah daftar agenda jangka panjang Persib di luar kompetisi. Jika terealisasi, museum ini akan menjadi salah satu dari sedikit museum klub sepak bola di Indonesia, sejajar dengan museum klub-klub besar Eropa yang biasanya menjadi destinasi wisata olahraga.

    Persib saat ini masih dalam masa persiapan untuk musim depan. Jadwal kompetisi ACL 2026/2027 diperkirakan akan dimulai pada September mendatang. Dengan target ambisius dari Wagub Jabar, tekanan kini berada di pundak manajemen dan tim pelatih untuk memenuhi ekspektasi publik sepak bola Jawa Barat.

  • Wakil Ketua DPRD Jabar Apresiasi Wisata Cimanggu Ramah Lingkungan

    Wakil Ketua DPRD Jabar Apresiasi Wisata Cimanggu Ramah Lingkungan

    Jbnews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iswara, memberikan apresiasi terhadap pengembangan kawasan wisata Cimanggu di Kabupaten Bandung. Apresiasi ini didasari oleh komitmen pengelola yang tetap mengedepankan aspek pelestarian lingkungan dalam setiap tahap pembangunannya. Hal ini menjadi sorotan penting mengingat kondisi tutupan hutan di Jawa Barat yang masih di bawah target ideal.

    Menurut Iswara, pembangunan di kawasan wisata tersebut dilakukan dengan konsep ramah lingkungan sehingga tidak mengganggu keberadaan hutan yang menjadi bagian penting ekosistem di wilayah Bandung Selatan. “Yang kami apresiasi, pembangunan ini dilakukan dengan sangat ramah lingkungan. Tidak ada pohon yang ditebang dan tidak ada penjarangan hutan yang dilakukan. Jadi pembangunan ini benar-benar memperhatikan aspek kelestarian lingkungan,” kata Iswara dalam keterangan di Bandung, Minggu.

    Pernyataan ini menggarisbawahi sebuah pendekatan yang langka di tengah maraknya pembangunan infrastruktur pariwisata yang kerap mengorbankan alam. Iswara menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Jawa Barat.

    Krisis Tutupan Hutan di Jawa Barat

    Iswara menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan ramah lingkungan seperti di Cimanggu sangat penting. Hal ini mengingat luas kawasan hutan di Jawa Barat saat ini masih berada di bawah target minimal yang ditetapkan pemerintah pusat. Menurut dia, Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 3,4 juta hektare dengan kawasan hutan sekitar 22,2 persen atau 796 ribu hektare. Angka tersebut masih di bawah ketentuan pemerintah pusat yang mengamanatkan minimal 30 persen wilayah provinsi berupa kawasan hutan.

    Kondisi ini menunjukkan adanya defisit tutupan hutan yang cukup signifikan. Dengan luas hutan yang hanya 22,2 persen dari total wilayah, provinsi ini masih kekurangan sekitar 7,8 persen untuk mencapai target nasional. Konsekuensinya, setiap inisiatif pembangunan yang tidak merusak hutan menjadi sangat bernilai.

    Karena itu, Iswara menilai pengembangan destinasi wisata perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. “Kami menyambut baik pembangunan ini karena menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya.

    Harapan untuk Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan

    Ia berharap pengembangan wisata yang tetap menjaga kawasan hutan seperti di Cimanggu dapat menjadi contoh bagi investor lain dalam mengembangkan potensi pariwisata di Jawa Barat. Menurut Iswara, investasi yang memperhatikan aspek lingkungan akan membantu menjaga daya tarik wisata alam Jawa Barat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

    Model pembangunan seperti ini bisa menjadi preseden bagi proyek-proyek serupa di masa depan. Alih-alih menebang hutan untuk membangun resor atau vila, pengelola Cimanggu justru membuktikan bahwa pembangunan dan konservasi bisa berjalan beriringan. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para pegiat lingkungan dan masyarakat yang bergantung pada jasa ekosistem hutan.

    Lebih jauh, pendekatan ini juga relevan dengan upaya pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah. Di sektor lain, sinergi antar lembaga juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas, seperti yang dilakukan Polda Banten dan BP3MI dalam mencegah TPPO. Semua ini menunjukkan bahwa pembangunan yang bertanggung jawab adalah kunci masa depan yang lebih baik.

    Dengan adanya apresiasi dari DPRD Jabar, diharapkan pengelola wisata Cimanggu terus konsisten menjalankan prinsip ramah lingkungan. Keberhasilan mereka bisa menjadi studi kasus berharga bagi pengembangan pariwisata di daerah lain yang memiliki potensi alam serupa, termasuk di kawasan seperti Sejarah Cipondoh yang juga memiliki nilai ekologis.

  • Program Mata Hati Majalengka Serap 2.009 Tenaga Kerja

    Program Mata Hati Majalengka Serap 2.009 Tenaga Kerja

    Jbnews.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencatat program Masyarakat Cepat Kerja Hadirkan Kebahagiaan Kuatkan Inklusi (Mata Hati) telah menyerap 2.009 tenaga kerja hingga awal Mei 2026. Capaian ini menjadi bukti konkret efektivitas kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri dalam mengatasi pengangguran di wilayah tersebut.

    Bupati Majalengka Eman Suherman mengungkapkan, program yang diluncurkan sejak April 2026 itu merupakan langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan perusahaan di Majalengka. “Program ini menjadi salah satu strategi percepatan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Majalengka,” ujarnya di Majalengka, Selasa.

    Berdasarkan data hingga 4 Mei 2026, pemerintah daerah telah menjalin kemitraan dengan 23 perusahaan. Dari total 2.634 pencari kerja yang mengikuti proses rekrutmen, sebanyak 2.009 orang berhasil terserap bekerja di berbagai sektor. Angka ini menunjukkan tingkat keberhasilan rekrutmen mencapai 76,3 persen.

    Menariknya, tenaga kerja yang terserap didominasi oleh perempuan sebanyak 1.812 orang atau sekitar 90,01 persen dari total pekerja yang diterima. “Capaian tersebut menunjukkan iklim ketenagakerjaan di Majalengka semakin kompetitif dan mampu menarik minat dunia usaha,” kata Eman.

    Selain program Mata Hati, pemerintah daerah juga memperluas akses kerja melalui kegiatan Job Fair 2026 yang digelar di SMKN 1 Majalengka. Acara ini diikuti 20 perusahaan dengan menyediakan 3.536 lowongan pekerjaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan angka pengangguran di daerah.

    Program Mata Hati menjadi salah satu inovasi daerah yang patut diapresiasi. Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan industri, program ini tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pemberdayaan perempuan di Majalengka. Ke depan, diharapkan program serupa dapat direplikasi di daerah lain untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan secara nasional.

    Keberhasilan program Mata Hati juga menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Majalengka. Dengan ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan proses rekrutmen yang terstruktur, daerah ini semakin menarik bagi dunia usaha. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.

    Namun, tantangan tetap ada. Dominasi tenaga kerja perempuan yang mencapai 90 persen menunjukkan perlunya perhatian lebih pada keseimbangan gender di sektor ketenagakerjaan. Meskipun ini bisa dilihat sebagai keberhasilan pemberdayaan perempuan, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa tenaga kerja laki-laki juga memiliki akses yang setara.

    Selain itu, program Job Fair 2026 yang menyediakan 3.536 lowongan menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Majalengka masih tinggi. Pemerintah daerah perlu terus memperkuat kemitraan dengan perusahaan dan memperluas cakupan program pelatihan untuk meningkatkan daya saing pencari kerja. TPT Bandung Barat yang turun tipis menjadi contoh bahwa program serupa bisa efektif jika dijalankan dengan konsisten.

    Dari sisi kebijakan, program Mata Hati juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja melalui program padat karya dan kemitraan dengan industri. Keberhasilan Majalengka bisa menjadi model bagi daerah lain, terutama di Jawa Barat, yang masih menghadapi tantangan pengangguran.

    Eman Suherman menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memonitor dan mengevaluasi program ini. “Kami akan terus berkoordinasi dengan perusahaan dan lembaga terkait untuk memastikan program ini berjalan optimal,” katanya. Langkah ini penting untuk menjaga momentum positif yang telah tercapai.

    Secara keseluruhan, program Mata Hati membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan industri adalah kunci untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan. Dengan data yang transparan dan hasil yang terukur, program ini layak menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin mengadopsi pendekatan serupa.

  • Lokakarya Budaya Sambut Hari Lahir Pancasila di Bandung Barat

    Lokakarya Budaya Sambut Hari Lahir Pancasila di Bandung Barat

    Jbnews.id – Komunitas Iteung Gugat menggelar lokakarya budaya di Pasewakan Warugajati, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026), dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi relasi manusia dengan budaya, alam, dan spiritualitas berbasis kearifan lokal untuk memperkuat nilai kebangsaan dalam keberagaman.

    Acara tersebut dihadiri oleh puluhan pengunjung yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk mendengarkan penjelasan tentang sesaji (sajen) dan mengenakan kain tradisional Sunda. Lokakarya ini dirancang sebagai forum interaktif untuk menggali kembali nilai-nilai luhur budaya lokal yang relevan dengan semangat Pancasila.

    “Kami ingin menghadirkan ruang di mana masyarakat bisa merenungkan kembali hubungan mereka dengan budaya, alam, dan spiritualitas. Ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk memperkuat identitas kebangsaan di tengah keberagaman,” ujar perwakilan komunitas Iteung Gugat dalam sambutannya.

    Refleksi Budaya dan Spiritualitas

    Lokakarya yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu menghadirkan berbagai sesi diskusi dan praktik budaya. Pengunjung diajak untuk memahami makna di balik tradisi sesaji sebagai simbol penghormatan kepada alam dan leluhur. Selain itu, peserta juga belajar tentang filosofi kain tradisional Sunda yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

    Kegiatan ini sejalan dengan upaya pelestarian budaya yang juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Di sisi lain, isu revitalisasi budaya dan infrastruktur publik juga tengah menjadi sorotan di Jawa Barat. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, DPRD Jabar menyoroti revitalisasi Gedung Sate dan Gasibu yang menelan anggaran Rp12 miliar. Upaya ini menunjukkan komitmen untuk menjaga warisan budaya dan sejarah di tengah modernisasi.

    Lokakarya di Lembang ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda. Dengan pendekatan partisipatif, peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap prosesi budaya.

    Memperkuat Nilai Kebangsaan

    Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai dasar bangsa. Komunitas Iteung Gugat memanfaatkan momen ini untuk mengajak masyarakat kembali ke akar budaya sebagai fondasi persatuan.

    Dalam sesi diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara alam, spiritualitas, dan kehidupan sosial. Mereka menekankan bahwa kearifan lokal bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga solusi untuk tantangan kontemporer, termasuk krisis lingkungan dan degradasi moral.

    Sementara itu, isu ketahanan energi dan pemanfaatan sumber daya alam juga menjadi perhatian di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya mengajak warga untuk beralih ke energi alternatif. Dalam upaya mengatasi kenaikan harga elpiji, Dedi Mulyadi mendorong penggunaan biogas sebagai solusi ramah lingkungan dan ekonomis. Langkah ini menunjukkan sinergi antara pelestarian alam dan kebutuhan ekonomi masyarakat.

    Lokakarya budaya di Lembang menjadi salah satu contoh bagaimana komunitas lokal dapat berperan aktif dalam memperkuat ketahanan sosial dan budaya. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar secara rutin untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan.

    Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang mengaku mendapatkan perspektif baru tentang makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Saya jadi lebih paham bahwa Pancasila bukan hanya simbol, tapi harus dihayati melalui budaya dan tindakan nyata,” ujar salah satu peserta asal Bandung.

    Acara ditutup dengan doa bersama dan pertunjukan seni tradisional Sunda. Komunitas Iteung Gugat berencana menggelar kegiatan serupa di lokasi lain di Jawa Barat untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Mereka berharap lokakarya ini dapat menjadi model bagi komunitas lain dalam merayakan Hari Lahir Pancasila dengan cara yang lebih kontekstual dan bermakna.

    Lokakarya budaya ini membuktikan bahwa kearifan lokal masih relevan dan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Dengan pendekatan yang inklusif dan edukatif, kegiatan semacam ini layak didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta.

    Di tengah arus globalisasi, upaya pelestarian budaya seperti ini menjadi penting untuk menjaga identitas bangsa. Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya juga dapat menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan nilai-nilai Pancasila.

  • Ketua Viking Imbau Bobotoh Tertib di Laga Penentu Gelar Juara Persib

    Ketua Viking Imbau Bobotoh Tertib di Laga Penentu Gelar Juara Persib

    Jbnews.id – Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengimbau seluruh Bobotoh untuk menjaga ketertiban saat laga penentu gelar juara Persib Bandung di Super League musim 2025/2026. Pertandingan melawan Persijap Jepara akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026.

    “Kita imbau juga agar tertib tidak boleh turun ke lapangan. Tahun kemarin banyak yang masuk lapangan dan flare (suar) dinyalakan sehingga seremoni jadi kurang sakral karena tertutup asap dan kerumunan,” kata Tobias di Bandung Barat, Kamis.

    Persib Bandung hanya membutuhkan hasil imbang pada laga pamungkas tersebut untuk memastikan gelar juara musim ini. Tim berjuluk Maung Bandung itu kini tinggal selangkah lagi mengamankan trofi Super League 2025/2026.

    “Terlebih, Persib Bandung hanya tinggal selangkah lagi meraih gelar juara Super League 2025/2026. Persib cukup membutuhkan hasil imbang saat menjamu Persijap Jepara di GBLA,” jelasnya.

    Tobias menilai pengalaman perayaan juara musim sebelumnya harus menjadi pembelajaran bersama bagi Bobotoh. Ia mengingatkan agar tidak mengulangi kejadian yang mengganggu jalannya seremoni pengangkatan trofi.

    Menurutnya, saat itu masih banyak suporter yang masuk ke lapangan dan menyalakan suar sehingga mengganggu jalannya perayaan juara. Kondisi ini membuat momen sakral pengangkatan trofi menjadi kurang khidmat.

    Tobias meminta Bobotoh tetap fokus memberikan dukungan penuh sepanjang pertandingan, meski Persib berada di posisi diuntungkan dalam perebutan gelar juara. Ia menegaskan hasil akhir tetap harus diperjuangkan hingga peluit panjang dibunyikan.

    Laga melawan Persijap Jepara menjadi momentum krusial bagi Persib Bandung. Dengan keunggulan poin yang dimiliki, tim asuhan pelatih hanya perlu menjaga konsentrasi penuh selama 90 menit.

    Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Sejarah menunjukkan bahwa tekanan di laga penentu kerap mempengaruhi performa tim. Dukungan penuh dari Bobotoh di stadion menjadi faktor penting untuk menjaga motivasi pemain.

    Sebelumnya, Persib Bandung sempat imbang 0-0 melawan Arema FC, yang membuat perjalanan menuju gelar juara sedikit tertunda. Hasil tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan atas klasemen musim ini.

    Ketertiban suporter menjadi sorotan utama menjelang laga ini. Pengalaman musim lalu menunjukkan bahwa euforia berlebihan justru dapat mengurangi kemeriahan perayaan. Asap dari suar dan kerumunan di lapangan membuat seremoni pengangkatan trofi tidak berjalan maksimal.

    Tobias berharap Bobotoh dapat menjadi contoh suporter yang dewasa dan bertanggung jawab. Dukungan harus diberikan dengan cara yang positif, tanpa mengganggu jalannya pertandingan maupun acara setelahnya.

    Persib Bandung sendiri telah menunjukkan konsistensi sepanjang musim. Meski sempat diimbangi Dewa United, tim tetap mampu menjaga posisi di puncak klasemen. Pertandingan melawan Persijap Jepara menjadi ujian terakhir sebelum gelar resmi diraih.

    Pihak keamanan juga diperkirakan akan memperketat pengawasan di sekitar stadion. Larangan membawa suar dan benda berbahaya lainnya akan ditegakkan secara ketat untuk memastikan keamanan semua pihak.

    Bagi Bobotoh, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah momen bersejarah yang harus dirayakan dengan cara yang bermartabat. Dukungan penuh dari tribun tanpa menginvasi lapangan akan membuat perayaan juara terasa lebih istimewa.

    Persib Bandung sebelumnya juga imbangi Dewa United 2-2 dalam laga sengit beberapa pekan lalu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap pertandingan di Super League selalu penuh kejutan.

    Dengan hanya membutuhkan hasil imbang, Persib berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Namun, dalam sepak bola, tidak ada yang bisa dianggap remeh. Persijap Jepara dipastikan akan memberikan perlawanan sengit untuk mengakhiri musim dengan hasil positif.

    Tobias mengingatkan bahwa fokus harus dijaga hingga wasit meniup peluit panjang. Euforia berlebihan sebelum pertandingan berakhir justru bisa menjadi bumerang bagi tim.

    Ketua Viking Persib Club itu juga mengapresiasi dukungan luar biasa dari Bobotoh sepanjang musim. Tanpa kehadiran mereka, perjalanan Persib menuju gelar juara tidak akan semulus ini.

    Laga penentu gelar juara ini diprediksi akan menyedot perhatian publik sepak bola nasional. GBLA diperkirakan akan penuh sesak dengan ribuan Bobotoh yang ingin menyaksikan tim kesayangannya mengangkat trofi.

    Pihak manajemen Persib juga telah menyiapkan berbagai persiapan untuk seremoni setelah pertandingan. Mulai dari panggung kehormatan hingga kembang api, semuanya dirancang untuk memberikan momen tak terlupakan bagi pemain dan suporter.

    Namun, semua persiapan tersebut bisa sia-sia jika ketertiban tidak dijaga. Tobias menekankan bahwa perayaan juara yang sukses adalah perayaan yang aman dan tertib.

    “Kita ingin momen ini menjadi kenangan indah bagi semua, bukan kenangan buruk karena ulah segelintir oknum,” tegasnya.

    Dengan semangat kebersamaan, Bobotoh diharapkan dapat menunjukkan kedewasaan sebagai suporter. Dukungan penuh dari tribun, tanpa turun ke lapangan, akan menjadi hadiah terindah bagi para pemain yang telah berjuang sepanjang musim.

    Persib Bandung tinggal selangkah lagi menuju gelar juara. Kini, giliran Bobotoh untuk menunjukkan bahwa mereka layak mendampingi tim kesayangannya merayakan kesuksesan.