Jbnews.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencatat program Masyarakat Cepat Kerja Hadirkan Kebahagiaan Kuatkan Inklusi (Mata Hati) telah menyerap 2.009 tenaga kerja hingga awal Mei 2026. Capaian ini menjadi bukti konkret efektivitas kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri dalam mengatasi pengangguran di wilayah tersebut.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengungkapkan, program yang diluncurkan sejak April 2026 itu merupakan langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan perusahaan di Majalengka. “Program ini menjadi salah satu strategi percepatan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Majalengka,” ujarnya di Majalengka, Selasa.
Berdasarkan data hingga 4 Mei 2026, pemerintah daerah telah menjalin kemitraan dengan 23 perusahaan. Dari total 2.634 pencari kerja yang mengikuti proses rekrutmen, sebanyak 2.009 orang berhasil terserap bekerja di berbagai sektor. Angka ini menunjukkan tingkat keberhasilan rekrutmen mencapai 76,3 persen.
Menariknya, tenaga kerja yang terserap didominasi oleh perempuan sebanyak 1.812 orang atau sekitar 90,01 persen dari total pekerja yang diterima. “Capaian tersebut menunjukkan iklim ketenagakerjaan di Majalengka semakin kompetitif dan mampu menarik minat dunia usaha,” kata Eman.
Selain program Mata Hati, pemerintah daerah juga memperluas akses kerja melalui kegiatan Job Fair 2026 yang digelar di SMKN 1 Majalengka. Acara ini diikuti 20 perusahaan dengan menyediakan 3.536 lowongan pekerjaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan angka pengangguran di daerah.
Program Mata Hati menjadi salah satu inovasi daerah yang patut diapresiasi. Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan industri, program ini tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pemberdayaan perempuan di Majalengka. Ke depan, diharapkan program serupa dapat direplikasi di daerah lain untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan secara nasional.
Baca Juga:
Keberhasilan program Mata Hati juga menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Majalengka. Dengan ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan proses rekrutmen yang terstruktur, daerah ini semakin menarik bagi dunia usaha. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.
Namun, tantangan tetap ada. Dominasi tenaga kerja perempuan yang mencapai 90 persen menunjukkan perlunya perhatian lebih pada keseimbangan gender di sektor ketenagakerjaan. Meskipun ini bisa dilihat sebagai keberhasilan pemberdayaan perempuan, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa tenaga kerja laki-laki juga memiliki akses yang setara.
Selain itu, program Job Fair 2026 yang menyediakan 3.536 lowongan menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Majalengka masih tinggi. Pemerintah daerah perlu terus memperkuat kemitraan dengan perusahaan dan memperluas cakupan program pelatihan untuk meningkatkan daya saing pencari kerja. TPT Bandung Barat yang turun tipis menjadi contoh bahwa program serupa bisa efektif jika dijalankan dengan konsisten.
Dari sisi kebijakan, program Mata Hati juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja melalui program padat karya dan kemitraan dengan industri. Keberhasilan Majalengka bisa menjadi model bagi daerah lain, terutama di Jawa Barat, yang masih menghadapi tantangan pengangguran.
Eman Suherman menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memonitor dan mengevaluasi program ini. “Kami akan terus berkoordinasi dengan perusahaan dan lembaga terkait untuk memastikan program ini berjalan optimal,” katanya. Langkah ini penting untuk menjaga momentum positif yang telah tercapai.
Secara keseluruhan, program Mata Hati membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan industri adalah kunci untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan. Dengan data yang transparan dan hasil yang terukur, program ini layak menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin mengadopsi pendekatan serupa.
