Nimble SharePower: Power Bank Modular yang Bisa Dibagi Dua

Nimble SharePower power bank modular berwarna biru dengan casing jelly sedang dipisah menjadi dua bagian

JBNews.id — Nimble meluncurkan SharePower, sebuah power bank modular 10.000 mAh yang dapat dipisah menjadi dua unit pengisi daya independen masing-masing 5.000 mAh. Inovasi ini memungkinkan pengguna berbagi daya dengan teman atau keluarga saat perangkat mereka kehabisan baterai.

Power bank ini menggunakan koneksi magnetik dengan pogo pin kecil untuk menyatukan kedua modul. Setiap bagian memiliki kabel USB-C bawaan—satu berfungsi sebagai tali pembawa dan satu lagi berupa konektor lipat. Saat disatukan, perangkat berukuran sekitar 3 inci persegi dengan ketebalan 1 inci ini mampu mengisi daya hingga tiga perangkat sekaligus dengan output maksimal 35 watt.

Layar digital pada perangkat menampilkan persentase daya yang tersisa secara presisi. Bagian atas memiliki kabel USB-C loop, satu port USB-C out, dan empat LED indikator daya. Bagian bawah dilengkapi konektor USB-C lipat, satu port USB-C out, dan layar digital yang menunjukkan sisa daya dalam persentase.

Fitur Load Balancing Canggih

Keunggulan utama Nimble SharePower terletak pada sistem penyeimbang beban (load balancing). Ketika satu modul digunakan teman untuk mengisi daya ponsel mereka, saat kedua bagian disatukan kembali, daya akan terbagi secara merata. Hal ini memastikan tidak ada satu modul pun yang kehabisan daya lebih dulu.

Menurut Ross Howe, salah satu pendiri dan CEO Nimble, fitur ini merupakan tantangan teknis yang signifikan. Perusahaan berbicara dengan penyedia chipset untuk beberapa ponsel lipat besar yang memiliki baterai terpisah di dalamnya guna menyempurnakan sistem load balancing. Tujuannya agar daya tidak terus-menerus berpindah bolak-balik hingga habis.

Dalam pengujian, bagian atas SharePower mampu mengisi iPhone 16 dari kondisi mati hingga 80 persen dalam waktu sekitar satu jam. Sementara itu, bagian bawah mengisi Pixel 10 Pro XL dari 12 persen menjadi 72 persen dalam waktu sekitar 45 menit. Kedua modul dapat diisi ulang secara independen atau bersamaan.

Komitmen Keberlanjutan

Nimble dikenal dengan pendekatan ramah lingkungan yang serius. Perusahaan ini tersertifikasi penuh dan 100 persen akuntabel terhadap emisi CO2. SharePower dibuat dari 100 persen plastik daur ulang, bebas BPA dan PFAS, serta netral karbon. Kemasan yang digunakan juga bebas plastik dengan bahan nabati.

Produk ini juga mendukung daur ulang limbah elektronik secara gratis untuk semua produk Nimble. Pendekatan ini sejalan dengan tren Solusi 5G dan AI yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan dalam teknologi konsumen.

Varian dan Harga

Unit pengujian yang digunakan adalah edisi terbatas berwarna biru yang diluncurkan di Apple. Power bank putih hadir dengan casing jelly yang memberikan tekstur tambahan. Tersedia juga varian warna pink yang memungkinkan pengguna mengganti tampilan dan melindungi power bank di dalamnya.

Nimble SharePower dijual seharga USD 80 atau sekitar Rp 1,2 juta (estimasi kurs) dan tersedia di semua toko. Edisi terbatas dengan casing jelly juga dibanderol USD 80 dan hanya tersedia di Apple. Produk ini merupakan bagian dari koleksi musim panas Nimble yang juga mencakup Wally Pro Stretch seharga USD 60 dan Champ Stretch seharga USD 80.

Wally Pro Stretch adalah power bank 5.000 mAh dengan kabel USB-C retractable sepanjang 2 kaki dan colokan lipat yang bisa langsung dicolokkan ke stopkontak. Perangkat ini dapat mengisi daya pada 20 watt sebagai power bank dan juga berfungsi sebagai pengisi daya dinding 30 watt. Sementara itu, Champ Stretch adalah pengisi daya portabel 10.000 mAh dengan kabel USB-C retractable sepanjang 2 kaki di satu ujung, layar digital, dan port USB-C cadangan.

Dengan desain modular yang inovatif dan fitur load balancing canggih, Nimble SharePower menawarkan solusi praktis untuk berbagi daya tanpa khawatir kehabisan baterai. Ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang sering bepergian atau menghadiri acara seperti festival musik.

Bagi Anda yang tertarik dengan inovasi teknologi serupa, jangan lewatkan ulasan tentang Framework Laptop 13 Pro Tertunda yang membahas tantangan dalam pengembangan perangkat modular lainnya.