Blog

  • Sikat Gigi Philips AI Panduan Menyikat Real-Time

    Sikat Gigi Philips AI Panduan Menyikat Real-Time

    JBNews.id — Philips meluncurkan sikat gigi pintar terbaru, Sonicare Next-Generation DiamondClean 9900 Prestige, yang menggunakan kecerdasan buatan generasi ketiga untuk memberikan panduan menyikat gigi secara real-time melalui cincin bercahaya di bagian dasarnya.

    Perangkat ini dirancang untuk menghilangkan dugaan dalam rutinitas menyikat gigi. Dengan layar sentuh yang menampilkan peta mulut, pengguna dapat melihat area mana yang membutuhkan perhatian lebih setelah proses menyikat selesai. Ini merupakan langkah maju dalam teknologi perawatan gigi personal.

    Sikat gigi ini dijadwalkan meluncur di Eropa dan Amerika Serikat pada musim gugur tahun ini, dengan peluncuran global yang lebih luas pada tahun 2027. Harga belum diumumkan, tetapi versi sebelumnya dijual seharga Rp 6,5 jutaan (US$430), sehingga model baru ini diperkirakan akan lebih mahal.

    Fitur Utama dan Teknologi AI

    Layar sentuh pada sikat gigi memungkinkan pengguna untuk memilih dari delapan mode pembersihan, termasuk kesehatan gusi, pembersihan maksimal, dan opsi sensitif. Ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan gigi yang berbeda-beda.

    Cincin bercahaya di bagian dasar sikat berubah warna untuk menunjukkan kapan pengguna menekan terlalu keras saat menyikat, yang dapat menyebabkan kerusakan pada gusi. Fitur ini merupakan bagian dari sistem tekanan sensor yang canggih.

    Selain indikasi visual, sikat gigi 9900 Prestige juga menggunakan sensor tekanan untuk menyesuaikan intensitas getaran secara otomatis ketika pengguna menekan terlalu keras. Bristle akan menjadi lebih lembut pada gusi, mencegah cedera dan iritasi.

    Layar sentuh juga menampilkan peta mulut yang mewakili gigi dan gusi dalam 12 segmen berbeda. Segmen-segmen ini disorot dalam warna biru atau oranye untuk menunjukkan seberapa efektif proses menyikat gigi pada area tersebut.

    Sikat gigi melacak pergerakannya di dalam mulut selama pengguna menyikat. Area yang dinilai membutuhkan lebih banyak perhatian akan bersinar oranye, sehingga pengguna tahu persis area mana yang perlu ditargetkan pada putaran kedua.

    Dampak bagi Pengguna

    Teknologi ini memberikan dampak langsung pada kualitas perawatan gigi harian. Dengan panduan real-time, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak apakah mereka telah menyikat gigi dengan benar atau tidak.

    Bagi mereka yang sering mengalami masalah gusi berdarah atau sensitivitas gigi, fitur penyesuaian tekanan otomatis ini bisa menjadi solusi. Ini membantu mencegah kerusakan jangka panjang yang disebabkan oleh teknik menyikat yang salah.

    Philips terus berinovasi dalam ekosistem perangkat pintar rumah tangga. Inovasi serupa juga terlihat pada lini produk lain seperti Philips Hue yang menghadirkan revolusi smart home. Perusahaan juga baru saja meluncurkan Modul Dinding Kabel perdana untuk sistem pencahayaan pintar mereka.

    Kecerdasan buatan generasi ketiga ini merupakan peningkatan signifikan dari model sebelumnya. Model AI yang lebih canggih memungkinkan analisis yang lebih akurat terhadap kebiasaan menyikat pengguna dan memberikan rekomendasi yang lebih personal.

    Integrasi AI dalam perangkat perawatan pribadi ini sejalan dengan tren smart home yang semakin meluas. Standar konektivitas seperti Matter 1.6 yang menghadirkan joint fabric memungkinkan berbagai perangkat pintar bekerja dalam satu ekosistem.

    Meskipun sikat gigi ini belum diumumkan untuk pasar Asia, termasuk Indonesia, peluncuran global pada 2027 membuka kemungkinan ketersediaannya di tanah air. Harga yang diperkirakan lebih mahal dari versi sebelumnya yang mencapai Rp 6,5 jutaan menjadi pertimbangan utama.

    Implikasi bagi Konsumen

    Bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan gigi dan mulut, sikat gigi ini menawarkan solusi berbasis data yang belum pernah ada sebelumnya. Tidak ada lagi tebak-tebakan apakah area belakang gigi sudah bersih atau belum.

    Teknologi serupa juga mulai diterapkan di berbagai sektor. Di industri telekomunikasi, XLSmart menguasai spektrum frekuensi untuk meningkatkan kualitas jaringan 4G dan 5G. Sementara itu, XLSmart juga menyediakan akses Google Gemini untuk jutaan pelanggannya, menunjukkan bagaimana AI semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

    Dengan harga yang diperkirakan tinggi, sikat gigi ini jelas menyasar segmen premium. Namun, bagi mereka yang memiliki masalah gigi kronis atau ingin memaksimalkan perawatan gigi, investasi ini bisa sepadan dengan manfaat jangka panjangnya.

    Philips Sonicare Next-Generation DiamondClean 9900 Prestige akan menjadi pilihan menarik bagi pengadopsi awal teknologi perawatan gigi pintar. Peluncuran di Eropa dan AS pada musim gugur ini akan menjadi indikator awal bagaimana pasar menerima inovasi ini.

  • Pergeseran Pengawasan: Flock Tergeser, Axon Jadi Alternatif Baru ALPR

    Pergeseran Pengawasan: Flock Tergeser, Axon Jadi Alternatif Baru ALPR

    JBNews.id — Perusahaan pengawas Flock Safety mulai kehilangan pijakan di Amerika Serikat seiring meningkatnya protes publik dan kekhawatiran akan akses data oleh pemerintah federal. Namun, alih-alih menghilang, sistem kamera pengenal plat nomor otomatis (ALPR) justru digantikan oleh pesaing utamanya, Axon, yang menawarkan arsitektur pengawasan serupa tanpa bayang-bayang penyalahgunaan federal.

    Data yang dikompilasi oleh situs anti-Flock, DeFlock.org, mencatat setidaknya 53 kota telah memutuskan kontrak dengan Flock. Keputusan ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa pejabat federal dapat mengakses data yang dikumpulkan oleh kamera-kamera tersebut. Meskipun demikian, pengamat menilai langkah ini tidak serta-merta mengakhiri pengawasan ALPR di Amerika Serikat.

    Alih-alih menghilang, permintaan akan teknologi ALPR justru beralih ke Axon. Sebuah laporan dari Gadget Review menyebutkan bahwa di kota-kota seperti Denver, pejabat setempat mengakhiri kontrak kontroversial dengan Flock untuk memberi ruang bagi Axon. Perusahaan ini menyediakan sistem pengawasan yang hampir identik, namun tanpa stigma keterlibatan federal yang melekat pada Flock.

    Meskipun Axon belum memiliki reputasi buruk seperti Flock, perusahaan teknologi kepolisian ini bukannya tanpa kontroversi. Pada tahun 2024, Axon mendapat kecaman keras atas peluncuran “Draft One,” sebuah perangkat lunak terintegrasi ChatGPT yang digunakan untuk mentranskripsi audio kamera tubuh polisi menjadi laporan kepolisian. Para kritikus mencatat bahwa teknologi tersebut rentan terhadap halusinasi dan bias rasial yang lazim ditemukan pada model bahasa besar.

    Sebelumnya, Axon juga menghadapi reaksi negatif yang signifikan atas pengumumannya untuk menerbangkan drone bersenjata alat setrum listrik (taser) di sekolah-sekolah. Rencana ini digambarkan sebagai skema yang tidak matang untuk mengatasi epidemi penembakan di sekolah yang terus melanda AS.

    Dampak Pergeseran bagi Aktivis Privasi

    Pergeseran dari Flock ke Axon menghadirkan tantangan baru bagi para aktivis privasi. Kini, mereka tidak hanya harus memperlambat laju ekspansi Flock, tetapi juga perlu meyakinkan publik bahwa tidak ada ALPR yang baik, terlepas dari merek apa yang tertera pada tiang pengawasan. Hal ini menjadi semakin krusial mengingat ACLU Rilis Toolkit Hukum untuk melawan pengawasan digital polisi.

    Pengamat menilai bahwa pergeseran ini menunjukkan pola baru dalam industri pengawasan. Ketika satu perusahaan menghadapi tekanan publik yang besar, pesaingnya akan dengan cepat mengisi kekosongan yang ditinggalkan. Dalam konteks ini, Axon berhasil memposisikan diri sebagai alternatif yang lebih “bersih” secara reputasi, meskipun menawarkan teknologi yang pada dasarnya sama.

    Bagi warga yang peduli dengan privasi, situasi ini menimbulkan dilema. Meskipun Flock telah menjadi simbol pengawasan yang berlebihan, penggantinya tidak serta-merta menjamin perlindungan data yang lebih baik. Kesalahan Kamera Flock yang menyebabkan warga dikepung polisi bersenjata menjadi pengingat akan risiko teknis yang melekat pada teknologi ini.

    Implikasi bagi Masa Depan Pengawasan

    Fenomena ini mencerminkan realitas bisnis di mana pelaku pasar pertama tidak selalu menjadi yang paling sukses. Flock, yang merupakan pionir dalam penyebaran ALPR, kini harus menghadapi konsekuensi dari kerusakan merek yang parah. Sementara itu, Axon memanfaatkan celah ini untuk memperluas pangsa pasarnya.

    Para ahli memperingatkan bahwa pergeseran ini tidak mengubah esensi masalah. Sistem ALPR, baik dari Flock maupun Axon, tetap mengumpulkan data lokasi kendaraan dalam skala besar. Data ini kemudian dapat digunakan untuk membangun profil pergerakan warga yang sangat detail, menimbulkan pertanyaan serius tentang privasi dan potensi penyalahgunaan.

    Di sisi lain, pendukung penegakan hukum berargumen bahwa teknologi ALPR sangat efektif dalam melacak kendaraan curian, mencari tersangka kejahatan, dan mencegah tindak kriminal. Mereka menekankan bahwa manfaat keamanan yang ditawarkan sebanding dengan risiko privasi yang mungkin timbul.

    Seiring dengan meningkatnya adopsi Axon di berbagai kota, perdebatan mengenai regulasi ALPR diperkirakan akan semakin memanas. Beberapa negara bagian telah mulai memberlakukan undang-undang yang membatasi penggunaan data ALPR, sementara yang lain masih mencari keseimbangan antara keamanan dan privasi. Bagi aktivis, tantangan ke depan adalah memastikan bahwa setiap sistem pengawasan, dari perusahaan mana pun, tunduk pada pengawasan dan regulasi yang ketat.

  • Startup Skyfall AI Akuisisi Perusahaan demi CEO Buatan

    Startup Skyfall AI Akuisisi Perusahaan demi CEO Buatan

    JBNews.id — Skyfall AI, sebuah perusahaan rintisan teknologi, berencana mengakuisisi perusahaan kecil senilai hingga US$1 juta untuk menjadikan kecerdasan buatan sebagai CEO yang mengoperasikan seluruh bisnis secara otonom. Langkah ini merupakan eksperimen paling berani dalam tren penggunaan AI di dunia korporasi.

    Sam Pasupalak, CEO dan salah satu pendiri Skyfall AI, menyatakan bahwa langkah ini adalah kunci untuk mewujudkan misi perusahaan dalam “mendemokratisasi kekuatan seorang CEO kepada semua usaha kecil di seluruh dunia.” Dalam wawancara dengan Forbes, Pasupalak menegaskan bahwa untuk menciptakan bisnis yang benar-benar otonom, perusahaan harus membeli dan mengoperasikan sebuah perusahaan dari awal hingga akhir.

    “Kecuali Anda menjalankan bisnis dengan intervensi manusia yang minimal, Anda tidak akan pernah tahu apakah perusahaan otonom benar-benar mungkin,” ujar Pasupalak.

    Berbeda dengan banyak perusahaan AI yang fokus membangun agen AI untuk tugas pekerja tertentu, seperti penjualan dan pengkodean, Skyfall ingin membedakan diri dengan mengejar CEO virtual yang dapat membantu pengambilan keputusan tingkat tinggi. Model AI ini akan bertanggung jawab mengawasi harga, pemasaran, dukungan pelanggan, keuangan, dan operasional. Tujuannya adalah mengurangi keterlibatan manusia secara bertahap sambil menggandakan pendapatan perusahaan.

    Keyakinan Skyfall bahwa AI mereka siap menghadapi dunia nyata didasarkan pada pengujian yang tidak biasa: AI tersebut unggul dalam permainan video RollerCoaster Tycoon, sebuah simulator manajemen taman hiburan. “Itu memberi kami kepercayaan diri bahwa kami bisa beroperasi di dalam bisnis simulasi. Langkah selanjutnya adalah membeli perusahaan nyata,” kata Pasupalak.

    Namun, perusahaan tidak akan membiarkan AI sepenuhnya lepas kendali. Chief Technology Officer Kaheer Suleman menekankan pentingnya akuntabilitas manusia. “Kepercayaan tetap penting, dan Anda mungkin tidak ingin melepaskan tanggung jawab sebenarnya kepada AI. Manusia harus selalu bertanggung jawab dalam kapasitas tertentu,” jelas Suleman.

    Rencana Skyfall sebenarnya mewujudkan ide yang sudah mulai dimainkan oleh beberapa CEO teknologi besar. Mark Zuckerberg dari Meta dilaporkan sedang melatih “agen CEO AI” untuk membantunya bekerja, serta menciptakan tiruan AI virtual sang pendiri. Jack Dorsey dari Block baru-baru ini mengungkapkan visinya untuk menciptakan hierarki manajemen di mana semua orang melapor kepadanya melalui AI pusat.

    Semua contoh ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: CEO dapat mempromosikan kemampuan AI untuk merampingkan operasi, tetapi teknologi ini jelas digunakan untuk memperluas otoritas mereka terhadap karyawan. Jika mereka tidak bisa berada di mana-mana sekaligus, sistem AI yang mahatahu bisa melakukannya.

    Ini bukan kali pertama AI digunakan untuk menjalankan bisnis. Para peneliti di Andon Labs menempatkan model AI bertenaga Google Gemini untuk mengelola kedai kopi di Stockholm, yang menghabiskan sebagian besar anggarannya dalam satu bulan. Perusahaan keamanan AI itu juga membiarkan Claude milik Anthropic menjalankan mesin penjual otomatis, yang dengan cepat berubah menjadi kekacauan setelah meminta masukan karyawan dan memborong barang aneh seperti kubus tungsten.

    Pasupalak menegaskan visinya: “Kami ingin semua bisnis dijalankan secara otonom karena kami percaya orang harus menghabiskan waktu mereka untuk hal-hal yang mereka sukai — bukan tugas operasional. Kami ingin membangun era otonom.”

    Eksperimen Skyfall AI ini membuka pertanyaan besar tentang masa depan pekerjaan dan peran manusia dalam dunia bisnis. Jika berhasil, model ini bisa menjadi preseden bagi perusahaan lain untuk mengadopsi CEO AI, mengubah lanskap ketenagakerjaan secara fundamental. Namun, jika gagal, eksperimen ini akan menjadi peringatan tentang bahaya menempatkan keputusan bisnis kritis sepenuhnya di tangan mesin.

    Bagi para karyawan perusahaan yang akan diakuisisi, masa depan mereka kini bergantung pada kemampuan AI yang diuji melalui permainan video. Sementara itu, tren penggunaan AI oleh perusahaan teknologi besar seperti Meta dan Block menunjukkan bahwa Fitur Terbaru dalam otomatisasi bisnis terus berkembang pesat.

    Para pengamat industri mencatat bahwa langkah Skyfall berpotensi memicu Harga Terbaru dalam efisiensi operasional, namun juga menimbulkan kekhawatiran etis yang serius. Pertanyaan tentang akuntabilitas hukum, tanggung jawab terhadap karyawan, dan dampak jangka panjang terhadap budaya perusahaan masih belum terjawab.

    Yang jelas, eksperimen ini akan menjadi ujian nyata pertama apakah AI benar-benar bisa menggantikan peran CEO manusia dalam mengelola bisnis kompleks. Dunia usaha akan mengamati dengan saksama hasil dari proyek ambisius ini.

  • 95% Pengguna Samsung Galaxy di Asia Tenggara Aktif Pakai Galaxy AI

    95% Pengguna Samsung Galaxy di Asia Tenggara Aktif Pakai Galaxy AI

    JBNews.id, LONDON — Samsung mengungkap tingkat penggunaan fitur kecerdasan buatan (AI) di smartphone Galaxy terus meningkat secara signifikan di kawasan Asia Tenggara. Raksasa elektronik asal Korea Selatan itu mencatat sekitar 95% pengguna Galaxy di wilayah tersebut, termasuk Indonesia, kini telah memanfaatkan Galaxy AI dalam aktivitas sehari-hari mereka.

    Data ini diumumkan langsung oleh Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, Chon Hong, dalam sela-sela acara Galaxy Unpacked 2026 di London. Ia menyebutkan bahwa angka tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup besar dibandingkan periode sebelumnya. Pada September 2025, tingkat adopsi Galaxy AI di Asia Tenggara masih berada di angka 84%. Namun, dalam waktu kurang dari setahun, persentasenya melonjak menjadi sekitar 95%.

    “Jadi kami melihat keterlibatan yang kuat dengan Galaxy AI di seluruh Asia Tenggara di antara para pelanggan kami,” ujar Chon Hong kepada media, termasuk JBNews.id. “Kami mencoba memahami, memantau, dan mendengarkan bagaimana mereka menggunakan pengalaman AI kami di perangkat kami.”

    Menurutnya, adopsi AI bahkan lebih tinggi di kalangan pengguna perangkat lipat Galaxy seri Z. Samsung mencatat sekitar 96% pengguna seri Galaxy Z7 telah menggunakan fitur Galaxy AI. “Jadi, pengguna seri Z7 kami faktanya mencapai 96% dari mereka menggunakan pengalaman Galaxy AI,” tutur Chon Hong.

    Tingginya tingkat penggunaan tersebut menunjukkan bahwa AI mulai menjadi bagian dari kebiasaan baru pengguna smartphone, bukan lagi sekadar fitur tambahan yang tersedia di perangkat. Chon Hong menyebutkan, salah satu fitur yang paling banyak digunakan konsumen adalah Circle to Search serta fitur rangkuman Now Brief. Kedua fitur ini dinilai membantu pengguna mendapatkan informasi secara lebih cepat dan kontekstual.

    “Dan kami tahu bahwa sebagian besar waktu mereka banyak menggunakan Circle to Search dan Now Brief. Jadi, semua ini menjadi sangat berguna karena sifatnya yang kontekstual,” jelas Chon Hong. Ia menilai pola penggunaan tersebut menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen yang mendasar.

    “Dan kapan pun Anda membutuhkan sesuatu, konsumen kini seperti mengadopsi perilaku baru (dengan AI),” sebutnya. Pengguna kini mulai mengandalkan AI sebagai alat bantu ketika menemukan sesuatu yang ingin dicari atau dipahami. Hal ini menjadi bukti bahwa teknologi kecerdasan buatan telah terintegrasi secara alami dalam rutinitas digital masyarakat.

    Fenomena ini juga sejalan dengan tren global di mana pengguna semakin bergantung pada asisten digital. Namun, di sisi lain, pengguna juga perlu waspada terhadap potensi penyalahgunaan teknologi. Seperti yang diberitakan sebelumnya, xAI Gugat Pengguna terkait penyalahgunaan AI untuk konten ilegal. Hal ini menjadi pengingat bahwa adopsi teknologi harus diimbangi dengan literasi digital yang baik.

    Samsung pun akan terus mengembangkan kemampuan AI di produk smartphone terbarunya. Chon Hong menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi berkelanjutan. “Ada begitu banyak fitur yang disematkan pada perangkat dan kami sangat antusias untuk memperlihatkan kepada konsumen pengalaman baru apa saja yang akan hadir melalui seri Z Fold8,” pungkasnya.

    Dengan angka adopsi yang mendekati 95%, pasar Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan penetrasi AI tertinggi untuk ekosistem Samsung Galaxy. Ini menjadi sinyal kuat bagi para kompetitor untuk terus berinovasi agar tidak tertinggal dalam persaingan fitur kecerdasan buatan di perangkat mobile.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk terbaru Samsung, pembaca dapat menyimak ulasan lengkap tentang Paten Meta AI yang juga tengah mengembangkan teknologi deteksi emosi. Selain itu, penting juga untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan teknologi, seperti Penipuan FaceTime yang kian marak.

  • XLSmart Kuasai Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk 4G/5G

    XLSmart Kuasai Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk 4G/5G

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan XLSmart sebagai salah satu pemenang seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz tahun 2026. Keputusan ini memberikan tambahan spektrum signifikan bagi operator hasil merger XL Axiata dan Smartfren untuk memperkuat jaringan 4G dan 5G nasional.

    XLSmart memperoleh bandwidth 30 MHz di frekuensi 700 MHz dengan nilai penawaran Rp 1,0602 triliun. Sementara itu, di frekuensi 2,6 GHz, perusahaan mendapatkan alokasi bandwidth 50 MHz. Kombinasi kedua spektrum ini menjadi modal utama untuk mempercepat transformasi digital Indonesia.

    “Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi XLSmart. Alokasi spektrum baru akan kami manfaatkan untuk menghadirkan jaringan yang semakin luas, andal, dan berkualitas sehingga masyarakat, pelaku usaha, sekolah, hingga layanan publik di seluruh Indonesia dapat menikmati pengalaman digital yang semakin baik,” ujar Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

    Spektrum 700 MHz: Jangkauan Luas untuk Daerah Terpencil

    Spektrum 700 MHz yang diperoleh XLSmart memiliki karakteristik jangkauan luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik. Teknologi ini sangat efektif untuk memperluas cakupan layanan, termasuk di wilayah pedesaan, kawasan terpencil, serta area yang selama ini belum terlayani secara optimal.

    Pemanfaatan spektrum ini akan mempercepat pemerataan akses digital bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dengan frekuensi yang lebih rendah, sinyal dapat menembus bangunan dan menjangkau area geografis yang sulit, menjadikannya solusi ideal untuk menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya minim infrastruktur telekomunikasi.

    XLSmart menyebutkan alokasi spektrum baru ini juga menjadi investasi strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Peningkatan kualitas konektivitas akan dirasakan oleh masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha, serta sektor publik yang semakin mengandalkan layanan digital.

    Spektrum 2,6 GHz: Kapasitas Tinggi untuk 5G

    Sementara itu, spektrum 2,6 GHz akan meningkatkan kapasitas jaringan untuk menghadirkan pengalaman internet yang lebih cepat, stabil, dan berkualitas. Keunggulan ini terutama terasa di wilayah dengan kebutuhan trafik data yang tinggi seperti pusat kota, kawasan bisnis, dan area padat penduduk.

    Spektrum ini juga mendukung percepatan pengembangan layanan 5G seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital yang membutuhkan kapasitas jaringan besar. Kombinasi spektrum 700 MHz untuk jangkauan dan 2,6 GHz untuk kapasitas menciptakan fondasi jaringan yang kokoh.

    “Kami juga berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban pembangunan sebagaimana ditetapkan dalam proses seleksi secara tepat waktu. Melalui pemanfaatan spektrum ini, kami ingin memastikan semakin banyak pelanggan dapat menikmati pengalaman internet yang lebih cepat, stabil, dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia,” ucap Rajeev Sethi menambahkan.

    Dampak Merger XL Axiata dan Smartfren

    Sebagai perusahaan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren, alokasi spektrum baru ini akan mempercepat optimalisasi integrasi jaringan XLSmart. Pelanggan dapat menikmati kualitas layanan yang semakin baik, kapasitas yang lebih besar, serta pengalaman digital yang semakin konsisten di seluruh Indonesia.

    Pemanfaatan aset jaringan yang semakin efisien menjadi kunci keberhasilan integrasi pasca-merger. Dengan tambahan spektrum ini, XLSmart optimistis dapat mempercepat pemerataan konektivitas nasional sekaligus mendukung terwujudnya ekonomi digital Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    Selain itu, spektrum yang diperoleh menjadi fondasi penting untuk mengantisipasi pertumbuhan trafik data pelanggan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Langkah ini sekaligus menjaga kualitas layanan tetap optimal di tengah lonjakan permintaan.

    XLSmart akan terus berkoordinasi dengan Komdigi untuk memastikan seluruh tahapan implementasi dan komitmen pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku. Instagram dan Facebook down global beberapa waktu lalu menjadi pengingat pentingnya infrastruktur telekomunikasi yang andal.

    Logo operator seluler XLSmart

    Bagi pelanggan, dampak langsung dari akuisisi spektrum ini adalah peningkatan kualitas sinyal dan kecepatan internet. Wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit mendapatkan akses internet stabil kini akan mulai merasakan perbaikan. Sementara itu, pengguna di perkotaan akan menikmati kapasitas data yang lebih besar untuk mendukung aktivitas digital sehari-hari.

    Investasi sebesar Rp 1,0602 triliun untuk spektrum 700 MHz menunjukkan keseriusan XLSmart dalam membangun infrastruktur telekomunikasi nasional. Angka ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem digital Indonesia.

    Ke depannya, persaingan di industri telekomunikasi Indonesia diprediksi semakin ketat. Operator yang memiliki portofolio spektrum lengkap akan memiliki keunggulan kompetitif dalam menghadirkan layanan berkualitas. XLSmart dengan kombinasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz berada di posisi strategis untuk bersaing.

    Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong pemerataan akses digital sebagai bagian dari agenda transformasi nasional. Seleksi frekuensi ini menjadi salah satu instrumen untuk memastikan operator telekomunikasi berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur digital yang merata.

    Bagi pelaku UMKM dan dunia usaha, peningkatan kualitas jaringan ini membuka peluang baru dalam mengadopsi teknologi digital. Akses internet yang lebih cepat dan stabil memungkinkan mereka untuk mengembangkan bisnis secara online, memanfaatkan platform e-commerce, dan meningkatkan efisiensi operasional.

    Sektor publik juga akan merasakan manfaatnya. Layanan pemerintahan digital, telemedicine, dan pendidikan jarak jauh akan semakin optimal dengan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang andal. Pemerataan akses digital menjadi kunci untuk mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan.

    Dengan langkah strategis ini, XLSmart tidak hanya memperkuat posisinya di industri telekomunikasi tetapi juga berkontribusi pada agenda nasional untuk mewujudkan Indonesia digital yang inklusif dan berdaya saing global. Gugatan Apple ke OpenAI ancam rencana IPO dan hardware, menunjukkan dinamika industri teknologi global yang juga mempengaruhi ekosistem digital di Indonesia.

    Implikasi faktual dari akuisisi spektrum ini bagi pembaca adalah peningkatan kualitas layanan yang akan dirasakan dalam waktu dekat. Pelanggan XLSmart dapat mengharapkan sinyal yang lebih kuat di area terpencil, kecepatan internet yang lebih tinggi di perkotaan, dan pengalaman 5G yang semakin matang. Bagi non-pelanggan, langkah ini juga mendorong kompetisi sehat yang pada akhirnya menguntungkan konsumen secara keseluruhan.

    Komitmen XLSmart untuk memenuhi kewajiban pembangunan secara tepat waktu menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjalankan amanah ini. Masyarakat dapat mengawal implementasi melalui koordinasi antara XLSmart dan Komdigi yang transparan dan akuntabel. Cara blokir foto Instagram dari AI Meta juga penting diketahui untuk mengamankan privasi di era digital.

  • Samsung Siapkan Galaxy Unpacked Juli 2026, Tiga Ponsel Lipat Baru

    Samsung Siapkan Galaxy Unpacked Juli 2026, Tiga Ponsel Lipat Baru

    JBNews.id — Samsung akan menggelar acara Galaxy Unpacked musim panas ini dari London, dengan agenda utama meluncurkan jajaran ponsel lipat terbaru. Acara dimulai pukul 09.00 ET (21.00 WIB) dan diyakini akan menghadirkan tiga varian Galaxy Z Fold dan Flip sekaligus.

    Dalam acara yang dinantikan para penggemar teknologi ini, Samsung diperkirakan akan memperkenalkan Galaxy Z Fold 8 dengan faktor bentuk yang lebih lebar. Selain itu, raksasa elektronik Korea Selatan itu juga disebut-sebut akan meluncurkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan baterai lebih besar, serta Galaxy Z Flip 8 yang telah diperbarui.

    Informasi ini muncul dari berbagai bocoran yang beredar dalam beberapa pekan terakhir. Bocoran Galaxy Z Fold8 menunjukkan bahwa Samsung mengadopsi desain yang lebih lebar, berbeda dari pendahulunya yang cenderung ramping saat dilipat. Perubahan ini diyakini untuk memberikan pengalaman layar yang lebih luas saat digunakan dalam mode tablet.

    Sementara itu, untuk model lipat vertikal, bocoran Galaxy Z Flip8 mengindikasikan bahwa perangkat ini tetap mempertahankan desain ikonik clamshell. Namun, ada peningkatan signifikan dari segi spesifikasi internal dan daya tahan baterai.

    Kejutan dari Galaxy Z Fold 8 Ultra

    Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kehadiran Galaxy Z Fold 8 Ultra. Model ini diposisikan sebagai varian tertinggi dengan baterai berkapasitas lebih besar. Langkah ini diambil Samsung untuk menjawab keluhan pengguna tentang daya tahan baterai ponsel lipat yang relatif lebih pendek dibanding ponsel konvensional.

    Dengan baterai yang lebih besar, Galaxy Z Fold 8 Ultra diharapkan mampu mendukung produktivitas pengguna profesional yang membutuhkan perangkat untuk bekerja seharian penuh. Model ini juga diperkirakan akan memiliki fitur eksklusif yang tidak tersedia di varian standar.

    Di sisi lain, Galaxy Z Flip 8 tetap menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan ponsel lipat kompak dengan harga lebih terjangkau. Bocoran sebelumnya mengindikasikan bahwa desain Z Flip 8 identik dengan pendahulunya, namun dengan peningkatan pada sektor kamera dan chipset.

    Wearables Baru Juga Dinantikan

    Tidak hanya ponsel lipat, Samsung juga diperkirakan akan memperkenalkan perangkat wearable terbaru. Rumor yang beredar menyebutkan kehadiran Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9. Kedua jam tangan pintar ini diharapkan membawa peningkatan dalam hal fitur kesehatan dan daya tahan baterai.

    Galaxy Watch Ultra 2 dikabarkan akan menjadi penerus dari model premium yang dirilis tahun lalu. Sementara Galaxy Watch 9 akan menjadi varian reguler yang menyasar pasar yang lebih luas. Keduanya diperkirakan akan berjalan pada sistem operasi Wear OS terbaru dengan antarmuka One UI Watch.

    Acara Galaxy Unpacked ini menjadi momen penting bagi Samsung untuk mempertahankan dominasinya di pasar ponsel lipat. Meskipun persaingan semakin ketat dengan hadirnya berbagai merek China, Samsung tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa yang signifikan.

    Peluncuran tiga ponsel lipat sekaligus menunjukkan keseriusan Samsung dalam mengembangkan segmen ini. Galaxy Z Fold 8, Z Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8 diharapkan mampu memenuhi kebutuhan berbagai segmen pengguna, dari profesional hingga pengguna kasual.

    Bagi penggemar teknologi di Indonesia, peluncuran global ini menjadi pertanda bahwa perangkat-perangkat tersebut akan segera hadir di pasar Tanah Air. Biasanya, Samsung Indonesia merilis ponsel lipat terbaru dalam waktu satu hingga dua bulan setelah acara global.

    Dengan hadirnya Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung memberikan opsi bagi pengguna yang menginginkan performa maksimal tanpa kompromi. Sementara Galaxy Z Fold 8 standar tetap menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan keseimbangan antara fitur dan harga.

    Galaxy Z Flip 8, dengan desain kompaknya, tetap menjadi favorit bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas. Model ini juga sering menjadi pilihan bagi mereka yang baru pertama kali mencoba ponsel lipat karena harganya yang lebih terjangkau.

    Acara Galaxy Unpacked Juli 2026 ini akan menjadi panggung bagi Samsung untuk menunjukkan inovasi terbarunya di segmen ponsel lipat. Dengan tiga model baru dan dua wearable, Samsung berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.

    Kita nantikan bersama pengumuman resmi dari Samsung pada acara yang akan berlangsung di London tersebut. Seluruh berita dan informasi terkait acara ini akan kami sajikan secara lengkap di JBNews.id.

  • Huawei MatePad Pro Max Resmi di Indonesia, Tablet 13 Inci Paling Tipis

    Huawei MatePad Pro Max Resmi di Indonesia, Tablet 13 Inci Paling Tipis

    JBNews.id — Huawei resmi meluncurkan MatePad Pro Max di Indonesia pada Rabu, 22 Juli 2026. Tablet flagship berukuran 13 inci ini diklaim sebagai perangkat paling tipis dan ringan di kelasnya, dengan ketebalan hanya 4,7 mm dan bobot 509 gram.

    Peluncuran MatePad Pro Max menandai langkah agresif Huawei di pasar tablet premium Tanah Air. Perangkat ini mengusung layar Flexible OLED PaperMatte Display berukuran 13,2 inci dengan resolusi 3K, refresh rate 144Hz, dan tingkat kecerahan hingga 1.600 nits. Bezel tipis 3,5 mm di sekeliling layar menghasilkan rasio layar-ke-bodi mencapai 94 persen.

    Dari segi ketahanan, tablet ini mengandalkan bodi aluminium dan rangka metal. Huawei menyematkan baterai berkapasitas 10.400 mAh yang mendukung teknologi pengisian daya balik 40W, memungkinkan perangkat ini mengisi daya gadget lain.

    Untuk menunjang produktivitas, MatePad Pro Max hadir dengan aksesori Huawei GLide Keyboard yang dilengkapi trackpad dan dock untuk stylus Huawei M-Pencil Pro. Tablet ini juga dibekali aplikasi bawaan seperti WPS Office PC-level, GoPaint, dan Huawei Notes.

    Di sektor multimedia, Huawei menyematkan enam speaker dengan teknologi Huawei Sound dan empat mikrofon. Modul kamera belakang berbentuk lingkaran berisi kamera utama 50 MP, sementara kamera depan 12 MP ditempatkan di bezel atas layar untuk selfie dan video call.

    Tablet ini menjalankan sistem operasi HarmonyOS 4.3 dengan RAM 12GB dan dua opsi memori internal: 256GB dan 512GB. Pilihan warna yang tersedia adalah Steel Gray dan Blue.

    Harga Huawei MatePad Pro Max dibanderol Rp 19.999.000 untuk varian 12/256GB dan Rp 26.999.000 untuk varian 12/512GB. Dengan spesifikasi tersebut, tablet ini menjadi pesaing serius di segmen flagship yang juga diramaikan oleh Drone Phantom Twist dalam ekosistem perangkat premium.

    Kehadiran MatePad Pro Max juga memperkuat posisi Huawei di tengah persaingan ketat pasar tablet Indonesia. Perangkat ini menawarkan kombinasi layar berkualitas tinggi, bodi ringan, dan aksesori produktivitas yang jarang ditemukan pada tablet lain di kelas harga serupa.

    Bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas tanpa mengorbankan performa, MatePad Pro Max menjadi opsi menarik. Bobot 509 gram membuatnya nyaman dibawa bepergian, sementara keyboard GLide memungkinkan pengguna bekerja seperti menggunakan laptop.

    Huawei juga menyasar segmen kreator konten dengan aplikasi GoPaint dan dukungan stylus M-Pencil Pro. Sementara itu, WPS Office PC-level memberikan pengalaman komputasi desktop pada tablet.

    Dengan baterai 10.400 mAh, perangkat ini mampu bertahan seharian penuh untuk penggunaan normal. Fitur pengisian daya balik 40W juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bepergian dan membawa banyak perangkat elektronik.

    Peluncuran MatePad Pro Max terjadi di tengah tren peningkatan adopsi tablet untuk produktivitas hybrid. Banyak profesional kini beralih ke tablet sebagai perangkat utama untuk bekerja jarak jauh, dan Huawei ingin memenuhi kebutuhan tersebut dengan produk flagship ini.

    Dari sisi desain, Huawei mempertahankan identitas visual khas dengan modul kamera lingkaran di bagian belakang. Pilihan warna Steel Gray dan Blue memberikan opsi bagi pengguna yang menginginkan tampilan profesional atau lebih berwarna.

    Layar PaperMatte Display menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi silau dan memberikan pengalaman membaca yang lebih nyaman, mirip seperti kertas. Ini menjadi nilai jual penting bagi pengguna yang sering membaca dokumen atau ebook dalam waktu lama.

    Dengan spesifikasi dan harga yang ditawarkan, MatePad Pro Max jelas menyasar segmen pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas premium. Namun, banderol harga yang mencapai hampir Rp 27 juta untuk varian tertinggi membuatnya hanya terjangkau oleh kalangan tertentu.

    Huawei sendiri dikenal memiliki ekosistem perangkat yang saling terintegrasi, termasuk smartphone, tablet, dan laptop. MatePad Pro Max dapat disinkronkan dengan perangkat Huawei lainnya untuk pengalaman multitasking yang lebih mulus.

    Ke depannya, persaingan di pasar tablet premium Indonesia diprediksi semakin ketat. Selain Huawei, merek-merek lain juga berlomba menghadirkan perangkat dengan spesifikasi unggulan. Inovasi seperti layar PaperMatte dan keyboard dengan trackpad menjadi standar baru yang diharapkan konsumen.

    Bagi konsumen yang mencari tablet dengan layar terbaik di kelasnya dan bobot paling ringan, MatePad Pro Max layak dipertimbangkan. Perangkat ini juga cocok bagi pengguna yang sudah memiliki perangkat Huawei lain dan ingin memperkuat ekosistem digital mereka.

    Huawei MatePad Pro Max sudah tersedia di toko resmi Huawei dan mitra ritel di seluruh Indonesia. Konsumen dapat memilih antara varian 256GB atau 512GB sesuai kebutuhan penyimpanan.

    Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, MatePad Pro Max menjadi salah satu tablet paling menarik yang diluncurkan di Indonesia pada tahun 2026. Ketebalan 4,7 mm dan bobot 509 gram menjadi bukti bahwa Huawei mampu menghadirkan perangkat tipis tanpa mengorbankan fitur dan performa.

  • Generative Edit Samsung Galaxy S26 Ultra: Fitur dan Cara Pakai

    Generative Edit Samsung Galaxy S26 Ultra: Fitur dan Cara Pakai

    JBNews.id — Samsung membekali Galaxy S26 Ultra dengan fitur Generative Edit berbasis AI yang memungkinkan pengguna menghapus, memindahkan, atau memperluas foto secara praktis tanpa aplikasi tambahan. Fitur ini menjadi salah satu dari lima fitur Galaxy AI yang paling sering digunakan pengguna seri Galaxy S26, menurut data resmi Samsung.

    Fitur Generative Edit merupakan bagian dari rangkaian Photo Assist yang tersedia langsung di aplikasi Gallery. Teknologi ini menggunakan kecerdasan buatan generatif (generative AI) untuk mengidentifikasi objek utama dalam foto, memahami konteks di sekitarnya, lalu menghasilkan piksel baru yang realistis dan natural. Dengan kata lain, pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi edit profesional untuk memperbaiki hasil jepretan.

    Apa Itu Generative Edit?

    Generative Edit adalah fitur edit foto berbasis AI yang dapat mengubah ukuran, menghapus, memotong, atau memindahkan objek pada gambar. Fitur ini juga memungkinkan pengguna memperluas komposisi foto hingga melengkapi objek yang kosong. Pengguna bahkan bisa membuat gambar baru dengan perintah teks sederhana maupun mengubah gaya visual foto tanpa mengubah komposisinya. Nantinya, fitur generative edit akan membuat ulang gambar dengan hasil yang natural.

    Kemampuan ini berasal dari proses pembelajaran menggunakan miliaran data yang telah dikumpulkan dan dipelajari sebelumnya. Dari data itu, AI mengenali berbagai pola, lalu menggunakannya untuk menghasilkan konten baru yang lebih relevan dengan permintaan pengguna. Perkembangan Fitur Terbaru AI generatif seperti ini menunjukkan bagaimana teknologi semakin terintegrasi dalam perangkat konsumen.

    Fitur Utama Generative Edit di Galaxy S26 Ultra

    Samsung membekali Galaxy S26 Ultra dengan Photo Assist, rangkaian fitur edit foto berbasis Galaxy AI yang dapat digunakan langsung melalui aplikasi Gallery. Berikut ini berbagai fitur utama Generative Edit di Samsung Galaxy S26 Ultra:

    • AI Eraser: Menghapus objek yang tidak diinginkan cukup dengan mengetuk atau menandai objek pada foto. AI kemudian akan mengisi area yang kosong agar hasil edit tetap terlihat alami.
    • Move: Memindahkan objek ke posisi lain, memutar, atau mengubah ukurannya. Setelah selesai, cukup ketuk Generate, dan AI akan otomatis membuat latar belakang baru sesuai dengan kondisi foto.
    • Create: Menambahkan atau mengubah elemen pada foto menggunakan perintah teks (text prompt). Pengguna juga dapat mengambil objek dari foto lain melalui fitur Add from Image, lalu AI akan menghasilkan gambar baru yang menyatu dengan komposisi foto.
    • Style: Mengubah tampilan atau gaya visual foto menggunakan AI. Setelah memilih gaya yang diinginkan, tekan Generate untuk melihat hasilnya. Pengguna juga dapat menggeser layar untuk melihat beberapa variasi hasil edit yang dibuat AI.

    Cara Menggunakan Generative Edit di Samsung Galaxy S26 Ultra

    Menggunakan Generative Edit di Samsung Galaxy S26 Ultra cukup mudah. Fitur editing berbasis Galaxy AI ini dapat digunakan langsung dari galeri tanpa perlu buka aplikasi terpisah, bahkan keahlian editing khusus. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Buka aplikasi Gallery di Samsung Galaxy S26 Ultra.
    2. Pilih foto yang ingin diedit.
    3. Ketuk Edit, lalu pilih menu Generative Photo Editing atau Generative Edit.
    4. Hapus, pindahkan, atau ubah ukuran objek pada foto sesuai kebutuhan.
    5. Jika ingin memperluas komposisi foto, perkecil tampilan (zoom out) hingga melewati batas gambar. Galaxy AI akan secara otomatis mengisi area kosong dengan latar belakang yang sesuai.
    6. Setelah selesai, ketuk Generate dan tunggu hingga AI memproses hasil edit.
    7. Jika tersedia beberapa hasil, pilih versi yang paling sesuai dengan keinginan.
    8. Simpan foto yang telah diedit. Hasil edit akan dilengkapi watermark sebagai penanda bahwa gambar telah diproses menggunakan fitur Generative Edit.

    Kemudahan ini sejalan dengan tren adopsi AI di berbagai sektor. Sebagai contoh, AI Companies kini mendominasi pengeluaran politik di Amerika Serikat, menunjukkan betapa luasnya dampak teknologi ini.

    Kapan Sebaiknya Menggunakan Generative Edit?

    Fitur Generative Edit dapat dimanfaatkan dalam berbagai situasi sehari-hari seperti saat berwisata. Sering kali objek atau orang asing tidak sengaja ikut masuk ke dalam frame. Fitur Generative Edit akan membantu menghapus elemen-elemen tersebut sehingga fokus foto tetap pada objek utama atau pemandangan.

    Bagi pelaku UMKM atau penjual online, Generative Edit juga dapat digunakan untuk menghapus latar belakang atau menata ulang posisi produk. Hasilnya, foto produk terlihat lebih rapi dan profesional tanpa perlu menggunakan aplikasi edit yang rumit. Dengan berbagai keunggulan ini, Generative Edit menjadi salah satu fitur Galaxy AI yang membantu pengguna menghasilkan foto yang lebih bersih, rapi, dan menarik langsung dari smartphone. Pekerjaan yang sebelumnya memerlukan aplikasi edit profesional dan waktu lebih lama kini dapat diselesaikan hanya dalam beberapa langkah, kapan saja dan di mana saja.

    Meski demikian, perlu diingat bahwa hasil edit bisa kurang optimal pada foto beresolusi rendah, gambar dengan banyak objek bertumpuk, atau konten yang terlalu kompleks. Pastikan perangkat telah menggunakan versi software terbaru untuk mendapatkan pembaruan Galaxy AI. Jika fitur masih tidak berfungsi, coba restart perangkat, lalu buka kembali aplikasi Gallery dan gunakan Generative Edit. Penggunaan AI untuk keperluan kreatif juga perlu diimbangi dengan pemahaman etika, seperti yang terlihat dalam kasus Polisi Inggris yang menangani penyalahgunaan AI untuk pemalsuan bukti.

    FAQ Seputar Generative Edit

    1. Apakah Generative Edit tersedia di semua perangkat Samsung Galaxy?
    Tidak. Fitur Generative Edit hanya tersedia pada perangkat Samsung Galaxy tertentu yang telah mendukung Galaxy AI, seperti seri Galaxy S24, Galaxy S25, Galaxy S26, Galaxy Z Fold, Galaxy Z Flip, serta beberapa model terbaru dari seri Galaxy A.

    2. Mengapa hasil Generative Edit terkadang kurang optimal?
    Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi hasil edit, antara lain: foto memiliki resolusi rendah atau sudah banyak dikompresi, gambar berisi banyak objek yang saling bertumpuk sehingga AI kesulitan mengenali objek utama, serta konten pada foto terlalu kompleks atau tidak dapat diproses oleh AI.

    3. Apa yang perlu dilakukan jika Generative Edit tidak berfungsi?
    Pastikan perangkat telah menggunakan versi software terbaru agar mendapatkan pembaruan Galaxy AI. Jika fitur masih tidak berfungsi, coba restart perangkat, lalu buka kembali aplikasi Gallery dan gunakan Generative Edit.

    4. Bagaimana agar hasil edit terlihat lebih natural?
    Gunakan foto beresolusi tinggi dengan objek yang jelas dan pencahayaan yang cukup. Semakin baik kualitas foto asli, semakin mudah AI menganalisis gambar dan menghasilkan edit yang terlihat alami.

    Dengan fitur ini, Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi salah satu smartphone paling canggih di kelasnya untuk kebutuhan fotografi dan editing. Bagi pengguna yang menginginkan kemudahan tanpa mengorbankan kualitas, fitur ini jelas menjadi nilai tambah yang signifikan.

  • Tambahan Spektrum 100 MHz, Telkomsel Ungkap Dampak ke Akses Internet

    Tambahan Spektrum 100 MHz, Telkomsel Ungkap Dampak ke Akses Internet

    JBNews.id — Telkomsel resmi memperoleh alokasi spektrum frekuensi 100 MHz dari hasil lelang pita 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Operator seluler pelat merah ini mengungkapkan bahwa tambahan spektrum tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas akses internet bagi pelanggan di seluruh Indonesia.

    Alokasi spektrum ini bukan sekadar perluasan sumber daya jaringan. Menurut VP Technology Strategy & Consumer Product Development Telkomsel, Ronald Limoa, spektrum yang diperoleh merupakan amanah untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik. “Bagi Telkomsel, alokasi spektrum ini bukan sekadar tambahan sumber daya jaringan, melainkan amanah untuk terus menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/7/2026).

    Dengan karakteristik yang saling melengkapi, pita 700 MHz berpotensi memperkuat jangkauan dan kualitas layanan, termasuk di area yang membutuhkan cakupan lebih luas maupun kualitas sinyal yang lebih baik di dalam ruangan. Sementara itu, pita 2,6 GHz akan mendukung peningkatan kapasitas jaringan untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan trafik data sekaligus memperkuat kesiapan pengembangan layanan 5G di masa mendatang.

    Dampak Langsung bagi Akses Internet

    Tambahan spektrum 100 MHz ini akan digunakan secara optimal dan bertahap. Telkomsel berkomitmen memperkuat kualitas layanan, memperluas manfaat inklusivitas digital, dan mendukung kebutuhan masyarakat serta industri yang semakin berbasis data. Perusahaan juga berkomitmen terus memperluas cakupan layanan 5G di seluruh Indonesia, selaras dengan pemenuhan komitmen pembangunan pada desa-desa yang telah ditetapkan oleh Komdigi.

    “Kami akan mengoptimalkan pemanfaatan spektrum tersebut secara bertanggung jawab dan bertahap agar dapat semakin Melayani Sepenuh Hati dan memberikan manfaat nyata, mulai dari konektivitas yang semakin merata, kapasitas layanan yang lebih baik, hingga dukungan terhadap transformasi digital,” tutur Ronald.

    Kombinasi pita frekuensi rendah (low-band) 700 MHz dan pita frekuensi menengah (mid-band) 2,6 GHz akan memperkuat keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas jaringan. Manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelanggan, baik individu, rumah tangga, pelaku usaha, maupun sektor industri.

    Spektrum merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan layanan telekomunikasi yang dapat membantu operator menghadirkan konektivitas yang lebih berkualitas sekaligus mendukung perkembangan teknologi digital masa depan. Dalam konteks ini, inovasi di sektor digital juga terus bermunculan, seperti yang dilakukan Bocah SD Boyolali yang menemukan celah keamanan NASA.

    Komitmen Jangka Panjang

    Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel akan melanjutkan koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait untuk memenuhi seluruh tahapan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Optimalisasi spektrum akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, kesiapan teknis jaringan, serta agenda transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Spektrum adalah sumber daya publik yang sangat strategis. Karena itu, fokus kami bukan hanya pada besarnya alokasi yang diperoleh, melainkan bagaimana mengubah sumber daya tersebut menjadi manfaat nyata yang dirasakan pelanggan melalui pengalaman digital yang semakin mudah, nyaman, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” pungkas Ronald.

    Dengan tambahan spektrum ini, Telkomsel semakin siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan tren positif di industri teknologi global, seperti yang terlihat dari Pendapatan OpenAI Meroket yang menunjukkan besarnya potensi pasar digital.

    Bagi pengguna internet di Indonesia, dampak dari tambahan spektrum ini akan terasa dalam beberapa bulan ke depan. Kualitas sinyal yang lebih baik, kecepatan akses yang meningkat, dan cakupan yang lebih luas menjadi janji nyata dari alokasi frekuensi ini. Terlebih, pemerintah melalui Komdigi juga membidik kecepatan internet seluler Indonesia tembus 100 Mbps pada 2029.

    Perkembangan ini juga menjadi kabar baik bagi para gamer dan pengguna layanan digital lainnya. Dengan infrastruktur yang lebih baik, pengalaman bermain game online dan streaming akan semakin optimal. Hal ini berbeda dengan kasus Gamer Gugat Microsoft yang menang dan mendapatkan kembali akunnya, menunjukkan betapa pentingnya akses digital yang andal.

  • s.id Shop: Monetisasi Karya Digital Kreator dan UMKM

    s.id Shop: Monetisasi Karya Digital Kreator dan UMKM

    JBNews.id — Platform teknologi lokal s.id resmi meluncurkan s.id Shop, sebuah platform digital commerce yang memungkinkan kreator, freelancer, UMKM, hingga pendidik menjual produk digital dan menerima pembayaran dalam satu ekosistem terpadu. Langkah ini menjadi strategi terbaru perusahaan yang sebelumnya dikenal melalui layanan short link, bio link, dan QR Code, untuk bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur digital bagi ekonomi kreator di Indonesia.

    Peluncuran s.id Shop didorong oleh semakin besarnya kebutuhan monetisasi konten digital di Indonesia seiring meningkatnya jumlah kreator dan pekerja independen. CEO s.id Dimaz Maulana menyatakan bahwa tantangan terbesar kreator saat ini bukan lagi menciptakan karya, melainkan bagaimana mendistribusikan dan memperoleh pendapatan dari karya tersebut secara efisien.

    “Kami percaya setiap orang memiliki pengetahuan, keterampilan, atau karya yang bernilai. Tantangannya bukan hanya membuat karya, tetapi bagaimana karya tersebut bisa dipasarkan, dibayar, dan didistribusikan dengan mudah. s.id Shop kami hadirkan untuk membantu siapa pun memperoleh penghasilan dari karya digitalnya tanpa harus dipusingkan oleh proses teknis,” ujar Dimaz dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).

    Fitur Unggulan Watermark Otomatis

    Melalui s.id Shop, pengguna dapat membangun toko digital dan menjual berbagai produk digital seperti e-book, template, hingga dokumen. Salah satu fitur yang menjadi pembeda adalah watermark otomatis pada e-book. Setiap file yang dibeli pelanggan akan diberi watermark secara otomatis sebelum diunduh, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko pembajakan dan penyebaran ilegal.

    Selain itu, sistem distribusi produk juga dilakukan secara otomatis setelah pembayaran berhasil. Kreator tidak perlu lagi mengirimkan file secara manual kepada setiap pembeli, menghemat waktu dan tenaga yang bisa dialokasikan untuk berkarya. Fitur ini menjadi solusi bagi para kreator digital yang ingin fokus pada pengembangan konten tanpa terbebani urusan administrasi penjualan.

    Product Manager s.id Shop, Naufal, mengatakan perlindungan terhadap karya digital menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam pengembangan platform. “Kami ingin kreator merasa lebih percaya diri ketika menjual karya digitalnya. Watermark otomatis memberikan lapisan perlindungan tambahan, sementara delivery otomatis membuat proses penjualan menjadi lebih efisien. Dengan begitu, kreator bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk berkarya daripada mengurus administrasi,” katanya.

    Payment Link untuk Berbagai Profesi

    Tak hanya menyasar kreator konten, s.id juga membidik freelancer, konsultan, mentor, organisasi, hingga UMKM melalui fitur Payment Link. Fitur tersebut memungkinkan pengguna membuat tautan pembayaran dalam hitungan detik dan membagikannya melalui berbagai platform seperti WhatsApp, Instagram, Telegram, maupun email tanpa perlu membangun sistem pembayaran sendiri.

    Kemudahan ini menjadi nilai tambah bagi para profesional yang membutuhkan solusi pembayaran instan tanpa kerumitan teknis. Dengan Payment Link, setiap transaksi dapat dilakukan secara profesional dan efisien, memperkuat posisi s.id sebagai platform yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreator di Indonesia. Untuk memahami lebih dalam tentang keamanan digital, Anda dapat membaca artikel tentang Fitur Face Recognition yang relevan dengan perlindungan data.

    Dengan ekspansi tersebut, s.id berharap dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreator di Indonesia. Sebelumnya perusahaan dikenal melalui layanan short link dan bio link, sementara kini memperluas layanan ke monetisasi karya digital.

    Peluncuran s.id Shop juga mencerminkan tren berkembangnya creator commerce, di mana platform digital tidak lagi hanya berfungsi membangun audiens, tetapi juga menjadi sarana transaksi dan sumber pendapatan bagi kreator. Melalui integrasi toko digital, distribusi otomatis, perlindungan hak cipta, dan sistem pembayaran dalam satu platform, s.id membidik peluang dari semakin besarnya kebutuhan monetisasi konten dan produk digital di Indonesia.

    Bagi para kreator dan UMKM yang ingin memulai monetisasi karya digital, s.id Shop menawarkan ekosistem yang lengkap dan mudah digunakan. Dengan fitur-fitur unggulan seperti watermark otomatis dan Payment Link, platform ini menjadi pilihan menarik untuk mengoptimalkan pendapatan dari konten digital. Perkembangan ini juga menunjukkan bagaimana teknologi lokal mampu bersaing dengan platform global dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreator di Tanah Air.

    Ke depannya, s.id berencana terus mengembangkan fitur-fitur baru yang dapat membantu kreator dan UMKM dalam mengelola dan memonetisasi karya digital mereka. Dengan dukungan infrastruktur digital yang solid, diharapkan semakin banyak kreator Indonesia yang dapat meraih kesuksesan melalui platform ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi digital, Anda dapat menyimak artikel tentang celah keamanan NASA yang menarik untuk disimak.