Blog

  • YouTube Aktifkan Fitur Pesan Pribadi Setelah Sembilan Tahun

    YouTube Aktifkan Fitur Pesan Pribadi Setelah Sembilan Tahun

    JBNews.id — YouTube kembali menghadirkan fitur pesan pribadi di dalam aplikasi setelah menghentikannya pada 2019. Platform berbagi video milik Google itu mulai memperluas fitur berbagi video dan pesan pribadi ke pengguna di Amerika Serikat dan “wilayah global lainnya” yang berusia 18 tahun ke atas.

    Dalam pengumuman di blog resminya, YouTube menyatakan bahwa fitur ini merupakan salah satu permintaan paling populer dari pengguna. “Komunitas kami suka berbagi video dengan teman dan keluarga, dan kami ingin mereka bisa melakukannya di satu tempat,” tulis YouTube dalam pernyataan resmi yang dikutip JBNews.id.

    YouTube pertama kali memperkenalkan fitur pesan pribadi pada 2017, tetapi hanya bertahan dua tahun sebelum dihentikan. Saat itu, perusahaan memilih untuk fokus pada percakapan publik melalui fitur Stories yang mirip Instagram, yang kemudian juga dihapus pada 2023. Uji coba terbaru fitur perpesanan ini dimulai pada November 2025.

    Mekanisme dan Persyaratan Akses

    Sistem baru ini memiliki beberapa perbedaan signifikan dibandingkan versi sebelumnya. Pengguna diwajibkan melakukan verifikasi usia sebelum dapat mengakses fitur tersebut. Selain itu, pengguna hanya bisa memulai percakapan setelah mengirimkan tautan undangan melalui platform perpesanan pihak ketiga.

    Fitur obrolan dapat diakses dengan mengetuk ikon “Messages” di pojok kanan atas aplikasi YouTube, yang kemudian akan menyediakan tautan undangan. Cara kerja sistem ini menunjukkan bahwa YouTube berusaha membatasi komunikasi hanya dengan orang-orang yang sudah dikenal, bukan mendorong percakapan antar pengguna acak.

    “Baik itu video musik baru, tutorial yang bermanfaat, atau Short yang lucu, pembaruan ini akan memberi pengguna cara baru untuk berbagi langsung di tempat mereka menonton,” jelas YouTube dalam pernyataannya.

    Kebijakan dan Keamanan

    YouTube menegaskan bahwa Pedoman Komunitas akan berlaku untuk semua konten dan pesan yang dibagikan menggunakan fitur ini. Perusahaan juga menyatakan sedang berupaya untuk memperluas jangkauan fitur “lebih jauh lagi dalam waktu dekat.”

    Kebijakan keamanan yang ketat ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin memperhatikan perlindungan pengguna muda. Dalam konteks yang lebih luas, platform digital terus beradaptasi dengan regulasi perlindungan data dan keselamatan pengguna.

    Dampak bagi Pengguna dan Ekosistem YouTube

    Kembalinya fitur pesan pribadi menandai perubahan strategi YouTube dalam menghadapi persaingan dengan platform berbagi konten lainnya. Selama bertahun-tahun, pengguna harus meninggalkan aplikasi YouTube untuk berbagi video melalui WhatsApp, Telegram, atau platform perpesanan lainnya.

    Dengan hadirnya fitur ini, pengguna kini dapat berbagi video dan berdiskusi tanpa harus berpindah aplikasi. Hal ini berpotensi meningkatkan waktu yang dihabiskan pengguna di dalam ekosistem YouTube, sekaligus memberikan data berharga bagi perusahaan tentang preferensi konten pengguna.

    Namun, pembatasan usia 18+ dan sistem undangan menunjukkan bahwa YouTube masih berhati-hati. Langkah ini berbeda dengan pendekatan YouTuber Nekat yang kerap mengambil risiko dalam konten mereka.

    Implikasi untuk Pengguna Indonesia

    Meskipun peluncuran awal hanya mencakup Amerika Serikat dan beberapa wilayah global lainnya, pengguna di Indonesia kemungkinan akan mendapatkan akses dalam waktu dekat. YouTube menyatakan komitmennya untuk memperluas fitur “lebih jauh lagi.”

    Bagi pengguna Indonesia yang terbiasa berbagi video YouTube melalui WhatsApp atau platform lokal, fitur ini bisa menjadi alternatif yang lebih praktis. Namun, verifikasi usia mungkin menjadi tantangan tersendiri mengingat aturan pembatasan usia untuk platform digital di Indonesia.

    Keputusan YouTube untuk menghidupkan kembali fitur perpesanan ini juga relevan dengan tren industri yang terus berubah. Sementara beberapa platform seperti Honor X5c Plus fokus pada perangkat keras, YouTube memilih untuk memperkuat fitur sosial di platformnya.

    Dari sisi bisnis, langkah ini dapat memperkuat posisi YouTube dalam persaingan dengan TikTok dan Instagram yang sudah memiliki fitur perpesanan terintegrasi. Dengan menyediakan cara baru untuk berinteraksi, YouTube berharap dapat mempertahankan pengguna yang selama ini beralih ke platform lain untuk berbagi konten.

    Kembalinya fitur ini juga menunjukkan bahwa YouTube mendengarkan masukan pengguna. Setelah menguji coba kemampuan perpesanan pada November 2025 dan menyebutnya sebagai “permintaan fitur teratas,” perusahaan akhirnya memutuskan untuk menghidupkan kembali layanan yang sempat dihapus.

  • Tenaga Surya AS Kalahkan Batu Bara Pertama Kalinya di Mei 2026

    Tenaga Surya AS Kalahkan Batu Bara Pertama Kalinya di Mei 2026

    JBNews.id — Untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika Serikat, pembangkit listrik tenaga surya menghasilkan lebih banyak listrik dibandingkan batu bara pada Mei 2026. Data dari lembaga riset energi global Ember menunjukkan bahwa energi surya menyumbang 12,8 persen dari seluruh pembangkit listrik AS, sementara batu bara hanya 12,2 persen.

    “Rekor ini bisa terpecahkan lagi pada bulan-bulan musim panas mendatang,” demikian catatan Ember dalam laporannya. Capaian ini menjadi tonggak sejarah yang menegaskan pergeseran fundamental dalam bauran energi Amerika Serikat.

    Penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik telah menurun drastis, hampir setengahnya dalam lima tahun terakhir saja. Sebaliknya, jumlah energi surya yang dihasilkan meningkat lebih dari dua kali lipat pada periode yang sama.

    “Mengalahkan batu bara untuk pertama kalinya dalam satu bulan menunjukkan seberapa jauh energi surya telah berkembang, dari kontributor kecil menjadi sumber listrik terbesar ketiga dan dengan pertumbuhan tercepat di sistem kelistrikan AS,” ujar analis data senior Ember, Nicolas Fulghum, dalam pernyataan resminya.

    Kontras dengan Kebijakan Pemerintahan Trump

    Pencapaian ini terjadi di tengah langkah kontroversial pemerintahan Trump yang justru menggelontorkan dana federal sebesar 700 juta dolar AS untuk industri batu bara. Departemen Energi AS membatalkan rencana penutupan lima pembangkit batu bara tua, dan mendanai pembangunan pembangkit baru di Alaska dan West Virginia.

    Ironisnya, pendanaan untuk inisiatif yang dipertanyakan ini berasal dari anggaran Kongres yang semula dialokasikan untuk mengurangi emisi karbon dioksida. Batu bara merupakan bahan bakar fosil paling padat karbon yang menghasilkan polusi beracun dalam jumlah besar. Penambangan terbuka di AS juga sangat merusak lingkungan, mencabut seluruh ekosistem.

    Efisiensi dan Produksi Massal Dorong Popularitas Surya

    Popularitas energi surya melonjak berkat peningkatan efisiensi yang signifikan dan terobosan dalam manufaktur. China memainkan peran dominan, kini mewakili 80 persen produksi panel surya global. Keunggulan biaya produksi ini membuat panel surya semakin terjangkau dan mudah diadopsi secara massal.

    Dalam konteks global, transisi energi surya juga menjadi topik hangat. Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan teknologi terkini, simak liputan kami tentang Daftar Game terbaru atau Microsoft Build 2026 yang menghadirkan inovasi AI dan chip quantum.

    Sementara itu, fokus pemerintahan Trump untuk menghidupkan kembali batu bara berisiko membuat AS semakin tertinggal dalam energi terbarukan. Mendukung energi surya saat ini sangat masuk akal — membuat upaya pemerintahan Trump untuk mendukung apa yang disebut “batu bara bersih” semakin membingungkan.

    Di sisi lain, perkembangan energi surya yang pesat juga berdampak pada sektor lain. Kenaikan biaya energi di beberapa daerah, seperti yang dilaporkan dalam artikel Biaya Sampah Naik di Bandung, menunjukkan pentingnya diversifikasi sumber energi. Sementara itu, Harga BBM Pertamina yang baru-baru ini turun juga menjadi indikator dinamika energi nasional.

    Implikasinya jelas: investasi pada energi surya bukan sekadar pilihan ramah lingkungan, melainkan keputusan ekonomi yang cerdas di tengah penurunan biaya produksi dan peningkatan efisiensi yang masif. Bagi pembaca, pergeseran ini berarti potensi penurunan biaya listrik jangka panjang dan berkurangnya ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif.

  • XLSmart-Komdigi Luncurkan DigiHer, Target 2,4 Juta Perempuan Melek Digital

    XLSmart-Komdigi Luncurkan DigiHer, Target 2,4 Juta Perempuan Melek Digital

    JBNews.id — XLSmart bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan DigiHer, sebuah fitur terbaru dalam aplikasi Sisternet yang dirancang khusus untuk memperluas akses pembelajaran digital bagi perempuan Indonesia. Program ini menargetkan digitalisasi 2,4 juta perempuan pada 2026 dan terintegrasi dengan program Digital Talent Scholarship (DTS) Komdigi.

    Peluncuran DigiHer berlangsung di acara Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya peningkatan literasi dan keterampilan digital perempuan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan perempuan di Indonesia.

    “Peningkatan literasi dan keterampilan digital perempuan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat pemberdayaan perempuan di Indonesia. Perempuan perlu mendapatkan akses yang setara terhadap pengetahuan, teknologi, dan peluang ekonomi digital agar dapat berkontribusi lebih besar bagi keluarga, komunitas, dan pembangunan nasional,” ujar Meutya.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membuka XLSmart Bravo 500 Summit di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Hadir pula sejumlah direksi dan komisaris XLSmart.

    Data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan masih adanya kesenjangan akses digital antara laki-laki dan perempuan. Penetrasi internet pada laki-laki mencapai 82,7%, sementara perempuan hanya 78,6%. Selisih 4,1% ini menjadi dasar urgensi diluncurkannya program-program literasi digital yang menyasar perempuan.

    Melalui platform DigiHer, pengguna dapat mengakses berbagai materi pembelajaran mulai dari literasi digital dasar, keamanan digital, kecerdasan buatan (AI), digital marketing, personal branding, kewirausahaan digital, hingga pengembangan karier. Konten-konten ini tersedia secara on-demand melalui aplikasi Sisternet yang sudah dikenal luas sebagai ekosistem pemberdayaan digital perempuan.

    Ekosistem Pembelajaran Digital untuk Perempuan

    Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys menjelaskan bahwa DigiHer merupakan kelanjutan dari gerakan 1 Juta Sister Digital yang selama ini dijalankan XLSmart melalui Sisternet. Pada tahap awal peluncuran, platform ini menghadirkan ratusan materi pembelajaran hasil kurasi Sisternet yang terintegrasi dengan program Digital Talent Scholarship Komdigi.

    “Kami percaya bahwa transformasi digital yang inklusif membutuhkan akses pembelajaran yang mudah dijangkau, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Merza.

    Program DigiHer tidak hanya menyediakan konten edukasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem Sisternet yang lebih luas. Ekosistem ini mencakup komunitas belajar, webinar, mentoring, networking, hingga informasi peluang pengembangan karier. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kompetensi digital perempuan Indonesia.

    Sasaran program ini sangat luas, mencakup seluruh perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pekerja informal, hingga ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kemampuan digital mereka.

    Menurut Merza, peningkatan kompetensi digital perempuan akan memberikan dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar peningkatan kemampuan individu. “Dengan dukungan ekosistem Sisternet, kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, serta jaringan XLSmart yang terus diperkuat, kami berharap DigiHer dapat menjadi ruang belajar digital yang mendorong perempuan untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator, pemimpin, dan bagian dari talenta digital masa depan,” tutur Merza.

    Dukungan Infrastruktur dan Target Jangka Panjang

    Sebagai perusahaan digital connectivity, XLSmart juga menegaskan komitmennya memperluas akses digital melalui penguatan jaringan 4G dan pengembangan 5G Blanket di berbagai wilayah Indonesia. Operator seluler ini menilai konektivitas yang kuat menjadi faktor penting agar layanan pembelajaran digital seperti DigiHer dapat diakses lebih luas oleh perempuan di berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan digital.

    Ke depan, XLSmart dan Komdigi berencana terus mengembangkan DigiHer melalui penambahan materi pembelajaran, program sertifikasi, mentoring, komunitas belajar, hingga peluang pengembangan karier yang disesuaikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang. Target digitalisasi 2,4 juta perempuan pada 2026 menjadi acuan utama dalam pengembangan program ini.

    Peluncuran DigiHer di Bravo 500 Summit 2026 juga menjadi momen penting bagi XLSmart untuk menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital yang inklusif. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga membahas berbagai inisiatif terkait kecerdasan buatan dan digitalisasi sektor korporasi melalui program-program seperti ESTA Prime.

    Dengan hadirnya DigiHer, perempuan Indonesia kini memiliki akses yang lebih mudah dan terstruktur untuk meningkatkan kompetensi digital mereka. Platform ini menjadi jembatan bagi perempuan untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berperan aktif sebagai kreator dan pemimpin di era digital.

    Bagi perempuan Indonesia yang ingin bergabung, program DigiHer dapat diakses melalui aplikasi Sisternet yang tersedia di platform Android dan iOS. Seluruh materi pembelajaran dapat diakses secara gratis sebagai bagian dari komitmen XLSmart dan Komdigi dalam mempercepat pengembangan talenta digital perempuan Indonesia.

  • XLSmart Satukan AI, Cloud, dan 5G untuk Akselerasi Digital Korporasi

    XLSmart Satukan AI, Cloud, dan 5G untuk Akselerasi Digital Korporasi

    JBNews.id — XLSmart resmi meluncurkan Esta Ecosystem, platform digital terintegrasi yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI), cloud, data platform, keamanan siber, hingga jaringan 5G untuk mempercepat transformasi digital korporasi di Indonesia.

    Solusi tersebut diperkenalkan melalui XLSmart for Business dalam ajang Bravo 500 Summit 2026 yang mempertemukan ratusan pemimpin bisnis dan korporasi di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Ajang yang memasuki tahun ke-2 ini berhasil mengumpulkan para pelaku usaha dari berbagai bidang yang beroperasi di Tanah Air.

    Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, mengatakan transformasi digital yang berhasil tidak cukup hanya mengandalkan adopsi teknologi. Perusahaan juga membutuhkan fondasi konektivitas, pengelolaan data, dan pemanfaatan AI yang mampu memberikan dampak nyata terhadap bisnis.

    “Transformasi digital yang berhasil membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Perusahaan membutuhkan fondasi konektivitas yang kuat, kemampuan mengelola data secara efektif, serta pemanfaatan AI dan otomasi yang mampu menghasilkan dampak bisnis yang nyata,” ujar Andrijanto di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

    Lima Pilar Solusi Digital Terintegrasi

    Melalui ESTA Prime, ESTA eco, ESTA connect 5G, ESTA vision, dan ESTA agent, XLSmart for Business hadir sebagai mitra yang membantu pelanggan meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, dan membangun organisasi yang lebih adaptif di atas fondasi jaringan 5G XLSmart yang terus diperluas secara nasional.

    Dalam ekosistem tersebut, ESTA Prime menjadi platform utama yang mengintegrasikan berbagai layanan digital dalam satu sistem terpadu. Solusi ini menghubungkan data, teknologi, dan operasional bisnis sehingga perusahaan dapat mengelola transformasi digital secara lebih efisien dan terukur.

    ESTA Prime mencakup berbagai kapabilitas seperti AI, data platform, data visualization, cloud, cybersecurity, Industrial IoT, interconnect hub, connectivity, hingga advanced managed services.

    Para pengunjung memadati booth pameran, diskusi dan talkshow pada ajang XLSmart Bravo 500 Summit di Jakarta, Kamis (11/2/6/2026). Ini adalah forum tahunan edisi kedua yang mempertemukan industri, pemerintah, akademisi dan mitra teknologi di Indonesia. ‘Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri’ jadi tema yang dipilih dalam acara B2B yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Event ini mengundang 2.000 partisipan untuk membahas pemanfaatan AI, data, konektivitas dan teknologi digital.

    XLSmart juga memperkuat platform tersebut dengan AI-ready architecture, GPU Cluster untuk pengembangan AI dan machine learning, serta Experience Operation Center (XoC) yang memungkinkan pelanggan memantau seluruh layanan digital secara real time melalui satu pusat kendali.

    Mitra Strategis untuk Transformasi Kompleks

    Melalui pengembangan ekosistem enterprise tersebut, operator seluler ini ingin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis korporasi dalam menghadapi percepatan transformasi digital yang semakin kompleks. Langkah ini sejalan dengan target perusahaan untuk memperbesar kontribusi segmen enterprise terhadap pendapatan total, sebagaimana dibahas dalam artikel terkait.

    Sementara itu, Chief Product Partnership & Business Development XLSmart, Tony Wijaya, mengatakan perusahaan ingin hadir lebih jauh dari sekadar penyedia konektivitas.

    “Kami tidak berhenti di konektivitas. Melalui ekosistem Esta, XLSmart for Business hadir di setiap lapisan kebutuhan digital perusahaan – dari konektivitas 5G, analitik visual, otomasi layanan, hingga platform enterprise terintegrasi. Kami ingin menjadi mitra yang benar-benar membantu pelanggan membangun organisasi yang lebih cerdas dan siap menghadapi persaingan,” kata Tony.

    Peluncuran Esta Ecosystem ini menandai babak baru bagi XLSmart dalam menggarap segmen enterprise. Dengan menggabungkan AI, cloud, dan 5G dalam satu ekosistem terpadu, perusahaan menawarkan solusi yang tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi juga kecerdasan data dan otomasi operasional.

    Bagi korporasi yang sedang menjalani transformasi digital, kehadiran platform semacam ini menjadi krusial. Perusahaan tidak lagi harus mengintegrasikan berbagai solusi dari vendor berbeda secara manual. Sebaliknya, mereka dapat mengandalkan satu ekosistem yang sudah dirancang untuk saling terhubung dan bekerja secara sinergis.

    Implikasinya jelas: efisiensi operasional meningkat, waktu implementasi lebih cepat, dan dampak bisnis lebih terukur. Inilah yang ditawarkan XLSmart melalui Esta Ecosystem — sebuah lompatan dari sekadar penyedia infrastruktur menjadi mitra strategis transformasi digital korporasi di Indonesia.

  • Menkomdigi Buka XLSmart Bravo 500 Summit 2026

    Menkomdigi Buka XLSmart Bravo 500 Summit 2026

    JBNews.id — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membuka XLSmart Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Forum tahunan edisi kedua ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas transformasi digital nasional.

    Acara yang digelar XLSmart for Business ini mengusung tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri”. Sebanyak 2.000 partisipan hadir untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), data, konektivitas, dan teknologi digital. Forum ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat pilar-pilar digital yang menopang industri.

    Dalam sambutannya, Meutya Hafid menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong adopsi teknologi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi tantangan geografis.

    Salah satu momen kunci dalam summit ini adalah peluncuran Esta Prime oleh XLSmart for Business. Esta Prime merupakan platform dan layanan enterprise yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis melalui solusi konektivitas, integrasi data, penguatan keamanan, dan integrasi aplikasi. Platform ini mencakup tujuh pilar digital yang dinilai krusial bagi industri saat ini: data, perangkat (device), jaringan (network), aplikasi, keamanan (security), infrastruktur digital, dan kecerdasan buatan (AI).

    Peluncuran Esta Prime menandai langkah strategis XLSmart dalam menyediakan solusi digital terpadu bagi korporasi. Dengan mengintegrasikan tujuh pilar digital dalam satu platform, perusahaan dapat mengelola transformasi digital secara lebih efisien dan terukur. Kehadiran AI sebagai salah satu pilar menunjukkan bahwa teknologi ini menjadi fondasi utama dalam inovasi bisnis modern.

    XLSmart Bravo 500 Summit 2026 tidak hanya menjadi ajang peluncuran produk, tetapi juga forum diskusi yang menghadirkan berbagai narasumber dari lintas sektor. Para peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana teknologi digital dapat diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing industri. Diskusi mencakup studi kasus penerapan AI di sektor manufaktur, layanan keuangan, dan logistik.

    Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, terus mendorong pengembangan infrastruktur digital yang merata. Hal ini penting untuk memastikan bahwa manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil. Upaya pemerintah mengejar kualitas internet menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem digital yang inklusif.

    Acara ini juga menjadi momentum bagi para pelaku industri untuk menjalin kemitraan strategis. Kolaborasi antara perusahaan teknologi, penyedia layanan, dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat adopsi solusi digital di berbagai sektor. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya menjadi wacana, tetapi terwujud dalam implementasi nyata.

    Kehadiran 2.000 partisipan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Forum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan era digital. Para peserta juga berkesempatan untuk melihat langsung demonstrasi teknologi terbaru dari berbagai mitra XLSmart.

    XLSmart for Business berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Peluncuran Esta Prime diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi digital mereka. Platform ini dirancang untuk fleksibel dan dapat disesuaikan dengan skala bisnis, dari UKM hingga korporasi besar.

    Dengan digelarnya XLSmart Bravo 500 Summit 2026, optimisme terhadap masa depan transformasi digital Indonesia semakin kuat. Sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun ekosistem digital yang berdaya saing global. Forum ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus mendorong inovasi dan kolaborasi.

  • Huawei MatePad Mini Meluncur di Indonesia 24 Juni, Spesifikasi Bocor

    Huawei MatePad Mini Meluncur di Indonesia 24 Juni, Spesifikasi Bocor

    JBNews.id — Huawei akan memperkenalkan MatePad Mini sebagai tablet terbarunya di Indonesia pada 24 Juni 2026. Tablet ini hadir dengan desain compact dan tipis, menyasar konsumen yang mencari perangkat serba bisa dengan layar 8,8 inch.

    Edy Supartono, Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, menyatakan bahwa Huawei MatePad Mini adalah salah satu tablet berukuran 8,8 inch paling tipis sedunia. Ketebalannya hanya 5,2mm dengan bobot 260 gram. “Tapi itu tidak menghalangi powerful atau durabilitas dari tablet Huawei MatePad Mini, karena tanpa kompromi kita tetap mendesain Huawei MatePad Mini dengan inovatif,” kata Edy dalam media experience di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

    Spesifikasi Layar dan Desain

    Huawei MatePad Mini dilengkapi panel display OLED PaperMatte yang memberikan sensasi menulis seperti di atas kertas dan dapat mengurangi pantulan cahaya. Layar ini memiliki resolusi 2,5K dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.800 nits.

    Layar Huawei MatePad Mini dikelilingi bezel super tipis, hanya 2,9mm. Desain ini memungkinkan Huawei mengecilkan dimensi tablet hingga 4,1%, tapi area layarnya berhasil diperluas hingga 9,4% dengan rasio screen-to-body hingga 92%.

    Untuk menjaga kenyamanan mata pengguna, tablet ini menawarkan mode ‘Eye comfort’ yang dapat menyaring cahaya biru, dan mode eBook yang menampilkan konten dalam warna hitam dan putih. Huawei MatePad Mini juga sudah dilengkapi sertifikasi dari TÜV Rheinland dan SGS Low Visual Fatigue.

    Huawei MatePad Mini

    Kamera dan Fitur Produktivitas

    Kamera utama 50 MP dan kamera ultrawide 8 MP melengkapi spesifikasi Huawei MatePad Mini, yang dikelilingi cincin ala jam tangan mewah. Di salah satu sudut layarnya terdapat kamera depan 32 MP untuk mengambil selfie dan video call.

    Walau ukurannya kecil, Huawei sudah membekali tablet ini dengan sejumlah fitur pendukung produktivitas dan kreativitas. Ada aplikasi Huawei Notes yang dapat mengenali rumus perhitungan matematika dan tulisan tangan, WPS PC Level untuk mengolah dokumen, serta aplikasi GoPaint untuk menggambar.

    Huawei MatePad Mini dilengkapi aksesoris case Huawei Fold Cover yang dapat dipakai dalam berbagai mode, dan stylus Huawei M-Pencil generasi ketiga yang memiliki 10.000 tingkat sentuhan dan latensi rendah 0,8ms.

    Performa dan Baterai

    Performa Huawei MatePad Mini didukung baterai 6.400 mAh yang diklaim dapat dipakai untuk menonton video hingga 15,5 jam. Baterainya dilengkapi Fitur Terbaru pengisian cepat 66W.

    Spesifikasi lengkap dan harga Huawei MatePad Mini di Indonesia akan diumumkan pada 24 Juni mendatang. Peluncuran ini menambah daftar panjang inovasi Huawei di segmen tablet, sekaligus memberikan alternatif bagi pengguna yang menginginkan Teknologi Terbaru dalam genggaman.

    Dengan bobot hanya 260 gram dan ketebalan 5,2mm, tablet ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang membutuhkan perangkat portabel untuk produktivitas sehari-hari. Kehadiran Huawei MatePad Mini di pasar Indonesia menunjukkan komitmen Huawei untuk terus menghadirkan perangkat inovatif di segmen tablet.

    Bagi konsumen yang mencari tablet dengan keseimbangan antara portabilitas dan performa, MatePad Mini menawarkan solusi yang menarik. Dengan layar OLED PaperMatte, dukungan stylus M-Pencil generasi ketiga, dan fitur produktivitas seperti Huawei Notes dan WPS PC Level, tablet ini siap mendukung berbagai aktivitas kreatif dan profesional.

    Pengumuman resmi pada 24 Juni nanti akan menjadi momen yang dinantikan oleh banyak penggemar teknologi di Indonesia. Harga dan ketersediaan akan menjadi faktor kunci yang menentukan daya tarik tablet ini di pasar yang semakin kompetitif.

    Huawei juga telah menunjukkan keseriusannya di pasar perangkat wearable dengan fitur-fitur inovatif seperti yang terlihat pada Google Gemini dan produk lainnya. Kehadiran MatePad Mini diharapkan dapat memperkuat posisi Huawei di segmen tablet premium.

    Dengan spesifikasi yang mengesankan dan desain yang ringkas, Huawei MatePad Mini siap menjadi pesaing serius di pasar tablet global. Konsumen di Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan untuk perangkat yang dapat mendukung gaya hidup digital mereka.

  • Dua Developer RI Bertemu Tim Cook di WWDC 2026

    Dua Developer RI Bertemu Tim Cook di WWDC 2026

    JBNews.id — Dua developer muda Indonesia, Francesco Emmanuel Setiawan dan Ghazali Ahlam Jazali, berhasil menembus ajang bergengsi WWDC 2026 di Apple Park, Cupertino. Lebih dari sekadar menyaksikan keynote, keduanya mendapat kesempatan langka bertemu langsung dengan CEO Apple Tim Cook dan calon CEO John Ternus. Pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung inovasi global.

    Francesco, mahasiswa Ilmu Komputer Binus University, adalah peraih penghargaan Swift Student Challenge Distinguished Winner 2026. Sementara Ghazali, lulusan Ilmu Komputer Universitas Sanata Dharma, memenangkan Swift Student Challenge 2026 lewat aplikasi edukasi privasi digital berjudul They Have Your Fingerprint!. Keduanya tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadi representasi kebanggaan Indonesia di ajang tahunan Apple tersebut.

    Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Apple Park

    Francesco mengaku sangat terkesan saat pertama kali memasuki Apple Park. Suasana yang dirasakan jauh berbeda dibandingkan hanya melihat markas Apple melalui foto atau video. “Yang paling memorable sih pas hari pertama ya, pas pertama kali masuk Apple Park. Benar-benar kagum banget, keren banget sama kantornya. Banyak pohon, keren,” ujarnya. Tak hanya desain ikonik, sambutan dari karyawan Apple juga membuatnya merasa istimewa. “Pas baru masuk pun juga Apple employees-nya, mereka very energetic banget. Mereka banyak teriak, pokoknya berasa ter-welcome banget di situ. Jadi very, very memorable,” tambahnya.

    Francesco Emmanuel Setiawan dan Ghazali Ahlam Jazali, dua developer RI ikut WWDC 2026

    Kesan serupa dirasakan Ghazali. Menurutnya, atmosfer di Apple Park langsung terasa berbeda sejak pertama kali tiba. “Kita begitu sampai di depan ini aja, masuk itu udah langsung pada teriak-teriak, WWDC, dan udah langsung bersorak-sorak semua. Energinya itu sangat tinggi dan itu mengubah semua experience-nya,” katanya. Antusiasme yang terpancar dari para peserta dan penyelenggara menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi kedua developer muda ini.

    Bertemu Tim Cook dan John Ternus

    Salah satu momen paling berkesan adalah kesempatan berbincang langsung dengan Tim Cook dan John Ternus. Francesco mengungkapkan Tim Cook sempat bercerita mengenai kunjungan terakhirnya ke Apple Developer Academy Indonesia. “Kemarin pas aku ngobrol sama Tim Cook, dia cerita pas terakhir dia ke Apple Academy Indonesia, dia senang banget lihat the next generation of learners,” ungkap Francesco. Pesan yang disampaikan Tim Cook, baik dalam keynote maupun percakapan langsung, memiliki benang merah yang sama: mendorong generasi muda untuk terus menciptakan inovasi yang memberi dampak positif bagi dunia.

    Francesco Emmanuel Setiawan bertemu Tim Cook dan John Ternus

    Ghazali mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa WWDC merupakan momen favorit dalam setahun bagi para petinggi Apple. “Yang aku agak nggak expect itu adalah mereka bilang bahwa WWDC adalah waktu favorit mereka dalam setahun, termasuk dalam menyambut para pemenang Swift Student Challenge,” ujarnya. “Dari sana aku belajar bahwa mereka benar-benar peduli soal mendidik developer dan mendukung developer indie dalam membangun aplikasi di platform mereka,” lanjut Ghazali. Selain Tim Cook dan John Ternus, Ghazali juga berkesempatan berbincang dengan Susan Prescott, Vice President Worldwide Developer Relations Apple. “Susan Prescott itu essentially semua yang membuat journey developer-ku jadi possible sampai ke sini bahkan. Dan yang keren dari dia, dia sangat berenergi,” katanya.

    Ghazali Ahlam Jazali bertemu Tim Cook dan John Ternus

    Bertukar Pengalaman dengan Engineer Meta dan Headspace

    WWDC 2026 juga menjadi ajang berharga bagi Francesco dan Ghazali untuk memperluas jaringan internasional. Francesco mengaku bisa bertemu langsung dengan para engineer dari sejumlah perusahaan teknologi besar. “Bisa ketemu engineers dari Headspace, dari Meta juga ada. Jadi interesting banget bisa ngobrol-ngobrol sama mereka, dapat insight-insight yang mungkin dari tempat lain kita enggak bisa dapatkan,” ujarnya. Sementara Ghazali merasa terinspirasi saat bertemu para alumni Apple Developer Academy dari berbagai negara. “Ngeliat orang-orang lain ini, banyak juga yang dari Apple Developer Academy, dari berbagai negara, misalnya Korea, Brazil, sampai Italia. Ketemu mereka semua itu menurutku sangat inspiring,” katanya.

    Interaksi tersebut membuka wawasan baru mengenai budaya, metode pembelajaran, hingga pendekatan pengembangan aplikasi yang digunakan di berbagai negara. Pertukaran pengalaman ini menjadi modal berharga bagi kedua developer untuk terus berkarya. Bagi pembaca yang tertarik dengan Fitur Terbaru yang diumumkan di WWDC 2026, artikel terkait bisa menjadi referensi tambahan.

    Fitur WWDC 2026 yang Paling Ditunggu

    Selain pengalaman bertemu tokoh penting, keduanya juga antusias dengan teknologi baru yang diumumkan dalam keynote WWDC 2026. Francesco mengaku paling tertarik dengan pembaruan Core AI yang kini mendukung server models. “Jadi kita udah enggak usah call API dari external parties lagi, terus mau run on-device model tuh jauh lebih gampang dan jauh lebih bagus,” jelasnya. Di sisi lain, Ghazali menyoroti hadirnya visual debugger untuk proyek Artificial Intelligence dan Machine Learning. “Salah satu hambatan terbesar dalam mengerjakan proyek AI/ML itu kan kayak ngeliat model AI yang black box. Dengan visual debugger ini, itu bakal sangat membantu pekerjaan di sana,” ujarnya.

    Kehadiran fitur-fitur ini menunjukkan komitmen Apple dalam mendukung ekosistem developer. Bagi pengguna yang ingin memahami lebih dalam tentang Strategi Model AI, persaingan di industri ini semakin menarik untuk diikuti. Perkembangan teknologi AI yang diumumkan di WWDC 2026 menjadi angin segar bagi para developer di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    Kisah Francesco dan Ghazali di WWDC 2026 membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Pertemuan dengan Tim Cook dan John Ternus, serta interaksi dengan engineer dari Meta dan Headspace, menjadi pengalaman yang tak ternilai. Bagi para developer muda Indonesia, ajang seperti Swift Student Challenge adalah pintu masuk untuk meraih mimpi serupa. Dengan dedikasi dan karya inovatif, bukan tidak mungkin lebih banyak lagi talenta Tanah Air yang akan melangkah ke panggung global. Implikasinya jelas: ekosistem developer Indonesia memiliki potensi besar yang perlu terus didukung dan dikembangkan.

  • NASA dan SpaceX Kunci Kembalinya Manusia ke Bulan

    NASA dan SpaceX Kunci Kembalinya Manusia ke Bulan

    JBNews.id — Sudah lebih dari setengah abad sejak manusia terakhir menginjakkan kaki di Bulan pada Desember 1972 lewat misi Apollo 17. Kini, NASA baru saja mengumumkan kru Artemis III yang dijadwalkan terbang ke Bulan pada 2027. Pertanyaan besarnya: mengapa butuh waktu selama itu untuk kembali?

    Jawaban utamanya bukan sekadar kemauan, melainkan kesiapan teknologi dan kendaraan. NASA menegaskan bahwa prioritas tertinggi adalah keselamatan astronaut. Namun, kendala terbesar justru terletak pada ketiadaan wahana yang mampu membawa manusia mendarat di permukaan Bulan.

    Menurut laporan IFLScience yang dikutip Kamis (11/6/2026), kapsul Orion yang membawa awak Artemis II mengelilingi Bulan tidak dirancang untuk mendarat. Solusi yang sedang dikembangkan adalah menghadirkan kendaraan terpisah buatan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, yang akan menunggu di orbit Bulan.

    Badan Antariksa Eropa (ESA) menjelaskan bahwa Orion akan berlabuh dengan Sistem Pendaratan Manusia (HLS) Starship milik SpaceX. Starship akan menunggu di orbit yang membawanya relatif dekat ke Bulan setiap enam setengah hari. Modul Layanan Eropa ESA kembali memegang peran vital dalam mendukung Orion, menunjukkan kontribusi Eropa yang abadi di jantung program Artemis.

    Orbit yang digunakan dalam misi ini disebut Near Rectilinear Halo Orbit (NRHO). Orbit ini membawa wahana antariksa mendekat ke permukaan Bulan, lalu terbang menjauh dalam pola elips memanjang. Konsep ini ambisius, tetapi realisasinya masih menghadapi hambatan besar.

    Tantangan Teknis dan Penundaan

    Dalam pembaruan pada Maret lalu, inspektur jenderal NASA mengungkapkan bahwa telah terjadi penundaan pengembangan sekitar dua tahun untuk wahana HLS. Masalah utamanya adalah kebutuhan pengisian bahan bakar di luar angkasa. Starship perlu diisi bahan bakar oleh sekitar 11 kapal pengisian bahan bakar yang harus berlabuh dengan HLS — sebuah operasi yang belum pernah dilakukan dalam skala sebesar itu.

    NASA saat ini khawatir bahwa teknologi untuk mentransfer propelan kriogenik ‘tidak akan cukup matang’ menjelang pendaratan yang ditargetkan pada 2028. Ini menjadi salah satu hambatan kritis yang harus diatasi sebelum manusia bisa kembali berpijak di Bulan.

    Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Artemis III tetap menjadi langkah kecil namun signifikan menuju pendaratan di Bulan. Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan optimisme tentang masa depan eksplorasi luar angkasa.

    “Bayangkan berapa banyak pesawat ruang angkasa, yang semuanya pada akhirnya akan membawa manusia, akan berada di orbit pada waktu yang bersamaan, dari Dragon, Shenzhou, Soyuz, mungkin Starliner, Starship, dan wahana pendarat Blue Origin,” ujar Isaacman dalam pernyataan resmi.

    “Ini tampak seperti awal dari masa depan yang kita bayangkan saat masih kecil. Ini tampak seperti awal mula Starfleet pertama Bumi bagi saya,” tandasnya.

    Implikasi bagi Industri Antariksa

    Kembalinya manusia ke Bulan bukan hanya soal prestasi ilmiah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan geopolitik yang luas. Keberhasilan Artemis III akan membuka jalan bagi misi berawak ke Mars dan eksplorasi ruang angkasa yang lebih dalam. Di sisi lain, keterlibatan perusahaan swasta seperti SpaceX menunjukkan pergeseran model bisnis eksplorasi antariksa menuju kemitraan publik-swasta yang lebih erat.

    Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat akan pentingnya investasi di sektor teknologi antariksa. Negara-negara yang mampu menguasai teknologi ini akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di panggung global. Sementara itu, perusahaan teknologi dalam negeri juga bisa belajar dari model kolaborasi NASA-SpaceX untuk mengembangkan inovasi di sektor lain, seperti pabrik chip AI yang membutuhkan standar kebersihan ketat.

    Meskipun target pendaratan Artemis III mundur hingga 2028, komitmen NASA dan mitranya tidak surut. Dengan pengumuman kru resmi pada Juni 2026, misi ini memasuki tahap persiapan yang lebih konkret. Dunia menanti apakah ambisi untuk kembali ke Bulan akhirnya akan terwujud setelah lebih dari lima dekade.

    Bagi para penggemar antariksa, perkembangan ini juga memicu diskusi tentang masa depan eksplorasi. Tren seperti regulasi AI di Eropa atau strategi hibrida Xbox mungkin tidak terkait langsung, namun semuanya mencerminkan bagaimana teknologi mengubah lanskap global dengan cepat.

    Ilustrasi misi Artemis III NASA

    Pada akhirnya, kembali ke Bulan bukan sekadar perjalanan nostalgia, melainkan fondasi bagi masa depan eksplorasi antariksa umat manusia. Setiap penundaan, meskipun mengecewakan, adalah bagian dari proses memastikan bahwa langkah berikutnya aman dan berkelanjutan.

  • XLSmart Bravo 500 Summit 2026 Fokus Kolaborasi AI untuk Industri

    XLSmart Bravo 500 Summit 2026 Fokus Kolaborasi AI untuk Industri

    JBNews.id — XLSmart for Business menggelar XLSmart Bravo 500 Summit 2026, forum tahunan edisi kedua yang mempertemukan industri, pemerintah, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital. Acara yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/6/2026), mengusung tema ‘Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri’ dan dihadiri 2.000 partisipan.

    Forum ini menjadi momentum kolaborasi multi-pihak yang menekankan pentingnya integrasi AI, data, konektivitas, dan teknologi digital dalam mendorong pertumbuhan industri di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turut hadir membuka acara tersebut.

    Presiden Director & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa XLSmart saat ini telah melayani 70 juta pengguna dengan jaringan 5G yang tersebar di 47 kota di Indonesia. Perusahaan menargetkan perluasan jaringan hingga 88 kota pada akhir 2026. Berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga industri manufaktur, telah memanfaatkan layanan XLSmart.

    “Kami optimistis, XLSmart for Business bisa jadi rekan transformasi digital. Partner untuk perjalanan digital, yang memahami tantangan Anda, yang ingin membangun solusi bersama,” ujar Rajeev Sethi dalam sambutannya.

    Dalam ajang ini, XLSmart for Business meluncurkan Esta Prime, sebuah platform dan layanan enterprise yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis melalui solusi konektivitas, integrasi data, penguatan keamanan, dan integrasi aplikasi. Esta Prime menjadi andalan baru perusahaan untuk menjawab kebutuhan korporasi dalam membangun bisnis enterprise yang tangguh.

    Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menjelaskan bahwa Esta Prime mencakup tujuh pilar digital yang sangat penting bagi industri saat ini. Ketujuh pilar tersebut meliputi data, device (perangkat), network, aplikasi, security (keamanan), digital infrastruktur, dan artificial intelligence (AI).

    Andrijanto menambahkan, XLSmart Bravo 500 Summit menjadi forum strategis untuk mempertemukan para pelaku industri guna memuluskan transformasi digital. Diharapkan terjadi kolaborasi nyata untuk memperkuat pilar-pilar digital yang menopang industri di Indonesia.

    “Kita manfaatkan forum ini untuk kita menambah wawasan, menambah relasi dan tentunya kita bisa berkolaborasi untuk tumbuh bersama,” kata Andrijanto.

    Acara ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk berdiskusi langsung dengan para ahli dan pemangku kepentingan terkait penerapan AI di berbagai sektor. Dengan tema yang mengedepankan solusi untuk negeri, XLSmart berharap dapat mendorong adopsi teknologi digital secara lebih luas di kalangan korporasi Tanah Air.

    Kehadiran Menkomdigi dan Menkes dalam pembukaan acara menegaskan dukungan pemerintah terhadap percepatan transformasi digital di Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan AI dan teknologi terkini. Kedua menteri tersebut melihat potensi besar kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

    XLSmart for Business sendiri telah menjadi salah satu pemain utama dalam menyediakan solusi digital bagi korporasi di Indonesia. Dengan peluncuran Esta Prime untuk digitalisasi, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan yang ingin bertransformasi secara digital.

    Para peserta yang hadir terdiri dari perwakilan berbagai sektor industri, mulai dari perbankan, manufaktur, logistik, hingga layanan kesehatan. Mereka antusias mengikuti sesi diskusi dan workshop yang membahas implementasi AI dalam operasional bisnis sehari-hari.

    Selain diskusi panel, acara ini juga menyediakan area pameran di mana para mitra teknologi XLSmart memamerkan solusi inovatif mereka. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT), dan big data dapat diintegrasikan ke dalam sistem perusahaan.

    XLSmart sebelumnya telah mengumumkan target ambisius untuk menjadikan bisnis enterprise sebagai salah satu pilar pendapatan utama. Melalui Bravo 500 Summit 2026, perusahaan mengajak ribuan pengusaha untuk memanfaatkan AI dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis mereka.

    Dengan jaringan 5G yang terus diperluas, XLSmart optimistis dapat memberikan konektivitas yang lebih cepat dan stabil bagi para pelanggan korporasi. Hal ini menjadi fondasi penting bagi implementasi solusi digital seperti Esta Prime yang mengandalkan integrasi data dan aplikasi secara real-time.

    Forum tahunan ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang teknologi digital. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang maju secara digital.

    XLSmart Bravo 500 Summit 2026 juga menjadi bukti bahwa sektor telekomunikasi di Indonesia terus bergerak maju, tidak hanya sebagai penyedia layanan komunikasi, tetapi juga sebagai enabler transformasi digital bagi berbagai sektor industri.

    Bagi para pelaku industri yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang solusi digital dari XLSmart, perusahaan menyediakan informasi lengkap melalui kanal resmi mereka. Dengan pendekatan kolaboratif, XLSmart berharap dapat membantu lebih banyak perusahaan mengadopsi teknologi AI dan digitalisasi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

    Acara ditutup dengan sesi networking yang memungkinkan para peserta menjalin kerja sama dan berbagi pengalaman terkait implementasi teknologi digital di masing-masing perusahaan.

  • Tantangan Internet Wilayah 3T: Geografis dan Populasi Minim

    Tantangan Internet Wilayah 3T: Geografis dan Populasi Minim

    JBNews.id — Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memacu pemerataan akses internet di seluruh penjuru Nusantara. Namun, menghadirkan sinyal di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) lebih kompleks daripada sekadar menyediakan anggaran.

    Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, membeberkan realita di lapangan bahwa pembangunan konektivitas digital di pelosok menghadapi bermacam tantangan. Mulai dari kondisi geografis menantang, keterbatasan infrastruktur teknologi, hingga faktor kepadatan penduduk yang sangat minim.

    Salah satu kendala yang dihadapi BAKTI bukan ketiadaan dana, melainkan tak tersedianya kapasitas teknologi pendukung di wilayah target. Fadhilah memberikan contoh kasus nyata saat pemerintah berupaya membangun infrastruktur jaringan di wilayah Papua.

    “Kami punya anggaran pada saat itu kita mau bangun, tapi kapasitas satelitnya tidak ada. Apalagi ini di tahun 2017 satelit Leo (low earth orbit) belum ada saat itu,” ungkap Fadhilah.

    Kebuntuan ini mulai terurai setelah pemerintah meluncurkan satelit Satria 1 di 2023 menggunakan roket Falcon 9. “Itu yang membantu kita menyelesaikan begitu banyak lokasi yang dulu susah sekali kami selesaikan karena kami harus tunggu swasta,” sebutnya. Kehadiran Starlink ikut membantu sebelum pemerintah akhirnya meluncurkan Satria-1.

    Desa Berpenduduk Minim

    Tantangan krusial berikutnya adalah faktor demografi. Di wilayah Kalimantan Timur misalnya, saat ini hanya tersisa 16 desa yang masih berstatus blank spot 100 persen atau tidak memiliki sinyal sama sekali. Desa-desa tersebut tersebar di beberapa kawasan seperti Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Barat.

    Meski jumlah desanya tinggal sedikit, mengeksekusi pembangunan di belasan desa tersebut tidak serta merta dilakukan dengan mendirikan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G. Terdapat analisis kelayakan operasional yang harus diperhitungkan.

    “Ada wilayah di sini yang tidak dihuni ataupun kalau berpenduduk, penduduknya sedikit. Saat penduduknya sedikit, kami tidak akan datang dengan solusi 4G karena biaya operasionalnya terlalu besar kalau misalnya penduduknya 30 atau 50, maka kita akan usahakan cukup dengan WiFi,” jelas Fadhilah.

    Kondisi alam yang menantang dan minimnya populasi membuat banyak wilayah pelosok dinilai tidak layak secara komersial oleh pihak operator seluler swasta. Di sinilah intervensi negara melalui BAKTI menjadi krusial.

    Fadhilah mencatat terdapat 57 kabupaten/kota di Indonesia yang sebelumnya sama sekali tidak dilirik oleh pembangunan infrastruktur swasta karena kurangnya potensi komersial. Di wilayah-wilayah inilah BAKTI membangun infrastruktur konektivitas.

    Hingga kini, BAKTI secara nasional telah membangun infrastruktur BTS 4G di 6.747 lokasi pelosok, serta menyediakan 31.863 titik akses Wi-Fi gratis di fasilitas publik penting seperti sekolah, puskesmas, dan kantor desa.

    Fadhilah Mathar

    Meskipun rintangannya berat, pemerintah mematok target tinggi. Fokus utama adalah penyelesaian 100 persen konektivitas di seluruh kawasan permukiman. Selanjutnya tahun 2020 hingga 2029, target pemerataan diperluas agar ketersediaan sinyal terus menyambung tanpa putus melintasi jalan, hutan, hingga ke laut.

    Upaya BAKTI ini sejalan dengan langkah strategis nasional di sektor teknologi. Sebagai bagian dari ekosistem digital nasional, BAKTI Percepat konektivitas tidak hanya di pelosok daratan, tetapi juga di wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis tinggi.

    Keberhasilan proyek ini juga bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan dukungan kebijakan yang konsisten. Tantangan geografis seperti pegunungan, hutan lebat, dan kepulauan terpencil membutuhkan solusi teknologi yang tepat dan biaya operasional yang efisien.

    Dengan pendekatan yang adaptif, BAKTI berharap tidak ada lagi desa yang terisolasi secara digital. Kehadiran internet di pelosok bukan hanya soal akses komunikasi, tetapi juga pintu masuk bagi layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital yang merata.

    Di sisi lain, perkembangan teknologi satelit seperti Starlink dan Satria-1 membuka peluang baru untuk menjangkau wilayah yang sebelumnya mustahil dilayani oleh infrastruktur kabel serat optik. Kombinasi antara satelit orbit rendah dan BTS 4G menjadi solusi paling realistis untuk kondisi geografis Indonesia.

    Fadhilah menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak akan surut. “Kami akan terus berupaya memastikan setiap warga negara, di mana pun berada, mendapatkan akses internet yang layak,” pungkasnya.

    Bagi masyarakat di wilayah 3T, kehadiran internet bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang setara dengan listrik dan air bersih. Dengan target 2029, pemerintah optimistis kesenjangan digital di Indonesia dapat dikejar dan seluruh wilayah permukiman terkoneksi tanpa celah.

    Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat realisasi konektivitas nasional. Tanpa kolaborasi, target ambisius ini akan sulit tercapai di tengah kompleksitas medan dan demografi Indonesia.

    Dengan pendekatan yang tepat dan inovasi teknologi, tantangan internet di wilayah 3T bukanlah hal yang mustahil untuk diatasi. Pemerintah terus bergerak, satu desa, satu pulau, satu wilayah terpencil pada satu waktu.