Blog

  • Qualcomm Akuisisi Modular Senilai Hampir $4 Miliar

    Qualcomm Akuisisi Modular Senilai Hampir $4 Miliar

    JBNews.id — Qualcomm mengumumkan akuisisi terhadap Modular, sebuah startup chip asal Silicon Valley, dengan nilai hampir $4 miliar. Kesepakatan ini diumumkan pada Rabu dan akan diterbitkan melalui penerbitan hingga 19,2 juta saham biasa.

    Nilai akuisisi tersebut setara dengan hampir $4 miliar berdasarkan harga penutupan saham Qualcomm terakhir. Kesepakatan ini terjadi sembilan bulan setelah Modular berhasil mengumpulkan dana $250 juta dengan valuasi $1,6 miliar. Proses akuisisi ditargetkan rampung pada paruh kedua tahun ini.

    Modular mengembangkan platform perangkat lunak chip dan bahasa pemrograman proprietary yang memungkinkan developer menulis perangkat lunak AI untuk berjalan di berbagai chip tanpa harus menulis ulang kode untuk setiap chip. Seluruh tim Modular, termasuk dua pendiri dan sekitar 150 karyawan, diperkirakan akan bergabung dengan Qualcomm.

    “Kami percaya masa depan milik platform horizontal yang ramah developer dan dapat berjalan di berbagai lingkungan komputasi, memberikan pelanggan pilihan nyata dalam bagaimana dan di mana mereka menggunakan AI,” ujar Presiden dan CEO Qualcomm, Cristiano Amon, dalam pernyataan resmi.

    Akuisisi ini menandai ambisi Qualcomm untuk berekspansi melampaui pasar chip perangkat seluler yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama perusahaan. Amon baru-baru ini menyatakan bahwa perusahaan sedang mengerjakan 40 desain chip berbeda untuk perangkat AI, termasuk kacamata pintar, perhiasan, earbud, pin, dan jam tangan.

    Ekspansi ke Pasar Data Center

    Qualcomm juga gencar melakukan penetrasi ke pasar data center yang membutuhkan chip lebih bertenaga. Akhir tahun lalu, perusahaan mengakuisisi Ventana Micro Systems, sebuah startup yang fokus membangun server CPU berbasis RISC-V, arsitektur chip standar terbuka. Qualcomm juga mengerjakan desain ASIC khusus untuk data center, dengan ByteDance dari China dilaporkan menjadi pelanggan awal.

    Langkah ini sejalan dengan strategi Qualcomm untuk memperkuat posisinya di segmen komputasi berkinerja tinggi. Kesepakatan dengan Modular memberikan akses ke teknologi platform perangkat lunak yang dapat mengoptimalkan kinerja GPU dan CPU, terutama untuk beban kerja AI di pusat data.

    Latar Belakang Modular

    Modular didirikan pada tahun 2022 oleh Chris Lattner dan Tim Davis. Keduanya sebelumnya bekerja pada chip TPU Google sebelum memutuskan mendirikan perusahaan sendiri. Lattner memiliki karier gemilang: ia membangun proyek infrastruktur kompiler open source LLVM dan bahasa pemrograman Swift milik Apple. Lattner juga sempat menjabat sebagai kepala program perangkat lunak Autopilot Tesla.

    Lattner dan Davis bertujuan menciptakan lapisan perangkat lunak yang menyatukan dan membantu bisnis cloud memaksimalkan kinerja GPU dan CPU. Dalam profil yang diterbitkan WIRED tahun lalu, Lattner menjelaskan bahwa Modular menantang CUDA milik Nvidia, sistem perangkat lunak tertutup untuk GPU, serta ROCm milik AMD yang bersifat open source namun tidak selalu mudah dipindahkan ke chip lain.

    Posisi Modular cukup rumit karena harus bersaing dengan perusahaan chip besar yang juga menjadi mitra bisnisnya. Modular akhirnya menjalin kemitraan dengan produsen chip besar, hyperscaler seperti Amazon, dan bahkan Apple. Lattner meyakini bahwa masalah perangkat lunak yang mereka selesaikan harus ditangani di luar lingkungan Big Tech karena bersifat “struktural.”

    Implikasi bagi Industri Chip

    Akuisisi ini memperkuat posisi Qualcomm dalam persaingan global pasar chip AI. Dengan teknologi Modular, Qualcomm dapat menawarkan solusi perangkat lunak yang lebih fleksibel bagi pelanggan yang ingin menjalankan AI di berbagai arsitektur chip tanpa terkunci pada satu ekosistem.

    Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Qualcomm selama ini menjadi pemasok utama chip untuk perangkat seluler di Tanah Air. Ekspansi ke segmen AI dan data center berpotensi membawa teknologi baru yang lebih canggih ke pasar domestik.

    Teknologi Fitur Terbaru dari hasil akuisisi ini kemungkinan akan diintegrasikan ke dalam produk-produk Qualcomm di masa depan. Sementara itu, persaingan di industri chip semakin ketat dengan berbagai Pesan Chip dari raksasa teknologi yang mulai beralih ke Samsung karena TSMC kewalahan memenuhi permintaan.

    Kesepakatan ini menunjukkan bahwa Qualcomm tidak hanya fokus pada pasar perangkat seluler, tetapi juga serius menggarap segmen komputasi AI yang lebih luas. Dengan akuisisi Modular, Qualcomm mendapatkan keahlian perangkat lunak yang dapat menjadi pembeda dalam persaingan melawan Nvidia dan AMD di pasar chip AI.

  • Prabowo Integrasikan AI ke Program MBG, Target Ekonomi 12%

    Prabowo Integrasikan AI ke Program MBG, Target Ekonomi 12%

    JBNews.id — Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan peta jalan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diyakini berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 12 persen atau sekitar USD 366 miliar pada 2030.

    Berdasarkan draf peraturan presiden yang diperoleh Reuters, pemerintah berencana mengintegrasikan AI ke dalam berbagai program kementerian dan pemerintah daerah sepanjang 2026-2029 sebagai bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Draf regulasi tersebut saat ini masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

    Pemerintah juga menargetkan peningkatan daya saing Indonesia dalam pemanfaatan AI di tingkat regional maupun global. Untuk merealisasikan ambisi tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar USD 15 miliar atau sekitar Rp 269,3 triliun (kurs USD 1 = Rp 17.955) guna mengimplementasikan teknologi AI ke berbagai program strategis nasional, termasuk MBG.

    Adopsi AI dalam program MBG akan dimanfaatkan untuk menyusun menu sesuai karakteristik daerah, memantau kebersihan dapur, memperkirakan kebutuhan makanan, mendeteksi penyimpangan, hingga mengintegrasikan data kesehatan guna memberikan peringatan dini jika terjadi kondisi darurat. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi program yang menyasar jutaan penerima manfaat.

    Pemanfaatan AI di program MBG muncul di tengah berbagai tantangan yang dihadapi program tersebut. Reuters mencatat program makan gratis sempat mendapat sorotan terkait transparansi pengelolaan, dugaan penyimpangan dalam pembangunan dapur, serta kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan ribu siswa pada tahun lalu. Dengan integrasi AI, pemerintah berharap dapat meminimalisir potensi penyimpangan dan meningkatkan kualitas layanan.

    Selain untuk sektor pangan, pemerintah juga berencana menggunakan AI dalam program pemeriksaan kesehatan gratis dan penanganan tuberkulosis (TBC). Teknologi ini akan membantu analisis data kesehatan dalam skala besar sehingga layanan publik dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

    Saat ini, pemerintah tengah menyusun regulasi AI nasional yang melibatkan sejumlah perusahaan teknologi global seperti Meta, IBM, dan Microsoft. Microsoft sebelumnya juga telah mengumumkan investasi sebesar USD 1,7 miliar untuk pengembangan layanan cloud dan AI di Indonesia.

    Meski demikian, sejumlah kalangan menilai Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan AI. Keterbatasan infrastruktur, termasuk ketersediaan chip dan pusat komputasi, serta minimnya talenta AI menjadi hambatan yang harus segera diatasi.

    Guru Besar AI dari Bina Nusantara University Derwin Suhartono yang dikutip Reuters menilai Indonesia saat ini belum cukup kompetitif dalam perlombaan AI global dan berisiko hanya menjadi konsumen teknologi yang dikembangkan perusahaan asing. Namun, menurutnya, pemanfaatan AI tetap dapat memberikan manfaat besar apabila dijalankan melalui peta jalan yang terstruktur dan konsisten.

    Selain menyusun roadmap implementasi AI, pemerintah juga menyiapkan pembentukan dana kedaulatan AI (sovereign AI fund) yang rencananya dikelola oleh Danantara Indonesia. Pemerintah juga mempertimbangkan insentif fiskal bagi peneliti AI serta langkah-langkah mitigasi risiko, termasuk penyalahgunaan biometrik, pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan penyebaran deepfake.

    Langkah pemerintah mengintegrasikan AI ke program MBG sejalan dengan upaya percepatan transisi energi yang juga menjadi prioritas nasional. Kedua program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan.

    Kebijakan ini juga mencerminkan pendekatan yang selaras dengan visi pembangunan ekonomi berdasarkan nilai Pancasila, di mana kemajuan teknologi harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi rakyat. Integrasi AI diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat keadilan sosial dalam distribusi bantuan.

    Dengan target pertumbuhan ekonomi hingga 12 persen pada 2030, pemerintah optimistis investasi besar-besaran di bidang AI akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian nasional. Namun, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, dan efektivitas regulasi yang akan diterbitkan.

    Bagi masyarakat, integrasi AI di program MBG berarti layanan yang lebih terpersonalisasi dan transparan. Menu makanan akan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing, sementara sistem pemantauan digital diharapkan dapat mencegah penyimpangan dan memastikan kualitas makanan yang diterima oleh siswa dan penerima manfaat lainnya.

    Ke depannya, pemerintah dihadapkan pada tantangan untuk memastikan bahwa adopsi AI tidak hanya menjadi proyek ambisius di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen pendanaan sebesar Rp 269,3 triliun menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam mewujudkan transformasi digital di sektor pelayanan publik.

    Dengan melibatkan perusahaan teknologi global seperti Meta, IBM, dan Microsoft dalam penyusunan regulasi AI nasional, Indonesia berupaya mengadopsi praktik terbaik internasional. Namun, kunci keberhasilan tetap berada pada kemampuan Indonesia membangun infrastruktur dan talenta lokal yang mumpuni.

    Pembentukan sovereign AI fund yang dikelola Danantara Indonesia menjadi langkah strategis untuk memastikan kedaulatan teknologi nasional. Dana ini diharapkan dapat mendanai riset dan pengembangan AI dalam negeri, sehingga Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi produk teknologi asing.

    Pemerintah juga terus mendorong kebijakan ekspor sumber daya alam satu pintu untuk memastikan nilai tambah tetap berada di dalam negeri. Pendekatan ini diyakini dapat memperkuat fundamental ekonomi nasional di tengah upaya transformasi digital.

    Implikasinya, keberhasilan integrasi AI di program MBG akan menjadi tolok ukur bagi implementasi teknologi serupa di sektor-sektor lain. Jika berjalan sesuai rencana, Indonesia berpotensi melompat menjadi salah satu pemain utama dalam pemanfaatan AI untuk pelayanan publik di kawasan Asia Tenggara.

    Masyarakat dan pelaku industri pun menanti realisasi nyata dari rencana ambisius ini. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan evaluasi berkala akan menjadi kunci untuk memastikan program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh rakyat Indonesia.

  • Smartwatch Deteksi Heart Rate Buah Pisang, Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Smartwatch Deteksi Heart Rate Buah Pisang, Ini Penjelasan Ilmiahnya

    JBNews.id — Fenomena viral smartwatch yang mampu mendeteksi heart rate atau detak jantung saat dipasangkan pada buah pisang ramai diperbincangkan. Pertanyaan utamanya, apakah buah tersebut benar-benar memiliki denyut nadi? Jawabannya, tidak. Fenomena ini murni akibat cara kerja teknologi sensor yang digunakan smartwatch.

    Melansir IFLScience, Rabu (24/6/2026), smartwatch mendeteksi denyut nadi melalui teknik yang disebut photoplethysmography (PPG). Ini adalah metode non-invasif yang mengukur perubahan volume aliran darah dengan menyinari cahaya ke kulit, lalu memantau bagaimana cahaya tersebut diserap dan dipantulkan.

    Saat jantung berdetak, volume darah di kapiler kecil tepat di bawah permukaan kulit meningkat secara singkat. Peningkatan aliran darah ini mengubah seberapa banyak cahaya yang diserap dan dipantulkan. Perubahan inilah yang dilacak oleh sensor untuk memberikan data denyut nadi.

    Eksperimen pada Buah-Buahan

    Fenomena ini tidak terbatas pada pisang. Editor Ruang Angkasa Dr Alfredo Carpineti dari IFLScience melakukan eksperimen dengan memasangkan smartwatch pada pisang dan mendapatkan pembacaan 85 denyut per menit. Sementara itu, Editor Kesehatan & Kedokteran Laura Simmons mendeteksi denyut nadi nektarin dan alpukat di kisaran 70-an, kiwi di angka 110, dan tomat yang denyut nadinya datar.

    Ketika smartwatch dipasangkan pada buah, perangkat tetap mencoba mendeteksi denyut nadi melalui PPG. Fluktuasi acak dalam cara cahaya diserap dan dipantulkan—baik itu getaran atau gerakan—akan ditangkap oleh algoritma teknologi dan diterjemahkan menjadi denyut nadi.

    Fenomena ini memang paling sering terlihat lucu ketika dilakukan pada buah-buahan. Namun, kemunculan heart rate pada smartwatch tidak mengartikan bahwa buah-buahan tersebut memiliki jantung yang berdetak sungguhan. Ini adalah hasil interpretasi algoritma terhadap sinyal optik yang tertangkap.

    Penjelasan Teknis di Balik Fenomena

    Teknologi PPG pada dasarnya dirancang untuk membaca perubahan volume darah di jaringan biologis. Ketika sensor dihadapkan pada objek non-biologis seperti buah, sensor tetap mengirimkan cahaya dan mencoba membaca pantulannya. Getaran sekecil apapun dari lingkungan—misalnya getaran meja atau sentuhan tangan—dapat ditangkap dan diinterpretasikan sebagai denyut nadi.

    Hal ini menjelaskan mengapa pisang bisa menunjukkan angka denyut nadi tertentu, sementara tomat justru menunjukkan hasil datar. Perbedaan tekstur, kepadatan, dan kandungan air pada setiap buah mempengaruhi cara cahaya diserap dan dipantulkan, sehingga hasil pembacaan pun bervariasi.

    Fenomena smartwatch deteksi heart rate pada benda mati ini sebenarnya sudah lama dikenal di kalangan penggemar teknologi. Namun, eksperimen dengan buah pisang kembali viral karena dianggap paling menghibur dan mudah ditiru oleh siapa saja.

    Implikasi bagi Pengguna Smartwatch

    Bagi pengguna awam, fenomena ini menjadi pengingat bahwa data kesehatan dari smartwatch tidak boleh dianggap mutlak akurat. Algoritma PPG memang canggih, tetapi tetap memiliki keterbatasan. Getaran, gerakan, atau bahkan kondisi kulit pengguna dapat mempengaruhi hasil pembacaan.

    Meskipun demikian, teknologi ini tetap berguna untuk pemantauan kesehatan sehari-hari. Yang terpenting adalah memahami batasannya dan tidak menarik kesimpulan berlebihan dari data yang ditampilkan, apalagi jika data tersebut berasal dari objek non-biologis seperti buah-buahan.

    Fenomena viral ini juga menunjukkan betapa populernya Fitur Terbaru smartwatch dalam hal pemantauan detak jantung. Banyak pengguna penasaran dan mencoba eksperimen serupa, yang kemudian menyebar luas di media sosial.

    Selain itu, tren ini mengingatkan publik untuk selalu kritis terhadap informasi yang beredar. Seperti halnya Fakta Sebenarnya di balik berbagai informasi viral, penting untuk memahami mekanisme teknis sebelum mempercayai suatu fenomena.

    Bagi para penggemar teknologi, eksperimen semacam ini justru menjadi cara menyenangkan untuk memahami cara kerja sensor. Namun, bagi yang serius memantau kesehatan, disarankan untuk tetap menggunakan smartwatch pada pergelangan tangan sesuai panduan pabrikan.

    Fenomena smartwatch yang mendeteksi heart rate pada buah pisang pada akhirnya adalah ilustrasi sempurna tentang bagaimana teknologi bekerja—dan kadang-kadang ‘bekerja terlalu keras’—dalam membaca sinyal dari lingkungan sekitarnya.

  • Amazon Investigasi Karyawan yang Dukung Moratorium Data Center

    Amazon Investigasi Karyawan yang Dukung Moratorium Data Center

    JBNews.id — Amazon tengah menyelidiki tiga insinyurnya yang memberikan kesaksian di depan Dewan Kota Seattle untuk mendukung moratorium pembangunan data center selama satu tahun. Langkah ini memicu gugatan hukum yang menuduh perusahaan melanggar hak politik karyawan.

    Menurut laporan terbaru dari New York Times, lima karyawan Amazon memberikan kesaksian dalam sesi komentar publik menjelang pemungutan suara mengenai larangan pembangunan data center yang akhirnya disetujui secara bulat pada 9 Juni. Tiga dari lima pekerja tersebut kemudian dipanggil dalam pertemuan Zoom terpisah dengan perwakilan sumber daya manusia Amazon dan diberitahu bahwa mereka sedang dalam penyelidikan.

    Pengaduan hukum yang diajukan ke Seattle Office for Civil Rights menuduh Amazon melanggar peraturan setempat yang melarang perusahaan mendiskriminasi karyawan berdasarkan orientasi politik. Gugatan tersebut diajukan oleh kelompok Amazon Employees for Climate Justice (AECJ), yang menaungi para pekerja yang terlibat.

    “Saya merasakan kemarahan yang meningkat bahwa Amazon berusaha melanggar hak saya untuk berbicara secara politis di kota saya,” kata Patrick Schloesser, salah satu insinyur yang diselidiki, kepada NYT. “Jika kita membiarkan perusahaan menentukan ucapan mana yang diizinkan atau tidak, itu benar-benar merusak demokrasi.”

    Para pekerja yang tergabung dalam AECJ mengkritik gelembung investasi AI besar-besaran yang dilakukan industri teknologi. Mereka menyebutnya sebagai “pembangunan AI yang menghalalkan segala cara” (all-costs-justified AI build out). Menurut pengaduan, masing-masing karyawan diberitahu bahwa penyelidikan dapat mengakibatkan tindakan disipliner, dan setidaknya satu orang diberitahu bisa kehilangan pekerjaan.

    Perubahan Sikap Perusahaan

    Sebelum pemungutan suara 9 Juni, juru bicara Amazon Margaret Callahan mengatakan kepada Fortune bahwa “kami menghormati hak rekan kerja untuk menyuarakan pendapat mereka.” Namun setelah pengaduan hukum muncul, perusahaan mengubah sikapnya. Amazon kini mengklaim bahwa lima pekerja tersebut berbicara sebagai perwakilan Amazon tanpa izin.

    “Ketika kami melihat lebih dekat bagaimana para karyawan ini merepresentasikan diri mereka sendiri, dan bagaimana komentar mereka diterima oleh orang lain, menjadi jelas bahwa mereka mungkin berbicara dalam kapasitas sebagai Amazonian dan bukan sebagai warga negara pribadi,” kata Callahan kepada NYT dalam pernyataan setelah pengaduan.

    Meskipun sebelumnya mengklaim menghormati hak berbicara pekerja, juru bicara itu menambahkan bahwa perusahaan “mungkin atau mungkin tidak mengambil tindakan berdasarkan apa yang kami temukan.” Dokumen hukum menyebutkan bahwa ketiga karyawan “juga mengetahui bahwa Amazon memantau advokasi politik mereka di depan dewan kota Seattle dan berusaha mengidentifikasi karyawan tambahan yang telah melakukan kegiatan politik.”

    Kasus ini menyoroti ketegangan yang meningkat antara perusahaan teknologi besar dan karyawan yang menyuarakan keprihatinan tentang dampak lingkungan dari pusat data. Data center yang mendukung ledakan AI menjadi semakin tidak populer di kalangan pemilih AS, dan perusahaan seperti Amazon menunjukkan bahwa mereka tidak akan mentolerir perbedaan pendapat di dalam organisasi mereka.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan perusahaan, baca juga artikel tentang Sanksi Riset Keamanan.

    Implikasi bagi Kebebasan Berpendapat

    Kasus ini membawa implikasi serius bagi hak karyawan untuk berbicara di depan publik, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan. Schloesser, yang telah memberikan kesaksian dalam dua dengar pendapat dewan kota, menegaskan bahwa Amazon menggunakan disiplin kerja untuk menghukum aktivitas politik di luar jam kerja.

    Pengaduan yang diajukan ke Seattle Office for Civil Rights mengklaim bahwa Amazon melanggar peraturan kota yang melarang diskriminasi berdasarkan orientasi politik. Langkah hukum ini menjadi ujian bagi batas-batas kekuasaan perusahaan dalam membatasi aktivitas politik karyawannya.

    Dengan moratorium data center yang telah disetujui secara bulat, Seattle menjadi kota pertama yang mengambil langkah tegas terhadap ekspansi pusat data. Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang konsumsi energi dan dampak lingkungan dari infrastruktur AI yang terus berkembang.

    Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan terbaru, simak juga Pembaruan Layar Utama gratis dari Amazon Echo Hub.

  • Cara Cek Sisa Umur HP Android dengan Mudah dan Cepat

    Cara Cek Sisa Umur HP Android dengan Mudah dan Cepat

    JBNews.id — Setiap ponsel pintar memiliki batas usia pakai, dan pengguna Android kini bisa mengetahui sisa umur perangkat mereka melalui situs endoflife.date. Langkah sederhana ini membantu pengguna merencanakan kapan harus mengganti HP sebelum dukungan keamanan berakhir.

    Meskipun perangkat tidak akan berhenti berfungsi secara tiba-tiba, ponsel yang sudah melewati masa dukungan resmi berisiko tidak menerima pembaruan Android dan patch keamanan penting. Akibatnya, kerentanan terhadap ancaman siber meningkat, terutama untuk aktivitas sensitif seperti perbankan dan belanja daring.

    Perbedaan Masa Dukungan Antar Merek

    Dukungan untuk berbagai perangkat Android berbeda-beda dalam jangka waktu yang bervariasi. Misalnya, model Galaxy S26 dan ponsel Google Pixel yang lebih baru menerima hingga tujuh tahun pembaruan Android dan keamanan. Sebagai perbandingan, beberapa perangkat seri Galaxy A yang lebih lama hanya menerima dukungan sekitar empat tahun. Sementara itu, ponsel tertentu dari produsen seperti Xiaomi dan Motorola mungkin hanya menerima pembaruan selama tiga tahun.

    Perbedaan ini membuat penting bagi pengguna untuk mengetahui secara pasti status dukungan perangkat mereka. Reservasi Steam Machine menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang ingin beralih ke platform gaming, namun untuk penggunaan sehari-hari, memantau umur HP Android tetap krusial.

    Dua Kategori Pembaruan Android

    Pembaruan Android umumnya terbagi dalam dua kategori. Pertama, pembaruan versi Android utama yang dirilis Google setiap tahun dan memperkenalkan fitur baru, peningkatan, dan perubahan pada sistem operasi. Kedua, pembaruan keamanan yang dirilis sepanjang tahun untuk memperbaiki kerentanan, menambal bug, dan melindungi perangkat dari potensi ancaman.

    Banyak produsen Android, termasuk Samsung dan Google, telah memperpanjang jangka waktu dukungan untuk ponsel mereka dalam beberapa tahun terakhir. Namun, banyak perangkat lama tidak menerima tingkat dukungan yang sama.

    Langkah-Langkah Cek Sisa Umur HP Android

    Jika kamu tidak yakin berapa lama lagi masa pakai HP Android milikmu, ada cara mudah untuk memeriksanya:

    1. Buka Pengaturan untuk mengetahui model ponsel milikmu, misalnya Samsung Galaxy A35
    2. Kunjungi situs endoflife.date
    3. Pilih Device dan lanjut merek HP milikmu, contohnya Samsung, kemudian cari model HP
    4. Di sana akan terlihat kapan ponsel rilis, dan waktu garasi Pembaruan Android dan Security Updates smartphone punyamu

    Situs ini juga menggunakan peringatan kuning dan merah untuk menyoroti kapan suatu perangkat mendekati akhir masa dukungan atau telah mencapainya. Kalau masih hijau, artinya umur ponselmu masih aman.

    Risiko Menggunakan HP di Luar Masa Dukungan

    Meskipun smartphone telah mencapai akhir masa pakainya, ponsel tersebut masih dapat digunakan untuk tugas-tugas dasar seperti melakukan panggilan dan mengirim pesan. Akan tetapi, HP tersebut tidak akan lagi menerima fitur baru atau peningkatan keamanan, yang dapat membuatnya lebih rentan terhadap ancaman siber.

    Seperti yang dijelaskan TechAdvisor, terus menggunakan perangkat yang tidak didukung dapat sangat berisiko untuk aktivitas seperti perbankan online, belanja, mengakses akun email, atau menyimpan kata sandi. Celah keamanan yang tidak ditambal pada akhirnya dapat dieksploitasi oleh malware.

    Bagi pengguna yang ingin membuat shortcuts dengan AI, perangkat dengan dukungan keamanan terkini sangat disarankan untuk memastikan data tetap aman.

    Implikasi untuk Pengguna Android

    Mengetahui sisa umur HP Android bukan hanya soal teknis, melainkan juga soal keamanan data pribadi. Dengan informasi dari endoflife.date, pengguna bisa membuat keputusan tepat kapan harus upgrade perangkat. Jika indikator sudah menunjukkan warna kuning atau merah, sebaiknya mulai mempertimbangkan opsi ponsel baru yang masih dalam masa dukungan panjang.

    Bagi pengguna yang masih menggunakan perangkat lawas, risiko keamanan semakin tinggi seiring berjalannya waktu. Mengingat banyak transaksi digital kini dilakukan melalui ponsel, memastikan perangkat tetap mendapatkan patch keamanan menjadi prioritas utama.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang WhatsApp di iPhone yang kini mendukung dua nomor, pembaca bisa mengakses artikel terkait di portal kami.

    Kesimpulannya, cek sisa umur HP Android secara berkala adalah langkah preventif yang bijak. Dengan mengetahui kapan dukungan berakhir, pengguna bisa merencanakan pembelian perangkat baru tanpa terburu-buru dan tetap menjaga keamanan data selama transisi.

  • Wacana Medsos Wajib Pakai Nomor HP, Operator Tunggu Aturan Turunan

    Wacana Medsos Wajib Pakai Nomor HP, Operator Tunggu Aturan Turunan

    JBNews.id, Jakarta — Operator seluler mengungkapkan belum ada pembicaraan lanjutan terkait wacana kewajiban akun media sosial (medsos) yang terhubung dengan nomor HP. Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengaku masih menunggu regulasi turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas.

    Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir mengatakan pihaknya belum bisa memberikan pandangan lebih jauh karena belum melihat aturan normatif yang mengatur implementasi kebijakan tersebut. “Kami belum bisa berkomentar banyak karena belum melihat aturan normatifnya seperti apa,” ujar Marwan saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

    Wacana ini bermula dari pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat rapat kerja dengan Komisi I DPR, Senin (18/5/2026). Meutya mengkaji agar akun media sosial divalidasi dengan nomor HP pengguna. “Bagaimana agar orang ketika masuk ke sosial media wajib menaruh nomor teleponnya sehingga identitasnya jelas,” kata Meutya kala itu.

    Prinsip Siap Dukung Kebijakan

    Marwan menjelaskan bahwa operator seluler pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah sepanjang regulasi yang diterbitkan dapat dijalankan secara teknis. “Sepanjang nanti bisa dieksekusi dan memang pemerintah juga memfasilitasi, tentu kami akan melihat lebih lanjut seperti apa implementasinya,” ungkapnya.

    Kendati begitu, Marwan menekankan bahwa pelaksanaan kebijakan tersebut tidak hanya melibatkan operator seluler sebagai penyedia layanan telekomunikasi. Pemerintah juga perlu melibatkan perusahaan teknologi global yang menyediakan layanan media sosial. “Bukan cuma kami yang terlibat. Karena itu juga perlu penyedia layanan media sosial, perlu pihak di sananya lagi. Jadi pemain aplikator globalnya juga harus terlibat,” ujarnya.

    ATSI memilih menunggu rancangan aturan yang lebih rinci sebelum memberikan pandangan lebih jauh terkait mekanisme maupun dampak implementasinya terhadap industri. “Jadi kita lihat nanti seperti apa aturannya. Tapi kami siap memberikan masukan,” kata Marwan.

    Ancaman Digital Jadi Latar Belakang

    Disampaikan Meutya, aturan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan nasional di ruang digital. Saat ini ruang digital menghadapi berbagai ancaman, mulai dari disinformasi, scam online, judi online, hingga penyebaran konten berbahaya berbasis kecerdasan buatan atau deepfake.

    Komdigi menilai anonimitas di media sosial selama ini menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan digital. Mereka menggunakan celah tersebut untuk menyebarkan hoax, melakukan penipuan, maupun memproduksi konten ilegal tanpa mudah terlacak.

    Selain verifikasi nomor telepon, pemerintah juga akan memperkuat sistem identitas digital terverifikasi melalui Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE). Meutya mengatakan, langkah tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan melibatkan konsultasi publik sebelum diterapkan secara resmi.

    “Tentunya, bagaimana agar orang ketika masuk ke sosial media wajib menaruh nomor teleponnya sehingga identitasnya jelas sehingga mereka menjadi yang bertanggung jawab terhadap tulisan-tulisan yang juga ditayangkan,” tutur Meutya.

    Wacana ini menjadi bagian dari perkembangan regulasi teknologi terbaru di Indonesia yang terus bergerak menuju tata kelola digital yang lebih ketat. Pemerintah berupaya menyeimbangkan antara kebebasan berekspresi dan keamanan siber.

    Bagi pengguna media sosial, kebijakan ini berimplikasi langsung pada privasi dan cara berinteraksi di platform digital. Jika diterapkan, setiap pengguna wajib mendaftarkan nomor HP untuk dapat mengakses layanan media sosial. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kejahatan digital yang marak terjadi.

  • Komdigi dan Industri Digital Sepakati 8 Agenda Besar Pacu Ekonomi Digital

    Komdigi dan Industri Digital Sepakati 8 Agenda Besar Pacu Ekonomi Digital

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama seluruh pemangku industri lintas sektor menyepakati delapan inisiatif strategis untuk menggenjot perekonomian digital Indonesia. Kesepakatan ini dituangkan dalam forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang digelar di Jakarta pada Selasa (23/6/2026).

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah menjadikan DEAL 2026 sebagai wadah penyelarasan berbagai program dan inisiatif digital yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, komunitas, dan pemerintah daerah. “Transformasi digital adalah tentang kerja bersama. DEAL 2026 kami tempatkan sebagai ruang penyelarasan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki arah yang sama,” ujar Meutya dalam sambutannya.

    Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pembangunan. Dengan melibatkan seluruh elemen, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih kebijakan dan program yang justru menghambat investasi dan inovasi.

    Delapan Inisiatif DEAL 2026

    Delapan inisiatif DEAL 2026 yang disepakati Komdigi dan industri digital mencakup berbagai aspek penting. Pertama, peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi. Kedua, perlindungan konsumen atau customer protection. Ketiga, pengembangan inovasi digital dan penciptaan technopreneur.

    Keempat, program sehat digital (Dara). Kelima, restart up ekosistem digital. Keenam, kolaborasi ekosistem AI nasional. Ketujuh, peningkatan inklusivitas teknologi baru. Kedelapan, peningkatan efisiensi biaya logistik nasional.

    Delapan agenda ini dirancang untuk saling memperkuat. Program sehat digital misalnya, berkaitan erat dengan perlindungan konsumen dan keamanan siber. Sementara itu, kolaborasi ekosistem AI nasional menjadi kunci untuk menjawab tantangan era kecerdasan buatan yang semakin masif. Seperti yang dibahas dalam forum Deepfake AI, pemerintah terus memperkuat pengawasan dan regulasi di bidang ini.

    Prinsip 3T: Terhubung, Tumbuh, Terjaga

    Meutya menjelaskan pemerintah saat ini mengusung tiga prinsip utama pembangunan digital nasional lewat 3T atau Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Melalui pendekatan tersebut, setiap upaya peningkatan konektivitas diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan ruang digital yang aman dan berkelanjutan.

    Ia mencontohkan sejumlah kolaborasi yang telah berjalan, termasuk pengembangan Internet of Things (IoT) untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan melalui keterlibatan petani, petambak, nelayan, serta berbagai mitra industri.

    Pemerintah juga tengah menyiapkan infrastruktur digital yang lebih merata, termasuk melalui program Internet Satelit untuk sekolah rakyat dan koperasi desa. Langkah ini menjadi bukti komitmen untuk menjembatani kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

    Dampak Nyata untuk Masyarakat

    Meutya menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari besarnya angka ekonomi digital semata, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung. “Tujuan akhirnya bukan angka-angka di atas kertas, tetapi apa yang dirasakan oleh petani, nelayan, pelajar, UMKM, dan masyarakat Indonesia secara luas,” ucapnya.

    Pernyataan ini menjadi penegas bahwa pemerintah tidak ingin program digitalisasi hanya menjadi proyek seremonial. Setiap inisiatif harus memberikan dampak konkret, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau oleh layanan digital.

    Melalui DEAL 2026, pemerintah berharap semangat gotong royong digital dapat mempercepat implementasi berbagai program prioritas nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital. Kolaborasi lintas sektor ini diyakini menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan peluang ekonomi digital yang terus berkembang.

    Ke depannya, implementasi delapan agenda besar ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Pemerintah bersama industri berkomitmen untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia.

  • Meccha Chameleon: Game Petak Umpet yang Viral di Steam

    Meccha Chameleon: Game Petak Umpet yang Viral di Steam

    JBNews.id — Pada Juni 2026, game Meccha Chameleon mencatatkan rekor pemain bersamaan hingga 340.534 gamer di Steam, hanya 11 hari setelah dirilis. Game petak umet multiplayer ini sukses berkat mekanisme unik dan harga yang sangat terjangkau.

    Dikembangkan dan diterbitkan oleh Lemorion_1224, Meccha Chameleon resmi dirilis di Steam pada 10 Juni 2026. Lonjakan popularitas terjadi sangat cepat. Pada 16 Juni 2026, game ini sudah dimainkan secara bersamaan oleh lebih dari 200 ribu gamer. Angka tersebut terus meroket hingga mencapai puncak pada 21 Juni 2026, dengan 340.534 pemain aktif secara simultan. Saat artikel ini ditulis, tercatat 103.319 gamer masih memainkannya.

    Kesuksesan ini tidak lepas dari konsep permainan yang segar dan harga yang ramah di kantong. Meccha Chameleon adalah game multiplayer online yang mempertemukan sekelompok pemburu dengan pemain yang bersembunyi. Perbedaannya, pemain tidak bersembunyi di dalam objek, melainkan di tempat terbuka dengan cara menyamarkan diri.

    Mekanisme Permainan yang Unik

    Pemain yang bersembunyi menggunakan alat melukis untuk mengubah warna tubuhnya agar menyatu dengan lingkungan sekitar, persis seperti bunglon. Misalnya, jika bersembunyi di dekat kardus cokelat, pemain harus mengecat tubuhnya agar serupa dengan warna kardus tersebut, bukan bersembunyi di dalamnya.

    Pemburu diberikan batas waktu untuk menemukan dan menembak semua pemain yang bersembunyi dengan senapan. Jika seorang pemain tertangkap, ia akan berganti peran menjadi pemburu. Mekanisme ini menciptakan siklus permainan yang dinamis dan menegangkan.

    Menariknya, pemain yang bersembunyi juga bisa memberikan petunjuk kepada pemburu tentang lokasinya dengan bersiul. Tindakan ini justru bisa menambah poin yang diperoleh, menambah elemen strategi dan risiko dalam permainan.

    Game ini dapat dimainkan bersama teman atau orang asing. Jumlah pemain bergantung pada aturan yang dibuat pemilik server, namun pengembang menyarankan maksimal 10 pemain saja.

    Popularitas game petak umpet ini juga sejalan dengan perkembangan Timnas Esports Indonesia yang baru saja lolos ke Main Event Asian Games 2026.

    Harga dan Spesifikasi PC

    Salah satu faktor utama yang mendorong viralitas Meccha Chameleon adalah harganya yang sangat murah. Lemorion_1224 membanderol game ini seharga Rp 58.499 di Steam.

    Keunggulan lainnya adalah spesifikasi PC yang dibutuhkan sangat rendah, sehingga dapat dimainkan di berbagai perangkat. Berikut spesifikasi minimum yang diperlukan:

    • Sistem operasi: Windows 10 64-bit
    • Prosesor: Intel Core i5
    • Grafik: DirectX 11 atau 12

    Dengan spesifikasi tersebut, hampir semua PC gaming standar dapat menjalankan game ini tanpa kendala. Hal ini membuatnya mudah diakses oleh banyak gamer, termasuk yang memiliki perangkat dengan spesifikasi menengah ke bawah.

    Fenomena Meccha Chameleon membuktikan bahwa game indie dengan konsep kreatif dan harga terjangkau masih mampu bersaing di tengah dominasi game AAA. Dengan timnas PUBG Mobile Indonesia yang juga berlaga di kualifikasi Asian Games 2026, ekosistem game Indonesia semakin semarak.

    Bagi para gamer yang mencari pengalaman baru dengan biaya minimal, Meccha Chameleon adalah pilihan yang patut dicoba. Kesederhanaan konsepnya justru menjadi kekuatan utama yang membuat ketagihan.

  • Tissium Kembangkan Lem Cair Pengganti Jahitan Bedah

    Tissium Kembangkan Lem Cair Pengganti Jahitan Bedah

    JBNews.id — Perusahaan bioteknologi asal Prancis, Tissium, mengembangkan cairan biopolimer yang dapat merekatkan jaringan tubuh saat terkena cahaya, berpotensi menggantikan jahitan bedah konvensional pada prosedur perbaikan saraf tepi. Inovasi ini menawarkan metode yang lebih konsisten dan kurang traumatis bagi pasien, dengan hasil pemulihan yang lebih baik.

    Cara Kerja Lem Cair Tissium

    Cairan yang terbuat dari asam lemak dan gliserol—dua senyawa yang secara alami ada di dalam tubuh—ini berfungsi seperti bidai untuk menahan ujung saraf yang terputus pada tempatnya selama proses penyembuhan. Setelah jaringan pulih, biopolimer tersebut akan terurai secara alami tanpa meninggalkan residu. Teknologi ini dirancang khusus untuk menangani cedera saraf tepi, yaitu jaringan saraf yang bercabang dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh. Cedera pada saraf ini sering terjadi akibat luka sayatan pisau atau kecelakaan mesin.

    Jika ujung saraf yang terputus tidak dijajarkan dengan benar, pasien dapat mengalami gejala mulai dari kesemutan, mati rasa, hingga nyeri tajam seperti tersengat listrik. Selama ini, penjajaran saraf yang terputus memerlukan teknik micro-sutures atau jahitan mikro yang sangat rumit. “Ini adalah teknik yang sangat rumit,” ujar Maria Pereira, salah satu pendiri dan wakil CEO Tissium. “Kami mencoba menyediakan cara baru dan lebih baik untuk mempersiapkan saraf tepi secara konsisten, dengan cara yang kurang traumatis, dan hasil yang lebih baik bagi pasien.”

    Hasil Uji Klinis pada Pasien

    Tissium telah melakukan uji coba terhadap 12 pasien di Amerika Serikat yang mengalami cedera saraf di jari tangan. Hasilnya, seluruh 12 pasien berhasil mendapatkan kembali kemampuan untuk merasakan suhu, nyeri, tekstur, dan sentuhan ringan di jari mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teknik lain yang hanya mencapai sedikit di atas 80 persen. Lebih penting lagi, tidak ada satu pun pasien yang melaporkan rasa sakit atau komplikasi terkait perangkat setelah satu tahun penggunaan.

    Saat ini, perawatan tersebut sudah tersedia untuk dibeli oleh para ahli bedah di Amerika Serikat. Simran Chana, seorang ahli bedah, ilmuwan material, dan direktur Frontier Technologies Laboratory di University of Cambridge, memberikan apresiasinya. “Meskipun bukti lebih lanjut masih diperlukan, sangat menarik melihat biomaterial yang lebih canggih dan teknik pengobatan regeneratif kini tersedia bagi ahli bedah modern,” kata Chana, yang tidak terlibat dalam penelitian Tissium.

    Pendanaan dan Ekspansi Komersialisasi

    Untuk memperluas komersialisasi, Tissium telah mengumpulkan dana sebesar €30 juta dari investasi swasta perusahaan modal ventura dan kantor keluarga, serta tambahan €30 juta dalam bentuk pembiayaan utang dari European Investment Bank, lengan pinjaman Uni Eropa. Perusahaan ini berencana terus memproduksi produknya di pabrik di Prancis utara, yang telah mendapatkan persetujuan pemasaran dari FDA tahun lalu.

    Dana segar ini juga akan mendukung pengembangan aplikasi teknologi untuk masalah kesehatan lainnya. Tissium menargetkan untuk mendaftarkan sekitar 200 pasien dalam uji coba di AS untuk membantu penyembuhan tubuh setelah perawatan hernia. Dalam prosedur hernia, ahli bedah mendorong organ atau jaringan yang menonjol kembali melalui dinding otot, lalu memperkuat area tersebut dengan jahitan dan jaring. Saat ini, “ada beberapa ketidakkonsistenan dalam cara jahitan dilakukan, yang dapat memengaruhi hasil,” kata Pereira yang juga menjabat sebagai chief innovation officer Tissium. Ia menambahkan bahwa perawatan Tissium dapat memberikan konsistensi tersebut, yang pada gilirannya meningkatkan proses pemulihan.

    Hasil Studi Hernia dan Pengembangan Masa Depan

    Pereira sedang menyelesaikan hasil studi Eropa yang menguji perawatan pada 78 pasien yang menjalani perbaikan hernia. Ia mengatakan bahwa ahli bedah berhasil mengaplikasikan cairan Tissium 100 persen dari waktu yang dibutuhkan. Pasien juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan kualitas hidup dalam hal tingkat nyeri, pemulihan, dan aktivitas, serta tingkat kekambuhan hernia yang lebih rendah.

    Selain untuk saraf dan hernia, Tissium juga mengembangkan produk untuk rekonstruksi kardiovaskular, yang merupakan aplikasi awal yang dibayangkan Pereira saat menempuh gelar PhD di bidang bioengineering hampir 20 tahun lalu. Perusahaan bersiap meluncurkan uji coba acak penting di AS untuk produk kardiovaskularnya, yang akan didukung oleh pendanaan baru. Inovasi ini menunjukkan bagaimana regulasi dan pendanaan menjadi faktor kunci dalam pengembangan teknologi medis mutakhir.

    Teknologi lem cair ini juga menjadi contoh bagaimana perusahaan rintisan bioteknologi mampu menarik investasi besar untuk mengembangkan solusi medis inovatif, mirip dengan strategi pendanaan startup di sektor teknologi lainnya.

  • Oppo Reno 16 Series Rilis 3 Juli, Bawa Desain 3D Pop-Up Planet

    Oppo Reno 16 Series Rilis 3 Juli, Bawa Desain 3D Pop-Up Planet

    JBNews.id — Oppo memastikan Reno 16 Series akan dirilis di Indonesia pada 3 Juli 2026. Produsen asal China itu memboyong tiga varian ke Tanah Air, yakni Reno 16 F, Reno 16 5G, dan Reno 16 Pro 5G. Seri ini membawa inovasi desain yang belum pernah ada di industri, yaitu efek 3D pop-up planet pada bagian belakang perangkat.

    Deni Setiawan, Product Manager Oppo Indonesia, mengatakan bahwa pendekatan desain Reno 16 Series berbeda dari generasi sebelumnya. Efek tiga dimensi tersebut menjadi fitur utama yang diandalkan untuk menarik perhatian konsumen, terutama anak muda dan content creator.

    “Ini adalah yang pertama di industri, bagaimana kita bisa menampilkan desain pop-up 3D di bagian luar smartphone. Kami menghadirkan semua itu untuk menampilkan desain yang outstanding dan berbeda dari desain lainnya,” ujar Deni saat media handson di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

    Efek 3D tersebut dihasilkan dari tiga lapisan pada back cover: pola grafis planet, lapisan fondasi, dan mikro-lensa. Jutaan lensa kecil di bagian belakang bekerja seperti mini projector yang memantulkan cahaya ke berbagai arah. Hasilnya, pola planet tampak seperti muncul dari permukaan perangkat tanpa perlu kacamata 3D.

    Oppo Reno 16 Series

    Varian Warna dan Spesifikasi Layar

    Oppo Reno 16 Series akan hadir dalam beberapa pilihan warna. Varian warna putih dengan desain 3D pop-up planet tersedia di Reno 16 F, Reno 16 5G, dan Reno 16 Pro. Varian Pro juga memiliki opsi warna hitam. Reno 16 5G hadir dalam warna ultraviolet, sementara Reno 16 F mendapatkan opsi putih, ultraviolet, dan ungu nebula.

    Dari sisi layar, Reno 16 Pro dan Reno 16 5G menggunakan panel 6,32 inci yang diklaim compact dan nyaman digenggam satu tangan. Sementara Reno 16 F hadir dengan layar sedikit lebih besar, sekitar 6,52 inci, untuk pengalaman menonton dan bermain game yang lebih lega.

    “Kami mendesain layar Reno 16 Series se-compact mungkin agar tetap nyaman digunakan satu tangan, tapi pengalaman untuk gaming, menonton film, hingga membuat konten tetap optimal,” jelas Deni.

    Material bodi juga dibuat premium. Semua frame Reno 16 Series memakai aerospace-grade aluminium yang diklaim kuat, tahan karat, dan memberi kesan kokoh. Bagian belakang dibuat dari satu lempeng material dengan pemrosesan berbeda, seperti finishing matte pada back cover dan glossy di area bingkai kamera.

    Fitur Kamera Canggih untuk Konten Kreator

    Di sektor kamera, Oppo menyiapkan sejumlah fitur baru. Salah satunya adalah AI Remix, fitur bawaan yang memungkinkan pengguna membuat konten dengan memisahkan background dan objek utama dari foto, live photo, atau video. Pengguna bisa melakukan cut out objek, lalu mengombinasikannya dengan elemen lain tanpa perlu aplikasi tambahan.

    Ada pula Pop-out 2.0 yang memungkinkan objek dalam kolase foto terlihat keluar dengan efek 3D. Tidak hanya manusia, fitur ini kini mendukung hewan peliharaan, bangunan, kendaraan, hingga furnitur.

    Untuk penggemar foto klasik, Reno 16 Series dibekali Top Cam yang menawarkan filter retro. Fitur ini dapat dipakai untuk foto maupun live photo, lengkap dengan pengaturan flash dalam tiga level intensitas serta Top Flash Filter yang bisa disesuaikan dari weak hingga strong.

    Salah satu fitur kamera yang dipertahankan Oppo adalah 50MP Selfie Ultra Wide dengan sudut pandang 0,6x atau sekitar 100 derajat. Menurut Oppo, sudut ini dipilih agar cukup luas untuk group selfie, tetapi tetap meminimalkan distorsi di wajah dan tubuh.

    Menariknya, seluruh lini Reno 16 Series, mulai dari varian F, 5G, hingga Pro, mendukung perekaman video dari 1x ke 0,6x dengan resolusi 4K 60fps. Oppo juga menyematkan fitur telephoto 3,5x yang setara lensa 85mm untuk menghasilkan foto portrait lebih proporsional dengan blur natural.

    Untuk video, Reno 16 Series punya fitur straightening video 4K. Fitur ini secara otomatis meluruskan video terhadap horizon saat pengguna merekam sambil berjalan, jogging, atau berlari, sehingga hasilnya terlihat lebih stabil dan nyaman ditonton.

    Oppo Reno 16 Series

    Kecerdasan Buatan di Berbagai Sektor

    Di luar kamera, Oppo membawa fitur AI Mind Pilot. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari informasi menggunakan tiga platform AI populer sekaligus, yakni Gemini, Perplexity, dan ChatGPT. Hasil pencarian dari ketiganya dapat dibandingkan langsung dalam satu tampilan.

    Fitur AI lain yang diperkenalkan adalah AI Menu Translation. Fitur ini tidak hanya menerjemahkan menu restoran dari foto, tetapi juga bisa membuat ulang tampilan menu secara digital, menampilkan perkiraan harga dalam rupiah, memberi informasi komposisi makanan, hingga membantu pengguna menunjukkan pesanan kepada staf restoran dalam bahasa setempat.

    Oppo juga menghadirkan AI Pay Manager di menu MySpace untuk membantu pengguna mengatur keuangan. Fitur ini dapat membaca pengeluaran dari QRIS, aplikasi pembayaran digital, maupun invoice kertas yang difoto, lalu mengelompokkannya dalam catatan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

    Aksesori Oppo Bubble: Layar Kedua Magnetik

    Bersamaan dengan Reno 16 Series, Oppo turut memperkenalkan aksesori Oppo Bubble. Aksesori magnetik ini berfungsi sebagai layar kedua yang terhubung lewat Bluetooth hingga jarak sekitar 10 meter.

    “Oppo Bubble kami hadirkan untuk membantu pengguna membuat konten dengan kamera belakang secara lebih mudah. Aksesori ini bisa menjadi layar preview, tombol shutter, sekaligus pengontrol zoom secara real-time,” ujar Deni.

    Oppo Bubble bisa digunakan sebagai preview kamera belakang saat selfie atau merekam video. Pengguna juga dapat menjadikannya tombol shutter serta mengatur zoom secara real-time, mulai dari 0,6x, 1x, 2x, hingga 3,5x.

    Dengan kombinasi desain 3D, kamera 50MP ultra wide, telephoto 3,5x, fitur AI, dan aksesori Oppo Bubble, Reno 16 Series tampaknya disiapkan Oppo untuk menyasar anak muda dan content creator yang ingin perangkat ringkas, stylish, sekaligus praktis untuk membuat konten.

    Bagi pengguna yang tertarik, Oppo telah membuka periode pre-order dengan berbagai penawaran menarik. Informasi lebih lanjut mengenai Fitur Terbaru dan Teknologi Pendukung dapat disimak di tautan terkait.

    Implikasinya bagi konsumen Indonesia, Reno 16 Series menawarkan paket lengkap untuk pengguna yang menginginkan inovasi desain, kecanggihan kamera, dan fitur AI dalam satu perangkat. Dengan harga yang diprediksi kompetitif di segmen menengah-atas, seri ini berpotensi menjadi pilihan utama bagi content creator dan pengguna muda yang aktif di media sosial.