Category: Tekno

  • China Luncurkan Superkomputer Tercepat LineShine, Pakai Chip Huawei

    China Luncurkan Superkomputer Tercepat LineShine, Pakai Chip Huawei

    JBNews.id — China kembali mendominasi peta persaingan teknologi global setelah meluncurkan LineShine, sistem superkomputer terbaru yang langsung dinobatkan sebagai yang tercepat dan paling bertenaga di dunia. Debut mesin raksasa ini diumumkan pada ajang konferensi ISC 2026 (edisi ke-67 TOP500) yang digelar di Hamburg, Jerman, menggusur superkomputer kebanggaan Amerika Serikat ke posisi kedua.

    Berdasarkan pengujian standar High Performance Linpack (HPL), LineShine sukses mencatatkan skor kinerja sebesar 2,198 Exaflop/s. Angka ini mewakili sekitar 80% dari total kinerja puncak teoretisnya yang mencapai 2,736 Exaflop/s. Pencapaian ini menorehkan sejarah besar di dunia komputasi. LineShine resmi menjadi sistem High-Performance Computing (HPC) pertama di dunia yang berhasil menembus batas 2 exaflop untuk kinerja komputasi presisi ganda (double-precision) secara berkelanjutan.

    Kehadiran LineShine sukses menggeser penguasa sebelumnya, El Capitan buatan AS, yang kini berada di posisi kedua dengan skor 1,809 Exaflop/s. Meski demikian, AS masih mendominasi posisi lima besar dunia dengan Frontier (1,353 Exaflop/s) di posisi ketiga, Aurora (1,012 Exaflop/s) di posisi keempat, dan JUPITER asal Jerman (1,000 Exaflop/s) di posisi kelima.

    Yang menarik, di tengah tren global di mana pusat data dan superkomputer sangat bergantung pada kartu grafis (GPU) mutakhir dari Nvidia atau AMD untuk mendongkrak performa, LineShine justru memakai cara yang berbeda. Superkomputer ini dibangun dengan desain 100% CPU, tanpa menggunakan akselerator GPU sama sekali.

    Sistem yang bermarkas di National Supercomputing Centre in Shenzhen (NSCS) ini dibangun menggunakan platform kustom bernama “LingKun”. Berikut adalah spesifikasi mesin raksasa tersebut:

    • Prosesor: Menggunakan cip “LX2” yang diyakini merupakan hasil rancangan raksasa teknologi Huawei, berbasis arsitektur Armv9.
    • Kapasitas Inti: Setiap chip mengemas dua die komputasi dengan total 304 core (inti), ditambah memori High-Bandwidth Memory (HBM) sebesar 32 GB.
    • Total Core: Platform ini mengerahkan kekuatan raksasa sebanyak 13,79 juta inti komputasi yang dihubungkan oleh interkoneksi eksklusif LingQi.
    • Sistem Operasi: Menjalankan Kylin OS, sistem operasi mandiri berbasis Linux buatan China.

    Setiap komponen yang dipakai di LineShine, mulai dari prosesor, jaringan, hingga penyimpanan, semuanya dikembangkan di dalam negeri. Satu-satunya elemen asing hanyalah arsitektur set instruksi Armv9 yang aslinya dirancang oleh perusahaan Inggris, Arm.

    Pihak penyelenggara TOP500 menyoroti bahwa keberhasilan arsitektur murni CPU pada LineShine membuktikan tidak ada satu pun teknologi terbaik yang mutlak untuk menangani beban kerja komputasi ekstrem. Tim NSCS menyatakan bahwa LineShine adalah puncak dari investasi bertahun-tahun China dalam mengembangkan solusi komputasi mandiri yang terbebas dari jerat rantai pasok asing.

    Saat ini, “monster” komputasi tersebut telah sibuk digunakan untuk menangani simulasi teknik tingkat tinggi, riset sains, pengembangan model AI, hingga pelatihan Large Language Model (LLM), demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (25/6/2026).

    Pencapaian China ini menjadi bukti nyata bahwa negara tersebut mampu bersaing di papan atas teknologi global meskipun dihadapkan pada berbagai sanksi dan pembatasan teknologi dari AS. LineShine menunjukkan bahwa Sistem AI China terus berkembang pesat, tidak hanya dalam perangkat lunak tetapi juga infrastruktur komputasinya.

    Di sisi lain, persaingan di industri chip semakin memanas. Keberhasilan Huawei dengan chip LX2 berbasis Armv9 ini menjadi tantangan langsung bagi dominasi produsen chip AS seperti Nvidia dan AMD. Nvidia RTX Spark yang baru saja dirilis untuk PC Windows menjadi salah satu respons persaingan di segmen prosesor, meskipun di level yang berbeda.

    Implikasi dari keberhasilan LineShine sangat luas. Bagi industri teknologi global, ini menandai era baru di mana arsitektur CPU murni mampu menyaingi, bahkan melampaui, performa sistem berbasis GPU. Hal ini membuka peluang bagi pengembangan desain prosesor yang lebih efisien dan mandiri, terutama bagi negara-negara yang ingin mengurangi ketergantungan pada rantai pasok asing.

    Bagi Indonesia, pencapaian China ini menjadi pelajaran berharga. Investasi berkelanjutan dalam riset dan pengembangan teknologi komputasi mandiri adalah kunci untuk memenangkan persaingan di era digital. Kehadiran LineShine juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi dasar, seperti desain prosesor dan interkoneksi, adalah fondasi yang tidak bisa ditawar.

    Dengan debutnya di peringkat pertama TOP500, LineShine tidak hanya mengubah peta persaingan superkomputer global, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat bahwa China siap menjadi pemimpin dalam inovasi chip quantum dan komputasi berkinerja tinggi di masa depan. Pertanyaannya sekarang, bagaimana respons AS dan sekutunya terhadap lompatan teknologi ini?

  • Kompetisi Zero Day: Berburu Hacker Baik untuk Kedaulatan Digital RI

    Kompetisi Zero Day: Berburu Hacker Baik untuk Kedaulatan Digital RI

    JBNews.id — Indonesia mengalami 5,5 miliar insiden serangan siber dan anomali trafik sepanjang 2025, melonjak 714 persen dibandingkan rata-rata tahunan 2020–2024. Digital Solusi Grup (DSG) merespons krisis talenta keamanan siber dengan menggelar ajang Zero Day, sebuah kompetisi peretasan etis untuk menjaring dan mencetak spesialis keamanan digital nasional.

    Angka 5,5 miliar insiden tersebut menjadi alarm bagi ekosistem digital Indonesia. Lonjakan tujuh kali lipat ini menunjukkan urgensi pengembangan sumber daya manusia di bidang cyber security yang tidak bisa ditunda lagi. DSG mengambil inisiatif strategis dengan merancang Zero Day bukan sekadar perlombaan, melainkan sebagai wadah talent pool yang mempertemukan talenta digital berbakat dengan kebutuhan industri secara langsung. Para peserta yang lolos kurasi berpotensi dilibatkan dalam berbagai proyek strategis keamanan siber.

    “Untuk mencetak talenta digital di bidang cyber security ini, tidak hanya peserta umum saja, kami juga berkolaborasi dengan sekolah dan kampus. Sinergi antara industri dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan talenta yang siap menghadapi tantangan nyata di masa depan,” jelas Dean Diyantha Putrandi, CEO dan Founder Digital Solusi Grup, dalam keterangan resmi yang diterima JBNews.id.

    Kurasi Ketat dan Tiga Arena Kompetisi

    Proses kurasi talenta di ajang Zero Day dilakukan secara ketat dan berlapis. DSG menyiapkan tantangan berbasis praktik nyata berupa Mini Games yang harus dipecahkan oleh peserta untuk membuktikan kemampuan teknis mereka. Peserta terbaik yang lolos dari fase ini akan beradu keahlian pada kompetisi utama yang digelar pada 28 Juni 2026 di Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya, Malang.

    Kompetisi final Zero Day dibagi menjadi tiga arena utama. Pertama, Scholar Battle, kategori kelas pemula yang dikhususkan bagi pelajar dan mahasiswa. Kedua, Open Arena, kategori tingkat menengah yang terbuka untuk peserta umum. Ketiga, Zero Day Finals, kategori pertempuran tingkat lanjut (advanced) khusus bagi talenta dengan skill retas tingkat tinggi. Struktur ini memungkinkan partisipasi dari berbagai level keahlian, mulai dari pemula hingga profesional.

    Langkah DSG ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak akademisi. Dekan Filkom Universitas Brawijaya, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM, menegaskan bahwa kawah candradimuka bagi hacker muda dan putih ini sangat krusial di era transformasi digital. “Komunikasi dan transaksi digital membuka ruang baru yang juga menghadirkan tantangan dalam hal keamanan. Event seperti ini penting sebagai wadah terkontrol bagi talenta, mahasiswa, dan siswa untuk mengasah kemampuan di bidang cyber security. Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah positif dalam menyiapkan sumber daya yang kompeten,” pungkas Tri Astoto.

    Ilustrasi Keamanan Cyber

    Kompetisi peretasan etis seperti Zero Day menjadi semakin relevan mengingat ketergantungan Indonesia pada infrastruktur digital yang terus meningkat. Data menunjukkan bahwa 90 persen jalur internet nasional masih bergantung pada Singapura, sebuah kerentanan struktural yang membutuhkan tenaga ahli keamanan siber dalam jumlah besar dan berkualitas. Inisiatif DSG ini sejalan dengan upaya membangun kedaulatan digital yang lebih mandiri.

    Implikasi bagi Kedaulatan Digital Nasional

    Ajang Zero Day memiliki implikasi strategis bagi masa depan keamanan siber Indonesia. Dengan kurasi ketat dan keterlibatan langsung industri, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kompetisi tetapi juga akses ke proyek-proyek strategis. Model talent pool ini memecahkan masalah klasik kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

    Dean Diyantha Putrandi menekankan bahwa kolaborasi dengan sekolah dan kampus menjadi kunci keberhasilan program ini. Sinergi antara industri dan dunia pendidikan memastikan bahwa kurikulum dan tantangan yang diberikan relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Hal ini penting mengingat serangan siber terus berevolusi dan membutuhkan respons yang cepat dan adaptif.

    Bagi pembaca, inisiatif ini membuka peluang karir baru di bidang keamanan siber. Talenta digital yang tertarik dapat mengikuti kompetisi serupa atau program pelatihan dari berbagai institusi. Selain itu, kesadaran akan pentingnya keamanan digital di tingkat individu juga perlu ditingkatkan seiring dengan meningkatnya ancaman siber. Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi dan kompetisi digital, Anda dapat membaca artikel tentang Kacamata Pintar Murah atau Biaya Developer Google.

    Dengan 5,5 miliar insiden sebagai latar belakang, kompetisi Zero Day menjadi langkah konkret dalam membangun ketahanan siber nasional. Ajang ini tidak hanya mencari hacker baik, tetapi juga membangun fondasi bagi ekosistem keamanan digital yang lebih kuat dan mandiri di Indonesia.

  • Shenlong Lepaskan Objek Misterius di Orbit Bumi

    Shenlong Lepaskan Objek Misterius di Orbit Bumi

    JBNews.id — Pesawat luar angkasa rahasia milik China, Shenlong, kembali menjadi sorotan. Pada misi keempatnya yang diluncurkan awal tahun ini, wahana ini terpantau melepaskan sebuah objek misterius saat berada di orbit Bumi. Peristiwa ini terdeteksi oleh perusahaan intelijen orbital komersial, LeoLabs, pada 22 Juni 2026.

    Menurut laporan dari detikInet, Shenlong diluncurkan pada 6 Februari 2026 menggunakan roket Long March 2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi. Seperti misi-misi sebelumnya, tujuan spesifik dari penerbangan ini tidak pernah diumumkan secara resmi oleh otoritas China. Kerahasiaan ini justru meningkatkan rasa penasaran publik dan pengamat antariksa global.

    Deteksi Objek Tak Dikenal

    LeoLabs, yang memiliki jaringan radar global, mendeteksi keberadaan objek asing di sekitar Shenlong pada pukul 02:30 UTC, 22 Juni 2026. Dalam pernyataan resminya di platform X, LeoLabs menjelaskan bahwa objek tersebut tidak berkorelasi dengan objek lain mana pun dalam katalog mereka. Objek ini pertama kali diamati oleh radar Tracker mereka yang berlokasi di Selandia Baru.

    Setelah melakukan pengamatan tambahan di seluruh jaringan global dan analisis lebih lanjut, LeoLabs mengkatalogkan objek tersebut. Mereka menilai dengan keyakinan tinggi bahwa objek itu sengaja dilepaskan dari pesawat luar angkasa China. “Aktivitas ini konsisten dengan penyebaran subsatelit yang dilakukan pesawat luar angkasa tersebut pada misi sebelumnya,” tulis LeoLabs, mengindikasikan adanya pola yang berulang.

    Rahasia Sang Naga Suci

    Shenlong, yang berarti “Naga Suci”, adalah pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali (reusable). Desainnya diyakini mirip dengan X-37B milik Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat atau pesawat ulang-alik NASA. Namun, spesifikasi pastinya sangat sulit didapatkan karena program luar angkasa China yang sangat rahasia. Sangat sedikit gambar Shenlong yang beredar di publik, dan sebagian besar dokumentasi hanya berasal dari teleskop darat.

    Ini bukan pertama kalinya Shenlong terlihat melepas objek di orbit. Pada Juni 2024, pengamat menduga bahwa wahana ini melepas subsatelit atau membuang perangkat keras yang tidak diperlukan saat mendekati akhir misinya. Enam bulan sebelumnya, ia diyakini melepas enam objek sekaligus, meskipun akhirnya dipastikan itu hanyalah puing sisa peluncuran.

    Kemampuan Manuver dan Potensi Militer

    Pada misi-misi sebelumnya, Shenlong juga diduga melakukan operasi pertemuan dan jarak dekat (rendezvous and proximity operations). Menurut laporan SpaceNews, ini berarti pesawat tersebut menguji kemampuan untuk bermanuver mendekati objek lain di luar angkasa. Meskipun operasi ini dapat dilakukan untuk tujuan damai seperti memperbaiki satelit atau mengisi bahan bakar, ada kekhawatiran di kalangan pengamat.

    Negara adidaya antariksa seperti China dan Rusia dikhawatirkan mengembangkan kemampuan ini untuk keperluan militer, seperti merusak satelit musuh jika konflik bersenjata merambah ke luar angkasa. Kemampuan manuver yang dimiliki Shenlong menjadi topik hangat di kalangan analis pertahanan global.

    Bagi pengamat dan industri antariksa, aktivitas Shenlong ini memberikan gambaran tentang kemampuan teknologi orbital China yang terus berkembang. Ini juga menjadi pengingat akan meningkatnya potensi risiko di orbit Bumi, terutama terkait dengan konektivitas global dan keamanan aset antariksa.

    Misteri di balik objek yang dilepaskan Shenlong masih belum terpecahkan. Apakah itu subsatelit untuk pengintaian, bagian dari eksperimen teknologi, atau sekadar puing, belum ada konfirmasi resmi dari China. Yang jelas, aktivitas ini menunjukkan bahwa kompetisi di luar angkasa semakin intensif dan penuh teka-teki.

  • OpenAI Rilis Chip Jalapeno, Saingi Nvidia Blackwell

    OpenAI Rilis Chip Jalapeno, Saingi Nvidia Blackwell

    JBNews.id — OpenAI resmi meluncurkan chip prosesor AI terbaru bernama Jalapeno, yang dirancang untuk menyaingi dominasi GPU Nvidia generasi terbaru, Blackwell. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan GPU Nvidia yang semakin terbatas di pasar global.

    Dalam pengumuman resminya pada Rabu (24/6/2026), kreator ChatGPT tersebut mengungkapkan bahwa Jalapeno dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan Broadcom. Chip ini masuk dalam kategori ASIC (Application-Specific Integrated Circuit), yang berarti dirancang khusus untuk satu tujuan spesifik, yakni AI Inference atau proses inferensi kecerdasan buatan.

    Perlu dipahami bahwa dalam ekosistem AI terdapat dua proses komputasi utama. Pertama, AI Training, yaitu proses di mana model AI menelan dan mempelajari data dalam jumlah masif agar bisa pintar. Kedua, AI Inference, yaitu proses ketika model AI merespons perintah atau pertanyaan dari pengguna, seperti saat ChatGPT mengetikkan jawaban atau saat Codex menulis kode pemrograman. Nah, Jalapeno dirancang khusus untuk mempercepat proses respons atau inferensi ini.

    Kehadiran chip ini hanya berjarak sembilan bulan sejak OpenAI pertama kali mengumumkan rencana kerja sama dengan Broadcom. Langkah ini terbilang krusial mengingat suplai GPU Nvidia di pasaran global saat ini sangat terbatas akibat tingginya permintaan dari berbagai perusahaan teknologi.

    Kinerja Jalapeno tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam wawancaranya dengan Reuters, CEO Broadcom Hock Tan dengan percaya diri menyatakan bahwa performa chip ini mampu menyamai keperkasaan chip generasi terbaru Nvidia Blackwell dan Tensor Processing Units (TPU) milik Google.

    OpenAI Jalapeno

    Langkah OpenAI ini sekaligus memperpanjang daftar raksasa teknologi yang berlomba-lomba merancang chip silikon buatan sendiri. Microsoft, Meta, dan Amazon sebelumnya juga telah meluncurkan cip AI kustom untuk menyokong server mereka, meskipun secara performa keseluruhan, chip-chip tersebut masih berada di bawah bayang-bayang dominasi Nvidia.

    “Jalapeno adalah langkah pertama dalam platform komputasi multi-generasi kami,” tulis OpenAI dalam pernyataan resminya. Pihak OpenAI menegaskan bahwa mereka masih terus melakukan pengukuran kinerja final. Namun, hasil pengujian awal menunjukkan bahwa Jalapeno mampu memberikan rasio performance per watt yang jauh lebih superior dibandingkan pesaing tercanggih yang ada di pasaran saat ini.

    Chip Jalapeno ini ditargetkan sudah mulai digunakan pada server operasional OpenAI pada akhir tahun 2026, demikian dikutip dari The Verge, Kamis (25/6/2026).

    Persaingan di industri chip AI semakin memanas. Nvidia selama ini mendominasi pasar dengan GPU-nya yang digunakan untuk pelatihan dan inferensi AI. Namun, dengan hadirnya chip khusus seperti Jalapeno, keseimbangan pasar bisa berubah. Chip ASIC seperti Jalapeno menawarkan efisiensi yang lebih tinggi untuk tugas-tugas spesifik, meskipun tidak sefleksibel GPU yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

    Ini berarti, bagi perusahaan yang menjalankan layanan AI berskala besar seperti OpenAI, memiliki chip sendiri untuk inferensi bisa mengurangi biaya operasional secara signifikan. Hal ini juga mengurangi risiko ketergantungan pada satu pemasok tunggal, yang selama ini menjadi kekhawatiran banyak perusahaan teknologi.

    Selain itu, langkah OpenAI ini juga bisa memicu persaingan lebih ketat di industri AI. Dengan kemampuan memproduksi chip sendiri, OpenAI tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pemain di sisi perangkat keras. Ini bisa memberikan keunggulan kompetitif dalam hal kecepatan inovasi dan efisiensi biaya.

    Dari sisi bisnis, langkah ini juga bisa menjadi sinyal bagi investor bahwa OpenAI serius dalam membangun infrastruktur yang mandiri. Meskipun kerugian operasional perusahaan masih besar, investasi dalam perangkat keras sendiri bisa menjadi langkah strategis untuk jangka panjang.

    Bagi pengguna layanan AI seperti ChatGPT, kehadiran chip Jalapeno bisa berarti peningkatan kecepatan respons dan kualitas layanan. Dengan chip yang lebih efisien, OpenAI bisa menawarkan layanan yang lebih baik dengan biaya yang lebih terkendali.

    Namun, perlu diingat bahwa chip ini baru akan beroperasi pada akhir 2026. Masih ada waktu bagi Nvidia dan pesaing lainnya untuk merespons. Persaingan di industri chip AI diprediksi akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan.

    Kesimpulannya, peluncuran chip Jalapeno oleh OpenAI menandai babak baru dalam industri AI. Ini bukan sekadar peluncuran produk baru, tetapi juga pernyataan ambisi untuk menjadi pemain mandiri di seluruh rantai nilai AI. Bagi industri, ini berarti pilihan yang lebih beragam dan potensi inovasi yang lebih cepat. Bagi konsumen, ini berarti layanan AI yang lebih baik dan lebih terjangkau di masa depan.

  • Ilmuwan Buktikan Waktu Nyata Lewat Alam Semesta Mini

    Ilmuwan Buktikan Waktu Nyata Lewat Alam Semesta Mini

    JBNews.id — Giovanni Barontini, fisikawan dari University of Birmingham, menciptakan ‘alam semesta mini’ dari 24.000 atom rubidium untuk memberikan bukti eksperimental terkontrol pertama bahwa waktu benar-benar ada dan dapat didefinisikan oleh perubahan dalam suatu sistem.

    Dasar-dasar matematika fundamental dari fisika Newtonian, mekanika kuantum, relativitas, hingga persamaan Wheeler-DeWitt, menunjukkan bahwa waktu tidak memiliki arah bawaan. Bahkan mungkin menghilang pada tingkat terdalam. Sebaliknya, hukum kedua termodinamika menawarkan ‘panah’ waktu: Alam Semesta dimulai dalam keadaan teratur, dan semakin menjadi tidak teratur.

    “Studi ini memberikan bukti eksperimental terkontrol pertama bahwa ‘waktu’ dapat didefinisikan oleh perubahan dalam suatu sistem daripada sebagai ‘jam berdetik’ eksternal yang kita anggap sebagai waktu,” jelas Barontini, dikutip dari ScienceAlert.

    Dalam upaya untuk membuat waktu muncul dengan sendirinya, Barontini membangun alam semesta mininya dari sekitar 24.000 atom rubidium yang didinginkan hingga sepersejuta derajat di atas nol mutlak. Ini membentuk ‘bubur’ atom yang disebut kondensat Bose-Einstein, yang dikenal juga sebagai keadaan materi kelima. Ketika partikel didinginkan hingga mendekati nol mutlak, mereka kehilangan individualitasnya dan mulai berperilaku seperti ‘super-partikel’ tunggal yang terpadu.

    Barontini kemudian mengurung zat asing ini dalam perangkap optik dipol, yang membaginya menjadi dua sektor menggunakan penghalang yang dibentuk oleh persilangan dua sinar laser dengan frekuensi berbeda. Susunan ini menghasilkan sektor ‘terang’ yang diamati dan sektor ‘gelap’ yang tetap tidak teramati. Barontini membandingkan sektor-sektor ini dengan bagian-bagian alam semesta kita yang tidak teramati: materi gelap dan energi gelap.

    Pergerakan atom dalam eksperimen ini menjadi jam berdasarkan aksi entropi, bukan berdasarkan jarum jam konvensional. “Dalam percobaan, bagian sistem yang diamati bertukar atom dan entropi dengan bagian yang tidak diamati. Dari pertukaran entropi ini, kita mendefinisikan waktu internal, ‘entropik’,” ujar Barontini.

    “Waktu ini meningkat ketika entropi dipertukarkan, dan berhenti ketika pertukaran entropi berhenti,” imbuhnya.

    Osilasi atom melintasi penghalang terjadi secara ritmis, seperti siklus berulang dari Big Bang yang memperluas alam semesta diikuti oleh Big Crunch yang menghancurkan kosmos. Ini mirip dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kita hidup di alam semesta yang terus berputar tanpa henti. Akibatnya, waktu secara alami muncul dari rangkaian peristiwa ini karena aliran entropi memiliki arah, dan urutan berbasis entropi ini tidak berjalan mundur.

    “Secara sederhana, dapat dikatakan: alam semesta mini tidak memerlukan parameter eksternal untuk mengatur peristiwa; aliran entropi internalnya sendiri menunjukkan peristiwa mana yang akan terjadi selanjutnya,” kata Barontini.

    Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang sifat waktu dalam gravitasi kuantum yang dapat digunakan untuk menggambarkan dinamika sama efektifnya dengan waktu konvensional. Hasilnya telah diterbitkan di jurnal Physical Review Research.

    Fenomena yang diamati dalam eksperimen ini membuka jendela baru bagi pemahaman fundamental tentang realitas. Temuan ini juga mengingatkan pada penemuan-penemuan lain di dunia fisika, seperti studi tentang klaim quantum yang baru-baru ini mengguncang komunitas ilmiah.

    Eksperimen Barontini menunjukkan bahwa waktu bukanlah entitas absolut yang berdetak di luar sistem, melainkan properti yang muncul dari interaksi internal. Konsep ini memiliki implikasi mendalam bagi fisika teoretis, khususnya dalam upaya menyatukan mekanika kuantum dengan relativitas umum. Para peneliti kini memiliki alat eksperimental untuk menguji hipotesis tentang sifat dasar waktu, yang selama puluhan tahun hanya menjadi perdebatan teoretis.

    Bagi pembaca awam, temuan ini memberikan perspektif baru: waktu yang kita rasakan sehari-hari mungkin hanyalah efek samping dari perubahan entropi di alam semesta. Ini bukan sekadar filosofi, melainkan hasil yang diukur di laboratorium. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana fenomena yang tampak abstrak, seperti dampak teknologi pada kognisi manusia, seringkali membutuhkan eksperimen inovatif untuk diungkap.

    Implikasi praktis dari penelitian ini mungkin belum langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pemahaman yang lebih baik tentang sifat waktu dapat membuka jalan bagi teknologi baru di masa depan, termasuk dalam komputasi kuantum dan pemahaman tentang asal-usul alam semesta. Para ilmuwan kini memiliki pijakan eksperimental untuk melanjutkan eksplorasi tentang misteri terdalam realitas.

    Penemuan ini juga menegaskan bahwa fisika fundamental terus bergerak maju. Sama seperti penemuan dampak ekologi dari misi antariksa, eksperimen Barontini mengingatkan bahwa sains selalu memiliki lapisan kompleksitas baru untuk diungkap. Dengan ‘alam semesta mini’-nya, Barontini tidak hanya membuktikan bahwa waktu nyata, tetapi juga menunjukkan bahwa realitas bisa lebih aneh dari yang kita bayangkan.

  • Mengapa AC Jarang di Eropa Meski Gelombang Panas Mematikan

    Mengapa AC Jarang di Eropa Meski Gelombang Panas Mematikan

    JBNews.id — Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat pada Juni 2026 memicu pertanyaan besar: mengapa pendingin ruangan (AC) sangat jarang ditemukan di benua tersebut, padahal suhu mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah? Prancis mencatat hari terpanas, Inggris memecahkan rekor panas bulan Juni, dan Spanyol mengalami suhu rata-rata harian tertinggi sejak 1950. Di tengah kondisi mematikan ini, sebagian besar rumah di Eropa tetap tanpa AC.

    Data menunjukkan kesenjangan yang mencolok. Hampir 90 persen rumah di Amerika Serikat memiliki AC, sementara di Eropa angkanya hanya sekitar 20 persen. Alih-alih menyalakan pendingin ruangan, banyak penduduk Eropa bertahan dengan kipas angin, kompres es, dan mandi air dingin. Fenomena ini menjadi sorotan seiring perubahan iklim yang memicu gelombang panas lebih parah, berkepanjangan, dan datang lebih awal setiap tahunnya.

    “Di Eropa kami tidak memiliki tradisi menggunakan AC karena hingga belum lama ini, hal itu bukanlah sebuah kebutuhan utama,” ujar Brian Motherway, Kepala Kantor Efisiensi Energi dan Transisi Inklusif di International Energy Agency (IEA). Pernyataan ini menjadi kunci untuk memahami akar persoalan yang lebih kompleks.

    Faktor Historis dan Ekonomi

    Alasan utama rendahnya penetrasi AC di Eropa bersifat historis. Banyak negara Eropa, terutama di bagian utara, secara tradisional tidak membutuhkan pendingin ruangan. Gelombang panas memang selalu terjadi, namun jarang mencapai suhu tinggi berkepanjangan seperti yang kini rutin dialami akibat perubahan iklim.

    Secara ekonomi, AC di Eropa masih dianggap sebagai barang mewah, bukan kebutuhan pokok. Biaya pemasangan dan pengoperasiannya sangat mahal. Biaya energi di banyak negara Eropa jauh lebih tinggi dibandingkan AS, sementara tingkat pendapatan cenderung lebih rendah. Akibatnya, biaya menyalakan AC masih berada di luar jangkauan banyak orang Eropa.

    Perbandingan dengan Amerika Serikat menunjukkan perbedaan budaya yang mendasar. AS secara historis memang lebih panas dan memiliki infrastruktur pendingin yang mapan. Sementara itu, Eropa baru menghadapi tekanan panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, sehingga belum membangun kebiasaan dan infrastruktur serupa.

    Faktor Arsitektur dan Birokrasi

    Faktor arsitektur juga memainkan peran penting. Beberapa bangunan di negara Eropa selatan yang lebih panas justru dibangun untuk menghadapi cuaca panas. Dindingnya tebal, jendela berukuran kecil untuk mencegah sinar matahari masuk langsung, dan desainnya memaksimalkan aliran udara alami. Karakteristik ini membantu menjaga ruangan tetap sejuk dan mengurangi kebutuhan AC.

    Namun, di wilayah Eropa lainnya, rumah tidak dirancang untuk cuaca panas. “Kami tidak terbiasa memikirkan cara agar tetap sejuk di musim panas. Ini benar-benar fenomena relatif baru,” kata Motherway. Bangunan di benua ini cenderung lebih tua, jauh sebelum teknologi AC ditemukan. Di Inggris, satu dari enam rumah dibangun sebelum tahun 1900. Memasang sistem pendingin di rumah tua menjadi jauh lebih sulit dan mahal.

    Selain arsitektur, birokrasi menjadi hambatan signifikan. Otoritas Inggris sering menolak permohonan pemasangan AC, terutama di area konservasi atau bangunan bersejarah yang dilindungi. Regulasi ketat ini membuat pemilik rumah kesulitan mendapatkan izin untuk memasang unit pendingin.

    Kebijakan Iklim dan Dampak Lingkungan

    Ada juga sudut pandang kebijakan yang kuat. Eropa berkomitmen menjadi kawasan netral iklim pada tahun 2050. Lonjakan penggunaan AC akan membuat komitmen tersebut semakin sulit dicapai. AC tidak hanya menguras energi listrik, tetapi juga membuang udara panas ke lingkungan. Sebuah studi yang meneliti penggunaan AC di Paris menemukan bahwa alat ini dapat meningkatkan suhu luar ruangan antara 2 hingga 4 derajat Celsius.

    Beberapa negara pun mulai membatasi penggunaan AC. Pada tahun 2022, Spanyol memberlakukan aturan yang mewajibkan suhu AC di tempat umum tidak boleh lebih rendah dari 27 derajat Celsius. Kebijakan ini diambil demi menghemat energi dan mengurangi dampak lingkungan.

    Namun, kekhawatiran seputar penggunaan AC di Eropa kini mulai berubah seiring benua tersebut memanas dengan cepat. “Rumah kita harus tangguh, bukan hanya terhadap suhu dingin, tetapi juga terhadap suhu panas yang semakin brutal,” kata Yetunde Abdul, direktur UK Green Building Council.

    Masa Depan AC di Eropa

    Sudah ada tanda-tanda peningkatan penggunaan AC di Eropa. Laporan IEA memperkirakan jumlah unit AC di Uni Eropa kemungkinan melonjak hingga 275 juta unit pada tahun 2050, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2019. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas.

    Implikasinya jelas: Eropa harus menyeimbangkan antara kebutuhan adaptasi terhadap perubahan iklim dan komitmen pengurangan emisi. Jika tidak dikelola dengan baik, lonjakan penggunaan AC justru akan memperparah pemanasan global melalui efek heat island dan konsumsi energi fosil yang lebih tinggi. Keputusan kebijakan dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah Eropa mampu menghadapi panas ekstrem tanpa mengorbankan target iklimnya.

  • Realme P4 Series Meluncur 2 Juli, Baterai 8.000 mAh Gaming

    Realme P4 Series Meluncur 2 Juli, Baterai 8.000 mAh Gaming

    JBNews.id — Realme memastikan akan meluncurkan Realme P4 Series di Indonesia pada 2 Juli 2026. Seri terbaru ini hadir sebagai lini online exclusive dengan fokus pada performa gaming, baterai besar, dan harga yang diklaim tetap terjangkau.

    Ada dua smartphone yang akan dihadirkan, yakni Realme P4x dan Realme P4 Lite. Keduanya mengusung slogan “8000mAh Partner Gaming Tahan Lama” yang menegaskan fokus perusahaan pada daya tahan baterai dan pengalaman bermain game yang lebih lama. Kapasitas baterai jumbo tersebut diklaim mampu mendukung aktivitas harian dan sesi gaming berjam-jam tanpa khawatir kehabisan daya.

    “Dengan membawa kombinasi baterai besar, AI Gaming Partner, desain stylish, serta positioning sebagai smartphone 8000mAh paling terjangkau, Realme P4 Series menegaskan kembali misi Realme untuk menghadirkan baterai besar yang dikombinasikan dengan sesi gaming panjang dan powerful untuk bisa diakses oleh lebih banyak anak muda di Indonesia,” ujar Krisva Angnieszca, Public Relations Lead Realme Indonesia.

    Spesifikasi dan Fitur Unggulan

    Realme sesumbar P4 Series sebagai smartphone 8.000 mAh paling terjangkau di Indonesia. Khusus Realme P4x, baterai besar menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan. Untuk menunjang pengalaman bermain game, Realme turut menghadirkan fitur AI Gaming Partner. Teknologi ini mencakup berbagai fitur seperti UltraBoost untuk optimalisasi performa, Network Optimization guna menjaga koneksi tetap stabil, Cleanup Acceleration untuk membersihkan RAM, hingga Do Not Disturb Mode yang meminimalkan gangguan saat bermain.

    Selain itu tersedia pula Game Manager dan Game Space yang memudahkan pengguna mengatur berbagai game dalam satu tempat. Kombinasi fitur tersebut diklaim mampu menjaga performa tetap stabil selama sesi bermain yang panjang.

    Realme P4 Series

    Dari sisi desain, Realme P4x mengusung konsep Aero Racing Design yang terinspirasi dunia balap. Desain ini hadir dalam dua pilihan warna, yakni Phantom Navy dan Rally White. Realme menyebut pendekatan tersebut merepresentasikan karakter cepat, dinamis, dan kompetitif.

    Kolaborasi dengan RRQ dan Acara Peluncuran

    Sebagai bagian dari peluncuran, Realme bersama RRQ juga menggelar fun match yang mempertemukan Team Sutsujin dan Team Yehezkiel. Sebanyak 32 mahasiswa akan dipilih untuk bergabung dalam kedua tim tersebut. Selama acara berlangsung, Realme juga menyiapkan hadiah berupa jersey edisi fans dan voucher top up RRQ.

    Menariknya, Realme menggandeng tim esports RRQ untuk meramaikan acara peluncuran tersebut. Kolaborasi ini memperkuat positioning Realme P4 Series sebagai smartphone gaming terjangkau yang menyasar anak muda Indonesia.

    Harga dan Jadwal Peluncuran

    Harga resmi Realme P4 Series akan diumumkan bersamaan dengan peluncurannya pada 2 Juli 2026. Peluncuran perangkat ini akan digelar secara online pada 2 Juli 2026 pukul 15.00 WIB melalui akun Facebook resmi Realme Indonesia.

    Realme P4 Series hadir di tengah persaingan ketat pasar smartphone gaming entry-level. Dengan baterai 8.000 mAh dan fitur AI Gaming Partner, seri ini menawarkan nilai tambah bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan performa gaming stabil. Bagi konsumen yang mencari opsi smartphone terbaru di segmen harga menengah, peluncuran ini patut dinantikan.

    Realme P4 Series menegaskan kembali strategi perusahaan untuk menghadirkan baterai besar yang dikombinasikan dengan sesi gaming panjang dan powerful. Dengan harga yang diklaim paling terjangkau untuk smartphone 8.000 mAh, seri ini menjadi pilihan menarik bagi anak muda yang membutuhkan perangkat gaming andal tanpa menguras kantong.

  • Poco Pad C1 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,3 Jutaan

    Poco Pad C1 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,3 Jutaan

    JBNews.id — Poco Indonesia resmi meluncurkan Poco Pad C1, tablet terjangkau dengan layar 9,7 inci 120Hz dan baterai 7.600 mAh, dibanderol mulai Rp 2.299.000 pada periode penjualan perdana. Perangkat ini menyasar pengguna yang mencari tablet untuk hiburan sehari-hari.

    Tablet anyar Poco ini mengusung chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2 yang dipadukan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas penyimpanan dapat diperluas melalui kartu microSD hingga 2 TB. Poco menyebut Pad C1 dirancang sebagai tablet “Play on the Go” yang ringkas dan nyaman dibawa bepergian.

    “Poco Pad C1 kami hadirkan untuk pengguna yang mencari tablet hiburan yang praktis dan nyaman digunakan setiap hari,” ujar Novita Krisutami, PR Manager Poco Indonesia, dalam keterangan resmi. “Dengan layar yang lebih lega tapi tetap ringkas, aktivitas seperti main game kasual, streaming, sampai browsing terasa jauh lebih nyaman tanpa bikin tangan pegal atau mata cepat lelah.”

    Spesifikasi Unggulan Poco Pad C1

    Salah satu daya tarik utama Poco Pad C1 terletak pada layarnya yang berukuran 9,7 inci dengan resolusi 2K dan refresh rate hingga 120Hz. Panel tersebut telah mengantongi tiga sertifikasi TÜV Rheinland untuk perlindungan mata serta menawarkan tingkat kecerahan hingga 600 nits, sehingga tetap nyaman digunakan di luar ruangan. Tablet ini mengusung desain metal unibody yang tipis dan diklaim telah melewati lebih dari 40 pengujian kualitas.

    Poco Pad C1

    Di sektor daya, Poco membekali Pad C1 dengan baterai 7.600 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 1,7 hari dalam penggunaan normal. Pengisian dayanya mendukung fast charging 18W serta reverse charging 10W yang memungkinkan tablet digunakan sebagai power bank darurat untuk perangkat lain. Tablet ini sudah menjalankan Xiaomi HyperOS 3 yang dilengkapi Xiaomi Interconnectivity untuk mempermudah koneksi dengan perangkat Poco maupun Xiaomi lainnya. Selain itu, tersedia pula fitur AI seperti Google Gemini dan Circle to Search with Google.

    Berikut spesifikasi lengkap Poco Pad C1:

    • Layar: 9,7 inci 2K, refresh rate hingga 120Hz, kecerahan hingga 600 nits, 3 sertifikasi TÜV Rheinland
    • Chipset: Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 2
    • RAM: 4 GB
    • Penyimpanan: 64 GB, microSD hingga 2 TB
    • Sistem Operasi: Xiaomi HyperOS 3
    • Fitur AI: Google Gemini, Circle to Search with Google, Xiaomi Interconnectivity
    • Baterai: 7.600 mAh
    • Pengisian Daya: 18W fast charging, 10W reverse charging
    • Material: Metal unibody
    • Warna: Grey, Blue

    Harga dan Ketersediaan

    Poco Pad C1 (4/64 GB) dijual dengan harga normal Rp 2.399.000. Selama periode penjualan perdana 24 Juni hingga 7 Juli 2026, tablet ini tersedia dengan harga promo Rp 2.299.000 melalui Mi.com, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, dan Lazada. Dengan harga tersebut, Poco Pad C1 menjadi pilihan menarik di segmen tablet murah yang menawarkan layar lega dan baterai besar.

    Bagi pengguna yang mencari tablet dengan fitur lengkap di harga terjangkau, Poco Pad C1 menawarkan paket kompetitif. Layar 120Hz dan baterai 7.600 mAh menjadi nilai jual utama, sementara dukungan AI seperti Google Gemini memberikan nilai tambah. Bila dibandingkan dengan tablet lain di kelas harga serupa, kehadiran fitur reverse charging 10W juga menjadi keunggulan tersendiri. Untuk informasi lebih lanjut, pengguna bisa mengecek Harga Terbaru dari perangkat wearable yang juga dirilis di periode yang sama.

    Implikasinya, Poco Pad C1 menjadi ojek menarik bagi konsumen yang menginginkan tablet untuk streaming, gaming kasual, dan produktivitas ringan tanpa harus merogoh kocek dalam. Dengan layar berkualitas dan baterai tahan lama, perangkat ini siap menemani aktivitas harian pengguna.

  • AI dan Seluler: Kunci Kreativitas Anak Muda

    AI dan Seluler: Kunci Kreativitas Anak Muda

    JBNews.id — Kolaborasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi seluler menjadi kunci utama agar anak muda semakin kreatif dan produktif. Hal ini disampaikan oleh praktisi dan social entrepreneur, Donny Budhi Utoyo, yang melihat potensi besar integrasi kedua teknologi tersebut untuk generasi muda.

    Donny, yang juga dikenal sebagai penggiat Internet Sehat, menjelaskan bahwa AI dapat membantu anak muda menjadi lebih produktif dan kreatif. Beberapa penelitian menunjukkan AI mampu mempercepat proses mencari informasi, menyusun ide, menulis, hingga menyelesaikan pekerjaan berbasis pengetahuan. Namun, ia memberikan catatan penting terkait penggunaan AI yang terlalu pasif.

    “Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa penggunaan AI yang terlalu pasif dapat membuat ide menjadi lebih seragam dan berpotensi mengurangi latihan berpikir mandiri. Sederhananya, AI bisa membantu menghasilkan lebih banyak ide, tetapi belum tentu membuat ide kita semakin beragam,” ujar Donny dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

    Oleh karena itu, Donny melihat AI sebagai alat augmentasi, bukan substitusi. AI membantu memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya. Apabila seluruh proses berpikir diserahkan kepada AI, justru kemampuan kritis dan kreativitas manusia yang berisiko melemah. Saat ini, AI adalah salah satu perkembangan teknologi paling signifikan yang dapat membuka banyak peluang, mengubah cara manusia hidup dan bekerja.

    “Smartphone membawa layanan digital ke genggaman setiap orang. Kini AI menjadi gelombang berikutnya,” lanjutnya.

    Relevansi Teknologi Seluler

    Menurut Donny, teknologi seluler masih sangat relevan bagi anak muda. Hampir seluruh aktivitas digital generasi muda saat ini berlangsung melalui perangkat seluler, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja, menikmati hiburan, hingga membuat konten.

    Dia menambahkan bahwa yang berubah bukan relevansinya, melainkan ekspektasi penggunanya. Dulu anak muda mencari sinyal yang kuat dan kuota yang murah. Sekarang mereka menginginkan pengalaman digital yang lebih personal, lebih cepat, lebih aman, dan semakin terintegrasi dengan teknologi AI.

    “Karena itu industri telekomunikasi tidak cukup hanya menjual konektivitas. Nilai tambahnya harus semakin jelas dan harus kian memiliki relevansi yang kuat dengan teknologi di satu sisi, dan gaya hidup di sisi lain,” akunya.

    Setidaknya ada empat hal yang menurut Donny perlu diperkuat. Pertama, integrasi AI dan seluler dalam layanan sehari-hari, seperti untuk belajar, produktivitas, pencarian informasi, penerjemahan, pembuatan konten, hingga pengembangan keterampilan digital langsung dari ponsel. Kedua, dukungan terhadap ekonomi kreator, karena banyak anak muda yang menjadi kreator konten, pelaku UMKM, pengembang aplikasi, dan pekerja ekonomi digital.

    Ketiga, keamanan dan kesejahteraan digital. Semakin banyak aktivitas melalui perangkat seluler, semakin penting perlindungan data pribadi, keamanan digital, dan kesehatan mental pengguna. Keempat, pengembangan komunitas dan talenta digital karena anak muda membutuhkan ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring.

    Kolaborasi Nyata Tri dan Google Gemini

    Kolaborasi antara teknologi seluler dan AI menjadi semakin relevan karena anak muda adalah kelompok yang paling cepat mengadopsi teknologi baru. Mereka juga akan menjadi tenaga kerja, kreator, dan pemimpin masa depan. Baru-baru ini, Tri meluncurkan kolaborasi bersama Google Gemini untuk mendukung ekosistem AI.

    “Banyak perusahaan mulai mengintegrasikan AI ke dalam layanan mereka untuk menjawab kebutuhan generasi muda. Kolaborasi Tri dengan Google Gemini itu baru salah satunya,” ungkap Donny.

    Melalui kolaborasi Tri dan Google Gemini, akses pengguna terhadap perangkat AI semakin mudah. Didukung oleh konektivitas yang dihadirkan Tri dengan jaringan Indosat 5G, penggunaan Google Gemini semakin lancar dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna dapat mencari ide hingga mendukung aktivitas kreatif seperti merancang konsep konten, membuat foto yang menarik secara visual, hingga membuat prompt itinerary liburan yang lebih personal.

    Hanya dengan membeli produk isi ulang Happy dari Tri mulai dari Rp 10 ribu, pengguna dapat mengeksplorasi berbagai fitur Google Gemini tanpa perlu membayar biaya berlangganan secara terpisah. Benefit yang didapat meliputi 400 GB penyimpanan data, membuat gambar dengan Nano Banana Pro, dan akses Gemini 3.1 Pro.

    Donny menjelaskan tujuan akhirnya bukan membuat anak muda semakin bergantung pada AI, melainkan semakin berdaya dengan AI. Tren ke depan, AI akan terus menyasar dunia pendidikan untuk menghadirkan pengalaman belajar lebih personal dan interaktif. Integrasi AI ke perangkat seluler membuat AI hadir dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi hingga membantu produktivitas.

    “Kita mesti melihat bahwa AI kini tidak lagi hadir sebagai teknologi yang berdiri sendiri, karena AI mulai menjadi bagian dari pengalaman digital sehari-hari,” imbuhnya.

    AI membantu manusia bekerja lebih cepat dan efisien, tetapi nilai terbesarnya akan terasa ketika teknologi ini dipadukan dengan kemampuan manusia untuk berpikir kritis, memahami konteks, menghargai keberagaman, dan berempati. Inilah yang menjadi pembeda utama manusia di era digital.

    “Maka cepat tidak lagi cukup, mesti juga tepat. AI dapat membantu kita mengetahui apa yang mungkin dilakukan. Tetapi manusia tetap harus memutuskan apa yang seharusnya dilakukan dengan tepat. Pondasinya adalah kebijakan dan kebijaksanaan, yang hingga saat ini masih hanya dapat lahir dari nalar, empati, dan harapan manusia terhadap masa depan,” tutupnya.

    Fenomena ini juga memperkuat pentingnya Kolaborasi Riset AI di berbagai sektor. Ke depannya, kolaborasi antara penyedia layanan dan pengembang AI akan menjadi kunci untuk menciptakan Kacamata AR Kolaborasi dan inovasi lainnya yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

    Implikasinya bagi pembaca: era di mana AI dan seluler berpadu bukan lagi masa depan, melainkan realitas saat ini. Anak muda yang mampu memanfaatkan kolaborasi ini secara kritis dan kreatif akan memiliki keunggulan kompetitif di dunia kerja dan ekonomi digital. Sebaliknya, penggunaan AI yang pasif dan tanpa kendali justru berisiko melemahkan daya pikir kritis dan orisinalitas ide.

  • Mulai 1 Juli 2026, Nomor HP Baru Wajib Rekam Wajah

    Mulai 1 Juli 2026, Nomor HP Baru Wajib Rekam Wajah

    JBNews.id — Mulai 1 Juli 2026, seluruh pelanggan baru seluler di Indonesia wajib melakukan registrasi SIM card dengan perekaman wajah (face recognition). Kebijakan ini berlaku secara nasional dan bertujuan menutup celah penyalahgunaan nomor seluler serta penipuan online.

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memastikan aturan akan berlaku pekan depan setelah melakukan serangkaian uji coba sejak awal tahun 2026. Uji coba tersebut melibatkan operator seluler dan database di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri.

    “Jadi, per 1 Juli 2026 akan diterapkan secara nasional,” ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah di Jakarta.

    Kewajiban penggunaan data biometrik wajah ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler. Aturan ini menyasar pengaktifan nomor seluler prabayar baru, sementara pelanggan eksisting bersifat sukarela.

    Bagi pelanggan di bawah 17 tahun atau yang belum memiliki identitas pribadi, pendaftaran dapat diwakilkan melalui data orang tua atau wali. Kebijakan ini menggantikan sistem pendaftaran nomor HP baru sebelumnya yang hanya menggunakan data NIK dan nomor KK.

    Dalam perkembangannya, registrasi SIM card prabayar sebelumnya banyak menggunakan nomor HP aktif dari sumber data ilegal. Akibatnya, kasus penyalahgunaan nomor seluler hingga penipuan online masih marak terjadi. Pemerintah mengklaim aturan terbaru dengan data biometrik ini akan menutup celah tersebut.

    “Oleh karena itu, sejak tahun lalu kita sudah melakukan studi penggunaan biometrik ini. Setiap aktivasi SIM card baru itu diwajibkan menggunakan biometrik face recognition atau pengenalan wajah. Ini untuk apa? untuk sesama operator seluler, konsumen, dan pemerintah itu saling melindungi,” tutur Edwin.

    Cara Daftar Nomor HP Baru dengan Data Biometrik Wajah

    Registrasi SIM card dengan perekaman wajah dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama, datang langsung ke gerai operator seluler yang prosesnya akan dipandu petugas. Kedua, registrasi mandiri (self-registration) melalui aplikasi atau situs web resmi operator.

    Berikut tahapan cara daftar nomor HP baru berbasis data biometrik wajah:

    • Masukkan data nomor induk kependudukan (NIK)
    • Validasi data kependudukan ketika sistem mencocokkan NIK dengan database di Dukcapil
    • Verifikasi biometrik (face recognition) atau pemindaian wajah pengguna
    • Konfirmasi dan aktivasi nomor HP

    Seperti aturan sebelumnya, pemerintah menetapkan pembatasan maksimal tiga nomor seluler untuk setiap operator bagi satu identitas pelanggan. Dengan demikian, total masyarakat bisa memiliki sembilan nomor telepon seluler, sesuai dengan jumlah operator yang eksis.

    Kebijakan ini menjadi langkah maju dalam transformasi digital di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, adopsi biometrik juga mulai merambah ke berbagai sektor. Misalnya, dalam industri hiburan, Harga Steam Machine yang mulai dibuka reservasinya menunjukkan bagaimana verifikasi digital menjadi semakin penting.

    Selain itu, tren keamanan digital juga mendorong inovasi di perangkat keras. Produsen seperti Samsung Produksi Layar untuk iPhone lipat menunjukkan bahwa teknologi pengenalan wajah kini menjadi fitur standar di berbagai perangkat.

    Penerapan biometrik wajah untuk registrasi nomor HP baru merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat keamanan siber. Dengan sistem ini, setiap nomor HP aktif akan terverifikasi secara langsung dengan identitas pemiliknya, sehingga meminimalkan risiko penyalahgunaan.

    Para pengamat menilai kebijakan ini akan berdampak positif bagi ekosistem telekomunikasi nasional. Data biometrik yang terintegrasi dengan database Dukcapil memastikan bahwa setiap nomor HP baru benar-benar dimiliki oleh orang yang berhak.

    Bagi masyarakat, proses registrasi yang kini lebih ketat mungkin memerlukan adaptasi. Namun, pemerintah menjamin bahwa prosedur ini tetap mudah dilakukan, baik melalui gerai operator maupun secara mandiri melalui aplikasi.

    Penerapan kebijakan ini juga sejalan dengan tren global di mana berbagai negara mulai menerapkan verifikasi biometrik untuk layanan telekomunikasi. Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya.

    Dengan dimulainya penerapan pada 1 Juli 2026, masyarakat diimbau untuk segera menyesuaikan diri dengan prosedur baru ini. Bagi yang akan membeli nomor HP baru, pastikan untuk menyiapkan data NIK dan kesiapan untuk melakukan perekaman wajah.

    Implikasinya, kebijakan ini tidak hanya melindungi konsumen dari penipuan online, tetapi juga memberikan ketenangan bagi operator seluler dalam menjalankan bisnisnya. Dengan data pelanggan yang tervalidasi, risiko penyalahgunaan nomor dapat diminimalkan secara signifikan.

    Ke depannya, pemerintah akan terus mengevaluasi penerapan kebijakan ini dan memastikan bahwa sistem berjalan dengan baik. Jika terbukti efektif, bukan tidak mungkin teknologi biometrik akan diterapkan di sektor-sektor lain untuk meningkatkan keamanan digital nasional.