Blog

  • Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penganiayaan Pedagang Bakso Tasikmalaya

    Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penganiayaan Pedagang Bakso Tasikmalaya

    Jbnews.id – Polres Tasikmalaya Kota menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dan penculikan paksa terhadap seorang pedagang bakso di Jalan Cieunteung, Kota Tasikmalaya. Penetapan dilakukan setelah penyidik melaksanakan gelar perkara dan dinilai telah memperoleh alat bukti yang memadai.

    Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengonfirmasi penetapan tersangka tersebut pada Selasa malam, 21 April 2026. “Iya, untuk kasus penganiayaan sudah kami tetapkan empat orang sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan setelah gelar perkara,” ujar Herman. Keempat tersangka diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap korban bernama Sutarno pada Minggu malam, 19 April 2026.

    Herman menjelaskan bahwa proses hukum saat ini masih berfokus pada tahap penetapan tersangka terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan penganiayaan. Penyidik terus mendalami keterkaitan masing-masing tersangka dengan kronologi kejadian.

    Selain kasus penganiayaan, penyidik juga masih melakukan pendalaman terpisah terkait dugaan pelecehan yang diduga dialami seorang pembeli perempuan berinisial E. Proses ini dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Herman menegaskan bahwa pendalaman dugaan pelecehan tersebut dilakukan secara cermat dan tidak tergesa-gesa. “Untuk dugaan pelecehan, saat ini masih dalam proses pendalaman. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” jelasnya.

    Peristiwa yang melibatkan pedagang bakso dan pembeli ini sebelumnya telah menjadi perhatian publik. Proses hukum kini bergulir dengan ditetapkannya empat warga sebagai tersangka untuk tindak pidana penganiayaan. Polisi belum merilis identitas lengkap keempat tersangka tersebut.

    Upaya pendalaman kedua laporan, yaitu penganiayaan dan dugaan pelecehan, dilakukan secara paralel namun dengan penyidikan yang terpisah mengingat unsur pidana yang berbeda. Polisi menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang berlaku.

  • Stadion Suryakencana Rusak, Disporapar Sukabumi Evaluasi Pasca Konser

    Stadion Suryakencana Rusak, Disporapar Sukabumi Evaluasi Pasca Konser

    Jbnews.id – Pemerintah Kota Sukabumi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penggunaan Stadion Suryakencana (Surken) setelah fasilitas olahraga itu rusak parah pasca digunakan untuk konser musik yang digelar saat hujan, Senin (21/04/2026). Kerusakan berupa lapangan becek, berlumpur, dan dipenuhi sampah berpotensi membebani anggaran daerah karena tidak ada uang jaminan kerusakan dari penyelenggara acara.

    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyatakan pihaknya sedang melakukan peninjauan dan evaluasi sebelum menentukan langkah lebih lanjut. “Memang kegiatan kemarin berlangsung saat hujan, sehingga lapangan menjadi berlumpur dan berantakan. Saat ini kami akan lakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar Rahmat.

    Rahmat mengungkapkan, kerja sama pemakaian stadion selama ini hanya bersifat sewa tanpa disertai uang jaminan kerusakan dari pihak penyelenggara. Mekanisme ini menimbulkan kekhawatiran karena biaya pemulihan fasilitas berpotensi menjadi tanggungan penuh pemerintah daerah.

    Keterbatasan Wisata Alam dan Strategi Event Kreatif

    Kepala Disporapar menjelaskan, penggunaan stadion untuk kegiatan non-olahraga berkaitan dengan strategi pariwisata daerah. Kota Sukabumi dinilai memiliki keterbatasan dalam mengembangkan pariwisata berbasis sumber daya alam. “Kota ini tidak memiliki banyak potensi wisata berbasis sumber daya alam. Karena itu, kami mengandalkan event-event kreatif untuk mendatangkan pengunjung,” kata Rahmat.

    Meski menjadi salah satu strategi, penggunaan fasilitas olahraga utama untuk konser musik dinilai memiliki risiko besar terhadap keberlangsungan dan kualitas fasilitas. Dampak kerusakan yang terjadi pasca acara menjadi bukti nyata dari risiko tersebut.

    Opsi Pembangunan Fasilitas Khusus

    Atas dasar evaluasi ini, pemerintah daerah mulai mempertimbangkan langkah jangka panjang. Salah satu opsi yang disampaikan Rahmat Sukandar ialah pembangunan fasilitas baru yang secara khusus dapat dipakai untuk kegiatan berskala besar seperti konser musik. Opsi ini dipertimbangkan untuk memisahkan kebutuhan fasilitas olahraga dengan kebutuhan penyelenggaraan event hiburan massal.

    Evaluasi yang sedang berlangsung akan menjadi dasar bagi Pemkot Sukabumi untuk merumuskan kebijakan baru terkait penyewaan dan penggunaan Stadion Suryakencana. Tujuannya untuk menemukan titik keseimbangan antara mendorong kegiatan pariwisata kreatif dan menjaga aset publik dari kerusakan yang merugikan.

  • Kohati HMI Cilegon Catat 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

    Kohati HMI Cilegon Catat 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

    Jbnews.id – Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Cilegon mencatat 37 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026. Data ini disoroti dalam momentum peringatan Hari Kartini, menandakan pekerjaan rumah perlindungan yang masih besar.

    Ketua Kohati HMI Cabang Cilegon, Siti Nurhaliza, menyatakan angka tersebut merupakan akumulasi dari pengaduan yang diterima dan pemantauan kasus di wilayah tersebut. “Ini adalah angka yang harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (20/4/2026).

    Kohati HMI Cilegon secara khusus menyoroti kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual. Organisasi ini menilai, meski sudah ada payung hukum seperti Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), implementasi di lapangan dan sosialisasi terhadap korban masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

    Peringatan Hari Kartini tahun ini, menurut Kohati, harus menjadi momen refleksi untuk memperkuat komitmen melindungi hak-hak perempuan dan anak. Mereka mendorong pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga layanan terkait untuk lebih proaktif dan responsif dalam menangani setiap laporan.

    “Semangat Kartini adalah semangat membebaskan dari segala bentuk penindasan. Kartini masa kini adalah mereka yang berjuang melawan kekerasan dan ketidakadilan,” tegas Siti Nurhaliza. Pernyataan ini sejalan dengan berbagai penghargaan yang diberikan kepada perempuan inspiratif, seperti yang dilakukan oleh Biro Umum kepada sejumlah tokoh.

    Selain mendorong penegakan hukum, Kohati HMI Cilegon juga mengedepankan pentingnya pendidikan dan pencegahan sejak dini. Mereka berencana mengintensifkan program sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas untuk meningkatkan pemahaman tentang bentuk-bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, dan hak-hak yang dilindungi undang-undang.

    Data 37 kasus ini menjadi indikator nyata bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan masih menjadi tantangan aktual di tingkat lokal. Kohati berharap temuan ini dapat memicu aksi kolektif yang lebih konkret dari seluruh elemen masyarakat Cilegon.

    Di sisi lain, momentum kebangkitan dan pelayanan publik juga terlihat dari dibukanya Masjid Raya Al Jabbar untuk umum, menandai semangat baru dalam membangun ruang yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

  • Biro Umum Beri Penghargaan kepada 10 Kartini Masa Kini

    Biro Umum Beri Penghargaan kepada 10 Kartini Masa Kini

    Jbnews.id – Biro Umum memberikan penghargaan kepada sepuluh perempuan inspiratif yang dinobatkan sebagai Kartini Masa Kini dalam upacara di Gedung Sate, Bandung, pada 21 April 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi signifikan mereka dalam berbagai bidang pembangunan di Jawa Barat.

    Kesepuluh penerima penghargaan tersebut berasal dari latar belakang profesi yang beragam, mencakup guru, bidan, petani, pengusaha, hingga aktivis sosial. Mereka dinilai telah menunjukkan semangat dan dedikasi yang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini dalam memajukan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

    Kepala Biro Umum Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap peran strategis perempuan. “Mereka adalah motor penggerak di lapangan yang karya nyatanya langsung menyentuh dan mengubah kehidupan banyak orang,” ujarnya dalam sambutan resmi.

    Proses seleksi penerima penghargaan dilakukan melalui penilaian ketat terhadap berbagai nominasi yang masuk dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kriteria penilaian berfokus pada dampak nyata, inovasi, serta keberlanjutan dari program atau karya yang dilakukan oleh para kandidat.

    Para Kartini Masa Kini 2026 ini dianggap mewakili wajah baru kepemimpinan dan keteladanan di tingkat akar rumput. Prestasi mereka tidak hanya diukur dari pencapaian individu, tetapi lebih pada kemampuan memberdayakan komunitas dan menciptakan solusi atas permasalahan lokal.

    Pemberian penghargaan ini konsisten dilaksanakan setiap tahun oleh Biro Umum sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini. Kegiatan ini bertujuan untuk terus menemukan dan mengangkat sosok-sosok perempuan inspiratif yang mungkin belum banyak terekspos media arus utama.

    Dengan penghargaan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat memicu motivasi dan menjadi referensi bagi perempuan lainnya untuk berkontribusi lebih besar. Kisah sukses mereka diharapkan dapat ditularkan dan diadaptasi di berbagai wilayah lain.

  • Biro Umum Beri Penghargaan Kepada 10 Kartini Masa Kini

    Biro Umum Beri Penghargaan Kepada 10 Kartini Masa Kini

    Jbnews.id – Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada sepuluh perempuan inspiratif dalam acara Peringatan Hari Kartini 2026. Penghargaan ini diberikan berdasarkan kontribusi nyata mereka di berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Tuty Kusumawati, menekankan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran perempuan Jakarta yang tidak hanya berprestasi secara individu tetapi juga mampu memberdayakan lingkungan sekitarnya. “Mereka adalah Kartini masa kini yang dengan karya dan dedikasinya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Tuty dalam pernyataan resminya.

    Acara yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Selasa (21/4/2026) ini menjadi momentum refleksi atas perjuangan R.A. Kartini. Tuty menambahkan, semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini harus terus hidup dan diwujudkan dalam aksi nyata untuk kemajuan bangsa, khususnya Ibu Kota.

    Daftar Penerima Penghargaan dan Kontribusinya

    Sepuluh perempuan yang terpilih berasal dari latar belakang dan bidang yang beragam, mencerminkan dinamika kota metropolitan. Berikut adalah daftar penerima penghargaan beserta bidang kontribusi mereka:

    • Dra. Hj. R. Sri Hartati – Bidang Pendidikan
    • Hj. Nuraeni, S.Pd. – Bidang Pendidikan
    • Dra. Hj. Ida Rosida – Bidang Sosial dan Pemberdayaan Perempuan
    • Hj. Eny Suryani, S.Sos. – Bidang Sosial dan Pemberdayaan Perempuan
    • dr. Hj. Etty Herawati – Bidang Kesehatan
    • dr. Hj. Tuti Mudianingsih – Bidang Kesehatan
    • Hj. Siti Rohmah, A.Md. – Bidang Kesra dan Pemberdayaan Masyarakat
    • Hj. Yoyoh Suryati, S.Sos. – Bidang Kesra dan Pemberdayaan Masyarakat
    • Hj. Tati Suryati, S.E. – Bidang Ekonomi Kreatif dan UMKM
    • Hj. Ida Farida, S.H. – Bidang Hukum dan Advokasi Perempuan

    Keberagaman bidang ini menunjukkan bahwa ruang bagi perempuan untuk berkontribusi di Jakarta sangat luas. Prestasi mereka tidak hanya diakui secara institusional oleh pemerintah provinsi tetapi juga telah dirasakan langsung dampaknya oleh komunitas dan kelompok masyarakat yang mereka layani.

    Implikasi dan Langkah Ke Depan

    Pemberian penghargaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Acara ini berfungsi sebagai katalis untuk mendorong lebih banyak perempuan agar aktif dalam pembangunan. Biro Umum berharap kisah kesepuluh Kartini masa kini ini dapat menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk tidak ragu mengembangkan potensi diri dan berkontribusi sesuai dengan keahlian dan passion yang dimiliki.

    Dalam konteks pemerintahan, apresiasi seperti ini sejalan dengan upaya untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam berbagai kebijakan dan program pembangunan di DKI Jakarta. Pengakuan terhadap peran perempuan di sektor non-tradisional, seperti hukum dan ekonomi kreatif, juga menandai pergeseran positif dalam paradigma masyarakat.

    Acara Peringatan Hari Kartini 2026 oleh Biro Umum DKI Jakarta ditutup dengan harapan bahwa nilai-nilai kesetaraan, pendidikan, dan keteladanan akan terus menjadi pilar dalam membentuk Jakarta yang lebih inklusif dan maju di masa depan.

  • Biro Umum Beri Penghargaan kepada 10 Kartini Masa Kini

    Biro Umum Beri Penghargaan kepada 10 Kartini Masa Kini

    Jbnews.id – Biro Umum Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada sepuluh perempuan inspiratif dalam acara “Kartini Masa Kini” di Gedung Sate, Bandung, Minggu (20/4/2026). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi nyata para perempuan tersebut di berbagai bidang pembangunan, sesuai dengan semangat Hari Kartini.

    Kepala Biro Umum Jabar, Tatan Tawami, dalam sambutannya menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap peran perempuan Jawa Barat yang tidak hanya di ranah domestik. “Mereka adalah sosok-sosok yang aktif, kreatif, dan inovatif dalam membangun Jawa Barat. Prestasi mereka nyata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Tatan, seperti dikutip dalam rilis resmi.

    Kesepuluh penerima penghargaan berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pengusaha, aktivis sosial, pendidik, hingga pelaku seni budaya. Kriteria penilaian mencakup kontribusi berkelanjutan, inovasi, serta kemampuan menginspirasi perempuan lain di sekitarnya. Proses seleksi dilakukan melalui verifikasi data dan rekomendasi dari berbagai instansi terkait di lingkungan Pemprov Jabar.

    Acara yang digelar secara hybrid ini dihadiri oleh perwakilan organisasi perempuan, unsur pemerintah daerah, serta keluarga para penerima penghargaan. Tatan menambahkan, momentum Hari Kartini harus dimaknai sebagai penggerak untuk terus memperjuangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dalam setiap aspek kehidupan. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah provinsi untuk mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan.

    Pemberian penghargaan “Kartini Masa Kini” oleh Biro Umum ini menjadi agenda rutin tahunan yang digelar setiap bulan April. Tujuannya tidak hanya seremonial, tetapi juga untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan kisah sukses perempuan Jabar sebagai bahan inspirasi. Diharapkan, dengan adanya penghargaan ini, akan muncul lebih banyak lagi perempuan yang berkontribusi di ruang publik.

    Keberagaman profesi penerima penghargaan tahun ini menunjukkan bahwa kontribusi perempuan tidak terbatas. Mulai dari pengusaha mikro yang memberdayakan perempuan di desa, guru yang mengembangkan pendidikan inklusif, hingga pegiat lingkungan yang konsisten melakukan konservasi. Hal ini merefleksikan semangat Kartini yang progresif dan adaptif dengan konteks kekinian.

    Pemprov Jabar melalui Biro Umum berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi ruang bagi perempuan untuk berkembang. Dukungan tersebut diwujudkan dalam berbagai program pemberdayaan kapasitas dan akses terhadap sumber daya. Apresiasi seperti ini dianggap penting untuk mendorong percepatan pencapaian kesetaraan gender di tingkat provinsi.

    Acara puncak penghargaan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya yang menampilkan karya-karya perempuan Jawa Barat. Hal ini sekaligus menjadi platform untuk mengangkat kekayaan budaya lokal yang turut dilestarikan oleh para perempuan. Kegiatan serupa di beberapa kota di Jabar juga digelar untuk memperingati Hari Kartini, menandakan partisipasi masyarakat yang luas.

    Dengan diselenggarakannya acara ini, Biro Umum ingin menegaskan bahwa perjuangan emansipasi dan pemberdayaan perempuan adalah kerja kolektif yang membutuhkan dukungan semua pihak. Pengakuan terhadap sepuluh Kartini masa kini diharapkan dapat memantik semangat baru bagi generasi perempuan Jawa Barat untuk terus berprestasi dan berkontribusi membangun daerah.

    Informasi lebih lanjut mengenai profil lengkap para penerima penghargaan dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi Biro Umum Pemprov Jabar. Acara seperti ini juga menjadi bagian dari upaya membangun narasi positif tentang kepemimpinan dan kontribusi perempuan di ruang publik, sejalan dengan perkembangan pembangunan infrastruktur dan sosial di Jawa Barat.

  • Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

    Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

    Jbnews.id – Biro Umum Pemerintah Kabupaten Pandeglang memberikan penghargaan kepada 25 perempuan yang dinilai sebagai Kartini masa kini dalam upacara peringatan Hari Kartini 2026 di Pendopo Kabupaten, Senin (21/4/2026). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para perempuan dalam berbagai bidang pembangunan.

    Para penerima penghargaan berasal dari beragam latar belakang profesi, termasuk aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, pendidik, hingga pengusaha. Pemberian penghargaan ini menekankan pada semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang diwujudkan dalam karya dan dedikasi di era modern.

    Kepala Biro Umum Setda Pandeglang, H. Asep Saepuloh, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan momentum untuk terus mendorong peran perempuan. “Perempuan Pandeglang telah menunjukkan kontribusi signifikan. Mereka adalah motor penggerak dalam keluarga dan masyarakat, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan,” ujarnya dalam sambutan resmi.

    Acara yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan dan instansi pemerintah. Proses seleksi penerima penghargaan dilakukan melalui penilaian terhadap prestasi, inovasi, dan dampak sosial yang dihasilkan oleh kandidat di lingkungannya masing-masing.

    Selain pemberian penghargaan, rangkaian acara juga diisi dengan talkshow inspiratif yang menghadirkan para perempuan achiever dari Pandeglang. Mereka berbagi pengalaman tentang tantangan dan strategi dalam mengoptimalkan peran di tengah masyarakat. Semangat untuk memberdayakan ekonomi keluarga dan menjaga ketahanan sosial menjadi poin penting yang mengemuka.

    Peringatan Hari Kartini di lingkungan pemerintah daerah kerap menjadi ajang evaluasi terhadap berbagai program pemberdayaan perempuan. Pemerintah Kabupaten Pandeglang sendiri memiliki sejumlah inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan peluang ekonomi bagi perempuan, meski tantangan seperti akses terhadap sumber daya dan pendidikan masih perlu perhatian lebih.

    Acara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga dan masyarakat, terutama dalam merespons berbagai dinamika sosial. Peristiwa seperti kerugian finansial besar yang dialami warga atau insiden kecelakaan domestik menunjukkan betapa ketangguhan keluarga, yang sering digerakkan oleh perempuan, sangat krusial.

    Di sisi lain, peringatan ini berlangsung dalam atmosfer nasional yang juga diwarnai berbagai isu sosial dan hukum. Publik masih menyimak perkembangan kasus seperti laporan hukum terhadap sejumlah figur, yang mengingatkan pada kompleksitas ruang publik dan pentingnya peran semua elemen, termasuk perempuan, dalam menjaga nalar dan ketertiban sosial.

    Penghargaan Kartini masa kini dari Biro Umum Pandeglang diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memicu multiplier effect. Dampak yang diharapkan adalah semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk berkontribusi secara nyata, baik melalui jalur profesional, kewirausahaan, maupun pengabdian masyarakat.

    Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan menciptakan ekosistem yang mendukung kemajuan perempuan. Langkah strategis ke depan akan difokuskan pada sinergi program antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengakselerasi pencapaian indikator kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Pandeglang.

  • Ahmad Dhani Konfirmasi Tanggal dan Konsep Pernikahan El Rumi

    Ahmad Dhani Konfirmasi Tanggal dan Konsep Pernikahan El Rumi

    Jbnews.id – Ahmad Dhani secara resmi mengonfirmasi bahwa pernikahan putranya, El Rumi, dengan Syifa Hadju akan digelar pada 26 April 2026. Musisi tersebut juga mengungkap pasangan akan mengusung konsep pernikahan bertaraf internasional.

    Konfirmasi ini disampaikan Dhani kepada awak media, Selasa (21/4/2026), di tengah kabar keluarga yang menunggu kelahiran cucu pertama. Meski hari-H sudah dekat, Dhani mengaku tidak merasa gugup. “Nggak, biasa saja. Menikah kan normal-normal saja,” ujarnya.

    Ketika ditanya tentang konsep acara, Dhani dengan singkat menjawab, “Internasional, internasional.” Pernyataannya ini sekaligus mengonfirmasi kabar yang sebelumnya beredar mengenai bocoran undangan pernikahan El dan Syifa.

    Persiapan pernikahan ini telah berjalan. Sebelumnya, calon mempelai wanita, Syifa Hadju, telah merayakan bridal shower sebagai bagian dari rangkaian acara jelang hari besar. Di sisi lain, El Rumi juga telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada para groomsmen yang akan mendampinginya.

    Menariknya, dalam persiapan ini, Ahmad Dhani mengaku tidak dilibatkan secara langsung. Hal ini menunjukkan El Rumi dan Syifa Hadju lebih mandiri dalam mengatur detail pernikahan mereka yang bertema internasional tersebut.

    Dengan konfirmasi tanggal 26 April 2026, pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju resmi masuk dalam agenda. Konsep internasional yang dipilih juga menjadi sorotan, menandakan skala dan perhatian terhadap acara yang dinanti banyak pihak ini.

  • Insanul Fahmi Minta Kasus Perzinaan Dihentikan Sementara

    Insanul Fahmi Minta Kasus Perzinaan Dihentikan Sementara

    Jbnews.id – Kuasa hukum Insanul Fahmi secara resmi meminta penyidik Polda Metro Jaya menghentikan sementara proses hukum kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan oleh Wardatina Mawa. Permintaan ini didasari adanya benturan aturan hukum antara proses perdata perceraian dan proses pidana.

    Tommy Tri Yunanto, kuasa hukum Insanul Fahmi, menjelaskan bahwa proses perdata, dalam hal ini gugatan perceraian, seharusnya didahulukan sebelum kasus pidana. Hal ini merujuk pada aturan yang ada.

    “Karena memang ada PERMA di situ bertubrukan dengan aturan Kementerian Kehakiman di mana memang harus didahulukan proses keperdataannya,” ujar Tommy Tri Yunanto di kawasan Tangerang Selatan, Selasa (21/4/2026).

    Tommy menekankan bahwa pihak pelapor dalam kasus perdata dan pidana ini adalah sama, yaitu Wardatina Mawa. Oleh karena itu, kepastian status hukum dari pengadilan agama dinilai sangat krusial sebelum proses pidana dilanjutkan.

    Ia berharap pihak Polda Metro Jaya mempertimbangkan keberatan yang telah diajukan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kliennya. Tujuannya adalah untuk menegakkan keadilan hukum yang berjalan sesuai prosedur.

    “Kalau memang alat buktinya itu sah di mata hukum, juga tidak boleh bertubrukan, ada gugatan perdata, yang tentunya gugatan perdata ini harus di dahulukan,” pungkas Tommy Tri Yunanto.

    Permintaan penundaan ini menambah dinamika hukum dalam konflik rumah tangga antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. Kasus ini telah menjadi perhatian publik setelah Mawa melaporkan Fahmi atas dugaan perzinaan.

    Dengan diajukannya permohonan ini, proses hukum selanjutnya bergantung pada pertimbangan penyidik Polda Metro Jaya. Keputusan mereka akan menentukan apakah penyidikan kasus pidana akan ditunda menunggu hasil proses perceraian di pengadilan agama.

  • IMF Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5 Persen

    IMF Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5 Persen

    Jbnews.id – Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 menjadi 5 persen. Revisi turun 0,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen ini mencerminkan penyesuaian terhadap prospek ekonomi nasional.

    Revisi tersebut diumumkan pada Selasa, 21 April 2026. Angka baru ini menjadi sorotan utama dalam laporan terkini lembaga keuangan global tersebut mengenai prospek ekonomi regional dan global.

    Penyesuaian proyeksi terjadi di tengah aktivitas pembangunan infrastruktur yang terus berjalan di berbagai wilayah, termasuk Ibu Kota. Salah satunya adalah proyek penguatan tanggul turap di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, yang masih dikerjakan hingga Selasa (21/4/2026). Proyek infrastruktur semacam ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fasilitas penunjang di wilayah strategis.

    Para pekerja menyelesaikan proyek penguatan tanggul turap di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).

    Meski terjadi revisi ke bawah, angka pertumbuhan 5 persen tetap menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Analis memandang revisi minor ini sebagai bentuk kewaspadaan dan penilaian ulang yang wajar oleh IMF.

    Fokus pemerintah pada percepatan pembangunan infrastruktur, seperti yang terlihat di Kuningan, diharapkan dapat terus mendorong aktivitas ekonomi dan menopang target pertumbuhan. Pembenahan logistik dan konektivitas menjadi kunci dalam strategi tersebut.

    Para pekerja menyelesaikan proyek penguatan tanggul turap di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).

    Proyeksi IMF ini akan menjadi salah satu acuan bagi pemerintah dan pelaku pasar dalam menyusun strategi ekonomi ke depan. Pemantauan terhadap indikator makroekonomi global dan domestik akan intensif dilakukan menyongsong tahun 2026.

    Langkah-langkah penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter mungkin akan dievaluasi untuk merespons proyeksi yang sedikit melandai ini, sekaligus menjaga momentum pemulihan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

    Para pekerja menyelesaikan proyek penguatan tanggul turap di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).

    Dengan revisi ini, Indonesia perlu mengoptimalkan sumber daya domestik dan menjaga stabilitas untuk mencapai target pertumbuhan yang tetap optimistik di level 5 persen pada tahun depan.