Blog

  • IMF dan Bank Dunia Tawarkan Utang US$30 Miliar ke Indonesia

    IMF dan Bank Dunia Tawarkan Utang US$30 Miliar ke Indonesia

    Jbnews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menawarkan pinjaman hingga US$30 miliar kepada Indonesia di tengah debat soal defisit APBN. Purbaya menolak tawaran itu dengan alasan kondisi keuangan negara masih aman.

    Pertemuan terjadi saat kunjungan kerja Purbaya ke Washington DC, Amerika Serikat, pada 13-17 April 2026. Diskusi berfokus pada kemampuan Indonesia mempertahankan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah batas 3% di tengah gejolak harga minyak dunia.

    “Itu debat seru, mempertanyakan apa policy kita dan kita jelaskan seperti apa. Salah satu yang ditanya adalah defisitnya di 3%, subsidinya naik, gimana cara nutupnya? Ya kita jelaskan,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

    Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan kinerja APBN dalam konferensi pers APBNKita di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

    Dalam penjelasannya, Purbaya menyebut langkah utama adalah penghematan di berbagai sektor dan mencari pendapatan tambahan dari sumber daya mineral. Ia menegaskan pemerintah tidak dalam posisi khawatir. “Kita jelasin ada penghematan sana-sini, terus ada pendapatan tambahan dari sumber daya mineral. Terus kita juga bilang nggak usah takut, kalau ada apa-apa kita masih aman,” terangnya.

    Di tengah perdebatan tersebut, kedua lembaga keuangan internasional itu secara mengejutkan menawarkan fasilitas pinjaman. Nilai yang ditawarkan berkisar antara US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar.

    Purbaya mengaku memberikan respons berbeda kepada Bank Dunia dan IMF. Saat Bank Dunia menawarkan, ia memilih untuk diam. Sementara, kepada IMF, ia secara langsung menyatakan belum membutuhkan bantuan tersebut. “Di tengah-tengahnya nawarin bahwa mereka sudah menyediakan uang, ada yang bilang US$ 20-30 miliar untuk memberikan bantuan ke negara yang membutuhkan. Kalau di World Bank saya diam saja, tetapi yang terakhir nawarin lagi ‘kalau mau itu dipakai boleh’, suruh utang ke dia,” ungkap Purbaya.

    “IMF juga sama. Saya bilang ya itu terima kasih atas tawarannya, tetapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus dan saya belum butuh itu,” sambung mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

    Penolakan itu didasari keyakinan akan kekuatan bantalan keuangan Indonesia. Purbaya menyebut pemerintah memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 420 triliun. Angka ini menjadi penopang utama argumentasi bahwa Indonesia tidak dalam kondisi darurat yang memerlukan pinjaman luar negeri dalam skala besar. “Jadi kondisi keuangan kita masih aman,” tambahnya.

    Tawaran pinjaman dari IMF dan Bank Dunia ini muncul dalam konteks evaluasi ketat terhadap kebijakan fiskal Indonesia. Kedua lembaga kerap mengingatkan negara-negara berkembang untuk menjaga disiplin anggaran, terutama defisit, agar tidak memicu krisis yang lebih dalam. Namun, dalam pertemuan kali ini, alih-alih hanya memberikan peringatan, mereka langsung menyodorkan solusi finansial.

    Respons Purbaya yang menolak tawaran tersebut mencerminkan strategi pemerintah untuk menjaga kedaulatan fiskal. Penerimaan utang dalam nilai sebesar itu berpotensi membawa persyaratan ketat yang dapat membatasi ruang gerak kebijakan ekonomi Indonesia di masa depan.

    Pertemuan di Washington DC tersebut merupakan bagian dari agenda rutin komunikasi antara pemerintah Indonesia dengan lembaga keuangan global. Namun, transparansi Purbaya dalam mengungkapkan detail debat dan tawaran pinjaman yang terjadi jarang dilakukan oleh pejabat sebelumnya.

    Langkah penghematan dan optimalisasi pendapatan mineral yang dijelaskan Purbaya menjadi kunci untuk mempertahankan defisit di angka maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Komitmen pada batas ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan investor.

    Dengan penolakan terhadap pinjaman US$30 miliar, pemerintah Indonesia mengirim sinyal kepada pasar global tentang kekuatan cadangan keuangannya. Keputusan ini juga menjadi pesan bahwa Indonesia mampu mengelola gejolak eksternal, seperti fluktuasi harga minyak, dengan sumber daya dan kebijakan domestik.

    Ketersediaan SAL sebesar Rp 420 triliun memberikan ruang fiskal bagi pemerintah jika terjadi tekanan yang tidak terduga. Cadangan ini berfungsi sebagai penyangga sebelum opsi utang luar negeri dipertimbangkan.

    Episod debat dan tawaran pinjaman ini terjadi dalam lingkungan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Negara-negara di dunia masih berjuang dengan dampak pandemi, konflik geopolitik, dan normalisasi kebijakan moneter bank sentral utama.

    Kunjungan kerja Purbaya ke Washington DC pada pertengahan April 2026 dimaksudkan untuk menjajaki kerja sama dan menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia secara langsung kepada mitra strategis. IMF dan Bank Dunia merupakan dua mitra keuangan terpenting bagi banyak negara, termasuk Indonesia.

    Penolakan terhadap utang dalam nilai besar bukan berarti Indonesia menutup diri sama sekali dari pembiayaan internasional. Pemerintah tetap membuka peluang kerja sama pembiayaan untuk proyek-proyek strategis tertentu, namun dengan syarat dan nilai yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan pembayaran.

    Kebijakan fiskal yang hati-hati dan defensif ini diharapkan dapat menjaga peringkat kredit Indonesia di level investasi. Agen pemeringkat seperti Moody’s, Fitch, dan S&P Global terus memantau perkembangan defisit APBN dan tingkat utang pemerintah.

    Dengan berbagai langkah yang telah dijelaskan Purbaya, pemerintah berkeyakinan target defisit APBN 2026 tidak lebih dari 3% dapat tercapai. Pencapaian ini akan menjadi indikator penting keberhasilan pengelolaan fiskal di tengah tantangan global.

    Keputusan untuk menolak tawaran utang dari IMF dan Bank Dunia juga memiliki implikasi politik. Pemerintah ingin menunjukkan kepada publik domestik bahwa Indonesia tidak dalam kondisi terjepit sehingga harus berutang besar-besaran kepada lembaga asing.

    Transparansi Menteri Keuangan dalam mengungkapkan dinamika pertemuan internasional ini memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat tentang posisi tawar Indonesia di kancah global. Informasi ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pelaku pasar dan pengamat ekonomi dalam membaca arah kebijakan keuangan negara.

    Kedepannya, komunikasi dan negosiasi dengan IMF dan Bank Dunia akan terus berlanjut. Pemerintah Indonesia tetap perlu menjaga hubungan baik dengan kedua lembaga tersebut, mengingat peran mereka yang signifikan dalam stabilitas sistem keuangan global dan potensi bantuan teknis yang dapat diberikan.

    Fokus pemerintah saat ini adalah eksekusi dari strategi yang telah dijelaskan kepada IMF dan Bank Dunia, yaitu penghematan anggaran dan peningkatan penerimaan dari sumber daya mineral. Keberhasilan implementasi kedua strategi ini akan menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjaga kesehatan fiskal dengan kemampuannya sendiri.

  • Polres Serang Tanam 3.000 Pohon di Lahan PT IKPP

    Polres Serang Tanam 3.000 Pohon di Lahan PT IKPP

    Jbnews.id – Polres Serang menanam 3.000 pohon di lahan seluas 2,7 hektare milik PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) di Kecamatan Kragilan, Selasa (21/4/2026). Kegiatan serentak ini melibatkan Kapolda Banten, Kapolres Serang, Bupati Serang, dan ratusan peserta lain sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

    Penanaman dipusatkan di lahan PT IKPP, Desa Tegal Maja, Kragilan. Jenis pohon yang ditanam memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi, seperti jati, sengon, dan mahoni. Kegiatan ini juga diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Serang dan dipantau secara virtual.

    Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, menyatakan kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan Polri. “Penanaman pohon serentak ini merupakan upaya Polres Serang dalam mendukung Asta Cita program Presiden Prabowo Subianto dalam pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat sinergitas Polri bersama Muspida dan masyarakat,” ujar Andri.

    Ia menambahkan, kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup sejak dini. Menurutnya, keberhasilan program pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, swasta, dan masyarakat.

    Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, memberikan apresiasi atas inisiatif jajaran Polres Serang. “Saya mengapresiasi Kapolres Serang dan seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam. Ini adalah langkah konkret yang sangat positif,” ungkap Hengki.

    Kapolda juga memberikan penghargaan kepada masyarakat dan pihak PT IKPP yang telah mendukung program pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta terus menjaga kebersihan lingkungan.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan Gerakan Indonesia Asri demi masa depan lingkungan yang lebih baik,” tegas Kapolda Banten. Gerakan Indonesia Asri merupakan program yang bertujuan menciptakan kondisi aman, sehat, resik, dan indah.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung gerakan tersebut serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Serang. Penanaman serentak ini diinisiasi oleh Polsek jajaran Polres Serang.

    Selain penanaman pohon, Polri juga aktif dalam berbagai operasi lainnya. Seperti operasi penegakan hukum terkait penyelewengan BBM dan persiapan menghadapi momen-momen strategis.

    Acara penanaman pohon turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Banten dan Polres Serang, unsur pimpinan DPRD Kabupaten Serang, Humas PT IKPP, serta unsur Muspida dan Muspika Kecamatan Kragilan.

    Hadir pula Ketua MUI Kecamatan Kragilan, anggota Saka Bhayangkara, serta puluhan siswa SMA yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaan siswa sekolah diharapkan dapat menanamkan nilai cinta lingkungan pada generasi muda.

    Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan elemen masyarakat dalam satu aksi nyata pelestarian lingkungan. Kolaborasi semacam ini dinilai krusial untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan.

    Dukungan dari korporasi seperti PT IKPP dengan menyediakan lahan seluas 2,7 hektare menjadi faktor pendukung penting. Lahan tersebut nantinya akan menjadi area hijau yang berkontribusi terhadap ekosistem lokal.

    Polres Serang berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah pusat dan daerah, tidak hanya di bidang keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam pembangunan berwawasan lingkungan. Komitmen ini sejalan dengan visi Polda Banten secara keseluruhan.

    Pelibatan berbagai pihak dalam acara ini mencerminkan pendekatan holistik dalam penanganan isu lingkungan. Upaya tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pada pemeliharaan dan pengawasan jangka panjang.

    Program penanaman pohon serentak ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain di Banten. Dampak jangka panjangnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara, mencegah erosi, dan mendukung ketahanan ekologis wilayah Serang.

    Kegiatan ini juga menjadi media edukasi publik tentang pentingnya konservasi. Melalui aksi nyata, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan semakin menguat.

    Sinergi antara Polri, Pemda, dan swasta dalam program penghijauan seperti ini menunjukkan model kolaborasi yang efektif untuk pembangunan daerah. Model ini dapat menjadi rujukan untuk program serupa di masa depan.

    Dengan ditanamnya 3.000 pohon, diharapkan terjadi penambahan signifikan terhadap tutupan hijau di Kabupaten Serang. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk lingkungan hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang.

  • Gubernur Banten Canangkan Gerakan Tanam Jagung 10 Hektare

    Gubernur Banten Canangkan Gerakan Tanam Jagung 10 Hektare

    Jbnews.id – Gubernur Banten Andra Soni secara resmi mencanangkan gerakan menanam jagung hibrida di lahan seluas 10 hektare di Kabupaten Lebak, Selasa (21/4/2026). Program ini bertujuan menjadikan Banten sebagai daerah swasembada jagung dan pemasok utama nasional, didukung bibit dari Pemprov Banten.

    Pencanangan dilakukan di Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, bersama Kelompok Tani Mekarjaya. Andra Soni menargetkan Banten menjadi sentra jagung, minimal untuk memenuhi kebutuhan industri dan pertanian lokal yang masih tinggi.

    “Dengan dukungan segenap pihak, kita melakukan pencanangan tanam jagung untuk lahan seluas 10 hektare. Bibit bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten,” kata Andra Soni dalam pernyataan resminya.

    Ia menekankan potensi Banten sebagai pemasok produk pertanian dan peternakan untuk kawasan aglomerasi Jakarta. Kedekatan jarak dinilai dapat memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing.

    “Kalau menjadi pemasok produk ke daerah aglomerasi, secara jarak dan biaya logistik kita diuntungkan,” ucap Gubernur.

    Target Produksi dan Dukungan Lahan

    Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengungkapkan skala program yang lebih luas. Didukung Kementerian Pertanian, Pemprov Banten bersama petani akan mengembangkan 9.000 hektare lahan kosong untuk jagung.

    Target produksi ditetapkan sebesar 52.000 ton jagung pipil kering. Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi Banten untuk ketahanan pangan nasional, tidak hanya untuk padi tetapi juga jagung dan tebu.

    “Provinsi Banten juga mulai mengembangkan tebu,” jelas Nasir.

    Dorongan kebutuhan pasar datang dari industri lokal. Saat ini terdapat 14 pabrik pakan ternak di Banten yang membutuhkan pasokan jagung mencapai 4.000 ton per hari.

    Andra Soni menyatakan Pemprov akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta para pengembang untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong. Kerja sama ini ditujukan mendukung program Ketahanan Pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

    “Yang bisa dikerjasamakan untuk dimanfaatkan dalam mendukung program Ketahanan Pangan,” katanya.

    Peran serta Kelompok Tani dan Apresiasi

    Ketua Kelompok Tani Mekarjaya, Dimas Fahmi Sidqi, mengungkapkan kelompoknya telah memanfaatkan lahan seluas 20 hektare untuk penanaman. Pemanfaatan lahan dari pengembang untuk tanaman pangan telah dilakukan sejak 2017.

    Gubernur Andra Soni memberikan apresiasi atas inisiatif pemanfaatan lahan kosong. Ia juga berpesan kepada petani untuk melakukan penanaman dan perawatan dengan baik guna memastikan hasil panen optimal.

    “Kalau menanam dengan baik, Insya Allah hasil panennya baik,” pesannya.

    “Apresiasi atas pemanfaatan lahan kosong untuk tanam jagung dan pangan lainnya. Terima kasih kepada pemilik lahan yang telah memberikan izin lahannya untuk digunakan. Terima kasih kepada Polda Banten yang menggugah kita untuk tanam jagung,” tambah Andra Soni.

    Program gerakan tanam jagung ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian. Fokus pada komoditas jagung dipandang sebagai langkah strategis menjawab kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan ketahanan pangan regional.

  • DLH Tangerang Tertibkan 37 TPS Liar Sepanjang 2025

    DLH Tangerang Tertibkan 37 TPS Liar Sepanjang 2025

    Jbnews.id – Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menertibkan 37 Tempat Pembuangan Sampah liar sepanjang tahun 2025. Penertiban menyasar pemukiman warga dengan 22 titik di wilayah timur dan 15 titik di wilayah barat kota.

    Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menuturkan data tersebut sebagai hasil program penertiban berkelanjutan. Operasi gencar ini masih berlangsung di tahun 2026 dengan menyasar titik-titik baru di permukiman.

    Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Tangerang, Iwan, menjelaskan dampak luas TPS liar. Masalah mencakup kebersihan, kesehatan, sosial, dan estetika kota. Setiap lokasi yang ditertibkan langsung digantikan dengan depo transit armada kebersihan untuk sistem pengelolaan baru.

    “Jadi lingkungan sekitar tetap dalam keadaan bersih tanpa adanya penumpukan sampah yang meresahkan masyarakat,” ucap Iwan, Selasa (21/4/2026).

    DLH juga mendorong partisipasi aktif warga. Masyarakat diimbau memanfaatkan armada kebersihan yang disediakan untuk mengangkut sampah secara berkala.

    Wali Kota Tangerang Sachrudin telah menginstruksikan jajarannya responsif terhadap aduan warga. Penanganan sampah harus cepat dan tepat. Berbagai persoalan sosial dan ketertiban kota menjadi perhatian utama seluruh perangkat daerah.

    “Setiap aduan yang masuk melalui kanal resmi harus cepat dijawab dan ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Kita ingin memastikan Kota Tangerang tetap menjadi kota yang tertib, layak huni, dan nyaman bagi seluruh warganya,” kata Sachrudin.

    Ia menegaskan praktik merusak wajah kota tidak boleh dibiarkan berlarut. DLH memiliki opsi penanganan seperti pengangkutan, pemagaran, maupun penghijauan. Tujuannya agar lokasi bekas TPS liar tidak kembali digunakan untuk pembuangan sampah tidak terkendali.

    Instruksi Wali Kota ini menjadi dasar operasi penertiban. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangerang menata sistem pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan kota.

  • Jalan Desa 1,3 Km di Pandeglang Rampung, Biaya Rp3,84 Miliar

    Jalan Desa 1,3 Km di Pandeglang Rampung, Biaya Rp3,84 Miliar

    Jbnews.id – Pemerintah Provinsi Banten meresmikan ruas jalan Majau-Mekarwangi di Kabupaten Pandeglang sepanjang 1,3 kilometer dengan anggaran Rp3,84 miliar dari APBD 2025. Pembangunan ini mengakhiri kondisi jalan rusak puluhan tahun yang menyulitkan mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

    Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, pembangunan jalan desa yang bukan kewenangan provinsi ini dilakukan sebagai wujud kehadiran negara di daerah yang belum tersentuh optimal. “Jalan desa memang bukan kewenangan Gubernur, kita kerjakan karena ingin bertanggung jawab bahwa negara hadir. Sudah terlalu lama masyarakat desa menghadapi kondisi jalan yang tidak layak,” ujar Andra Soni dalam siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten, Selasa (21/4/2026).

    Ruas jalan dengan lebar empat meter tersebut dibangun melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Andra Soni menyatakan, pembangunan ini tidak berhenti di satu lokasi dan akan dikoneksikan ke wilayah lain seperti Mekarwangi hingga Saketi-Bojong untuk membuka akses alternatif. “Ini menjadi jalur alternatif yang akan memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

    Ia menjelaskan, infrastruktur jalan yang baik berdampak langsung pada pendidikan, keagamaan, dan distribusi hasil pertanian. “Kalau jalan sudah bagis, aktivitas jadi lancar. Anak-anak sekolah lebih mudah dan hasil bumi bisa diangkut dengan biaya lebih murah,” ujarnya. Gubernur juga mengajak masyarakat berkontribusi melalui kepatuhan membayar pajak kendaraan.

    Tokoh masyarakat Majau, Kholilullah, menyatakan rasa syukur atas pembangunan yang telah lama dinantikan. Ia menggambarkan kondisi sebelumnya yang memprihatinkan. “Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sangat sulit dilalui. Anak-anak sekolah kesulitan, warga bawa hasil panen juga susah. Sekarang alhamdulillah sudah bagus, biaya angkut jadi lebih murah,” ujarnya.

    Kholilullah menambahkan, sejak jalan rampung, akses menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan pusat aktivitas lainnya menjadi lebih lancar. Hal senada disampaikan Kepala Desa Majau yang mengapresiasi realisasi pembangunan jalan setelah puluhan tahun. “Ini jalan yang sudah puluhan tahun dinantikan. Sekarang sudah sangat layak dan membantu aktivitas warga,” katanya.

    Meski demikian, pihak desa masih mengusulkan lanjutan pembangunan pada ruas lain, seperti Majau–Geredug Bojong sepanjang 700 meter serta akses menuju Bojong Mangga yang menjadi jalur vital bagi kawasan pertanian. “Mayoritas warga kami petani dengan hasil panen besar. Jika akses jalan ke Bojong Mangga bisa diperbaiki oleh Pemprov Banten, kami yakin ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,” pungkasnya.

    Program Bang Andra telah membangun 62 jalan desa sepanjang 2025. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi model percepatan pembangunan infrastruktur dasar di daerah tertinggal. Pembangunan jalan ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan insiden lain yang kerap terjadi di jalan rusak.

    Dampak ekonomi dari pembukaan akses transportasi ini diprediksi akan terlihat dalam peningkatan nilai jual hasil pertanian dan penurunan biaya logistik. Masyarakat setempat kini menunggu realisasi konektivitas ke wilayah sekitarnya untuk memperluas dampak positif pembangunan ini.

  • Wagub Banten Apresiasi Kesiapan Polda Hadapi May Day 2026

    Wagub Banten Apresiasi Kesiapan Polda Hadapi May Day 2026

    Jbnews.id – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan Polda Banten dalam menghadapi peringatan Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2026. Apresiasi disampaikan setelah menyaksikan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar kepolisian.

    Dalam siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten, Selasa (21/4/2026), Dimyati menilai simulasi yang dilakukan jajaran kepolisian telah menunjukkan kesiapan penuh. “Kalau kita lihat simulasi, jajaran kepolisian sudah siap menangani kemungkinan hal-hal yang terjadi. Apresiasi kepada Polda Banten yang menyelenggarakan simulasi Sispamkota. Ini sangat penting,” ucap Dimyati.

    Ia menjelaskan, Polri telah mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk kesiapan personel, peralatan, dan dukungan anggaran. Menurutnya, tahapan pengamanan yang disimulasikan, mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, Penindakan Huru Hara (PHH), hingga penindakan kejahatan, berlangsung profesional.

    Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan, simulasi Sispamkota bertujuan mengamankan perayaan May Day. Latihan ini melibatkan jajaran TNI dan pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk para buruh. “Apakah sifat kegiatannya bakti kesehatan, bakti sosial dan semua kegiatan kemasyarakatan dalam rangka May Day kita amankan. Termasuk salah satunya juga adanya unjuk rasa manakala dilaksanakan di wilayah hukum Polda Banten,” kata Hengki.

    Pelatihan ini merupakan wujud kesiapan personel, sarana prasarana, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, tidak hanya untuk May Day tetapi juga kegiatan mendatang. “Yang paling utama standar operasional prosedur dan melatih kesabaran untuk tidak terprovokasi,” tegas Kapolda Banten.

    Simulasi juga mengacu pada pelaksanaan SOP pengamanan unjuk rasa berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009. Latihan mencakup skenario dari situasi aman (hijau), situasi mulai ada provokasi, hingga situasi merah yang anarkis. “Tapi petugas tetap sabar karena memberikan pelayanan dan mengedepankan tim negosiator. Dari Polwan ada Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, PHH Brimob, terakhir penggunaan senjata ketika situasi merah,” papar Hengki.

    Wagub Dimyati juga menyoroti pendekatan persuasif yang dijalankan Polda Banten. Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Kapolda Hengki, berbagai permasalahan di Banten dapat ditangani tanpa eskalasi. “Dibawah Pak Hengki, hal-hal yang terjadi di Provinsi Banten tidak krusial, semua bisa ditangani secara persuasif. Alhamdulillah aman,” ucap Dimyati. Ia menambahkan, pemerintah daerah juga merasa aman dari potensi gangguan kerusuhan.

    Kapolda Hengki berharap pelatihan ini meningkatkan profesionalisme pengamanan unjuk rasa. Ia juga mengimbau warga Banten tidak mudah percaya pada berita palsu dan memverifikasi informasi melalui nomor 110. “Mari kita jaga Provinsi Banten dengan aman sehingga Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, serta Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota dapat membangun untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

    Kesiapan aparat ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan, seraya pemerintah fokus pada pembangunan, termasuk pada fasilitas publik seperti tempat ibadah yang baru diresmikan.

  • Pemkab Serang Potong 1.000 Domba Kurban Serentak 21 April 2026

    Pemkab Serang Potong 1.000 Domba Kurban Serentak 21 April 2026

    Jbnews.id – Pemerintah Kabupaten Serang akan menyembelih 1.000 ekor domba kurban secara serentak pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memfasilitasi ibadah kurban dan mendistribusikan daging kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Pelaksanaan pemotongan hewan kurban dalam skala besar ini direncanakan berlangsung di satu lokasi terpusat. Rencana tersebut menunjukkan skala operasi logistik yang signifikan untuk memastikan proses berjalan lancar, higienis, dan sesuai dengan syariat Islam.

    Pemotongan serentak 1.000 ekor domba ini menjadi salah satu program kurban terbesar yang diinisiasi pemerintah daerah setempat. Kegiatan serupa kerap dilakukan oleh berbagai instansi, termasuk tempat ibadah utama seperti Masjid Raya Al Jabbar yang baru dibuka untuk umum.

    Fokus utama dari kegiatan ini adalah pendistribusian daging kurban kepada mustahik, atau penerima manfaat, di wilayah Kabupaten Serang. Dengan jumlah hewan yang mencapai ribuan, dampak sosial program ini diharapkan dapat menjangkau banyak keluarga. Pelaksanaan pada tanggal 21 April memberikan waktu yang tepat menjelang hari raya keagamaan.

    Keberhasilan penyelenggaraan acara semacam ini sangat bergantung pada koordinasi antar dinas terkait, mulai dari peternakan, kesehatan, hingga logistik. Pemerintah daerah biasanya bekerja sama dengan penyedia hewan kurban terpercaya dan lembaga amil yang berpengalaman.

    Inisiatif Pemkab Serang ini sejalan dengan fungsi pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Program kurban massal menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan pemerataan di tengah masyarakat.

  • CitraRaya Bangun TPS Ramah Lingkungan dengan Controlled Landfill

    CitraRaya Bangun TPS Ramah Lingkungan dengan Controlled Landfill

    Jbnews.id – Pengembang properti Sinar Mas Land, melalui unit bisnisnya CitraRaya, mengumumkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) berteknologi Controlled Landfill di kawasan CitraRaya, Tangerang. Proyek ini ditargetkan beroperasi pada kuartal ketiga 2026 untuk mengelola sampah warga secara lebih berkelanjutan.

    Pembangunan TPS ini merupakan bagian dari komitmen pengelola kawasan dalam meningkatkan infrastruktur lingkungan. Metode Controlled Landfill dipilih sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih terkontrol dibandingkan dengan landfill konvensional.

    “Kami berkomitmen untuk menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih baik bagi warga CitraRaya,” ujar perwakilan Sinar Mas Land. Teknologi ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif seperti bau dan pencemaran air tanah yang sering dikaitkan dengan pembuangan sampah tradisional.

    Kehadiran TPS baru ini diharapkan dapat langsung berdampak pada pola pengelolaan sampah rumah tangga di kawasan seluas ratusan hektar tersebut. Warga akan memiliki akses ke fasilitas pengolahan yang lebih terstruktur dan ramah lingkungan.

    Implementasi Controlled Landfill melibatkan sistem lapisan kedap air di dasar dan sisi tempat pembuangan, sistem pengumpulan dan pengolahan air lindi, serta pemantauan gas metana. Pendekatan ini bertujuan untuk mengisolasi sampah dari lingkungan sekitarnya secara lebih efektif.

    Jadwal operasional kuartal ketiga 2026 menandakan percepatan dalam penyediaan infrastruktur pendukung bagi hunian yang terus berkembang. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu yang menekankan aspek keberlanjutan.

    Dengan bertambahnya jumlah penghuni, tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah eksisting juga meningkat. Keberadaan TPS dengan teknologi terkini diharapkan dapat menjawab tantangan kapasitas dan efisiensi pengolahan.

    Pembangunan fasilitas ini juga sejalan dengan tren pengembangan properti yang semakin mengedepankan fitur hijau dan tanggung jawab lingkungan. Inisiatif serupa mulai menjadi pertimbangan bagi pengembang besar dalam menarik minat konsumen.

    Keberhasilan implementasi Controlled Landfill di CitraRaya dapat menjadi studi kasus bagi pengembangan kawasan lain di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Dampak langsungnya adalah peningkatan kualitas hidup warga melalui lingkungan yang lebih bersih dan terkelola.

    Informasi lebih detail mengenai teknis operasional dan partisipasi warga akan disampaikan oleh pengelola mendekati masa operasional. Fokus saat ini adalah pada penyelesaian konstruksi sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

  • Pemerintah Targetkan Tambah 15 GW Listrik dari PLTS Terapung di Bendungan

    Pemerintah Targetkan Tambah 15 GW Listrik dari PLTS Terapung di Bendungan

    Jbnews.id – Pemerintah Indonesia menargetkan tambahan kapasitas listrik lebih dari 15 Gigawatt (GW) dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di sejumlah bendungan. Rencana ini merupakan bagian dari upaya mengejar target kapasitas terpasang PLTS nasional 100 GW pada 2029.

    Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan Kementerian ESDM bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang memetakan bendungan-bendungan untuk pengembangan PLTS. Perhitungan awal menunjukkan, pemanfaatan 20% area dari seluruh bendungan yang dibangun Kementerian PU berpotensi menghasilkan tambahan kapasitas lebih dari 15 GW.

    “Basis hitungan kami saat ini 20% okupansi dari seluruh bendungan yang dibuat oleh kementerian PU itu, itu bisa menambah lebih dari 15 Gigawatt,” terang Eniya dalam acara Launching 1 GW PLTS Atap Indonesia, Selasa (21/4/2026).

    Dukung Target 100 GW PLTS Nasional

    Langkah pemetaan bendungan untuk PLTS terapung dilakukan untuk mendukung target ambisius kapasitas terpasang PLTS nasional mencapai 100 gigawatt (GW) paling lambat pada 2029. Saat ini, kapasitas terpasang PLTS di Indonesia baru mencapai sekitar 1,5 GW, dengan kontribusi PLTS atap sebesar 895 Megawatt (MW).

    Eniya menegaskan, fokus pengembangan tidak hanya pada peningkatan kapasitas, tetapi juga penciptaan permintaan dalam negeri yang dapat menggerakkan industri energi surya. “Target ambisius ini diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas energi, tetapi juga pada penciptaan permintaan (demand creation) yang dapat menggerakkan industri energi surya di dalam negeri,” ujarnya.

    Pengembangan PLTS terapung menjadi salah satu strategi utama, selain PLTS atap dan ground mounted. “Kita masih berjuang nih untuk bisa lebih dari 1 giga ya. Kita juga pada saat ini berbicara tentang bagaimana mengimplementasikan PLTS ini tidak hanya kencang di ground mounted, tetapi juga di atap. Serta yang sekarang kita sedang dorong adalah untuk PLTS floating, jadi PLTS apung,” jelas Eniya.

    Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah mendiversifikasi lokasi instalasi PLTS guna mempercepat pencapaian target energi terbarukan. Pemanfaatan bendungan yang sudah ada dinilai dapat mengoptimalkan lahan tanpa alih fungsi baru yang luas.

  • DPRD Jabar Soroti Revitalisasi Rp12 Miliar Gedung Sate-Gasibu

    DPRD Jabar Soroti Revitalisasi Rp12 Miliar Gedung Sate-Gasibu

    Jbnews.id – Komisi I DPRD Jawa Barat menyoroti rencana revitalisasi kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu senilai Rp12 miliar yang tercantum dalam APBD 2026. Program dengan masa kontrak 6 April hingga 6 Agustus 2026 itu mendapat catatan agar tidak menggunakan istilah “plaza” dan lebih mencerminkan kearifan lokal Sunda.

    Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Djati, menyatakan hal tersebut merupakan hasil rapat kerja dengan Biro Umum Setda Jabar. Rapat juga dihadiri perwakilan dari Biro Hukum, Bagian Aset DPKAD, Inspektorat, dan Bappeda. “Program tersebut memang sudah ada dalam APBD 2026,” ujar Rahmat, Selasa, 21 April 2026.

    DPRD meminta agar penggunaan istilah dalam kebijakan revitalisasi tidak memakai istilah “plaza”. Mereka mengusulkan agar istilah yang digunakan dalam keputusan gubernur (Kepgub) nantinya lebih mencerminkan kearifan lokal Sunda. Selain itu, dewan juga menyoroti rencana penataan kawasan yang mencakup penutupan sekitar 150 meter Jalan Diponegoro.

    Rencana tersebut mengintegrasikan area antara Gedung Sate dan Gasibu menjadi sebuah taman. “Dalam perencanaannya, area tersebut diharapkan tidak diisi bangunan,” kata Rahmat. Pernyataan ini menegaskan komitmen untuk menjaga ruang terbuka di kawasan ikonis Bandung tersebut.

    Lebih lanjut, DPRD Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap usulan Gubernur Dedi Mulyadi untuk mengevaluasi perjanjian kerja sama dengan Pullman Bandung Grand Central. Dukungan ini menunjukkan adanya koordinasi antara eksekutif dan legislatif dalam pengelolaan aset dan kawasan strategis provinsi.

    Proyek revitalisasi ini telah memantik perhatian publik. Sebelumnya, muncul kekhawatiran warga mengenai dampak lalu lintas dari penyatuan kawasan. Masyarakat mengkhawatirkan potensi kemacetan baru di sekitar Jalan Diponegoro dan sekitarnya.

    Nilai anggaran sebesar Rp12 miliar untuk proyek ini menjadi sorotan utama. Anggaran tersebut dialokasikan dalam APBD Tahun 2026, menunjukkan skala prioritas pemerintah provinsi. Masa pelaksanaan yang direncanakan relatif singkat, yakni empat bulan, menuntut efisiensi dan ketepatan eksekusi.

    Rencana penutupan sebagian Jalan Diponegoro merupakan bagian integral dari integrasi kedua lokasi. Transformasi ruas jalan menjadi area pejalan kaki dan taman bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih luas dan terintegrasi. Konsep ini sejalan dengan tren pembangunan kota yang berorientasi pada manusia.

    Permintaan DPRD mengenai istilah “plaza” menyiratkan kepekaan terhadap identitas budaya. Penggunaan terminologi yang lebih “nyunda” dianggap penting untuk memperkuat karakter lokal dalam proyek pembangunan fisik. Hal ini dapat menjadi preseden bagi proyek-proyek pemerintah lainnya di Jawa Barat.

    Dukungan terhadap evaluasi kerja sama dengan Pullman Bandung Grand Central menunjukkan adanya peninjauan ulang terhadap pengelolaan aset strategis. Evaluasi ini mungkin terkait dengan optimalisasi manfaat dan tata kelola aset negara di kawasan komersial tersebut.

    Proyek revitalisasi Gedung Sate dan Gasibu ini berada di bawah pengawasan langsung Biro Umum Setda Jabar. Kolaborasi dengan Biro Hukum menjamin aspek legalitas, sementara keterlibatan Inspektorat mengindikasikan pentingnya pengawasan internal terhadap penggunaan anggaran.

    Keterlibatan Bappeda dalam perencanaan memastikan keselarasan proyek dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah. Sinergi antar perangkat daerah ini dirancang untuk meminimalisir kendala dan memastikan pencapaian target.

    Rencana ini muncul di tengah dinamika pembangunan Kota Bandung. Kawasan Gedung Sate dan Gasibu memiliki nilai historis, simbolis, dan sosial yang tinggi. Setiap perubahan fisik di lokasi tersebut berpotensi mendapat respons beragam dari masyarakat.

    Pernyataan resmi dari Ketua Komisi I DPRD Jabar memberikan kepastian mengenai status anggaran dan waktu pelaksanaan. Informasi ini menjadi acuan bagi publik dan pemangku kepentingan lainnya untuk memantau perkembangan proyek.

    Catatan mengenai penataan kawasan yang bebas bangunan baru mempertegas fungsi kawasan sebagai ruang terbuka hijau. Prinsip ini penting untuk menjaga keseimbangan ekologis dan estetika di jantung ibu kota provinsi.

    Proyek bernilai Rp12 miliar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan fungsi kawasan tanpa mengabaikan karakter lokal. Hasil akhirnya akan menjadi tolok ukur bagi kolaborasi pemerintah daerah dan DPRD dalam mengelola proyek strategis.