Jbnews.id – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, menyatakan potensi bencana utama di Bandung saat peralihan musim adalah kebakaran akibat korsleting listrik, bukan kekeringan ekstrem seperti di Sumatra. Pernyataan ini disampaikannya pada Senin, 20 April 2026.
Christian Julianto Budiman, yang juga Wakil Ketua Fraksi PSI, menjelaskan bahwa karakteristik Bandung berbeda dengan wilayah Sumatra yang memiliki lahan luas dan rawan kebakaran lahan. Di Bandung, kebakaran justru lebih sering dipicu oleh faktor kelalaian manusia dalam penggunaan listrik.
“Colokan nyolok terus padahal tidak dipakai atau usia kabel sudah terlalu lama. Terus di rumah tidak ada MCB atau sudah turun tetapi tetap dipaksakan,” kata Christian kepada media. Ia menegaskan bahwa kondisi-kondisi berbahaya tersebut sebenarnya dapat dihindari, namun sering diabaikan masyarakat.
Berdasarkan analisisnya, Christian mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung untuk lebih aktif melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada warga. Fokus sosialisasi diarahkan pada pencegahan kebakaran yang bersumber dari kesalahan teknis kelistrikan di rumah tangga.
Selain risiko kebakaran, politisi PSI itu juga menyoroti potensi bencana kekeringan. Ia berharap sistem pengairan dan fungsi gorong-gorong di Kota Bandung tetap berjalan dengan baik untuk mengantisipasi musim kemarau.
Christian menyatakan dukungannya terhadap upaya normalisasi sungai yang pernah disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. “Kita mendukung, mendorongnya,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan penertiban bangunan liar yang mengganggu aliran sungai.
Lebih lanjut, pihaknya mendorong proses penertiban dan normalisasi sungai secara menyeluruh, termasuk kegiatan pengerukan endapan sedimen. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kapasitas dan kelancaran aliran air.
Christian berharap Pemerintah Kota Bandung selalu dalam kondisi siaga. Kesiapsiagaan itu mencakup langkah-langkah preventif, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga normalisasi gorong-gorong. Tujuannya adalah meminimalkan dampak dari peralihan musim dan mencegah terjadinya bencana yang dapat merugikan masyarakat.
Imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan ini disampaikan dalam konteks peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Christian menekankan pentingnya kesadaran kolektif warga dan kesiapan institusi pemerintah dalam menghadapi periode transisi musim tersebut.









