Author: Hamzah Nurhamzah

  • Xbox Project Helix Hadir Tanpa Disk Drive, Fokus Digital Penuh

    Xbox Project Helix Hadir Tanpa Disk Drive, Fokus Digital Penuh

    JBNews.id — Xbox akan menghadirkan konsol generasi terbarunya tanpa disk drive, menandai peralihan total ke ekosistem digital. Konsol yang dikenal dengan nama Project Helix ini dipastikan tidak memiliki perangkat keras untuk memutar kaset game fisik.

    Laporan dari sumber anonim mengungkapkan bahwa Microsoft mengambil langkah berani dengan menghilangkan disk drive pada konsol terbarunya. Keputusan ini memperkuat tren industri game yang semakin meninggalkan media fisik dan beralih ke distribusi digital sepenuhnya.

    Langkah Microsoft ini muncul setelah Sony dikabarkan akan menghentikan produksi dan dukungan game fisik mulai Januari 2028. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa PS6 juga tidak akan hadir dengan disk drive, menandai era baru konsol yang sepenuhnya digital.

    The Verge melaporkan bahwa Microsoft saat ini sedang menjajaki fitur konversi kaset ke digital. Fitur ini memungkinkan pengguna memasukkan disk ke konsol dan mendapatkan lisensi digital untuk game terkait. Dengan demikian, gamer bisa memainkan game tanpa harus menyimpan kaset fisik.

    Namun, fitur konversi ini memiliki konsekuensi signifikan. Apabila gamer memberikan disk tersebut kepada orang lain, hak aksesnya akan berpindah. Ini berarti gamer tidak dapat menjual kembali atau meminjamkan salinan fisik kepada teman jika ingin menyimpan versi digitalnya.

    Aturan Khusus untuk Game Tertentu

    Laporan mencatat bahwa aturan konversi digital ini hanya berlaku untuk game Xbox One dan Xbox Series X/S. Untuk game eksklusif Microsoft dan game Xbox 360 tidak akan mendukung fitur tersebut. Ini berarti pemilik koleksi game lawas tidak bisa mengonversi kaset mereka ke versi digital.

    Selama ini, produsen konsol telah memberikan pilihan kepada gamer tentang cara membeli game. Jika tidak tertarik dengan versi kaset, gamer dapat membeli varian digital di Xbox Series X/S dan PS5. Namun, Project Helix menghilangkan opsi tersebut sepenuhnya.

    Hingga saat ini, Xbox belum memberikan komentar atau pernyataan resmi apa pun mengenai masa depan game fisik. Microsoft hanya mengkonfirmasi bahwa mereka akan berbagi lebih banyak informasi tentang Project Helix di akhir tahun ini. Belum jelas seberapa detail informasi yang akan diungkapkan.

    Kekhawatiran Performa dan Biaya Produksi

    Konsol terbaru ini diperkirakan akan dirilis tahun depan. Namun, ada kekhawatiran tentang bagaimana performanya nanti, mengingat biaya produksi perangkat keras yang tidak murah. Krisis komponen global juga turut mempengaruhi harga konsol dan PC game saat ini.

    Langkah Microsoft ini juga dipengaruhi oleh strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri. Sebelumnya, Microsoft telah mengubah strategi konsol Xbox di tengah berbagai krisis rantai pasok.

    Keputusan untuk menghilangkan disk drive pada Project Helix menandai perubahan fundamental dalam cara Microsoft memandang bisnis konsol game. Dengan fokus penuh pada distribusi digital, Microsoft tampaknya ingin mengikuti jejak layanan berlangganan Xbox Game Pass yang telah sukses besar.

    Bagi para gamer yang masih memiliki koleksi game fisik, langkah ini tentu menjadi pertimbangan serius. Fitur konversi kaset ke digital yang sedang dijajaki Microsoft mungkin menjadi solusi, namun dengan keterbatasan yang cukup signifikan.

    JBNews.id — Xbox akan menghadirkan konsol generasi terbarunya tanpa disk drive, menandai peralihan total ke ekosistem digital. Konsol yang dikenal dengan nama Project Helix ini dipastikan tidak memiliki perangkat keras untuk memutar kaset game fisik.

    Laporan dari sumber anonim mengungkapkan bahwa Microsoft mengambil langkah berani dengan menghilangkan disk drive pada konsol terbarunya. Keputusan ini memperkuat tren industri game yang semakin meninggalkan media fisik dan beralih ke distribusi digital sepenuhnya.

    Langkah Microsoft ini muncul setelah Sony dikabarkan akan menghentikan produksi dan dukungan game fisik mulai Januari 2028. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa PS6 juga tidak akan hadir dengan disk drive, menandai era baru konsol yang sepenuhnya digital.

    The Verge melaporkan bahwa Microsoft saat ini sedang menjajaki fitur konversi kaset ke digital. Fitur ini memungkinkan pengguna memasukkan disk ke konsol dan mendapatkan lisensi digital untuk game terkait. Dengan demikian, gamer bisa memainkan game tanpa harus menyimpan kaset fisik.

    Namun, fitur konversi ini memiliki konsekuensi signifikan. Apabila gamer memberikan disk tersebut kepada orang lain, hak aksesnya akan berpindah. Ini berarti gamer tidak dapat menjual kembali atau meminjamkan salinan fisik kepada teman jika ingin menyimpan versi digitalnya.

    Aturan Khusus untuk Game Tertentu

    Laporan mencatat bahwa aturan konversi digital ini hanya berlaku untuk game Xbox One dan Xbox Series X/S. Untuk game eksklusif Microsoft dan game Xbox 360 tidak akan mendukung fitur tersebut. Ini berarti pemilik koleksi game lawas tidak bisa mengonversi kaset mereka ke versi digital.

    Selama ini, produsen konsol telah memberikan pilihan kepada gamer tentang cara membeli game. Jika tidak tertarik dengan versi kaset, gamer dapat membeli varian digital di Xbox Series X/S dan PS5. Namun, Project Helix menghilangkan opsi tersebut sepenuhnya.

    Hingga saat ini, Xbox belum memberikan komentar atau pernyataan resmi apa pun mengenai masa depan game fisik. Microsoft hanya mengkonfirmasi bahwa mereka akan berbagi lebih banyak informasi tentang Project Helix di akhir tahun ini. Belum jelas seberapa detail informasi yang akan diungkapkan.

    Kekhawatiran Performa dan Biaya Produksi

    Konsol terbaru ini diperkirakan akan dirilis tahun depan. Namun, ada kekhawatiran tentang bagaimana performanya nanti, mengingat biaya produksi perangkat keras yang tidak murah. Krisis komponen global juga turut mempengaruhi harga konsol dan PC game saat ini.

    Langkah Microsoft ini juga dipengaruhi oleh strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri. Sebelumnya, Microsoft telah mengubah strategi konsol Xbox di tengah berbagai krisis rantai pasok.

    Keputusan untuk menghilangkan disk drive pada Project Helix menandai perubahan fundamental dalam cara Microsoft memandang bisnis konsol game. Dengan fokus penuh pada distribusi digital, Microsoft tampaknya ingin mengikuti jejak layanan berlangganan Xbox Game Pass yang telah sukses besar.

    Bagi para gamer yang masih memiliki koleksi game fisik, langkah ini tentu menjadi pertimbangan serius. Fitur konversi kaset ke digital yang sedang dijajaki Microsoft mungkin menjadi solusi, namun dengan keterbatasan yang cukup signifikan.

  • Elon Musk Bantah Rumor Gadget AI SpaceX

    Elon Musk Bantah Rumor Gadget AI SpaceX

    JBNews.id — Elon Musk secara tegas membantah laporan bahwa SpaceX tengah mengembangkan gadget kecerdasan buatan (AI). Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh CEO SpaceX tersebut melalui unggahan di platform media sosial X pada Sabtu (4/7/2026), merespons pemberitaan yang beredar luas.

    Bantahan tersebut muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa SpaceX telah memamerkan prototipe perangkat mirip telepon genggam kepada para investor. Laporan itu menyebutkan demonstrasi dilakukan sebelum initial public offering (IPO) perusahaan pada Juni lalu, yang menjadikan Musk sebagai triliuner pertama di dunia.

    “Sama sekali tidak benar,” tulis Musk dalam postingannya di X, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (4/7/2026). Pernyataan singkat itu langsung memadamkan spekulasi yang mulai menguat di kalangan investor dan pengamat teknologi.

    Spekulasi dan Fakta di Balik Rumor

    Menurut laporan WSJ, perangkat yang dikabarkan sedang dikembangkan tersebut memiliki desain lebih tipis dibandingkan iPhone dan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon. Gadget itu disebut-sebut menjalankan sistem operasi milik SpaceX sendiri dan terintegrasi dengan layanan dari xAI, termasuk chatbot AI Grok.

    SpaceX dilaporkan mengatakan kepada para investor bahwa perangkat tersebut masih dalam tahap pengembangan awal dan desainnya bisa berubah. Para investor juga diberi tahu bahwa produk tersebut tidak dijamin akan meluncur ke pasar. Namun, pengakuan ini tidak cukup untuk meredam spekulasi yang kemudian berkembang.

    Bantahan Musk bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia pernah menepis gagasan untuk membuat gadget atau smartphone. Dalam sebuah acara di Pennsylvania tahun lalu, Musk mengatakan ide membuat smartphone “membuat saya ingin mati.”

    “Jika kami harus membuat smartphone, kami akan melakukannya, tapi kami tidak akan berupaya untuk membuat smartphone,” ujar Musk saat itu, menunjukkan keengganannya untuk memasuki pasar perangkat keras konsumen yang sudah jenuh.

    Rumor Berulang Seputar Perangkat SpaceX

    Pada bulan Februari lalu, Reuters melaporkan bahwa SpaceX sedang menggarap smartphone yang dapat terhubung secara langsung ke jaringan Starlink. Lagi-lagi, rumor itu dibantah oleh Musk. Pola ini menunjukkan bahwa spekulasi mengenai keterlibatan SpaceX dalam bisnis perangkat keras konsumen terus berulang meskipun sudah dibantah berkali-kali.

    Bulan lalu, Financial Times melaporkan bahwa Chief Operating Officer SpaceX Gwynne Shotwell memberi tahu investor bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk merilis layanan seluler di Amerika Serikat yang terhubung ke jaringan satelit internet Starlink. Langkah ini lebih masuk akal mengingat kompetensi inti SpaceX di bidang konektivitas satelit.

    Sementara itu, beberapa analis berspekulasi bahwa SpaceX kemungkinan akan mengakuisisi operator seluler T-Mobile. Saat ini Starlink merupakan satu-satunya bisnis SpaceX yang menguntungkan, menjadikan ekspansi ke layanan seluler sebagai langkah bisnis yang logis.

    Fokus Bisnis SpaceX yang Sebenarnya

    Bantahan Musk terhadap rumor gadget AI ini menegaskan kembali fokus bisnis SpaceX yang saat ini berkonsentrasi pada layanan konektivitas satelit melalui Starlink. Dengan Starlink menjadi satu-satunya bisnis yang menguntungkan, langkah perusahaan untuk mempertimbangkan layanan seluler yang terintegrasi dengan jaringan satelit tampak lebih realistis daripada mengembangkan perangkat keras konsumen.

    Keputusan untuk tidak terjun ke bisnis perangkat keras juga sejalan dengan pernyataan Musk sebelumnya yang enggan memasuki pasar smartphone. Meskipun demikian, spekulasi terus muncul mengingat ambisi besar Musk di bidang AI melalui xAI dan proyek-proyek ambisius lainnya.

    Bagi para pengamat industri, klarifikasi ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah bisnis SpaceX ke depan. Alih-alih mengembangkan gadget AI, perusahaan tampaknya akan fokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas yang menjadi keunggulan kompetitifnya.

    Implikasinya bagi investor dan pelaku pasar adalah perlunya memisahkan antara spekulasi dan realitas bisnis. Meskipun rumor perangkat AI SpaceX menarik perhatian, data menunjukkan bahwa fokus perusahaan tetap pada layanan satelit dan konektivitas yang sudah terbukti menguntungkan.

    Dengan bantahan resmi dari Musk, diharapkan spekulasi mengenai gadget AI SpaceX dapat mereda. Perhatian kini kembali tertuju pada pengembangan Starlink dan potensi ekspansi ke layanan seluler yang lebih realistis dan sesuai dengan kompetensi inti perusahaan.

  • Amazon Leo Siap Tantang Starlink dengan 396 Satelit

    Amazon Leo Siap Tantang Starlink dengan 396 Satelit

    JBNews.id — Raksasa teknologi Amazon resmi mengumumkan proyek internet satelit mereka, Amazon Leo, kini siap beroperasi secara komersial. Dengan 396 satelit di orbit rendah Bumi, Amazon Leo siap menantang dominasi Starlink milik SpaceX. Pengumuman ini menandai babak baru persaingan layanan internet berbasis satelit global.

    Menurut Chris Weber, Vice President yang memimpin lini bisnis dan produk untuk Amazon Leo, jumlah satelit yang beroperasi saat ini sudah cukup untuk mendukung layanan berkelanjutan melintasi titik-titik lintang awal. Pencapaian ini menempatkan Amazon pada jalur yang tepat untuk memenuhi target ketersediaan komersial pada pertengahan 2026.

    Meski demikian, para pengguna awal diimbau untuk tidak mengharapkan koneksi internet yang sempurna pada hari-hari pertama peluncuran. Amazon mengakui bahwa layanan awal masih akan menghadapi berbagai tantangan teknis yang lumrah dalam fase operasional perdana.

    Belajar dari Fase Beta Starlink

    Sejarah mencatat bahwa SpaceX pertama kali meluncurkan layanan uji coba bertajuk “Better than nothing beta” pada 2020. Saat itu, mereka telah mengoperasikan hampir 900 satelit, namun layanan awal Starlink hanya mencakup sebagian kecil pengguna di wilayah utara Amerika Serikat dan Kanada.

    Pengguna awal Starlink kerap mengeluhkan seringnya layanan terputus dan sensitivitas antena yang tinggi terhadap rintangan. Kecepatannya saat itu berkisar antara 50 Mbps hingga 150 Mbps, dengan latensi di angka 20 ms hingga 40 ms. Barulah memasuki tahun 2022, kualitas layanan dan luas jangkauan Starlink meningkat secara drastis.

    Para pengguna awal Amazon Leo kemungkinan besar akan menghadapi situasi serupa. Kinerja layanan, peningkatan kapasitas jaringan, serta perluasan jangkauan global baru akan terasa seiring bertambahnya misi peluncuran satelit di masa mendatang.

    Jalan Panjang Mengejar Dominasi SpaceX

    Saat ini, SpaceX memiliki keunggulan yang sangat jauh di depan dengan lebih dari 10.000 satelit Starlink yang beroperasi. Perusahaan tersebut menyediakan jaringan internet yang tangguh di darat, laut, dan udara untuk lebih dari 160 negara.

    Meski performa Starlink bervariasi bergantung pada jenis antena penerima, paket layanan, kepadatan jaringan, dan lokasi, mereka kini mampu memberikan standar kecepatan unduh median sebesar 200 Mbps. Kecepatan unggah berkisar 10 Mbps hingga 40 Mbps dengan latensi stabil di kisaran 25 ms.

    Tampaknya butuh waktu bertahun-tahun bagi Amazon untuk menyaingi kemampuan performa pesaing utamanya tersebut. Amazon masih harus merampungkan megaproyek peluncuran 3.232 satelit Leo mereka. Saat ini, proyek tersebut diketahui telah jauh tertinggal dari jadwal.

    Sebagian keterlambatan ini diakibatkan oleh hambatan yang dialami perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin. Perusahaan tersebut masih berjuang keras membawa roket peluncur reusable New Glenn untuk bisa beroperasi secara reguler, demikian dikutip dari Techspot, Sabtu (4/7/2026).

    Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan teknologi terkini, artikel tentang spesifikasi RAM iPhone terbaru juga bisa menjadi bacaan menarik. Sementara itu, penggemar game bisa menyimak informasi tentang serial kartun Tekken yang akan datang.

    Implikasinya bagi konsumen di Indonesia, persaingan antara Amazon Leo dan Starlink berpotensi menurunkan harga layanan internet satelit dalam beberapa tahun ke depan. Namun, untuk saat ini, Starlink masih menjadi pemain dominan dengan jangkauan global yang jauh lebih luas dan performa yang sudah teruji.

  • Secure Rilis Door Lock Face Recognition, Tingkatkan Keamanan Rumah

    Secure Rilis Door Lock Face Recognition, Tingkatkan Keamanan Rumah

    JBNews.id — Secure resmi meluncurkan dua digital door lock terbaru yang mendukung pengenalan wajah (face recognition), yaitu Secure Eazy Lock E1 dan Secure Premium Lock L1, sebagai solusi keamanan rumah modern di Indonesia. Peluncuran ini menjawab kebutuhan masyarakat akan sistem keamanan hunian yang tidak hanya andal, tetapi juga praktis dan terintegrasi dengan gaya hidup smart home.

    Business Unit Director PT Datascrip, Bobby Ivan, menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap keamanan hunian terus berkembang. Menurutnya, keamanan rumah kini tidak lagi identik dengan kunci dan gembok konvensional, melainkan juga mencakup kemudahan akses dan kenyamanan yang terintegrasi dengan gaya hidup modern.

    “Melalui Secure Eazy Lock E1 dan Secure Premium Lock L1, kami ingin menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat standar baru dalam perkembangan smart home di Indonesia,” ujar Bobby dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (4/7/2026).

    Secure Eazy Lock E1 dibanderol dengan harga Rp1.500.000, sementara Secure Premium Lock L1 yang lebih canggih dijual seharga Rp5.500.000. Kedua harga tersebut sudah termasuk PPN 11%. Produk ini tersedia di DatascripMall.ID serta Secure Official Store di Shopee dan Tokopedia.

    Keunggulan Digital Door Lock

    Secara umum, digital door lock menawarkan sejumlah keunggulan signifikan dibandingkan kunci konvensional. Kunci digital tidak dapat diduplikasi secara ilegal. Jika seseorang mencoba mengakses secara ilegal, pintu tidak akan terbuka. Apabila percobaan gagal berkali-kali, sistem keamanan akan mengaktifkan alarm. Selain itu, tidak ada lagi risiko terkunci di luar rumah. Hak akses kunci juga dapat diperbarui dengan cepat dan mudah melalui aplikasi. Sistem keamanan pada kunci digital terenkripsi secara digital, sehingga lebih aman dan tidak mudah terlihat.

    Spesifikasi Secure Eazy Lock E1

    Secure Eazy Lock E1

    Secure Eazy Lock E1 dilengkapi teknologi sensor sidik jari dengan kecepatan membaca kurang dari 0,5 detik. Produk ini menawarkan empat metode akses: sidik jari, password, kartu akses, dan kunci manual. Perangkat ini mampu menyimpan hingga 100 data sidik jari, 100 kartu akses, dan 100 password, sehingga cocok digunakan di rumah maupun ruang kerja dengan banyak pengguna.

    Dari sisi keamanan, produk ini dilengkapi sistem alarm otomatis. Alarm akan berbunyi jika ada tiga kali percobaan pembobolan gagal berturut-turut. Ketahanan daya Secure Eazy Lock E1 mencapai 10–12 bulan dengan empat baterai AA. Jika baterai habis, pengguna tetap dapat membuka pintu melalui fitur USB emergency power menggunakan power bank eksternal.

    Desainnya ramping dan minimalis, cocok untuk hunian bergaya modern maupun klasik. Bodinya terbuat dari material aluminium alloy yang tahan beroperasi pada suhu -25°C hingga 60°C. Digital door lock ini kompatibel dengan pintu kayu berketebalan 40–100 mm.

    Spesifikasi Secure Premium Lock L1

    Secure Premium Lock L1

    Secure Premium Lock L1 menawarkan lima mode akses: sensor sidik jari, password, kartu akses, pengenalan wajah (face recognition), dan pengenalan telapak tangan (palm print recognition). Teknologi pengenalan wajahnya dirancang tetap bisa mengenali pengguna dalam berbagai kondisi, termasuk saat menggunakan aksesoris seperti topi atau kacamata.

    Produk ini juga dilengkapi fitur auto lock dan auto unlock yang dapat disesuaikan, serta teknologi hidden fingerprint yang melindungi sensor dari debu dan cipratan air. Berbeda dengan Eazy Lock E1 yang menggunakan baterai AA, Premium Lock L1 menggunakan lithium battery berkapasitas 5.000 mAh dengan daya tahan 4–6 bulan tergantung pemakaian. Setiap unit sudah dilengkapi satu baterai cadangan. Pengisian daya dilakukan melalui port USB Type-C. Jika daya habis, akses pintu tetap dapat dilakukan melalui fitur Type-C emergency service yang memungkinkan koneksi ke power bank.

    Secure Premium Lock L1 hadir dengan panel tempered glass dan bingkai aluminium alloy. Perangkat ini kompatibel untuk berbagai jenis pintu mulai dari kayu, besi, hingga aluminium dengan ketebalan 40–100 mm.

    Secure memberikan garansi resmi dari PT Datascrip selama tiga tahun untuk kedua produk. Garansi mencakup layanan perbaikan hingga penggantian unit jika terjadi kerusakan, namun tidak berlaku bila kerusakan disebabkan oleh kesalahan penggunaan. Inovasi ini sejalan dengan tren keamanan digital yang juga diadopsi oleh berbagai platform, termasuk sertifikat Secure Boot yang menjadi standar keamanan perangkat.

    Dengan hadirnya dua produk ini, Secure memperkuat posisinya di pasar smart home Indonesia. Bagi konsumen yang menginginkan teknologi keamanan terkini dengan harga terjangkau, Secure Eazy Lock E1 menjadi pilihan tepat. Sementara itu, Secure Premium Lock L1 dengan fitur face recognition dan palm print menawarkan solusi keamanan tingkat lanjut bagi mereka yang membutuhkan perlindungan maksimal. Perkembangan ini juga mencerminkan bagaimana ekosistem keamanan digital terus berevolusi, mirip dengan upaya Cisco menyiapkan infrastruktur yang tahan terhadap ancaman masa depan.

  • Netflix Garap Film Live-Action Persona, Siapkan Proyek Ambisius

    Netflix Garap Film Live-Action Persona, Siapkan Proyek Ambisius

    JBNews.id — Netflix tengah mengembangkan film live-action yang diadaptasi dari waralaba game kondang Persona. Proyek ini menjadi salah satu adaptasi game ke layar kaca paling dinanti tahun ini.

    Dikutip dari Variety, Jumat (3/7/2026), posisi penulis diisi oleh Christopher Monfette yang juga menjabat sebagai produser eksekutif dan showrunner. Monfette dikenal sebagai penulis, produser, dan mantan jurnalis asal Amerika yang karyanya telah mengudara di TV, seperti Star Trek: Picard, 12 Monkeys, dan waralaba 9-1-1.

    Produser eksekutif lainnya akan diisi oleh Shawn Levy, Dan Levine, dan Robert Atwood dari 21 Laps, bersama dengan orang-orang Story Kitchen seperti Dmitri M. Johnson, Michael Lawrence Goldberg, dan Timothy I. Stevenson. Selain itu, Toru Nakahara dari SEGA juga akan menjadi produser eksekutif. Emily Feher dari 21 Laps bertanggung jawab mengawasi pengembangan proyek tersebut. Feher saat ini memiliki kontrak dengan Netflix untuk sejumlah film.

    Sayangnya, belum ada informasi lebih lanjut seperti apakah pemeran di dalam film akan menggunakan aktor-aktor Jepang, atau dibuat dengan mengusung budaya barat. Live-action Persona masih dalam tahap pengembangan, sehingga tanggal peluncurannya pun belum diumumkan.

    Waralaba Game yang Sangat Populer

    Persona telah terbukti sukses dan menjadi waralaba role playing game (RPG) yang sangat populer. Meskipun alur cerita di dalam permainan bervariasi dari satu judul ke judul lainnya, latarnya tetap berfokus pada siswa sekolah menengah di Jepang yang menjalani rutinitas normal sambil menghadapi ancaman supernatural.

    Game ini dikembangkan oleh divisi gaming Atlus, P-Studios. Penerbitannya dilakukan oleh Sega, yang mana hingga kini telah ada enam seri, dengan seri ketujuh sedang dalam pengerjaan. Terdapat juga 15 seri spin-off terkait dalam waralaba ini. Sederet judul ini berawal sebagai spin-off dari seri game Jepang, Shin Megami Tensei, dengan Revelations: Persona yang memulai debutnya pada tahun 1996. Untuk seri terbaru game ini adalah Persona 5: The Phantom X yang rilis pada 2025.

    Kesuksesan waralaba Persona membuat adaptasi live-action ini menjadi proyek yang sangat dinantikan. Netflix sendiri telah memiliki pengalaman dalam mengadaptasi game ke film atau serial, meskipun tidak semuanya berhasil memuaskan penggemar setia.

    Dalam industri hiburan global, tren adaptasi game ke film live-action semakin marak. Beberapa proyek serupa juga tengah berjalan, termasuk adaptasi dari game-game besar lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Hollywood takut kritik dari berbagai pihak, namun tetap berani mengambil risiko pada proyek adaptasi yang memiliki basis penggemar kuat.

    Tim Kreatif Berpengalaman

    Christopher Monfette sebagai penulis utama membawa pengalaman luas dalam menangani narasi kompleks. Karyanya di Star Trek: Picard dan 12 Monkeys menunjukkan kemampuannya dalam mengelola cerita dengan elemen fiksi ilmiah dan supernatural — yang sangat relevan dengan dunia Persona.

    Shawn Levy dari 21 Laps juga menjadi nama besar yang terlibat. Levy dikenal melalui berbagai proyek sukses Netflix sebelumnya, termasuk serial Stranger Things. Keterlibatannya memberikan keyakinan bahwa proyek ini akan mendapatkan perhatian serius dari platform streaming tersebut.

    Toru Nakahara dari SEGA memastikan bahwa elemen-elemen inti dari game asli tetap terjaga. Ini penting mengingat basis penggemar Persona sangat loyal dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap adaptasi apapun dari waralaba kesayangan mereka.

    Dalam beberapa tahun terakhir, industri hiburan mencatat bahwa pembuat film mundur dari proyek tertentu akibat tekanan publik. Namun, proyek Persona ini tampaknya berjalan dengan dukungan penuh dari semua pihak terkait.

    Masa Depan Adaptasi Game

    Film live-action Persona menjadi bagian dari gelombang besar adaptasi game ke film dan serial. Netflix sendiri telah sukses dengan adaptasi Cyberpunk: Edgerunners dan Arcane (adaptasi dari League of Legends), meskipun keduanya berbentuk animasi.

    Adaptasi live-action game memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menerjemahkan elemen visual khas game ke dunia nyata. Untuk Persona, tantangan utamanya adalah bagaimana merepresentasikan dunia supernatural dan pertarungan melawan bayangan (shadows) secara meyakinkan.

    Belum ada kepastian apakah film ini akan mengambil latar Jepang asli atau diadaptasi ke budaya barat. Keputusan ini akan sangat mempengaruhi penerimaan penggemar setia yang sudah terbiasa dengan latar asli Jepang dalam game.

    Sementara itu, beberapa Sony hapus film StudioCanal dari library PlayStation, menunjukkan bahwa persaingan konten antar platform semakin ketat. Netflix jelas ingin memperkuat posisinya dengan konten eksklusif berbasis waralaba populer seperti Persona.

    Dengan tim kreatif yang solid dan dukungan penuh dari SEGA, proyek live-action Persona berpotensi menjadi salah satu adaptasi game terbaik yang pernah diproduksi Netflix. Para penggemar hanya perlu bersabar menunggu informasi lebih lanjut mengenai jadwal produksi dan perilisan.

  • Kuxiu D5: Charger Nirkabel dengan Pendingin Aktif

    Kuxiu D5: Charger Nirkabel dengan Pendingin Aktif

    JBNews.id — Kuxiu merilis Kuxiu D5 Qi2.2 charging dock seharga $59,99 yang mengusung sistem pendingin aktif berupa kipas internal untuk menjaga suhu ponsel tetap dingin saat mengisi daya nirkabel. Inovasi ini hadir di tengah kekhawatiran pengguna terhadap panas berlebih yang dapat merusak baterai dan komponen ponsel.

    Seorang pengguna melaporkan pengalaman pahitnya saat ponsel titanium iPhone 15 Pro miliknya mengalami kerusakan logic board setelah digunakan mengedit video 4K sambil diisi daya menggunakan power bank Qi di dalam kereta yang gerah. Perbaikan ponsel tersebut memakan biaya €660,33 atau sekitar $750, meskipun akhirnya tidak dibayar karena masih dalam masa garansi dua tahun.

    Masalah Panas pada Pengisian Daya Nirkabel

    Panas merupakan musuh utama baterai. Suhu tinggi mempercepat degradasi kimia sel lithium-ion secara permanen, mengurangi kapasitas penyimpanan daya seiring waktu. Teknologi induksi elektromagnetik yang digunakan charger Qi secara inheren tidak efisien, menghasilkan lebih banyak panas dibandingkan transfer listrik melalui kabel. Panas ini dapat menyebabkan ponsel memperlambat kecepatan pengisian daya nirkabel demi melindungi baterai.

    Meskipun mengetahui risiko tersebut, banyak pengguna tetap beralih ke charging dock dan power bank Qi karena kepraktisannya. Fitur Apple StandBy yang mengubah ponsel menjadi jam meja atau samping tempat tidur saat diisi daya dalam orientasi landscape juga menjadi daya tarik tersendiri.

    Solusi Pendinginan Aktif dari Berbagai Merek

    Perusahaan seperti Anker, Aukey, ESR, dan Kuxiu mulai membangun sistem pendingin aktif langsung ke dalam charger Qi mereka. Sistem ini dilengkapi heat sink kecil dan kipas internal yang sangat senyap untuk secara aktif meniup panas dari bagian belakang ponsel saat mengisi daya. Teknologi ini menjaga baterai tetap lebih dingin dan memungkinkan kecepatan pengisian daya yang lebih cepat. Magnet berkekuatan tinggi memastikan keselarasan sempurna antara kumparan penerima ponsel dan kumparan pemancar charger untuk memaksimalkan efisiensi dan meminimalkan limbah panas.

    Kipas di dalam Kuxiu D5 beroperasi dengan senyap dan dapat dimatikan jika diinginkan. Layar pada dock menampilkan waktu dan jumlah daya yang ditarik masing-masing perangkat, serta total konsumsi daya. Namun, animasi pada screensaver dianggap sedikit mengganggu dan kecerahan layar dinilai terlalu terang untuk digunakan di samping tempat tidur. Untungnya, layar dapat dimatikan dengan menekan tombol.

    Kuxiu D5 sudah dilengkapi charger USB-C PD 45W di dalam kotak. Tanpa ini, pengguna harus menebak apakah charger yang dimiliki mendukung output maksimal dock. Dock ini dapat mengirimkan daya hingga 25W ke ponsel yang kompatibel dengan Qi2.2, 2,5W ke jam tangan yang kompatibel dengan Qi, dan 5W ke earbud yang kompatibel dengan Qi. Perangkat ini kompatibel dengan beberapa generasi ponsel, jam tangan, dan earbud dari Apple, Samsung, dan merek lainnya.

    Kuxiu menyebut D5 sebagai charger “5-in-1”, meskipun sebenarnya hanya dapat mengisi daya tiga perangkat secara bersamaan. Klaim ini dianggap menyesatkan karena sepertinya menghitung layar dan kipas dalam total 5. Pengamat menilai akan lebih baik jika ini adalah perangkat 4-in-1, karena biaya tambahan untuk layar tidak akan memberikan banyak nilai bagi kebanyakan orang dan hanya berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

    Pengisi daya jam tangan juga dinilai terlalu rumit. Tekanan lama pada satu-satunya tombol dock akan mengaktifkan motor kecil untuk mendorong dudukan jam tangan keluar dari samping. Fitur ini mungkin menambah daya tahan dock saat dibawa bepergian, tetapi tidak terlalu signifikan dan hanya bisa ditarik kembali saat dock terhubung ke listrik.

    Masa Depan Pengisian Daya Nirkabel 50W

    Secara keseluruhan, Kuxiu D5 adalah charging dock Qi2.2 yang baik dengan keunggulan utama pada sistem pendingin aktif. Harganya yang $59,99 berada di bawah produk serupa dari Anker, ESR, dan merek lain. Pendinginan aktif pada charger Qi dinilai sebagai ide bagus yang sudah saatnya diadopsi secara luas.

    Ponsel yang dijual oleh Huawei, Xiaomi, dan Oppo telah mendukung kecepatan pengisian daya nirkabel 50W ke atas selama bertahun-tahun. Namun, hal itu hanya dimungkinkan jika ditempatkan pada charging dock berpemilik yang mampu menghilangkan semua panas buangan berlebih. Sekarang, badan yang bertanggung jawab atas standar Qi sedang mengerjakan standar global 50W yang ditargetkan rilis pada tahun 2028. Produsen kemungkinan besar perlu mengadopsi pendinginan aktif untuk mempertahankan tingkat pengisian daya yang lebih tinggi tersebut secara andal.

    Fitur pendinginan aktif pada charger nirkabel menjadi solusi penting bagi pengguna yang ingin menjaga kesehatan baterai ponsel dalam jangka panjang. Dengan harga terjangkau dan kompatibilitas luas, Kuxiu D5 menawarkan nilai tambah bagi mereka yang mengutamakan keamanan perangkat.

  • Planet 25 Tahun Cahaya Diduga Layak Huni

    Planet 25 Tahun Cahaya Diduga Layak Huni

    JBNews.id — Sebuah planet berbatu ditemukan di zona layak huni di sekitar bintang katai merah, hanya berjarak 25 tahun cahaya dari Bumi. Planet bernama GJ 3378b ini memicu perdebatan sengit di kalangan astronom karena potensi keberadaan atmosfer dan kehidupan, meskipun menghadapi ancaman radiasi ekstrem dari bintang induknya.

    Penemuan ini diumumkan oleh tim astronom dari University of California, Irvine, yang dipimpin oleh Paul Robertson. “Penemuan ini sangat menarik. Ini adalah salah satu tetangga kosmik terdekat kita. Dua puluh lima tahun cahaya terdengar sangat jauh, tapi galaksi Bimasakti membentang sekitar 100.000 tahun cahaya, jadi dalam skala kosmik planet ini tetangga sebelah rumah kita,” kata Robertson.

    Planet GJ 3378b mengorbit bintang katai merah redup di konstelasi Camelopardalis. Awalnya ditemukan pada tahun 2024 oleh astronom Prancis menggunakan teleskop di Mauna Kea. Namun, pengamatan ulang oleh tim Robertson menggunakan dua teleskop berbeda mengungkap fakta baru yang mengejutkan.

    Ketika pertama kali ditemukan, massa GJ 3378b terukur 5,26 kali massa Bumi, yang menempatkannya sebagai ‘mini-Neptunus’ — planet dengan sebagian besar gas. Namun, hasil observasi ulang menunjukkan massa sebenarnya adalah 2,3 kali massa Bumi. Artinya, planet ini lebih mendekati kategori ‘Bumi-super’ berbatu.

    Observasi yang sama juga menemukan periode orbit GJ 3378b adalah 21 hari, bukan 25 hari seperti yang diukur sebelumnya. Periode orbit yang lebih pendek ini berarti planet tersebut lebih dekat dengan bintangnya, tepat berada di zona layak huni di mana suhunya cocok untuk air cair di permukaan planet jika memiliki atmosfer.

    “Bumi-super ini mendapatkan sekitar 90% radiasi dari bintang induknya dibandingkan yang diterima Bumi dari Matahari, jadi ia berada tepat di titik ideal,” ujar Robertson yang dikutip dari Space.com.

    Namun, ada satu masalah besar. Bintang katai merah memuntahkan aliran radiasi berbahaya dalam embusan angin bintang yang ganas, yang dapat mengikis atmosfer sebuah planet. Hal ini memunculkan pertanyaan penting: apakah GJ 3378b benar-benar memiliki atmosfer?

    Saat ini belum ada cara untuk memastikannya. Astronom harus menunggu hingga tahun 2040-an — ketika Habitable Worlds Observatory milik NASA diharapkan telah diluncurkan — untuk menjawab pertanyaan apakah planet ini sungguh memiliki atmosfer.

    Meski begitu, astronom tetap menaruh harapan. GJ 3378b berada tepat di tepi zona di mana planet diperkirakan sangat terpapar radiasi. Posisi ini berarti planet tersebut mungkin saja lolos dari dampak terburuk radiasi bintang induknya. Jika demikian, mungkin akan ada lebih dari sekadar atmosfer yang bisa ditemukan oleh Habitable Worlds Observatory nantinya.

    “Tujuan utamanya tanda-tanda biologis. Kita sungguh ingin tahu, apa kita sendirian di alam semesta? Kita masih dalam tahap pengintaian di tata surya kita, mencoba menemukan planet-planet di sekitar bintang terdekat karena target tersebut akan menjadi yang termudah untuk dideteksi tanda biologisnya,” kata astronom University of Texas di Austin, Michael End.

    Penemuan GJ 3378b membuka babak baru dalam pencarian kehidupan di luar tata surya. Dengan jarak yang relatif dekat — hanya 25 tahun cahaya — planet ini menjadi target utama untuk observasi lebih lanjut. Dibandingkan dengan klaim robot humanoid yang kontroversial, data astronomi ini didasarkan pada pengamatan ilmiah yang ketat.

    Para astronom di seluruh dunia kini bersiap untuk memanfaatkan setiap kesempatan observasi. Teleskop-teleskop di darat dan antariksa akan diarahkan ke GJ 3378b untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin. Setiap informasi baru tentang atmosfer, komposisi, atau potensi tanda-tanda kehidupan akan menjadi penemuan besar.

    Bagi publik, penemuan ini mengingatkan bahwa alam semesta masih menyimpan banyak misteri. Di tengah hiruk-pikuk isu teknologi seperti persaingan pasar digital di Bumi, eksplorasi luar angkasa terus berjalan dengan temuan-temuan spektakuler.

    Yang kita ketahui pasti hanyalah massa dan orbit GJ 3378b. Kita belum tahu apakah ia mirip dengan Bumi atau tidak. Planet ini bisa saja memiliki daratan, lautan, awan, dan kehidupan, atau bisa juga hampa udara dan dipenuhi kawah. Hanya waktu dan observasi lebih lanjut yang akan menjawabnya.

    Implikasinya jelas: GJ 3378b adalah kandidat terkuat dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Jika atmosfernya terbukti ada, dan jika tanda-tanda biologis ditemukan, maka pertanyaan “apakah kita sendirian?” akan mendapatkan jawaban yang mengubah paradigma peradaban manusia.

  • Dominasi AC China di Eropa Tanpa Merek Lokal

    Dominasi AC China di Eropa Tanpa Merek Lokal

    JBNews.id — Eropa menghadapi dilema perdagangan yang unik: di tengah upaya memangkas defisit dengan China, gelombang panas terburuk justru memicu lonjakan impor AC buatan China. Defisit barang kawasan tersebut dengan China tumbuh 15% menjadi USD 410 miliar tahun lalu, dan peralatan listrik serta mesin termasuk di antara yang paling banyak diimpor. AC asal China semakin menambah ketidakseimbangan tersebut.

    Kepala perdagangan Eropa Maros Sefcovic telah bertemu Menteri Perdagangan China Wang Wentao, dengan target mencapai hasil nyata pada Oktober 2026. “Tidak semuanya akan terselesaikan, tidak semuanya akan diperbaiki, tapi kami pikir antara sekarang dan Oktober, tim kami punya waktu cukup untuk memberikan hasil nyata. Ekspor China ke UE terus meningkat, sementara pangsa pasar kami di China terus menyusut,” kata Maros.

    Gelombang Panas Picu Lonjakan Permintaan

    Pertemuan kedua pejabat tinggi itu terjadi ketika gelombang panas membuat warga Eropa berbondong membeli AC, sebagian besar buatan China. Eropa dulu enggan memakai AC karena dianggap bising dan panas brutal biasanya berlangsung singkat. Adopsi teknologi rakus energi ini juga dicemaskan merusak upaya memerangi perubahan iklim.

    Tak Kunjung Reda, Panas Ekstrem di Eropa Berlanjut

    Midea Group melaporkan bahwa pesanan unit PortaSplit miliknya, sistem split portabel yang dirancang mengakali aturan bangunan Eropa Barat, melampaui 200.000 unit tahun ini, dua kali lipat dari 2025. Kepemilikan AC di Eropa berada di angka sekitar 20% rumah tangga, jauh di bawah tingkat penetrasi hampir 90% di AS. Kesenjangan ini tengah berlomba-lomba ditutup oleh Midea dan produsen peralatan rumah tangga Asia lainnya seperti Samsung dan Mitsubishi Electric.

    Merek China Kuasai Pasar

    Tidak satu pun lima merek AC terlaris di Eropa berasal dari Uni Eropa. Haier Group, Gree Electric Appliances, dan Midea Group, semuanya dari China, bersama-sama menguasai sekitar 32% pasar Eropa pada tahun 2025, menurut Euromonitor International. Beko dari Turki dan Daikin Industries dari Jepang melengkapi daftar lima besar.

    Desain AC Midea disesuaikan untuk menembus hambatan peraturan dan pasar Eropa yang terfragmentasi. Unit luar PortaSplit dapat dijepit pada braket jendela, tak perlu pengeboran, dan diklasifikasikan sebagai furnitur dan bukan instalasi tetap, menghindari larangan modifikasi fasad di kota seperti Paris.

    Ketiadaan nama merek asli Eropa di antara pemasok AC terkemuka di benua biru merupakan kesenjangan industri yang coba diatasi oleh para pemimpin Uni Eropa. Namun sepertinya tidak mudah untuk membesarkan merek AC. Kondisi ini mengingatkan pada fenomena teknologi baru yang mendominasi pasar tanpa kehadiran pemain lokal.

    Implikasi dari dominasi ini jelas: konsumen Eropa sangat bergantung pada pasokan dari China untuk mendinginkan rumah mereka di tengah perubahan iklim yang ekstrem. Sementara itu, upaya Uni Eropa untuk mengejar ketertinggalan di industri ini masih menghadapi jalan panjang.

  • Intel Naikkan Harga Core Ultra 200S Plus Secara Diam-diam

    Intel Naikkan Harga Core Ultra 200S Plus Secara Diam-diam

    JBNews.id — Intel secara diam-diam menaikkan harga lini prosesor Core Ultra 200S Plus, termasuk model Core Ultra 7 270K Plus dan Core Ultra 5 250K Plus. Kenaikan ini terjadi pada Harga Rekomendasi Pelanggan (RCP) di halaman produk resmi Intel, meskipun daya tarik utama seri Arrow Lake Refresh ini justru terletak pada harganya yang kompetitif.

    Temuan dari harukaze5719 menunjukkan bahwa Intel telah memperbarui daftar harga untuk tiga varian prosesor unggulannya. Langkah ini mengejutkan banyak pihak karena seri “Plus” sebelumnya dipuji sebagai penyelamat setelah performa awal arsitektur Arrow Lake mendapat kritik, terutama di sektor gaming.

    Rincian Kenaikan Harga Core Ultra 200S Plus

    Berikut adalah rincian perubahan harga yang terjadi pada lini Core Ultra 200S Plus:

    • Core Ultra 7 270K Plus: Diluncurkan pada Maret dengan harga USD 299 (sekitar Rp 4,9 juta), kini terdaftar di rentang USD 339 hingga USD 349 (sekitar Rp 5,5 juta – Rp 5,7 juta).
    • Core Ultra 5 250K Plus: Harga awalnya USD 199 (sekitar Rp 3,2 juta), kini naik menjadi USD 219 hingga USD 229 (sekitar Rp 3,6 juta – Rp 3,7 juta).
    • Core Ultra 5 250KF Plus: Mengalami penyesuaian dari USD 184 (sekitar Rp 3 juta) menjadi USD 214 (sekitar Rp 3,5 juta).

    Kenaikan ini berkisar antara 10 hingga 16 persen dari harga awal, tergantung modelnya. Core Ultra 7 270K Plus mengalami kenaikan paling signifikan, mencapai USD 50 dari harga peluncuran.

    Respons Pasar dan Pengecer

    Meskipun Intel telah merevisi harga resminya, hal ini tidak berarti seluruh pengecer akan langsung mengerek harga. Pantauan di e-commerce seperti Amazon menunjukkan harga belum sepenuhnya mengikuti batas atas Intel. Model 250K Plus masih terdaftar di harga USD 219,99, sedangkan 270K Plus berada di kisaran USD 313 hingga USD 320.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun harga pabrikan naik, mekanisme pasar dan stok yang ada masih memungkinkan konsumen mendapatkan harga yang lebih rendah dari RCP terbaru. Namun, dalam jangka panjang, harga eceran kemungkinan akan menyesuaikan dengan panduan resmi Intel.

    Perjalanan Arsitektur Arrow Lake

    Awal kemunculan arsitektur Arrow Lake mendapat beragam respons. Performanya dalam game dinilai biasa saja, menggunakan soket LGA1851 baru yang masa depannya terbatas, dan banyak pihak mempertanyakan alasan untuk memilihnya dibanding platform AM5 dari AMD.

    Namun, kehadiran varian “Plus” berhasil membalikkan keadaan. Chip ini memperbaiki berbagai masalah pada versi awal dan datang dengan harga yang jauh lebih masuk akal. Core Ultra 5 250K Plus sebelumnya dipuji sebagai CPU produktivitas yang sangat efisien dan super cepat, dengan performa game yang mampu menyaingi AMD di titik harga yang sama.

    Performa Core Ultra 5 250K Plus tercatat 25 persen lebih cepat dalam produktivitas dibanding Core Ultra 5 245K, dan 12 persen lebih kencang untuk urusan gaming. Begitu pula dengan Core Ultra 7 270K Plus yang menjadi primadona baru. Di harga USD 300, prosesor ini menawarkan nilai produktivitas yang luar biasa, mengalahkan Ryzen 7 9700X dengan selisih yang jauh dalam beban kerja berat, sambil tetap kompetitif saat menjalankan game, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (3/7/2026).

    Dampak bagi Konsumen

    Kenaikan harga ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang berencana membangun PC dengan prosesor Intel generasi terbaru. Dengan harga yang kini mendekati kompetitor AMD, nilai jual utama lini Core Ultra 200S Plus—yaitu harga bersaing—menjadi sedikit berkurang.

    Namun, perlu dicatat bahwa performa produktivitas yang unggul tetap menjadi alasan kuat untuk memilih seri ini. Bagi pengguna yang membutuhkan CPU untuk beban kerja berat seperti rendering, kompilasi kode, atau editing video, Core Ultra 7 270K Plus masih menawarkan nilai yang kompetitif meskipun dengan harga baru.

    Keputusan Intel ini juga berpotensi mempengaruhi strategi pemasaran mereka di tengah persaingan ketat dengan AMD. Beberapa analis melihat langkah ini sebagai upaya menyeimbangkan permintaan dan pasokan, terutama jika prosesor ini terbukti lebih populer dari perkiraan awal.

    Di sisi lain, Intel juga terus mengembangkan berbagai inovasi lain. Perusahaan ini baru-baru ini mendapat pesanan besar dari Google untuk chip AI, yang menunjukkan bahwa kapasitas produksi mereka tetap diminati di segmen non-konsumen.

    Implikasi bagi Pasar Prosesor 2026

    Kenaikan harga Core Ultra 200S Plus terjadi di saat persaingan pasar prosesor semakin memanas. AMD terus memperkuat platform AM5-nya, sementara Intel harus meyakinkan konsumen bahwa soket LGA1851 yang baru tetap menjadi investasi yang menjanjikan.

    Bagi konsumen yang sudah memiliki motherboard LGA1851, kenaikan harga ini mungkin tidak terlalu memberatkan karena mereka tetap bisa memanfaatkan upgrade dari generasi sebelumnya. Namun, bagi pengguna baru yang belum memiliki ekosistem Intel, pilihan antara platform Intel dan AMD kini menjadi lebih seimbang dari segi biaya.

    Intel sendiri tampaknya tidak mengkhawatirkan dampak kenaikan ini terhadap permintaan. Perusahaan sebelumnya juga diklaim akan menggandeng Apple untuk produksi chip di AS, yang menunjukkan ambisi mereka untuk memperluas kapasitas manufaktur.

    Dengan harga baru ini, konsumen disarankan untuk memantau harga di berbagai pengecer sebelum memutuskan pembelian. Meskipun RCP naik, harga aktual di pasaran masih bisa bervariasi tergantung stok dan promosi yang berlangsung.

    Bagi yang mencari CPU dengan performa produktivitas terbaik di kelasnya, Core Ultra 7 270K Plus tetap menjadi pilihan kuat. Namun, jika anggaran menjadi pertimbangan utama, menunggu harga turun kembali atau mempertimbangkan opsi dari AMD bisa menjadi strategi yang bijak.

    Intel perlu memastikan bahwa kenaikan harga ini tidak mengurangi daya tarik lini Core Ultra 200S Plus yang baru saja berhasil membangun reputasi positif setelah peluncuran awal yang kurang memuaskan. Keputusan ini akan diuji oleh respons pasar dalam beberapa bulan ke depan.

  • Meta Daur Ulang RAM DDR4 Lawas untuk Server AI

    Meta Daur Ulang RAM DDR4 Lawas untuk Server AI

    JBNews.id — Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengambil langkah efisiensi yang tak biasa di tengah meroketnya harga komponen memori global. Perusahaan ini menggunakan kembali RAM DDR4 lawas dari server yang sudah tak beroperasi untuk dipasang ke dalam mesin server Artificial Intelligence (AI) generasi terbaru yang secara bawaan pabrik hanya mendukung memori DDR5.

    Langkah ini terungkap dalam dokumen yang dipresentasikan Meta dalam konferensi ISCA 2026 akhir Juni lalu. Dokumen tersebut mengungkap bagaimana Meta mengakali batasan teknis dengan merancang sebuah chip ASIC CXL 2.0 kustom yang diberi nama “Vistara”. Chip pintar ini berfungsi sebagai jembatan yang memungkinkan modul memori (DIMM) DDR4 lawas bekerja mulus berdampingan dengan platform DDR5 generasi baru, tanpa menimbulkan masalah kompatibilitas atau penalti latensi yang parah.

    Server AI baru Meta, yang dijuluki “MemServers”, ditenagai oleh prosesor AMD Epyc Turin yang sangat bertenaga dengan 158 core dan 316 thread. Prosesor Turin ini secara teknis tidak mendukung RAM DDR4. Namun berkat chip Vistara, setiap unit MemServer kini dapat memuat total memori gabungan sebesar 1 TB, yang terdiri dari 768 GB RAM DDR5-6400 sebagai memori utama berkecepatan tinggi yang terhubung langsung, dan 256 GB RAM DDR4-2400 sebagai memori lawas yang terhubung via CXL Vistara.

    Pisahkan Data ‘Panas’ dan ‘Dingin’

    Rahasia keberhasilan sistem ini terletak pada bagaimana perangkat lunak Vistara memperlakukan kumpulan RAM DDR4 sebagai NUMA node terpisah tanpa CPU. Dengan cara ini, sistem akan secara otomatis memilah data. Data yang paling sering diakses (hot pages) akan disimpan di memori DDR5 yang melesat cepat. Sementara itu, data yang jarang digunakan atau diakses (cold pages) akan “dilempar” ke kumpulan RAM DDR4 yang lebih lambat.

    Agar komponen lawas ini bisa dikenali oleh mesin modern yang secara resmi tidak mendukungnya, tim teknis Meta juga harus memodifikasi driver CXL pada sistem operasi Linux mereka. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana inovasi perangkat keras dan perangkat lunak berpadu untuk menciptakan solusi yang efisien.

    Pangkas Biaya Tanpa Korbankan Performa

    Pendekatan kreatif Meta ini terbukti membuahkan hasil manis. Desain MemServers diklaim mampu memangkas kebutuhan jumlah server inferensi AI hingga 25%, serta mengurangi beban sistem tambahan seperti job-restart dan fragmentasi sebesar 33%. Hasilnya, Meta bisa menekan anggaran infrastruktur secara masif tanpa harus mengorbankan performa pemrosesan AI mereka secara signifikan.

    Langkah efisiensi lewat teknologi CXL ini tampaknya mulai menjadi tren di kalangan raksasa teknologi (hyperscaler). Selain Meta, perusahaan semikonduktor fabless asal Korea Selatan, Panmnesia, juga mempresentasikan teknologi chip pengontrol CXL kustom mereka di ajang ISCA 2026. Teknologi tersebut menawarkan alternatif solusi bagi berbagai perusahaan untuk memadukan perangkat keras beda generasi demi menekan anggaran belanja komponen server yang kian mencekik.

    Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya Meta dalam mengoptimalkan biaya operasional di berbagai lini bisnisnya. Perusahaan terus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi, termasuk melalui Aplikasi Pocket berbasis AI dan kebijakan Fitur AI Kacamata yang berbayar.

    Dengan strategi daur ulang RAM DDR4 ini, Meta membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari nol. Terkadang, solusi terbaik justru datang dari memanfaatkan kembali sumber daya yang sudah ada dengan cara yang cerdas dan efisien.