Author: Hamzah Nurhamzah

  • Tips Foto Video Menarik dengan AI Oppo Reno16 Series

    Tips Foto Video Menarik dengan AI Oppo Reno16 Series

    JBNews.id — Kecerdasan buatan (AI) kini memudahkan pengguna menghasilkan foto dan video berkualitas langsung dari smartphone tanpa aplikasi edit rumit. Oppo Reno16 Series menghadirkan beragam fitur AI yang membantu proses kreatif, mulai dari kolase otomatis hingga perekaman video stabil.

    Menurut Renhard Harjanto, pegiat fotografi mobile dari Twenty Two Second (TTS), AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu yang mempermudah proses kreatif, bukan menggantikan kreativitas pengguna. “AI membantu mempercepat proses sehingga pengguna bisa lebih fokus mencari ide dan momen terbaik. Teknologi ini membuat siapa saja lebih mudah menghasilkan foto maupun video yang menarik langsung dari smartphone,” ujar Renhard.

    Oppo Reno16 Series telah hadir di Indonesia dalam tiga varian, yakni Reno16 F 5G, Reno16 5G, dan Reno16 Pro 5G. Semua fitur AI kamera tersedia pada seluruh varian. Harga Oppo Reno16 Series dimulai dari Rp 7.999.000.

    AI Kolase Mix untuk Cerita Visual Otomatis

    Salah satu fitur baru di Oppo Reno16 Series adalah AI Kolase Mix. Fitur ini memungkinkan pengguna menggabungkan beberapa foto maupun video menjadi satu komposisi visual secara otomatis. AI akan memotong objek secara otomatis sehingga proses penyusunan kolase menjadi jauh lebih praktis.

    Renhard menilai format ini cocok digunakan untuk menceritakan momen dalam satu unggahan tanpa harus membuat banyak slide. “Misalnya saat traveling atau nongkrong di kafe, pengguna bisa menggabungkan foto suasana, makanan, dan potret diri menjadi satu cerita visual yang lebih menarik,” jelasnya.

    Oppo Reno 16 Series

    AI Pop Out 2.0 untuk Efek Dimensi

    Bagi pengguna yang ingin foto berbeda, Oppo Reno16 Series memiliki AI Pop Out 2.0. Fitur ini membuat objek terlihat seolah keluar dari bingkai foto sehingga memberikan dimensi visual lebih menarik. Efek tersebut bisa diterapkan pada manusia, hewan peliharaan, kendaraan, hingga berbagai objek lainnya.

    Menurut Renhard, efek ini bisa menjadi pembeda saat mengunggah konten di media sosial. “Konten yang unik biasanya lebih mudah menarik perhatian. Yang penting tetap digunakan secukupnya agar hasilnya tetap nyaman dilihat,” katanya.

    Pop Cam untuk Gaya Retro

    Tren foto bergaya kamera digital lawas kembali populer. Oppo menghadirkan fitur Pop Cam yang memungkinkan pengguna menghasilkan nuansa tersebut langsung dari aplikasi kamera. Tersedia tiga pilihan filter: Digicam, Light Leak, dan Instant Film.

    Renhard menyarankan memilih filter sesuai suasana foto. “Filter sebaiknya mendukung cerita yang ingin disampaikan. Jangan sampai efeknya justru menghilangkan karakter foto,” ujarnya.

    Oppo Reno 16 Series

    Video 4K Ultra Stabil untuk Vlog

    Oppo Reno16 Series mendukung perekaman Video 4K Ultra Stabil. Teknologi stabilisasi ini membantu menghasilkan video lebih halus saat merekam sambil berjalan tanpa gimbal. Fitur ini juga menjaga posisi horizon tetap lurus sehingga hasil video terlihat lebih profesional.

    “Video yang stabil membuat penonton lebih nyaman mengikuti cerita. Ini sangat membantu untuk membuat vlog atau dokumentasi perjalanan,” kata Renhard.

    Dual-View Video 2.0 Dua Perspektif Sekaligus

    Oppo Reno16 Series dibekali Dual-View Video 2.0 yang merekam menggunakan kamera depan dan belakang secara bersamaan. Fitur ini cocok untuk video reaksi, ulasan produk, atau dokumentasi perjalanan karena menangkap ekspresi pengguna sekaligus objek yang direkam.

    Menurut Renhard, kemampuan merekam dua sudut pandang membuat cerita dalam video terasa lebih lengkap.

    Oppo Reno 16 Series

    Kreativitas Tetap Kunci Utama

    Meski AI menawarkan kemudahan, Renhard mengingatkan hasil foto dan video tetap bergantung pada kreativitas pengguna. “AI adalah alat bantu. Yang menentukan hasil akhirnya tetap bagaimana kita melihat momen, menyusun komposisi, memanfaatkan cahaya, dan bercerita melalui foto atau video,” tuturnya.

    Dengan dukungan fitur AI Kolase Mix, AI Pop Out 2.0, Pop Cam, Video 4K Ultra Stabil, dan Dual-View Video 2.0, Oppo Reno16 Series memberikan ruang bagi pengguna untuk bereksperimen menghasilkan konten kreatif langsung dari smartphone. Bagi pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang Cara Blokir Foto dari AI, informasi tersebut juga tersedia di portal kami.

    Fitur-fitur AI ini menjadikan Oppo Reno16 Series pilihan tepat bagi kreator konten yang ingin hasil maksimal tanpa aplikasi tambahan. Dengan harga mulai Rp 7.999.000, smartphone ini menawarkan Fitur Terbaru yang memudahkan proses kreatif. Implikasinya bagi pengguna: membuat konten menarik kini bisa dilakukan siapa saja tanpa keahlian editing yang mendalam.

  • Lelang Frekuensi 900 MHz Siap Digelar Tahun Ini

    Lelang Frekuensi 900 MHz Siap Digelar Tahun Ini

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung menyiapkan lelang frekuensi 900 MHz setelah merampungkan seleksi pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Pemerintah menargetkan proses pemanfaatan pita 900 MHz dapat dimulai pada tahun ini, sembari mempercepat kajian penggunaan band 3,5 GHz yang diproyeksikan menjadi tulang punggung jaringan 5G.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan penyelesaian lelang 700 MHz dan 2,6 GHz bukan menjadi akhir penataan spektrum nasional. Pemerintah akan melanjutkan roadmap pengelolaan frekuensi guna memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan yang terus meningkat.

    “Insya Allah ke depan, persis ketika ini selesai, kita juga akan mempersiapkan proses pemanfaatan frekuensi di 900 MHz. Mudah-mudahan lelang dapat dimulai di tahun ini juga,” ujarnya di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

    Sebagai informasi, ada blok kosong 2 x 7,5 MHz (15 MHz) dari spektrum yang dikembalikan XLSmart ke negara usai kesepakatan merger XL Axiata dan Smartfren. Spektrum tersebut saat ini masih dalam proses dikembalikan oleh XLSmart.

    Selain pita 900 MHz, Komdigi juga mulai mengkaji pemanfaatan pita 3,5 GHz. Band ini selama ini dinilai sebagai spektrum ideal untuk memperluas kapasitas layanan 5G karena mampu menyediakan bandwidth yang lebih besar dibandingkan pita frekuensi rendah.

    Namun, Meutya menegaskan pemerintah belum menetapkan jadwal pelelangan 3,5 GHz. Saat ini, Komdigi masih menyusun kajian komprehensif mengenai peruntukan dan skema pemanfaatan pita tersebut, mengingat spektrum tersebut masih dipakai untuk satelit.

    “Waktunya, kalau untuk 3,5 GHz masih kita pikirkan sambil menunggu kajian lengkapnya, terkhusus yang terkait dengan peruntukan band tersebut dan pemanfaatannya,” katanya.

    Rencana tersebut menunjukkan pemerintah terus melanjutkan penataan spektrum secara bertahap. Setelah pemanfaatan pita 1,4 GHz pada 2025 dan seleksi 700 MHz serta 2,6 GHz pada 2026, lelang frekuensi 900 MHz dan kajian 3,5 GHz menjadi tahapan berikutnya untuk memperkuat fondasi jaringan digital nasional.

    Menkomdigi telah menyatakan XLSmart sebagai pemenang lelang frekuensi 700 MHz dengan menguasai bandwidth 30 MHz dengan nilai penawaran Rp 1,0602 triliun. Kemudian, diikuti Telkomsel dengan menguasai bandwidth 20 MHz dengan nilai penawaran Rp 642,5 miliar, dan Indosat dengan bandwidth 20 MHz dengan penawaran Rp 507,48 miliar.

    Kemudian, Telkomsel sebagai pemenang lelang frekuensi 2,6 GHz dengan menguasai bandwidth 80 MHz dengan nilai penawaran Rp 545,84 miliar. Lalu, Indosat dapat bandwidth 60 MHz dengan penawaran Rp 372 miliar, dan XLSmart meraih bandwidth 50 MHz dengan nilai penawaran Rp 231,6 miliar.

    Meski lelang frekuensi telah selesai, internet Indonesia belum langsung ngebut. Proses implementasi teknis dan pembangunan infrastruktur masih membutuhkan waktu sebelum masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan secara langsung.

    Langkah Komdigi ini menjadi sinyal positif bagi industri telekomunikasi nasional. Dengan tambahan spektrum di pita 900 MHz, operator seluler dapat meningkatkan kapasitas dan jangkauan jaringan, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses internet cepat.

    Kajian pita 3,5 GHz juga menjadi perhatian serius karena spektrum ini dinilai strategis untuk pengembangan 5G di masa depan. Namun, pemerintah masih perlu menyelesaikan sejumlah regulasi dan koordinasi dengan pengguna eksisting, termasuk sektor satelit, sebelum band tersebut dapat dialokasikan untuk layanan seluler.

    Dengan roadmap yang jelas, pemerintah optimistis penataan spektrum frekuensi dapat mendorong percepatan transformasi digital nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

    Menkomdigi Meutya Hafid

  • Drone Phantom Twist Tembus Pandang dengan Trik Sederhana

    Drone Phantom Twist Tembus Pandang dengan Trik Sederhana

    JBNews.id — Para insinyur dari Northwestern University berhasil menciptakan prototipe drone yang hampir tidak terlihat oleh mata manusia. Bernama Phantom Twist, drone ini memanfaatkan putaran ekstrem pada bodinya untuk menciptakan ilusi optik, bukan menggunakan material canggih atau kamuflase.

    Dengan baling-baling yang berputar dan bodi yang sering kali besar, drone konvensional biasanya sangat mudah terlihat. Namun, Phantom Twist menggunakan pendekatan yang berbeda. Bodi drone ini berputar antara 15 hingga 25 kali per detik, memaksa mata manusia untuk merata-ratakan bagian yang bergerak dengan latar belakang di belakangnya. Pada kecepatan maksimum, pesawat nirawak ini hanya tampak sebagai noda samar di udara.

    Berbeda dengan quadcopter konvensional yang memiliki empat rotor mengelilingi bodi statis, Phantom Twist menggunakan desain yang sama sekali berbeda. Drone ini hanya menggunakan satu motor dan satu baling-baling. Baling-baling berputar ke satu arah, sementara bagian pesawat lainnya berputar ke arah berlawanan. Desain ini hampir tidak menyisakan komponen statis yang bisa dikunci oleh fokus mata manusia.

    Menciptakan perangkat yang bisa tetap stabil saat terbang sekaligus sulit dilihat membutuhkan lebih dari sekadar menempelkan komponen ke rangka yang berputar. Tim peneliti memulai prosesnya dengan model komputasi yang menghasilkan sekitar 20.000 konfigurasi yang memungkinkan. Algoritma AI dan optimisasi kemudian menata ulang posisi motor, baterai, papan sirkuit, penyeimbang, dan bagian lainnya untuk menemukan desain yang menyeimbangkan performa penerbangan dengan tingkat visibilitas terendah.

    Kandidat desain yang paling menjanjikan kemudian disimulasikan saat berputar dan ditumpangkan pada 100 latar belakang dunia nyata. Sebuah model persepsi yang dirancang untuk meniru penglihatan manusia memberikan skor seberapa mencolok masing-masing desain tersebut. Tim peneliti mempertahankan 500 desain yang paling tidak terlihat dan terus menyesuaikan tata letaknya hingga mencapai versi final.

    Komponen-komponennya ditempatkan berjauhan pada ketinggian dan sudut yang berbeda, dengan banyak ruang kosong di antaranya. Hal ini mencegah bagian-bagian padat saling tumpang tindih saat berputar dan membentuk siluet gelap yang mudah dikenali. Menurut metrik visibilitas peneliti, Phantom Twist sekitar 10 kali lebih sulit untuk dilihat dibandingkan quadcopter dengan ukuran serupa.

    Meski mengesankan, prototipe saat ini masih memiliki beberapa kelemahan yang harus disempurnakan. Drone ini masih bergantung pada sistem pelacakan optik eksternal, sehingga penggunaannya terbatas pada lingkungan yang terkendali. Kabel yang terbuka dan batang penyangga dari serat karbon masih terlihat sebagian. Yang terpenting, perangkat ini masih bersuara layaknya drone pada umumnya. Jadi, siapa pun yang gagal melihat wujud buramnya kemungkinan besar masih bisa mendengarnya. Versi masa depan diharapkan dapat menggunakan sistem propulsi yang lebih senyap dan material yang lebih transparan.

    Potensi aplikasi drone ini sangat luas, mulai dari mengamati satwa liar tanpa mengubah perilaku alami hewan, menyurvei lahan basah, hingga memeriksa infrastruktur dengan gangguan visual yang minim. Kamera yang dipasang pada bodi yang berputar juga berpotensi menangkap pandangan 360 derajat penuh untuk keperluan navigasi.

    Inovasi ini menjadi bagian dari tren pengembangan drone yang semakin canggih. Sebagai perbandingan, Korsel Siapkan 500.000 Prajurit Drone untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara, menunjukkan betapa pentingnya teknologi drone dalam strategi pertahanan modern. Sementara itu, 300 Drone Dilumpuhkan di area Piala Dunia 2026, menggambarkan tantangan keamanan yang ditimbulkan oleh maraknya penggunaan drone.

    Dengan pendekatan sederhana namun efektif, Phantom Twist membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Trik memanfaatkan keterbatasan penglihatan manusia ini membuka jalan bagi pengembangan drone yang lebih sulit dideteksi di masa depan.

  • Dampak AI Deepfake pada Remaja: Ancaman Nyata di Dunia Digital

    Dampak AI Deepfake pada Remaja: Ancaman Nyata di Dunia Digital

    JBNews.id — Hampir setengah remaja usia sekolah di Amerika Serikat telah melihat konten seksual yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), dan sebagian besar mengaku menemukannya secara tidak sengaja di media sosial. Temuan ini berasal dari survei nasional terbaru yang dirilis oleh Common Sense Media, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada dampak teknologi terhadap anak-anak.

    Survei yang melibatkan 1.314 remaja berusia 13 hingga 17 tahun ini mengungkap realitas baru yang meresahkan: konten seksual buatan AI—mulai dari gambar deepfake telanjang hingga video porno yang dimanipulasi—telah menjadi bagian dari kehidupan remaja. “Untuk sebagian besar remaja, satu, mereka terpapar konten ini — tetapi dua, mereka juga menciptakan dan menyebarkan konten ini,” kata Supreet Mann, direktur riset Common Sense Media dan penulis utama laporan tersebut, seperti dikutip dari Futurism. “Dan ketika mereka melakukannya, seringkali konten itu menggambarkan orang yang mereka kenal secara pribadi atau diri mereka sendiri.”

    Ilustrasi foto seorang remaja laki-laki yang sedang fokus pada ponsel pintarnya, melambangkan keterpaparan remaja terhadap konten deepfake.

    Angka yang Mengkhawatirkan

    Data dari survei ini menunjukkan skala masalah yang signifikan. Sekitar 64 persen remaja yang melaporkan melihat konten tersebut mengatakan bahwa materi itu menampilkan selebritas yang mereka kenali. Namun, yang lebih mengkhawatirkan, 24 persen lainnya mengungkapkan bahwa konten tersebut menunjukkan diri mereka sendiri atau seseorang yang mereka kenal di dunia nyata.

    Lebih dari delapan persen remaja mengaku pernah membuat deepfake atau konten seksual buatan AI sendiri. Sementara itu, 13 persen lainnya mengatakan mereka mengenal seseorang yang pernah menghasilkan konten semacam itu. Dari kelompok pembuat konten ini, lebih dari 60 persen mencatat bahwa “konten tersebut menggambarkan diri mereka sendiri atau orang yang mereka kenal secara pribadi, seperti teman sebaya, teman, atau mantan pasangan romantis.”

    Konten deepfake yang melibatkan anak di bawah umur termasuk dalam kategori materi pelecehan seksual anak ilegal berdasarkan hukum federal Amerika Serikat. Beberapa remaja yang membuat gambar porno deepfake telah ditangkap dan menghadapi tuntutan pidana.

    Perubahan Perilaku Akibat Ketakutan

    Kekhawatiran akan dampak deepfake telah mendorong banyak remaja mengubah perilaku online mereka. Survei mencatat bahwa sekitar 67 persen remaja setidaknya cukup khawatir bahwa mereka bisa terpengaruh oleh deepfake. Akibatnya, hampir 40 persen dari mereka telah membuat akun media sosial menjadi privat, membatasi apa yang mereka bagikan, atau bahkan menghapus akun media sosial sepenuhnya.

    “Sekitar dua pertiga remaja menunjukkan bahwa mereka khawatir tentang hal ini, dan banyak dari mereka mengubah perilaku online karena ketakutan itu… itu adalah indikasi yang sangat menarik tentang bagaimana remaja memikirkan konten ini, dan mereka memikirkan kurangnya kendali yang mereka miliki di ruang ini,” jelas Mann.

    Meskipun berpikir kritis tentang kehadiran online bukanlah hal yang buruk, Mann menambahkan bahwa saat ini beban perlindungan justru jatuh ke pundak remaja sendiri. “Mengapa remaja dipaksa untuk mengawasi diri mereka sendiri,” tanya peneliti tersebut, “padahal ini seharusnya bukan beban mereka?”

    Akses Mudah ke Alat Pembuat Deepfake

    Kemudahan akses menjadi faktor utama penyebaran konten ini. Aplikasi “nudify” yang dapat dengan mudah ditemukan secara online dan di toko aplikasi memungkinkan siapa saja untuk “menelanjangi” seseorang secara artifisial tanpa persetujuan hanya dengan satu foto dan beberapa klik tombol. Chatbot umum, termasuk Grok milik xAI, juga telah digunakan untuk membuat deepfake, termasuk yang menampilkan anak di bawah umur.

    Skandal deepfake telah mengguncang berbagai kota di Amerika Serikat, yang sebagian besar berdampak pada anak perempuan. Para korban menggambarkan pengalaman kecemasan yang menghancurkan, serangan panik, pikiran untuk bunuh diri, dan hilangnya kepercayaan mendalam terhadap teman sebaya dan lingkungan sosial mereka.

    Satu keluarga di Louisiana bahkan menggugat distrik sekolah setelah putri mereka yang berusia 13 tahun dikeluarkan karena secara fisik menghadapi teman sekelas yang telah membuat dan menyebarkan deepfake nonkonsensual dari dirinya dan teman-temannya. Gugatan tersebut menyebutkan bahwa anak laki-laki yang membuat gambar tersebut tidak mendapat sanksi disiplin apa pun.

    Remaja Ingin Berbicara, Tapi Bingung Caranya

    Ada satu titik terang dari survei ini. Mann mencatat bahwa banyak remaja sebenarnya ingin berbicara dengan orang dewasa tepercaya tentang dunia baru yang aneh ini, tetapi mereka tidak yakin bagaimana memulainya. “Hanya satu dari lima remaja yang mengatakan bahwa mereka pernah berbicara dengan orang dewasa tepercaya tentang hal ini. Namun, sepertiga remaja mengatakan bahwa mereka ingin berbicara dengan seseorang, mereka hanya tidak tahu bagaimana memulai percakapan itu,” kata Mann.

    Remaja yang lebih muda cenderung lebih ingin berbicara dengan orang dewasa tepercaya dibandingkan remaja yang lebih tua. Sementara itu, satu dari sepuluh remaja mengaku akan lebih nyaman berbicara dengan chatbot tentang apa yang mereka lihat. Ini menunjukkan bahwa “anak-anak terbuka untuk melakukan percakapan ini,” dan bahwa “memulai sejak dini dan menciptakan ruang untuk percakapan adalah sangat penting,” tambah Mann.

    “Ada jendela kesempatan unik bagi orang tua untuk memulai percakapan ini dengan anak-anak mereka, dan jangan menunda percakapan itu,” ujar Mann. “Kita tidak ingin anak-anak kita beralih ke chatbot AI untuk melakukan percakapan, atau tidak melakukan percakapan ini sama sekali.”

    Perlu Pendekatan Multi-Pihak

    Selain orang tua, sekolah, pembuat kebijakan, dan perusahaan teknologi—yang membangun alat yang digunakan untuk menghasilkan materi ini dan menjalankan platform tempat remaja menemukan konten tersebut—perlu proaktif dalam memahami dan mengurangi dampak buruknya. Salah satu tantangan adalah membatasi pembuatan deepfake sejak awal. Upaya ini telah mendorong pejabat lokal untuk melihat toko aplikasi sebagai titik pencekikan dalam rantai pasok deepfake: minggu lalu, kota San Francisco memerintahkan Apple dan Google untuk menghapus aplikasi “nudify” dari toko aplikasi masing-masing.

    “Ini adalah sesuatu yang perlu ditangani dari semua sisi,” kata Mann. Sementara itu, remajalah yang menghadapi dampak langsung dari pornografi buatan AI dan deepfake dalam kehidupan pribadi dan sosial mereka. Seorang gadis berusia 17 tahun mengatakan kepada peneliti, “Kami tumbuh seiring AI tumbuh. Kami tumbuh bersama. Orang dewasa tidak memiliki pengalaman hidup yang sama seperti kami. Mereka tidak memahami seberapa maju dan seberapa intens AI sekarang.”

    Implikasinya jelas: tanpa tindakan cepat dan terkoordinasi dari orang tua, sekolah, pembuat kebijakan, dan perusahaan teknologi, generasi muda akan terus menanggung beban psikologis dan sosial dari fenomena deepfake yang semakin merajalela.

  • Tentara AS Habiskan Kuota Token AI Setahun dalam Sekali Pakai

    Tentara AS Habiskan Kuota Token AI Setahun dalam Sekali Pakai

    JBNews.id — Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) menghabiskan seluruh alokasi token kecerdasan buatan (AI) generatif untuk satu tahun layanan hanya dalam waktu satu bulan, memaksa pihaknya untuk kembali menerapkan batasan pemakaian.

    Menurut sebuah email internal yang dilihat WIRED, meskipun Kepala Informasi Angkatan Darat (Army CIO) mengumumkan pada Mei 2026 bahwa mereka menawarkan token tanpa batas, pada pertengahan Juni 2026 kumpulan token Army CIO telah habis dan harus menetapkan ulang batasan. Email tersebut juga menyatakan bahwa meskipun Angkatan Darat telah memilih untuk memperbarui penggunaan token di “level saat ini,” tidak jelas “apakah kumpulan token Army CIO akan diperbarui setelah 1 Oktober.”

    Insiden ini menunjukkan betapa besarnya hasrat institusi militer terhadap teknologi AI generatif, sekaligus mengungkapkan tantangan dalam mengelola sumber daya komputasi yang masif. Fenomena ini sejalan dengan tren global di mana berbagai organisasi mulai mengevaluasi ulang kebijakan akses tak terbatas terhadap alat AI.

    Angkatan Darat Habiskan 100 Juta Token dalam Sebulan

    Angkatan Darat menggunakan platform Ask Sage, sebuah platform AI generatif multimodal di mana pengguna dapat menjalankan berbagai model bahasa besar (LLM), termasuk Gemini milik Alphabet, Llama milik Meta, dan ChatGPT milik OpenAI. Untuk menggunakan Ask Sage, Angkatan Darat memiliki akses ke 100.000.000 token sebagai bagian dari langganan tahunan ke “paket perusahaan.”

    “Ternyata seluruh Angkatan Darat menghabiskan seluruh token setahun hanya untuk satu layanan,” kata seorang karyawan Angkatan Darat yang berbicara kepada WIRED secara anonim karena tidak berwenang berbicara kepada pers.

    Token mewakili unit keluaran, baik dalam teks atau gambar, dari LLM. Untuk alat Ask Sage, satu token setara dengan sekitar 3,7 karakter, menurut dokumen yang dilihat WIRED. Sementara itu, Departemen Pertahanan AS (DOD) membakar sekitar 20 miliar token per hari selama Operasi Epic Fury selama 38 hari di Iran, menurut laporan Breaking Defense.

    Ask Sage digunakan oleh Angkatan Darat untuk “memberdayakan ruang kerja LLM perusahaannya” dan “terakreditasi untuk Informasi Tidak Diklasifikasikan yang Dikendalikan.” Platform ini juga digunakan oleh Kantor Digital dan AI Utama DOD (CDAO) untuk pengadaan. Menurut situs web Angkatan Darat, Ask Sage digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas seperti “mengklasifikasikan ulang deskripsi personel, yang melibatkan pendefinisian dan penyelarasan tugas pekerjaan, pengalaman, dan latar belakang.”

    Dorongan Penggunaan AI yang Agresif

    Karyawan Angkatan Darat mengatakan bahwa institusinya terus mendorong para pekerjanya untuk memanfaatkan AI generatif. Karyawan diberikan jatah setidaknya 200.000 token per bulan, menurut email yang dilihat WIRED, dan secara otomatis akan mendapatkan alokasi tambahan jika mereka menghabiskan jatah awal mereka. Karyawan yang telah mendaftar untuk Ask Sage tetapi tidak menggunakannya secara teratur akan menerima email yang mendorong mereka untuk menggunakan lebih banyak token yang dialokasikan.

    Namun, karyawan tersebut mengatakan bahwa mereka tidak menemukan alat AI generatif itu berguna untuk pekerjaan mereka, dan ketika mereka menggunakannya, mereka menemukan alat itu tidak dapat diandalkan. Salah satu model bahkan menyatakan bahwa model itu telah menyelesaikan tugas yang belum dilakukannya. “Saya pikir pasti ada beberapa aspek birokrasi pemerintah federal AS yang mungkin bisa dibantu oleh alat-alat ini. Tetapi penerapan dan penggunaan yang tidak dipikirkan tidak akan menghasilkan peluncuran yang efektif, efisien, dan dapat dipercaya,” kata mereka.

    Belum jelas apakah token yang digunakan oleh karyawan reguler DOD diambil dari kumpulan yang sama dengan mereka yang mungkin menggunakan alat AI pada informasi rahasia atau terklasifikasi. Hal ini tidak menghentikan penekanan DOD pada AI. Pada Senin lalu, The Intercept melaporkan bahwa Pentagon terus menggunakan alat AI, dan telah memotong staf di Civilian Protection Center of Excellence, yang tugasnya mencegah korban sipil di zona konflik. Sebagai gantinya, DOD mengembangkan alat AI untuk mempercepat penilaian yang biasanya dilakukan oleh staf Pusat tersebut.

    Fenomena Global: Tokenmaxxing dan Pembatasan Ulang

    Angkatan Darat AS bukanlah satu-satunya pengadopsi awal AI generatif yang memikirkan ulang penggunaan yang hampir tidak terbatas. Setelah mendorong karyawan untuk “tokenmaxx,” Meta diam-diam menurunkan papan peringkat yang melacak penggunaan token dan kini mencoba membatasi penggunaan. Pekan lalu, Adam Mosseri, kepala Instagram di Meta, mengemukakan ide untuk membatasi penggunaan token per insinyur di perusahaannya. Menurut laporan Fortune, Uber juga melihat para insinyurnya menghabiskan token AI generatif untuk satu tahun hanya dalam waktu empat bulan.

    Fenomena ini mengingatkan pada pola adopsi teknologi baru lainnya, di mana antusiasme awal seringkali berbenturan dengan keterbatasan infrastruktur dan biaya operasional. Untuk konteks yang lebih luas tentang perkembangan teknologi, Anda dapat membaca tentang Wi-Fi 8 Hadir 2026 yang menunjukkan bagaimana inovasi terus berlanjut di berbagai sektor.

    Angkatan Darat dan DOD tidak menanggapi permintaan komentar; demikian juga Ask Sage. Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keberlanjutan dan efektivitas penerapan AI generatif dalam skala besar di institusi pemerintah. Bagi pembaca yang tertarik dengan transformasi digital di sektor pertahanan, informasi tentang industri satelit global juga relevan untuk dipahami.

    Implikasinya jelas: adopsi AI generatif secara masif membutuhkan perencanaan sumber daya yang matang, evaluasi dampak yang berkelanjutan, dan kesadaran bahwa lebih banyak tidak selalu berarti lebih baik. Tanpa kerangka kerja yang tepat, dorongan untuk menggunakan teknologi ini bisa berakhir dengan pemborosan sumber daya dan hasil yang tidak memuaskan.

  • Riset UCSD Temukan Celah Keamanan Alarm Mobil KARR

    Riset UCSD Temukan Celah Keamanan Alarm Mobil KARR

    JBNews.id — Tim peneliti keamanan dari University of California San Diego (UCSD) menemukan celah keamanan kritis pada sistem alarm mobil aftermarket bernama KARR Security System. Kerentanan ini memungkinkan peretas dalam jangkauan Bluetooth untuk mengirim perintah radio yang dapat membuka kunci mobil tanpa suara, mematikan alarm, membunyikan klakson, atau bahkan menonaktifkan sistem pengapian dan membuat pengemudi terdampar.

    Berdasarkan estimasi peneliti, perangkat KARR telah terpasang di lebih dari 2 juta kendaraan di Amerika Serikat. Sistem alarm ini biasanya dipasang oleh dealer mobil, bukan pabrikan atau pemilik kendaraan. Ironisnya, ketika mobil dijual, alarm tersebut seringkali tidak dilepas, meskipun pembeli menolak membayarnya sebagai fitur tambahan. Akibatnya, banyak pemilik mobil di AS memiliki perangkat yang dapat diretas di bawah kap kendaraan mereka tanpa sepengetahuan mereka.

    “Ini adalah sistem yang ditambahkan ke mobil oleh dealer, dan sayangnya sistem ini memiliki kerentanan parah yang memungkinkan siapa pun mengakses mobil-mobil ini,” ujar Aaron Schulman, profesor ilmu komputer UCSD yang memimpin riset. “Alat ini dirancang untuk membuat mobil lebih aman, tetapi justru menciptakan kerentanan yang perlu segera ditambal di jutaan kendaraan. Kami berusaha menyebarkan informasi agar Anda memeriksa mobil dan menambalnya secara manual sekarang.”

    Kerentanan Kunci Autentikasi Universal

    Tim UCSD menemukan bahwa celah keamanan utama terletak pada satu kunci autentikasi yang dibagikan di semua perangkat KARR. Kunci tersebut juga ditemukan dalam kode aplikasi smartphone KARR yang digunakan pelanggan untuk mengontrol alarm. Dengan kunci tersebut dan aplikasi buatan sendiri yang dibuat dengan merekayasa balik kode aplikasi KARR, peneliti dapat memalsukan perintah radio yang akan diterima oleh perangkat KARR berkemampuan Bluetooth di sekitarnya.

    Kerentanan ini diperparah oleh fakta bahwa perangkat KARR terus memancarkan dan menerima sinyal Bluetooth selama mobil menyala, dan hingga 10 menit setelah mobil dimatikan. Meskipun perangkat dalam status “nonaktif” bagi pengemudi yang tidak membayar, peneliti dapat mengaktifkannya dengan perintah radio dan langsung melakukan teknik peretasan. Aktivasi ini hanya memicu bunyi bip singkat dari klakson dan kedipan lampu, satu-satunya tanda yang mungkin dimiliki pemilik mobil.

    Perusahaan yang menjual KARR Security System, Acrisure Protection Group, telah merilis pembaruan firmware untuk model Bluetooth yang rentan. Pemilik mobil yang sudah menginstal aplikasi KARR Security akan menerima pemberitahuan tentang pembaruan firmware. Bagi yang belum, mereka perlu mengunduh aplikasi KARR Security System, menghubungkannya ke alarm KARR kendaraan, lalu mengetuk “customer service” dan “firmware update.”

    Dampak dan Risiko Keamanan

    Dalam serangkaian demonstrasi untuk WIRED, peneliti menunjukkan bahwa mereka dapat menggunakan aplikasi Android mereka untuk mengirim perintah Bluetooth ke kendaraan rentan dengan KARR. Demonstrasi tersebut mencakup membuka kunci mobil di lampu merah untuk memungkinkan pencurian atau pembajakan, melumpuhkan mobil yang diparkir, atau bahkan meretas sekelompok mobil untuk membunyikan klakson dan lampu secara bersamaan.

    Meskipun kerentanan KARR tidak memungkinkan peretas menyalakan mesin mobil, peneliti UCSD menunjukkan bagaimana alat tukang kunci yang umum tersedia dapat digunakan setelah peretas berada di dalam kendaraan. Alat tersebut dapat dicolokkan ke dasbor mobil untuk membuat kunci yang berfungsi dalam beberapa menit. Tanpa kerentanan KARR, pencuri harus memecahkan jendela atau menggunakan alat pembuka pintu yang berpotensi membunyikan alarm. Namun, dengan kerentanan KARR, mereka dapat masuk tanpa suara.

    Stefan Savage, profesor ilmu komputer UCSD lainnya, menyebut kerentanan ini sebagai ancaman peretasan mobil “mungkin yang terburuk” yang pernah ditemukan. “Ini memengaruhi banyak kendaraan, pabrikan mobil Anda tidak dapat memperbaikinya, dan Anda bahkan tidak tahu Anda memiliki masalah ini,” kata Savage. “Ini menyediakan semua elemen yang diinginkan pencuri mobil, tetapi Anda tidak memiliki keuntungan yang biasanya kami miliki dalam membelanya karena Anda terputus dari rantai pasokan yang menempatkannya di sana.”

    Proses Penemuan dan Respons Perusahaan

    Peneliti UCSD, Nishant Bhaskar, pertama kali menyadari keberadaan perangkat KARR pada tahun 2018 saat menganalisis perangkat “skimmer” yang dirancang untuk mencuri informasi kartu kredit. Ia mulai menangkap sinyal Bluetooth dari perangkat misterius di stasiun bensin, dan kemudian menyadari bahwa sinyal yang sama muncul di jalan raya dari berbagai merek dan model kendaraan. Pencarian daring mengarahkannya ke database Komisi Komunikasi Federal (FCC) yang menunjukkan bahwa sinyal tersebut berasal dari perangkat alarm KARR.

    Baru pada tahun 2024, mahasiswa pascasarjana Jerry Yu, yang mencari proyek musim panas, mulai meneliti keamanan perangkat KARR atas saran Schulman. Yu dengan cepat menemukan kunci autentikasi universal dalam aplikasi KARR. “Setelah kami merekayasa balik aplikasi mereka, kami segera menyadari bahwa protokol autentikasi internal mereka sangat sederhana sehingga kami dapat mengekstraknya dan mengimplementasikannya kembali sebagai aplikasi kami sendiri,” kata Yu. Aplikasi itu, menurut mereka, dapat membuka “setiap mobil yang pernah mereka pasangi perangkat ini.”

    Untuk menghitung jumlah perangkat KARR yang rentan, peneliti UCSD Yibo Wei menggunakan database informasi radio sumber terbuka WiGLE. Hasil pemindaian dan ekstrapolasi dari nomor seri perangkat menunjukkan bahwa lebih dari 2 juta perangkat KARR berkemampuan Bluetooth telah digunakan. Data WiGLE juga berpotensi memungkinkan peretas melacak lokasi historis mobil yang rentan berdasarkan tanda tangan Bluetooth perangkat KARR, menciptakan mekanisme pengintaian yang mengkhawatirkan.

    Ketika dihubungi WIRED, Acrisure Protection Group merespons melalui pernyataan: “Kerentanan yang dijelaskan dalam penelitian [UCSD] sangat kompleks dan menimbulkan risiko rendah bagi pelanggan dalam kondisi dunia nyata. Meskipun demikian, kami merespons dengan cepat dan mengembangkan pembaruan firmware untuk mengatasi masalah ini.” Perusahaan menambahkan bahwa mereka akan memberi tahu pemilik mobil melalui aplikasi KARR Security, situs web KARR Security, dan “komunikasi dealer.”

    Namun, butuh waktu hampir 18 bulan bagi Acrisure Protection Group untuk merilis tambalan setelah UCSD melaporkan kerentanan pada Januari tahun lalu. Pembaruan baru dirilis beberapa minggu sebelum presentasi UCSD di konferensi peretas Defcon dan konferensi keamanan Usenix. Schulman dan timnya kini merasa bertanggung jawab untuk memperingatkan setiap pengemudi tentang perangkat yang dapat diretas yang tersembunyi di kendaraan mereka.

    “Ketika Anda memasang sesuatu secara default di dealer di setiap mobil yang dijual, luasnya kerentanan itu akan tak terbayangkan,” kata Schulman. “Inilah mengapa kami perlu mempublikasikan ini dan menyebarkannya, karena satu-satunya cara masalah ini akan terpecahkan adalah jika kami melibatkan semua orang dan memperbaikinya sendiri.”

  • Menkomdigi Sahkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

    Menkomdigi Sahkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

    JBNews.id — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid resmi menetapkan pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada Selasa (21/7/2026). Proses lelang yang berlangsung sejak April hingga Juli 2026 ini diklaim berjalan transparan dan tanpa sanggahan dari peserta.

    Meutya menyatakan tidak ada satu pun peserta yang mengajukan keberatan atas hasil seleksi setelah masa sanggah berakhir pada 14 Juli 2026. “Dan hingga 14 Juli 2026 tidak terdapat sanggahan yang disampaikan terhadap hasil proses seleksi ketika diumumkan hingga pada hari ini, kami selaku menteri, ini tahapan akhir menandatangani berkas pemenang lelang pada 21 Juli 2026,” ujar Meutya di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta.

    Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi digital nasional. Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz disebut sebagai spektrum yang akan menjadi pondasi utama infrastruktur digital Indonesia ke depan.

    Untuk pita frekuensi 700 MHz atau low band, pemenangnya adalah XLSmart dengan bandwidth sebesar 30 MHz, Telkomsel dengan bandwidth sebesar 20 MHz, dan Indosat dengan bandwidth sebesar 20 MHz. Sementara untuk pita frekuensi 2,6 GHz atau mid band, Telkomsel memenangkan bandwidth sebesar 80 MHz, Indosat 60 MHz, dan XLSmart 50 MHz.

    “Dengan ini kami lanjut untuk menyampaikan pemenang seleksi untuk pita frekuensi 700 MHz atau low band, yang pertama XLSmart dengan bandwidth sebesar 30 MHz, kemudian yang kedua Telkomsel dengan bandwidth sebesar 20 MHz, dan Indosat dengan bandwidth sebesar 20 MHz,” papar Menkomdigi.

    “Selanjutnya, untuk pita frekuensi 2,6 GHz atau mid band, pemenangnya adalah Telkomsel dengan bandwidth sebesar 80 MHz, Indosat dengan bandwidth sebesar 60 MHz, dan XLSmart dengan bandwidth sebesar 50 MHz,” tutur Meutya menambahkan.

    Meutya menegaskan seluruh tahapan seleksi telah mempertimbangkan aspek transparansi dan akuntabilitas kepada publik. Proses lelang yang panjang ini diharapkan dapat segera mendorong percepatan layanan telekomunikasi di Indonesia.

    Menkomdigi menyebut frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini merupakan spektrum yang akan menjadi infrastruktur dasar atau pondasi utama dari transformasi digital nasional. “Karena itu kita tentu berharap dengan selesainya proses lelang, ini dapat mendorong transformasi digital nasional yang lebih baik dan lebih cepat lagi, serta memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat dan harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput,” kata Meutya.

    Alokasi frekuensi 700 MHz dinilai strategis karena memiliki jangkauan luas dan penetrasi gedung yang baik, sangat cocok untuk memperluas akses internet di daerah terpencil. Sementara frekuensi 2,6 GHz menawarkan kapasitas tinggi yang ideal untuk memenuhi lonjakan lalu lintas data di perkotaan.

    Pemerintah berharap dengan rampungnya lelang ini, operator seluler dapat segera melakukan investasi dan pembangunan infrastruktur. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam transformasi digital yang lebih inklusif.

    Lelang frekuensi ini menjadi salah satu agenda strategis Kementerian Komdigi di bawah kepemimpinan Meutya Hafid. Sebelumnya, Meutya juga aktif mengawal berbagai isu digital lainnya, termasuk ancaman siber dan keamanan digital.

    Dengan penetapan pemenang ini, operator seluler memiliki kepastian hukum untuk mengelola spektrum yang diperoleh. Hal ini diharapkan dapat memacu persaingan sehat dan meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan.

    Implikasinya bagi masyarakat adalah potensi peningkatan kualitas sinyal dan kecepatan internet. Frekuensi 700 MHz memungkinkan operator menjangkau area yang lebih luas dengan biaya infrastruktur yang lebih efisien.

    Sementara frekuensi 2,6 GHz akan mendukung kapasitas jaringan di pusat-pusat keramaian seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri. Kombinasi kedua pita frekuensi ini menjadi kunci dalam mewujudkan jaringan yang tangguh dan merata.

    Proses lelang yang bebas dari sanggahan menunjukkan bahwa seluruh peserta menerima hasil seleksi dengan baik. Ini menjadi indikator tata kelola spektrum yang profesional dan akuntabel.

    Ke depannya, pemerintah akan terus memantau realisasi komitmen para pemenang lelang. Masyarakat diharapkan dapat merasakan dampak positif dari kebijakan ini dalam waktu dekat, terutama di daerah-daerah yang selama ini sulit mendapatkan akses internet berkualitas.

    Meutya juga mengingatkan pentingnya keamanan digital seiring dengan perluasan infrastruktur telekomunikasi. Transformasi digital tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga keamanan dan literasi pengguna.

    Dengan alokasi bandwidth yang jelas, operator kini memiliki peta jalan untuk mengembangkan jaringan generasi terbaru. Ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur digital dibandingkan negara-negara tetangga.

    Secara keseluruhan, penetapan pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia digital. Semua pihak kini menunggu realisasi di lapangan.

  • Bocoran Samsung Galaxy Z Flip8: Desain, Spesifikasi, dan Harga

    Bocoran Samsung Galaxy Z Flip8: Desain, Spesifikasi, dan Harga

    JBNews.id — Samsung Galaxy Z Flip8 diperkirakan meluncur di Galaxy Unpacked 2026 London pada Rabu (22/7/2026). Bocoran terbaru mengungkap detail desain, spesifikasi, hingga perkiraan harga ponsel lipat ini yang diprediksi mulai dari Rp 23,4 juta.

    Sebagai penerus Galaxy Z Flip7, perangkat ini tidak membawa perubahan desain besar-besaran. Samsung tampaknya lebih memilih menyempurnakan formula yang sudah ada, terutama pada layar luar, engsel, performa, dan daya tahan baterai. Informasi ini dihimpun dari berbagai bocoran yang beredar menjelang acara peluncuran.

    Desain dan Layar yang Disempurnakan

    Galaxy Z Flip8 diprediksi masih mempertahankan desain clamshell yang menjadi ciri khas lini Galaxy Z Flip. Ketika dilipat, perangkat ini mempunyai bentuk ringkas sehingga mudah disimpan di dalam saku atau tas kecil. Dimensinya disebut tidak jauh berbeda dari pendahulunya.

    Meski demikian, Samsung kabarnya meningkatkan kualitas material dan konstruksi bodinya agar terasa lebih premium sekaligus lebih tahan lama. Perusahaan juga disebut menggunakan mekanisme engsel generasi baru. Engsel tersebut diklaim dapat membuat proses membuka dan menutup perangkat terasa lebih halus serta membantu mengurangi bekas lipatan atau crease pada layar utama. Ketahanan terhadap air dan debu turut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, meskipun tingkat sertifikasi IP baru akan diketahui saat peluncuran resmi.

    Untuk urusan layar, Galaxy Z Flip8 dirumorkan membawa layar utama Dynamic AMOLED berukuran 6,9 inch dengan refresh rate 120 Hz. Panel tersebut diharapkan menawarkan tampilan yang mulus untuk menjelajahi media sosial, bermain game, ataupun menonton video. Pada bagian luar, Samsung diperkirakan memasang cover screen berukuran 4,1 inch. Layar tersebut disebut bakal menjadi salah satu peningkatan utama Galaxy Z Flip8.

    Cover screen Galaxy Z Flip8 kabarnya mendukung lebih banyak aplikasi tanpa memerlukan pengaturan tambahan melalui Good Lock. Pengguna pun dapat membalas pesan, melihat navigasi, mengakses kamera, hingga menjalankan sejumlah aplikasi tanpa perlu membuka ponsel. Peningkatan fungsionalitas ini menjadikan perangkat lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

    Pilihan Warna yang Beragam

    Samsung diprediksi menyediakan Galaxy Z Flip8 dalam beberapa pilihan warna klasik dan cerah. Warna hitam, silver, serta pink atau gold disebut bakal menjadi bagian dari jajaran awalnya. Selain itu, terdapat bocoran mengenai pilihan warna yang lebih segar, seperti Mint Green, Lavender, dan Yellow.

    Samsung kemungkinan turut menyiapkan warna eksklusif yang hanya tersedia melalui toko online resminya. Beberapa varian diperkirakan menggunakan lapisan matte, sedangkan pilihan lainnya bisa hadir dengan sentuhan glossy. Kepastian mengenai nama dan ketersediaan setiap warna masih harus menunggu pengumuman resmi Samsung.

    Spesifikasi Unggulan dan Performa

    Galaxy Z Flip8 dirumorkan ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chipset tersebut diperkirakan menawarkan peningkatan performa sekaligus efisiensi daya dibandingkan generasi sebelumnya. HP lipat ini disebut mempunyai RAM 12 GB dengan dua pilihan kapasitas penyimpanan, yakni 256 GB dan 512 GB. Belum diketahui apakah Samsung akan menawarkan varian dengan kapasitas penyimpanan lebih besar.

    Untuk fotografi, Galaxy Z Flip8 kabarnya membawa dua kamera belakang. Susunannya terdiri dari kamera utama 50 MP dan kamera ultrawide 12 MP. Kamera utamanya diperkirakan mendukung pembesaran 2x dengan kualitas optik melalui pemotongan sensor. Sementara itu, kamera selfie 10 MP ditempatkan pada lubang kecil di layar utama.

    Galaxy Z Flip8 juga disebut membawa baterai berkapasitas 4.300 mAh. Samsung diperkirakan mengoptimalkan konsumsi daya melalui chipset yang lebih efisien dan pembaruan perangkat lunak. Dukungan pengisian daya melalui kabel dan wireless charging masih akan dipertahankan. Namun, kecepatan pengisian dayanya belum terungkap secara pasti.

    Dari sisi perangkat lunak, Galaxy Z Flip8 diprediksi menjalankan One UI 9 berbasis Android 16. Sistem operasi tersebut akan membawa integrasi Galaxy AI yang lebih luas. Sejumlah fitur AI diperkirakan dapat diakses langsung melalui cover screen. Samsung juga disebut meningkatkan pengalaman multitasking, fotografi, penerjemahan, dan personalisasi berdasarkan kebiasaan pengguna. Perpaduan Galaxy AI dan cover screen yang lebih fungsional berpotensi menjadi daya tarik utama Galaxy Z Flip8. Pengguna dapat melakukan lebih banyak aktivitas tanpa harus membuka layar utama.

    Bagi penggemar teknologi yang penasaran dengan teknologi layar terbaru, Samsung juga telah mengembangkan Flex Titanium yang diklaim lebih tahan lama.

    Perkiraan Harga dan Ketersediaan

    Berdasarkan bocoran dari retailer Eropa, harga Samsung Galaxy Z Flip8 diperkirakan mulai dari 1.299 euro atau sekitar Rp 23,4 juta untuk varian 256 GB. Sementara itu, versi 512 GB disebut akan dijual seharga 1.499 euro atau sekitar Rp 27 juta. Berikut perkiraan harganya:

    • Galaxy Z Flip8 12/256 GB: 1.299 euro atau sekitar Rp 23,4 juta
    • Galaxy Z Flip8 12/512 GB: 1.499 euro atau sekitar Rp 27 juta

    Samsung biasanya turut menawarkan program trade-in dan bonus selama masa pemesanan awal. Namun, paket pre-order dan harga resmi Galaxy Z Flip8 di Indonesia baru akan diketahui saat perangkat tersebut diluncurkan. Jika Anda tertarik dengan produk Samsung lainnya, simak informasi harga terbaru SSD Samsung yang baru rilis di Indonesia.

    Dengan bocoran spesifikasi dan harga yang beredar, Galaxy Z Flip8 diposisikan sebagai penerus yang matang dari seri sebelumnya. Peningkatan pada cover screen, performa chipset, dan integrasi AI menjadi nilai jual utama. Bagi konsumen yang menantikan ponsel lipat dengan fitur terkini, perangkat ini layak menjadi pertimbangan.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang lini ponsel lipat Samsung, Anda juga bisa membaca artikel tentang strategi harga Samsung di segmen menengah.

  • Kabel Laut Nongsa-Changi Perkuat Gerbang Digital Indonesia

    Kabel Laut Nongsa-Changi Perkuat Gerbang Digital Indonesia

    JBNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), berhasil melakukan pendaratan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Nongsa Digital Park (NDP), Batam. Proyek infrastruktur strategis ini menjadi fondasi fisik bagi koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, yang hadir langsung dalam prosesi pendaratan kabel NCC, menegaskan bahwa transformasi digital Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur nyata dan konektivitas yang semakin kuat. “NCC menjadi fondasi fisik bagi terbentuknya koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura, sekaligus semakin memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).

    Kehadiran NCC diharapkan dapat memperkuat posisi strategis kedua negara dalam ekosistem dan rantai nilai digital global. Menko Perekonomian menambahkan bahwa infrastruktur ini membuka ruang bagi tumbuhnya investasi, inovasi, dan aktivitas ekonomi baru berbasis teknologi. Proyek ini menandai progres signifikan menuju kesiapan operasional, sebagai salah satu dari dua kabel bawah laut Batam-Singapura yang dikembangkan TelkomGroup, bersama Indonesia Singapore Cable System (INSICA).

    Spesifikasi dan Dampak Ekonomi NCC

    NCC memiliki panjang sekitar 50 kilometer dengan kapasitas 24 fiber pairs. Infrastruktur ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi dan berlatensi rendah yang semakin meningkat, seiring pesatnya perkembangan layanan cloud, hyperscaler, kecerdasan artifisial (AI), serta interkoneksi data center di Asia Tenggara. Sebagai bagian dari ekosistem Indonesia Cable Express (ICE), NCC akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

    Managing Director Business-2 Danantara Indonesia, Setyanto Hantoro, menilai investasi strategis seperti NCC menjadi penting karena penguatan kedaulatan dan infrastruktur digital dapat menjadi katalis bagi inovasi, daya saing, serta pertumbuhan berbagai sektor industri. “Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menciptakan multiplier effect ekonomi dengan mendorong tumbuhnya berbagai industri di Batam dan Indonesia secara keseluruhan, yang pada akhirnya turut memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional,” katanya.

    Manfaat bagi Ekosistem Digital Regional

    Keberhasilan proses pendaratan NCC di titik labuh paling strategis di Batam merepresentasikan dukungan nyata Pemerintah Indonesia dalam membuka koridor digital baru. Infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat ketahanan jaringan, memperluas keberagaman jalur konektivitas, sekaligus meningkatkan skalabilitas jaringan digital antara Indonesia dan Singapura. Lebih dari sekadar meningkatkan konektivitas regional, NCC diharapkan mampu mendorong percepatan pengembangan ekosistem digital Indonesia melalui peningkatan investasi infrastruktur digital, pengembangan pusat data berstandar global, serta penciptaan peluang baru bagi pelaku industri digital.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. “Melalui pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, TelkomGroup berkomitmen memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional. NCC menjadi wujud kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital yang semakin terhubung dan berdaya saing,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa infrastruktur strategis ini tidak hanya memperkuat konektivitas dan ketahanan digital Indonesia, tetapi juga memberikan keberagaman jalur dan konektivitas yang semakin kuat bagi Singapura sebagai hub digital regional.

    Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, menilai NCC sebagai bagian penting dari strategi TelkomGroup melalui Telin dalam membangun konektivitas digital internasional yang andal. “NCC membuka koridor digital baru antara Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari Indonesia Cable Express. Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan kapasitas konektivitas internasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekosistem cloud, AI, hyperscaler, serta interkoneksi pusat data yang menjadi fondasi transformasi digital kawasan,” jelas Budi.

    Chief Executive Officer BW Digital, Ludovic Hutier, mengatakan kolaborasi antara BW Digital dan Telin merupakan langkah strategis dalam menghadirkan infrastruktur digital kelas dunia di kawasan. “Keberhasilan cable landing NCC mencerminkan komitmen bersama kami untuk menghadirkan infrastruktur digital yang menjadi fondasi bagi perkembangan digital di Asia Tenggara. Bersama Telin, kami membangun platform konektivitas yang siap menghadapi kebutuhan masa depan untuk mendukung meningkatnya permintaan kawasan terhadap layanan cloud, Artificial Intelligence (AI), dan data center,” ujar Hutier.

    Hutier menambahkan bahwa NCC juga menjadi bagian penting dari ekosistem digital terintegrasi BW Digital yang mencakup jaringan fiber optik darat Citra Connect serta kampus pusat data NDP1 berkapasitas 144MW di Batam. Melalui ekosistem ini, BW Digital menghadirkan solusi infrastruktur digital yang terintegrasi untuk mendukung kebutuhan pelanggan dalam memperluas bisnis mereka di kawasan.

    CEO NDP, Mike Wiluan, menekankan bahwa pendaratan kabel ini bukan sekadar penyelesaian sebuah infrastruktur digital, tetapi merupakan tonggak penting dalam memperkuat ekosistem digital. “Di Nongsa Digital Park, kami menyatukan konektivitas, pusat data, platform cloud, inovasi AI, talenta digital, serta perusahaan-perusahaan global ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” katanya. Mike menambahkan bahwa NDP kini secara resmi menjadi titik tujuan baru untuk kabel serat optik bawah laut domestik dan internasional.

    Implikasi bagi Masa Depan Digital Indonesia

    Proyek infrastruktur ini mengukuhkan posisi Batam sebagai gerbang digital strategis Indonesia yang menghubungkan ekosistem digital nasional dengan pasar regional dan global. Dengan kapasitas 24 fiber pairs dan panjang 50 kilometer, NCC menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas internasional Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem digital yang semakin terintegrasi. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan investasi digital, memperluas peluang bisnis, serta semakin memperkokoh posisi Indonesia, khususnya Batam sebagai gerbang digital strategis di kawasan Asia Tenggara.

    Pencapaian pendaratan kabel NCC menjadi landasan penting untuk kolaborasi yang lebih luas dalam membangun ekosistem digital regional yang semakin terhubung. Dengan memperkuat sinergi bersama para mitra strategis, Telkom, Telin dan BW Digital akan terus menghadirkan solusi dan kapabilitas digital yang mendukung terciptanya peluang pertumbuhan baru di tengah percepatan transformasi digital global. Prosesi pendaratan kabel NCC turut dihadiri oleh Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto; Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong; Dubes RI untuk Singapura Hotmangaraja Panjaitan; Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro; Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura; serta jajaran direksi Telkom, Telin, BW Digital, dan NDP.

  • XLSmart Sediakan Akses Google Gemini untuk Jutaan Pelanggan

    XLSmart Sediakan Akses Google Gemini untuk Jutaan Pelanggan

    JBNews.id — XLSmart memperkuat strategi transformasi bisnisnya dengan menggandeng Google menghadirkan akses Paket Plus Google Gemini selama enam bulan bagi pelanggan prabayar XL, Axis, dan Smartfren. Kolaborasi ini menjadi langkah perusahaan untuk mengintegrasikan layanan artificial intelligence (AI) ke dalam ekosistem telekomunikasi sekaligus memperkuat nilai tambah di luar layanan konektivitas.

    Program yang mulai tersedia sejak 2 Juli 2026 tersebut memungkinkan pelanggan memperoleh akses Google Gemini melalui pembelian paket internet tertentu. Kerja sama strategis ini juga menandai cara baru XLSmart untuk memperluas adopsi AI kepada masyarakat sekaligus memperkuat diferensiasi layanan di tengah persaingan industri telekomunikasi.

    Chief Marketing Officer XLSmart Alfons Bosch Sansa mengatakan perusahaan ingin menghadirkan manfaat AI yang semakin mudah diakses oleh seluruh pelanggan melalui tiga merek yang dimilikinya. “Melalui kolaborasi dengan Google Gemini, pelanggan XL, Axis, dan Smartfren dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, mencari inspirasi, membuat konten, hingga meningkatkan produktivitas,” ujar Alfons di XLSmart Tower, Selasa (21/7).

    Dijelaskannya, mekanisme penawaran disesuaikan dengan karakteristik masing-masing segmen pelanggan. Strategi tersebut juga didukung penguatan kualitas jaringan melalui perluasan cakupan 5G Blanket di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi XLSmart sebagai pemimpin jaringan (network leadership).

    Lebih lanjut, kata Alfons, setiap brand memiliki karakteristik pelanggan yang berbeda, sehingga mekanisme penawaran ini kami sesuaikan agar lebih relevan bagi masing-masing segmen. “Inisiatif ini juga didukung oleh penguatan network leadership dan perluasan 5G Blanket XLSmart, sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman digital yang semakin stabil, responsif, dan optimal,” kata Alfons.

    XLSmart Google Gemini

    Melalui kerja sama ini, pelanggan XL dapat memperoleh akses Paket Plus Google Gemini dengan membeli paket internet yang memiliki masa aktif minimal tujuh hari. Sementara pelanggan Axis bisa mendapatkan penawaran tersebut melalui pembelian paket internet di aplikasi Axisnet mulai Rp25.000, sedangkan pelanggan Smartfren dapat mengaksesnya melalui aplikasi mySF dengan pembelian paket internet yang memenuhi ketentuan.

    Pelanggan selanjutnya dapat mengaktifkan bonus Google Gemini melalui aplikasi myXL, Axisnet, atau mySF menggunakan akun Google aktif. Akses Paket Plus Google Gemini berlaku selama enam bulan selama pelanggan memenuhi persyaratan program dan menjaga paket internet tetap aktif.

    Lewat Paket Plus Google Gemini, pelanggan memperoleh akses ke model AI terbaru Google yang dapat dimanfaatkan untuk analisis data, pembuatan gambar, video, hingga membantu proses coding. Layanan ini juga terintegrasi dengan Google Workspace sehingga pengguna dapat merangkum dokumen, menyusun email, hingga membuat konsep presentasi secara lebih cepat. Selain itu, pelanggan juga memperoleh kapasitas penyimpanan Google One hingga 400 GB untuk mendukung kebutuhan penyimpanan dokumen, foto, dan video berbasis cloud.

    XLSmart menegaskan penawaran tersebut tidak mengharuskan pelanggan menggunakan jaringan 5G. Seluruh manfaat Google Gemini tetap dapat diakses selama pelanggan memenuhi ketentuan pembelian paket internet dan melakukan aktivasi layanan.

    Langkah XLSmart menghadirkan AI ke jutaan pelanggan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk bertransformasi dari sekadar penyedia konektivitas menjadi penyedia layanan digital yang lebih luas. Dengan mengintegrasikan teknologi AI seperti Google Gemini, XLSmart membuka peluang baru bagi pelanggan untuk mengakses alat produktivitas canggih tanpa harus membayar biaya berlangganan tambahan yang mahal.

    Bagi pelanggan XL, Axis, dan Smartfren, inisiatif ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Mereka tidak hanya mendapatkan layanan telekomunikasi, tetapi juga akses ke platform AI yang dapat membantu berbagai aktivitas harian, mulai dari urusan akademis hingga profesional. Ini sejalan dengan upaya XLSmart Perkuat 5G di berbagai wilayah untuk memastikan pengalaman digital yang optimal.

    Dari sisi industri, kolaborasi antara operator telekomunikasi dan perusahaan teknologi seperti Google menunjukkan tren baru dalam persaingan bisnis. Operator tidak lagi hanya bersaing dalam hal harga dan kualitas jaringan, tetapi juga dalam hal layanan nilai tambah berbasis teknologi. Langkah XLSmart ini dapat menjadi preseden bagi operator lain untuk menjalin kemitraan serupa guna menarik dan mempertahankan pelanggan.

    Alfons menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi dan mengembangkan program ini berdasarkan umpan balik pelanggan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap inisiatif yang kami luncurkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelanggan. Kolaborasi dengan Google ini adalah langkah awal, dan kami akan terus mencari cara untuk menghadirkan inovasi yang relevan,” ujarnya.

    Dengan dukungan infrastruktur jaringan yang terus diperkuat, termasuk perluasan cakupan 5G, XLSmart optimistis dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan dalam mengakses layanan AI. Perusahaan juga tengah menjajaki potensi kerja sama lain untuk memperkaya ekosistem digital yang ditawarkan kepada pelanggan setianya.

    Bagi pelanggan yang tertarik, informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui aplikasi myXL, Axisnet, atau mySF. Pastikan untuk selalu mengecek persyaratan dan ketentuan yang berlaku agar dapat menikmati manfaat penuh dari Paket Plus Google Gemini selama enam bulan ke depan.