JBNews.id — Sebuah perangkat kecil bernama Halo hadir sebagai solusi untuk membantu pengguna membatasi akses aplikasi di ponsel, khususnya di kamar tidur, dengan harga terjangkau US$49. Perangkat ini bekerja dengan menciptakan geofence yang memblokir aplikasi tertentu saat pengguna berada di area yang telah ditentukan, menawarkan pendekatan baru dalam mengatasi kebiasaan scrolling tanpa henti sebelum tidur.
Dalam uji coba selama beberapa pekan, Halo yang dikembangkan oleh perusahaan ScreenZen ini menunjukkan efektivitas yang berbeda dibandingkan pemblokir aplikasi lain seperti Brick, Unpluq Tag, atau Opal. Alih-alih mengandalkan kemauan pengguna semata, Halo menggunakan batasan fisik berupa geofence yang radiusnya dapat disesuaikan, sehingga pengguna harus benar-benar keluar dari ruangan untuk mengakses aplikasi yang diblokir.
Konsep ini menyasar masalah spesifik yang dihadapi banyak orang: kurangnya kualitas tidur akibat godaan ponsel di kamar tidur. Seperti yang diungkapkan oleh pengembang, blokir aplikasi di kamar tidur saat seharusnya tidur—atau melakukan aktivitas kamar tidur lainnya—menyentuh masalah universal tentang pengendalian diri terhadap perangkat digital.
Cara Kerja Halo dan Teknologi Geofence
Halo berbentuk seperti puck putih kecil yang ditempatkan di area yang diinginkan, seperti kamar tidur. Perangkat ini menggunakan teknologi geofence untuk mendeteksi posisi ponsel pengguna. Ketika ponsel memasuki area yang telah ditentukan, aplikasi yang dipilih akan secara otomatis diblokir. Pengaturan ini dapat disesuaikan untuk berjalan 24/7 atau hanya pada jam-jam tertentu.
Radius geofence dapat diatur sesuai ukuran ruangan, dan perangkat ini bahkan bisa bekerja di beberapa ruangan selama dindingnya bukan beton padat. Seorang YouTuber bahkan menempatkan Halo di mobilnya, menunjukkan fleksibilitas perangkat ini. Microsoft Ubah Strategi dalam menghadapi tantangan teknologi serupa, meskipun dalam konteks yang berbeda.
Perbedaan dengan Pemblokir Aplikasi Lain
Dibandingkan dengan Brick yang merupakan pemblokir aplikasi paling terkenal, Halo menawarkan pendekatan yang lebih spesifik. Brick mengharuskan pengguna untuk secara fisik mengetukkan ponsel ke perangkat Brick untuk membuka blokir aplikasi. Meskipun efektif bagi banyak orang, pendekatan ini tidak menyasar masalah spesifik seperti kurang tidur akibat scrolling di kamar tidur.
Halo, sebaliknya, secara langsung membatasi akses di area yang paling bermasalah—kamar tidur. Ketika pengguna berbaring di tempat tidur dan ingin scrolling, mereka harus keluar kamar untuk mengakses aplikasi yang diblokir. Tindakan keluar kamar ini bukan lagi scrolling pasif, melainkan keputusan sadar yang membutuhkan usaha fisik.
Biaya menjadi pertimbangan penting. Halo dijual seharga US$49 tanpa biaya berlangganan tahunan. Aplikasi ScreenZen yang digunakan untuk mengelola Halo gratis tanpa upsells. Ini kontras dengan beberapa pemblokir aplikasi lain yang membutuhkan biaya berlangganan untuk fitur penuh. Rivian R2 Jadi Penentu masa depan perusahaan otomotif listrik, sementara Halo menjadi penentu kebiasaan digital pengguna.
Akuntabilitas dan Fitur Streak
Salah satu fitur unggulan Halo adalah sistem streak yang ditampilkan saat pengguna mencoba membuka aplikasi yang diblokir. Layar blokir akan menunjukkan berapa hari pengguna telah setia pada niatnya untuk tidak menggunakan aplikasi di area terlarang. Setelah mencapai 30 hari, pengguna cenderung enggan memulai dari awal lagi, mirip dengan membangun otot—semakin sering dilakukan, semakin mudah.
Fitur ini menambahkan lapisan akuntabilitas, terutama jika pengguna berbagi tempat tidur dengan pasangan. Jika pengguna keluar kamar untuk mengakses aplikasi, pasangan mungkin akan menyadarinya, menambah tekanan sosial untuk tetap pada komitmen.
Kekurangan dan Catatan
Meskipun inovatif, Halo tidak sempurna. Kadang-kadang perangkat gagal aktif tepat waktu. Saat meninggalkan kamar saat aplikasi diblokir, memutar podcast, dan kembali ke kamar, kadang podcast terus berlanjut dan kadang mati. Kedua masalah ini tampaknya membaik sejak pembaruan aplikasi terbaru.
Masalah lain adalah tinta dari pamflet kecil di dalam kotak sempat luntur ke permukaan puck putih. Namun, karena Halo bisa ditempatkan di laci nakas, masalah estetika ini tidak signifikan. Perangkat ini tidak perlu diisi ulang karena menggunakan baterai “setengah AA” yang unik, diperkirakan bertahan hingga tahun 2028.
Implikasi untuk Pengguna
Bagi pengguna yang kesulitan mengendalikan waktu scrolling di malam hari, Halo menawarkan solusi praktis dengan harga terjangkau. Dibandingkan dengan biaya berlangganan tahunan yang bisa mencapai puluhan dolar untuk pemblokir lain, investasi satu kali US$49 menjadi pilihan ekonomis. NASA dan SpaceX Kunci eksplorasi luar angkasa, sementara Halo menjadi kunci untuk tidur lebih nyenyak.
Dengan pendekatan berbasis geofence yang spesifik pada area tidur, Halo mengatasi masalah akar dari kebiasaan digital yang mengganggu kualitas tidur. Meskipun tidak sempurna, perangkat ini menawarkan solusi yang lebih terarah dan terjangkau bagi mereka yang ingin membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.
