Author: Hamzah Nurhamzah

  • Garmin Forerunner 70 dan 170 Resmi, Ini Fitur dan Harganya

    Garmin Forerunner 70 dan 170 Resmi, Ini Fitur dan Harganya

    JBNews.id — Garmin Indonesia resmi meluncurkan dua smartwatch lari terbaru, Forerunner 70 dan Forerunner 170, yang ditargetkan untuk pelari pemula dan menengah. Peluncuran ini memperluas jajaran perangkat lari Garmin di kelas yang sama, menggantikan posisi Forerunner 55 dan Forerunner 165 non-music. Kedua perangkat GPS ini dirancang untuk membantu pengguna membangun kebiasaan berlari dengan dukungan coaching dan analisis performa langsung dari pergelangan tangan.

    Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, menyatakan bahwa banyak pelari memulai aktivitas lari dengan tujuan sederhana seperti hidup lebih aktif atau menyelesaikan target jarak tertentu. Namun, tantangan terbesar sering kali adalah menjaga latihan tetap konsisten dan terarah. “Melalui Forerunner 70 dan Forerunner 170, Garmin menghadirkan pengalaman structured training yang lebih mudah diakses, sehingga pengguna dapat memahami progres tubuhnya, menyesuaikan latihan, dan menyesuaikan konsistensi dari waktu ke waktu,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (17/6/2026).

    Untuk mendukung latihan harian, kedua smartwatch dibekali fitur Garmin Coach yang menawarkan program latihan adaptif sesuai kondisi tubuh dan target pengguna. Tersedia pula daily suggested workouts yang secara otomatis menyesuaikan rekomendasi latihan berdasarkan performa dan pemulihan setelah sesi lari sebelumnya. Garmin juga menghadirkan fitur baru quick workouts yang memungkinkan pengguna mendapatkan rekomendasi latihan hanya dengan memilih durasi dan tingkat intensitas yang diinginkan. Fitur ini ditujukan untuk memudahkan pelari pemula yang belum terbiasa menyusun program latihan secara mandiri.

    Selain itu, Forerunner 70 dan 170 dibekali GPS bawaan, pemantauan detak jantung dari pergelangan tangan, pengukuran pace dan jarak, serta lebih dari 80 mode olahraga yang mencakup lari, bersepeda, renang, latihan kekuatan, dan aktivitas kebugaran lainnya. Bagi pengguna yang ingin memahami performa secara lebih mendalam, Garmin menyematkan sejumlah metrik latihan premium seperti Training Readiness untuk mengukur kesiapan tubuh sebelum berolahraga, Training Status untuk memantau perkembangan latihan, serta Wrist-Based Running Power dan Running Dynamics yang memberikan analisis teknik berlari secara lebih detail.

    Tak hanya berfokus pada olahraga, kedua smartwatch ini juga dilengkapi fitur pemantauan kesehatan seperti advanced sleep tracking, Sleep Coach, HRV Status, Pulse Ox, hingga Health Snapshot yang membantu pengguna memahami kondisi tubuh dan kualitas pemulihan sehari-hari.

    Dari sisi desain, Forerunner 70 dan Forerunner 170 mengusung layar AMOLED 1,2 inci dengan dukungan layar sentuh serta lima tombol fisik khas Garmin yang memudahkan navigasi saat berolahraga. Forerunner 70 menawarkan daya tahan baterai hingga 13 hari dalam mode smartwatch dan tersedia dalam pilihan warna Citron, Soft Pink, Tidal Blue, Cool Lavender, Black, serta Whitestone. Sementara itu, Forerunner 170 dan Forerunner 170 Music memiliki daya tahan baterai hingga 10 hari.

    Khusus varian Forerunner 170 Music, pengguna dapat mengunduh lagu, podcast, dan konten audio dari layanan musik yang didukung sehingga dapat mendengarkan musik tanpa perlu membawa smartphone saat berlari. Fitur Terbaru ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pelari yang ingin fokus pada aktivitas tanpa gangguan.

    Garmin Forerunner 70 dipasarkan dengan harga Rp4.659.000. Sementara Garmin Forerunner 170 dibanderol Rp5.589.000 dan Forerunner 170 Music dijual seharga Rp6.529.000. Ketiga perangkat tersebut sudah tersedia mulai hari ini melalui seluruh Garmin Brand Store di Indonesia serta kanal penjualan resmi Garmin di berbagai platform e-commerce. Harga Terbaru ini menjadikan Forerunner 70 sebagai pilihan paling terjangkau di jajaran Forerunner generasi baru.

    Dengan kehadiran Forerunner 70 dan Forerunner 170, Garmin memperkuat posisinya di segmen smartwatch lari entry-level hingga menengah. Bagi pelari pemula yang ingin memulai perjalanan lari dengan data yang akurat dan bimbingan terstruktur, kedua perangkat ini menawarkan solusi lengkap tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Sementara bagi pelari menengah yang membutuhkan analisis performa lebih mendalam, Forerunner 170 dengan fitur metrik premiumnya menjadi pilihan yang tepat.

    Implikasi dari peluncuran ini cukup jelas: Garmin tidak hanya menjual perangkat keras, tetapi juga ekosistem pelatihan yang terintegrasi. Dengan fitur seperti Garmin Coach, daily suggested workouts, dan quick workouts, pengguna mendapatkan pendampingan virtual yang dapat menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan target mereka. Ini menjadi nilai tambah signifikan dibandingkan smartwatch lari biasa yang hanya menawarkan pelacakan jarak dan waktu.

  • Asus ROG Zephyrus Duo 2026 Resmi di Indonesia, Harga Rp 129 Juta

    Asus ROG Zephyrus Duo 2026 Resmi di Indonesia, Harga Rp 129 Juta

    JBNews.id — Asus Republic of Gamers (ROG) resmi meluncurkan laptop gaming layar ganda terbarunya, Zephyrus Duo 2026 (GX651), di Indonesia dengan harga tembus Rp 129.799.000. Perangkat ini hadir sebagai puncak inovasi dalam perayaan dua dekade kiprah Asus di industri gaming, yang dirancang untuk menangani multitasking berat dan komputasi Kecerdasan Buatan (AI) masa depan.

    Peluncuran ini didorong oleh tren pengguna ROG Zephyrus. Data internal Asus menunjukkan bahwa 62,2% penggunanya selalu memanfaatkan konfigurasi multi-layar, baik melalui monitor eksternal maupun pengoperasian beberapa perangkat sekaligus. Angka ini menjadi dasar bagi Asus untuk menghadirkan solusi all-in-one tanpa kompromi.

    “Selama dua dekade, Asus ROG selalu menghadirkan inovasi yang terpadan bagi para gamers. ROG Zephyrus Duo (GX651) merupakan representasi dari puncak inovasi Asus ROG yang memadukan desain eksklusif, pengalaman multi-screen yang revolusioner, serta performa kelas tertinggi dalam satu perangkat,” ujar Country Manager Asus Indonesia, Lenny Lin.

    Peluncuran Asus ROG Zephyrus Duo

    Layar Ganda OLED 16 Inci yang Identik

    Zephyrus Duo (GX651) mengusung konsep See More, Do More, menobatkan diri sebagai laptop gaming pertama dan satu-satunya di dunia yang membawa dua layar sentuh (touchscreen) OLED berukuran 16 inci yang identik. Spesifikasi layarnya meliputi resolusi 3K (WQXGA+) dengan refresh rate 120Hz dan response time super cepat 0,2ms.

    Desainnya menggunakan arsitektur Flexible/Bent OLED khusus sehingga jarak antar-layar nyaris tak terlihat. Layar ini juga dilapisi Corning Gorilla Glass DXC yang anti-pantulan (anti-reflective) dan sangat responsif terhadap sentuhan jari maupun stylus. Dengan kemampuan ini, laptop ini menjadi pilihan ideal bagi kreator konten yang membutuhkan presisi tinggi. Untuk informasi lebih lanjut tentang inovasi terbaru Asus, Anda bisa membaca artikel kami tentang Ekosistem AI Raksasa di Computex 2026.

    Dapur Pacu untuk Era Agentic AI

    Urusan performa, laptop ini adalah kiblat workstation-gaming masa depan. Tenaga utamanya mengandalkan prosesor Intel Core Ultra 9 386H yang memiliki tiga jenis core cerdas untuk membagi beban kerja secara efisien agar tetap hemat daya. Laptop ini sangat siap menyambut era AI berkat perpaduan:

    • NPU 50 TOPS: Menangani beban kerja AI lokal secara efisien tanpa menguras tenaga CPU dan GPU.
    • GPU GeForce RTX 5090 (150W TGP): Kartu grafis kelas atas yang menyumbang performa AI hingga 1.824 TOPS.
    • Total Kinerja: Secara keseluruhan, sistem ini menghasilkan Total Platform Performance hingga 1.874 TOPS.

    Kemampuan ini sangat mumpuni untuk memproses Large Language Model (LLM), rendering video 8K secara real-time, hingga menjalankan Omni Virtual Assistant secara offline. Jika Anda tertarik dengan perangkat gaming portabel lainnya, simak ulasan kami tentang ROG Ally X20 yang baru saja dirilis.

    Desain Lipat 320° dan Pendingin Anti-Burn In

    Fleksibilitas Zephyrus Duo (GX651) diwujudkan melalui engsel trapesium kokoh yang bisa dilipat hingga sudut ekstrem 320°. Mekanisme ini menghasilkan 5 Versatile Modes: Laptop, Dual-Screen, Share, Tent, dan Book Mode. Mengetik juga makin nyaman berkat Detachable Magnetic Keyboard yang bisa dilepas-pasang dan mengisi daya secara otomatis saat menempel di bodi laptop.

    Meski punya bodi ringkas, Asus menjamin laptop ini tetap dingin. Sistem pendingin ROG Intelligent Cooling menggunakan Liquid Metal dan Vapor Chamber yang luas. Fitur paling krusialnya adalah Graphite Nano Insulated Sheet, sebuah insulasi yang mencegah suhu ekstrem merusak lapisan panel OLED yang sensitif, sehingga laptop bebas dari risiko burn-in dan performanya tetap stabil 100%.

    Harga, Ketersediaan, dan Layanan Sultan

    Sebagai produk kasta tertinggi, Asus memberikan layanan purnajual No.1 Quality and Service yang sangat komprehensif. Pembeli akan mendapatkan 2 tahun Garansi Internasional, Asus VIP Perfect Warranty (perlindungan dari kelalaian pengguna), hingga fasilitas antar-jemput unit, Laptop Spa (pembersihan berkala), dan jalur antrean prioritas di Service Center.

    ROG Zephyrus Duo (GX651) resmi dijual di Indonesia dengan harga Rp 129.799.000, dan dijual secara eksklusif dan terbatas hanya melalui Asus Online Store. Menariknya, khusus pembelian pada periode 17 – 30 Juni 2026, konsumen akan mendapatkan bundle mewah berupa koper eksklusif ROG SLASH Hard-Case Luggage Edition 20th Year Anniversary. Koper premium ini tidak dijual untuk umum dan hanya khusus untuk pemilik Zephyrus Duo (GX651).

    Bagi para profesional dan gamer hardcore yang menginginkan performa tanpa kompromi, laptop ini adalah investasi jangka panjang. Dengan spesifikasi yang melampaui kebutuhan saat ini, Zephyrus Duo 2026 siap menjadi pusat komputasi AI pribadi yang paling canggih di pasaran.

  • Robot Humanoid Tanpa Kepala, Genesis AI Rilis Eno

    Robot Humanoid Tanpa Kepala, Genesis AI Rilis Eno

    JBNews.id — Startup robotik asal Prancis, Genesis AI, memperkenalkan robot humanoid generasi baru bernama Eno yang dirancang tanpa kepala dan tanpa kaki, melainkan duduk di atas basis beroda yang dapat dilipat seperti kursi geladak. Perusahaan rintisan yang didukung oleh mantan CEO Google Eric Schmidt ini menegaskan bahwa robot humanoid tidak perlu menyerupai manusia secara fisik.

    Pendekatan desain Eno berfokus pada “kemampuan manusia” (human capability) alih-alih penampilan manusia (human appearance). Genesis AI menyatakan Eno dirancang sebagai robot serba-guna (general-purpose) yang utuh, bukan mesin yang dibangun untuk satu tugas tunggal seperti melipat cucian. Meskipun demikian, satu bagian tetap sangat mirip manusia: tangannya. Perusahaan mengklaim tangan Eno dirancang untuk “persis meniru bentuk dan fungsi tangan manusia” sehingga robot dapat menggunakan perkakas dan benda yang sudah ada untuk manusia.

    Desain Revolusioner Berbasis Roda

    Keputusan untuk menghilangkan kepala dan kaki merupakan terobosan signifikan dalam industri robotik yang selama ini cenderung meniru bentuk manusia secara keseluruhan. Basis beroda memungkinkan Eno bergerak lebih stabil dan efisien di lingkungan industri dan laboratorium. Kemampuan melipat seperti kursi geladak juga memberikan fleksibilitas penyimpanan yang tidak dimiliki robot humanoid konvensional.

    Genesis AI menekankan bahwa pendekatan ini bukan sekadar estetika, melainkan keputusan fungsional yang didasarkan pada analisis mendalam tentang tugas-tugas yang perlu dilakukan robot di dunia nyata. “Humanoid robots don’t need to look human,” demikian pernyataan perusahaan dalam unggahan di media sosial.

    Jadwal Produksi dan Target Pasar

    Genesis AI mengumumkan rencana untuk memulai produksi dan pengiriman ke pelanggan pada akhir tahun 2026. Tahap awal akan difokuskan pada sektor manufaktur, laboratorium, dan logistik. Setelah itu, perusahaan menargetkan ekspansi ke rumah sakit, hotel, dan pada akhirnya konsumen rumahan.

    Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa “wujud tambahan” (additional embodiments) dari robot ini sedang dalam pengembangan, mengindikasikan bahwa Eno hanyalah awal dari serangkaian produk robotik yang lebih luas.

    Implikasi untuk Industri Robotik

    Pendekatan Genesis AI menantang asumsi dasar dalam pengembangan robot humanoid. Selama ini, perusahaan seperti Boston Dynamics dan Tesla berfokus pada penciptaan robot yang bergerak dan berpenampilan seperti manusia. Eno membuktikan bahwa fungsionalitas lebih penting daripada bentuk.

    Keputusan untuk mempertahankan tangan yang identik dengan manusia menunjukkan bahwa interaksi dengan lingkungan buatan manusia tetap menjadi prioritas utama. Robot tetap perlu memegang gagang pintu, menggunakan obeng, atau mengoperasikan panel kontrol yang dirancang untuk tangan manusia.

    Sektor manufaktur dan logistik diproyeksikan menjadi pasar awal yang paling menjanjikan. Robot dengan basis roda lebih stabil untuk mengangkat beban berat dan bergerak di lingkungan pabrik yang luas. Kemampuan melipat juga memudahkan penyimpanan ketika tidak digunakan.

    Dukungan Investor dan Masa Depan

    Dukungan dari Eric Schmidt, mantan CEO Google yang kini aktif berinvestasi di perusahaan teknologi mutakhir, memberikan kredibilitas dan sumber daya yang signifikan bagi Genesis AI. Schmidt dikenal sebagai investor yang cermat dalam memilih startup dengan potensi disruptif tinggi.

    Industri robotik global saat ini berada dalam fase pertumbuhan pesat, dengan investasi miliaran dolar mengalir ke berbagai perusahaan rintisan. Pendekatan unik Genesis AI dengan Eno berpotensi mengubah arah pengembangan robot humanoid secara fundamental.

    Bagi para pelaku industri, kehadiran Eno menandakan bahwa masa depan robotik tidak lagi terbatas pada tiruan bentuk manusia, melainkan pada optimalisasi fungsi untuk tugas-tugas spesifik. Perusahaan yang ingin mengadopsi otomatisasi cerdas perlu mempertimbangkan opsi-opsi non-konvensional seperti Eno.

    Perkembangan ini juga relevan untuk pasar Indonesia yang tengah mendorong adopsi teknologi di sektor manufaktur. Beberapa perusahaan teknologi global telah mulai melirik Indonesia sebagai basis produksi, dan kehadiran robot seperti Eno bisa mempercepat transformasi digital di pabrik-pabrik dalam negeri.

    Informasi mengenai perkembangan terbaru di industri teknologi global dapat disimak melalui Enkripsi End-to-End yang juga menjadi perhatian para pelaku industri. Sementara itu, kabar mengenai Dua Developer RI yang bertemu Tim Cook di WWDC 2026 menunjukkan potensi sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi.

    Dengan target produksi akhir 2026, Eno akan menjadi produk robot humanoid tanpa kepala pertama yang dipasarkan secara komersial. Keberhasilannya akan menjadi tolok ukur apakah pendekatan “fungsi di atas bentuk” dapat diterima pasar atau justru menjadi niche yang terbatas.

  • Petinggi Teknologi Ramal Smartphone Bakal Tergantikan

    Petinggi Teknologi Ramal Smartphone Bakal Tergantikan

    JBNews.id — Tiga petinggi perusahaan teknologi global, yaitu CEO Snap Evan Spiegel, CEO Qualcomm Cristiano Amon, dan CEO Meta Mark Zuckerberg, secara terpisah meramalkan bahwa era kejayaan smartphone akan segera berakhir dan digantikan oleh perangkat wearable, khususnya kacamata pintar (AR glasses). Ramalan ini muncul di tengah kelelahan konsumen terhadap layar ponsel dan hadirnya teknologi komputasi baru yang lebih imersif.

    Meskipun smartphone masih menjadi perangkat utama manusia dan diperkirakan tidak akan tergantikan dalam waktu dekat, keyakinan para petinggi ini didasari oleh data dan perubahan perilaku konsumen. Mereka melihat adanya celah pasar yang siap diisi oleh perangkat yang menawarkan pengalaman hands-free dan interaksi yang lebih alami dengan dunia digital.

    Evan Spiegel, CEO Snap, menjadi yang paling vokal dengan memperkenalkan Specs, kacamata augmented reality (AR) pertama untuk masyarakat luas. Perangkat ini dibanderol dengan harga USD 2.195, atau lebih dari 15 kali lipat lebih mahal dibandingkan pendahulunya, Spectacles, yang hanya berfungsi sebagai kamera dan diluncurkan pada 2016. Spiegel yakin konsumen sudah sangat lelah menatap layar HP dan akan rela membayar mahal untuk solusi baru.

    “Hampir 20 tahun sejak peluncuran iPhone, orang-orang kini siap memandang teknologi komputasi dengan cara berbeda,” ujar Spiegel yang dikutip JBNews.id dari CNBC. Ia menambahkan bahwa Specs dirancang untuk memberikan cara baru menikmati teknologi komputasi secara bersama-sama. “Specs benar-benar menghadirkan cara menikmati teknologi komputasi secara bersama-sama melalui pengalaman berbagi di dunia nyata, yakni dengan melihat lurus ke depan melalui lensa tembus pandang, alih-alih menatap layar pekat,” jelasnya.

    Spiegel mengidentifikasi beberapa faktor yang mendorong perubahan ini, seperti nyeri leher akibat terus menunduk menatap layar ponsel dan perasaan kehilangan momen berharga sehari-hari. “Makin banyak orang mulai mempertanyakan kembali hubungan mereka dengan layar,” ungkapnya. Perangkat Specs direncanakan mulai dikirim akhir tahun 2026 di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

    Senada dengan Spiegel, CEO Qualcomm Cristiano Amon juga meyakini kacamata pintar akan menyaingi smartphone. Menurut Amon, menjamurnya agen AI dan perubahan cara kita menggunakan aplikasi akan mengubah interaksi pengguna dengan smartphone. Ia memperkirakan akan muncul kelas perangkat baru yang berpusat pada agen AI.

    “Ponsel akan berpusat di sekitar agen. Kelas perangkat yang baru juga akan berpusat pada agen. Dan agen inilah yang akan memahami niat manusia dan akan melakukan banyak hal untuk Anda, jadi ada pergeseran mengenai apa yang menjadi titik pusatnya,” jelas Amon. Ia optimistis terhadap masa depan kacamata pintar, meskipun menambahkan bahwa ponsel tidak akan hilang sepenuhnya. Saat ini, pengiriman kacamata pintar mencapai puluhan juta unit per tahun, dan Amon memprediksi dalam beberapa tahun ke depan angkanya akan mencapai ratusan juta, setara dengan pasar smartphone saat ini.

    Sementara itu, CEO Meta Mark Zuckerberg sudah lama menyuarakan prediksi serupa. Dalam visinya untuk satu dekade ke depan, perangkat wearable seperti kacamata pintar secara alami akan menggantikan HP. Perangkat ini menawarkan kebebasan lebih bagi pengguna dan mengurangi waktu menatap layar. Zuckerberg membayangkan dunia di mana kebiasaan terus-menerus menggenggam HP atau menunduk hingga leher pegal untuk scrolling akan ditinggalkan.

    “Miliaran orang mengenakan kacamata atau lensa kontak untuk mengoreksi penglihatan. Dan saya rasa kita sedang berada di momen yang mirip dengan saat ponsel pintar pertama kali muncul, di mana jelas (saat itu) hanya tinggal menunggu waktu sampai semua ponsel lipat beralih menjadi ponsel pintar,” ujar Zuckerberg. Ia menambahkan, “Sulit membayangkan dunia beberapa tahun lagi di mana sebagian besar kacamata yang dikenakan orang bukanlah kacamata AI.”

    Ketiga petinggi ini sepakat bahwa transisi menuju era pasca-smartphone tidak akan terjadi dalam semalam, namun momentumnya sudah mulai terlihat. Perubahan perilaku, kelelahan layar, dan kemajuan teknologi AR dan AI menjadi katalis utama pergeseran ini. Bagi industri teknologi di Indonesia dan global, prediksi ini menjadi sinyal untuk mulai berinvestasi pada ekosistem perangkat wearable.

    Implikasinya bagi konsumen, terutama para pengguna awal (early adopter), adalah bahwa dalam beberapa tahun ke depan mereka akan dihadapkan pada pilihan perangkat yang lebih beragam. Kacamata pintar tidak lagi sekadar aksesori, tetapi perlahan menjadi pusat komputasi baru. Namun, adopsi massal masih membutuhkan waktu, terutama karena harga yang masih sangat tinggi dan infrastruktur yang belum matang.

    Bagi para pengembang aplikasi dan pelaku bisnis, ramalan ini membuka peluang baru untuk menciptakan konten dan layanan yang dioptimalkan untuk platform AR. Agen AI yang diprediksi oleh Amon akan menjadi antarmuka utama, mengubah cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi. Ini adalah pergeseran fundamental dari model aplikasi sentuh ke model interaksi suara dan gestur.

    Meskipun demikian, Fitur Terbaru pada smartphone flagship masih akan terus menjadi primadona dalam jangka pendek. Pasar smartphone diprediksi masih akan bertahan setidaknya lima hingga sepuluh tahun ke depan, namun pertumbuhannya akan melambat seiring dengan bermunculannya alternatif baru seperti kacamata pintar.

    Para analis industri menilai bahwa pernyataan para petinggi ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan cerminan dari riset internal yang serius. Snap, Qualcomm, dan Meta sama-sama memiliki investasi besar di bidang augmented reality. Langkah mereka untuk secara terbuka memprediksi “kematian smartphone” adalah upaya untuk membentuk persepsi pasar dan mempercepat adopsi.

    Di sisi lain, konsumen mungkin masih skeptis. Kenyamanan dan fungsionalitas smartphone yang sudah mapan tidak akan mudah tergantikan. Namun, sejarah menunjukkan bahwa inovasi disruptif sering kali datang dari arah yang tidak terduga, dan para pemain besar ini sedang bertaruh bahwa kacamata pintar adalah masa depan komputasi personal.

    Kesimpulannya, era smartphone mungkin belum berakhir, tetapi babak barunya sudah mulai ditulis. Para pentolan teknologi memberikan sinyal jelas bahwa perangkat wearable, khususnya kacamata pintar yang didukung AI, adalah penerus tahta smartphone. Bagi para pelaku industri dan konsumen di Indonesia, inilah saatnya untuk mulai mempersiapkan diri menyambut era komputasi baru yang lebih imersif dan hands-free.

  • Microsoft Indonesia Tunjuk Gunawan Susanto sebagai Country GM Baru

    Microsoft Indonesia Tunjuk Gunawan Susanto sebagai Country GM Baru

    JBNews.id — Microsoft resmi menunjuk Gunawan Susanto sebagai Country General Manager baru untuk Indonesia, menggantikan Dharma Simorangkir. Penunjukan ini dilakukan di tengah fokus perusahaan memperluas adopsi kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud di Indonesia.

    Gunawan bukan nama baru di industri teknologi Indonesia. Ia memiliki pengalaman kepemimpinan lebih dari dua dekade dan sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO di AWS Indonesia serta IBM Indonesia. Dalam peran barunya, Gunawan akan memimpin bisnis dan kemitraan Microsoft di Indonesia, mencakup sektor publik, perusahaan besar, startup, hingga usaha kecil dan menengah.

    Disebutkan dalam siaran pers yang diterima Rabu (17/6/2026), Gunawan akan bertanggung jawab mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab, pengembangan talenta digital, serta pertumbuhan ekosistem teknologi yang inklusif. Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital paling berpengaruh di Asia dengan potensi besar memimpin era AI.

    Presiden Microsoft ASEAN, Mayank Wadhwa, mengatakan pengalaman lokal yang dimiliki Gunawan akan membantu berbagai organisasi di Indonesia mengubah ambisi digital menjadi dampak nyata.

    “Indonesia adalah salah satu ekonomi digital paling berpengaruh di Asia, dengan skala, talenta, dan ambisi untuk memimpin di era AI. Dengan pengalaman dan pemahaman lokal yang dimiliki Gunawan, kami akan membantu organisasi-organisasi di Indonesia mengubah ambisi tersebut menjadi dampak nyata, sekaligus memajukan komitmen kami untuk memberdayakan setiap individu dan organisasi di negara ini. Saya sangat senang menyambut Gunawan untuk memimpin babak baru Microsoft Indonesia ini,” ujar Mayank Wadhwa.

    Selama kariernya di dunia teknologi, Gunawan dikenal aktif membantu perusahaan dan organisasi di berbagai sektor memanfaatkan teknologi untuk bertransformasi dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Selain berkiprah di sektor teknologi, Gunawan juga terlibat dalam investasi layanan kesehatan melalui dana private equity dan saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Dayamitra Telekomunikasi.

    Dalam pernyataannya, Gunawan mengaku antusias bergabung dengan Microsoft Indonesia pada saat perkembangan AI semakin pesat. Ia menilai teknologi dapat menjadi kekuatan besar untuk mendorong perubahan positif dan mendukung transformasi digital nasional.

    “Komitmen Microsoft terhadap inovasi dan pemberdayaan sangat sejalan dengan keyakinan bahwa teknologi dapat menjadi kekuatan besar bagi perubahan yang positif. Saya secara khusus terinspirasi oleh potensi untuk memanfaatkan kapabilitas Microsoft dalam mendukung transformasi digital Indonesia, sekaligus memajukan misi pribadi saya untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi setiap warga Indonesia,” tuturnya.

    Penunjukan Gunawan juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Microsoft di Indonesia. Perusahaan sebelumnya mengumumkan investasi senilai USD 1,7 miliar selama empat tahun untuk pengembangan infrastruktur cloud dan AI di Indonesia. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini juga terus memperluas program pengembangan talenta digital, termasuk melalui inisiatif Microsoft Elevate yang telah menjangkau lebih dari 2 juta peserta di Indonesia.

    Langkah strategis ini menunjukkan keseriusan Microsoft dalam memperkuat posisinya di pasar Indonesia. Dengan latar belakang Gunawan yang pernah memimpin dua raksasa cloud global, AWS dan IBM, perusahaan optimistis dapat mempercepat adopsi AI di berbagai sektor. Hal ini sejalan dengan tren global di mana Microsoft terus berinvestasi besar-besaran dalam teknologi AI.

    Di sisi lain, Microsoft juga menghadapi berbagai tantangan bisnis di tingkat global. Perusahaan baru-baru ini mempertimbangkan restrukturisasi besar termasuk PHK besar-besaran di divisi tertentu. Namun, fokus utama di Indonesia tetap pada pengembangan infrastruktur digital dan kecerdasan buatan.

    Gunawan akan menghadapi tugas berat untuk mewujudkan ambisi Microsoft di Indonesia. Dengan investasi USD 1,7 miliar yang telah diumumkan, ia harus memastikan bahwa dana tersebut tepat sasaran untuk membangun pusat data, mengembangkan talenta lokal, dan mendorong adopsi AI di sektor publik dan swasta.

    Kehadiran Gunawan juga diharapkan dapat memperkuat kemitraan Microsoft dengan pemerintah Indonesia dalam program transformasi digital nasional. Pengalamannya di IBM Indonesia yang sering bekerja sama dengan instansi pemerintah menjadi modal berharga untuk menjembatani kepentingan bisnis dengan agenda nasional.

    Sektor startup dan UKM juga menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan baru ini. Microsoft ingin memastikan bahwa teknologi AI tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga dapat diakses oleh usaha kecil dan menengah. Program-program seperti Microsoft Elevate yang telah melatih lebih dari 2 juta peserta akan terus diperluas.

    Dari sisi regulasi, Microsoft juga harus memperhatikan kebijakan data dan kecerdasan buatan yang semakin ketat di Indonesia. Perusahaan sebelumnya telah membatasi akses terhadap model AI tertentu karena aturan data baru. Gunawan perlu memastikan bahwa operasional Microsoft Indonesia tetap patuh terhadap regulasi yang berlaku.

    Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri teknologi, Gunawan diyakini mampu membawa Microsoft Indonesia ke babak baru. Kombinasi antara pemahaman pasar lokal dan pengalaman global menjadi nilai tambah yang signifikan. Apalagi di saat persaingan layanan cloud dan AI semakin ketat antara Microsoft, Amazon AWS, dan Google Cloud.

    Investasi USD 1,7 miliar yang telah dikucurkan Microsoft menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar Indonesia. Gunawan harus mampu mengelola investasi tersebut secara efektif untuk membangun infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekosistem AI nasional.

    Program pengembangan talenta digital juga menjadi prioritas. Microsoft Elevate yang telah menjangkau lebih dari 2 juta peserta akan terus diperluas untuk menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi era AI. Hal ini penting mengingat kesenjangan keterampilan digital masih menjadi tantangan utama di Indonesia.

    Implikasinya bagi industri teknologi Indonesia cukup signifikan. Dengan pemimpin baru yang memiliki pengalaman di AWS dan IBM, persaingan di pasar cloud dan AI diprediksi akan semakin sengit. Perusahaan-perusahaan lokal dan startup harus bersiap menghadapi kompetisi yang lebih ketat sekaligus peluang kemitraan yang lebih besar.

    Bagi konsumen dan pengguna teknologi di Indonesia, kehadiran Gunawan berarti akses yang lebih luas terhadap layanan AI dan cloud Microsoft. Inovasi-inovasi baru seperti integrasi AI di Windows 11 dan layanan cloud Azure kemungkinan akan semakin dioptimalkan untuk pasar Indonesia.

    Gunawan juga membawa misi pribadi untuk meningkatkan akses layanan kesehatan melalui teknologi. Hal ini sejalan dengan visi Microsoft untuk memberdayakan setiap individu dan organisasi. Kolaborasi antara teknologi kesehatan dan AI bisa menjadi terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

    Dengan segala potensi dan tantangan yang ada, kepemimpinan Gunawan Susanto di Microsoft Indonesia akan menjadi salah satu perkembangan yang patut diamati dalam industri teknologi Tanah Air. Keberhasilannya dalam mengelola investasi besar, membangun talenta digital, dan mendorong adopsi AI akan menentukan posisi Indonesia dalam peta teknologi global.

    Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini juga terus memperluas program pengembangan talenta digital, termasuk melalui inisiatif Microsoft Elevate yang telah menjangkau lebih dari 2 juta peserta di Indonesia. Angka ini menunjukkan komitmen nyata Microsoft dalam membangun ekosistem digital yang inklusif di Indonesia.

    Ke depannya, Gunawan diharapkan dapat melanjutkan dan mempercepat transformasi digital yang telah dimulai pendahulunya. Dengan dukungan penuh dari Microsoft global dan tim lokal yang solid, target ambisius perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam era AI di Indonesia bukanlah hal yang mustahil.

  • Super Mario Bros Termahal Rp 53,2 Miliar, Segel 40 Tahun

    Super Mario Bros Termahal Rp 53,2 Miliar, Segel 40 Tahun

    JBNews.id – Salinan fisik Super Mario Bros. resmi menjadi game termahal sepanjang masa setelah terjual dalam lelang dengan harga fantastis USD 3 juta atau setara Rp 53,2 miliar. Kaset game Nintendo ini masih tersegel sejak diproduksi pada 1986 dan memiliki sertifikasi kelangkaan tertinggi.

    Heritage Auctions mengumumkan penjualan tersebut pada Jumat (12/6/2026) melalui situs resminya. Kaset langka ini mendapatkan sertifikasi Professional Sports Authenticator (PSA) 9,6 A+++, menjadikannya salah satu barang koleksi paling berharga di dunia video game.

    Kondisi barang yang berusia 40 tahun dan masih tersegel sempurna menjadi faktor utama di balik harga fantastis ini. Direktur konsinyasi video game Heritage, Evan Masingill, mengungkapkan bahwa game ini baru ditemukan beberapa bulan lalu di dalam paket konsol NES Control Deck yang masih baru.

    “Kisah di baliknya yang luar biasa – game ini baru ditemukan beberapa bulan lalu di dalam paket konsol NES Control Deck yang masih baru, artinya belum disentuh selama hampir 40 tahun – membuat hasilnya semakin mengesankan,” kata Masingill dikutip dari IGN, Rabu (17/6/2026).

    Penjualan sebesar Rp 53,2 miliar ini memecahkan rekor sebelumnya dengan judul serupa. Pada 2021, salinan Super Mario Bros. di Heritage Auctions terjual dengan harga USD 2 juta atau sekitar Rp 35,4 miliar. Rekor itu terjadi tak lama setelah Super Mario 64 laku USD 1,56 juta atau sekitar Rp 27,6 miliar.

    Dalam transaksi tersebut, Heritage Auctions juga menyertakan konsol NES yang masih berfungsi. Langkah ini diambil untuk berjaga-jaga jika pembeli memutuskan melakukan hal tak terduga dan benar-benar membuka kaset game langka tersebut.

    Pasar untuk game vintage yang masih tersegel telah meningkat tajam selama bertahun-tahun. Tren ini sebagian besar didorong oleh para kolektor yang tumbuh dewasa dengan perangkat keras NES dan N64, dan kini memiliki daya beli untuk mengejar artefak masa kecil mereka.

    Salinan yang diberi peringkat (graded copies) khususnya mengalami peningkatan nilai luar biasa. Detail peringkat dan varian, bukan game itu sendiri, seringkali menentukan apakah sebuah kaset bernilai ratusan atau jutaan dolar. Dalam konteks ini, Heritage Auctions sering menciptakan rekor penjualan tertinggi di platformnya.

    Fenomena ini menunjukkan bagaimana nostalgia dan kelangkaan bisa menciptakan nilai ekonomi yang luar biasa di dunia koleksi video game. Bagi para kolektor, memiliki salinan Super Mario Bros. tersegel dengan sertifikasi sempurna adalah investasi yang nilainya terus meroket.

    Bagi penggemar game dan kolektor di Indonesia, berita ini menjadi pengingat bahwa barang-barang klasik dari era 1980-an bisa memiliki nilai fantastis jika terawat dengan baik. Pasar game vintage global terus berkembang dengan minat yang semakin besar dari generasi yang tumbuh bersama Nintendo.

    Pencapaian ini juga menegaskan posisi Super Mario Bros sebagai ikon budaya pop yang tak lekang oleh waktu. Game yang dirilis pada 1985 ini tidak hanya menjadi fondasi industri video game modern, tetapi juga aset investasi yang nilainya terus bertambah seiring waktu.

    Bagi kamu yang memiliki koleksi game lawas, ada baiknya memeriksa kondisi dan kelangkaan barang yang dimiliki. Siapa tahu, di antara tumpukan kaset lama, tersimpan harta karun bernilai miliaran rupiah seperti Game Super Mario Bros yang baru saja memecahkan rekor dunia.

    Para analis pasar memperkirakan tren kenaikan harga game vintage akan berlanjut seiring semakin langkanya barang-barang bersertifikasi tinggi. Kolektor dengan kantong tebal terus bersaing untuk mendapatkan artefak langka yang masih dalam kondisi tersegel pabrik.

    Fenomena ini juga berdampak pada pasar game bekas secara umum. Harga game-game klasik Nintendo, termasuk judul-judul populer lainnya, ikut terdongkrak. Bahkan game yang tidak tersegel pun mengalami kenaikan nilai jika masih dalam kondisi baik dan lengkap dengan kemasan aslinya.

    Bagi industri game, rekor ini menjadi bukti bahwa warisan digital memiliki nilai yang nyata. Nintendo sebagai pemilik hak cipta Super Mario Bros tentu diuntungkan dengan semakin tingginya apresiasi terhadap produk-produk lawas mereka.

    Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua game lawas memiliki nilai setinggi itu. Faktor kelangkaan, kondisi, sertifikasi, dan permintaan pasar menjadi penentu utama. Salinan Super Mario Bros dengan sertifikasi PSA 9,6 A+++ dan tersegel sejak 1986 adalah kombinasi yang sangat langka.

    Ke depannya, para kolektor dan investor akan terus memantau pergerakan pasar game vintage. Dengan rekor baru ini, ekspektasi terhadap lelang-lelang berikutnya semakin tinggi. Siapa yang akan memecahkan rekor Super Mario Bros berikutnya? Waktu yang akan menjawab.

    Sementara itu, bagi masyarakat umum, berita ini menjadi pengingat bahwa barang-barang lama yang dianggap biasa bisa berubah menjadi harta karun. Yang diperlukan hanyalah kesabaran, perawatan yang baik, dan sedikit keberuntungan.

  • FBI Resmikan Cyber Range untuk Simulasi Serangan Siber

    FBI Resmikan Cyber Range untuk Simulasi Serangan Siber

    JBNews.id — Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) resmi mengoperasikan fasilitas simulasi serangan siber terbaru di Huntsville, Alabama. Cyber Range seluas 22.000 kaki persegi atau sekitar 2.043 meter persegi ini dirancang sebagai replika kota lengkap dengan infrastruktur digital untuk melatih agen menghadapi kejahatan digital modern.

    Fasilitas yang sudah beroperasi sejak tahun lalu itu baru dirilis video resminya ke publik minggu ini. Dalam video tersebut, FBI memperlihatkan bagaimana kota tiruan ini dibangun dengan skala masif dan detail realistis. Konsepnya mirip dengan Hogan’s Alley—kota tiruan ikonik milik FBI yang biasa digunakan untuk latihan baku tembak—namun kali ini difokuskan pada pertempuran di ranah siber.

    Replika kota ini tidak hanya berupa bangunan kosong. FBI melengkapi area seluas dua lapangan basket tersebut dengan berbagai fasilitas fisik yang saling terhubung secara digital. Mulai dari minimarket, stasiun pengisian bahan bakar, rumah sakit, hingga deretan rumah warga yang diisi perabotan lengkap. Semua bangunan tersebut terintegrasi dalam satu sistem jaringan layaknya kota sungguhan.

    Kinetic Cyber Range

    Pusat Data untuk Dieksploitasi

    Di dalam Cyber Range, FBI membangun sebuah data center mini yang ditenagai oleh lebih dari 200 server. Server-server inilah yang menjadi sasaran utama pelatihan. Para agen dan peneliti secara sengaja meretas, menginfeksi dengan malware, dan mempelajari pola serangan dari infrastruktur tersebut.

    Yang membedakan fasilitas ini dari laboratorium keamanan siber biasa adalah sistem isolasinya. Semua jaringan di dalam kota tiruan sepenuhnya terputus atau air-gapped dari internet dunia luar. Hal ini memastikan tidak ada kode jahat atau malware yang bisa lolos dari arena pelatihan dan menginfeksi ruang publik.

    Pendekatan ini menjadi krusial mengingat semakin kompleksnya ancaman siber global. Seperti yang dilaporkan detikINET mengutip The Verge, Rabu (17/6/2026), fokus utama pelatihan adalah pada forensik digital dan perlindungan infrastruktur kritis.

    Fokus pada Forensik dan Infrastruktur Kritis

    Melalui Cyber Range, para agen dilatih secara intensif melakukan investigasi forensik digital pada berbagai lapisan perangkat. Beberapa skenario pelatihan mencakup sistem hiburan di dalam mobil, jaringan komputer dan basis data pasien di rumah sakit, serta sistem keamanan perusahaan.

    Para peserta juga dapat memantau secara langsung efek domino dari sebuah serangan siber tingkat tinggi. Misalnya, bagaimana dampaknya jika peretas melumpuhkan jaringan listrik kota (power grids) atau menyusup melalui jaringan Wi-Fi rumah tangga. Kemampuan memahami cascading effect ini menjadi bekal penting bagi agen dalam menghadapi ancaman nyata.

    Inisiatif FBI ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah Amerika Serikat dalam mempersiapkan sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Dengan kota tiruan yang bisa “dihancurkan” berulang kali, para agen mendapatkan pengalaman praktis tanpa risiko terhadap infrastruktur dunia nyata.

    Bagi Indonesia, langkah FBI ini bisa menjadi referensi penting. Mengingat Palantir Gugat Wali Kota London soal kontrak polisi, isu keamanan data dan pengawasan digital semakin relevan di berbagai negara. Demikian pula dengan Enclayve: Kotak Privasi untuk media sosial tanpa data tracking yang menjadi alternatif menarik di tengah maraknya pelanggaran data.

    Implikasi untuk Masa Depan Keamanan Siber

    Keberadaan Cyber Range FBI menandai perubahan paradigma dalam pelatihan keamanan siber. Tidak lagi cukup hanya dengan simulasi berbasis perangkat lunak. Ancaman siber modern yang menargetkan infrastruktur fisik membutuhkan respons yang juga bersifat fisik.

    Dengan kemampuan menciptakan skenario serangan terhadap rumah sakit, pembangkit listrik, dan sistem transportasi dalam lingkungan yang terkendali, FBI memastikan para agennya siap menghadapi ancaman paling kompleks sekalipun. Data center dengan 200 server yang sengaja dieksploitasi menjadi laboratorium hidup untuk memahami pola dan teknik peretas.

    Bagi para profesional keamanan siber di Indonesia, fasilitas ini memberikan gambaran tentang standar pelatihan global. Ke depannya, kolaborasi internasional dan pertukaran pengetahuan akan semakin penting untuk menghadapi ancaman siber yang tidak mengenal batas negara.

    FBI telah membuktikan bahwa investasi pada fasilitas pelatihan realistis adalah langkah strategis. Kota tiruan di Huntsville bukan sekadar replika—ini adalah medan pertempuran masa depan di mana pertahanan siber diuji sebelum diterapkan di dunia nyata.

  • Fitur AI Windows 11 Kini Bisa Diproses GPU RTX

    Fitur AI Windows 11 Kini Bisa Diproses GPU RTX

    JBNews.id — Microsoft melunakkan aturan ketat ekosistem Copilot+ PC. Kini, komputer Windows 11 tanpa Neural Processing Unit (NPU) dapat menjalankan komputasi AI secara lokal jika didukung GPU Nvidia seri RTX 30 atau lebih baru dengan VRAM minimal 6GB.

    Kebijakan ini diumumkan melalui dokumentasi pembaruan dan unggahan di GitHub, sebagaimana dikutip dari Techspot, Rabu (17/6/2026). Langkah ini menjadi sinyal bahwa Microsoft mulai memikirkan ulang strategi yang sebelumnya mengikat fitur AI pada branding Copilot+.

    Sejak inisiatif Copilot+ PC diluncurkan pada 18 Juni 2024, pesannya sangat jelas: perangkat keras AI khusus adalah syarat mutlak. Komputer-komputer ini didefinisikan oleh kewajiban memiliki NPU, dipadukan dengan spesifikasi dasar minimal RAM 16GB dan penyimpanan SSD. NPU diposisikan sebagai ‘kunci emas’ untuk membuka fitur AI lokal di Windows.

    Faktanya, NPU bukanlah satu-satunya chip yang mampu menangani beban kerja AI. GPU modern, khususnya yang ada di PC gaming dan kreator, dirancang untuk pemrosesan paralel berat dan sudah lama digunakan untuk menjalankan model machine learning. Bahkan secara performa mentah, GPU sering kali lebih tangguh daripada NPU saat ini, meskipun mengonsumsi daya yang jauh lebih besar.

    Sebelumnya, Microsoft mengunci fitur-fitur ini, membuat banyak PC tangguh berbasis GPU tidak bisa mengakses fitur generasi teks, gambar, hingga alat seperti Windows Recall.

    Hadir Melalui ‘Phi Silica’ untuk Pengembang

    Dalam dokumentasi pembaruan dan postingan di GitHub, Microsoft mengonfirmasi bahwa pengembang kini dapat menjalankan API Model Bahasa pada PC non-Copilot+ menggunakan GPU yang didukung. “API Model Bahasa pada GPU [Eksperimental]. API Model Bahasa kini berjalan di PC non-Copilot+ yang dilengkapi dengan GPU yang didukung, menghadirkan kemampuan model bahasa lokal ke jangkauan perangkat Windows 11 yang lebih luas,” tulis keterangan resmi Microsoft.

    Saat ini, kapabilitas tersebut masih disembunyikan di lapisan pengembang, bukan diberikan langsung ke pengguna umum. Otak di balik fitur ini adalah model AI berukuran kecil yang disebut Phi Silica. Alih-alih diinstal bawaan pabrik, model ini dapat diunduh melalui Windows Update hanya ketika ada aplikasi yang membutuhkannya. Setelah terinstal, model akan berjalan secara lokal menggunakan tenaga GPU.

    Perubahan ini membuka peluang bagi lebih banyak perangkat untuk memanfaatkan kecerdasan buatan, mirip dengan ekosistem yang mulai terbuka di platform lain. Sebagai contoh, Android 17 Resmi juga menghadirkan fitur baru untuk perangkat Pixel yang memperluas akses pengguna terhadap teknologi terkini.

    Fokus pada Pengolahan Teks dan Privasi

    Untuk tahap awal ini, fitur API yang dibuka berfokus pada tugas-tugas berbasis teks melalui Windows.AI.Text APIs. Aplikasi pihak ketiga kini bisa memanfaatkan kemampuan AI lokal untuk: merangkum konten panjang, menulis ulang teks, mengonversi teks ke dalam format terstruktur, dan menghasilkan prompt pintar.

    Karena berjalan secara lokal di perangkat, ada keuntungan praktis yang didapat: respons yang lebih cepat karena tidak bergantung pada koneksi internet (cloud), serta jaminan privasi karena data pengguna tidak dikirim ke server eksternal.

    Keunggulan privasi ini menjadi nilai tambah signifikan di tengah kekhawatiran pengguna terhadap keamanan data. Tren serupa juga terlihat pada platform lain seperti iOS 27 Hadirkan fitur Ask to Browse yang mengutamakan keamanan anak.

    Fitur Utama Tetap Eksklusif

    Meski ekosistemnya mulai terbuka, peluncuran ini masih berstatus parsial. Fitur-fitur andalan visual dari Copilot+, seperti Windows Recall dan Click to Do, masih dikunci eksklusif untuk sistem yang memiliki NPU. Dukungan GPU saat ini murni dibatasi pada lapisan API model bahasa.

    Terlepas dari batasan tersebut, trennya sudah mulai terlihat jelas. Microsoft tidak lagi memperlakukan NPU sebagai satu-satunya jalan menuju AI lokal di Windows. Dengan membiarkan GPU mengambil alih sebagian beban kerja ini, ekosistem AI Windows akan menjadi jauh lebih luas dan menghapus kesan eksklusif yang selama ini melekat pada Copilot+ PC.

    Implikasinya bagi pengguna: jika Anda memiliki PC gaming atau workstation dengan GPU RTX 30 series ke atas, perangkat Anda kini bisa menjalankan model AI lokal tanpa perlu membeli laptop baru bersertifikasi Copilot+. Ini adalah kabar baik bagi kreator konten dan pengembang yang membutuhkan akses AI tanpa mengorbankan privasi data. Di sisi lain, platform seperti YouTube Aktifkan fitur pesan pribadi menunjukkan bagaimana platform digital terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

    Nvidia RTX 50 series

    Ke depannya, pengguna bisa berharap lebih banyak fitur AI Windows 11 yang dapat diakses tanpa NPU, seiring dengan perkembangan driver GPU dan optimasi dari Microsoft. Perubahan ini menandai era baru komputasi AI yang lebih inklusif di ekosistem Windows.

  • DANA Luncurkan Posko Bantuan Keliling, Lapor Kendala via Live Streaming

    DANA Luncurkan Posko Bantuan Keliling, Lapor Kendala via Live Streaming

    JBNews.id — DANA meluncurkan Posko Bantuan Keliling sebagai layanan prioritas yang memungkinkan pengguna melaporkan kendala transaksi digital secara langsung, baik melalui sesi live streaming maupun kunjungan tatap muka di berbagai kota di Indonesia. Layanan ini hadir untuk menjawab kebutuhan akses bantuan yang cepat dan mudah di tengah meningkatnya penggunaan dompet digital.

    Posko Bantuan Keliling merupakan inovasi layanan pelanggan dari DANA yang dirancang untuk memberikan pendampingan langsung kepada pengguna. Melalui layanan ini, pengguna dapat berkonsultasi mengenai berbagai kendala akun maupun transaksi, mulai dari transaksi yang tertunda, saldo yang belum masuk, hingga masalah akses akun. Selain itu, posko ini juga menjadi sarana edukasi mengenai keamanan transaksi digital, termasuk mengenali modus penipuan dan menjaga kerahasiaan data pribadi.

    Dua Cara Akses: Online dan Offline

    Menariknya, layanan ini dapat diakses baik secara offline maupun online. Untuk layanan online, Posko Bantuan Keliling hadir melalui sesi Live Streaming di aplikasi DANA, Instagram DANA Indonesia, dan TikTok DANA Indonesia setiap hari Rabu pukul 15.00-16.00 WIB. Melalui sesi live streaming tersebut, pengguna dapat menyampaikan laporan kendala yang sedang dihadapi.

    Berikut langkah-langkah melaporkan kendala melalui live streaming:

    1. Pastikan sudah memiliki nomor tiket aduan. Jika belum, pengguna dapat membuat laporan terlebih dahulu melalui DIANA.
    2. Tonton live streaming Posko Bantuan Keliling di TikTok, Instagram, atau aplikasi DANA.
    3. Klik tautan, scan QR Code, atau akses bit.ly yang dibagikan selama live streaming berlangsung.
    4. Masukkan nomor tiket aduan yang dimiliki.
    5. Tim DANA akan melakukan pengecekan dan memberikan informasi lanjutan melalui DIANA.

    Selain secara online, pengguna juga dapat mengunjungi Posko Bantuan Keliling secara langsung saat hadir di berbagai daerah, setiap Senin – Jumat jam 09.00 – 15.00.

    Jadwal Kunjungan ke Berbagai Kota

    Posko Bantuan Keliling akan mengunjungi puluhan kota di Indonesia sepanjang 2026 hingga awal 2027. Berikut jadwal lengkapnya:

    Mei-Juni 2026: Tasikmalaya, Cirebon, Musi Banyuasin, Jember, Palu, Batam, Pontianak.

    Juli-Agustus 2026: Garut, Indramayu, Palembang, Surabaya, Gowa, Medan, Ketapang.

    September-Oktober 2026: Subang, Sumedang, Lampung, Semarang, Banyuwangi, Padang, Kotawaringin Timur.

    November-Desember 2026: Bekasi, Karawang, Lebak, Sleman, Denpasar, Pekanbaru, Banjarmasin.

    Januari-Februari 2027: Bogor, Sukabumi, Serang, Banyumas, Lombok Timur, Jambi, Samarinda.

    Seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital, akses terhadap layanan bantuan yang mudah dijangkau menjadi semakin penting. Kehadiran Posko Bantuan Keliling di berbagai daerah diharapkan dapat membantu pengguna memperoleh solusi lebih cepat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital.

    Butuh bantuan terkait akun atau transaksi DANA? Manfaatkan layanan Posko Bantuan Keliling DANA secara online melalui live streaming maupun secara langsung saat hadir di kotamu. Pantau informasi jadwal terbarunya melalui aplikasi DANA serta akun resmi Instagram dan TikTok @dana.id.

    Dengan layanan ini, DANA menunjukkan komitmennya dalam memberikan Laporan KPMG yang valid dan terpercaya kepada pengguna. Ke depannya, inovasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mempermudah akses layanan pelanggan di sektor keuangan digital.

    Bagi pengguna yang ingin melaporkan kendala, pastikan untuk selalu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat. Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan ini, terutama jika mengalami kendala transaksi yang memerlukan bantuan langsung dari tim DANA.

  • Zuckerberg Investasi Rp 248 Triliun untuk AI Meta, Hasil Belum Ada

    Zuckerberg Investasi Rp 248 Triliun untuk AI Meta, Hasil Belum Ada

    JBNews.id, JAKARTA — Mark Zuckerberg menggelontorkan dana sebesar USD 14 miliar atau setara Rp 248 triliun untuk merekrut pakar AI Alexandr Wang setahun lalu, namun hingga kini hasil finansial dari investasi tersebut belum terlihat. Langkah nekat ini diambil CEO Meta untuk mengejar ketertinggalan di industri kecerdasan buatan yang dikuasai oleh OpenAI, Anthropic, dan Google.

    Investasi besar-besaran itu ditujukan kepada Scale AI, startup AI yang didirikan oleh Wang. Pria berusia 29 tahun yang dijuluki “bocah ajaib” itu kini memimpin Meta Superintelligence Labs. Beberapa engineer dari Scale AI juga turut bergabung dengan Meta untuk memperkuat divisi AI perusahaan.

    Satu-satunya pencapaian signifikan Wang sejauh ini adalah peluncuran model AI Muse Spark pada April 2026. Produk ini berhasil mengembalikan reputasi Meta di ranah AI, meskipun perusahaan masih tertinggal jauh dari para pesaingnya. Namun dari sisi bisnis, monetisasi model tersebut belum membuahkan hasil.

    “Meta perlu memberi lebih banyak bukti nyata terkait adopsi maupun komersialisasi. Investor menantikan Meta memonetisasi produk baru yang mengutamakan AI, di luar dampak positif substansial yang diberikan AI dalam menyempurnakan model periklanan,” ujar Ralph Schackart, analis di William Blair, seperti dikutip dari CNBC.

    Reaksi Wall Street pun tidak menggembirakan. Saham Meta tercatat anjlok 18 persen dalam 12 bulan terakhir. Penurunan ini terjadi meskipun Meta melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 33 persen pada kuartal pertama tahun ini. Investor tampaknya belum yakin dengan strategi AI yang dijalankan Zuckerberg.

    Kegagalan Llama dan Jalan Terjal Meta

    Meta awalnya terjun ke ranah AI dengan model Llama yang mengusung pendekatan open source. Strategi ini memungkinkan pengembang mengakses dan memodifikasi model secara gratis, berbeda dengan kompetitor yang memungut biaya. Namun pendekatan tersebut ternyata menjadi blunder besar.

    Pada April 2025, peluncuran Llama 4 gagal total. Model tersebut tidak mampu memikat pengembang, memaksa Zuckerberg mempertimbangkan kembali strategi AI Meta. Dua bulan kemudian, ia mengambil keputusan drastis dengan menginvestasikan dana besar untuk Scale AI dan mendatangkan Wang.

    Wang kemudian meluncurkan Muse Spark pada April 2026. Model ini dirancang agar mudah diintegrasikan ke aplikasi Meta seperti Facebook dan Instagram, serta perangkat AI seperti kacamata Ray-Ban Meta. Meskipun demikian, jalan menuju kesuksesan masih panjang.

    “Saya rasa komunitas AI sebagian besar mengabaikan Meta pada titik ini,” ujar Rob May, CEO startup Neurometric. Pernyataan ini mencerminkan skeptisisme industri terhadap kemampuan Meta bersaing di tengah dominasi pemain besar lainnya.

    Andrew Moore, CEO startup korporat Lovelace dan mantan kepala AI Google Cloud, menilai belum terlambat bagi Meta untuk menemukan jalurnya. Namun perusahaan harus menunjukkan keunggulan di suatu area tertentu, entah itu dari sisi biaya atau nuansa teknis yang penting bagi para pengembang.

    Masalah Internal dan Tekanan Baru

    Selain tantangan eksternal, Meta juga menghadapi masalah internal yang serius. Perusahaan baru saja memecat sekitar 8.000 pekerja. Kondisi ini memicu kemerosotan moral kerja di kalangan karyawan, termasuk di divisi AI. Bahkan, karyawan Meta menyebut divisi AI seperti kamp kerja paksa atau gulag.

    Terdapat pula ketegangan di jajaran petinggi organisasi AI Meta. Wang bersama mantan CEO GitHub Nat Friedman, yang juga bergabung dengan Meta, menghadapi tekanan besar untuk menunjukkan hasil. Meskipun perilisan Muse Spark dinilai tinggi secara internal, ekspektasi investor dan publik masih sangat besar.

    Dalam podcast pada Mei 2026, Wang menepis isu konflik internal. Ia menyebut Muse Spark sebagai “makanan pembuka” untuk apa yang akan datang, dan menjanjikan model-model yang lebih kuat di masa depan. Namun pernyataan ini belum cukup meyakinkan pasar yang haus akan hasil nyata.

    CEO Mark Zuckerberg kini berada dalam posisi sulit. Ia harus membuktikan bahwa investasi fantastis untuk Wang dan Scale AI bukanlah keputusan yang sia-sia. Tugas utamanya adalah menunjukkan kemampuan Meta dalam menarik pengguna berbayar untuk produk AI-nya.

    Jika berhasil, Meta bisa kembali menjadi pemain utama di industri AI. Namun jika gagal, kerugian Rp 248 triliun akan menjadi salah satu investasi paling mahal dalam sejarah teknologi global. Industri dan investor kini menanti langkah selanjutnya dari Zuckerberg dan timnya.

    Untuk pembaca yang ingin memahami lebih dalam tentang dinamika industri teknologi, simak juga artikel tentang kacamata AR Specs dari Snap yang dirilis untuk publik dengan harga Rp 35 juta, serta wacana Indonesia sebagai penguasa AI yang disuarakan oleh Gibran Rakabuming Raka.

    Implikasi dari situasi ini bagi industri teknologi global sangat jelas: bahkan perusahaan sekelas Meta pun tidak kebal terhadap kegagalan strategi. Investasi sebesar apapun tidak menjamin kesuksesan jika tidak diimbangi dengan eksekusi yang tepat dan produk yang mampu memikat pasar.