Tukang Las SpaceX Kini Miliarder Usai IPO

Roket Starship SpaceX bersiap diluncurkan di Boca Chica, Texas, dengan latar belakang bulan purnama

JBNews.id — Juan Hernandez, seorang tukang las yang pernah bekerja di SpaceX selama satu dekade, mendadak menjadi miliarder setelah perusahaan roket milik Elon Musk resmi melantai di bursa saham. Debut perdana saham SpaceX di Nasdaq pada Jumat lalu mengubah hidup ribuan karyawannya, termasuk Hernandez yang kini memegang saham senilai lebih dari Rp18 miliar.

SpaceX memulai perdagangan sahamnya di Nasdaq pada Jumat (12/6/2026) dengan simbol ticker SPCX. Harga saham perusahaan antariksa itu ditutup di angka USD 160,95 per lembar pada hari pertama. Dengan kepemilikan sekitar 6.500 saham, nilai investasi yang dimiliki Hernandez mencapai USD 1.046.175 atau setara dengan Rp18,5 miliar.

Hernandez bergabung dengan SpaceX pada 2015 setelah direkomendasikan oleh seorang teman yang juga bekerja sebagai tukang las di sana. Saat itu, ia mengaku tidak pernah mendengar tentang perusahaan tersebut. SpaceX menawarinya saham senilai USD 10.000 sebagai bagian dari paket kompensasi karyawan.

“Itu bukan sesuatu yang besar. Saat itu saya tidak tahu apa-apa soal itu. Saya tidak tahu akan menjadi sebesar ini sekarang,” ujar Hernandez, seperti dikutip dari CBS, Selasa (16/6/2026).

Selama 10 tahun bekerja di SpaceX, Hernandez bertugas sebagai tukang las yang menyiapkan roket untuk lepas landas. Ia membangun struktur yang membawa roket ke landasan peluncuran serta infrastruktur pendukung lainnya. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya ia menjadi supervisor.

Hernandez menuturkan bahwa kebijakan SpaceX yang menawarkan saham kepada karyawan memberikan dampak positif. Para pekerja merasa memiliki peran yang lebih besar dalam perusahaan dan termotivasi untuk bekerja lebih baik.

“Mereka juga akan bekerja lebih baik karena, maksud saya, ini perusahaan mereka juga,” ucap Hernandez.

SpaceXs next-generation Starship spacecraft atop its powerful Super Heavy rocket is prepared for launch as the moon rises over the companys Boca Chica launchpad, in Brownsville, Texas, U.S., November 16, 2024. REUTERS/Joe Skipper

Saat ini, Hernandez bekerja di Blue Origin, startup roket milik Jeff Bezos. Meski telah menjadi miliarder dadakan, ia mengaku tidak akan berubah. Sebagai seorang imigran di Amerika Serikat, Hernandez bertekad terus bekerja keras dan mewariskan pengalamannya kepada anak-anaknya.

Ia kini mengajari tiga orang anaknya, termasuk putrinya yang berusia 16 tahun, untuk berinvestasi. Sang putri sudah memegang saham Meta dan sejumlah perusahaan lainnya. Hernandez ingin keluarganya memahami pentingnya investasi berdasarkan apa yang ia pelajari sebagai pemilik saham SpaceX.

IPO SpaceX tidak hanya mengubah hidup Hernandez. Peristiwa ini juga menjadikan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Ribuan pegawai biasa SpaceX lainnya juga mendadak tajir berkat kepemilikan saham perusahaan.

Jika diberi kesempatan berbicara langsung dengan Musk, Hernandez mengatakan ia akan berterima kasih. “Ia membantu orang-orang seperti kita, misalnya juru masak atau tukang listrik. Ia membuat kehidupan semua orang ini menjadi lebih baik dan berarti bagi keluarga mereka juga,” pungkasnya.

Kisah Hernandez menjadi bukti nyata bagaimana program kepemilikan saham karyawan dapat menciptakan perubahan finansial yang dramatis. Dalam konteks yang lebih luas, fenomena ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi terkini yang mengubah lanskap industri secara fundamental.

Bagi para pekerja di sektor teknologi, kisah ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya memahami nilai kompensasi non-tunai. Saham perusahaan rintisan yang kemudian melantai di bursa bisa menjadi sumber kekayaan yang tak terduga, sebagaimana dialami oleh Hernandez dan ribuan karyawan SpaceX lainnya.

Ke depan, kesuksesan IPO SpaceX diprediksi akan mendorong lebih banyak perusahaan teknologi untuk memberikan skema kompensasi serupa kepada karyawannya. Hal ini bisa menjadi tren baru dalam industri teknologi global yang semakin kompetitif dalam merebut talenta terbaik.