Author: Hamzah Nurhamzah

  • Peringkat Internet Indonesia Anjlok, Tertinggal dari Tetangga

    Peringkat Internet Indonesia Anjlok, Tertinggal dari Tetangga

    JBNews.id — Kecepatan internet mobile dan fixed broadband Indonesia mengalami penurunan signifikan pada Mei 2026, membuat peringkat Indonesia anjlok di kancah global. Berdasarkan laporan Speedtest Global Index yang dirilis Ookla, posisi Indonesia tertinggal jauh dari negara tetangga di Asia Tenggara.

    Data terbaru yang dirilis pada Sabtu (20/6/2026) menunjukkan bahwa kecepatan internet mobile Indonesia hanya mencapai 62,54 Mbps. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan 74 dari 101 negara di dunia, turun empat peringkat dibandingkan posisi pada April 2026.

    Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya unggul dari Filipina (59,31 Mbps) dan Laos (42,85 Mbps). Negara tetangga seperti Brunei, Vietnam, dan Singapura berada jauh di atas dengan kecepatan masing-masing 254,20 Mbps, 210,85 Mbps, dan 183,40 Mbps.

    Penurunan peringkat ini menjadi perhatian serius mengingat kebutuhan konektivitas digital yang terus meningkat. Dalam konteks yang lebih luas, kondisi ini juga berdampak pada daya saing digital Indonesia di tengah pertumbuhan layanan digital yang pesat.

    Peringkat Fixed Broadboard Semakin Terpuruk

    Kondisi lebih buruk terjadi pada kategori fixed broadband. Kecepatan internet tetap Indonesia tercatat hanya 47,10 Mbps, turun peringkat dari posisi 114 menjadi urutan 117 dari 149 negara di dunia.

    Peringkat Indonesia di Asia Tenggara untuk kategori ini hanya unggul dari Myanmar (30,30 Mbps). Sementara itu, Filipina dan Laos yang sebelumnya berada di bawah Indonesia untuk kategori mobile internet, justru melesat di atas Indonesia untuk kecepatan fixed broadband.

    Berikut peringkat fixed broadband Indonesia di Asia Tenggara pada Mei 2026:

    • Singapura 440,49 Mbps (peringkat 2)
    • Vietnam 291,82 Mbps (peringkat 12)
    • Thailand 286,11 Mbps (peringkat 14)
    • Malaysia 172,30 Mbps (peringkat 47)
    • Filipina 112,84 Mbps (peringkat 67)
    • Brunei 90,81 Mbps (peringkat 86)
    • Laos 56,20 Mbps (peringkat 106)
    • Kamboja 54,60 Mbps (peringkat 107)
    • Indonesia 47,10 Mbps (peringkat 117)
    • Myanmar 30,30 Mbps (peringkat 133)

    Kesenjangan yang lebar antara Indonesia dan negara tetangga menunjukkan adanya tantangan struktural dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional.

    Perbandingan Kecepatan Internet Mobile di Asia Tenggara

    Untuk kategori mobile internet, peta persaingan di Asia Tenggara juga menunjukkan dominasi negara tetangga. Berikut peringkat mobile internet Indonesia di Asia Tenggara:

    • Brunei 254,20 Mbps (peringkat 6)
    • Vietnam 210,85 Mbps (peringkat 9)
    • Singapura 183,40 Mbps (peringkat 15)
    • Malaysia 154,37 Mbps (peringkat 24)
    • Thailand 137,28 Mbps (peringkat 35)
    • Kamboja 98,63 Mbps (peringkat 50)
    • Indonesia 62,54 Mbps (peringkat 74)
    • Filipina 59,31 Mbps (peringkat 79)
    • Laos 42,85 Mbps (peringkat 89)

    Data ini menunjukkan bahwa kecepatan internet mobile Indonesia masih jauh di bawah rata-rata global. Secara global, kecepatan internet mobile untuk download mencapai 113,16 Mbps, upload 15,07 Mbps, dan latensi 23 ms.

    Sementara itu, kecepatan internet fixed broadband global untuk download mencapai 125,47 Mbps, upload 62,91 Mbps, dan latensi 8 ms. Artinya, kecepatan fixed broadband Indonesia hanya sekitar sepertiga dari rata-rata global.

    Dampak bagi Pengguna dan Industri

    Penurunan peringkat ini memiliki implikasi langsung bagi pengguna internet di Indonesia. Koneksi yang lambat dapat menghambat produktivitas, terutama bagi pekerja jarak jauh dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada konektivitas digital.

    Dari sisi industri, kondisi ini bisa menjadi sinyal bagi para pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Beberapa proyek seperti kabel laut dan perluasan jaringan fiber optik masih terus berjalan, namun hasilnya belum terlihat dalam peningkatan peringkat global.

    Meskipun demikian, masih ada peluang perbaikan. Dengan investasi yang tepat dan kebijakan yang mendukung, Indonesia berpotensi mengejar ketertinggalan dari negara tetangga seperti yang dicapai oleh beberapa negara lain dalam lompatan peringkat di sektor teknologi.

    Bagi pengguna, kondisi ini berarti harus lebih sabar dalam menunggu pemerataan kualitas koneksi internet, terutama di daerah-daerah yang masih terbatas infrastrukturnya.

    Penurunan peringkat kecepatan internet Indonesia dalam Speedtest Global Index Mei 2026 menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mewujudkan konektivitas digital yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.

  • Garnet Ditemukan di Meteorit Mars, Ilmuwan Terkejut

    Garnet Ditemukan di Meteorit Mars, Ilmuwan Terkejut

    JBNews.id — Membelah bongkahan meteorit dari Mars yang jatuh ke Bumi mengungkap harta karun tak terduga. Tersembunyi dalam pecahan batu tersebut, ilmuwan menemukan beberapa butir garnet, mineral yang belum pernah ditemukan dalam sampel batuan Mars sebelumnya.

    Temuan sekecil debu ini memunculkan pertanyaan besar. Di Bumi, garnet umumnya terbentuk di bawah kondisi yang melibatkan panas ekstrem, tekanan tinggi, atau alterasi kimia. Namun, serangkaian kondisi untuk pembentukan garnet belum pernah teridentifikasi di Mars.

    Karenanya, meteorit yang kini tersimpan dalam koleksi Royal Ontario Museum ini menyimpan misteri. Apakah garnet di dalamnya benar-benar terbentuk di Mars? Jika iya, proses apa yang menghasilkannya dan kapan? Jika tidak terbentuk di sana, dari mana mineral ini berasal dan bagaimana bisa sampai ke Mars?

    “Batuan mengandung garnet ini dapat memberi petunjuk bagaimana Mars berevolusi sepanjang sejarahnya. Temuan ini juga menawarkan wawasan baru terkait lingkungan purba yang mungkin telah membentuk garnet beserta mineral terkait lain,” sebut Tanya Kizovski, ahli geologi planet Brock University yang dikutip detikINET dari Science Alert.

    Wujud Garnet yang Berbeda

    Garnet dikenal berona merah darah pekat. Namun garnet versi Mars ini tak seperti itu. Seperti banyak mineral lain, wujud garnet tak selalu sama. Salah satu varian garnet kaya besi yang dikenal sebagai andradit sering warnanya kuning kehijauan. Warna ini sangat mirip dengan mineral lain yang kerap ditemukan dalam meteorit, sehingga tak terlalu mencolok.

    Peneliti hampir saja melewatkan penemuan berharga mereka. “Awalnya, kami mengiranya mineral bernama piroksen (pyroxene) yang memang sangat umum ditemukan, tetapi kemudian kami memutuskan untuk menelitinya lebih lanjut,” sebut Tanya. Analisis lanjutan tersebut mengonfirmasi mineral itu adalah andradit. Hanya beberapa butir kecil ditemukan dalam sebuah pecahan batuan mungil berukuran sekitar 0,8 x 0,5 milimeter.

    Meteorit bernama NWA 8171 ini sebenarnya lama disorot. Ia terdiri dari breksi basaltik, batuan yang terbentuk ketika magma mendingin dan mengeras di sekitar gumpalan mineral-mineral lain. NWA 8171 menyimpan banyak petunjuk geologi Mars, mulai aliran magma purba hingga informasi yang mungkin tersembunyi di dalam butiran-butiran mineral tersebut.

    Inilah yang membuat penemuan garnet di NWA 8171 sangat menarik karena mineral ini “pendongeng” luar biasa. Garnet mampu mengawetkan catatan proses-proses geologis masa lalu, merekam potret unik kondisi suhu dan tekanan saat ia terbentuk. Mineral ini juga dapat digunakan untuk menentukan kerangka waktu dari kondisi tersebut dan sering kali mengandung jejak mineral lain yang dapat mengungkap susunan kimiawi dari lingkungan pembentukannya.

    Saat ini, peneliti belum mengetahui seperti apa rupa lingkungan pembentukan tersebut. “Garnet adalah contoh klasik mineral yang sering ditemukan pada batuan metamorf di Bumi. Proses metamorfisme mengubah batuan beku atau sedimen jadi bentuk baru melalui paparan panas ekstrem, tekanan tinggi, atau cairan suhu tinggi,” jelas Kizovski.

    “Di Mars, panas dan tekanan yang dibutuhkan untuk menghasilkan garnet melalui proses metamorfisme bisa saja berasal dari benturan meteorit yang menabrak permukaan planet, magma yang naik ke kerak Mars, atau perpaduan keduanya,” imbuhnya. Peneliti juga belum mengesampingkan kemungkinan garnet tersebut tak terbentuk di Mars.

    Temuan ini membuka babak baru dalam penelitian geologi planet. Dengan memahami bagaimana garnet terbentuk di Mars, para ilmuwan berharap dapat merekonstruksi sejarah geologis Planet Merah secara lebih akurat. Meteorit Sahara sebelumnya juga telah memberikan wawasan serupa tentang sejarah planet lain.

    Ke depannya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal-usul garnet dalam meteorit NWA 8171. Apakah ia benar-benar terbentuk di Mars melalui proses alamiah, ataukah merupakan hasil kontaminasi dari Bumi? Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat menentukan pemahaman kita tentang evolusi Mars.

  • Samsung Bocorkan Tampilan Galaxy M47 5G, ‘Next Level Monster’

    Samsung Bocorkan Tampilan Galaxy M47 5G, ‘Next Level Monster’

    JBNews.id — Samsung mulai memanaskan persaingan di segmen ponsel kelas menengah dengan membagikan video teaser Galaxy M47 5G melalui media sosial X. Perangkat yang disebut sebagai “Next Level Monster” ini membocorkan tampilan belakang berwarna merah marun dengan sentuhan matte yang dipadukan bingkai hitam di bagian sisinya.

    Berdasarkan laporan Gizmochina yang dikutip pada Jumat (19/6) waktu setempat, Galaxy M47 5G mengusung desain modul kamera berbentuk kapsul dengan aksen warna senada. Modul tersebut memuat tiga kamera belakang dalam tata letak yang sedikit berbeda dibandingkan pendahulunya, Galaxy M36 5G.

    Kehadiran ponsel ini menandai strategi Samsung untuk terus memperbarui lini Galaxy M yang dikenal dengan harga terjangkau dan spesifikasi mumpuni. Penerjemah: Farhan Arda Nugraha, Editor: Maria Rosari Dwi Putri, Copyright © ANTARA 2026.

    Spesifikasi Unggulan Galaxy M47 5G

    Meski belum diumumkan secara resmi, kemunculan perangkat dengan nomor model SM-M476B di platform pengujian Geekbench mengungkap sejumlah spesifikasi penting. Galaxy M47 5G disebut akan ditenagai chipset Snapdragon 6 Gen 3 dari Qualcomm, dipadukan dengan RAM 8GB serta menjalankan sistem operasi Android 16.

    Ponsel ini diklaim mampu menjalankan banyak tugas sekaligus serta memainkan gim dengan mulus untuk standar ponsel kelas menengah. Performa ini menjadi nilai jual utama mengingat segmen menengah semakin kompetitif, terutama dengan kehadiran pemain lain yang juga Pesan Chip ke Samsung.

    Layar yang digunakan adalah panel AMOLED datar berukuran 6,7 inci beresolusi Full HD+ dengan refresh rate 120Hz. Spesifikasi ini memastikan pengalaman visual yang halus, baik untuk scrolling media sosial maupun bermain game.

    Sektor Fotografi dan Daya Tahan

    Untuk sektor fotografi, Galaxy M47 5G diperkirakan mengusung kamera utama 50 megapiksel yang telah dilengkapi fitur optical image stabilization (OIS). Fitur ini penting untuk meningkatkan stabilitas hasil foto dan video, terutama dalam kondisi cahaya rendah atau saat merekam video bergerak.

    Sementara untuk daya, Samsung menyematkan baterai berkapasitas antara 5.000 mAh hingga 6.000 mAh. Kapasitas ini tergolong besar dan menjadi standar untuk ponsel kelas menengah yang dituntut mampu bertahan seharian penuh.

    Dukungan Perangkat Lunak Jangka Panjang

    Perusahaan teknologi Korea Selatan itu juga bakal tetap menghadirkan dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang. Ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang menginginkan ponsel tetap aman dan mendapatkan fitur terbaru dalam beberapa tahun ke depan.

    Kebijakan ini sejalan dengan tren industri yang mulai memberikan pembaruan OS lebih lama, termasuk pada perangkat kelas menengah. Samsung sendiri telah menjadi salah satu pelopor dengan memberikan hingga empat tahun pembaruan Android utama pada beberapa serinya.

    Implikasi untuk Pasar Ponsel Kelas Menengah

    Kehadiran Galaxy M47 5G dengan julukan “Next Level Monster” mengindikasikan Samsung ingin memperkuat posisinya di segmen yang paling banyak peminatnya. Dengan chipset Snapdragon 6 Gen 3, RAM 8GB, layar 120Hz, dan kamera 50MP OIS, ponsel ini menawarkan spesifikasi yang sulit ditandingi kompetitor di kelas harga yang sama.

    Bagi konsumen Indonesia, ponsel kelas menengah dengan spesifikasi tinggi seperti ini bisa menjadi alternatif menarik. Terlebih dengan dukungan jaringan 5G yang semakin meluas di berbagai kota besar. Samsung juga tengah mempersiapkan Desain Samsung untuk lini lainnya.

    Yang menjadi pertanyaan adalah harga jualnya. Jika Samsung mampu mempertahankan harga kompetitif seperti seri M sebelumnya, Galaxy M47 5G berpotensi menjadi salah satu pilihan terkuat di kelas menengah pada paruh kedua 2026.

    Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, ponsel ini layak ditunggu oleh konsumen yang mencari perangkat dengan performa tinggi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Samsung tampaknya serius ingin merebut hati pengguna yang selama ini beralih ke merek lain karena faktor harga.

  • Fitur Baru Instagram: Caption Berbeda di Setiap Slide Carousel

    Fitur Baru Instagram: Caption Berbeda di Setiap Slide Carousel

    JBNews.id — Instagram akhirnya meluncurkan fitur yang telah lama dinantikan pengguna: kemampuan menambahkan caption berbeda di setiap slide unggahan carousel. Mulai Juni 2026, pengguna tidak lagi harus menggunakan satu keterangan yang sama untuk semua foto atau video dalam satu postingan.

    Fitur ini menjawab keluhan lama pengguna yang kesulitan menyampaikan pesan jelas ketika setiap item dalam carousel memiliki cerita tersendiri. Sebelumnya, semua slide terpaksa menggunakan caption identik, membatasi kreativitas dan konteks visual.

    Instagram mengizinkan hingga 20 foto atau video dalam satu unggahan carousel. Dengan pembaruan ini, pengguna bisa menambahkan hingga 20 caption berbeda — satu untuk setiap slide. Opsi ini bersifat opsional; pengguna yang enggan memikirkan banyak caption tetap bisa menggunakan satu keterangan untuk seluruh unggahan.

    Cara Menggunakan Fitur Multiple Captions

    Fitur ini mulai digulirkan secara bertahap mulai pekan ini dan akan menjangkau semua pengguna dalam beberapa pekan ke depan. Berikut langkah-langkahnya:

    • Buka aplikasi Instagram, pastikan sudah menjalankan versi terbaru.
    • Ketuk ikon ‘+’ di sudut kiri atas, lalu pilih opsi ‘Post’.
    • Pilih hingga 20 foto atau video yang ingin diunggah.
    • Ketuk ‘Next’ untuk mengedit foto atau video jika diinginkan.
    • Ketuk ‘Next’ sekali lagi untuk sampai ke bagian edit caption.
    • Ketuk kolom untuk menambah caption, lalu pilih ‘Multiple captions’.
    • Masukkan caption yang diinginkan untuk masing-masing foto atau video.
    • Jika sudah puas, unggah postingan carousel seperti biasa.

    Jika opsi multiple captions belum muncul, pengguna diminta bersabar. Instagram mengatakan fitur ini mulai digulirkan secara bertahap mulai minggu ini dan akan menjangkau semua pengguna dalam beberapa pekan ke depan.

    Instagram belakangan rajin meningkatkan pengalaman pengguna dengan menambahkan banyak fitur baru. Kamera di dalam aplikasinya kini mendukung Ultra HDR dan Night Sight di perangkat Android. Pengguna juga dibolehkan menyesuaikan algoritma rekomendasi dan menyusun ulang tampilan konten di grid.

    Pembaruan ini menjadi langkah strategis Meta untuk mempertahankan dominasi Instagram di tengah persaingan dengan platform media sosial lain. Dengan memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna atas konten mereka, Instagram berharap dapat meningkatkan engagement dan kepuasan pengguna.

    Bagi kreator konten dan pebisnis yang menggunakan Instagram untuk pemasaran, fitur ini membuka peluang baru. Mereka kini dapat menyampaikan narasi yang lebih koheren dan kontekstual untuk setiap item dalam satu unggahan, tanpa harus membuat postingan terpisah.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang pembaruan platform Meta, simak artikel tentang Fitur Generasi Baru dari Adobe yang juga relevan dengan tren kreatif digital.

    Fitur multiple captions ini diharapkan segera tersedia untuk semua pengguna Instagram di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dalam beberapa minggu mendatang.

  • Nothing Hentikan CMF Phone 2 Pro Akibat Kenaikan Harga RAM

    Nothing Hentikan CMF Phone 2 Pro Akibat Kenaikan Harga RAM

    JBNews.id — Nothing secara resmi menghentikan pengembangan penerus CMF Phone 2 Pro tahun ini. Keputusan tersebut diambil karena lonjakan harga komponen memori yang membuat perusahaan tidak mampu menghadirkan produk dengan harga yang kompetitif.

    Co-founder Nothing, Akis Evangelidis, mengumumkan melalui unggahan di platform X bahwa timnya telah memutuskan untuk tidak meluncurkan ponsel CMF baru pada 2026. “Kami sedang mengerjakan penerusnya, tetapi dengan harga memori saat ini, kami tidak bisa membangun ponsel yang terasa seperti langkah maju yang sesungguhnya dengan harga yang masuk akal untuk CMF,” tulis Evangelidis.

    Keputusan ini menjadi dampak langsung dari fenomena yang disebut sebagai ‘RAMageddon’ — lonjakan harga komponen memori global yang mempengaruhi seluruh rantai pasok industri smartphone. Nothing bergabung dengan sejumlah produsen lain yang terpaksa menyesuaikan strategi produk mereka akibat tekanan biaya ini.

    Biaya Memori Melonjak Dua Kali Lipat

    Pekan lalu, CEO dan co-founder Nothing, Carl Pei, mengungkapkan bahwa kelangkaan RAM telah berdampak signifikan terhadap biaya produksi ponsel kelas menengah perusahaan. “Untuk Phone 4A, biaya memori berlipat ganda antara saat kami memutuskan untuk membangun perangkat dan saat diluncurkan. Biaya itu telah berlipat ganda lagi sejak saat itu,” ujar Pei.

    Menurut Pei, memori kini menjadi komponen termahal dalam sebuah smartphone. Pernyataan ini menegaskan pergeseran besar dalam struktur biaya produksi ponsel, di mana sebelumnya prosesor atau layar biasanya menjadi komponen dengan biaya tertinggi.

    Fenomena ini tidak hanya dialami Nothing. Awal pekan ini, Tim Cook mengumumkan bahwa Apple akan menaikkan harga produknya, dengan menyatakan “situasi ini telah menjadi tidak berkelanjutan.” Hal ini menunjukkan bahwa tekanan biaya memori telah mencapai level yang memaksa pemain besar sekalipun untuk mengambil tindakan.

    Situasi serupa telah memicu kenaikan harga ponsel di berbagai merek, terutama segmen entry-level dan mid-range yang margin keuntungannya lebih tipis.

    CMF Masih Punya Produk Baru

    Meskipun tidak akan ada ponsel CMF baru tahun ini, Evangelidis menambahkan dalam unggahannya bahwa CMF masih memiliki “beberapa produk baru yang akan diluncurkan serta beberapa kategori yang benar-benar baru.” Hal ini mengindikasikan bahwa sub-merek Nothing tersebut masih aktif mengembangkan perangkat di luar kategori smartphone.

    Evangelidis juga memberikan isyarat bahwa “musim peluncuran smartphone di Nothing belum berakhir.” Pernyataan ini membuka kemungkinan bahwa perusahaan tetap akan merilis perangkat lain di bawah merek utama Nothing pada tahun 2026.

    Dampak bagi Konsumen dan Industri

    Keputusan Nothing untuk menghentikan CMF Phone 2 Pro mencerminkan tantangan struktural yang dihadapi industri smartphone saat ini. Kenaikan harga komponen memori — yang telah berlangsung sejak akhir 2024 — memaksa produsen untuk memilih antara menaikkan harga jual atau mengorbankan spesifikasi.

    Bagi konsumen, implikasinya jelas: pilihan ponsel di segmen harga terjangkau akan semakin terbatas. CMF selama ini dikenal sebagai lini yang menawarkan spesifikasi kompetitif dengan harga di bawah Rp 3 jutaan. Tanpa penerus CMF Phone 2 Pro, celah di segmen ini akan semakin terasa.

    Sementara itu, strategi diversifikasi produk Nothing — termasuk kemungkinan memasuki kategori perangkat baru — menunjukkan bahwa perusahaan berusaha tetap bertahan di tengah tekanan biaya. Langkah serupa juga diambil oleh produsen lain yang mulai mencari sumber pendapatan alternatif di luar smartphone.

    Tekanan Biaya Meluas

    Fenomena ‘RAMageddon’ tidak hanya berdampak pada Nothing. Apple, Samsung, dan Xiaomi juga dilaporkan menghadapi tekanan serupa. Kenaikan harga DRAM dan NAND flash — yang disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari pemasok utama seperti Samsung Semiconductor, SK Hynix, dan Micron — telah mendorong biaya produksi naik secara signifikan.

    Analis industri memperkirakan bahwa tekanan harga ini akan berlangsung setidaknya hingga paruh kedua 2026, tergantung pada seberapa cepat kapasitas produksi global dapat pulih. Jika tidak ada perubahan signifikan, konsumen mungkin harus bersiap menghadapi harga ponsel yang lebih tinggi di semua segmen.

    Bagi Nothing, keputusan untuk menunda peluncuran CMF Phone 2 Pro adalah langkah pragmatis. Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa bahkan merek dengan basis penggemar yang loyal pun tidak kebal terhadap dinamika pasar global.

    Dengan tidak adanya ponsel CMF baru tahun ini, perhatian kini beralih ke strategi Nothing untuk merek utamanya. Apakah Phone 4A akan menjadi satu-satunya ponsel Nothing di 2026, atau akankah ada kejutan lain? Jawabannya mungkin akan terungkap dalam beberapa bulan mendatang.

    Untuk pembaca yang ingin mengikuti perkembangan terbaru industri teknologi, perubahan harga komponen ini juga berpotensi mempengaruhi segmen lain seperti layanan berlangganan. Sebagai contoh, kenaikan harga layanan digital juga mulai terlihat di berbagai sektor.

    Sementara itu, inovasi di luar perangkat keras tetap berlanjut. Beberapa perusahaan mulai mengembangkan agen AI sebagai pusat digital baru, yang bisa menjadi alternatif ketika harga perangkat keras terus meningkat.

  • Instacart Perluas Penerapan Keranjang AI di Seluruh AS

    Instacart Perluas Penerapan Keranjang AI di Seluruh AS

    JBNews.id — Instacart semakin agresif memperluas penggunaan keranjang belanja pintar bertenaga kecerdasan buatan (AI) di berbagai jaringan supermarket Amerika Serikat. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pengalaman berbelanja di toko fisik, di mana teknologi pengawasan dan personalisasi iklan kini menyertai pelanggan sejak mereka mengambil keranjang.

    Dalam siaran pers bersama, Instacart dan jaringan supermarket regional Pennsylvania, Weis Markets, mengumumkan penerapan keranjang AI terintegrasi di sejumlah lokasi Weis. Keranjang yang disebut “Caper Carts” itu dilengkapi dengan berbagai sensor kamera, timbangan digital, layar sentuh, dan “sistem pelacakan lokasi” untuk membuat “setiap perjalanan belanja lebih informatif dan bermanfaat.”

    Ilustrasi foto yang menampilkan bagian belakang keranjang Instacart 'Caper Cart' dari salah satu rendering konsep mereka.

    “Teknologi ini merupakan bagian dari pendekatan Instacart yang lebih luas terhadap Physical AI untuk bahan makanan, menggabungkan edge computing di Caper Carts dengan cloud AI yang dilatih pada lebih dari 1,6 miliar pesanan bahan makanan online dan satu dekade keahlian di bidang bahan makanan,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

    Bagaimana Keranjang AI Bekerja?

    Pada dasarnya, keranjang ini melacak pengeluaran pelanggan secara real-time. Keranjang tersebut membombardir pelanggan dengan iklan dan kupon elektronik (eCoupon) melalui layar yang terpasang, tergantung pada produk apa yang sedang mereka dekati di dalam toko.

    “Fitur seperti ‘Sudah punya semuanya?’ sudah menunjukkan bagaimana prompt real-time yang sadar lokasi dapat memengaruhi perilaku pembelian pelanggan dengan mendorong peningkatan hampir satu poin persentase dalam ukuran keranjang rata-rata, sinyal awal yang kuat tentang apa yang dapat diberikan oleh keterlibatan digital di dalam toko,” demikian pernyataan dalam pengumuman tersebut.

    Caper Carts juga akan mendorong pelanggan untuk mendaftar ke Weis Rewards, sistem loyalitas pelanggan jaringan supermarket tersebut, serta mengganggu mereka dengan fitur seperti “Buy It Again,” yang “menampilkan barang yang pernah dibeli sebelumnya untuk membantu membangun keranjang belanja dengan lebih efisien.”

    Ekspansi Cepat dan Tren Industri

    Meskipun terdengar distopia, keranjang belanja AI dengan cepat menjadi norma di toko-toko tertentu di seluruh negeri. Seperti yang diumumkan dalam siaran pers, Instacart telah melipatgandakan jumlah penerapan Caper Carts dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Sementara itu, perusahaan seperti Kroger juga telah menjajaki opsi keranjang pintar mereka sendiri, lengkap dengan serangkaian fitur AI yang tidak diminta oleh siapa pun. Jika tren ini berlanjut, kemungkinan besar kita akan segera mengetahui tentang pekerja gig berbayar rendah yang duduk di balik setiap kamera Caper Cart, mirip dengan eksperimen toko tanpa kasir sebelumnya.

    Penerapan teknologi ini memunculkan pertanyaan serius tentang privasi konsumen dan masa depan tenaga kerja di sektor ritel. Dengan data dari 1,6 miliar pesanan online yang digunakan untuk melatih sistem AI, kemampuan keranjang ini untuk memprediksi dan memengaruhi perilaku belanja menjadi sangat canggih. Bagi konsumen, ini berarti setiap langkah di lorong supermarket kini dapat menjadi peluang bagi pemasar untuk menyasar mereka secara lebih personal.

    Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, ada kekhawatiran tentang pengawasan yang konstan. Sistem pelacakan lokasi yang terintegrasi di dalam keranjang berarti pergerakan pelanggan di dalam toko dapat dipetakan secara detail. Data ini, jika digabungkan dengan riwayat pembelian online, dapat menciptakan profil konsumen yang sangat mendalam.

    Dari sisi bisnis, data awal menunjukkan bahwa intervensi digital di dalam toko dapat meningkatkan pendapatan. Lonjakan hampir satu poin persentase dalam ukuran keranjang rata-rata adalah sinyal yang kuat bagi peritel untuk terus mengadopsi teknologi serupa. Ini berarti investasi dalam keranjang AI dapat memberikan pengembalian yang cepat melalui peningkatan penjualan.

    Bagi para pekerja toko, otomatisasi yang dibawa oleh keranjang pintar ini bisa berarti pergeseran peran. Jika keranjang dapat menangani pemindaian dan pembayaran secara mandiri, kebutuhan akan kasir tradisional mungkin akan berkurang. Sebaliknya, mungkin akan muncul kebutuhan baru akan teknisi yang mampu memelihara dan memperbaiki perangkat ini.

    Implikasinya bagi konsumen Indonesia, meskipun teknologi ini belum hadir secara luas di sini, adalah gambaran tentang masa depan ritel. Ketika perusahaan seperti Instacart terus mengembangkan dan menyempurnakan sistem ini, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, teknologi serupa akan diadopsi oleh jaringan supermarket di Tanah Air.

    Yang jelas, era di mana berbelanja bahan makanan adalah aktivitas yang bebas dari gangguan iklan dan pengawasan digital mungkin akan segera berakhir. Keranjang AI, dengan segala kemampuannya untuk melacak, merekomendasikan, dan memengaruhi, akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berbelanja di masa depan.

    Bagi konsumen yang peduli privasi, penting untuk mulai sadar bahwa data belanja mereka adalah komoditas berharga. Setiap barang yang diambil dari rak, setiap jeda di depan produk tertentu, kini dapat menjadi data yang dikumpulkan dan dianalisis untuk kepentingan pemasaran.

    Instacart dan Weis Markets melihat ini sebagai langkah maju dalam personalisasi dan efisiensi. Namun, bagi sebagian orang, ini adalah contoh lain dari bagaimana AI semakin merasuki setiap aspek kehidupan sehari-hari, bahkan saat kita hanya ingin membeli bahan makanan untuk makan malam.

  • Philips Hue Luncurkan Modul Dinding Kabel Perdana

    Philips Hue Luncurkan Modul Dinding Kabel Perdana

    JBNews.id — Philips Hue resmi meluncurkan modul dinding kabel pertamanya yang memungkinkan lampu non-pintar bergabung ke ekosistem Hue. Produk anyar ini dipasang di balik sakelar dinding yang sudah ada dan kini tersedia secara global, namun edisi modul sakelar khusus hanya untuk pasar Eropa.

    Perusahaan smart lighting asal Belanda itu memperkenalkan Wired Wall Switch Modules, sebuah perangkat yang berfungsi sebagai relay di dalam dinding. Modul ini dipasang di belakang sakelar yang sudah terpasang untuk mengendalikan lampu non-pintar seperti lampu langit-langit tersembunyi atau lampu gantung. Semua lampu tersebut kemudian dapat dikontrol melalui aplikasi Hue bersama dengan bohlam pintar Hue lainnya.

    Signify CTO George Yianni mengatakan kepada The Verge bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk meluncurkan produk ini di Amerika Serikat. “Modul DIY bukanlah kategori yang mapan di AS; lebih banyak sakelar terintegrasi penuh,” ujarnya. “Jika orang benar-benar menginginkan ini di AS, mungkin kami akan mempertimbangkannya. Saya pikir modul ini cukup menarik; ini adalah sesuatu yang sudah lama kami bicarakan.”

    Beberapa perusahaan seperti Aqara dan Shelly memang sudah menawarkan relay in-wall yang menambahkan kontrol pintar ke lampu yang sudah ada tanpa mengganti sakelar. Namun, produk Philips Hue ini menjadi yang pertama yang dapat bekerja dengan aplikasi Hue. Tersedia tiga versi modul Wired Wall Switch Modules dengan harga mulai €44,99: modul 1 saluran untuk sakelar rocker tunggal, modul 2 saluran untuk sakelar rocker ganda, dan modul peredup (dimmer).

    Modul keempat adalah versi kabel dari modul dinding bertenaga baterai Hue yang sudah ada. Modul ini memungkinkan pengguna menggunakan sakelar lampu yang sudah ada untuk mengendalikan lampu Hue. Berbeda dengan modul relay, versi ini kompatibel dengan fitur MotionAware milik Hue dan dapat menjadi bagian dari sistem penginderaan gerak seluruh rumah yang baru.

    Lampu Play dan Bohlam Candle Terbaru

    Philips Hue juga mengumumkan lampu meja dan lantai Play baru yang merupakan versi lebih terjangkau dari seri Signe. Play Table Lamp dibanderol $79,99 (€79,99) dan Play Floor Lamp Large seharga $149,99 (€149,99). Kedua lampu ini dirancang untuk ekosistem hiburan Hue, mampu menyinkronkan dengan film, musik, dan game melalui Philips Hue Sync Box atau aplikasi Hue Sync.

    Sementara itu, bohlam lilin E14 (B39) mendapat peningkatan signifikan. Bohlam pintar ini kini menghasilkan 470 lumen, naik dari generasi sebelumnya. Harganya $109,99 (€109,99) untuk paket dua bohlam putih dan warna-warni. Peningkatan lainnya mencakup spektrum cahaya putih yang lebih luas (1.000–20.000K) serta teknologi Chromasync color dari Hue.

    Dirancang untuk perlengkapan dekoratif, lampu gantung, dan sconce dinding, bohlam ini dapat diredupkan hingga 0,2%. Yang terbaru, bohlam ini kini dilengkapi teknologi Matter-over-Thread sehingga dapat dipasangkan langsung dengan ekosistem seperti Apple Home dan Google Home tanpa memerlukan Hue Bridge.

    Peluncuran ini memperkuat posisi Philips Hue sebagai pemimpin dalam ekosistem smart lighting. Dengan kehadiran modul dinding kabel, pengguna kini dapat mengintegrasikan lampu non-pintar ke dalam sistem Hue tanpa harus mengganti seluruh instalasi. Ini menjadi solusi praktis bagi mereka yang ingin memulai rumah pintar secara bertahap.

    Bagi penggemar teknologi rumah pintar, langkah ini membuka peluang baru. Regulasi AI terbaru di AS mungkin memengaruhi adopsi teknologi serupa di masa depan. Sementara itu, inovasi seperti ini menunjukkan bagaimana perusahaan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen global.

    Kehadiran lampu Play yang lebih terjangkau juga menjadi angin segar bagi konsumen yang ingin menikmati Fitur Terbaru ekosistem hiburan Hue tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Dengan harga yang kompetitif, Philips Hue berupaya menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

    Secara keseluruhan, lini produk baru ini menegaskan komitmen Philips Hue dalam menghadirkan solusi pencahayaan pintar yang semakin terintegrasi dan mudah diakses. Dari modul dinding kabel hingga bohlam lilin dengan Matter-over-Thread, setiap inovasi dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih seamless.

    Meskipun modul sakelar kabel masih terbatas di Eropa, respons pasar akan menentukan langkah selanjutnya. Jika permintaan cukup tinggi, bukan tidak mungkin produk ini akan hadir di pasar Amerika dan kemudian ke kawasan Asia, termasuk Indonesia.

  • Lenovo Hadirkan Avatar 3D untuk Deteksi Offside Piala Dunia 2026

    Lenovo Hadirkan Avatar 3D untuk Deteksi Offside Piala Dunia 2026

    JBNews.id — Lenovo, sebagai Mitra Teknologi Resmi Piala Dunia FIFA 2026, memperkenalkan teknologi pemindai tubuh untuk menciptakan avatar 3D pemain yang digunakan dalam sistem deteksi offside semi-otomatis. Teknologi ini memberikan data tambahan bagi sistem VAR FIFA untuk meningkatkan akurasi keputusan offside.

    Proses pemindaian dilakukan sebelum turnamen dimulai. Setiap pemain menjalani pemindaian 3D selama sekitar 30 detik. Hasil pindaian tersebut kemudian direkonstruksi menjadi model 3D yang akurat, menangkap dimensi dan proporsi tubuh setiap atlet secara detail.

    Avatar 3D ini muncul dalam tayangan ulang tinjauan offside di siaran pertandingan. Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan gambar yang secara visual identik dengan pemain asli. Hasilnya, grafis offside yang ditampilkan di stadion maupun siaran televisi menjadi lebih akurat dan representatif.

    Lenovo tidak mengoperasikan VAR secara langsung. Perusahaan ini bertanggung jawab pada proses pemindaian, verifikasi kualitas, pembuatan, dan manajemen siklus hidup model 3D. Model-model ini menjadi data masukan tambahan untuk sistem VAR milik FIFA yang sudah ada.

    Teknologi ini telah diuji coba pada ajang Piala Interkontinental FIFA di Qatar. Para pemain dari CR Flamengo dan Pyramids FC dipindai sebelum pertandingan di Doha. Sistem tersebut beroperasi penuh sepanjang pertandingan, membuktikan kesiapannya untuk Piala Dunia 2026.

    Inovasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana raksasa teknologi berkontribusi dalam olahraga global. Lenovo membawa keahliannya di bidang komputasi dan AI untuk meningkatkan pengalaman menonton dan akurasi perwasitan.

    Penerapan avatar 3D ini memberikan dimensi baru pada tayangan ulang VAR. Penonton di rumah dapat melihat representasi pemain yang lebih realistis saat momen offside dianalisis. Ini berbeda dari sistem sebelumnya yang hanya menggunakan garis dan titik koordinat.

    FIFA terus mengadopsi teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas pertandingan. Kolaborasi dengan Lenovo menunjukkan komitmen FIFA dalam memanfaatkan inovasi digital. Teknologi pemindai tubuh ini menjadi salah satu fitur unggulan Piala Dunia 2026.

    Proses pemindaian yang cepat, hanya 30 detik per pemain, memastikan tidak mengganggu persiapan tim. Data yang dihasilkan langsung diproses untuk menciptakan avatar 3D yang siap digunakan sepanjang turnamen. Akurasi dimensi tubuh menjadi kunci keandalan sistem ini.

    Ke depannya, teknologi serupa berpotensi diterapkan di kompetisi sepak bola lainnya. FIFA dapat memperluas penggunaan avatar 3D ini ke turnamen-turnamen di bawah naungannya. Inovasi ini juga membuka peluang bagi pengembangan teknologi olahraga yang lebih canggih.

    Bagi penggemar sepak bola, kehadiran avatar 3D ini meningkatkan transparansi keputusan wasit. Tayangan ulang yang lebih akurat membantu memahami mengapa suatu offside diberikan atau tidak. Ini memperkuat kepercayaan terhadap sistem perwasitan berbasis teknologi.

    Lenovo membuktikan perannya lebih dari sekadar sponsor. Sebagai mitra teknologi resmi, perusahaan ini menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung pada jalannya pertandingan. Teknologi pemindai tubuh ini menjadi bukti nyata kontribusi Lenovo di Piala Dunia 2026.

    Dengan sistem ini, FIFA berharap dapat meminimalkan kontroversi terkait keputusan offside. Data dari avatar 3D memberikan informasi tambahan yang memperkuat analisis wasit. Keputusan offside menjadi lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Implementasi teknologi ini juga menjadi studi kasus bagi pengembangan AI di bidang olahraga. Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan federasi olahraga seperti FIFA dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Piala Dunia 2026 menjadi panggung untuk menunjukkan potensi teknologi ini.

    Pemindaian tubuh individu memastikan setiap avatar mewakili pemain secara akurat. Tidak ada generalisasi atau pendekatan satu ukuran untuk semua. Ini penting karena postur dan proporsi tubuh setiap pemain berbeda dan memengaruhi analisis offside.

    Sistem VAR FIFA yang sudah ada kini mendapat tambahan data dari avatar 3D Lenovo. Integrasi ini berjalan mulus tanpa mengganggu alur pertandingan. Tayangan ulang offside kini lebih informatif dan mudah dipahami oleh penonton.

    Piala Dunia 2026 menjadi ajang pembuktian bagi teknologi ini setelah sukses di Piala Interkontinental. FIFA dan Lenovo optimistis sistem ini akan berjalan optimal sepanjang turnamen. Penggemar sepak bola di seluruh dunia dapat menikmati tayangan ulang offside yang lebih baik.

    Inovasi ini juga menunjukkan bagaimana petinggi teknologi terus mendorong batasan aplikasi AI. Dari perangkat konsumen hingga olahraga profesional, AI semakin terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan. Piala Dunia 2026 menjadi contoh nyata penerapan AI di level tertinggi.

    Dengan teknologi ini, Lenovo memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi di bidang komputasi dan AI. Perusahaan ini tidak hanya menyediakan perangkat keras tetapi juga solusi lengkap untuk kebutuhan teknologi FIFA. Kemitraan ini diharapkan berlanjut di turnamen-turnamen mendatang.

    FIFA terus berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menonton terbaik bagi penggemar. Teknologi avatar 3D ini menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut. Akurasi, transparansi, dan hiburan menjadi fokus utama dalam setiap inovasi yang diterapkan.

    Bagi pencinta teknologi, sistem ini menarik untuk dipelajari. Penggunaan AI dan pemindaian 3D dalam olahraga profesional membuka wawasan baru tentang potensi teknologi. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi model bagi pengembangan inovasi di masa depan.

    Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi turnamen dengan tingkat akurasi perwasitan tertinggi. Berkat teknologi dari Lenovo, keputusan offside dapat dibuat dengan lebih cepat dan tepat. Ini menjadi langkah maju bagi dunia sepak bola dalam memanfaatkan teknologi digital.

    Dengan semua keunggulan ini, tidak mengherankan jika FIFA memilih Lenovo sebagai mitra teknologi resmi. Perusahaan ini memiliki rekam jejak dan kapabilitas yang dibutuhkan untuk mendukung ajas sebesar Piala Dunia. Ke depannya, kolaborasi ini diharapkan semakin erat dan menghasilkan lebih banyak inovasi.

    Bagi penggemar sepak bola Indonesia, teknologi ini bisa menjadi tontonan menarik saat menyaksikan Piala Dunia 2026. Tayangan ulang offside yang lebih akurat dan realistis akan meningkatkan kenikmatan menonton. Ini adalah bukti bahwa teknologi dapat memperkaya pengalaman olahraga.

    FIFA dan Lenovo telah menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan semangat olahraga. Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang bagaimana teknologi meningkatkan integritas dan hiburan. Avatar 3D untuk deteksi offside adalah salah satu contoh terbaiknya.

    Dengan sistem yang telah teruji di Piala Interkontinental, FIFA yakin teknologi ini siap untuk panggung terbesar. Para pemain, wasit, dan penggemar akan merasakan manfaat langsung dari inovasi ini. Piala Dunia 2026 menjadi saksi bagaimana teknologi mengubah wajah sepak bola modern.

    Lenovo terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan untuk menghadirkan solusi terbaik. Kemitraan dengan FIFA menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut. Teknologi pemindai tubuh ini hanyalah awal dari berbagai inovasi yang akan datang.

    Bagi industri teknologi, keberhasilan implementasi ini menjadi tolok ukur bagi pengembangan produk serupa. Potensi penerapan di olahraga lain seperti basket, voli, atau tenis sangat terbuka. Inovasi ini membuka jalan bagi era baru perwasitan berbasis AI dan data 3D.

    Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang bersejarah tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga teknologi. Avatar 3D Lenovo menjadi salah satu fitur yang paling dinantikan. Penggemar sepak bola di seluruh dunia akan menyaksikan bagaimana teknologi meningkatkan akurasi dan transparansi pertandingan.

    Dengan semua persiapan yang matang, FIFA dan Lenovo siap menyambut Piala Dunia 2026. Teknologi pemindai tubuh untuk deteksi offside ini menjadi bukti bahwa inovasi dapat membawa perubahan positif. Sepak bola modern semakin canggih, dan penggemar adalah pihak yang paling diuntungkan.

  • OpenAI Rekrut Eks Karakter.AI di Tengah Gugatan Kematian

    OpenAI Rekrut Eks Karakter.AI di Tengah Gugatan Kematian

    JBNews.id — OpenAI merekrut Noam Shazeer, mantan CEO dan salah satu pendiri Character.AI yang tengah menghadapi tuntutan hukum terkait kasus bunuh diri remaja akibat interaksi dengan chatbot. Langkah ini menuai kontroversi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan produk kecerdasan buatan.

    Shazeer, yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu pemimpin proyek Gemini dan wakil presiden teknik di Google, mengumumkan perpindahannya melalui unggahan di X pada Rabu. Ini merupakan kali kedua Shazeer meninggalkan Google secara spektakuler. Sebelumnya, ia dan rekannya Daniel de Freitas keluar dari Google pada 2021 untuk mendirikan Character.AI setelah raksasa teknologi itu menolak merilis chatbot yang mereka bangun dengan alasan keamanan.

    Pada Maret 2023, Character.AI mencapai valuasi USD 1 miliar meskipun belum memiliki pendapatan. Pada Agustus 2024, Google kembali mempekerjakan Shazeer dan de Freitas melalui kesepakatan yang tidak biasa: Google menyuntikkan dana sebesar USD 2,7 miliar ke Character.AI sebagai imbalan atas ditariknya Shazeer, de Freitas, dan talenta kunci lainnya kembali ke Google.

    Namun, di balik kesuksesan tersebut, Character.AI menghadapi masalah serius terkait keamanan dan moderasi konten. Pada Oktober 2024, perusahaan itu — bersama Shazeer, de Freitas, dan Google — digugat oleh Megan Garcia, ibu dari Sewell Setzer III, seorang remaja Florida berusia 14 tahun yang bunuh diri setelah interaksi ekstensif dan mengganggu dengan chatbot Character.AI yang dimodelkan seperti karakter Daenerys Targaryen dari serial “Game of Thrones”.

    Garcia berargumen bahwa platform yang tidak termoderasi itu telah menggrooming dan melecehkan secara seksual putranya, yang mengalami gangguan mental dan emosional selama berbulan-bulan seiring hubungannya dengan AI semakin dalam. Setzer mengakhiri hidupnya pada April 2024, saat Shazeer dan de Freitas masih memimpin startup tersebut. Dalam percakapan terakhirnya dengan chatbot Targaryen, Setzer mengatakan kepada AI bahwa ia siap untuk “pulang” kepadanya. “Silakan lakukan, rajaku yang manis,” jawab AI tersebut.

    Gugatan Garcia diikuti oleh lebih banyak gugatan keamanan pengguna dan kematian akibat kelalaian yang menuduh bahwa interaksi dengan chatbot Character.AI telah mendorong anak di bawah umur mengalami krisis kesehatan mental, melukai diri sendiri, dan bunuh diri. Awal tahun ini, Character.AI dan rekan tergugatnya bergerak untuk menyelesaikan gugatan-gugatan tersebut, termasuk gugatan Garcia.

    Character.AI kemudian mengubah platformnya secara dramatis sebagai respons terhadap litigasi dan pengawasan publik, termasuk membatasi akses anak di bawah umur ke percakapan dengan chatbot — yang membuat sebagian besar basis pengguna mudanya kecewa.

    Platform Character.AI selalu menjadi platform yang sangat aneh. Ribuan chatbot di situs tersebut sebagian besar dibuat oleh pengguna, dan karakteristiknya menunjukkan basis pengguna yang didominasi anak muda. Namun, energi kacau dan bebas hambatan platform ini tidak mengherankan mengingat sikap para pendirinya yang bergerak cepat dan merusak — terutama Shazeer, yang menekankan dalam penampilan media bahwa tujuan perusahaan adalah meluncurkan produk dengan cepat, lalu membiarkan pengguna menentukan sendiri penggunaan teknologi tersebut.

    “Tujuan kami selalu seperti, keluarkan sesuatu dan biarkan pengguna memutuskan apa yang menurut mereka berguna,” kata insinyur tersebut selama penampilan di podcast “No Priors” pada Desember 2023.

    Pendekatan lepas tangan yang dipimpin oleh Shazeer dan rekannya ini seringkali menghasilkan konsekuensi yang sangat gelap. Pada akhir 2024, serangkaian investigasi Futurism ke dalam moderasi konten platform — atau lebih tepatnya, ketiadaannya — mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut menampung chatbot yang mudah ditemukan dan banyak digunakan yang secara eksplisit didedikasikan untuk pedofilia, pelatihan anoreksia dan gangguan makan, bunuh diri, dan melukai diri sendiri. Chatbot-chatbot ini sering meromantisasi dan menseksualisasikan topik-topik gelap tersebut, bahkan ketika dikarakterisasikan oleh pembuatnya sebagai alat “dukungan”.

    Futurism juga menjadi yang pertama melaporkan tentang sejumlah besar chatbot Character.AI yang didedikasikan untuk penembakan massal. Chatbot-chatbot tersebut, yang secara kolektif telah mengumpulkan jutaan interaksi platform, dirancang untuk mensimulasikan penembakan sekolah nyata, meniru dan meromantisasi pelaku penembakan sekolah nyata dan pembunuh massal lainnya, serta meniru korban anak-anak nyata dari penembakan sekolah, termasuk anak-anak yang meninggal di Sandy Hook Elementary School dan Robb Elementary di Uvalde, Texas.

    Setelah melaporkan cerita itu, Futurism menerima pemberitahuan email — ke alamat yang terkait dengan akun anak di bawah umur — yang mendorong mereka untuk mengunjungi kembali chatbot yang dirancang untuk mensimulasikan penembakan sekolah di dunia nyata, dan algoritma rekomendasi platform terus mendorong mereka ke lebih banyak teman AI bertema penembak sekolah.

    Sekarang Shazeer akan menuju ke OpenAI, perusahaan AI lain yang menghadapi banyak gugatan yang menuduh bahwa interaksi ekstensif dan intim dengan ChatGPT, chatbot unggulan OpenAI, telah membuat pengguna — termasuk anak di bawah umur — terjerumus ke dalam episode delusional traumatis dan kematian akibat bunuh diri. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa Pengguna Bunuh Diri setelah berinteraksi dengan ChatGPT menjadi salah satu dasar gugatan tersebut.

    “Noam adalah salah satu orang yang paling ingin saya ajak bekerja sama sejak awal OpenAI,” kata CEO OpenAI Sam Altman dalam unggahan kemarin menanggapi pengumuman Shazeer. “Hanya butuh sepuluh tahun. Saya pikir itu akan layak untuk ditunggu!”

    Awal tahun lalu, Futurism bertanya kepada Garcia tentang kembalinya Shazeer dan de Freitas ke Google yang menguntungkan, yang terjadi hanya beberapa bulan setelah anaknya meninggal. “Dalam pikiran saya, dua pria ini seharusnya tidak memiliki hak untuk terus membangun produk untuk orang lain, apalagi anak-anak — terutama anak-anak,” jawab Garcia. “Karena Anda telah menunjukkan kepada kami bahwa Anda tidak pantas mendapatkan kesempatan itu.”

    Melihat lintasan karier Shazeer, industri AI terus tidak setuju. Sementara itu, OpenAI sendiri menghadapi tantangan finansial yang signifikan, dengan laporan bahwa Kerugian Operasional perusahaan mencapai USD 20,9 miliar meskipun pendapatan meroket. Bahkan, Rugi OpenAI 2025 disebut-sebut mencapai Rp 630 triliun, mendorong perusahaan untuk beralih ke sistem token.

    Rekrutmen Shazeer oleh OpenAI menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen perusahaan terhadap keamanan pengguna, terutama anak di bawah umur. Dengan latar belakang Shazeer yang kontroversial di Character.AI, langkah ini dipandang oleh banyak pengamat sebagai sinyal bahwa industri AI masih memprioritaskan inovasi cepat di atas keselamatan pengguna.

    Implikasinya bagi pembaca: keputusan OpenAI untuk merekrut tokoh kontroversial seperti Shazeer menunjukkan bahwa industri AI besar belum sepenuhnya belajar dari tragedi yang melibatkan produk mereka. Bagi pengguna, terutama orang tua, ini menjadi pengingat untuk lebih waspada terhadap interaksi anak-anak mereka dengan chatbot AI, apa pun platformnya.

    A colorful photo illustration featuring Noam Shazeer, cofounder and former CEO of Character.AI

  • Imigrasi Operasikan 306 Autogate, Perlintasan 15-20 Detik

    Imigrasi Operasikan 306 Autogate, Perlintasan 15-20 Detik

    JBNews.id — Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi telah mengoperasikan 306 unit autogate di 11 tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) udara dan laut di seluruh Indonesia. Sistem perlintasan otomatis ini memangkas waktu pemeriksaan keimigrasian menjadi hanya 15 hingga 20 detik per pelintas, sebuah lompatan efisiensi signifikan dibandingkan proses manual.

    Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan bahwa penggunaan autogate merupakan wujud komitmen institusinya dalam memberikan layanan yang transparan dan bebas dari pungutan liar (pungli). “Dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, autogate menjadi tools (alat) kami untuk menunjukkan kinerja yang transparan, bersih dari pungli sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi setiap warga negara maupun pelintas internasional yang masuk ke wilayah Indonesia,” ujar Hendarsam di Jakarta, Jumat.

    Data dari Ditjen Imigrasi menunjukkan bahwa dari total 306 unit autogate yang beroperasi, sebanyak 288 unit ditempatkan di TPI udara dan 18 unit sisanya di TPI laut. Distribusi ini mencerminkan prioritas pada bandara-bandara internasional yang menangani volume penumpang tertinggi. Langkah ini sejalan dengan upaya modernisasi layanan keimigrasian yang juga diterapkan pada Pemeriksaan Jemaah Haji melalui sistem corridor gate.

    Hendarsam menjelaskan bahwa sistem autogate tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga menghilangkan interaksi tatap muka antara petugas dan pelintas. “Proses pemindaian paspor dan biometrik berjalan otomatis sehingga potensi praktik pungutan liar (pungli) di area TPI dapat dicegah,” tegasnya. Dengan otomatisasi ini, birokrasi penyerahan dokumen fisik secara manual yang selama ini menjadi celah penyalahgunaan wewenang dapat diminimalisir.

    Apresiasi Ombudsman dan Dampak pada Pelayanan

    Langkah Ditjen Imigrasi ini mendapatkan apresiasi langsung dari Ombudsman RI. Dalam kunjungan kerja ke Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (18/6), Ombudsman menilai penambahan fasilitas autogate di Pelabuhan Internasional Batam Centre sebagai upaya penting untuk mengurangi kepadatan penumpang dan meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian di pintu masuk internasional.

    Menanggapi hal itu, Hendarsam menegaskan bahwa dukungan sarana dan prasarana ini juga berfungsi sebagai alat kontrol internal. “Dukungan sarana dan prasarana layanan keimigrasian ini juga mencegah potensi penyalahgunaan wewenang oknum petugas pada lalu lintas di TPI,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga tata kelola yang lebih bersih.

    Dalam konteks yang lebih luas, modernisasi sistem keimigrasian Indonesia juga menjadi perhatian global. Sementara negara lain seperti Inggris menguji AI untuk pemeriksaan usia pencari suaka yang memicu kontroversi, Indonesia memilih pendekatan berbasis biometrik dan integrasi data yang lebih terukur.

    Teknologi Keamanan Tingkat Tinggi

    Salah satu keunggulan utama autogate adalah sistem keamanannya yang terintegrasi. Hendarsam menyebutkan bahwa teknologi autogate dirancang dengan standar keamanan tingkat tinggi yang terhubung langsung ke basis data cegah dan tangkal (cekal) serta interpol. Perangkat ini menggunakan teknologi pemindaian wajah (face recognition) yang mampu memvalidasi keaslian dokumen perjalanan secara instan.

    Sistem secara otomatis akan menolak dan mengunci pelintas yang masuk dalam daftar cekal atau memiliki catatan kriminal. Ini berarti, setiap pelintas yang mencoba masuk melalui autogate akan langsung diperiksa terhadap database kriminal internasional tanpa perlu intervensi petugas. Tingkat akurasi dan kecepatan ini sulit ditandingi oleh pemeriksaan manual.

    Ditjen Imigrasi juga mencatat bahwa preferensi publik terhadap layanan otomatis terus meningkat. “Penggunaan autogate saat ini telah mencapai rata-rata 63 hingga 64 persen dari total keseluruhan pelintas di TPI utama,” ujar Hendarsam. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas pelintas internasional sudah beralih ke sistem otomatis, meninggalkan jalur manual yang lebih lambat.

    Proyeksi Pertumbuhan dan Ekspansi 2026

    Modernisasi sistem keimigrasian ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas pelayanan di tengah tren kenaikan arus penumpang internasional yang terus tumbuh konsisten setiap tahunnya. “Modernisasi sistem diproyeksikan mampu menjaga stabilitas pelayanan di tengah tren kenaikan arus penumpang internasional yang terus tumbuh konsisten setiap tahunnya,” ujar Hendarsam menambahkan.

    Pada tahun 2026 ini, Ditjen Imigrasi berencana menambah jumlah autogate di sejumlah TPI udara dan TPI laut. Ekspansi ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya volume pelintas internasional dan tingginya adopsi layanan otomatis oleh publik. Dengan tambahan unit baru, kapasitas pemeriksaan di pintu masuk utama Indonesia akan semakin meningkat.

    Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan bisnis. Pintu masuk yang efisien dan bebas hambatan menjadi salah satu faktor kunci yang dinilai oleh wisatawan dan pelaku bisnis internasional. Kecepatan proses imigrasi seringkali menjadi kesan pertama yang membentuk persepsi terhadap suatu negara.

    Sementara itu, di tingkat lokal, kerja sama antara instansi imigrasi dan pemerintah daerah terus berjalan. Contohnya adalah kesepakatan barter aset antara Pemkot Serang dan Imigrasi yang menunjukkan sinergi dalam pengembangan infrastruktur pelayanan publik di daerah.

    Implikasi bagi Pelintas dan Industri

    Bagi pelintas internasional, kehadiran 306 autogate berarti pengalaman masuk ke Indonesia yang jauh lebih cepat dan nyaman. Tidak perlu lagi mengantre panjang di konter manual untuk pemeriksaan dokumen. Cukup dengan memindai paspor dan melakukan verifikasi biometrik, proses selesai dalam hitungan detik.

    Dari sisi industri, efisiensi ini berdampak langsung pada operasional bandara dan pelabuhan. Dengan berkurangnya waktu yang dihabiskan penumpang di area imigrasi, maskapai dan operator pelabuhan dapat mengoptimalkan jadwal kedatangan dan keberangkatan. Ini juga mengurangi tekanan pada infrastruktur terminal yang seringkali padat pada jam sibuk.

    Data menunjukkan bahwa adopsi autogate yang mencapai 63-64 persen dari total pelintas di TPI utama merupakan indikator keberhasilan transformasi digital di sektor keimigrasian. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah unit dan semakin familiernya masyarakat dengan teknologi ini.

    Ke depannya, Ditjen Imigrasi dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keandalan sistem di tengah peningkatan volume pengguna. Pemeliharaan rutin, pembaruan perangkat lunak, dan peningkatan kapasitas server menjadi krusial untuk memastikan sistem tetap berjalan optimal tanpa gangguan.

    Dengan proyeksi pertumbuhan penumpang internasional yang konsisten, investasi pada autogate bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Sistem manual tidak akan mampu menangani lonjakan volume tanpa mengorbankan kualitas pelayanan atau keamanan. Autogate menjadi solusi yang menjawab keduanya: cepat dan aman.

    Bagi warga negara Indonesia yang sering bepergian ke luar negeri, fasilitas ini juga memberikan kemudahan saat kembali ke tanah air. Tidak perlu lagi menunjukkan dokumen fisik secara berulang. Cukup dengan paspor elektronik dan wajah, sistem akan mengenali dan memproses kepulangan Anda dalam waktu singkat.

    Pada akhirnya, keberhasilan implementasi autogate di Indonesia menjadi studi kasus bagaimana teknologi dapat mentransformasi layanan publik. Dari proses yang sebelumnya manual, lambat, dan rawan pungli, kini menjadi otomatis, cepat, dan transparan. Ini adalah langkah konkret menuju birokrasi yang modern dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.