Roblox Uji Coba Verifikasi Usia Wajah Demi Keamanan Anak

Ilustrasi proses verifikasi usia berbasis pemindaian wajah di platform Roblox untuk keamanan anak

JBNews.id — Roblox mulai menguji coba teknologi verifikasi usia berbasis pemindaian wajah (video selfie) untuk memastikan penggunanya benar-benar berusia sesuai yang diklaim. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan global agar platform digital lebih serius melindungi anak-anak dari konten dan interaksi yang tidak sesuai.

Wakil Presiden Roblox untuk Kebijakan Produk Keamanan, Eliza Jacobs, menyatakan optimismenya terhadap teknologi baru ini. “Mencentang kotak untuk mengatakan Anda berusia 13 tahun atau lebih, itu sudah tidak cukup lagi,” ujar Jacobs kepada NBC News, seperti dikutip dalam laporan yang menjadi acuan artikel ini.

Roblox mengklaim teknologi estimasi usia wajah mereka mampu mendeteksi usia anak dalam rentang yang sangat akurat. Jacobs menyebutkan bahwa perkiraan tersebut biasanya “berada dalam 1,4 tahun dari usia pasti seorang anak.” Akurasi ini menjadi kunci untuk menyaring pengguna berdasarkan kelompok usia yang tepat.

Pengujian dengan Anak-Anak dan Hasilnya

Untuk menguji ketangguhan sistem ini, NBC News mengundang sekelompok anak-anak untuk mencoba proses verifikasi usia Roblox. Salah satu skenario yang diuji adalah apakah anak-anak dapat mengelabui sistem dengan menggunakan kumis palsu. Hasilnya, mereka tidak berhasil melewati verifikasi tersebut, menunjukkan bahwa teknologi pengenalan wajah Roblox cukup canggih untuk mendeteksi upaya pemalsuan fisik.

Keberhasilan uji coba ini menjadi modal penting bagi Roblox untuk melanjutkan implementasi teknologi tersebut secara lebih luas. Sebelumnya, pada April 2026, Roblox telah mengumumkan rencana untuk menggunakan teknologi estimasi usia berbasis video selfie guna mengelompokkan pemain ke dalam kategori usia tertentu.

Pembatasan Akun Berdasarkan Usia

Saat ini, sistem pengelompokan usia Roblox sudah mulai diterapkan. Pengguna di bawah 16 tahun secara otomatis ditempatkan ke dalam akun Roblox Select, sementara pengguna di bawah 9 tahun masuk ke dalam akun Kids. Kedua jenis akun ini memiliki akses terbatas ke fitur chat dan jenis permainan tertentu. Selain verifikasi wajah, pengguna juga dapat menggunakan kartu identitas pemerintah (government ID) untuk memverifikasi usia mereka. Orang tua juga diberikan opsi untuk mengatur kelompok usia anak mereka secara manual.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Roblox untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. “Kami memiliki visi jangka panjang tentang keamanan dan kesopanan di platform yang kami bangun dan yakini,” tegas Jacobs.

Dampak pada Jumlah Pengguna

Penerapan verifikasi usia yang lebih ketat ini bukannya tanpa konsekuensi. Pada April 2026, Roblox melaporkan adanya penurunan jumlah pengguna harian (daily users) setelah menerapkan pemeriksaan usia. Meskipun demikian, Jacobs tetap pada pendiriannya. “Tidak masalah jika beberapa orang tidak selalu senang dengan hal itu,” ujarnya, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keamanan di atas segalanya.

Penurunan pengguna ini menjadi indikator bahwa sebagian pemain mungkin tidak nyaman dengan proses verifikasi yang lebih ketat, atau mungkin ada pengguna di bawah umur yang sebelumnya mengaku lebih tua dan kini tidak bisa lagi mengakses konten tertentu. Namun, bagi Roblox, ini adalah harga yang harus dibayar untuk menciptakan ekosistem yang lebih aman.

Langkah Roblox ini sejalan dengan tren industri teknologi global yang semakin ketat dalam melindungi anak-anak di dunia digital. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah menagih komitmen platform digital untuk melindungi anak dengan tenggat waktu yang ketat. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan regulasi terhadap platform seperti Roblox akan terus meningkat.

Teknologi verifikasi usia berbasis wajah ini juga membuka peluang integrasi dengan platform lain. Misalnya, FIFA Piala Dunia yang dibawa ke Roblox dengan skor langsung, atau prediksi EA Sports FC tentang juara Piala Dunia 2026, semuanya membutuhkan basis pengguna yang terverifikasi usianya agar konten dapat disajikan secara tepat.

Bagi para orang tua, langkah Roblox ini memberikan alat yang lebih baik untuk mengawasi aktivitas anak-anak mereka di platform. Dengan adanya verifikasi wajah dan opsi pengaturan manual, orang tua memiliki kendali lebih besar terhadap jenis konten dan interaksi yang dapat diakses oleh anak-anak mereka.

Ke depannya, Roblox berencana untuk terus menyempurnakan teknologi ini. Jacobs mengakui bahwa sistem ini masih akan terus berkembang dan menjadi lebih baik seiring waktu. “Kami optimistis bahwa teknologi estimasi usia wajah ini akan terus menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Implikasi dari langkah ini sangat jelas: era anonimitas dan klaim usia tanpa verifikasi di platform game online mungkin akan segera berakhir. Roblox, sebagai salah satu platform terbesar di dunia dengan basis pengguna anak-anak yang masif, menjadi pionir dalam penerapan teknologi ini. Jika berhasil, bukan tidak mungkin platform lain akan mengikuti jejak serupa, mengubah lanskap keamanan digital untuk anak-anak secara fundamental.