Ubisoft Tutup Studio di Kanada dan Serbia, PHK 380 Karyawan

Logo Ubisoft dengan latar belakang gelap, simbol restrukturisasi bisnis perusahaan gim global

JBNews.id – Ubisoft kembali melakukan restrukturisasi bisnis dengan menutup studio pengembang di Winnipeg, Kanada, dan Belgrade, Serbia. Langkah ini berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 380 karyawan di berbagai kantor cabang perusahaan gim asal Prancis tersebut.

Keputusan itu diambil di tengah upaya Ubisoft memperbaiki kondisi keuangan yang tertekan akibat penurunan penjualan gim dan penundaan peluncuran sejumlah judul. Engadget pada Rabu (10/6) mengutip laporan The Game Business yang menyebutkan bahwa penutupan studio di Winnipeg menghilangkan sekitar 65 posisi pekerjaan. Sementara itu, pengurangan karyawan di studio Barcelona, Spanyol, dan penutupan kantor Belgrade menambah jumlah total posisi yang terdampak menjadi sekitar 380 orang.

Pengurangan tenaga kerja juga berdampak pada kantor Ubisoft di San Francisco, Amerika Serikat. Meski telah menghentikan aktivitas pengembangan gim sejak 2024, studio tersebut masih menjadi kantor bagi sejumlah tim teknologi informasi dan pemasaran perusahaan, menurut laporan Insider Gaming.

Restrukturisasi Tim Rainbow Six: Siege

Selain memangkas biaya tetap seperti gaji, pembayaran sewa, dan premi asuransi, Ubisoft tampaknya merestrukturisasi proses pengembangan gim multi-pemain populernya, Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege. Sekitar 12 persen anggota tim yang sebelumnya mengerjakan pengembangan Rainbow Six: Siege akan dialihkan ke proyek lain. Ubisoft Barcelona dikabarkan akan menjadi studio utama yang bertanggung jawab mengembangkan gim tersebut.

Restrukturisasi ini merupakan kelanjutan dari upaya efisiensi yang telah dilakukan Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan itu pada Oktober 2025 juga mengumumkan pemisahan unit bisnis Vantage Studios dengan dukungan pendanaan dari Tencent. Studio tersebut menjadi rumah bagi waralaba gim populer Ubisoft, yakni Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six.

Gelombang PHK di industri gim global bukanlah fenomena baru. Banyak perusahaan teknologi dan gim besar melakukan pengurangan karyawan untuk menekan biaya operasional di tengah ketidakpastian ekonomi. Langkah Ubisoft menambah daftar panjang perusahaan yang melakukan efisiensi serupa, termasuk yang terjadi di industri startup dan teknologi secara umum.

Bagi para pengamat industri, langkah Ubisoft ini menunjukkan bahwa bahkan perusahaan gim mapan pun tidak kebal terhadap tekanan pasar. Penundaan peluncuran gim dan penurunan pendapatan menjadi faktor utama yang mendorong keputusan sulit ini.

Dampak bagi Karyawan dan Industri

PHK massal di Ubisoft dipastikan akan berdampak signifikan bagi para karyawan yang kehilangan pekerjaan. Dengan penutupan studio di dua negara, para pengembang gim harus mencari peluang baru di tengah pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Di sisi lain, restrukturisasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan Ubisoft dalam jangka panjang. Fokus pada pengembangan gim unggulan seperti Rainbow Six: Siege dan waralaba utama lainnya menjadi strategi untuk mempertahankan daya saing di pasar yang terus berubah.

Keputusan Ubisoft untuk menutup studio di Winnipeg dan Belgrade, serta memangkas karyawan di Barcelona dan San Francisco, menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan transformasi besar-besaran. Langkah ini menjadi sinyal bahwa industri gim global masih menghadapi tantangan berat, dan efisiensi operasional menjadi prioritas utama untuk bertahan.

Bagi para penggemar gim Ubisoft, restrukturisasi ini mungkin berdampak pada jadwal rilis gim-gim mendatang. Namun, perusahaan optimistis bahwa dengan fokus yang lebih tajam pada proyek-proyek inti, kualitas gim yang dihasilkan akan tetap terjaga.