Blog

  • Tiga Operator Lolos Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

    Tiga Operator Lolos Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan tiga operator seluler, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart), lolos evaluasi administrasi dalam Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026. Keputusan ini membuka jalan bagi ketiganya untuk bersaing memperebutkan spektrum strategis guna memperkuat layanan 4G dan 5G nasional.

    Ketiga perusahaan dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi untuk mengikuti seleksi pada dua pita frekuensi sekaligus. Proses selanjutnya akan memasuki tahap penentuan harga melalui mekanisme lelang. “Dengan hasil evaluasi administrasi tersebut, proses Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026 dilanjutkan ke tahapan Lelang Harga,” demikian pernyataan resmi Tim Seleksi Komdigi pada Jumat (26/6/2026).

    Tahap lelang harga dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 09.00 WIB melalui sistem e-Auction. Komdigi mewajibkan seluruh peserta menggunakan tanda tangan digital (e-Sign) pada platform Peruri Shield sebagai bagian dari proses seleksi secara elektronik. Ketiga operator yang sama-sama mendaftar untuk kedua pita frekuensi ini telah melalui serangkaian tahapan sejak April hingga Juni 2026, mulai dari pengunduhan dokumen seleksi, penyampaian pertanyaan, aanwijzing, simulasi lelang, hingga penyerahan dokumen administrasi.

    Pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan dua spektrum yang dinilai sangat strategis dalam pengembangan jaringan seluler nasional. Frekuensi 700 MHz memiliki karakteristik jangkauan sinyal yang lebih luas serta kemampuan penetrasi ke dalam bangunan yang lebih baik. Karakteristik ini membuat spektrum tersebut ideal untuk memperluas cakupan layanan broadband hingga wilayah pinggiran dan pedesaan dengan jumlah infrastruktur yang lebih efisien. Sementara itu, pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas yang lebih besar, sehingga cocok untuk melayani kawasan dengan kepadatan trafik data tinggi seperti pusat bisnis, kawasan industri, dan wilayah perkotaan dengan jumlah pelanggan besar. Spektrum ini dinilai tepat untuk penggelaran jaringan 5G.

    Kombinasi kedua pita frekuensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan internet bergerak, mulai dari optimalisasi 4G hingga mempercepat implementasi jaringan 5G nasional. Dengan lolosnya tiga operator utama, persaingan untuk memenangkan lelang diprediksi akan berlangsung ketat.

    Bagi konsumen, hasil lelang ini akan berdampak langsung pada kualitas layanan yang mereka nikmati. Operator yang berhasil mendapatkan spektrum 700 MHz dapat memperluas jangkauan sinyal ke daerah terpencil, sementara pemilik 2,6 GHz akan mampu menyediakan kecepatan data tinggi di pusat kota. Ini berarti peningkatan pengalaman streaming, gaming, dan produktivitas digital secara keseluruhan.

    Dalam konteks industri, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong transformasi digital nasional. Spektrum 700 MHz sering disebut sebagai “digital dividend” karena efisiensinya dalam menyediakan cakupan luas, sedangkan 2,6 GHz menjadi tulang punggung kapasitas 5G. Penguasaan kedua pita ini akan menjadi pembeda utama antar operator dalam peta persaingan layanan telekomunikasi di Indonesia.

    Para pelaku industri dan pengamat telekomunikasi akan mencermati jalannya lelang pada 7 Juli mendatang. Siapa pun pemenangnya, hasil akhir dari proses ini dipastikan akan membentuk lanskap layanan seluler Indonesia untuk beberapa tahun ke depan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan industri ini, simak juga berita tentang Telkomsel Raih Dua Penghargaan di ajang internasional.

    Dengan lolosnya ketiga operator, publik tinggal menunggu hasil lelang harga yang akan menentukan siapa yang berhak menggunakan spektrum strategis ini. Kepastian ini menjadi angin segar bagi pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional, terutama dalam menghadapi lonjakan kebutuhan data di era digital.

  • Apple Peringatkan Bahaya Pasang Kontak di Layar iPhone Dicuri

    Apple Peringatkan Bahaya Pasang Kontak di Layar iPhone Dicuri

    JBNews.id — Apple merilis panduan keamanan baru yang memperingatkan pengguna untuk tidak memasang informasi kontak di layar iPhone yang dicuri. Risikonya adalah pencuri dapat menggunakan data tersebut untuk menjalankan skema penipuan rekayasa sosial.

    Dalam halaman dukungan terbaru yang diterbitkan Jumat (26/6/2026), Apple secara eksplisit mengubah imbauan sebelumnya. Sebelumnya, pengguna disarankan menaruh nomor telepon di lock screen agar perangkat yang hilang mudah dikembalikan. Kini, praktik itu justru dianggap berbahaya jika perangkat dalam status dicuri.

    “Anda mungkin melihat opsi untuk memasukkan nomor telepon atau pesan tentang bagaimana cara menghubungi Anda, dan informasi ini akan berguna jika Anda kehilangan perangkat,” tulis Apple dalam dokumen tersebut, dikutip dari 9to5Mac. “Jika perangkat Anda dicuri, pencuri mungkin akan menggunakan informasi kontak Anda untuk skema penipuan menggunakan rekayasa sosial,” sambungnya.

    Modus penipuan itu bisa beragam. Pencuri dapat menghubungi pemilik dengan berpura-pura sebagai petugas Apple atau operator seluler untuk mencari informasi tambahan. Data tersebut kemudian dipakai untuk membuka kunci perangkat atau mengakses akun Apple.

    Selain larangan tersebut, Apple juga memberikan tiga peringatan kritis lainnya. Pertama, jangan menghapus perangkat yang dicuri dari fitur Find My. Jika dihapus, Activation Lock akan dinonaktifkan sehingga pencuri bisa menghapus data dan menjual perangkat dengan mudah.

    Kedua, perlindungan fitur Stolen Device Protection hanya aktif untuk sementara waktu. Oleh karena itu, cara terbaik melindungi iPhone dan akun Apple adalah dengan menandai perangkat yang dicuri sebagai ‘hilang’ melalui Lost Mode. Fitur ini akan meminta autentikasi biometrik untuk tindakan sensitif seperti mengakses password dan informasi kartu kredit.

    Ketiga, ketika pencuri mencoba mengubah password akun Apple di lokasi tidak familiar, mereka harus menunggu satu jam dan diminta menggunakan Face ID atau Touch ID. Mekanisme ini memberi waktu bagi pemilik untuk mengaktifkan Lost Mode dan memastikan pencuri tidak dapat membobol akun meskipun mengetahui password pengguna.

    Panduan baru ini muncul di tengah berbagai perkembangan ekosistem Apple, termasuk keputusan perusahaan menaikkan harga hampir semua produk. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa iPhone masih aman dari kenaikan harga tersebut.

    Halaman dukungan Apple juga memuat panduan teknis lainnya, seperti cara mengaktifkan Lost Mode dari jarak jauh, menghapus perangkat dari daftar perangkat terpercaya, dan prosedur mengklaim garansi AppleCare+ lewat Theft and Loss. Semua langkah itu dirancang untuk meminimalkan kerugian jika iPhone jatuh ke tangan yang salah.

    Bagi pengguna iPhone di Indonesia, memahami panduan ini menjadi semakin relevan. Dengan meningkatnya nilai perangkat dan data pribadi yang tersimpan, satu kesalahan kecil—seperti memasang nomor telepon di layar kunci—bisa berakibat fatal. Apple menegaskan bahwa langkah pencegahan sejak awal adalah kunci utama.

    Implikasinya jelas: pengguna harus segera mengubah kebiasaan lama. Jangan lagi menempelkan informasi kontak di lock screen. Sebagai gantinya, aktifkan Find My, nyalakan Lost Mode, dan pastikan Stolen Device Protection berjalan optimal. Dengan begitu, meskipun perangkat dicuri, data dan akun tetap aman.

    Ilustrasi logo Apple

    Selain itu, Apple juga mengingatkan bahwa pencuri semakin canggih dalam menjalankan aksinya. Mereka tidak hanya mencuri perangkat, tetapi juga berusaha mengakses akun iCloud untuk menghapus jejak digital. Karena itu, setiap pengguna wajib memahami fitur keamanan bawaan iOS dan mengaktifkannya sejak hari pertama.

    Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan harga Apple juga bisa disimak dalam artikel tentang kenaikan harga akibat krisis memori global yang mempengaruhi lini produk lainnya. Dengan pemahaman yang komprehensif, pengguna bisa mengambil keputusan yang tepat dalam melindungi investasi dan data pribadi mereka.

    Kesimpulannya, panduan baru Apple ini mengubah paradigma keamanan iPhone. Informasi kontak di layar kunci yang dulu dianggap membantu, kini menjadi celah berbahaya. Pengguna harus beralih ke metode perlindungan yang lebih andal: Find My, Lost Mode, dan Stolen Device Protection.

  • Saham Apple Anjlok Akibat Kenaikan Harga MacBook dan iPad

    Saham Apple Anjlok Akibat Kenaikan Harga MacBook dan iPad

    JBNews.id — Apple mengumumkan kenaikan harga untuk MacBook dan iPad. Langkah pertama perusahaan membebankan biaya memori dan penyimpanan yang lebih tinggi ke konsumen ini langsung direspons negatif pasar. Saham perusahaan ditutup turun lebih dari 6% pada hari Kamis setelah perubahan harga diumumkan, mencatatkan kejatuhan terburuk sejak April 2025.

    Kenaikan harga ini merupakan realisasi dari pernyataan CEO Tim Cook sebelumnya. Pekan lalu, Cook mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Apple tidak bisa lagi sepenuhnya melindungi pelanggan dari lonjakan biaya komponen yang dipicu oleh tren AI. “Ini adalah fenomena langka seratus tahunan. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di sektor mana pun dalam lebih dari 40 tahun,” sebutnya.

    Daftar perubahan harga terbaru Apple di Amerika Serikat mencakup hampir seluruh lini MacBook dan iPad. MacBook Neo entry-level naik dari $599 menjadi $699. MacBook Air 512GB melonjak dari $1.099 menjadi $1.299. MacBook Pro 1TB naik signifikan dari $1.699 menjadi $1.999. Sementara itu, iPad Air 128GB naik dari $599 menjadi $749, dan iPad Pro Wi-Fi 256GB naik dari $999 menjadi $1.199.

    Pemicu Kenaikan Harga

    Apple menjelaskan bahwa industri elektronik konsumen menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Ekspansi pesat data center AI menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa untuk memori dan penyimpanan. Kami belum pernah melihat harga komponen naik sebesar ini, dan secepat ini,” sebut Apple dalam pernyataannya.

    Perusahaan menambahkan telah mencapai titik di mana mereka harus mulai menaikkan harga pada sejumlah produk. Pernyataan ini membuka kemungkinan adanya kenaikan lanjutan di masa depan. “Kami tahu ini bukanlah kabar yang diharapkan dan kami sedang bekerja tanpa lelah untuk mencari solusi,” tambah mereka.

    Menurut data Counterpoint Research, harga memori dan penyimpanan melonjak empat kali lipat dalam tiga kuartal terakhir. Lonjakan ini terjadi karena para pemasok mengarahkan lebih banyak jalur produksi untuk membuat memori bandwidth tinggi yang digunakan server AI. Tarun Pathak, direktur riset Counterpoint Research, memperkirakan tingginya biaya komponen dapat menambah sekitar USD 200 pada biaya produksi tiap iPhone.

    Dampak pada Konsumen dan Produk

    Pathak memproyeksikan kenaikan harga sekitar $150 hingga $200 di seluruh lini produk Apple. Pembebanan yang lebih besar akan terjadi pada konfigurasi memori tinggi dibanding model dasar. Dorongan integrasi AI memberi Apple alasan tambahan untuk memprioritaskan konfigurasi memori lebih besar.

    Firma riset IDC memperkirakan seluruh model iPhone baru akan beralih menggunakan RAM 12GB. Langkah ini diambil karena Apple ingin menghindari penjualan perangkat baru yang tidak memiliki akses ke fitur Apple Intelligence. Fitur AI pada perangkat yang lebih canggih membutuhkan memori lebih besar, dan pengalaman baru dari asisten virtual Siri milik Apple hanya akan berjalan di hardware yang lebih baru.

    Krisis komponen ini tidak hanya berdampak pada Apple. Krisis komponen global telah membuat harga PC dan konsol melonjak di berbagai merek. Apple sendiri sebelumnya telah menaikkan harga akibat krisis memori global yang kini semakin parah.

    Implikasi dari kenaikan harga ini jelas: konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan produk Apple terbaru. Dengan tren AI yang terus berkembang dan permintaan komponen yang tinggi, tekanan pada harga diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Bagi pengguna yang berencana membeli MacBook atau iPad, waktu terbaik mungkin adalah sebelum gelombang kenaikan harga berikutnya tiba.

  • SpaceSail Tantang Starlink, China Siap Kuasai Internet Satelit

    SpaceSail Tantang Starlink, China Siap Kuasai Internet Satelit

    JBNews.id — SpaceSail, proyek internet satelit yang didukung penuh oleh pemerintah China, resmi menantang dominasi Starlink milik Elon Musk. Dengan modal awal 6,7 miliar yuan, perusahaan ini telah mengamankan kontrak di Brasil dan Kazakhstan, serta bernegosiasi dengan 30 negara.

    Starlink milik Elon Musk telah lama mendominasi industri internet satelit. Namun, posisinya kini mulai terusik oleh kehadiran SpaceSail, sebuah proyek ambisius asal China yang siap merebut pangsa pasar global.

    Saat ini, SpaceSail hanya memiliki beberapa ratus satelit di orbit Bumi rendah, jauh tertinggal dari Starlink yang mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit. Meski demikian, perusahaan tersebut mengklaim telah memiliki cukup satelit untuk memulai aplikasi komersial pertamanya, yaitu melacak kapal maritim di laut.

    Latar Belakang dan Pendanaan SpaceSail

    Proyek ini secara resmi disebut SpaceSail Constellation dalam bahasa Inggris, atau Qianfan (Seribu Layar) dalam Bahasa Mandarin. SpaceSail diluncurkan pada tahun 2023 oleh perusahaan yang didukung negara, Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST). Tujuan utamanya adalah menyediakan internet broadband berkecepatan tinggi, aman, dan andal di seluruh dunia.

    Menurut Lan Xinzhen, komentator di majalah Beijing Review yang berafiliasi dengan negara, SpaceSail juga diluncurkan dengan mempertimbangkan keamanan nasional. Proyek ini pada akhirnya dapat mendukung proyek luar negeri, perdagangan laut, dan misi diplomatik tanpa bergantung pada perusahaan atau infrastruktur Barat.

    SSST didukung oleh lembaga penelitian yang dikelola negara, Akademi Ilmu Pengetahuan China, dan Pemerintah Kota Shanghai. Pendanaan awal proyek ini mencapai 6,7 miliar yuan. Hingga saat ini, proyek tersebut tetap sepenuhnya didanai oleh China, dengan investasi terbatas pada entitas korporasi atau organisasi ekonomi yang berbasis di negara tersebut, tidak termasuk Hong Kong dan Makau.

    Informasi mengenai skala operasi SpaceSail memang terbatas. Menurut Qichacha, platform informasi bisnis China, SSST memiliki 343 karyawan pada tahun 2024. Halaman LinkedIn resminya mencantumkan 201-500 karyawan, sementara platform karier China Jobui mengatakan perusahaan tersebut merekrut 224 posisi pada tahun yang sama.

    Perkembangan Peluncuran Satelit

    SpaceSail meluncurkan satelit pertamanya pada Agustus 2024, mengirimkan 18 satelit panel datar dengan roket Long March 6A. Kelompok kedua yang terdiri dari 18 satelit diluncurkan dua bulan kemudian, sebelum kelompok ketiga yang terdiri dari 18 satelit pada bulan Desember.

    Saat ini, terdapat setidaknya 200 satelit SpaceSail aktif di orbit Bumi, setelah peluncuran ke-12 dan terbaru dengan roket Long March 8 pada Juni 2026. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka sekarang memiliki cukup satelit untuk memulai aplikasi komersial pertamanya, yaitu melacak kapal maritim di laut.

    SpaceSail bertujuan untuk memulai layanan komersial yang lebih luas pada akhir tahun 2026, dengan jumlah total satelit aktif yang mengorbit diperkirakan mencapai 648. Konstelasi satelitnya pada akhirnya akan terdiri dari lebih dari 15.000 satelit, cukup untuk menyediakan cakupan global penuh.

    Menurut Blaine Curcio, pendiri perusahaan Orbital Gateway Consulting yang berbasis di Hong Kong, SpaceSail dengan sengaja menargetkan tempat-tempat di mana Starlink menghadapi masalah politik atau regulasi.

    Perbandingan SpaceSail dengan Starlink

    Starlink adalah pemimpin industri dengan lebih dari 12 juta pengguna aktif di 160 negara dan wilayah. Perusahaan ini mengoperasikan konstelasi sekitar 10.413 satelit, dengan rencana hingga 42.000 satelit. SpaceSail jelas jauh tertinggal, namun memiliki ambisi besar.

    SpaceSail mengatakan akan memiliki lebih dari 10.000 satelit yang beroperasi di orbit rendah pada akhir tahun 2030. Perusahaan ini juga dilaporkan sedang bernegosiasi dengan 30 negara untuk meluncurkan layanannya.

    Keberhasilan SpaceSail mulai terlihat sebagai alternatif Starlink di tempat-tempat di mana kesepakatan dengan perusahaan Musk gagal. Mereka telah mengamankan kontrak besar di Brasil, di mana pihak berwenang berselisih dengan Musk pada tahun 2024 terkait dugaan kegagalan memoderasi konten di platform media sosialnya, X. Pada bulan Februari, badan pengatur telekomunikasi Brasil, Anatel, mengizinkan SpaceSail untuk memulai layanan komersial.

    SpaceSail juga telah membuat kemajuan di Kazakhstan, dengan mendaftarkan anak perusahaan di negara tersebut pada Januari 2025. Starlink gagal masuk ke Kazakhstan karena persyaratan penyimpanan data dan keamanan. Pada bulan Desember, SpaceSail menandatangani kesepakatan dengan produsen pesawat Eropa, Airbus, untuk memasukkan SpaceSail sebagai opsi WiFi dalam penerbangan.

    Persaingan ini menunjukkan bagaimana faktor geopolitik mulai memengaruhi industri teknologi. Sementara itu, tren serupa juga terlihat di industri lain, seperti yang dilaporkan dalam artikel tentang SK Hynix Salip Samsung yang menunjukkan perubahan peta kekuatan di sektor semikonduktor.

    Di sisi lain, efisiensi biaya menjadi perhatian utama banyak perusahaan teknologi. Fenomena biaya AI membengkak membuat perusahaan mulai mengurangi penggunaan teknologi tersebut, sebuah pelajaran yang relevan bagi SpaceSail yang membutuhkan investasi besar untuk mencapai targetnya.

    Implikasi dan Dampak Pasar

    Persaingan antara SpaceSail dan Starlink membawa implikasi besar bagi industri telekomunikasi global. Kehadiran SpaceSail memberikan alternatif bagi negara-negara yang enggan bergantung pada infrastruktur Barat, terutama dalam hal keamanan data dan kedaulatan digital.

    Bagi pengguna di Indonesia, persaingan ini berpotensi menurunkan biaya akses internet satelit. Jika SpaceSail berhasil masuk ke pasar Asia Tenggara, konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan penyedia layanan internet broadband.

    Namun, tantangan terbesar SpaceSail adalah mencapai skala ekonomi yang sebanding dengan Starlink. Dengan lebih dari 10.000 satelit yang sudah beroperasi, Starlink memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, kapasitas, dan jangkauan layanan.

    Ke depannya, persaingan ini akan sangat bergantung pada kemampuan SpaceSail untuk menarik mitra komersial dan mendapatkan izin regulasi di berbagai negara. Kesepakatan dengan Airbus menjadi sinyal positif bahwa perusahaan Eropa mulai melirik SpaceSail sebagai opsi yang layak.

    Bagi para pengamat industri, perkembangan ini menunjukkan bahwa era monopoli Starlink akan segera berakhir. Pasar internet satelit global akan semakin kompetitif, dengan konsekuensi positif bagi konsumen dalam bentuk harga yang lebih terjangkau dan layanan yang lebih beragam.

  • Pemuda Jakarta Hidupkan Budaya Betawi Lewat E-Commerce

    Pemuda Jakarta Hidupkan Budaya Betawi Lewat E-Commerce

    JBNews.id — Di tengah derasnya arus globalisasi, semangat generasi muda untuk melestarikan budaya Betawi justru bertransformasi menjadi tren gaya hidup urban yang modern. Melalui platform e-commerce, produk ikonik seperti fesyen etnik, aksesori khas, hingga kuliner kekinian berhasil hadir sebagai simbol kebanggaan identitas Jakarta. Momentum perayaan HUT Jakarta ke-499 menjadi ajang refleksi bagaimana warisan tradisi leluhur kini mampu berdampingan secara harmonis dengan modernitas zaman.

    Fenomena ini tidak lagi terbatas pada festival tahunan atau ruang fisik. Ekosistem digital telah membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan kekayaan Jakarta hingga lintas daerah. Salah satu inisiator yang menjawab kerinduan akan produk khas Jakarta yang autentik namun adaptif adalah Betawi Online Gallery, brand lokal asli Jakarta yang menghadirkan representasi kebudayaan Betawi yang ramah, kreatif, dan berkarakter kuat.

    Sang pemilik, Mohamad Ardiansyah, menghadirkan perspektif modern dalam setiap karyanya. Ia memperlihatkan budaya lokal sebagai bahasa identitas Jakarta masa kini yang berakar dari langkah kecil. Kini, usahanya sukses bertumbuh menjadi rumah produksi di kawasan budaya Betawi di Setu Babakan.

    Cerita Mohamad Ardiansyah Menjaga Jiwa Jakarta

    Berawal dari kecintaannya terhadap budaya lokal saat aktif di Sanggar Seni Silat Betawi Setu Babakan di Jagakarsa, Ardi melihat adanya kebutuhan akan akses informasi dan produk budaya yang lebih mudah dijangkau. Bermodal latar belakang di bidang teknologi informasi, ia merintis usahanya dari sebuah meja kecil di bantaran Setu Babakan pada tahun 2014 dan membangun sebuah platform yang menjadi ‘jendela Betawi’ bagi masyarakat luas.

    Kini, usahanya terus berkembang pesat dengan empat kios, rumah produksi sendiri, dan puluhan karyawan yang bergabung. Lebih dari sekadar berjualan oleh-oleh, Betawi Online Gallery dikembangkan dengan visi untuk menghidupkan kembali tradisi melalui inovasi. Lewat produk bantal dan boneka miniatur ondel-ondel, Ardi mengemas figur ondel-ondel tampil lebih ramah, lucu, dan edukatif bagi anak-anak.

    Melalui lini produknya yang kaya akan makna filosofis, seperti motif Gigi Balang yang melambangkan keberanian hingga motif tumpal dan Monas, Betawi Online Gallery sukses menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin merayakan identitas Jakarta mereka dengan rasa bangga.

    Pemilik Betawi Online Gallery, Mohamad Ardiansyah, mengatakan bahwa budaya lokal memiliki masa depan yang cerah di era digital saat ini. Lewat tampilan karakter yang ramah dan adaptif, ia berupaya menjaga esensi dan jiwa Jakarta di hati generasi muda.

    “Saya sangat bangga melihat generasi muda saat ini sangat menghargai kreativitas tanpa kehilangan nilai asli tradisi. Inovasi visual yang kami lakukan pada produk busana, suvenir 3D, hingga kuliner tradisional dirancang untuk memberikan rasa bangga saat mengenakan atau mengonsumsinya. Antusiasme yang luar biasa dari masyarakat memberikan kami keyakinan bahwa budaya lokal punya masa depan yang cerah di era digital. Menampilkan karakter Betawi yang ramah dan adaptif adalah cara kami menjaga agar esensi dan jiwa Jakarta tetap berdenyut di hati generasi muda,” ujar Ardi dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

    Akselerasi Bisnis Betawi Online Gallery lewat Teknologi

    Perjalanan Betawi Online Gallery dimulai sebagai platform informasi kebudayaan digital dan kemudian bertransformasi menjadi pusat oleh-oleh Betawi yang lengkap. Seiring berjalannya waktu, usaha ini terus bergerak dinamis menciptakan produk gaya hidup modern bertema lokal hingga mampu memberikan dampak sosial nyata bagi komunitas sekitar dengan memberdayakan 30 orang karyawan yang terdiri dari perajin jahit dan seniman lokal dari berbagai daerah.

    Kehadiran rumah produksi ini juga memperkuat posisi Betawi Online Gallery bukan hanya sebagai pelaku bisnis ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat berbasis pelestarian budaya. Langkah ekspansi ke ranah digital turut menjadi titik balik penting yang memperluas jangkauan pelestarian budaya ini. Fenomena ini sejalan dengan upaya Transformasi Digital yang harus dibangun secara komunal untuk memperkuat ekosistem.

    Bergabung bersama Shopee sejak sepuluh tahun lalu, Betawi Online Gallery memperkuat posisi strategisnya sebagai top-of-mind di kategori produk dan oleh-oleh khas Jakarta. Kehadiran Shopee tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses rangkaian produk, tetapi juga memicu pertumbuhan bisnis yang konsisten.

    “Saya bergabung sejak awal Shopee hadir pada tahun 2016 lalu. Walaupun saat itu Shopee masih terbilang baru, tapi prinsip saya apapun peluang yang datang, kecil atau besar, kita ambil semua. Ternyata bersama Shopee pertumbuhan kami menjadi sangat masif, bahkan kini Shopee berkontribusi sebesar 60% terhadap penjualan online Betawi Online Gallery. Tidak hanya itu, fitur Shopee yang lengkap juga sangat membantu kami untuk terus meningkatkan penjualan secara konsisten,” tambah Ardi.

    Pertumbuhan yang masif ini dicapai berkat keaktifan Betawi Online Gallery dalam mengadopsi berbagai fitur interaktif yang disediakan Shopee, mulai dari Iklan Shopee, Shopee Video, hingga Shopee Affiliate Program yang membantu memperluas jangkauan brand ke seluruh Indonesia. Efektivitas program dan fitur dari ekosistem digital ini semakin terasa ketika momentum hari besar yang kental dengan nuansa etnik, seperti Hari Kartini dan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta.

    Pada momen spesial Hari Kartini tahun ini misalnya, penjualan Betawi Online Gallery di Shopee meningkat tajam hingga 5 kali lipat dibandingkan hari biasa. Tidak hanya itu, peningkatan penjualan Betawi Online Gallery yang signifikan ini juga terjadi di momen peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta tahun lalu.

    Bagi Ardi, langkah nyata dalam memadukan pelestarian budaya dan pemberdayaan komunitas ini menjadi wujud adaptasi tradisi yang ideal di era modern dengan visi besar membawa identitas Betawi melintasi batas negara. Keberhasilan ini juga menunjukkan bagaimana Reservasi Steam Machine dan produk teknologi lainnya dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya lokal.

    “Bagi saya, merayakan HUT Jakarta ke-499 adalah tentang keberanian untuk terus bergerak maju memanfaatkan teknologi tanpa melupakan akar budaya sendiri. Melalui dukungan ekosistem digital Shopee, kami optimis teknologi mampu membuka peluang lebih luas bagi produk tradisional, sekaligus membawa misi kami memperkenalkan keelokan budaya Betawi ke pasar serumpun di masa depan,” pungkas Ardi.

    Keberhasilan Betawi Online Gallery menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan kemajuan teknologi. Dengan memanfaatkan Shortcuts dengan AI dan inovasi digital lainnya, generasi muda dapat terus mengembangkan warisan budaya tanpa meninggalkan akar tradisi. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan budaya Betawi tetap relevan dan dicintai oleh generasi mendatang.

    Implikasi dari fenomena ini sangat jelas: budaya lokal bukanlah masa lalu yang statis, melainkan entitas hidup yang dapat beradaptasi dengan zaman. Dengan dukungan teknologi dan semangat inovasi, identitas Jakarta akan terus berdenyut di hati masyarakat, baik di dalam negeri maupun di pasar global.

  • Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Resmi, Tablet Premium dengan Snapdragon 8s Gen 4

    Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Resmi, Tablet Premium dengan Snapdragon 8s Gen 4

    JBNews.id — Lenovo resmi meluncurkan tablet premium terbarunya di Indonesia, Lenovo Idea Tab Pro Gen 2, dengan mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 dan layar PureSight Pro 13 inci beresolusi 3.5K. Perangkat ini dirancang untuk menggantikan fungsi laptop dalam bentuk yang lebih ringkas.

    Tablet ini juga dibekali baterai berkapasitas 10.200 mAh yang diklaim mampu menemani aktivitas pengguna sepanjang hari. Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 hadir dengan sederet fitur kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi kerja, termasuk Smarter Reader, AI Notes, Live Transcript, dan Smart AI Input.

    “Melalui Idea Tab Pro Gen 2, Lenovo mempertegas komitmennya dalam menghadirkan perangkat yang mendukung produktivitas, pembelajaran, dan hiburan dalam satu pengalaman yang seamless,” ujar Santi Nainggolan, Consumer Lead Lenovo Indonesia dalam keterangan resmi. Ia menambahkan, perangkat ini memungkinkan pengguna tetap produktif layaknya menggunakan laptop, dengan fleksibilitas dan portabilitas khas tablet.

    Lenovo juga menghadirkan paket bundling yang membuat pengguna bisa langsung memaksimalkan fungsi tablet sejak hari pertama. “Untuk membantu pengguna memaksimalkan pengalaman tersebut sejak hari pertama, Lenovo juga menghadirkan paket bundling dengan Lenovo 2-in-1 Keyboard dengan Trackpad dan Lenovo Tab Pen Plus,” lanjut Santi.

    Salah satu fitur unggulan tablet ini adalah WPS Office PC Level, yang menawarkan pengalaman mengolah dokumen layaknya menggunakan laptop. Antarmukanya mengusung tampilan desktop sehingga lebih nyaman untuk multitasking, lengkap dengan dukungan sinkronisasi cloud dan kompatibilitas berbagai format Microsoft Office secara online maupun offline.

    Spesifikasi Lenovo Idea Tab Pro Gen 2

    Dari sisi performa, Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 ditenagai Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 yang dipadukan dengan sistem operasi Android 16. Kombinasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman multitasking yang mulus, baik saat bekerja, mengikuti kelas online, maupun menikmati hiburan.

    Tablet ini mengusung layar PureSight Pro 13 inci dengan resolusi 3.5K dan refresh rate 144Hz. Panel tersebut menawarkan tampilan yang tajam, warna yang kaya, serta animasi yang lebih mulus saat digunakan untuk membaca, menonton film, bermain game, maupun menggambar menggunakan stylus.

    Untuk urusan audio, Lenovo membekali perangkat ini dengan speaker JBL yang telah dioptimalkan menggunakan teknologi Dolby Atmos, menghasilkan suara yang lebih bertenaga dan imersif. Agar tetap nyaman digunakan dalam waktu lama, layar Idea Tab Pro Gen 2 juga mendukung teknologi Low Blue Light dan Flicker-Free yang membantu mengurangi kelelahan mata.

    Sementara itu, baterai berkapasitas 10.200 mAh menjadi salah satu nilai jual utama tablet ini. Lenovo mengklaim kapasitas tersebut mampu mendukung aktivitas pengguna sepanjang hari tanpa harus sering mengisi ulang daya. Desain bodinya menggunakan material metal yang ramping sehingga tetap nyaman dibawa bepergian untuk bekerja maupun belajar.

    Berikut spesifikasi lengkap Lenovo Idea Tab Pro Gen 2:

    • Layar: 13 inci PureSight Pro, resolusi 3.5K, refresh rate 144Hz, Low Blue Light, Flicker-Free
    • Processor: Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4
    • GPU: Qualcomm Adreno 825
    • RAM: Up to 12GB
    • Storage Internal: Up to 512GB
    • Kamera Belakang: 13MP Autofocus
    • Kamera Depan: 8MP Fixed Focus
    • Fitur: WPS Office PC Level, Lenovo Tab Pen Plus, Lenovo 2-in-1 Keyboard Pack (opsional), Smarter Reader, AI Notes, Live Transcript, Smart AI Input, Speaker JBL, Dolby Atmos, Android 16, 1 Year Carry-In Service
    • Baterai: 10.200 mAh
    • Konektivitas: USB-C, Wi-Fi 7, Bluetooth6
    • Warna: Luna Grey, Cloud Grey, Jelly Mint
    • Dimensi: 191.91 x 296.48 x 6.20mm / Berat: 598g

    Lenovo Idea Tab Pro Gen 2

    Harga Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 di Indonesia

    Lenovo membuka penjualan perdana Idea Tab Pro Gen 2 mulai 25 Juni hingga 31 Juli 2026. Tablet ini tersedia dalam dua pilihan paket sebagai berikut:

    • Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 8/256 GB + Lenovo Tab Pen Plus: Rp 8.899.000
    • Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 8/256 GB + Lenovo 2-in-1 Keyboard Pack: Rp 9.899.000
    • Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 12/512 GB: Rp 12.399.000

    Selama periode penjualan perdana, konsumen juga berkesempatan memperoleh sling bag 14 inci melalui mekanisme klaim, selama persediaan masih tersedia. Lenovo turut memberikan garansi 1 Year Carry-In Service, sehingga pengguna dapat mengakses jaringan pusat servis resmi Lenovo di seluruh Indonesia apabila membutuhkan layanan purna jual.

    Bagi pengguna yang mencari alternatif tablet dengan fitur audio unggul, Lenovo Tab Plus Gen 2 bisa menjadi pilihan menarik dengan konfigurasi 9 speaker dan kaki lipat. Sementara itu, inovasi Lenovo di bidang AI juga terlihat pada Lenovo Football AI Pro yang mendemokratisasi data di Piala Dunia 2026.

    Dengan kombinasi chipset flagship, layar berkualitas tinggi, baterai jumbo, dan fitur AI yang lengkap, Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 menawarkan solusi produktivitas yang praktis bagi pengguna yang membutuhkan perangkat serbaguna. Tablet ini menjadi pilihan tepat bagi profesional, pelajar, dan kreator konten yang ingin tetap produktif di mana saja tanpa harus membawa laptop.

  • Nvidia Pamer Desain Data Center AI dengan Konsumsi Air Nyaris Nol

    Nvidia Pamer Desain Data Center AI dengan Konsumsi Air Nyaris Nol

    JBNews.id — Gempuran kritik publik terhadap konsumsi air dan energi yang besar oleh pusat data Kecerdasan Buatan (AI) mendorong para raksasa teknologi mencari solusi. Nvidia kini memamerkan desain referensi pusat data generasi terbaru, Rubin, yang diklaim mampu memangkas penggunaan air hingga nyaris nol melalui sistem pendingin cair canggih.

    Dalam publikasi terbarunya, Nvidia memperkenalkan desain referensi beralias DSX AI factory. Sistem ini sepenuhnya menggunakan pendingin cair dan disebut telah mengeliminasi sejumlah besar penggunaan daya serta hampir semua penggunaan air. Langkah ini menjadi respons atas kekhawatiran global terkait dampak lingkungan dari infrastruktur AI yang terus berkembang pesat.

    Kunci dari efisiensi sistem pendingin ini justru terletak pada kemampuannya beroperasi di suhu yang lebih panas. Nvidia merancang agar cairan pendingin, yang merupakan campuran air dan propilen glikol, dapat beroperasi aman hingga suhu ekstrem 45 derajat Celcius (113 derajat Fahrenheit). Panas ditangkap langsung pada tingkat chip (CPU dan GPU) dan dialirkan melalui sirkuit cairan tertutup (closed-loop).

    Berkat suhu operasional cairan yang sangat panas ini, pusat data dapat menggunakan pendingin kering di luar ruangan (outdoor dry coolers) untuk membuang panas secara efisien hampir sepanjang tahun. Teknologi ini menghilangkan kebutuhan akan alat pendingin mekanis (chiller) yang rakus energi. Sebagai perbandingan, raksasa teknologi lain seperti Amazon baru-baru ini juga membanggakan toleransi panas yang lebih tinggi di fasilitas mereka demi efisiensi pusat data berpendingin udara.

    Dampak Signifikan pada Konsumsi Air

    Menurut Josh Parker, Head of Sustainability Nvidia, desain referensi baru ini adalah sebuah lompatan raksasa. Dalam sistem cooling-tower konvensional yang mengandalkan penguapan, sebuah pusat data bisa menghabiskan sekitar 2,6 juta galon air per megawatt setiap tahunnya. Dengan desain liquid cooling generasi Rubin, Nvidia mengklaim konsumsi air di lokasi fasilitas (on-site) bisa ditekan mendekati nol, sebuah pengurangan hingga 100 persen.

    Kehadiran teknologi ini menjadi krusial mengingat besarnya konsumsi air oleh pusat data global. Amazon belum lama ini mengungkapkan bahwa pusat data global mereka mengonsumsi sekitar 2,5 miliar galon (sekitar 9,46 miliar liter) air dalam satu tahun saja. Angka ini memicu kekhawatiran serius di tengah krisis iklim global yang semakin mendesak.

    Namun, inovasi ini tetap memicu perdebatan. Beberapa pihak menyoroti bahwa Nvidia belum transparan mengenai perbandingan biaya pembangunan infrastruktur canggih ini dibandingkan dengan sistem pendingin udara konvensional yang lebih murah. Meski demikian, Nvidia mengklaim bahwa setiap penyedia cloud dan operator data center yang membangun infrastruktur untuk generasi Rubin tengah melakukan transisi tersebut.

    Bagaimana Nvidia Mencapai Klaim Nol Air?

    Ada dua mekanisme utama yang memungkinkan Nvidia mencapai klaim tersebut. Pertama, sistem sirkuit tertutup yang lebih panas. Cairan pendingin yang merupakan campuran air dan propilen glikol dirancang untuk beroperasi aman hingga suhu ekstrem 45 derajat Celcius. Panas ditangkap langsung pada tingkat chip dan dialirkan melalui sirkuit tertutup, sehingga tidak ada air yang menguap ke atmosfer.

    Kedua, penghematan jutaan galon air. Dengan sistem liquid cooling generasi Rubin, konsumsi air di lokasi fasilitas bisa ditekan mendekati nol. Ini menjadi solusi penting mengingat krisis air global yang semakin parah, terutama di wilayah-wilayah yang sering mengalami kekeringan.

    Inovasi Nvidia ini menjadi langkah maju dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari pusat data AI. Dengan konsumsi air yang nyaris nol, teknologi ini tidak hanya menghemat sumber daya alam tetapi juga mengurangi biaya operasional jangka panjang bagi operator pusat data.

    Namun, tantangan masih ada. Transparansi biaya pembangunan infrastruktur canggih ini masih menjadi pertanyaan. Operator pusat data perlu mempertimbangkan investasi awal yang lebih tinggi untuk sistem pendingin cair dibandingkan dengan pendingin udara konvensional. Meski demikian, penghematan air dan energi dalam jangka panjang bisa menjadi faktor penentu.

    Implikasi dari inovasi ini sangat luas. Bagi penyedia cloud dan operator pusat data, teknologi ini menawarkan solusi untuk memenuhi tuntutan regulasi lingkungan yang semakin ketat. Bagi publik, ini berarti infrastruktur AI yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Nvidia telah menunjukkan bahwa efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi AI.

    Dengan desain referensi Rubin, Nvidia tidak hanya menjawab kritik publik tetapi juga menetapkan standar baru untuk pusat data AI masa depan. Teknologi pendingin cair yang mampu beroperasi pada suhu tinggi ini membuka jalan bagi pusat data yang lebih efisien dan ramah lingkungan, tanpa mengorbankan performa komputasi yang dibutuhkan untuk aplikasi AI canggih.

  • SIM Biometrik Efektif Cegah Penipuan, Data Wajah Harus Dijaga

    SIM Biometrik Efektif Cegah Penipuan, Data Wajah Harus Dijaga

    JBNews.id — Mulai 1 Juli 2026, pemerintah mewajibkan registrasi kartu SIM prabayar baru menggunakan verifikasi biometrik wajah. Pakar siber mengingatkan agar data biometrik masyarakat terlindungi dari serangan peretas.

    Kebijakan ini merupakan pengembangan dari sistem registrasi sebelumnya yang hanya menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK). Aturan baru ini dinilai mampu memperkuat validasi identitas pelanggan dan menekan berbagai kejahatan digital, mulai dari phishing, penipuan OTP, spam, hingga social engineering.

    Chairman CISSReC, Pratama Persadha, menilai langkah tersebut secara konsep sudah tepat. Menurutnya, identitas berbasis biometrik jauh lebih sulit dipalsukan dibandingkan sistem registrasi lama. “Selama ini NIK dan KK banyak beredar akibat kebocoran data maupun praktik jual beli data ilegal. Dengan verifikasi wajah, penyalahgunaan identitas menjadi jauh lebih sulit karena harus ada kecocokan antara wajah pengguna dengan data kependudukan,” kata Pratama kepada detikINET, Jumat (26/6/2026).

    Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan sistem mengenali wajah, tetapi juga oleh kemampuan melindungi data biometrik masyarakat. Data biometrik merupakan aset digital permanen yang tidak dapat diganti apabila mengalami kebocoran.

    “Kalau password bocor kita masih bisa menggantinya. Kalau nomor telepon bocor kita bisa membuat nomor baru. Tetapi wajah, sidik jari, maupun iris mata tidak bisa diganti sepanjang hidup. Karena itu perlindungan data biometrik harus jauh lebih ketat dibandingkan data pribadi biasa,” tuturnya.

    Pratama menjelaskan operator seluler sebaiknya tidak menyimpan foto wajah pelanggan dalam bentuk gambar mentah. Sistem yang lebih aman adalah mengubah hasil pemindaian menjadi template biometrik berupa representasi matematis yang digunakan hanya untuk proses pencocokan identitas. Selain itu, prinsip data minimization harus diterapkan. Data yang tidak lagi diperlukan setelah proses verifikasi seharusnya segera dihapus secara aman.

    Face Recognition

    Ia juga menekankan pentingnya penggunaan enkripsi modern selama proses pengiriman data, penerapan zero trust architecture, pembatasan hak akses berdasarkan prinsip least privilege, serta audit keamanan secara berkala. Apabila seluruh aspek keamanan tersebut diterapkan secara konsisten, registrasi SIM berbasis biometrik dapat menjadi instrumen efektif untuk mengurangi penyalahgunaan identitas dan berbagai bentuk kejahatan digital.

    “Biometrik bukan sekadar alat autentikasi, tetapi aset digital permanen yang harus dijaga sepanjang hidup pemiliknya,” pungkas Pratama.

    Kebijakan registrasi SIM biometrik mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Masyarakat yang akan mendaftarkan nomor HP baru wajib melakukan pemindaian wajah sebagai bagian dari proses verifikasi. Pemerintah menargetkan kebijakan ini dapat menekan angka kejahatan digital yang memanfaatkan nomor telepon anonim.

    Implikasi bagi pengguna adalah data biometrik wajah menjadi tanggung jawab bersama. Operator seluler dan pemerintah harus menjamin keamanan penyimpanan data. Sementara masyarakat perlu memahami bahwa data wajah bersifat permanen dan tidak dapat diganti jika bocor. Kehati-hatian dalam memberikan data biometrik menjadi krusial di era digital ini.

  • Paradoks Anthropic: Menjadi Pemimpin AI Demi Keamanan Global

    Paradoks Anthropic: Menjadi Pemimpin AI Demi Keamanan Global

    JBNews.id — Anthropic, perusahaan AI yang didirikan pada 2021 oleh mantan karyawan OpenAI, telah menghabiskan lima tahun terakhir memperingatkan dunia tentang bahaya kecerdasan buatan yang bisa memicu kehancuran massal. Namun di saat yang sama, perusahaan itu justru menjadi salah satu kekuatan paling agresif dalam mendorong kemampuan AI ke level tertinggi. Valuasinya kini hampir mencapai US$1 triliun, dan ia memasok model AI canggih ke klien seperti militer AS.

    Sekilas, peringatan keras Anthropic bertolak belakang dengan aksinya. Namun di internal perusahaan, banyak pihak tidak melihat kontradiksi. Mereka berpegang pada dua keyakinan inti: pertama, AI adalah teknologi paling transformatif dalam sejarah manusia dan kedatangannya tidak terelakkan. Kedua, dunia akan lebih baik jika Anthropic tetap berada di garis depan perlombaan AI.

    “Mereka melihat diri mereka sebagai ‘orang baik’—pengelola teknologi AI yang bertanggung jawab,” kata beberapa mantan karyawan kepada WIRED dengan syarat anonim. Mereka menambahkan bahwa akumulasi kekuasaan—baik dalam bentuk modal, komputasi, bakat riset, atau pengaruh politik—bukanlah tujuan akhir, melainkan harga yang harus dibayar untuk memenuhi misi: memastikan dunia bertransisi dengan aman menuju AI transformatif.

    Strategi ‘Masuk Hutan Lebih Dulu’

    Helen Toner, direktur eksekutif Georgetown’s Center for Security and Emerging Technology dan mantan anggota dewan OpenAI, menggunakan analogi untuk menjelaskan pandangan dunia Anthropic. Ia membandingkan AI yang kuat dengan hutan yang dipenuhi harta karun ajaib dan monster berbahaya. Semua penduduk desa bergegas masuk, tergiur harta karun. Dalam versinya, Anthropic ingin masuk lebih dalam daripada siapa pun sambil berinvestasi besar-besaran untuk menjinakkan monster—yakni, menangkap manfaat AI sambil mengendalikan risiko bencana.

    “Yang membedakan Anthropic adalah mereka berkata, ‘Orang-orang akan masuk ke hutan, jadi kami harus melakukannya lebih dulu.’ Ini adalah strategi yang sangat eksplisit: membangun AI mutakhir agar menjadi pemain serius di meja perundingan yang bisa bicara tentang seperti apa sistem AI seharusnya, risiko apa yang ditimbulkannya, dan mendorong pengamanan yang wajar,” kata Toner.

    CEO Anthropic Dario Amodei menguraikan pendekatan ini dengan gamblang dalam percakapan dengan salah satu pendiri yang diposting di halaman karir perusahaan: “Kamu harus menemukan cara untuk benar-benar kompetitif, benar-benar memimpin industri dalam beberapa kasus, namun tetap bisa melakukannya dengan aman. Jika kamu bisa melakukan itu, tarikan gravitasi yang kamu berikan sangat besar.”

    Lahir dari Kekecewaan terhadap OpenAI

    Anthropic didirikan pada 2021 oleh sekelompok mantan karyawan OpenAI yang membelot setelah kehilangan kepercayaan pada kemampuan kepemimpinan perusahaan, terutama CEO Sam Altman, untuk menghadirkan AI transformatif dengan aman. Sentimen itu masih membentuk perusahaan saat ini. Dua mantan karyawan mengatakan bahwa dalam diskusi internal, eksekutif Anthropic sering menggambarkan Altman dan OpenAI—dan, pada tingkat lebih rendah, Meta dan xAI milik Elon Musk—sebagai contoh peringatan yang membantu mendefinisikan rasa tanggung jawab Anthropic sendiri.

    Dalam banyak hal, Anthropic sama seperti perusahaan Silicon Valley lainnya. Banyak startup memasarkan diri mereka sebagai David yang melawan Goliath industri yang sudah mapan. Google, Facebook, dan Apple semuanya didirikan di atas prinsip idealis, yang kemudian menjadi keruh atau ditinggalkan sama sekali saat mereka menjadi lebih kaya, lebih besar, dan lebih berpengaruh.

    Namun, mantan karyawan mengatakan bahwa Anthropic tidak biasa dalam seberapa kuatnya ia percaya pada misinya, dan seberapa eksplisitnya ia memberi tahu karyawan bahwa kekuatan teknologi dan komersial adalah sarana untuk mencapainya. Salah satu mantan karyawan mengatakan bahwa dalam wawancara kerja, Anthropic menekankan kepada pelamar bahwa perusahaan itu bukan perusahaan tipikal yang dibentuk oleh kekuatan pasar: perusahaan itu diatur oleh struktur manfaat publik yang memungkinkannya untuk memprioritaskan “manfaat jangka panjang bagi kemanusiaan” di atas keuntungan.

    “Tidak ada dari kami yang ingin mendirikan perusahaan, kami hanya merasa itu adalah tugas kami,” kata Sam McCandlish, salah satu pendiri dan kepala arsitek Anthropic, dalam percakapan yang sama di halaman karir perusahaan. “Kami harus melakukan hal ini. Inilah cara kami akan membuat segalanya menjadi lebih baik dengan AI.”

    Anthropic menolak berkomentar untuk cerita ini.

    Masalah ‘Orang Baik’

    Anthropic mempromosikan di situs webnya bahwa ia adalah organisasi “kepercayaan tinggi, ego rendah,” tanpa banyak politik internal—karakterisasi yang menurut mantan karyawan sebagian besar akurat. Mereka mengatakan bahwa dibandingkan dengan pemimpin di lab AI lain, karyawan Anthropic umumnya memiliki keyakinan pada Amodei untuk memberi tahu mereka yang sebenarnya tentang kemajuan teknologi perusahaan, interaksinya dengan pejabat pemerintah, dan pandangan tentang geopolitik.

    Tapi keragaman pemikiran bisa baik untuk akuntabilitas. Shazeda Ahmed, seorang postdoctoral scholar di UCLA yang telah mempelajari asal-usul ideologis gerakan keamanan AI, mengatakan bahwa organisasi seperti Anthropic cenderung berjuang dengan kurangnya pluralisme. Penelitiannya di bidang ini menemukan bahwa gerakan keamanan AI—yang berakar pada subkultur seperti altruisme efektif, di antara komunitas lain—menderita homogenitas pemikiran, dan cenderung condong ke arah tata kelola mandiri.

    “Kamu tidak ditantang atas ide-ide ini ketika kamu mengelilingi dirimu dengan orang lain yang mempercayainya,” kata Ahmed. “Dan ketika metrik kesuksesanmu adalah, ‘Sejauh mana aku bertindak berdasarkan keyakinan ideologis ini?’ mereka tidak benar-benar berpikir, ini bisa salah jika kami bukan orang yang tepat untuk memiliki kekuasaan sebanyak ini—mereka tidak selalu memeriksa titik buta mereka sendiri.”

    Salah satu mantan karyawan mengatakan ada budaya debat internal yang hidup di Anthropic, dan kritik dari staf sering memicu tanggapan panjang dari kepemimpinan. Tapi mantan karyawan lain menggambarkan gambaran yang lebih suram, di mana kritik yang lebih jujur tetap terbatas pada grup chat pribadi dan jarang berkembang menjadi tantangan langsung terhadap keputusan Amodei. Mereka menggambarkan pertemuan semua karyawan reguler dengan Amodei, yang mereka sebut Dario Vision Quests, seperti “pergi ke khotbah untuk mendengar pendeta.”

    Salah satu kontroversi internal terbesar di Anthropic terjadi pada musim gugur 2024, ketika ia menjadi lab AI pertama yang bermitra dengan Palantir untuk menyediakan layanan AI kepada badan intelijen dan pertahanan AS. Beberapa mantan karyawan mengatakan bahwa pertanyaan tentang kesepakatan itu diajukan secara internal, tapi perdebatan itu tidak menghasilkan perubahan pada kebijakan perusahaan. Dalam sebuah posting di forum online LessWrong saat itu, karyawan Anthropic Evan Hubinger menulis bahwa perusahaan itu “sangat terus terang” tentang kesepakatan Palantir dengan staf, dan meskipun mungkin ada beberapa garis yang tidak boleh dilewati tanpa pertimbangan hati-hati, secara keseluruhan itu adalah perkembangan positif.

    “Jika kamu mengambil risiko bencana dari AI dengan serius, pemerintah AS adalah aktor yang sangat penting untuk diajak bekerja sama, dan mencoba memblokir pemerintah AS dari penggunaan AI bukanlah strategi yang layak,” tulisnya.

    Kurang dari dua tahun kemudian, Pentagon dilaporkan mulai menggunakan Claude untuk melakukan hal-hal seperti mengidentifikasi target serangan dalam perang Israel-Iran. Ketika ditanya dalam wawancara baru-baru ini dengan Bloomberg apakah model Anthropic digunakan dalam serangan terhadap sebuah sekolah dasar Iran yang menewaskan lebih dari 120 orang, Amodei mengatakan dia tidak tahu, tapi itu akan menjadi penggunaan teknologi perusahaan yang disetujui selama manusia yang membuat keputusan akhir. Ini adalah contoh nyata bagaimana visi Anthropic untuk AI yang bertanggung jawab mungkin tidak selalu sejalan dengan visi publik yang lebih luas.

    Pandangan kuat Anthropic tentang bagaimana Claude harus dan tidak boleh digunakan juga muncul dalam konteks lain. Awal bulan ini, Anthropic merilis model AI mutakhir, Claude Fable 5, dengan pengaman yang tidak ramah yang unik: Jika peneliti mencoba menggunakannya untuk pengembangan AI perbatasan, yang akan melanggar persyaratan layanan perusahaan, Anthropic secara efektif akan menyabotase pekerjaan mereka secara rahasia. Langkah itu segera dikritik oleh para peneliti di seluruh industri AI, dan Anthropic menariknya kembali beberapa hari kemudian, mengatakan akan membuat pengaman itu terlihat. Dalam sebuah pernyataan saat itu, Anthropic mengatakan tidak mendapatkan keseimbangan yang tepat, dan bahwa niatnya adalah untuk menggagalkan musuh asing AS.

    Perebutan Kekuasaan

    Amodei sendiri secara terbuka mengakui bahaya membiarkan terlalu banyak kekuasaan atas AI terkonsentrasi di tangan beberapa lab, termasuk miliknya sendiri. “Agak canggung untuk mengatakan ini sebagai CEO perusahaan AI, tapi saya pikir tingkat risiko berikutnya sebenarnya adalah perusahaan AI itu sendiri,” tulisnya dalam sebuah esai awal tahun ini. Tapi solusi yang dia sarankan—bahwa perusahaan AI “diawasi dengan hati-hati” dan mungkin membuat komitmen publik untuk “tidak mengambil tindakan tertentu”—akan melakukan sedikit untuk mendistribusikan kembali kekuasaan itu secara fundamental.

    Di bagian esai yang lebih panjang, Amodei merenungkan besarnya pengaruhnya sendiri dan tanggung jawab yang menyertainya. Tapi dia sebagian besar menghindari membingkai hal-hal itu dalam istilah pribadi, sebaliknya memposisikannya sebagai masalah spesies: “Kemanusiaan akan segera diberikan kekuatan yang hampir tak terbayangkan, dan sangat tidak jelas apakah sistem sosial, politik, dan teknologi kita memiliki kematangan untuk menggunakannya,” tulisnya. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa itu adalah tanggung jawab “mereka yang paling dekat dengan teknologi untuk mengatakan yang sebenarnya tentang situasi yang dihadapi umat manusia, yang selalu saya coba lakukan.”

    Kritik umum terhadap posisi Anthropic adalah bahwa perusahaan itu menganggap dirinya tahu “kebenaran tentang situasi yang dihadapi umat manusia” lebih baik daripada yang lain. Ia melihat AI sebagai sesuatu yang sangat kuat namun pada akhirnya dapat diatur, asalkan orang yang tepat memimpin pengembangannya. Tapi kenyataannya adalah tidak ada yang tahu persis bagaimana AI akan mengubah dunia—beberapa orang hanya mendapatkan lebih banyak suara dalam hal itu daripada yang lain.

    Bagi pembaca di Indonesia, dinamika ini penting untuk dicermati. Persaingan global AI tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal tata kelola dan etika. Anthropic Ekspansi ke berbagai negara menunjukkan bagaimana perusahaan ini berusaha memperluas pengaruhnya. Sementara itu, Anthropic vs White House menggambarkan ketegangan antara inovasi dan regulasi. Belum lagi Gugatan Class Action yang dihadapi perusahaan terkait paket langganan AI.

    Implikasinya jelas: di tengah perlombaan AI yang semakin cepat, pertanyaan tentang siapa yang mengendalikan teknologi ini dan untuk kepentingan siapa menjadi semakin mendesak. Anthropic, dengan paradoksnya, adalah cerminan dari dilema yang lebih besar yang dihadapi umat manusia.

  • Apple Naikkan Harga MacBook dan iPad hingga 20 Persen

    Apple Naikkan Harga MacBook dan iPad hingga 20 Persen

    JBNews.id — Apple secara resmi menaikkan harga jual seluruh lini MacBook dan iPad pada awal Juni 2026, dengan kenaikan paling tajam mencapai 20 persen pada MacBook Pro yang kini dibanderol mulai US$1.999. Kenaikan ini terjadi di tengah kelangkaan komponen semikonduktor yang berkepanjangan, memaksa raksasa teknologi asal Cupertino itu menyesuaikan harga jual produk-produk andalannya.

    Kenaikan harga ini mencakup hampir seluruh lini produk komputer dan tablet Apple. MacBook Neo, yang merupakan model terbaru dengan harga paling terjangkau, naik US$100 menjadi US$699. Sementara itu, MacBook Air mengalami lonjakan harga US$200, dari sebelumnya US$1.099 menjadi US$1.299 untuk konfigurasi dasar dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB.

    Kenaikan paling signifikan terjadi pada MacBook Pro. Model dasar laptop profesional Apple itu kini dibanderol US$1.999, naik hampir US$400 atau setara 20 persen dari harga sebelumnya. Meskipun mendapatkan tambahan penyimpanan dua kali lipat dibandingkan MacBook Air, perlu dicatat bahwa kedua model ini menggunakan chip M5 yang sama di dalamnya. Akibatnya, kesenjangan harga antara MacBook Pro dan MacBook Air menjadi yang terlebar dalam beberapa tahun terakhir.

    “Tidak pernah ada celah harga selebar ini antara model Pro dan Air dalam beberapa tahun terakhir,” tulis laporan tersebut, menekankan perubahan strategi harga yang drastis dari Apple.

    Kenaikan Harga Menyeluruh di Seluruh Lini Produk

    Kenaikan harga tidak hanya terbatas pada lini MacBook. iMac, Mac Studio, dan seluruh jajaran iPad juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. Berikut adalah daftar harga terbaru untuk lini iPad:

    • iPad dasar: US$449 (naik dari US$349)
    • iPad mini: US$599 (naik dari US$499)
    • iPad Air 11 inci: US$749 (naik dari US$599)
    • iPad Air 13 inci: US$949 (naik dari US$749)
    • iPad Pro 11 inci: US$1.199 (naik dari US$999)
    • iPad Pro 13 inci: US$1.499 (naik dari US$1.299)

    Kenaikan harga iPad berkisar antara US$100 hingga US$200 per model. Sementara itu, produk iPhone untuk sementara belum terdampak oleh kebijakan harga baru ini.

    Diskon Amazon Prime Day Jadi Alternatif

    Di tengah kabar buruk ini, terdapat satu titik terang bagi konsumen. Pengumuman kenaikan harga Apple bertepatan dengan gelaran Amazon Prime Day yang kini berlangsung selama empat hari. Sejumlah diskon besar-besaran membuat harga produk Apple di Amazon jauh lebih murah dibandingkan harga resmi yang baru diumumkan.

    Hingga saat ini, MacBook Air 13 inci masih dijual dengan harga US$949 di Amazon, lebih murah US$350 dari harga baru Apple. Sementara itu, MacBook Neo dibanderol US$590, lebih murah US$110 dari harga resmi. Penawaran paling menarik justru datang dari MacBook Pro dasar yang dijual seharga US$1.549 di Amazon, atau US$450 lebih murah dari harga baru Apple di toko resmi.

    “Saya tidak menyarankan Anda untuk langsung membeli hanya karena diskon ini, tetapi jika Anda sudah mengincar model ini, sekarang adalah waktu yang tepat,” tulis laporan tersebut.

    Penyebab Kenaikan: Krisis Komponen Global

    Konteks di balik semua kenaikan harga ini adalah kelangkaan komponen yang telah mengguncang industri teknologi sepanjang tahun 2026. Produsen memori global telah mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya untuk mendukung pusat data kecerdasan buatan (AI), meninggalkan pasar elektronik konsumen dalam posisi sulit untuk mengakses pasokan chip.

    Awalnya, banyak pengamat memperkirakan bahwa Apple, yang memproduksi perangkat dalam volume sangat besar, memiliki daya tawar yang cukup untuk memaksa produsen memori tetap memasok komponen untuk produk konsumen. Namun, lonjakan harga komponen yang ekstrem pada akhirnya memaksa Apple untuk menyesuaikan harga jual produknya.

    “Jelas bahkan Apple pada akhirnya harus menyerah pada lonjakan harga yang meroket,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.

    Fenomena ini sejalan dengan tren industri yang lebih luas, di mana perusahaan teknologi besar mulai mengalokasikan sumber daya secara masif untuk infrastruktur AI. Teradata Tahan Gaji Karyawan Demi Investasi AI menjadi salah satu contoh bagaimana prioritas industri bergeser ke arah kecerdasan buatan.

    Implikasi bagi Konsumen

    Belum dapat dipastikan berapa lama diskon Amazon Prime Day ini akan bertahan. Amazon biasanya menjual produk Apple dengan harga sedikit lebih rendah dari harga di toko ritel resmi Apple. Namun, kemungkinan besar harga di Amazon juga akan naik dalam waktu dekat untuk menyesuaikan dengan harga baru Apple.

    “Harga Amazon pada akhirnya akan menyesuaikan dengan harga Apple,” tulis laporan tersebut, mengindikasikan bahwa masa berlaku diskon ini terbatas.

    Bagi konsumen yang sudah lama menunggu untuk membeli MacBook atau iPad, momentum Amazon Prime Day saat ini menjadi peluang emas untuk mendapatkan produk dengan harga sebelum kenaikan. Namun, bagi yang belum mendesak, mungkin perlu mempertimbangkan ulang anggaran belanja mengingat tren kenaikan harga yang tampaknya akan berlanjut.

    Di sisi lain, kebijakan Tren Cicilan 6 Bulan di Lazada Meningkat saat Ekonomi Lesu menunjukkan bahwa konsumen semakin mencari opsi pembayaran yang lebih fleksibel di tengah tekanan ekonomi.

    Kenaikan harga Apple ini menjadi sinyal bahwa krisis komponen semikonduktor masih jauh dari selesai. Dengan produsen memori yang terus memprioritaskan pasar AI, konsumen mungkin harus bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi untuk perangkat elektronik dalam waktu dekat. Bagi yang berencana membeli MacBook atau iPad, memanfaatkan diskon yang ada sekarang bisa menjadi keputusan finansial yang bijak sebelum harga kembali naik.