JBNews.id — Apple secara resmi menaikkan harga jual seluruh lini MacBook dan iPad pada awal Juni 2026, dengan kenaikan paling tajam mencapai 20 persen pada MacBook Pro yang kini dibanderol mulai US$1.999. Kenaikan ini terjadi di tengah kelangkaan komponen semikonduktor yang berkepanjangan, memaksa raksasa teknologi asal Cupertino itu menyesuaikan harga jual produk-produk andalannya.
Kenaikan harga ini mencakup hampir seluruh lini produk komputer dan tablet Apple. MacBook Neo, yang merupakan model terbaru dengan harga paling terjangkau, naik US$100 menjadi US$699. Sementara itu, MacBook Air mengalami lonjakan harga US$200, dari sebelumnya US$1.099 menjadi US$1.299 untuk konfigurasi dasar dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada MacBook Pro. Model dasar laptop profesional Apple itu kini dibanderol US$1.999, naik hampir US$400 atau setara 20 persen dari harga sebelumnya. Meskipun mendapatkan tambahan penyimpanan dua kali lipat dibandingkan MacBook Air, perlu dicatat bahwa kedua model ini menggunakan chip M5 yang sama di dalamnya. Akibatnya, kesenjangan harga antara MacBook Pro dan MacBook Air menjadi yang terlebar dalam beberapa tahun terakhir.
“Tidak pernah ada celah harga selebar ini antara model Pro dan Air dalam beberapa tahun terakhir,” tulis laporan tersebut, menekankan perubahan strategi harga yang drastis dari Apple.
Kenaikan Harga Menyeluruh di Seluruh Lini Produk
Kenaikan harga tidak hanya terbatas pada lini MacBook. iMac, Mac Studio, dan seluruh jajaran iPad juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. Berikut adalah daftar harga terbaru untuk lini iPad:
- iPad dasar: US$449 (naik dari US$349)
- iPad mini: US$599 (naik dari US$499)
- iPad Air 11 inci: US$749 (naik dari US$599)
- iPad Air 13 inci: US$949 (naik dari US$749)
- iPad Pro 11 inci: US$1.199 (naik dari US$999)
- iPad Pro 13 inci: US$1.499 (naik dari US$1.299)
Kenaikan harga iPad berkisar antara US$100 hingga US$200 per model. Sementara itu, produk iPhone untuk sementara belum terdampak oleh kebijakan harga baru ini.
Diskon Amazon Prime Day Jadi Alternatif
Di tengah kabar buruk ini, terdapat satu titik terang bagi konsumen. Pengumuman kenaikan harga Apple bertepatan dengan gelaran Amazon Prime Day yang kini berlangsung selama empat hari. Sejumlah diskon besar-besaran membuat harga produk Apple di Amazon jauh lebih murah dibandingkan harga resmi yang baru diumumkan.
Hingga saat ini, MacBook Air 13 inci masih dijual dengan harga US$949 di Amazon, lebih murah US$350 dari harga baru Apple. Sementara itu, MacBook Neo dibanderol US$590, lebih murah US$110 dari harga resmi. Penawaran paling menarik justru datang dari MacBook Pro dasar yang dijual seharga US$1.549 di Amazon, atau US$450 lebih murah dari harga baru Apple di toko resmi.
“Saya tidak menyarankan Anda untuk langsung membeli hanya karena diskon ini, tetapi jika Anda sudah mengincar model ini, sekarang adalah waktu yang tepat,” tulis laporan tersebut.
Baca Juga:
Penyebab Kenaikan: Krisis Komponen Global
Konteks di balik semua kenaikan harga ini adalah kelangkaan komponen yang telah mengguncang industri teknologi sepanjang tahun 2026. Produsen memori global telah mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya untuk mendukung pusat data kecerdasan buatan (AI), meninggalkan pasar elektronik konsumen dalam posisi sulit untuk mengakses pasokan chip.
Awalnya, banyak pengamat memperkirakan bahwa Apple, yang memproduksi perangkat dalam volume sangat besar, memiliki daya tawar yang cukup untuk memaksa produsen memori tetap memasok komponen untuk produk konsumen. Namun, lonjakan harga komponen yang ekstrem pada akhirnya memaksa Apple untuk menyesuaikan harga jual produknya.
“Jelas bahkan Apple pada akhirnya harus menyerah pada lonjakan harga yang meroket,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.
Fenomena ini sejalan dengan tren industri yang lebih luas, di mana perusahaan teknologi besar mulai mengalokasikan sumber daya secara masif untuk infrastruktur AI. Teradata Tahan Gaji Karyawan Demi Investasi AI menjadi salah satu contoh bagaimana prioritas industri bergeser ke arah kecerdasan buatan.
Implikasi bagi Konsumen
Belum dapat dipastikan berapa lama diskon Amazon Prime Day ini akan bertahan. Amazon biasanya menjual produk Apple dengan harga sedikit lebih rendah dari harga di toko ritel resmi Apple. Namun, kemungkinan besar harga di Amazon juga akan naik dalam waktu dekat untuk menyesuaikan dengan harga baru Apple.
“Harga Amazon pada akhirnya akan menyesuaikan dengan harga Apple,” tulis laporan tersebut, mengindikasikan bahwa masa berlaku diskon ini terbatas.
Bagi konsumen yang sudah lama menunggu untuk membeli MacBook atau iPad, momentum Amazon Prime Day saat ini menjadi peluang emas untuk mendapatkan produk dengan harga sebelum kenaikan. Namun, bagi yang belum mendesak, mungkin perlu mempertimbangkan ulang anggaran belanja mengingat tren kenaikan harga yang tampaknya akan berlanjut.
Di sisi lain, kebijakan Tren Cicilan 6 Bulan di Lazada Meningkat saat Ekonomi Lesu menunjukkan bahwa konsumen semakin mencari opsi pembayaran yang lebih fleksibel di tengah tekanan ekonomi.
Kenaikan harga Apple ini menjadi sinyal bahwa krisis komponen semikonduktor masih jauh dari selesai. Dengan produsen memori yang terus memprioritaskan pasar AI, konsumen mungkin harus bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi untuk perangkat elektronik dalam waktu dekat. Bagi yang berencana membeli MacBook atau iPad, memanfaatkan diskon yang ada sekarang bisa menjadi keputusan finansial yang bijak sebelum harga kembali naik.
