Blog

  • Al Ghazali dan Alyssa Daguise Nikmati Momen Terakhir Berdua

    Al Ghazali dan Alyssa Daguise Nikmati Momen Terakhir Berdua

    Jbnews.id – Alyssa Daguise, yang akan segera melahirkan anak pertama dari hubungannya dengan Al Ghazali, memilih untuk menghabiskan waktu berdua dengan sang kekasih sebelum kelahiran buah hati mereka. Momen ini diabadikan dan dibagikan oleh Alyssa melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (24/4/2026).

    Dalam unggahan tersebut, Alyssa Daguise menuliskan keterangan yang menyentuh, “cherishing these last moments, just the two of us…before we become three.” Unggahan ini langsung mendapat perhatian luas dari para pengikutnya. Pasangan ini tampak menikmati waktu berkualitas bersama, menyadari bahwa dinamika kehidupan mereka akan segera berubah setelah kehadiran sang buah hati.

    Alyssa juga mengungkapkan bahwa kondisi kehamilannya sudah memasuki tahap akhir. Ia menyebutkan bahwa janinnya sudah masuk panggul, yang merupakan tanda bahwa persalinan sudah semakin dekat. Kesiapan lahir dan batin pun telah ia siapkan untuk menyambut momen kelahiran anak pertamanya bersama Al Ghazali.

    Momen mengharukan ini menjadi sorotan publik, mengingat perjalanan hubungan pasangan ini yang selalu menarik perhatian media. Sebelumnya, suasana haru juga mewarnai keluarga Al Ghazali saat melepas kakaknya, El Rumi, yang menikah dengan Syifa Hadju. Dalam artikel terkait, Al Ghazali Haru melepas sang kakak yang memulai babak baru dalam hidupnya.

    Kebersamaan Al Ghazali dan Alyssa Daguise juga kerap menjadi sorotan karena keduanya kerap membagikan momen manis di media sosial. Alyssa sendiri sebelumnya sempat mengenang pengalamannya menjadi salah satu “One Less Lonely Girl” dalam konser Justin Bieber. Kenangan tersebut ia bagikan dalam unggahan yang juga menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar. Dalam artikel kami sebelumnya, Alyssa Daguise Kenang momen spesial tersebut yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

    Alyssa Daguise

    Sementara itu, kabar bahagia dari Alyssa Daguise dan Al Ghazali ini menambah daftar panjang momen bahagia di industri hiburan Tanah Air. Di waktu yang hampir bersamaan, publik juga diperkenalkan dengan sosok Mazaki Ahmad, calon suami dari Dea Annisa. Perkenalan ini menjadi topik hangat lainnya yang banyak dibahas oleh netizen. Detail mengenai sosok tersebut dapat disimak dalam artikel Dikenalkan, Sosok Mazaki Ahmad yang menjadi perbincangan.

    Alyssa Daguise

    Kembali ke momen Alyssa dan Al, unggahan tersebut tak hanya menjadi dokumentasi pribadi, tetapi juga menjadi pengingat akan perjalanan panjang pasangan ini. Dari awal hubungan yang sempat dirahasiakan hingga kini memasuki fase menjadi orang tua, perjalanan mereka diikuti dengan antusias oleh publik. Alyssa, yang dikenal sebagai seorang penyanyi dan aktris, tampak sangat bahagia menjalani fase kehamilannya.

    Alyssa Daguise

    Dalam unggahan lainnya, Alyssa juga menunjukkan bahwa dirinya sudah siap secara fisik dan mental untuk melahirkan. Ia mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Dukungan dari Al Ghazali pun disebut menjadi kekuatan utama baginya selama masa kehamilan. Kehadiran Al Ghazali yang selalu setia mendampingi membuat momen-momen menjelang persalinan terasa lebih ringan.

    Alyssa Daguise

    Momen “quality time” berdua ini menjadi penutup manis sebelum mereka bertiga nantinya. Publik pun turut mendoakan kelancaran persalinan Alyssa Daguise dan kesehatan bagi bayi yang akan lahir. Kebahagiaan yang terpancar dari pasangan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang arti sebuah kesiapan dan cinta.

  • Anang-Ashanty Bikin Jodohku Challenge di Platform ShortChall, Hadiah Rp100 Juta

    Anang-Ashanty Bikin Jodohku Challenge di Platform ShortChall, Hadiah Rp100 Juta

    Jbnews.id – Anang Hermansyah dan Ashanty meluncurkan Jodohku Challenge di platform media sosial berbasis Web3, ShortChall, dengan total hadiah Rp100 juta. Challenge ini menggunakan lagu ikonik mereka “Jodohku” yang dirilis sejak 2011 dan mengajak pengguna membuat video kreatif berdurasi maksimal satu menit.

    Lagu “Jodohku” yang ditulis Anang Hermansyah merupakan satu dari delapan lagu dalam album bertema cinta sejati. Meski sudah 15 tahun berlalu, liriknya masih relevan bagi pasangan yang ingin merayakan cinta abadi. “Jodohku, hingga mati ku ingin bersamamu, ini ikrarku,” demikian penggalan chorus yang ikonik.

    ShortChall, platform video pendek yang baru meluncur di Indonesia, menawarkan fitur unik berupa imbalan finansial bagi setiap aktivitas digital pengguna. Anang dan Ashanty menjadi artis Indonesia pertama yang dipilih sebagai kolaborator platform ini. Pasangan yang menikah sejak 2012 itu mengaku sudah merasakan langsung manfaat dari platform tersebut.

    “Setiap aktivitas bisa memberikan keuntungan, dan itu sudah terbukti. Kami sendiri sudah merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Anang Hermansyah saat konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tengah pekan ini.

    Detail Jodohku Challenge

    Jodohku Challenge mengajak pengguna membuat video kreatif menggunakan lagu “Jodohku”. Video bisa berisi momen bersama pasangan atau bahkan dengan K-Pop idol favorit. Kreativitas menjadi kunci utama dalam kompetisi ini.

    “Kesempatan untuk menang cukup besar, bahkan kami menyediakan hadiah untuk tujuh pemenang,” terang Ashanty dalam kesempatan yang sama. “Kuncinya adalah konsisten upload, karena setiap karya akan dihargai oleh platform,” tambah Anang.

    Pasangan ini menekankan agar peserta menggunakan video ril tanpa AI generatif. Keputusan ini menunjukkan komitmen terhadap orisinalitas konten di era digital yang semakin dipenuhi konten buatan kecerdasan buatan.

    Jaminan Legalitas dan Target Pasar

    Hur Young Soon, perwakilan Indonesia untuk ShortChall yang akrab disapa Ms. Ayu, memastikan Jodohku Challenge sudah aman secara legal. Semua aktivitas dilakukan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

    “Kami akan selalu mematuhi peraturan perundang-undangan di Indonesia,” kata Ms. Ayu. Ia berharap platform ini bisa membuka ruang berkarya dan menghasilkan uang bagi kreator Indonesia.

    ShortChall saat ini telah menjangkau 226 negara dengan total 1,7 juta pengguna per Maret 2026. Kolaborasi dengan Anang-Ashanty menjadi langkah awal untuk memperkuat pasar Indonesia. CSO Choi Yoo Ryeok menambahkan, “Kami percaya untuk bisa saling menghargai, kita perlu duduk bersama dan membangun kolaborasi yang kuat.”

    Ashanty (dua dari kiri) dan Anang Hermansyah (tengah, baju putih) saat konferensi pers Jodohku Challenge ShortChall di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Lewat challenge ini, Anang dan Ashanty berharap lagu “Jodohku” bisa bergema lagi di hati pendengar musik Indonesia. Lagu ini sempat viral pada masanya dan kini berpotensi menjadi sleeper hit tahun 2026. Siapa tahu, lagu ini bisa masuk chart Spotify Viral.

  • Al Ghazali Haru Lepas El Rumi Menikah dengan Syifa Hadju

    Al Ghazali Haru Lepas El Rumi Menikah dengan Syifa Hadju

    Jbnews.id – Al Ghazali mengaku merasakan kebahagiaan bercampur haru saat menyaksikan adiknya, El Rumi, menjalani prosesi siraman jelang pernikahan dengan Syifa Hadju. Momen yang digelar pada Jumat (24/4/2026) ini menjadi penanda bahwa El Rumi akan segera meninggalkan rumah dan memulai kehidupan baru sebagai seorang suami.

    Perasaan emosional itu disampaikan Al Ghazali saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia mengungkapkan bahwa selama ini dirinya, El Rumi, dan Dul Jaelani selalu bersama dalam satu atap. Kini, dengan pernikahan El Rumi, dinamika keluarga besar putra Ahmad Dhani itu akan berubah secara signifikan.

    “Bahagia juga, campur haru lah. Soalnya di rumah kan dulu ada Al, El, Dul, tapi sekarang El sudah mulai mau berkeluarga, mau keluar dari rumah,” kata Al Ghazali.

    Prosesi siraman yang merupakan bagian dari rangkaian adat Jawa ini dinilai Al Ghazali bukan sekadar seremoni biasa. Ia melihat kematangan sikap sang adik yang siap membina rumah tangga sendiri. Suasana di lokasi disebutnya sangat ramai karena seluruh keluarga besar berkumpul untuk memberikan doa restu.

    “Konsepnya siraman adat Jawa, ngumpul-ngumpul keluarga juga, rame banget dan Alhamdulillah semua lancar,” tuturnya.

    Sebelum prosesi siraman, El Rumi juga telah menjalani pengajian sebagai bagian dari persiapan spiritual menjelang pernikahan. Momen ini menjadi perhatian publik mengingat kisah asmara putra-putra Ahmad Dhani selalu menarik untuk diikuti.

    Dalam kesempatan yang sama, Al Ghazali mengaku sempat berbincang intens dengan kedua orang tuanya, Ahmad Dhani dan Maia Estianty. Keduanya memberikan dukungan penuh bagi El Rumi yang akan segera meninggalkan masa lajang. Meski ada rasa kehilangan, Al Ghazali memastikan komunikasi di antara mereka tetap akan terjaga erat.

    “Ngobrol-ngobrol sama Ayah dan Bunda juga tadi cukup intens tentang El,” ucapnya.

    Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju menjadi peristiwa yang dinanti publik. Sebelumnya, Ahmad Dhani Konfirmasi Tanggal dan Konsep Pernikahan El Rumi yang mengungkapkan detail acara. Sementara itu, Maia Estianty juga telah menyampaikan Maia Estianty Titip Pesan Haru untuk El Rumi dan Syifa Hadju.

    Al Ghazali sendiri diketahui telah resmi menikah dengan Alyssa Daguise setelah melalui perjalanan cinta yang panjang. Kini kebahagiaan itu menular kepada El Rumi yang segera menyusul ke pelaminan bersama Syifa Hadju. Sementara itu, Dul Jaelani, si bungsu, juga terus menunjukkan keseriusan dalam menjalin hubungan dengan aktris Tissa Biani.

    Prosesi siraman ini merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian pernikahan adat Jawa. Selain sebagai simbol pembersihan diri, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi keluarga besar. Kehadiran seluruh anggota keluarga memberikan suasana hangat dan penuh doa bagi pasangan calon pengantin.

    El Rumi dan Syifa Hadju direncanakan akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Sebelumnya, Ahmad Dhani Konfirmasi Bocornya Undangan Nikah El Rumi dan Syifa Hadju yang sempat beredar di media sosial. Hal ini menunjukkan antusiasme publik yang tinggi terhadap pernikahan pasangan ini.

    Syifa Hadju sendiri sebelumnya telah merayakan bridal shower bersama teman-teman dekatnya. Momen tersebut menjadi penanda bahwa sang aktris siap memasuki fase baru dalam hidupnya sebagai seorang istri.

    Keluarga besar Ahmad Dhani dan Maia Estianty terlihat kompak mendukung penuh pernikahan ini. Kedua orang tua El Rumi disebut telah memberikan restu dan nasihat bagi putra mereka yang akan segera berkeluarga. Dukungan penuh ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi rumah tangga El Rumi dan Syifa Hadju ke depannya.

    Al Ghazali sebagai kakak tertua mengaku bangga melihat perkembangan El Rumi. Ia yakin adiknya telah siap menjalani peran baru sebagai suami. Meski ada rasa haru karena harus berpisah tempat tinggal, Al Ghazali optimis hubungan mereka tetap erat.

    “Ini adalah babak baru dalam hidup El. Kami semua di keluarga mendukung penuh dan mendoakan yang terbaik,” pungkas Al Ghazali.

  • Maia Estianty Titip Pesan Haru untuk El Rumi dan Syifa Hadju

    Maia Estianty Titip Pesan Haru untuk El Rumi dan Syifa Hadju

    Jbnews.id – Suasana haru menyelimuti prosesi siraman El Rumi yang digelar menjelang hari pernikahannya dengan Syifa Hadju. Maia Estianty, ibunda dari mempelai pria, tak kuasa membendung emosi saat memberikan pesan mendalam bagi putra keduanya itu sebelum melangkah ke jenjang rumah tangga. Dalam momen sakral yang kental dengan adat Jawa tersebut, Maia Estianty mengenang kembali masa-masa sulit saat harus terpisah dari anak-anaknya di masa lalu.

    Maia Estianty membuka pesannya dengan mengungkit memori saat El Rumi masih berusia sangat muda. Ia mengingat tentang masa di mana mereka tidak bisa tinggal bersama akibat perceraian dengan Ahmad Dhani yang sempat diwarnai konflik perebutan hak asuh anak bertahun-tahun silam. “Di usiamu yang baru 8 tahun, kita bahkan harus berpisah, tapi berpisah untuk sementara waktu itu sayang,” kata Maia Estianty dengan suara bergetar.

    Perpisahan tersebut ternyata meninggalkan bekas yang sangat dalam bagi istri Irwan Mussry itu. Selama bertahun-tahun, ia harus berjuang menahan rindu dan belajar bagaimana tetap menjadi sosok ibu, meski tidak bisa berada di samping anak-anaknya setiap waktu untuk memberikan kasih sayang secara fisik. “Dari hari-hari itu, bunda belajar menjadi ibu yang tidak bisa memeluk kamu setiap hari sampai sekarang,” lanjutnya di hadapan tamu undangan.

    Maia Estianty kemudian menitipkan sebuah pesan khusus untuk calon menantunya, Syifa Hadju. Ia berharap Syifa Hadju bisa menggantikan peran yang dulu sempat hilang dari hidup El Rumi. Ia meminta Syifa untuk memberikan curahan kasih sayang yang lebih besar daripada yang pernah ia berikan. “Untuk Syifa yang sedang tidak berada di sini, Bunda titipkan El Rumi yang dulu mungkin Bunda tidak bisa selalu memeluk kamu setiap hari. Pesan untuk Syifa, untuk selalu memeluk El sering-sering dan yang lama ya, lebih lama dari yang pernah Bunda lakukan karena Bunda tidak bisa melakukan itu sampai hari ini,” ucap Maia Estianty.

    Pesan haru ini menjadi salah satu momen paling emosional dalam rangkaian prosesi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju. Sebelumnya, Ahmad Dhani Konfirmasi Tanggal pernikahan putranya tersebut dengan konsep adat Jawa yang kental. Rangkaian acara dimulai dari pengajian, siraman, hingga puncak pernikahan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

    Tak hanya Maia Estianty, Ahmad Dhani Bocorkan Rencana ngunduh mantu yang akan digelar setelah prosesi pernikahan. Keluarga besar dari kedua belah pihak tampak kompak mendukung kelancaran acara pernikahan ini. Sementara itu, Syifa Hadju juga telah menjalani prosesi bridal shower bersama sahabat-sahabat dekatnya beberapa hari sebelumnya.

    El Rumi sendiri, menjelang hari pernikahannya, El Rumi Ucapkan Terima Kasih kepada para groomsmen yang telah mendukungnya selama persiapan pernikahan. Momen kebersamaan ini menunjukkan betapa matangnya persiapan pernikahan pasangan muda tersebut.

    Prosesi siraman yang digelar secara adat Jawa ini menjadi simbol pembersihan diri sebelum memasuki babak baru kehidupan. Maia Estianty, sebagai seorang ibu, memberikan pesan yang sangat personal dan menyentuh, mencerminkan perjalanan panjang yang telah dilaluinya bersama El Rumi. Pesan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kasih sayang dan dukungan keluarga dalam setiap langkah kehidupan.

    Dengan segala persiapan yang matang, pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju diharapkan menjadi momen bahagia yang penuh berkah. Keluarga besar dari kedua belah pihak terus memberikan dukungan penuh agar acara berjalan lancar dan khidmat. Masyarakat pun turut menantikan momen sakral ini sebagai salah satu peristiwa penting di industri hiburan Tanah Air.

    Implikasi dari pesan haru Maia Estianty ini menunjukkan bahwa di balik gemerlapnya dunia hiburan, hubungan keluarga tetap menjadi prioritas utama. Kisah ini juga menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana seorang ibu berjuang memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya meskipun dalam keterbatasan. Ke depannya, publik tentu akan terus mengikuti perkembangan pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang dinanti-nantikan.

  • Dedi Mulyadi Targetkan 100 Siswa Beasiswa Industri Ciptakan Kelas Menengah Baru

    Dedi Mulyadi Targetkan 100 Siswa Beasiswa Industri Ciptakan Kelas Menengah Baru

    Jbnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur Dedi Mulyadi memulai program beasiswa penuh bagi 100 siswa dari keluarga tidak mampu untuk masuk ke sekolah unggulan berbasis industri. Langkah ini merupakan strategi untuk menciptakan kelas menengah baru dan mendorong mobilitas sosial di wilayah tersebut.

    Program ini diumumkan Dedi usai menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bandung, Kamis (23/4/2026). Ia menegaskan kebijakan ini dirancang agar kelompok ekonomi bawah memiliki akses setara ke institusi pendidikan dengan tingkat serapan kerja tinggi, yang selama ini sulit dijangkau.

    “Semangatnya adalah harus lahir kelas menengah baru dari Jawa Barat dari sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini jarang sekali masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa sekolah di situ,” ujar Dedi dalam forum tersebut.

    Pada tahap awal, program beasiswa menyasar 100 siswa. Pemerintah provinsi menargetkan jumlah penerima meningkat hingga 800 orang ke depan untuk memperluas dampak sosial dan ekonomi. Akses ke sekolah unggulan tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga jalur karier jangka panjang bagi penerima beasiswa.

    Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan vokasi. Sekolah berbasis industri dipilih karena lulusannya memiliki kompetensi yang langsung dibutuhkan pasar kerja, terutama di sektor manufaktur dan teknologi.

    Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam mendesain kurikulum. Hal ini agar lulusan benar-benar siap kerja dan mampu bersaing di era industri 4.0. Program beasiswa ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara kelompok kaya dan miskin.

    Data dari Dinas Pendidikan Jawa Barat menunjukkan bahwa angka partisipasi sekolah di jenjang menengah kejuruan masih timpang. Banyak siswa dari keluarga prasejahtera yang tidak mampu melanjutkan ke sekolah unggulan karena biaya tinggi. Beasiswa ini diharapkan menjadi solusi konkret.

    Langkah serupa sebelumnya telah dilakukan melalui program Sekolah Maung Jabar yang siap dibuka tahun ajaran ini. Inisiatif tersebut juga menyasar siswa dari keluarga kurang mampu dengan pendekatan pendidikan berbasis karakter dan keterampilan.

    Forum Industri Jawa Barat yang dihadiri Dedi Mulyadi juga membahas kesiapan tenaga kerja lokal dalam menghadapi investasi baru. Gubernur menegaskan bahwa ketersediaan SDM terampil menjadi kunci agar investasi tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga masyarakat setempat.

    Program beasiswa ini mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi dan pengamat pendidikan. Mereka menilai kebijakan ini tepat sasaran karena menyasar sekolah dengan tingkat serapan kerja tinggi, sehingga lulusan langsung terserap pasar.

    Ke depan, Pemprov Jabar akan terus memonitor pelaksanaan program dan mengevaluasi dampaknya terhadap penurunan angka kemiskinan. Target 800 penerima beasiswa diharapkan tercapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

    Selain beasiswa, pemerintah juga tengah memperbaiki infrastruktur pendidikan di berbagai daerah. Contohnya, Dinas PUPR Cianjur mulai perbaiki jalan berlubang di kawasan Ciherang-Kadupandak untuk mendukung akses transportasi siswa ke sekolah.

    Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dengan memberikan akses ke sekolah unggulan, ia yakin lahir kelas menengah baru yang mandiri dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

    Program ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemprov Jabar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Semua anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak mendapatkan pendidikan berkualitas.

    Langkah konkret ini diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengatasi kesenjangan akses pendidikan. Dengan fokus pada sekolah industri, Pemprov Jabar optimistis dapat mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

    Informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dapat diakses melalui kanal resmi Pemprov Jawa Barat. Masyarakat juga diimbau untuk memantau perkembangan program melalui media massa dan media sosial pemerintah.

  • Biaya Sampah Naik Dua Kali Lipat, Bandung Kejar Solusi

    Biaya Sampah Naik Dua Kali Lipat, Bandung Kejar Solusi

    Jbnews.id – Pemerintah Kota Bandung menghadapi tekanan anggaran serius akibat lonjakan harga BBM non-subsidi yang mendorong biaya operasional pengangkutan sampah meningkat hingga dua kali lipat. Kenaikan harga solar dari sekitar Rp14.000 menjadi Rp23.000 per liter menjadi pemicu utama kondisi ini, yang jika tidak segera diantisipasi, berpotensi mengganggu layanan kebersihan kota.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa lonjakan biaya BBM menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari. “Kenaikan ini membuat biaya BBM untuk pengangkutan sampah meningkat hingga dua kali lipat. Ini menjadi tantangan yang harus segera kita respons,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Jumat, 24 April 2026. Secara hitungan kasar, anggaran yang ada hanya mampu menopang operasional hingga sekitar akhir Oktober 2026.

    Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Antrean panjang kendaraan pengangkut sampah dari berbagai wilayah di Bandung Raya tidak terhindarkan, bahkan sejumlah truk harus menunggu hingga menginap di area TPA. Dampaknya, potensi penumpukan sampah di wilayah kota semakin besar jika tidak ditangani secara sistematis. Sebagai perbandingan, tekanan biaya operasional serupa juga dirasakan di sektor lain, di mana biaya isi penuh kendaraan besar juga melonjak signifikan.

    Strategi Hulu Jadi Kunci

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Bandung mulai menyusun peta jalan pengelolaan sampah. Langkah ini sekaligus mendukung target nasional penghentian sistem open dumping pada akhir 2026. Farhan menegaskan, waktu yang tersedia relatif singkat. “Kita memiliki waktu sekitar enam bulan untuk memastikan di akhir tahun 2026 tidak ada lagi pembuangan ke TPA. Ini harus disiapkan dari sekarang,” ujarnya.

    Sebagai langkah awal, Pemkot menargetkan peningkatan pengelolaan sampah di hulu sebesar 100 hingga 200 ton per hari. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPA secara bertahap. Saat ini, produksi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.800 ton per hari. “Pengolahan dari hulu menjadi kunci agar beban ke TPA dapat dikurangi secara signifikan,” kata Farhan.

    Di sisi lain, Pemkot Bandung juga mendorong efisiensi penggunaan energi dalam operasional pemerintahan. Salah satu langkah konkret yaitu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Farhan mengaku mulai membatasi penggunaan kendaraan konvensional dan beralih ke kendaraan listrik untuk aktivitas harian. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya operasional dalam jangka menengah.

    Meski demikian, Farhan mengingatkan agar setiap kebijakan tetap memperhatikan dampak lingkungan secara menyeluruh. “Jangan sampai kita mengurangi sampah, tapi justru menimbulkan polusi baru. Itu tidak boleh terjadi,” ujarnya. Kebijakan efisiensi energi ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang memastikan harga BBM subsidi tidak naik di tahun 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat.

    Infografis ringkas kondisi terkini: produksi sampah Kota Bandung mencapai ±1.800 ton per hari, target pengolahan hulu 100–200 ton per hari, kenaikan harga solar dari Rp14.000 menjadi Rp23.000 per liter, dampak biaya operasional naik hingga dua kali lipat, ancaman anggaran operasional hanya kuat hingga Oktober 2026, serta kendala lapangan berupa antrean panjang truk di TPA. Sumber informasi dari Siaran Pers Diskominfo Kota Bandung, 24 April 2026.

    Implikasi dari kondisi ini cukup luas. Jika tidak ada penyesuaian kebijakan yang cepat dan terukur, layanan pengangkutan sampah di Kota Bandung bisa terganggu dalam waktu dekat. Pemkot terus berupaya mencari solusi, termasuk melalui efisiensi anggaran dan transisi energi. Sementara itu, pemerintah pusat juga terus mengendalikan inflasi terkendali melalui kebijakan harga BBM subsidi yang stabil.

  • DPRD Bandung Desak Anggaran Bantuan Hukum Berbasis Data

    DPRD Bandung Desak Anggaran Bantuan Hukum Berbasis Data

    Jbnews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mendesak penyusunan anggaran bantuan hukum bagi warga miskin harus berbasis data riil, bukan sekadar estimasi. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap perkara hukum yang menjerat masyarakat bawah mendapatkan pendampingan hukum yang tuntas dan berkualitas.

    Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bandung kini tengah menggodok Raperda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin. Ketua Bapemperda, Dudy Himawan, menegaskan bahwa regulasi ini harus berangkat dari peta konflik hukum yang nyata di kepolisian, kejaksaan, hingga pengadilan.

    “Harus ada titik tolak yang jelas dalam penganggaran. Misalnya, dari jumlah kasus di kepolisian, kejaksaan, atau pengadilan, berapa yang membutuhkan bantuan hukum dari pemerintah. Itu bisa menjadi dasar penyusunan anggaran,” tegas Dudy saat memimpin Rapat Kerja di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (22/4/2026).

    Pernyataan ini menegaskan bahwa negara harus hadir secara finansial bagi warga yang selama ini terpinggirkan dari akses keadilan akibat jeratan kemiskinan. DPRD tidak ingin program ini hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata.

    Selain aspek pendanaan, kualitas pendampingan hukum juga menjadi sorotan utama. Wakil Ketua Bapemperda, Asep Robin, mengusulkan adanya sistem penilaian atau grading bagi advokat yang menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

    “Perlu ada sistem penilaian agar advokat yang ditunjuk benar-benar kompeten dan tidak asal-asalan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap layanan bantuan hukum dapat meningkat,” jelas Asep.

    Sistem grading ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa masyarakat miskin mendapatkan layanan hukum yang setara dan berkualitas. DPRD tidak ingin program ini hanya menjadi proyek bagi pengacara tanpa kompetensi yang teruji.

    Asep Robin juga menambahkan bahwa hadirnya Perda ini harus mampu memberikan alternatif penyelesaian perkara. Menurutnya, tidak semua sengketa hukum harus berakhir di meja hijau. Sejalan dengan semangat KUHP baru, pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice harus dikedepankan.

    “Semoga peraturan ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat miskin. Tidak semua persoalan harus sampai ke pengadilan, karena ada pendekatan lain seperti restorative justice yang bisa ditempuh,” imbuhnya.

    Selaras dengan hal tersebut, Anggota Bapemperda Erick Darmadjaya menyoroti pentingnya peran mediator bersertifikasi. Terutama bagi masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi desil bawah, proses hukum yang panjang seringkali menjadi beban tambahan.

    Erick menegaskan bahwa dalam KUHAP baru, pendekatan mediasi sangat diutamakan. “Ini menjadi penting agar proses hukum tidak selalu rumit dan bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat miskin,” kata Erick.

    Diskusi ini juga sempat membedah perbedaan pandangan mengenai penggunaan istilah “bantuan hukum” dan “keadilan” untuk memastikan naskah akademik yang disusun memiliki pijakan filosofis yang kuat.

    Raperda ini diharapkan menjadi solusi komprehensif bagi masyarakat miskin di Kota Bandung. Dengan basis data yang akurat, sistem grading advokat, dan prioritas mediasi, regulasi ini bertujuan mempermudah akses keadilan bagi kelompok ekonomi desil bawah.

    Poin-poin utama dalam Raperda ini meliputi: pendanaan wajib merujuk pada jumlah riil kasus hukum warga miskin, seleksi advokat melalui sistem grading, penggunaan mediator bersertifikasi, serta fokus pada penyelesaian perkara di luar pengadilan sesuai mandat KUHP baru.

  • DPRD Bandung Desak Anggaran Bantuan Hukum Berbasis Data Riil

    DPRD Bandung Desak Anggaran Bantuan Hukum Berbasis Data Riil

    Jbnews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mendesak penyusunan anggaran bantuan hukum bagi warga miskin harus berdasarkan data riil jumlah perkara di kepolisian dan pengadilan, bukan sekadar estimasi. Langkah ini diambil untuk memastikan negara hadir secara finansial bagi masyarakat bawah yang selama ini terpinggirkan dari akses keadilan. Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) kini tengah menyiapkan Raperda Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin sebagai payung hukum program tersebut.

    Ketua Bapemperda DPRD Kota Bandung, Dudy Himawan, menegaskan bahwa keberhasilan regulasi ini bergantung pada kejelasan aspek anggaran sejak tahap perencanaan. Ia meminta data valid menjadi titik tolak utama dalam penyusunan kebijakan ini.

    “Harus ada titik tolak yang jelas dalam penganggaran. Misalnya, dari jumlah kasus di kepolisian, kejaksaan, atau pengadilan, berapa yang membutuhkan bantuan hukum dari pemerintah. Itu bisa menjadi dasar penyusunan anggaran,” tegas Dudy saat memimpin Rapat Kerja di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (22/4/2026).

    Pernyataan itu muncul saat Bapemperda membedah naskah akademik Raperda tersebut. Dudy menginstruksikan agar penyusunan regulasi berangkat dari peta konflik hukum yang nyata di lapangan. Dengan demikian, negara dapat hadir secara finansial bagi mereka yang terpinggirkan akibat jeratan kemiskinan.

    Sistem Grading untuk Advokat

    Selain persoalan anggaran, kualitas pendampingan hukum juga menjadi sorotan tajam. DPRD tidak ingin program ini hanya menjadi formalitas dengan menunjuk pengacara tanpa kompetensi yang teruji.

    Wakil Ketua Bapemperda, Asep Robin, mengusulkan adanya sistem penilaian atau grading bagi advokat yang menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat miskin mendapatkan layanan yang setara dan berkualitas.

    ”Perlu ada sistem penilaian agar advokat yang ditunjuk benar-benar kompeten dan tidak asal-asalan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap layanan bantuan hukum dapat meningkat,” jelas Asep.

    Asep Robin menambahkan bahwa hadirnya Perda ini harus mampu memberikan alternatif penyelesaian perkara. Menurutnya, tidak semua sengketa hukum harus berakhir di meja hijau. Sejalan dengan semangat KUHP baru, pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice harus dikedepankan.

    ”Semoga peraturan ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat miskin. Tidak semua persoalan harus sampai ke pengadilan, karena ada pendekatan lain seperti restorative justice yang bisa ditempuh,” imbuhnya.

    Mediasi untuk Kelompok Desil Bawah

    Selaras dengan hal tersebut, Anggota Bapemperda Erick Darmadjaya menyoroti pentingnya peran mediator bersertifikasi. Terutama bagi masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi desil bawah, proses hukum yang panjang seringkali menjadi beban tambahan.

    Erick menegaskan bahwa dalam KUHAP baru, pendekatan mediasi sangat diutamakan. “Ini menjadi penting agar proses hukum tidak selalu rumit dan bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat miskin,” kata Erick.

    Diskusi ini juga sempat membedah perbedaan pandangan mengenai penggunaan istilah “bantuan hukum” dan “keadilan” untuk memastikan naskah akademik yang disusun memiliki pijakan filosofis yang kuat. Upaya DPRD ini sejalan dengan berbagai isu perkotaan lain yang juga disorot, seperti Banjir Bandung Timur yang baru-baru ini merendam sejumlah jalan.

    Secara ringkas, poin utama Raperda Bantuan Hukum Kota Bandung meliputi:

    • Basis Anggaran: Pendanaan wajib merujuk pada jumlah riil kasus hukum warga miskin di kepolisian dan pengadilan.
    • Kualitas Terjamin: Advokat yang terlibat akan diseleksi melalui sistem grading atau penilaian kompetensi.
    • Prioritas Mediasi: Mendorong penggunaan mediator bersertifikasi untuk memangkas kerumitan prosedur hukum.
    • Keadilan Restoratif: Fokus pada penyelesaian perkara di luar pengadilan sesuai mandat KUHP baru.
    • Target Sasaran: Mempermudah akses keadilan bagi masyarakat kelompok ekonomi desil bawah.

    Inisiatif ini menjadi salah satu prioritas DPRD Kota Bandung di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, termasuk Proyek Rp15,8 Miliar yang memicu aksi Kamisan. Regulasi ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi warga miskin yang membutuhkan pendampingan hukum.

  • Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Biogas Atasi Harga Elpiji Naik

    Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Biogas Atasi Harga Elpiji Naik

    Jbnews.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong warga untuk beralih menggunakan biogas dan energi alternatif lainnya sebagai respons atas kenaikan harga elpiji nonsubsidi yang melonjak sejak 18 April 2026. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap gas elpiji yang harganya terus meningkat.

    Menurut Dedi, potensi limbah lingkungan seperti kotoran hewan dan sampah rumah tangga sangat besar untuk diolah menjadi sumber energi yang dapat menggantikan elpiji. “Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” kata Dedi dalam keterangan resmi pada Jumat (24/4/2026).

    Lonjakan harga elpiji nonsubsidi menjadi pemicu utama dorongan diversifikasi energi ini. Harga tabung 12 kilogram mencapai Rp228.000, sementara ukuran 5,5 kilogram dibanderol Rp107.000. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mencari alternatif energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan, terutama berbasis kearifan lokal.

    Praktik pemanfaatan biogas telah menunjukkan hasil positif di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bandung Barat. Para peternak di sana mampu mengonversi limbah kotoran sapi menjadi bahan bakar memasak dengan tekanan api yang stabil dan berkelanjutan. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi biaya energi rumah tangga, tetapi juga memberikan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

    Langkah Dedi Mulyadi ini sejalan dengan tren global menuju energi terbarukan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, warga Jawa Barat diharapkan dapat lebih mandiri secara energi dan tidak terlalu bergantung pada pasokan elpiji yang harganya fluktuatif. Program ini juga dinilai mampu mendorong perekonomian pedesaan melalui pengembangan energi alternatif berbasis peternakan.

    Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung penuh inisiatif masyarakat dalam mengembangkan biogas. Pendampingan teknis dan akses terhadap peralatan pengolahan akan difasilitasi agar program ini dapat berjalan optimal. Dedi optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan komunitas, target diversifikasi energi di Jawa Barat dapat tercapai dalam waktu dekat.

    Sejumlah pihak menilai kebijakan ini tepat sasaran. Kenaikan harga elpiji nonsubsidi memang memberatkan masyarakat, terutama di sektor rumah tangga dan usaha mikro. Dengan adanya alternatif biogas, beban ekonomi warga dapat diringankan sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam transisi energi bersih.

    Namun, tantangan tetap ada. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Tidak semua warga familiar dengan teknologi biogas, sehingga diperlukan pendekatan yang intensif dan partisipatif. Pemerintah daerah juga perlu memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti instalasi pengolahan limbah dan distribusi gas.

    Ke depan, Dedi Mulyadi berencana memperluas program ini ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam menghadapi lonjakan harga energi. Dengan memanfaatkan potensi lokal, ketahanan energi nasional dapat diperkuat secara bertahap.

    Langkah konkret yang diambil Gubernur Jabar ini menunjukkan bahwa solusi terhadap krisis energi tidak selalu harus bergantung pada impor atau subsidi. Sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi jawaban atas tantangan energi masa depan.

  • Polisi Bongkar Penculikan Pemuda di Garut Gegara Asmara

    Polisi Bongkar Penculikan Pemuda di Garut Gegara Asmara

    Jbnews.id – Kepolisian Sektor Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus penculikan dan penganiayaan terhadap seorang pemuda berinisial A (24) yang terjadi pada Selasa (21/4/2026). Empat orang pelaku yang merupakan warga setempat telah diamankan. Motif di balik aksi brutal ini diduga kuat dipicu oleh persoalan asmara.

    Kapolsek Cikajang, Patri Arsono, mengonfirmasi penangkapan para pelaku yang berinisial DN (32), AK (29), MR (37), dan CS (47). “Para pelaku sudah diamankan di Polsek Cikajang untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026). Keempat tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

    Peristiwa penculikan ini bermula pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, di sebuah bengkel di Kampung Leuwiereng, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang. Korban, Ahmad (24), yang merupakan warga Kecamatan Cigedug, tengah memperbaiki ban mobilnya ketika tiba-tiba didatangi oleh para pelaku. Tanpa basa-basi, mereka langsung melakukan kekerasan terhadap korban.

    Para pelaku kemudian memaksa Ahmad untuk naik ke atas sepeda motor dan membawanya ke lokasi lain yang masih berada di wilayah Kecamatan Cikajang. Aksi penculikan ini berlangsung singkat namun menimbulkan trauma mendalam bagi korban. Beruntung, polisi bergerak cepat dan berhasil mengidentifikasi serta menangkap para pelaku tidak lama setelah kejadian.

    Hingga saat ini, polisi masih terus mendalami motif di balik penculikan dan penganiayaan tersebut. Keterangan sementara yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa persoalan asmara menjadi pemicu utama aksi nekat keempat pelaku. Polisi juga masih menyelidiki apakah ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini.

    Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 333 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penculikan dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan luka-luka. Ancaman hukuman maksimal bagi para pelaku adalah sembilan tahun penjara. Proses hukum terhadap keempat tersangka saat ini masih berlangsung di Polsek Cikajang.