Jbnews.id – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Bandung Timur, meliputi kawasan Cicalengka, Rancaekek, hingga Majalaya pada Sabtu malam, 11 April 2026. Genangan air terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.
Seorang warga Rancaekek, Wiratmo (55), melaporkan genangan air mulai muncul dan merendam beberapa ruas jalan. Meski demikian, sejumlah titik masih dapat dilalui kendaraan. “Di Buah Dua Kaler jembatan sudah banjir, Kaum juga banjir tapi masih bisa dilewati. Barusan saya nganter kakak ke Dangdeur,” katanya kepada ANTARA.
Wiratmo menambahkan, ketinggian air cukup mengganggu pengendara motor yang melintas. Genangan hanya merendam bagian pijakan motor, sehingga pengendara diminta tetap berhati-hati saat melintasi area terdampak.
Daftar Titik Genangan
Berdasarkan laporan warga, genangan air terpantau di sejumlah titik, di antaranya:
- SPBU Ciluluk
- Kawasan Masjid Agung Rancaekek
- Cagak Sapan
- Cisunggalah yang kembali jebol di wilayah Solokan Jeruk
- Kawasan Sapan Matahari
- Jalan Cijagra Paseh
- Buah Dua Kaler di sekitar jembatan Rancaekek
Banjir Bandung Timur kali ini menjadi perhatian karena dampaknya yang meluas. Sebelumnya, Anggota DPRD memberikan apresiasi terhadap kinerja BPBD dalam menangani situasi serupa.
Kawasan Rancaekek dan sekitarnya memang kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Kondisi drainase yang belum optimal serta luapan sungai di beberapa titik menjadi faktor utama terjadinya genangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir tersebut. Pihak BPBD setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan jika hujan deras kembali mengguyur.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Bandung Raya dalam beberapa hari ke depan. Hal ini meningkatkan risiko banjir di titik-titik rawan seperti Cicalengka, Rancaekek, dan Majalaya.
Wiratmo berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir tahunan ini. “Kami berharap ada perbaikan drainase dan normalisasi sungai agar banjir tidak terus terjadi setiap tahun,” ujarnya.
Banjir Bandung Timur kali ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur menghadapi musim hujan. Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat program pengendalian banjir di wilayah tersebut.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan informasi terbaru jika ada perubahan signifikan. Warga yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi posko darurat yang telah disiapkan oleh BPBD setempat.
Peristiwa ini juga menjadi sorotan terkait efektivitas kinerja BPBD dalam merespons bencana. Evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan respons cepat dan tepat sasaran.
Sebagai langkah antisipasi, warga diimbau untuk menyiapkan dokumen penting dan barang berharga di tempat aman. Selain itu, komunikasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat perlu dijaga untuk mendapatkan informasi terkini.
Banjir di Bandung Timur bukanlah fenomena baru. Setiap tahun, wilayah ini menghadapi risiko serupa saat puncak musim hujan tiba. Namun, upaya mitigasi yang konsisten masih menjadi tantangan utama.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga telah merencanakan sejumlah proyek pengendalian banjir di wilayah Bandung Timur. Namun, realisasi di lapangan masih memerlukan waktu dan koordinasi lintas sektor.
Masyarakat berharap agar peristiwa banjir tahunan ini dapat segera diatasi secara permanen. Investasi pada infrastruktur drainase dan normalisasi sungai menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana di masa depan.
Sementara itu, warga yang terdampak banjir tetap bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut. Aktivitas ekonomi di beberapa titik terganggu, namun sebagian besar warga masih bisa beraktivitas seperti biasa dengan kewaspadaan ekstra.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
