Jbnews.id – Penyanyi Anggis Devaki mengungkapkan perjalanan karier musiknya yang berawal dari rasa iseng dan penuh keraguan. Pengakuan itu disampaikannya dalam episode terbaru program obrolan santai “BONGKAR” yang dipandu Azia Riza, tayang pada 22 April 2026.
Dalam percakapan tersebut, Anggis membagikan bahwa langkahnya masuk ke dunia tarik suara tidak selalu direncanakan matang. Ia bahkan sempat merasa ragu sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun sepenuhnya. Proses itu berkembang dari sekadar mencoba hingga menjadi bidang yang ditekuninya secara serius.
Azia Riza sebagai host berhasil menciptakan suasana obrolan yang santai dan nyaman, sehingga Anggis leluasa bercerita. Interaksi keduanya mengalir tanpa tekanan, menghadirkan dinamika obrolan yang natural dan hidup dengan berbagai momen spontan serta candaan ringan.
Baca Juga:
Episode “BONGKAR” dengan Anggis Devaki ini merupakan bagian dari konsep program yang mengangkat cerita perjalanan hidup dan karier para figur publik. Format obrolan santai yang digagas Azia Riza dirancang untuk menggali kisah-kisah personal di balik kesuksesan seorang artis.
Selain membahas karier di musik, percakapan juga menyentuh pengalaman hidup Anggis Devaki yang membentuknya hingga saat ini. Program ini kerap menghadirkan pembahasan mendalam seputar proses kreatif dan tantangan di industri hiburan.
Keberhasilan suatu program talkshow seringkali bergantung pada kemampuan host dalam menggali cerita. Seperti halnya isu kebijakan publik yang memerlukan penelusuran fakta, obrolan di dunia hiburan juga membutuhkan pendekatan yang tepat untuk mendapatkan narasi yang autentik.
Industri musik Indonesia terus berkembang dengan masuknya bakat-bakat baru yang memiliki cerita unik. Perjalanan karier yang tidak linier, seperti yang diungkap Anggis Devaki, menjadi gambaran dinamika dunia hiburan yang penuh ketidakpastian namun juga peluang.
Program “BONGKAR” dengan format obrolan santainya menawarkan perspektif lain dalam menikmati konten selebriti. Dibandingkan dengan pemberitaan seputar kontrak bisnis yang formal, acara ini menyajikan sisi humanis dari para pengisi acara.
