Category: Tekno

  • Operator Inggris Matikan Jaringan 2G pada 2029

    Operator Inggris Matikan Jaringan 2G pada 2029

    JBNews.id — Virgin Media O2, operator telekomunikasi di Inggris Raya, mengumumkan rencana untuk mematikan jaringan 2G pada tahun 2029. Langkah ini diambil untuk memfokuskan investasi pada pengembangan jaringan 4G dan 5G.

    Jaringan 2G pertama kali diluncurkan pada tahun 1993 dan telah menghubungkan berbagai perangkat, mulai dari ponsel, sistem alarm, hingga perangkat kesehatan. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, operator memutuskan untuk menghentikan layanan lawas tersebut.

    Dikutip dari Mirror, Rabu (1/7/2026), penutupan jaringan yang direncanakan pada tahun 2029 diharapkan dapat memberi pelanggan dan bisnis waktu yang cukup untuk mempersiapkan dan meningkatkan perangkat apa pun yang masih bergantung pada 2G. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan transisi yang mulus bagi semua pengguna.

    Kabar baik datang dari penutupan ini. Virgin Media O2 menyatakan bahwa penghentian jaringan 2G akan memungkinkan mereka untuk memfokuskan investasi pada perluasan dan peningkatan jaringan 4G dan 5G. Perusahaan mengharapkan peningkatan ini akan memberikan kecepatan yang lebih cepat, koneksi yang lebih andal, serta konsumsi energi yang lebih rendah bagi para pelanggan.

    Untuk mendukung transformasi ini, O2 menginvestasikan dana sebesar GBP 700 juta atau setara Rp 16.578 triliun pada tahun ini. Investasi besar-besaran ini bertujuan untuk mentransformasi jaringan seluler mereka dan memastikan jaringan tersebut dapat mengimbangi pertumbuhan permintaan konsumen yang terus meningkat.

    “Saat kami menatap masa depan, kami akan mematikan jaringan 2G lama sehingga kami dapat lebih fokus pada penyediaan layanan seluler 4G dan 5G yang andal dan efisien kepada semua pelanggan sesuai harapan mereka,” ujar Jeanie York, Chief Technology Officer di Virgin Media O2.

    Setelah baru-baru ini mematikan jaringan 3G dan menandatangani piagam penghentian 2G pemerintah, O2 mengaku telah memiliki pengalaman yang cukup untuk melakukan proses ini secara bertanggung jawab tanpa mengganggu pelanggan. Meskipun sebagian besar pelanggan tidak perlu melakukan tindakan apa pun, beberapa bisnis mungkin perlu mulai merencanakan informasi ini dari sekarang.

    “Kami akan berkomunikasi langsung dengan pelanggan dan memastikan kami mendukung semua orang selama peningkatan penting ini berlangsung,” tambah York.

    Keputusan Virgin Media O2 ini menjadi sinyal kuat bagi industri telekomunikasi global, termasuk di Indonesia. Di Tanah Air, pemerintah dan operator seluler juga terus mendorong migrasi ke jaringan yang lebih modern. Proses transisi ini membutuhkan koordinasi yang matang antara regulator dan operator. Sebagai gambaran, di Indonesia sendiri, lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang melibatkan tiga operator menjadi bukti keseriusan dalam meningkatkan kualitas jaringan.

    Langkah Virgin Media O2 juga berpotensi mempengaruhi kebijakan operator lain di Eropa dan dunia. Dengan mematikan jaringan 2G, spektrum frekuensi yang sebelumnya digunakan untuk teknologi tersebut dapat dialokasikan ulang untuk layanan 4G dan 5G yang lebih efisien dan berkecepatan tinggi.

    Meskipun jaringan 2G sudah sangat tua, masih ada sejumlah perangkat yang bergantung padanya, terutama di sektor industri dan perangkat Internet of Things (IoT) lama. Oleh karena itu, masa transisi hingga tahun 2029 dianggap cukup untuk memigrasikan perangkat-perangkat tersebut ke teknologi yang lebih baru.

    Dari sisi bisnis, investasi sebesar Rp 16.578 triliun yang digelontorkan O2 merupakan bukti komitmen jangka panjang mereka terhadap infrastruktur digital modern. Langkah ini sejalan dengan strategi operator global yang mulai meninggalkan teknologi lama untuk mengejar efisiensi dan kapasitas yang lebih besar.

    Di Indonesia, wacana serupa juga pernah mencuat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebelumnya telah mengungkapkan nasib jaringan 2G di Indonesia. Regulator dan operator terus berdiskusi mengenai waktu yang tepat untuk melakukan sunset 2G, mengingat masih banyaknya pengguna di daerah terpencil yang bergantung pada teknologi tersebut.

    Keputusan Virgin Media O2 untuk mematikan jaringan 2G pada 2029 memberikan gambaran tentang masa depan industri telekomunikasi. Teknologi lama harus digantikan oleh yang baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan efisien. Bagi para pelaku bisnis yang masih menggunakan perangkat berbasis 2G, saatnya untuk mulai merencanakan migrasi agar tidak tertinggal dalam transformasi digital global.

    Langkah operator Inggris ini juga menjadi pelajaran berharga bagi operator di negara lain, termasuk Indonesia, dalam mengelola transisi teknologi secara bertanggung jawab. Dengan komunikasi yang baik kepada pelanggan dan persiapan yang matang, penghentian jaringan lama dapat dilakukan tanpa menimbulkan gangguan yang signifikan.

    Ke depannya, fokus utama operator seperti Virgin Media O2 adalah memastikan bahwa investasi pada frekuensi 700 MHz dan teknologi 5G dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat. Ini adalah langkah maju yang tidak bisa dihindari dalam era digital yang terus berkembang.

  • Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra: Raja Multitasking 2026

    Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra: Raja Multitasking 2026

    JBNews.id — Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra diprediksi menjadi ponsel lipat terbaik untuk multitasking pada 2026, mengandalkan layar luas, Multi Window, Samsung DeX, dan Galaxy AI yang lebih dalam. Kombinasi fitur ini menargetkan profesional, pebisnis, dan content creator yang membutuhkan perangkat kerja fleksibel dalam satu genggaman.

    Persaingan ponsel lipat premium diperkirakan semakin ketat tahun ini. Namun, berdasarkan teaser resmi Samsung dan bocoran yang beredar, Galaxy Z Fold8 Ultra disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu perangkat paling menarik perhatian. Perangkat ini mengusung layar lipat yang lebih luas, peningkatan kemampuan Multi Window, Taskbar yang intuitif, serta integrasi Galaxy AI yang lebih dalam.

    Lantas, apa saja alasan yang membuat Galaxy Z Fold8 Ultra diprediksi menjadi ‘raja multitasking’? Berikut lima faktor utamanya.

    1. Menjalankan Beberapa Aplikasi dalam Satu Layar

    Salah satu keunggulan utama seri Galaxy Z Fold adalah kemampuan menjalankan beberapa aplikasi dalam satu layar. Galaxy Z Fold8 Ultra diperkirakan tetap membawa fitur Multi Window yang memungkinkan pengguna membuka beberapa aplikasi secara bersamaan, mulai dari email, browser, dokumen, hingga aplikasi konferensi video. Layar lipat yang luas membuat aktivitas tersebut terasa lebih nyaman dibanding smartphone konvensional.

    2. Samsung DeX yang Makin Optimal

    Samsung DeX menjadi fitur andalan yang membedakan Galaxy Z Fold dari banyak kompetitor. Melalui fitur ini, pengguna dapat menghubungkan smartphone ke monitor eksternal sehingga tampilannya menyerupai komputer desktop. Bagi pekerja yang sering berpindah lokasi, Samsung DeX membuat Galaxy Z Fold8 Ultra berpotensi menggantikan fungsi laptop untuk pekerjaan ringan hingga menengah.

    Fitur ini menjadi nilai tambah signifikan, terutama jika dibandingkan dengan ponsel flagship lain yang tidak mendukung pengalaman desktop. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terkini Samsung, simak Chip UFS 5.0 yang dirilis untuk akselerasi AI di ponsel.

    3. App Pair untuk Aktivitas Sehari-hari

    Samsung juga memiliki fitur App Pair, yaitu kemampuan membuka kombinasi aplikasi favorit secara instan. Contohnya: Microsoft Teams + Samsung Notes, Gmail + Google Drive, Microsoft Excel + Calculator, atau Browser + WhatsApp. Dengan sekali sentuh, kombinasi aplikasi tersebut langsung muncul dalam mode split screen, membuat pekerjaan lebih efisien.

    Pengguna dapat mengatur App Pair untuk membuka aplikasi meeting online dan Samsung Notes secara bersamaan agar mencatat hasil meeting menjadi lebih praktis.

    4. Galaxy AI untuk Multitasking

    Selain layar besar, Galaxy Z Fold8 Ultra juga diperkirakan mengandalkan kemampuan Galaxy AI. Teknologi AI tersebut diperkirakan dapat membantu pengguna saat menerjemahkan percakapan secara real time, merangkum dokumen panjang, membantu menyusun email, mengedit foto dengan bantuan AI, dan melakukan pencarian informasi secara lebih cepat. Integrasi AI diperkirakan akan semakin mempercepat pekerjaan tanpa harus berpindah aplikasi.

    Ini sejalan dengan strategi Samsung yang terus mengembangkan ekosistem AI. Baca juga soal Biaya Berlangganan SmartThings yang baru diterapkan Samsung untuk akses API.

    5. Layar Besar sebagai Nilai Tambah

    Keunggulan utama Galaxy Z Fold tetap berada pada layar utamanya. Dengan layar lipat yang luas, pengguna dapat membuka dokumen Office sambil melakukan video conference atau mengecek email tanpa terasa sempit. Hal tersebut menjadi alasan mengapa seri Fold banyak dipilih oleh pengguna yang mengutamakan produktivitas dibanding sekadar hiburan.

    Perbandingan Fitur Multitasking

    Berdasarkan bocoran yang beredar, berikut perbandingan fitur Galaxy Z Fold8 Ultra dengan ponsel flagship lain:

    • RAM: Belum diumumkan (Fold8 Ultra) vs Hingga 16 GB (Z Fold7) vs Belum diumumkan (OnePlus Open 2, Pixel Fold 2)
    • Layar Utama: Diperkirakan lebih luas (Fold8 Ultra) vs Fold Display (kompetitor)
    • Multi Window: Ya (semua perangkat)
    • App Pair: Ya (Fold8 Ultra, Z Fold7) vs Terbatas (OnePlus Open 2, Pixel Fold 2)
    • Samsung DeX: Ya (Fold8 Ultra, Z Fold7) vs Tidak (kompetitor)
    • Galaxy AI: Diperkirakan lebih lengkap (Fold8 Ultra) vs Ya (Z Fold7) vs AI bawaan Google (Pixel Fold 2)

    *Masih berdasarkan bocoran dan belum diumumkan secara resmi.

    5 Aktivitas Multitasking untuk Profesional

    Galaxy Z Fold8 Ultra diperkirakan sangat mendukung aktivitas berikut:

    • Mengikuti meeting virtual sambil mencatat menggunakan Samsung Notes.
    • Mengedit dokumen Microsoft Office dalam mode split screen.
    • Menampilkan Samsung DeX secara nirkabel ke monitor.
    • Menggunakan AI Translation saat membuka aplikasi percakapan.
    • Video conference sambil membuka kalender dan e-mail secara bersamaan.

    Kenapa Jadi HP Kerja Terbaik?

    Jika berbagai bocoran tersebut benar terwujud, Galaxy Z Fold8 Ultra diperkirakan menawarkan kombinasi yang sulit disaingi, yaitu layar lipat luas untuk produktivitas, fitur Multi Window yang matang, Samsung DeX untuk pengalaman desktop, Galaxy AI yang semakin pintar, dan ekosistem Samsung yang terintegrasi dengan Galaxy Tab, Galaxy Watch, dan Galaxy Book.

    Kombinasi inilah yang membuat Galaxy Z Fold8 Ultra diprediksi menjadi salah satu HP lipat terbaik untuk kerja pada 2026. Untuk informasi lebih lanjut, simak Bocoran Galaxy Z Fold 8 yang mengungkap desain lebar siap rilis Juli.

    FAQ

    1. Apakah Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra cocok untuk bekerja?
    Ya. Galaxy Z Fold8 Ultra diperkirakan cocok bagi profesional karena menawarkan layar besar, kemampuan multitasking, Samsung DeX, dan berbagai fitur produktivitas lainnya.

    2. Apa keunggulan Galaxy Z Fold8 Ultra dibanding HP biasa?
    Keunggulan utamanya adalah layar lipat yang luas sehingga pengguna dapat membuka beberapa aplikasi sekaligus dengan lebih nyaman.

    3. Apakah Samsung DeX tersedia di Galaxy Z Fold8 Ultra?
    Samsung belum mengumumkan spesifikasi resmi. Namun seri Galaxy Z Fold sebelumnya telah mendukung Samsung DeX sehingga fitur tersebut diperkirakan tetap hadir.

    4. Apakah Galaxy Z Fold8 Ultra cocok untuk pebisnis?
    Cocok. Dukungan multitasking, App Pair, layar besar, dan ekosistem Samsung membuatnya menjadi salah satu perangkat yang menarik bagi pebisnis.

    5. Apakah Galaxy Z Fold8 Ultra layak ditunggu?
    Bagi pengguna yang membutuhkan smartphone premium untuk produktivitas dan multitasking, Galaxy Z Fold8 Ultra menjadi salah satu perangkat yang layak dinantikan pada 2026.

  • Tekken Bakal Punya Serial Kartun Gaya Cartoon Network

    Tekken Bakal Punya Serial Kartun Gaya Cartoon Network

    JBNews.id — Bandai Namco secara resmi mengumumkan Tekken! Cartoon, sebuah serial animasi baru yang mengadaptasi waralaba game pertarungan ikonik tersebut dengan gaya visual yang mengingatkan pada acara Cartoon Network era 1990-2000-an. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu (1/7/2026), menandai pendekatan yang berbeda dari adaptasi Tekken sebelumnya.

    “Serial game pertarungan 3D yang terkenal di seluruh dunia, Tekken, akan mendapatkan adaptasi kartun yang tak terduga!” demikian bunyi pernyataan resmi Bandai Namco. Proyek ini tidak hanya sekadar adaptasi biasa, tetapi menghadirkan interpretasi baru yang lebih ringan dan humoris dari kisah keluarga Mishima yang selama ini dikenal penuh drama dan pertarungan sengit.

    Dalam trailer perdananya, diperkenalkan lima karakter utama yang sudah tidak asing bagi para penggemar: Kuma, Alisa, Yoshimitsu, Kazuya Mishima, dan Paul. Kelima petarung ini mengacu pada desain mereka di Tekken 8, namun kini dibuat dengan gaya ilustrasi yang lebih kecil, imut, dan penuh warna—sangat kontras dengan visual realistis yang biasa disajikan dalam seri game utamanya.

    Konsep Berbeda dari Adaptasi Sebelumnya

    Bandai Namco menjelaskan bahwa serial ini akan mengusung konsep yang unik. “Berbeda dari pertarungan serius yang biasa terjadi, serial anime pendek ini menggambarkan kehidupan sehari-hari keluarga Mishima dan para petarung dari seluruh dunia,” tulis pernyataan resmi perusahaan. Ini berarti penonton akan melihat sisi lain dari karakter-karakter favorit mereka, jauh dari arena pertarungan mematikan yang menjadi ciri khas seri Tekken.

    Visual yang disuguhkan dalam trailer memang sangat kental dengan nuansa kartun Amerika era 1990-an hingga awal 2000-an. Gaya ini mengingatkan pada acara-acara populer seperti Dexter’s Laboratory, The Powerpuff Girls, atau Johnny Bravo yang pernah menghiasi layar kaca Cartoon Network. Pendekatan ini menjadi pilihan yang berani dan segar di tengah maraknya adaptasi game yang cenderung mengambil jalur realistis atau gelap.

    Meski demikian, trailer tersebut belum memberikan detail spesifik mengenai format tayangannya. Belum diketahui apakah serial ini akan berupa episode pendek berdurasi beberapa menit, atau episode penuh berdurasi 23 menit ke atas. Format penayangan yang akan ditawarkan kepada penonton juga masih dirahasiakan.

    Kru Berbakat di Balik Layar

    Proyek ambisius ini memposisikan Shota Ozawa sebagai sutradara. Ozawa merupakan direktur kreatif di NERD, sebuah studio yang dikenal dengan karya-karya animasinya yang inovatif. Untuk perancang karakter, Bandai Namco melibatkan Amehiro, sementara posisi desainer diisi oleh Shimpei Umeda. Kombinasi kreatif ini menjanjikan kualitas visual yang tinggi dan segar.

    Sayangnya, hingga saat ini Bandai Namco belum mengungkapkan platform mana yang akan menjadi rumah bagi Tekken! Cartoon. Selain itu, tanggal perilisan serial ini juga masih menjadi misteri. Dari pernyataan resmi yang ada, sepertinya Tekken! Cartoon masih dalam tahap penyempurnaan dan belum siap untuk dirilis dalam waktu dekat.

    Bagi Anda yang mengikuti perkembangan industri game dan animasi, jangan lewatkan informasi terbaru seputar esports Indonesia yang juga semakin bergairah menjelang Asian Games 2026.

    Sejarah Panjang Adaptasi Tekken

    Ini bukan pertama kalinya Tekken diadaptasi ke dalam format film atau serial. Waralaba ini memiliki sejarah panjang dalam hal adaptasi animasi. Pertama adalah Tekken: The Motion Picture yang dirilis pada tahun 1998. Film animasi ini menjadi cikal bakal ekspansi Tekken ke luar ranah game.

    Kemudian pada tahun 2011, hadir Tekken: Blood Vengeance, sebuah film animasi 3D yang berpusat pada karakter Alisa dan Xiaoyu. Film ini menawarkan visual 3D yang lebih modern dan aksi pertarungan yang spektakuler.

    Adaptasi yang paling terkenal mungkin adalah Tekken: Bloodline dari Netflix. Serial anime ini dibuat berdasarkan game Tekken 3 dan menjadi tontonan populer di platform streaming tersebut. Namun, Tekken: Bloodline sebagian besar dikritik karena visualnya yang kurang memuaskan dan penceritaan yang mengecewakan. Kritik inilah yang mungkin mendorong Bandai Namco untuk mengambil pendekatan yang benar-benar berbeda dengan Tekken! Cartoon.

    Implikasi bagi Penggemar dan Industri

    Langkah Bandai Namco menghadirkan Tekken! Cartoon menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada seri game utamanya, tetapi juga ingin memperluas jangkauan waralaba ini ke berbagai medium. Pendekatan kartun yang ringan dan humoris bisa menjadi strategi untuk menarik penonton yang lebih muda dan memperkenalkan mereka pada dunia Tekken.

    Bagi penggemar setia, serial ini menawarkan perspektif baru yang menyegarkan. Melihat karakter-karakter seperti Kazuya Mishima atau Paul Phoenix dalam situasi sehari-hari yang kocak bisa menjadi pengalaman yang menghibur. Ini juga menjadi kesempatan untuk melihat sisi lain dari karakter-karakter yang selama ini hanya dikenal melalui pertarungan sengit di arena.

    Dari sisi industri, adaptasi ini menambah daftar panjang game yang diubah menjadi serial animasi. Kesuksesan Tekken! Cartoon nantinya bisa menjadi tolok ukur bagi adaptasi game lain yang ingin mengambil pendekatan serupa. Jika berhasil, ini bisa membuka jalan bagi lebih banyak adaptasi game dengan gaya yang tidak konvensional.

    Bagi para penggemar teknologi dan game, perkembangan ini tentu menarik untuk diikuti. Sementara itu, industri game Indonesia juga terus menunjukkan perkembangan positif, seperti yang terlihat dalam kompetisi komunitas yang semakin profesional.

    Misteri yang Masih Tersisa

    Meskipun pengumuman ini sudah cukup menggembirakan, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Platform distribusi menjadi salah satu misteri terbesar. Apakah serial ini akan tayang di layanan streaming seperti Netflix, Crunchyroll, atau bahkan di YouTube? Atau mungkin akan tayang di televisi? Bandai Namco masih bungkam soal ini.

    Tanggal rilis juga belum ditentukan. Dengan pernyataan bahwa proyek masih dalam tahap penyempurnaan, kemungkinan besar penggemar harus bersabar menunggu. Tidak ada kepastian apakah serial ini akan tayang pada tahun 2026 atau bahkan 2027.

    Format episode juga masih menjadi tanda tanya. Apakah akan berupa serial pendek dengan episode-episode berdurasi 5-10 menit, atau episode penuh berdurasi 23 menit seperti serial animasi pada umumnya? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa didapat setelah Bandai Namco memberikan informasi lebih lanjut.

    Sembari menunggu kabar lebih lanjut, penggemar bisa menikmati berbagai konten Tekken lainnya yang sudah tersedia. Perkembangan industri game dan teknologi juga terus bergerak cepat, seperti ramalan Elon Musk tentang masa depan keuangan yang menarik untuk diikuti.

    Kesimpulan: Langkah Berani yang Menjanjikan

    Tekken! Cartoon adalah langkah berani dari Bandai Namco. Mengadaptasi waralaba game pertarungan yang serius dan penuh drama menjadi serial kartun yang ringan dan humoris bukanlah keputusan yang mudah. Namun, dengan gaya visual yang unik dan kru berbakat di balik layar, proyek ini memiliki potensi besar untuk menjadi sesuatu yang istimewa.

    Bagi penggemar Tekken, ini adalah kesempatan untuk melihat karakter favorit mereka dengan cara yang baru dan menghibur. Bagi penonton baru, ini bisa menjadi pintu masuk yang sempurna untuk mengenal dunia Tekken tanpa harus dibebani dengan lore yang rumit.

    Yang jelas, Tekken! Cartoon menjadi salah satu proyek adaptasi game yang paling dinantikan. Dengan pendekatan yang segar dan berbeda, Bandai Namco membuktikan bahwa mereka tidak takut untuk bereksperimen dan mengambil risiko. Kini, tinggal menunggu kapan serial ini akan tayang dan platform apa yang akan menjadi rumahnya.

    Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan teknologi dan gadget terbaru, jangan lewatkan informasi tentang iPhone Fold yang kabarnya akan menjadi ponsel termahal Apple.

    Tampaknya game Tekken akan melakukan pendekatan yang agak berbeda, dari sejumlah adaptasi yang pernah dibuatnya. Bandai Namco telah mengumumkan Tekken! Cartoon, sebuah serial yang memiliki gaya visual layaknya animasi asal Amerika.

  • Telkomsel Sehat Aktif: Paket Data Plus Konsultasi Dokter Online

    Telkomsel Sehat Aktif: Paket Data Plus Konsultasi Dokter Online

    JBNews.id — Telkomsel resmi meluncurkan Telkomsel Sehat Aktif, sebuah paket data yang menggabungkan konektivitas internet dengan layanan kesehatan digital dalam satu langganan. Paket ini merupakan hasil kolaborasi dengan Rey, perusahaan health insurtech, dan tersedia di aplikasi MyTelkomsel mulai 1 Juli 2026.

    Pelanggan cukup memilih paket ‘Sehat Aktif’ dan menyelesaikan pembayaran untuk mulai menggunakan layanan. Setelah aktif, layanan kesehatan dapat diakses melalui aplikasi Rey di Google Play Store dan App Store, termasuk telekonsultasi dokter umum 24/7, tebus dan kirim obat, serta pengajuan santunan rawat inap secara digital.

    Paket ini juga dilengkapi perlindungan kecelakaan, santunan kematian, cacat tetap, dan kompensasi biaya medis, serta fitur wellness untuk pemantauan kesehatan harian dan integrasi dengan perangkat wearable.

    CEO & Co-founder Rey, Evan Tanotogono, menjelaskan bahwa Telkomsel Sehat Aktif dihadirkan untuk mempermudah akses layanan kesehatan yang terintegrasi dengan aktivitas digital masyarakat.

    “Paket ini melengkapi perlindungan yang telah dimiliki, baik melalui BPJS Kesehatan maupun asuransi lainnya, dengan manfaat seperti telekonsultasi dokter, santunan rawat inap, hingga perlindungan kecelakaan yang dapat diakses secara digital selama masa aktif paket. Melalui solusi ini, kami ingin menghadirkan akses kesehatan yang lebih mudah dijangkau dalam keseharian masyarakat,” ujar Evan Tanotogono.

    VP B2B/G2C Business Telkomsel Jockie Heruseon menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan paduan antara jangkauan Telkomsel dan pendekatan Rey dalam menyederhanakan layanan kesehatan.

    “Kolaborasi ini memadukan jangkauan Telkomsel dan pendekatan Rey yang menyederhanakan layanan kesehatan, sehingga semudah membeli paket data. Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong inklusivitas layanan kesehatan di Indonesia,” ungkapnya.

    Langkah ini sejalan dengan inovasi lain yang dilakukan Telkomsel, seperti AdTech Solution untuk mengoptimalkan kampanye digital serta live streaming Pildun 2026 bersama Fola Play.

    Tiga Pilihan Paket Sehat Aktif

    Telkomsel Sehat Aktif tersedia dalam tiga pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Berikut rincian paket yang ditawarkan:

    • Sehat Aktif Plan 1 – Rp 65.000 / 30 hari. Kuota 10 GB, santunan rawat inap hingga Rp 100.000 per hari, dan proteksi kecelakaan diri hingga Rp 1.000.000.
    • Sehat Aktif Plan 2 – Rp 95.000 / 30 hari. Kuota 18 GB, santunan rawat inap hingga Rp 250.000 per hari, dan proteksi kecelakaan diri hingga Rp 2.000.000.
    • Sehat Aktif Plan 3 – Rp 150.000 / 30 hari. Kuota 30 GB, santunan rawat inap hingga Rp 500.000 per hari, dan proteksi kecelakaan diri hingga Rp 2.000.000.

    Ketiga paket ini berlaku selama 30 hari dan memberikan akses penuh ke layanan kesehatan digital melalui aplikasi Rey. Dengan variasi harga, pelanggan dapat memilih paket yang paling sesuai dengan kebutuhan data dan perlindungan kesehatan mereka.

    Inisiatif ini juga mendapat pengakuan industri, terbukti dengan penghargaan Twimbit Telecom Awards 2026 yang diraih Telkomsel.

    Implikasi untuk Masyarakat

    Bagi pengguna, Telkomsel Sehat Aktif menawarkan solusi all-in-one yang menggabungkan kebutuhan data harian dengan akses layanan kesehatan. Ini berarti tidak perlu lagi berlangganan paket data dan layanan kesehatan secara terpisah.

    Fitur telekonsultasi dokter 24/7 menjadi nilai tambah signifikan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan akses terbatas ke fasilitas kesehatan. Ditambah dengan perlindungan kecelakaan dan santunan rawat inap, paket ini memberikan jaring pengaman finansial yang praktis.

    Bagi pelanggan yang sering bekerja dari rumah, Telkomsel juga menyediakan promo internet untuk WFH di Jabotabek yang dapat menjadi pelengkap kebutuhan konektivitas.

    Dengan pendekatan ini, Telkomsel dan Rey berupaya mendorong inklusivitas layanan kesehatan di Indonesia, menjadikannya semudah membeli paket data biasa.

  • Getty Batal Akuisisi Shutterstock Rp60 Triliun

    Getty Batal Akuisisi Shutterstock Rp60 Triliun

    JBNews.id — Getty Images secara resmi membatalkan rencana akuisisi terhadap Shutterstock senilai US$3,7 miliar atau setara dengan lebih dari Rp60 triliun setelah regulator Inggris memberlakukan persyaratan yang dinilai terlalu berat. Keputusan ini diambil oleh dewan direksi Getty secara bulat pada 6 Juli 2026.

    Pembatalan ini terjadi meskipun Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah memberikan persetujuan antimonopoli tanpa syarat pada Februari lalu. Namun, Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) justru mengajukan kondisi yang membuat kesepakatan tersebut tidak lagi menarik bagi Getty.

    Dalam pengajuan ke Securities and Exchange Commission (SEC) yang dipublikasikan pada Selasa waktu AS, Getty menyatakan bahwa perusahaan “tidak diwajibkan untuk menerima” persyaratan yang ditetapkan oleh CMA pada Mei lalu. Regulator Inggris tersebut meminta Shutterstock untuk menjual seluruh bisnis editorial globalnya, termasuk agensi paparazzi Backgrid dan Splash, sebagai syarat persetujuan akuisisi.

    Persyaratan Regulator yang Memberatkan

    Ketentuan yang diajukan CMA dinilai terlalu memberatkan oleh Getty. Permintaan agar Shutterstock melepas unit bisnis editorialnya dipandang akan mengurangi nilai strategis dari keseluruhan transaksi. Kedua perusahaan ini sebenarnya bertujuan untuk menggabungkan perpustakaan foto stok mereka guna menciptakan pemain dominan di industri pencitraan digital.

    Dewan direksi Getty “dengan suara bulat” memilih untuk mengakhiri perjanjian merger pada 6 Juli 2026, dengan catatan “dengan asumsi tidak ada perubahan material dalam situasi yang disebutkan sebelumnya” yang terjadi sebelum 7 Juli. Ketentuan ini secara efektif membuat kesepakatan antara Getty dan Shutterstock kandas.

    Tekanan dari regulator Inggris memang telah menggagalkan sejumlah kesepakatan serupa di masa lalu. Pada 2021, Meta diperintahkan untuk melepas Giphy karena kekhawatiran persaingan usaha. Giphy kemudian dijual ke Shutterstock pada 2023.

    Persaingan dari AI Image Generator

    Keputusan Getty untuk membatalkan akuisisi ini juga terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari teknologi kecerdasan buatan. Kedua perusahaan saat ini menghadapi persaingan ketat dari AI image generator yang mampu menyediakan konten media dengan cepat dan murah secara on-demand.

    Perkembangan teknologi AI generatif telah mengubah lanskap industri pencitraan digital secara fundamental. Platform seperti DALL-E, Midjourney, dan Stable Diffusion memungkinkan pengguna untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi hanya dengan perintah teks, mengancam model bisnis tradisional perusahaan foto stok seperti Getty dan Shutterstock.

    Dalam konteks yang lebih luas, dinamika regulasi dan tekanan kompetitif dari AI ini menjadi tantangan serius bagi industri foto stok global. Sementara itu, insiden terbaru seperti Facebook dan Instagram down yang membuat ribuan pengguna mengeluh di platform X menunjukkan betapa rapuhnya infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung industri ini.

    Implikasi bagi Industri Foto Stok

    Pembatalan merger ini meninggalkan kedua perusahaan dalam posisi yang sulit. Tanpa penggabungan, Getty dan Shutterstock harus bersaing secara terpisah melawan AI image generator yang terus berkembang pesat. Persaingan ini tidak hanya soal harga, tetapi juga kecepatan produksi dan fleksibilitas konten.

    Bagi para pengguna layanan foto stok, situasi ini berarti mereka akan terus memiliki dua platform besar yang bersaing secara independen. Namun, tekanan dari AI generatif kemungkinan akan memaksa kedua perusahaan untuk berinovasi lebih cepat, baik dari segi harga maupun kualitas layanan.

    Keputusan CMA yang membatalkan merger ini juga menjadi preseden penting bagi regulasi akuisisi di sektor teknologi dan media. Otoritas Inggris menunjukkan sikap tegas dalam melindungi persaingan pasar, meskipun regulator di negara lain seperti AS telah memberikan lampu hijau.

    Dampak bagi Pemegang Saham

    Bagi pemegang saham kedua perusahaan, pembatalan ini berarti hilangnya potensi sinergi yang diharapkan dari penggabungan dua raksasa foto stok. Saham Getty dan Shutterstock kemungkinan akan menghadapi volatilitas dalam jangka pendek seiring pasar mencerna implikasi dari keputusan ini.

    Namun, beberapa analis melihat bahwa pembatalan merger justru bisa menjadi peluang bagi kedua perusahaan untuk fokus pada strategi pertumbuhan organik yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi. Dalam jangka panjang, kemampuan untuk beradaptasi dengan AI generatif akan menjadi faktor penentu kesuksesan.

    Sementara itu, perkembangan di sektor teknologi lainnya terus berlanjut. Florida menggugat OpenAI dan Sam Altman soal keamanan ChatGPT, menunjukkan meningkatnya pengawasan regulasi terhadap perusahaan AI di berbagai yurisdiksi.

    Keputusan Getty untuk membatalkan akuisisi ini menegaskan bahwa meskipun regulator di satu negara memberikan persetujuan, hambatan di negara lain bisa menjadi batu sandungan yang fatal. Bagi perusahaan teknologi global, memahami dan menavigasi lanskap regulasi yang berbeda-beda menjadi semakin krusial.

    Ke depannya, industri foto stok harus mencari model bisnis baru yang mampu bersaing dengan AI generatif. Baik Getty maupun Shutterstock memiliki perpustakaan konten berlisensi yang sangat besar, sebuah aset yang masih bernilai di tengah banjir konten yang dihasilkan AI. Pertanyaannya adalah bagaimana mereka dapat memonetisasi aset tersebut secara efektif.

    Bagi konsumen, persaingan antara perusahaan foto stok tradisional dan AI generatif pada akhirnya akan menguntungkan dari segi harga dan pilihan. Namun, isu hak cipta dan orisinalitas konten akan terus menjadi perdebatan yang membutuhkan kejelasan regulasi lebih lanjut.

    Pembatalan merger Getty-Shutterstock ini menjadi pengingat bahwa di era digital yang bergerak cepat, bahkan kesepakatan bernilai miliaran dolar pun bisa gagal karena faktor regulasi dan perubahan teknologi yang tak terduga.

    [/CONTENT]

  • iQoo Garap Tablet Gaming Mini dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6

    iQoo Garap Tablet Gaming Mini dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6

    JBNews.id — iQoo, sub-brand Vivo, dikabarkan sedang mengembangkan tablet gaming mini berperforma tinggi yang akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6. Bocoran dari tipster Digital Chat Station mengungkapkan bahwa perangkat ini dirancang sebagai penantang langsung Lenovo Legion Tab, dengan fokus pada portabilitas tanpa mengorbankan performa.

    Kabar ini muncul setelah peluncuran iQoo Pad 6 Pro pada Mei 2026. Berbeda dengan pendahulunya yang memiliki layar 13,2 inci, tablet baru ini akan mengusung layar sekitar 8,8 inci. Ukuran tersebut dinilai sebagai “rasio emas” untuk tablet gaming karena memberikan keseimbangan antara kenyamanan visual dan ergonomis saat digenggam dalam waktu lama.

    Menurut bocoran yang beredar, iQoo akan menjadi salah satu produsen pertama yang mengadopsi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 atau varian Gen 6 Pro. Chipset ini diperkirakan akan menjadi standar baru performa Android di akhir tahun 2026, dengan peningkatan signifikan dalam efisiensi energi dan kemampuan pemrosesan multi-core yang dibutuhkan untuk gim berat dan pengolahan grafis.

    Tablet gaming mini ini diprediksi akan diperkenalkan pada semester kedua tahun 2026, tepatnya September. Waktu peluncuran ini diyakini sengaja disinkronkan dengan debut smartphone flagship iQoo 16. Langkah ini menunjukkan strategi iQoo untuk membangun ekosistem perangkat yang saling terhubung bagi pengguna.

    iQoo 16 sendiri telah menjadi perbincangan karena rumor penggunaan baterai berkapasitas masif dan kamera 200MP. Jika tablet gaming mini ini benar-benar hadir bersamaan, September 2026 akan menjadi bulan sibuk bagi penggemar gadget performa tinggi.

    Informasi ini dikutip dari GSM Arena, Rabu (1/7/2026). Meski bocoran cukup detail, iQoo belum memberikan konfirmasi resmi mengenai spesifikasi dan jadwal peluncuran perangkat ini.

    Spesifikasi yang Diharapkan

    Dengan layar 8,8 inci, tablet ini menawarkan alternatif bagi gamer yang menginginkan perangkat lebih portabel dibanding tablet 13 inci, namun tetap lebih luas dari ponsel pintar. Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 diharapkan mampu menangani gim berat dengan grafis tinggi tanpa hambatan.

    iQoo juga diperkirakan akan melengkapi tablet ini dengan sistem pendingin canggih dan baterai besar untuk sesi gaming panjang. Meski detail RAM dan penyimpanan belum bocor, tablet ini kemungkinan akan hadir dalam beberapa varian memori.

    Strategi Ekosistem iQoo

    Peluncuran bersamaan dengan iQoo 16 menunjukkan strategi iQoo untuk menciptakan ekosistem perangkat terpadu. Pengguna bisa beralih antara ponsel dan tablet dengan pengalaman gaming yang mulus. Ini menjadi daya tarik bagi gamer yang menginginkan konsistensi performa di berbagai perangkat.

    Persaingan tablet gaming semakin ketat. Lenovo Legion Tab telah menjadi pemain utama, dan kehadiran iQoo akan menambah opsi bagi konsumen. Dengan chipset terbaru dan ukuran layar optimal, iQoo berpotensi merebut pangsa pasar.

    Dampak bagi Pasar Gadget Indonesia

    Bagi penggemar gadget di Indonesia, kehadiran tablet gaming mini iQoo bisa menjadi angin segar. Ukuran 8,8 inci lebih mudah dibawa dan digunakan di mana saja. Dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6, performa gaming dijamin mulus untuk gim berat seperti Genshin Impact atau PUBG Mobile.

    iQoo juga dikenal dengan harga kompetitif di Indonesia. Jika tablet ini dibanderol dengan harga terjangkau, ia bisa menjadi pilihan menarik bagi gamer yang ingin beralih dari ponsel ke tablet gaming. Namun, konfirmasi resmi dari iQoo masih dinantikan.

    Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati dalam konteks industri teknologi yang lebih luas. Persaingan chipset antara Qualcomm dan pesaingnya semakin ketat, mirip dengan persaingan di industri lain seperti yang terlihat pada kolaborasi AMD dan Intel untuk menantang dominasi Nvidia. Sementara itu, inovasi di sektor keamanan digital juga terus berlanjut, seperti pengembangan fitur Scam Alert oleh WhatsApp untuk melindungi pengguna.

    Kesimpulan

    iQoo tampaknya serius memasuki segmen tablet gaming mini dengan perangkat bertenaga Snapdragon 8 Elite Gen 6. Ukuran layar 8,8 inci dan peluncuran bersamaan dengan iQoo 16 pada September 2026 menjadi nilai jual utama. Bagi gamer yang mencari perangkat portabel dengan performa flagship, tablet ini layak ditunggu.

    Namun, semua informasi masih berupa bocoran. Konsumen disarankan menunggu pengumuman resmi dari iQoo sebelum mengambil keputusan pembelian.

  • GTA 6 Dikabarkan Berjalan 60 fps di PS5 dan Xbox Series

    GTA 6 Dikabarkan Berjalan 60 fps di PS5 dan Xbox Series

    JBNews.id — Rumor terbaru mengindikasikan bahwa GTA 6 akan mampu berjalan dengan frame rate 60 fps di konsol PS5 dan Xbox Series X|S. Informasi ini berasal dari sumber yang diklaim dekat dengan pengembang, Rockstar Games, dan telah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar game.

    Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Remigiusz Maciaszek, pembawa acara Borys Niespielak mengklaim telah berbicara dengan seseorang yang dekat dengan Rockstar Games. Menurut sumber tersebut, GTA 6 akan menampilkan dua mode grafis, yaitu mode kualitas (quality) dan mode performa (performance). Borys bukanlah sosok baru dalam industri game; ia sebelumnya berhasil membocorkan informasi akurat terkait DLC The Witcher 3, sehingga kredibilitasnya dalam membocorkan berita GTA 6 dinilai tinggi.

    Namun, kabar baik ini masih dibayangi oleh tantangan teknis. Borys dan pemilik channel Remigiusz Maciaszek alias Rock mengungkapkan bahwa Rockstar Games masih berupaya menemukan cara yang layak secara teknis untuk mengimplementasikan mode performa 60 fps. Mereka menambahkan, karena besarnya tuntutan grafis dari GTA 6, mode tersebut kemungkinan tidak akan tersedia pada saat peluncuran perdana. Mode 60 fps baru bisa dinikmati setelah game mendapatkan pembaruan di kemudian hari.

    Sementara itu, untuk konsol Xbox Series S, Borys dan Rock menegaskan bahwa konsol tersebut hanya akan mendukung 30 fps. Hal ini sejalan dengan keterbatasan hardware yang dimiliki Xbox Series S dibandingkan saudaranya yang lebih bertenaga.

    Tantangan Teknis 60 fps di Game Open World

    Para ahli sebelumnya telah menjelaskan bahwa menerapkan mode 60 fps yang stabil di game open world seperti GTA 6 di konsol merupakan tantangan yang sangat sulit. Seorang mantan pengembang Rockstar bahkan mengatakan bahwa seri terbaru Grand Theft Auto ini mungkin lebih baik berjalan di 30 fps. Keputusan ini memungkinkan studio untuk menghadirkan dunia dalam game yang jauh lebih detail dan imersif tanpa mengorbankan performa.

    Jika rumor ini terbukti benar dan GTA 6 bisa berjalan di 60 fps di PS5 dan Xbox Series, hal itu akan mematahkan ekspektasi sebelumnya. Sebelumnya, banyak pihak yang menyampaikan bahwa game ini hanya dapat dimainkan di 30 fps. Salah satu suara skeptis datang dari mantan animator Rockstar, Mike York, yang pada Februari 2025 dalam podcast Kiwi Talkz menyatakan keraguannya.

    “Saya rasa tidak. Saya rasa mereka akan menggunakan 30 fps yang terkunci, artinya tidak akan pernah turun di bawah itu. Mereka akan mencoba mengoptimalkan sebisa mungkin agar tidak pernah turun di bawah 30,” kata York.

    York juga menambahkan bahwa GTA 6 bisa saja berjalan di 40 fps, 50 fps, atau bahkan 60 fps, tetapi kemungkinan besar hanya di platform PC. Itu pun menurutnya, PC juga akan sedikit kesulitan untuk menyentuh angka-angka tersebut. Ia menduga bahwa saat peluncuran awal, GTA 6 tidak akan langsung bisa berjalan di 60 fps, kecuali ada teknologi baru yang dapat membantu mewujudkannya.

    Informasi ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar yang telah lama menantikan seri terbaru dari waralaba legendaris ini. Meskipun masih berupa rumor, kredibilitas sumber membuat kabar ini layak untuk diantisipasi. Para pemilik konsol PS5 dan Xbox Series X|S mungkin perlu bersabar untuk menikmati pengalaman bermain GTA 6 pada frame rate 60 fps yang mulus.

    Perkembangan teknologi game yang pesat juga turut mempengaruhi ekspektasi pasar. Saat ini, banyak raksasa teknologi mulai pesan chip ke berbagai produsen untuk memenuhi kebutuhan hardware generasi terbaru. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di industri game dan teknologi semakin ketat.

    Di sisi lain, bocoran tentang Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8 lolos TKDN juga menjadi sorotan, menunjukkan bahwa inovasi perangkat keras terus berlanjut. Semua ini menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara pengembang game dan produsen hardware untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna.

    Kesimpulannya, rumor GTA 6 yang mampu berjalan di 60 fps membuka harapan baru bagi para gamer. Namun, tantangan teknis yang ada mengindikasikan bahwa fitur ini mungkin baru akan tersedia setelah peluncuran. Bagi pemilik konsol, ini berarti mereka harus bersiap untuk menikmati game dengan performa optimal di masa mendatang, setelah Rockstar Games merilis pembaruan yang diperlukan.

  • Fosil Dinosaurus Pertama di Antartika Ditemukan di Laci

    Fosil Dinosaurus Pertama di Antartika Ditemukan di Laci

    JBNews.id — Sebuah fosil yang tersimpan dalam laci koleksi selama puluhan tahun berhasil diidentifikasi sebagai sisa dinosaurus pertama yang pernah ditemukan di Antartika. Tulang belakang yang ditemukan pada 1985 oleh ekspedisi British Antarctic Survey (BAS) ini awalnya diperkirakan milik seekor reptil besar.

    Fosil tersebut baru disadari keberadaannya oleh Mark Evans, ahli paleontologi sekaligus manajer koleksi geologi di BAS, setelah beberapa dekade berada di ruang penyimpanan. “Bentuknya terlihat tidak biasa, saya hanya perlu memastikan apakah itu sama seperti yang saya pikirkan,” kata Evans kepada CNN.

    Setelah diteliti lebih lanjut, fosil tersebut ternyata milik seekor Titanosaurus, sekelompok dinosaurus herbivora berleher panjang (sauropoda) yang mencakup jenis-jenis dinosaurus terbesar yang pernah hidup di Bumi. Kelompok ini umumnya memiliki berat standar sekitar 15 metrik ton, menurut Natural History Museum. Spesimen terbesarnya yang diketahui diperkirakan sepanjang 37 meter dan berat sekitar 63,5 metrik ton.

    Tulang belakang spesifik ini, yang berdiameter sekitar 10 sentimeter, adalah milik dinosaurus remaja atau dewasa berukuran kecil yang diperkirakan panjangnya enam hingga tujuh meter.

    “Tulang ini tersimpan di laci koleksi selama puluhan tahun hingga sebuah penelitian baru mengungkap identitas aslinya, bukti langka dinosaurus sauropoda berleher panjang pernah hidup di Antartika,” ujar rekan penulis studi, Matthew C. Lamanna dari Carnegie Museum of Natural History.

    “Sepintas lalu fosil ini tampak biasa saja, tapi ia memegang peranan penting dalam sejarah eksplorasi Antartika sebagai fosil dinosaurus pertama yang ditemukan di benua tersebut,” kata Paul Barrett, peneliti di Natural History Museum.

    Dinosaurus pemilik tulang tersebut hidup sekitar 82 juta tahun lalu saat periode Kapur Akhir. “Pada masa hewan ini hidup, kita tahu Antartika pastilah ditutupi hutan beriklim sedang yang rimbun sehingga menyediakan banyak makanan bagi herbivora besar,” ujar Barrett.

    Fosil dinosaurus

    Es yang saat ini menutupi wilayahnya menyebabkan Antartika memiliki catatan fosil sangat minim, tapi itu mungkin berubah. “Kemungkinan masih banyak dinosaurus lain bisa ditemukan di benua ini. Seiring perubahan iklim menyebabkan es menyusut, kita mungkin akan menemukan bukti lebih lanjut keanekaragaman hayati di masa lalu ini,” tambah Barrett.

    Roy Smith, dosen paleontologi vertebrata di University Portsmouth, mengatakan temuan ini adalah pengingat yang luar biasa tentang pentingnya koleksi ilmiah. “Meskipun fosil ini hanyalah satu buah tulang belakang, maknanya sangatlah besar,” katanya.

    “Sebagai fosil dinosaurus pertama yang ditemukan di Antartika, temuan ini memberikan bukti krusial untuk memahami bagaimana dinosaurus tersebar di benua-benua selatan dan menunjukkan bahwa hewan-hewan luar biasa ini dulunya mendiami setiap benua di Bumi,” kata Smith.

    Temuan ini menjadi bukti bahwa Fitur Terbaru dalam penelitian paleontologi bisa muncul dari tempat yang tak terduga. Bagi para ilmuwan, fosil ini membuka peluang baru untuk meneliti keanekaragaman hayati di Antartika pada masa lalu.

    Implikasi dari penemuan ini sangat luas. Selain menjadi Risiko Keamanan data yang minim (dalam konteks ilmiah), fosil ini memberikan gambaran tentang bagaimana dinosaurus dapat bertahan di lingkungan ekstrem. Barrett menekankan bahwa perubahan iklim yang menyebabkan es menyusut bisa mengungkap lebih banyak fosil di masa depan.

    Penemuan ini juga menyoroti pentingnya koleksi museum yang sering kali terlupakan. “Kemungkinan masih banyak Registrasi SIM Card Biometrik” (dalam konteks metaforis, artinya: penemuan tak terduga dari data yang sudah lama tersimpan) bisa terjadi di berbagai bidang ilmu pengetahuan.

    Dengan panjang hanya enam hingga tujuh meter, Titanosaurus ini tergolong kecil dibandingkan kerabatnya yang bisa mencapai 37 meter. Namun, signifikansinya jauh melampaui ukuran fisiknya. Sebagai fosil dinosaurus pertama dari Antartika, ia menjadi kunci untuk memahami penyebaran dinosaurus di belahan bumi selatan.

    Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Antartika, yang kini diselimuti es tebal, dulunya adalah hutan beriklim sedang yang rimbun. Hal ini memberikan bukti kuat tentang perubahan iklim yang dramatis di Bumi selama jutaan tahun.

    Bagi para penggemar paleontologi dan ilmuwan, temuan ini adalah pengingat bahwa penemuan besar bisa datang dari tempat yang paling tak terduga—bahkan dari laci yang terlupakan selama puluhan tahun.

  • Gempa Venezuela 2026: Deformasi Tanah 30 cm Terdeteksi Satelit ESA

    Gempa Venezuela 2026: Deformasi Tanah 30 cm Terdeteksi Satelit ESA

    JBNews.id – Badan Antariksa Eropa (ESA) mengonfirmasi bahwa tanah di wilayah utara Venezuela mengalami pergeseran hingga 30 sentimeter akibat dua gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi pada Juni 2026. Temuan ini dihasilkan dari analisis citra satelit radar yang membandingkan kondisi permukaan bumi sebelum dan sesudah guncangan.

    Data tersebut diolah dari satelit Sentinel-1, bagian dari program Copernicus milik Uni Eropa. Satelit ini tidak mengambil foto konvensional, melainkan menggunakan radar untuk “menerangi” permukaan bumi dan mencatat waktu yang dibutuhkan sinyal untuk kembali ke sensor. Dengan membandingkan dua pengukuran di lokasi yang sama pada tanggal berbeda, para ilmuwan dapat menentukan apakah tanah telah bergeser, bahkan ketika pergeseran itu terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.

    Dalam pemetaan ini, para ilmuwan membandingkan pengamatan yang diambil pada 18 Juni—satu minggu sebelum gempa—dengan pengamatan lain pada 25 Juni, sehari setelah rangkaian gempa magnitudo 7,2 dan 7,5. Perbandingan ini memungkinkan mereka untuk menyusun apa yang dikenal sebagai interferogram, yang mengungkapkan seberapa besar deformasi tanah terjadi pascagempa.

    ESA menjelaskan bahwa yang menonjol dalam peta tersebut adalah pita-pita warna berulang yang membentuk baris horizontal di bagian utara. Setiap pengulangan lengkap dari urutan warna—biru, hijau, kuning, merah, dan biru lagi—mewakili peningkatan tetap dalam perubahan jarak antara satelit dan tanah. Semakin banyak siklus lengkap yang muncul antara satu area dan area lainnya, semakin besar akumulasi perpindahan tanah.

    Pola Deformasi di Zona Episentrum

    Pola pita yang diamati di bagian utara peta bertepatan dengan kawasan episentrum gempa, yang juga merupakan area tempat deformasi utama terjadi. Pita-pita tersebut secara kasar mengikuti jalur sistem patahan San Sebastián, salah satu struktur tektonik utama di Venezuela utara.

    ESA memperkirakan bahwa perpindahan di wilayah tersebut berada pada kisaran 30 sentimeter (12 inci). Namun, hal itu tidak berarti tanah naik atau turun secara vertikal sebesar 30 sentimeter. Gempa bumi dapat menyebabkan tanah naik, turun, atau bergerak ke samping—atau kombinasi dari semua gerakan ini. Sebuah interferogram mendeteksi perubahan total, bukan arah pergeserannya.

    Penentuan arah pergeseran memerlukan jenis citra lain serta survei lapangan. Namun, survei lapangan kemungkinan besar belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena otoritas Venezuela dan mitra internasional tengah berupaya merespons krisis kemanusiaan yang semakin memburuk akibat runtuhnya bangunan dan hancurnya infrastruktur.

    Kolaborasi Antar Badan Antariksa Global

    Badan antariksa dan pusat pemrosesan data di seluruh dunia telah bergabung untuk berbagi informasi yang dapat membantu upaya pemulihan. NASA, misalnya, telah mengaktifkan Sistem Koordinasi Respons Bencana (Disaster Response Coordination System) untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi berisiko utama. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya teknologi satelit dalam mitigasi bencana, mirip dengan bagaimana misi rahasia antariksa juga memanfaatkan data satelit untuk kepentingan strategis.

    Data dari Sentinel-1 menjadi sangat krusial dalam situasi seperti ini. Dengan kemampuan radar yang dapat menembus awan dan bekerja siang-malam, satelit ini menyediakan informasi yang tidak bisa diperoleh dari citra optik biasa. Ini menjadi bukti bahwa investasi dalam teknologi antariksa memiliki dampak langsung pada keselamatan manusia di bumi.

    Bagi para ilmuwan, data ini juga memberikan wawasan baru tentang dinamika patahan San Sebastián. Sistem patahan ini sebelumnya telah diidentifikasi sebagai salah satu yang paling aktif di kawasan Karibia, namun belum pernah terjadi gempa dengan magnitudo sebesar ini dalam catatan sejarah modern. Data deformasi tanah akan membantu para ahli memperbarui model risiko seismik di wilayah tersebut.

    Cerita ini pertama kali muncul di WIRED en Español dan telah diterjemahkan dari bahasa Spanyol.

  • PS6 Diprediksi Rp 15 Jutaan, Konsol Termahal Sony

    PS6 Diprediksi Rp 15 Jutaan, Konsol Termahal Sony

    JBNews.id — Harga PlayStation 6 (PS6) diprediksi tembus angka psikologis USD 1.000 atau sekitar Rp 16 juta. Di tengah krisis komponen memori global dan kebijakan tarif, Sony dipastikan akan merilis konsol termahal dalam sejarahnya.

    Pembocor informasi KeplerL2 mengungkapkan bahwa biaya komponen atau Bill of Materials (BOM) untuk PS6 telah membengkak signifikan. Pada Maret lalu, biaya produksi diperkirakan USD 760. Kini, angka tersebut naik USD 200 menjadi sekitar USD 960. Kenaikan ini mendorong harga jual konsol melampaui prediksi awal.

    Kelangkaan RAM global menjadi penyebab utama. Harga DRAM dan NAND telah melipatganda sejak tahun lalu. Sebagai gambaran, PS5 standar kini dibanderol USD 549, sementara PS5 Pro mencapai USD 899. Lonjakan ini menjadi preseden buruk bagi harga konsol generasi mendatang.

    Presiden dan CEO Sony Interactive Entertainment, Hideaki Nishino, dalam pertemuan dengan investor menegaskan perubahan strategi bisnis perusahaan. Sony kini memprioritaskan profitabilitas dibandingkan perburuan basis pengguna. Mereka tak lagi akan memberi subsidi besar pada harga konsol. Sebaliknya, Sony akan memonetisasi pengguna yang sudah ada melalui pendapatan berulang seperti langganan dan konten tambahan (DLC).

    Keputusan ini kontras dengan strategi generasi sebelumnya yang agresif mengejar pangsa pasar. Dampaknya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan konsol next-gen. Situasi ini diperparah oleh tren kenaikan harga di seluruh industri, seperti yang dibahas dalam artikel Krisis RAM yang memicu kenaikan harga gadget global.

    Selain PS6, Sony dikabarkan tengah menyiapkan konsol portabel dengan nama kode “Canis”. Perangkat ini ditenagai prosesor varian lebih kecil dari chip PS6. Spesifikasinya meliputi CPU 4 inti Zen 6C (2,2GHz), GPU 12-20 unit komputasi RDNA 5, memori LPDDR5X-7500 (bus 128-bit), dan TDP 15W. Dengan spesifikasi tersebut, perangkat ini diklaim mampu melampaui performa Xbox Series S.

    Konsol portabel “Canis” diharapkan mampu menjalankan seluruh pustaka gim PlayStation 4 secara instan, serta game PS5 dan PS6 yang mendapat patch khusus. Strategi multi-format ini diyakini dapat menarik kembali pemain yang beralih ke PC. Fenomena peralihan ini juga terlihat pada perangkat lain, seperti Steam Machine Valve yang diburu penimbun hingga harganya tembus Rp 50 jutaan.

    PlayStation 6 dan konsol Xbox generasi berikutnya dengan kode nama “Helix” diperkirakan akan meluncur pada akhir 2027 atau 2028. Informasi ini dikutip dari Techspot pada Rabu (1/7/2026). Namun, dengan biaya produksi yang terus meroket, harga jual akhir konsol masih menjadi tanda tanya besar.

    Implikasinya bagi konsumen Indonesia jelas: menyisihkan anggaran khusus untuk konsol next-gen menjadi semakin sulit. Jika PS5 Pro saja sudah menyentuh USD 899, harga PS6 yang diprediksi di atas USD 1.000 akan menjadi barang mewah yang hanya terjangkau segelintir orang. Tren Apple Naikkan Harga produk karena AI juga menunjukkan beban biaya semakin berat bagi konsumen.

    Kenaikan biaya komponen bukan hanya masalah Sony. Seluruh industri game menghadapi tekanan yang sama. Microsoft pun ikut menyesuaikan harga, seperti yang terlihat dari keputusan mereka menaikkan harga Xbox Series menjelang rilis GTA 6. Ini menandakan era baru di mana konsol game menjadi investasi mahal, bukan sekadar barang hiburan.

    Dengan perubahan strategi Sony yang fokus pada profitabilitas, para gamer harus siap menghadapi kenyataan bahwa harga konsol tidak akan pernah semurah generasi sebelumnya. Keputusan pembelian kini harus lebih matang, mempertimbangkan tidak hanya harga perangkat, tetapi juga biaya langganan dan konten tambahan di masa depan.