Category: Hiburan

  • Rumah Singgah Jupe Terbengkalai 8 Tahun, Keluarga Ungkap Kendala

    Rumah Singgah Jupe Terbengkalai 8 Tahun, Keluarga Ungkap Kendala

    Jbnews.id – Rumah singgah untuk penderita kanker yang diamanatkan almarhumah Julia Perez (Jupe) masih belum beroperasi setelah delapan tahun kepergiannya. Adik Jupe, Nia Anggia, mengungkapkan kendala utama adalah proses perizinan yang panjang dan biaya besar yang dibutuhkan untuk renovasi.

    Nia Anggia menyampaikan kondisi terkini rumah singgah di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, via sambungan telepon pada 21 April 2026. “Untuk rumah singgah masih ada. Tapi memang belum beroperasi saja. Alasannya, karena untuk jadi rumah singgah kan prosesnya panjang. Butuh perizinan dan biaya yang besar,” kata Nia.

    Ia menambahkan bahwa bangunan tersebut memerlukan renovasi besar karena tidak ditempati selama bertahun-tahun. “Karena tidak ditempati bertahun-tahun, banyak bagian rumah itu yang rusak,” ungkapnya. Amanah Jupe untuk memberikan tempat bernaung bagi anak-anak pengidap kanker pun belum terwujud.

    Innalillahi... Julia Perez Meninggal Dunia

    Nia menyadari sepenuhnya bahwa rumah singgah itu merupakan keinginan terbesar sang kakak sebelum mengembuskan napas terakhirnya pada 10 Juni 2017. Namun, keluarga mengaku belum mampu mewujudkannya. “Tapi apa daya. Keluarga belum bisa mewujudkan keinginan almarhumah karena terkendala dua hal: biaya dan perizinan,” tegasnya.

    Kondisi ini menunjukkan kompleksitas dalam merealisasikan amanah sosial, meski telah ada niat dan bangunan fisik. Kendala birokrasi dan finansial menjadi penghalang utama, bahkan setelah bertahun-tahun. Upaya untuk mengoperasikan rumah singgah tersebut masih membutuhkan langkah konkret lebih lanjut.

    Informasi ini menjadi konteks penting terkait komitmen Raffi Ahmad yang sebelumnya telah menyatakan akan terlibat. Perkembangan terbaru dari keluarga Jupe ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi di lapangan.

    Dengan terungkapnya kendala ini, publik dapat memahami alasan di balik belum berfungsinya rumah singgah tersebut. Realisasi amanah Jupe masih menunggu penyelesaian dua masalah mendasar: kelengkapan administrasi perizinan dan ketersediaan dana untuk perbaikan fisik bangunan.

  • Fairuz A Rafiq Tunda Laporan Polisi untuk Akun Penyebar Hoax Perceraian

    Fairuz A Rafiq Tunda Laporan Polisi untuk Akun Penyebar Hoax Perceraian

    Jbnews.id – Fairuz A Rafiq memilih menunda pelaporan ke polisi terhadap akun-akun penyebar hoax perceraian dirinya dengan Sonny Septian, meski batas waktu somasi 3×24 jam telah lewat. Sikap ini diambil usai melihat penurunan signifikan unggahan berita bohong tersebut di media sosial.

    Kuasa hukum Fairuz, Minola Sebayang, mengungkapkan kliennya meminta untuk tidak terburu-buru menempuh jalur hukum. “Fairuz bilang, ‘Tunggu sebentar lagi, Bang. Kita lihat bagaimana perkembangannya. Jangan buru-buru lapor polisi’,” kata Minola saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).

    Pihak Fairuz menilai tren penurunan unggahan hoax tersebut sebagai sinyal positif. Minola menyebut pemberitaan mengenai informasi perceraian pasangan selebritas itu sudah tidak masif seperti awal kemunculannya. Konten yang masih beredar diduga merupakan repost dari unggahan lama.

    Meski menunjukkan sikap melunak, proses verifikasi oleh tim kuasa hukum tetap berjalan. Mereka sedang mengumpulkan bukti untuk memastikan apakah akun-akun yang telah didata telah menghapus konten fitnah atau membiarkannya. “Sekarang kita tinggal hanya melihat, dari akun yang kita print kemarin itu, kita akan lihat, masih ada gak postingan-postingan yang seperti kemarin kami tunjukkan itu?” ujar Minola Sebayang.

    Beberapa pemilik akun penyebar hoax dikabarkan telah mengambil inisiatif untuk menghubungi Fairuz A Rafiq secara langsung. Tujuannya adalah untuk memberikan klarifikasi atau menyampaikan permintaan maaf. “Ada beberapa (akun) yang sudah menghubungi Fairuz langsung ya (untuk meminta maaf),” pungkas Minola.

    Kasus ini menyoroti bagaimana publik figur menghadapi penyebaran informasi palsu. Tindakan Fairuz yang memprioritaskan itikad baik terlebih dahulu sebelum laporan polisi menjadi perhatian.

    Batas waktu somasi yang telah diberikan sebelumnya secara resmi kini sudah terlampaui. Keputusan untuk menunda jalur hukum menunjukkan pendekatan berbeda dari pasangan tersebut dalam menangani krisis di ranah digital.

    Isu hoax perceraian ini sempat membanjiri media sosial beberapa waktu lalu, sebelum akhirnya ditanggapi secara resmi oleh kuasa hukum Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian. Respons yang diambil kini lebih mengedepankan evaluasi dan memberi kesempatan perbaikan.

  • Ahmad Dhani Konfirmasi Tanggal dan Konsep Pernikahan El Rumi

    Ahmad Dhani Konfirmasi Tanggal dan Konsep Pernikahan El Rumi

    Jbnews.id – Ahmad Dhani secara resmi mengonfirmasi bahwa pernikahan putranya, El Rumi, dengan Syifa Hadju akan digelar pada 26 April 2026. Musisi tersebut juga mengungkap pasangan akan mengusung konsep pernikahan bertaraf internasional.

    Konfirmasi ini disampaikan Dhani kepada awak media, Selasa (21/4/2026), di tengah kabar keluarga yang menunggu kelahiran cucu pertama. Meski hari-H sudah dekat, Dhani mengaku tidak merasa gugup. “Nggak, biasa saja. Menikah kan normal-normal saja,” ujarnya.

    Ketika ditanya tentang konsep acara, Dhani dengan singkat menjawab, “Internasional, internasional.” Pernyataannya ini sekaligus mengonfirmasi kabar yang sebelumnya beredar mengenai bocoran undangan pernikahan El dan Syifa.

    Persiapan pernikahan ini telah berjalan. Sebelumnya, calon mempelai wanita, Syifa Hadju, telah merayakan bridal shower sebagai bagian dari rangkaian acara jelang hari besar. Di sisi lain, El Rumi juga telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada para groomsmen yang akan mendampinginya.

    Menariknya, dalam persiapan ini, Ahmad Dhani mengaku tidak dilibatkan secara langsung. Hal ini menunjukkan El Rumi dan Syifa Hadju lebih mandiri dalam mengatur detail pernikahan mereka yang bertema internasional tersebut.

    Dengan konfirmasi tanggal 26 April 2026, pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju resmi masuk dalam agenda. Konsep internasional yang dipilih juga menjadi sorotan, menandakan skala dan perhatian terhadap acara yang dinanti banyak pihak ini.

  • Insanul Fahmi Minta Kasus Perzinaan Dihentikan Sementara

    Insanul Fahmi Minta Kasus Perzinaan Dihentikan Sementara

    Jbnews.id – Kuasa hukum Insanul Fahmi secara resmi meminta penyidik Polda Metro Jaya menghentikan sementara proses hukum kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan oleh Wardatina Mawa. Permintaan ini didasari adanya benturan aturan hukum antara proses perdata perceraian dan proses pidana.

    Tommy Tri Yunanto, kuasa hukum Insanul Fahmi, menjelaskan bahwa proses perdata, dalam hal ini gugatan perceraian, seharusnya didahulukan sebelum kasus pidana. Hal ini merujuk pada aturan yang ada.

    “Karena memang ada PERMA di situ bertubrukan dengan aturan Kementerian Kehakiman di mana memang harus didahulukan proses keperdataannya,” ujar Tommy Tri Yunanto di kawasan Tangerang Selatan, Selasa (21/4/2026).

    Tommy menekankan bahwa pihak pelapor dalam kasus perdata dan pidana ini adalah sama, yaitu Wardatina Mawa. Oleh karena itu, kepastian status hukum dari pengadilan agama dinilai sangat krusial sebelum proses pidana dilanjutkan.

    Ia berharap pihak Polda Metro Jaya mempertimbangkan keberatan yang telah diajukan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kliennya. Tujuannya adalah untuk menegakkan keadilan hukum yang berjalan sesuai prosedur.

    “Kalau memang alat buktinya itu sah di mata hukum, juga tidak boleh bertubrukan, ada gugatan perdata, yang tentunya gugatan perdata ini harus di dahulukan,” pungkas Tommy Tri Yunanto.

    Permintaan penundaan ini menambah dinamika hukum dalam konflik rumah tangga antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. Kasus ini telah menjadi perhatian publik setelah Mawa melaporkan Fahmi atas dugaan perzinaan.

    Dengan diajukannya permohonan ini, proses hukum selanjutnya bergantung pada pertimbangan penyidik Polda Metro Jaya. Keputusan mereka akan menentukan apakah penyidikan kasus pidana akan ditunda menunggu hasil proses perceraian di pengadilan agama.

  • Rumah Singgah Jupe Terbengkalai, Raffi Ahmad Kirim Tim Perbaikan

    Rumah Singgah Jupe Terbengkalai, Raffi Ahmad Kirim Tim Perbaikan

    Jbnews.id – Rumah singgah milik almarhum Julia Perez (Jupe) di Cilangkap, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, terbukti terbengkalai dan mengalami kerusakan. Kondisi ini mendorong presenter Raffi Ahmad mengirimkan tim untuk menindaklanjuti permohonan bantuan dari ibu Jupe, Sri Wulansih.

    Investigasi lapangan pada Selasa (21/4/2026) menunjukkan bangunan bercat merah muda kusam itu tampak sepi dan kosong. Pintu luar dalam kondisi digembok, sementara bagian depan rumah tidak terlihat barang-barang. Meski pagar dan struktur bangunan masih terawat, lampu teras yang menyala tidak diiringi aktivitas penghuni.

    Rumah singgah yang diresmikan pada 2016 itu terletak sekitar 1,6 kilometer dari makam Julia Perez. Di bagian depan, masih terpampang papan kayu bertuliskan “Rumah Singgah Julia Perez”. Jupe mendirikan fasilitas ini dengan tujuan mulia: menjadi tempat singgah sementara bagi pengidap kanker dari daerah yang berobat ke Jakarta namun tak memiliki tempat tinggal.

    Kondisi terkini rumah singgah menjadi perhatian setelah Sri Wulansih, ibunda Jupe, menangis dan memohon bantuan publik terkait aset peninggalan putrinya. Ia sebelumnya berencana menjual salah satu apartemen milik mendiang Jupe untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memperbaiki rumah singgah yang rusak.

    Langkah Raffi Ahmad mengirimkan timnya memberikan secercah harapan bagi Sri Wulansih. Meski belum ada detail teknis, intervensi ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi rumah singgah sesuai amanah Jupe. Data Kementerian Kesehatan memproyeksikan kasus kanker di Indonesia akan naik 70% pada 2050, mempertegas pentingnya fasilitas pendukung seperti rumah singgah.

  • Ruben Onsu Diduga Rugi Rp 5,5 Miliar dalam Proyek Mukena

    Ruben Onsu Diduga Rugi Rp 5,5 Miliar dalam Proyek Mukena

    Jbnews.id – Presenter Ruben Onsu diduga mengalami kerugian finansial mencapai Rp 5,5 miliar dalam proyek pengadaan mukena jelang Idul Fitri. Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mengungkapkan kasus ini sebagai dugaan penipuan yang melibatkan seorang perantara bernama Philipus Suprihatin dan PT Venteny Fortuna Indo.

    Minola Sebayang menjelaskan kronologi kasus saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). Menurutnya, Ruben Onsu diperkenalkan oleh seorang teman kepada Philipus Suprihatin beberapa bulan sebelum Lebaran. Philipus mengklaim dapat menjembatani kerja sama dengan PT Venteny Fortuna Indo untuk memproduksi mukena dalam skala besar.

    “Nilai kontrak dalam perjanjian tersebut Ruben mengatakan lebih kurang Rp 5,5 miliar, ya. Cukup tinggi nilai kontraknya Rp 5,5 miliar,” jelas Minola Sebayang. Kesepakatan bagi hasil yang ditawarkan adalah 60-40. Ruben Onsu menyetujui tawaran itu, menganggap momen jelang Lebaran tepat untuk bisnis mukena.

    Dalam perjalanan proyek, Philipus berkali-kali meminta sejumlah uang kepada Ruben Onsu dengan berbagai alasan. Permintaan itu meliputi uang muka agar pabrik mau memulai produksi hingga biaya operasional. “Pabrik itu akan memproduksi mukena itu kalau uangnya itu bayar di muka,” ujar Minola Sebayang menirukan penjelasan yang diterima kliennya.

    Kecurigaan mulai muncul ketika jadwal produksi yang dijanjikan terus mengalami penundaan. Hingga hari raya Idul Fitri berlalu, mukena yang diharapkan tidak kunjung diproduksi dan tidak pernah sampai ke tangan Ruben Onsu. Kuasa hukum itu menegaskan, dana yang telah ditransfer ke rekening PT Venteny Fortuna Indo tidak pernah dicairkan untuk keperluan produksi.

    “Bagiannya Ruben sudah ditransfer ke rekening PT Venteny Fortuna Indo, namun PT Venteny Fortuna Indo tidak pernah mencairkan uang itu. Apa yang ditransferkan oleh Ruben pun ternyata tidak pernah diturunkan ke pabrik,” tegas Minola Sebayang. Setelah menyadari ketidakberesan, Ruben Onsu berusaha menghubungi Philipus Suprihatin untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pria tersebut menghilang dan tidak dapat dihubungi kembali.

    Kasus ini menambah daftar persoalan hukum yang dihadapi Ruben Onsu belakangan ini. Sebelumnya, presenter tersebut juga menunggu penetapan tersangka dalam kasus dugaan fitnah terhadap anaknya. Proyek mukena senilai miliaran rupiah ini kini menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut oleh kuasa hukum Ruben Onsu.

  • Syifa Hadju Rayakan Bridal Shower Jelang Pernikahan

    Syifa Hadju Rayakan Bridal Shower Jelang Pernikahan

    Jbnews.id – Syifa Hadju merayakan momen bridal shower bersama teman-teman dekatnya, Selasa (21/4/2026), sebagai bagian dari persiapan pernikahannya yang kian dekat. Aktris berusia 24 tahun itu tampil anggun dengan gaun pendek putih dan mahkota, serta sempat berfoto dengan kostum putri duyung.

    Acara kejutan tersebut dihadiri oleh sejumlah bridesmaid, termasuk Elina Joerg, Steffi Zamora, Kesha Ratuliu, dan Tengku Nadira Adnan. Para tamu kompak mengenakan kaus berwarna pink bertuliskan “Team Bride”. Momen ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan pernikahan Syifa Hadju yang sedang menjadi sorotan.

    Syifa Hadju tiba di lokasi dengan mengenakan busana hitam dan terkejut melihat dekorasi yang telah disiapkan di depan meja makan. Ia kemudian berganti pakaian untuk tampil lebih meriah dalam perayaan tersebut. Persiapan pernikahan selebritas Indonesia memang kerap menarik perhatian publik, termasuk persiapan yang dilakukan El Rumi yang juga sedang dalam masa yang sama.

    syifa hadju

    Dalam salah satu foto, Syifa Hadju terlihat duduk di lantai dengan ekspresi ceria, mengenakan gaun putih pendek yang sederhana namun elegan. Sebuah mahkota berwarna emas menghiasi kepalanya, menambah kesan bak putri dalam perayaan pra-nikahnya ini. Dekorasi balon dan bunga berwarna pastel mendominasi latar belakang foto-foto yang dibagikan.

    Momen unik lainnya adalah ketika Syifa Hadju berpose dengan kostum ekor putri duyung berwarna hijau dan biru. Ia duduk di sebuah kursi dengan ekspresi gembira, sementara seorang teman mendekorasi rambutnya. Kostum ini menambah kesan playful dan santai dalam acara yang biasanya penuh kehangatan ini.

    syifa hadju

    Foto grup bersama para bridesmaid menunjukkan keakraban Syifa Hadju dengan lingkaran pertemanannya. Mereka semua mengenakan kaus seragam berwarna pink cerah yang menjadi ciri khas acara ini. Rencana pernikahan selebritas muda kerap melibatkan dinamika keluarga, sebagaimana terlihat dalam persiapan pernikahan El Rumi yang juga banyak dibicarakan.

    Bridal shower merupakan tradisi pra-pernikahan yang umum dilakukan untuk memberikan dukungan moral dan kebahagiaan kepada calon pengantin wanita. Acara ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan santai dan berbagi kebahagiaan sebelum hari pernikahan yang sesungguhnya. Momen seperti ini menjadi penting dalam persiapan pernikahan modern.

    syifa hadju

    Perayaan ini menandai babak baru dalam kehidupan pribadi Syifa Hadju. Publik kini menantikan informasi lebih lanjut mengenai detail pernikahan aktris yang memulai karier sejak remaja ini. Sorotan media terhadap acara pra-nikah selebritas menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kehidupan personal figur publik.

    Dengan terselenggaranya bridal shower ini, prosesi menuju pernikahan Syifa Hadju memasuki tahap yang lebih nyata. Momen kebersamaan dengan teman-teman dekat ini menjadi pengingat akan dukungan sosial yang mengelilingi calon pengantin sebelum menjalani komitmen resmi.

  • Ayu Hendranata Rilis Single “Senja” untuk Ruang Berdamai Diri

    Ayu Hendranata Rilis Single “Senja” untuk Ruang Berdamai Diri

    Jbnews.id – Penyanyi Ayu Hendranata merilis single terbaru bertajuk “Senja” pada Selasa (21/4/2026). Lagu ini dimaknai sebagai ruang jeda bagi pendengarnya untuk melepas ego dan berdamai dengan diri sendiri di penghujung hari.

    Dalam keterangan resmi yang diterima media, Ayu Hendranata menjelaskan konsep di balik lagu tersebut. “Buat aku, senja itu identik dengan penghujung hari. Setelah kita menjalani hari dengan segala ego, selalu ada ruang untuk jeda,” ujarnya.

    Ia melanjutkan, ruang jeda itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. “Entah itu untuk beribadah, berkontemplasi, atau sekadar diam dan menarik napas perlahan saat berada di jalan sambil berkomunikasi dengan semesta,” lanjut Ayu.

    Lagu “Senja” menjadi kelanjutan dari DNA musik Ayu Hendranata yang dikenal erat dengan narasi emosional. Melalui nadanya, ia mengajak pendengar untuk menurunkan ego dan berdamai dengan diri sendiri.

    Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), Ayu Hendranata menegaskan prinsipnya dalam berkarya. “Rasa, proses emosi, dan pengalaman itu nggak bisa tergantikan. Kita harus adaptif dengan teknologi, tapi tetap mengedepankan kejujuran dalam berkarya,” tuturnya.

    Ayu Hendranata berharap “Senja” dapat menjadi teman bagi mereka yang membutuhkan ruang untuk berdamai. “Semoga lagu-lagu kami bisa bermanfaat dan kami berharap dukungan dari semua orang agar kami bisa terus berkarya,” katanya.

    Single “Senja” dirilis secara resmi pada 21 April 2026. Karya ini merupakan bagian dari perjalanan musik Ayu Hendranata yang konsisten menyajikan karya bertema personal dan reflektif.

  • Rina Nose Alami Post-op Blues 5 Hari Usai Operasi Hidung

    Rina Nose Alami Post-op Blues 5 Hari Usai Operasi Hidung

    Jbnews.id – Komedian dan aktris Rina Nose mengungkapkan mengalami sindrom post-op blues selama lima hari pada minggu pertama setelah menjalani operasi kecantikan pada hidungnya. Ia mengaku sempat merasa cemas, menyesal, dan bertanya-tanya tentang keputusannya tersebut.

    Rina membagikan pengalamannya dalam tayangan Rumpi: No Secret yang tayang pada Senin (20/4/2026). Menurutnya, kecemasan itu muncul justru setelah proses operasi selesai, bukan saat sebelum atau selama tindakan. “Aku cari-cari tahu kan, orang-orang yang ngalamin itu karena gak pernah ada dimanapun, gak ada yang sharing tentang kondisi pemulihan itu gimana secara psikologi. Di luar negeri gitu, jadi dia mengalami hal serupa. Dia merasa menyesal, dia sampai nangis, dia depresilah selama 2 bulan karena dia pikir mukanya akan begitu, padahal belum selesai. Ternyata itu namanya post-op blues,” jelas Rina Nose.

    Rina Nose usai operasi hidung.

    Ia mengakui sempat mempertanyakan keputusannya sendiri. “Aku sempat juga sempat… ngapain sih? Kenapa sih kemarin? Tapi itu tuh karena aku melihat-melihat awalnya kan padahal masih di sini (masih) bengkak, nah cuman karena gak ada memar jadi aku pikir itu udah bentuknya, ternyata belum,” tuturnya. Pengalaman psikologis pascaoperasi ini sering kali tidak banyak dibahas, meski merupakan bagian umum dari proses pemulihan bedah plastik.

    Rina juga mengaku belum sepenuhnya terbiasa dengan bentuk hidung barunya. Perbedaan penampilan di berbagai media menjadi salah satu sumber kecemasannya. “Iya, masih, masih, aku melihat di kamera, kok beda ya. Jadi kayak aku melihat di kaca, terus ke kamera, kok beda ya, gitu, gitu. Kayak di kamera handphone, melihat di kaca, ntar kalau di TV gimana ya, ntar di kamera wartawan gimana ya, gitu, gitu, gitu,” ucapnya sambil tertawa.

    Fenomena post-op blues yang dialami Rina Nose ini menyoroti aspek psikologis dari prosedur bedah plastik yang kerap terabaikan. Banyak pasien, seperti yang dijelaskan Rina, tidak mendapat gambaran jelas tentang fase pemulihan mental ini. Ia menuturkan bahwa rasa takut justru tidak muncul saat operasi, melainkan setelahnya. “Dia menceritakan saat operasi gak ada rasa takut, tapi setelah selesai baru merasa kaget hingga cemas,” seperti dikutip dari penjelasannya.

    Rina Nose usai operasi hidung.

    Durasi post-op blues yang dialami Rina relatif singkat, yaitu lima hari pada minggu pertama. Namun, ia menyitir contoh dari luar negeri di mana seseorang bisa mengalami kondisi serupa hingga dua bulan karena mengira bentuk wajahnya sudah final padahal proses penyembuhan belum tuntas. Pengakuan publik figur seperti Rina Nose ini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya persiapan mental dan dukungan psikologis pascaoperasi.

    Pengalaman Rina ini juga menggarisbawahi bahwa hasil operasi plastik tidak langsung sempurna. Proses pembengkakan dan adaptasi tubuh membutuhkan waktu. Persepsi awal terhadap bentuk baru, seperti yang dialami Rina, seringkali belum menggambarkan hasil akhir. Ia mengaku terkecoh karena tidak adanya memar, sehingga mengira bentuk yang terlihat adalah hasil final.

    Rina Nose usai operasi hidung.

    Cerita Rina Nose ini menjadi bagian dari tren selebritas Indonesia yang semakin terbuka mengenai prosedur operasi kecantikan mereka. Keterbukaan ini tidak hanya membahas sisi teknis dan biaya, tetapi juga dampak emosional yang menyertainya. Dengan berbagi pengalaman tentang fase sulit seperti post-op blues, diharapkan dapat membentuk ekspektasi yang lebih realistis bagi masyarakat yang mempertimbangkan tindakan serupa.

    Implikasi dari pengakuan ini adalah perlunya edukasi yang lebih komprehensif dari praktisi medis kepada calon pasien bedah plastik. Edukasi tersebut harus mencakup tidak hanya risiko fisik dan tahapan penyembuhan, tetapi juga kemungkinan gangguan psikologis sementara pascaoperasi. Pemahaman bahwa perasaan cemas atau penyesalan awal adalah hal yang wajar dan bagian dari proses dapat membantu pasien melewati masa-masa tersebut dengan lebih baik.

    Rina Nose usai operasi hidung.

  • Niken Anjani Jatuh Cinta pada Tari Jaipong Berkat Film Shutter

    Niken Anjani Jatuh Cinta pada Tari Jaipong Berkat Film Shutter

    Jbnews.id – Artis Niken Anjani mengaku menemukan kecintaan baru pada seni tari tradisional, khususnya Jaipong, setelah mendalami perannya dalam film terbaru “Shutter”. Pengalaman itu membawanya hingga tampil dalam workshop dan talkshow bertajuk ‘Dari Panggung Ke Layar, Menelisik Tubuh Sinematik’.

    Dalam film “Shutter”, Niken berperan sebagai seorang mahasiswi yang mahir menari. Peran itulah yang memaksanya mempelajari tarian Jaipong kreasi berjudul Japati Kembang Kota. “Sama sekali gak ada ekspektasi, murni hanya mendalami peran, tapi ternyata long the way nyaman banget ya. Aku suka sekali dengan tarian, karena tari tuh gak cuma menari saja, tapi ada filosofinya,” ujar Niken Anjani, Selasa (21/4/2026).

    Ia mengakui proses tersebut justru membuatnya jatuh cinta pada aktivitas menari. Niken kini menyempatkan waktu untuk berlatih tari Jaipong di sela kesibukan syuting. “Jujur jadi memang aku kayak naro tari jadi cabang olahraga baru buatku. Memang belum bisa jadi rutin, karena itu semua tergantung jadwal kerja aku. Aku tentu lebih fokus sama kerjaan, tapi pada saat aku punya waktu senggang, otomatis olahraga dan menari sudah masuk ke jadwal,” tuturnya.

    Antusiasmenya terhadap Jaipong membawa Niken undangan untuk berbagi pengalaman dalam sebuah acara publik. Di talkshow dan workshop Tari Japati Kembang Kota, ia bertemu langsung dengan peserta yang antusias mempelajari tari tradisional. “Seru banget, senang, aku excited banget karena ternyata antusiasme dari para peserta tinggi banget. Aku benar-benar untuk pertama kalinya perform di atas panggung sama penari-penari itu. Nervous ada, tapi antusias banget,” katanya.

    Bagi Niken, pembelajaran mendalam terhadap tari Jaipong bukanlah usaha yang sia-sia. Ia menemukan titik persamaan yang kuat antara seni peran dan seni tari. “Tari itu bukan cuma olah tubuh, tapi juga olah rasa. Itu kayak akting yang gak hanya gerak saja, tapi pakai rasa. Selain itu juga senang saja dengan hal yang baru, apalagi itu tarian tradisional, jadi perlu untuk dilestarikan,” pungkas artis tersebut.

    Pengalaman Niken Anjani ini menunjukkan bagaimana sebuah proyek film dapat membuka jalan bagi artis untuk mengapresiasi dan terlibat langsung dalam pelestarian budaya tradisional. Keterlibatannya dalam workshop juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mengenalkan tari Jaipong kepada khalayak yang lebih luas.