Jbnews.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Banten mencatat realisasi penerimaan sektor kepabeanan dan cukai mencapai Rp4,55 triliun hingga 30 April 2026. Capaian ini setara dengan 26,32 persen dari target tahunan APBN 2025 yang sebesar Rp17,29 triliun.
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kemenkeu Banten, Muhammad Hakim Satria, menyampaikan bahwa realisasi penerimaan cukai hingga April 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. βHal ini didorong oleh kenaikan target yang cukup signifikan di tahun 2026,β ujar Hakim dalam keterangannya di Serang, Jumat (29/5/2026).
Ia merinci, total penerimaan tersebut bersumber dari tiga komponen utama, yaitu Bea Masuk, Cukai, dan Bea Keluar. Bea Masuk menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp3,38 triliun. Angka ini dicapai meskipun terjadi penurunan importasi pada sejumlah komoditas seperti kimia dasar organik, biji kakao, makanan olahan lainnya, kapal laut, dan tembaga.
Sementara itu, sektor Cukai menyumbang penerimaan sebesar Rp1,15 triliun. Peningkatan ini terutama ditopang oleh kinerja positif dari cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan hasil tembakau. Adapun Bea Keluar tercatat menyumbang Rp10,88 miliar. Penerimaan di sektor ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas kelapa sawit dan produk turunannya di pasar global.
Selain memaparkan penerimaan, Hakim juga menjelaskan kondisi neraca perdagangan Provinsi Banten pada April 2026. Nilai ekspor pada periode tersebut tercatat sebesar 1,21 miliar dolar AS, sementara nilai impor mencapai 4,37 miliar dolar AS. Pelemahan nilai ekspor terjadi pada komoditas barang perhiasan, barang berharga, pesawat udara, dan mesin khusus. Sebaliknya, tren kenaikan impor didominasi oleh komoditas penunjang aktivitas harian dan industri, seperti hasil minyak, komputer, serta peralatan komunikasi.
Baca Juga:
Realisasi penerimaan yang positif ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Banten tetap dinamis. Kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah, termasuk di sektor kepabeanan, terus dioptimalkan untuk mencapai target APBN. Ke depan, DJBC Banten akan terus memantau pergerakan harga komoditas global dan volume perdagangan internasional guna menjaga stabilitas penerimaan negara.
