Jbnews.id – Calon Bupati Subang, Tine Yowargana, meluncurkan program unggulan bertajuk “Subang Ngabrett” yang secara spesifik menargetkan peningkatan kesejahteraan atlet dan prestasi olahraga di Kabupaten Subang. Inisiatif ini hadir di tengah kebutuhan mendesak akan perhatian serius terhadap dunia olahraga daerah.
Program “Subang Ngabrett” dirancang untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi para atlet, pelatih, dan tenaga pendukung olahraga. Tine menekankan bahwa selama ini banyak atlet Subang berpotensi besar namun terkendala minimnya dukungan finansial dan fasilitas memadai. “Kami ingin atlet tidak lagi khawatir soal biaya hidup dan bisa fokus penuh pada latihan dan kompetisi,” ujar Tine dalam sebuah acara di Subang, April 2026.
Lebih lanjut, Tine menyebutkan bahwa program ini akan mencakup pemberian beasiswa pendidikan, asuransi kesehatan, serta insentif prestasi bagi atlet yang mengharumkan nama Subang di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. Data dari Dinas Pemuda dan Olahraga Subang menunjukkan bahwa pada tahun 2025, setidaknya 120 atlet Subang berhasil meraih medali di berbagai ajang, namun sebagian besar masih hidup di bawah garis kesejahteraan.
“Subang Ngabrett bukan hanya soal menang di lapangan, tapi juga soal masa depan atlet setelah pensiun. Kami akan siapkan program transisi karir agar mereka punya bekal hidup,” tegas Tine. Pendekatan ini dinilai lebih holistik dibanding program serupa di daerah lain yang kerap hanya fokus pada prestasi jangka pendek.
Selain kesejahteraan, Tine juga berencana merevitalisasi sarana olahraga di Subang. Ia menargetkan pembangunan pusat pelatihan terpadu di Kecamatan Cijambe dan renovasi stadion utama di Kecamatan Subang. Anggaran untuk tahap awal program ini diperkirakan mencapai Rp 50 miliar dari APBD dan potensi kerja sama dengan sponsor swasta.
Program ini mendapat sambutan positif dari komunitas olahraga Subang. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Subang, Andri Suryana, menyatakan dukungannya. “Kami sangat mengapresiasi visi Ibu Tine. Jika program ini terealisasi, Subang bisa menjadi salah satu kabupaten dengan ekosistem olahraga terbaik di Jawa Barat,” kata Andri.
Namun, sejumlah pengamat mengingatkan agar program ini tidak berhenti pada janji kampanye. “Implementasi adalah kunci. Banyak program serupa gagal karena tidak ada pengawasan ketat dan alokasi dana yang tidak tepat sasaran,” ujar pengamat kebijakan publik dari Universitas Pasundan, Dedi Mulyadi.
Tine Yowargana sendiri memiliki latar belakang sebagai mantan atlet voli nasional. Ia mengaku memahami betul perjuangan atlet daerah. “Saya pernah merasakan sulitnya mencari sponsor dan berlatih dengan fasilitas seadanya. Itu yang memotivasi saya untuk membuat perubahan nyata,” kenangnya.
Program “Subang Ngabrett” rencananya akan dijalankan dalam tiga tahap selama lima tahun ke depan. Tahap pertama (2026-2027) fokus pada identifikasi atlet potensial dan pemberian bantuan dasar. Tahap kedua (2027-2029) pembangunan infrastruktur, dan tahap ketiga (2029-2030) pengembangan pusat pelatihan berkelas nasional.
Dengan populasi atlet aktif sekitar 2.500 orang di Subang, program ini diharapkan bisa menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola potensi olahraga secara berkelanjutan. Tine menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memastikan kesejahteraan atlet sebagai prioritas utama.
