Telset.id – Tren modifikasi motor dengan ban berukuran besar berpotensi mengorbankan aspek keselamatan. Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, mengungkapkan enam dampak teknis kritis, mulai dari tarikan berat hingga jarak pengereman bertambah.
Wahyu menegaskan, pabrikan merancang setiap komponen, termasuk ukuran ban, dengan perhitungan teknis yang saling berkaitan untuk menjamin performa dan keamanan. “Penggunaan ban tidak sesuai standar bisa berdampak pada banyak aspek,” ujarnya.

Meski penggantian ban besar tidak sepenuhnya dilarang, Wahyu meminta pertimbangan matang terhadap sejumlah kekurangan. Berikut enam risiko utama berdasarkan penjelasan ahli.
Pertama, tarikan motor menjadi lebih berat. Ban besar memiliki bidang kontak lebih luas dengan jalan, meningkatkan gaya gesek. Mesin membutuhkan tenaga ekstra untuk menggerakkan roda, sehingga akselerasi terasa lambat.
Kedua, konsumsi bahan bakar lebih boros. Beban kerja mesin yang meningkat berdampak langsung pada efisiensi. Motor memerlukan energi lebih besar untuk bergerak, sehingga pemakaian BBM menjadi tidak optimal.
Ketiga, handling berubah dan kurang presisi. Karakter pengendalian motor bergeser. Setir bisa terasa berat dan kurang responsif, khususnya saat bermanuver atau menikung tajam. Hal ini mengurangi kendali pengemudi.
Keempat, jarak pengereman berpotensi bertambah. Spesifikasi ban yang tidak sesuai memengaruhi kinerja sistem rem. Distribusi beban yang berubah membuat respons pengereman tidak seoptimal standar, memperpanjang jarak henti.
Kelima, komponen kaki-kaki lebih cepat aus. Beban tambahan pada suspensi dan komponen lain di bagian kaki membuatnya bekerja ekstra. Potensi keausan dini pada komponen-komponen ini meningkat signifikan.
Keenam, risiko gesekan dengan bodi motor. Jika tidak diimbangi penyesuaian tepat, ban besar dapat bergesekan dengan spakbor atau bagian bodi lain. Kondisi ini mengganggu kenyamanan dan membahayakan kestabilan berkendara.
Wahyu Budhi kembali menekankan, saran terbaik adalah menggunakan ukuran ban sesuai standar pabrikan. Langkah ini memastikan seluruh sistem kendaraan berfungsi sebagaimana rancangan awal untuk keselamatan maksimal.
